CHAPTER 3
.
.
Another Story About Wonkyu
.
.
Kyuhyun masih duduk berhadapan dengan hyung nya , masih dengan setia menatap hyungnya yang menyantap kembali ramen buatan nya , kyuhyun sangat merindukan hyung nya , kyuhyun sangat bersyukur hyungnya masih hidup dan mencarinya. 17 tahun yang lalu ketika hankyung baru saja menikahkan adik semata wayangnya , dia langsung pergi untuk menjalani pelatihan militer dan harus siap untuk di kirim di wilayah perang dan sejak itu komunikasi di antara kedua nya terputus hingga sekarang. Tak ada yang mengetahui kabar hankyung bahkan sebaliknya, bahkan menurut hankyung penderitaannya ketika berberang tak sebanding dengan penderitaan adiknya yang sendiri di umur yang terbilang muda kyuhyun menerjang penderitaannya sendiri.
"kyunie..." lirih hankyung
"ne hyung," jawab kyuhyun pelan
"ikutlah bersama hyung ke seoul, kita akan kembali tinggal bersama disana, kita kembali seperti dulu, seperti impian masa kecil kita kyu, hmm?" mohon hankyung sembari menggenggam tangan pucat dongsaengnya
Kyuhyun membalas genggaman tangan hyungnya, senyum lembutnya terukir
"apakah sebuah rumah yang dulu sering aku gambar ketika taman kanak-kanak dulu hyung, rumah dengan banyak jendela dengan sebuah pohon mapple rindang di depan rumah?" kata kyuhyun antusias ,
"hmm, dan juga sebuah danau kecil dengan banyak tanaman lili dikebun belakang rumah kyu , kau melupakan bagian itu," timpal hankyung sembari mengacak surai almond milik adiknya
"tapi..hyung..."
"kau harus melupakan itu arra , ku mohon ikutlah bersama hyung , hyung berjanji padamu kyunie , kita akan bahagia dengan kehidupan kita kembali, bersama ketiga keponakan hyung , dan juga dua orang anggota keluarga baru, kau belum mengenalnya saeng," ucap hankyung ringan
Kyuhyun menegakkan badan , menanggapi antusias ucapan hyungnya dan juga sedikit penasaran
"benarkah hyung ? siapa ? kakak ipar kyunie? Benarkah itu ?" tanya kyuhyun tak sabaran pada hankyung
"kau akan mengetahuinya nanti setelah kau menerima permintaan hyung untuk ikut hyung kembali ke seoul,"
"hyung, tapi...kyunie"
"masa lalu mu , benarkah itu kyu ?"
Kyuhyun terdiam menundukkan kepalanya yang di hiasi surai almond alami yang selalu membuat kecantikan nya menguar itu, hankyung beranjak dari duduknya kemudian menghampiri kyuhyun kembali mendudukan dirinya di samping kyuhyun membawa kyuhyun ke dalam pelukannya,
"sejauh ini kau sudah berhasil melalui nya kyu, dan maafkan hyung , maafkan segala kesalahan hyung , dan hyung mohon ikutlah bersama hyung , dan biarkan hyung menebus semuanya yang sia-sia , hyung tak akan membenci siapapun hyung tak akan membenci keluarga choi , hyung tak akan membenci ayah dari anak-anakmu kyu , jadi biarkan hyung menebusnya dengan membawa kalian ke seoul , kita akan mewujudkan semua impian kita kyu, impian masa kecil kita dulu,"
Kyuhyun terisak , samar sebuah anggukan kepala kepala di rasakan hankyung, sungguh sebuah kelegaan terasa di hatinya, pencariaannya selama 2 tahun tak sia-sia dan keputusannya untuk kembali ke korea membuahkan hasilnya dan dukungan dari belahan jiwanya, seorang wanita sederhana yang dulu merawat hankyung yang terluka karena perang dan juga seorang buah hati yang kini berumur 13 tahun seorang namja manis yang selalu di pandangnya sebagai duplikat adiknya. Sungguh hankyung tak berhenti bersyukur, dia harus menebus kesalahannya.
.
.
Siwon terduduk di sebuah penthouse yang di sewanya 3 bulan belakangan ini, mengerjakan semua pekerjaannya yang terbengkalai di seoul yang di kirimkan oleh sekretaris pribadinya, namun sekeras siwon mencoba untuk menyelesaikan pekerjaannya siwon selalu gagal , pikirannya masih tertuju pada 4 orang yang selama ini di carinya. Apakah siwon masih pantas di sebut sebagai seorang suami ? pantaskah siwon masih di sebut sebagai seorang ayah ? pantaskah siwon kembali , pantaskah. Pertanyaan itu selalu memenuhi kepala siwon, sungguh siwon sudah menyesali semua kesalahannya, kembali siwon menitikkan air matanya, penyesalan memenuhi lubuk hatinya selama 16 tahun ini, seakan kesadarannya akan arti penting kyuhyun sungguh terlambat.
"apa ayah sudah gila eoh , ayah memintaku untuk menikahi kyuhyun?" marah siwon
"jaga bicaramu siwon,! Bicaralah yang sopan pada ayahmu !" nyonya choi sungguh di buat marah oleh sikap anaknya
"ibu , ini membuatku gila , ibu tau jika aku masih menyukai yeoja dan kalian membuatku gila , bagaimana bisa kalian menyuruhku menikahi kyuhyun yang seorang namja, !" ucap siwon frustasi
"sampai matipun ayah tak akan merestui hubungan mu itu dengan kim yoona, yeoja penjilat yang hanya bisa meminta uang darimu , lebih tepatnya uang ayah yang ada padamu, siwon kau tak akan pernah mengerti dengan permintaan ayah ini, dan keputusan ayah sudah bulat kau akan tetap menikahi kyuhyun !" putus tuan choi telak
"aku tidak akan sudi ayah ! aku masih normal ! aku bukan gay ayah !" tolak siwon
"baiklah jika kau menolak , kau tau ayah lebih baik siwon ,kau pikir ayah tak mengetahui semua intrik dari pelacurmu itu , kau melupakan ayah siwon, lanjutkan semua keinginanmu itu, kau akan menyesali semuanya siwon, ayah hanya meminta satu hal darimu, bahkan selama 22 tahun kehidupanmu ayah selalu memenuhi segalanya yang kau minta , sekarang ayah hanya meninta 1 hal tapi kau tak bisa, baiklah ayah mengerti, dan ayah juga berhak melakukan apapun sesuka ayah," ucap tuan choi telak kemudian beranjak meninggal siwon yang masih duduk sembari menahan emosinya dan juga nyonya choi yang menatap tajam putra semata wayang nya,
"ada satu hal yang suatu saat nanti kau akan mengetahuinya nak , kau tau jika seorang tan kyuhyun itu akan sangat berarti untuk mu kelak , percayalah pada ibu nak , orang tua mu tak mungkin membawamu kedalam keburukan , dan jika kau tau hubungan seperti itu sekarang bukanlah hal tabu nak , kau bisa melihatnya di sekitarmu , dan jika kau tau kyuhyun adalah sebuah keajaiban dan sebuah keberuntungan di keluarga kita, pikirkan baik-baik ucapan ibu ini," ucap nyonya choi kemudian beranjak meninggalkan siwon dengan banyak pertanyaan dan juga pikiran tak suka nya dengan perjodohan sepihak ini , siwon terpaksa dan siwon harus menerima semua ini, siwon harus melindungi apa yang menjadi miliknya saat ini , mungkin di pertegas miliknya adalah kekasih yang tak di ketahuinya , seorang kim yoona yang kelak akan menyakitinya.
.
.
Kyuhyun duduk di bawah pohon mapple di taman belakang kediaman choi yang sangat luas itu , menyandarkan badannya dan menselonjorkan kaki nya di atas rumput hijau yang terawat rapi , matanya menatap hamparan danau buatan yang sangat indah, tempat ini tempat dimana dia selalu bersembunyi tempat dimana kyuhyun bisa beristirahat dengan tenang sembari menikmati nasi kepal kesukaannya.
Surai almondnya yang sedikit menutupi matanya sedikit berantakan karena tiupan sepoi angin awal musim dingin ini,kali ini kyuhyun tak menikmati makan siangnya seperti biasa namun mengingat percakapannya dengan sang tuan muda yang dalam 3 hari kedepan akan menjadi suaminya, yah percakapan yang cukup menyakitkan hatinya dan juga perbuatan siwon yang harus di terimanya tapi kyuhyun harus menyembunyikannya dari hyungnya, yah kyuhyun harus menyembunyikannya dari hyungnya demi hyungnya yang sebentar lagi akan menjalani militernya itu impian terbesar hyungnya, kyuhyun harus menelan mentah-mentah semua sakit nya
.
1 jam yang lalu..
"duduklah kyu, aku ingin berbicara padamu," ucap siwon pada kyuhyun yang baru saja memasuki sebuah ruangan yang terpisah dari kediaman utama mansion choi , sebuah ruangan berisi buku-buku peninggalan keluarga choi dan juga barang-barang kuno,
CLEKK
Kyuhyun berjengkit ketika siwon mengunci ruangan besar itu , kyuhyun tengah berusaha menenangkan hatinya kyuhyun benar-benar takut dengan apa yang terjadi kepadanya nanti, kyuhyun takut ,
Siwon berjalan ke arah kyuhyun yang duduk di sebuah sofa besar yang ada di dalam ruangan itu, siwon menatap kyuhyun yang tengan terduduk sembari menundukkan kepalanya dan juga meremas kedua tangannya, siwon menyeringai tipis, kyuhyun benar-benar tak tau apa yang tengah di rencanakan oleh siwon,
"kau menjijikan..." cibir siwon memulai percakapannya
Sakit
Itulah yang di rasakan kyuhyun saat itu, keputusannya untuk menerima permintaan orang tua siwon demi hyungnya justru sekarang mulai menyakitinya, tuan mudanya yang baik kini mulai menunjukkan wajah aslinya yang selama ini di sembunyikannya,
"aku sungguh tak bisa menerima semua keputusan ayahku , untuk menikah dengan sesama namja apalagi namja sepertimu tan kyuhyun-ssi , kau tau kita tak sederajat itu sungguh membuatku marah,"
Srettt
Siwon mencengkram rahang kyuhyun kasar , mendongakkan kepala kyuhyun untuk menatapnya,
DEG
Siwon melihat mata kyuhyun yang sudah mengeluarkan airmata , tak sedikitpun suara rintihan keluar dari mulut kyuhyun , seakan kyuhyun menjadi bisu , kyuhyun tau diri dia bukan siapa-siapa di banding dengan seseorang yang kini menjadi tambatan hati tuan mudanya, namun disisi lain ketika siwon menatap manik mata bambi kyuhyun ada rasa lain hadir di dalam hatinya siwon belum begitu sadar atau mungkin tak sadar,
"orang tuamu adalah akar dari semua penderitaanku kyuhyun-ssi , jika bukan karena hutang budi keluargaku pada ayah mu , aku tak akan di paksa ayahku untuk menikahi mu ! menjijikan ! dan karena pernikahan ini, kau membuat hubunganku dan kekasih ku di ambang kehancuran , dan aku akan membuatmu merasakan semua hasil perbuatanmu ini dengan kehancuranmu mulai detik ini kyuhyun-ssi , rasakan !"
Dan di mulailah penderitqan kyuhyun , siwon memakan semua kata-kata menjijikan yang dia lontarkan untuk kyuhyun , siwon menghancurkan kyuhyun detik juga, membuat semuanya ternoda sebelum mereka mengucapkan sumpah di depan altar, siwon menghancurkan hati kyuhyun , hanya siwon yang menikmati kemarahannya di atas tubuh kyuhyun, sedang kyuhyun tak sedikitpun , sakit yang teramat sangat hingga air matanya pun enggan untuk turun , suaranya seakan hilang entah kemana , kyuhyun seperti mayat kyuhyun entahlah jiwanya seperti terlepas dari tubuhnya,
Jedeeerrrr
Pintu ruangan itu tertutup rapat, dan kyuhyun berusaha mendudukan tubuhnya yang remuk redam , di lihatnya sekujur tubuhnya dan penuh luka lebam , dan juga noda darah yang menuruni selangkangannya, darah kesuciannya yang di renggut paksa oleh calon suaminya sendiri, entahlah kyuhyun tak bisa menggambarkan bagaimana keadaan hatinya sekarang,
.
"hiks,,, hyung hankyung hyung , ottokeh hyung,, hiks,,,," isak kyuhyun sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya , kyuhyun kotor kyuhyun sudah kotor sebelum pernikahan itu terjadi, "mian hyung mian, maafkan aku hyung , maafkan kyunie , umma appa bawa kyunie pergi bersama kalian, kyunie tak ingin menyakiti hyungie," isak kyuhyun ,
Seorang yeoja paruh baya membawa kyuhyun kedalam pelukkannya,
"ahjuma mohon bertahan lah sedikit lagi kyunie , lakukan ini demi hyungmu," tenang bibi lee , yeoja yang selama ini menggantikan peran ibu bagi kyuhyun , kyuhyun semakin terisak bahkan bibi lee semakin terisak melihat semua penderitaan kyuhyun yang baru saja di mulai, namja 17 tahun yang sudah harus memikul segala beban berat nya sendiri,
.
"kau hidup dengan baik selama ini kyu , terima kasih , aku akan membuatmu kembali padaku , ijinkan aku untuk menebus semua kesalahanku, aku sungguh menyesalinya kyu, maafkan aku terlambat menyadarinya , kembalilah padaku dan hukumlah aku kyu ," monolog siwon sembari menatap wajah manis kyuhyun yang kini terbingkai indah di sebuah pigura kecil yang selama 17 tahun ini dibawanya kemanapun dia pergi.
.
.
"dimana paman hankyung mom?" tanya si bungsu , sembari membatu kyuhyun menata makanan di meja untuk makan malam mereka
"pamanmu kembali ke seoul siang tadi, minggu depan pamanmu akan kembali kemari," terang kyuhyun, "sehun panggil hyungmu di kamar mommy akan mengatakan sesuatu pada kalian bertiga," lanjut kyuhyun
"hmm aku akan memanggil hyungdeul mommy, tunggu sebentar," jawab sehun
Tak lama kemudian ketiga putra kyuhyun berkumpul di ruang tengah rumah sederhana mereka , kembali duduk di lantai kayu sembari menunggu kyuhyun yang tengah mengambil nasi di dapur kecil yang menyambung dengan ruang tengah mereka ,
"kata sehun mommy ingin mengatakan sesuatu pada kami bertiga ?" tanya hongki
"ne , tapi sebaiknya kalian makanlah dulu , ini akan sedikit menyita waktu kalian , mommy tak ingin membuat kalian kehilangan nafsu makan kalian dan menyisakan banyak makanan yang mommy buat ini,"
"arraseo mom , kami akan makan, mari makan," ucap si sulung jongki,
Mereka bertiga makan dengan kidmat , sesekali di selingi candaan yang di ciptakan si bungsu sehun , yang sebenarnya tak lucu hanya yang membuat lucu adalah si bungsu selalu gagal mengucapkan huruf S dan R dengan sempurna,
Jauh di tengah candaan mereka , seorang namja 40 tahun , tengah berdiri di depan kediaman sederhana seseorang yang masih berstatus 'istrinya' itu, sesekali senyuman terukir di bibir jokernya itu , mendengar ocehan ketiga putranya yang tengah bercanda sembari menikmati makan malam mereka, sungguh di dalam lubuk hati siwon , namja 40 tahun itu sungguh sangat ingin merasakan hal yang sama seperti yang tengah di dengarnya itu, iri mungkin namun ini karma siwon,
"tuan ," panggil seorang laki-laki berjas rapi sama sepertinya, seorang asisten pribadinya dan juga sekretaris pribadinya yang selalu mengikuti siwon kemanapun namja itu pergi ,
"sungmin ssi , kau membawakan pesananku?" tanya siwon
Pria bernama lee sungmin itu menyerahkan semangkuk ramen instan yang di belinya di supermarket tak jauh dari rumah kyuhyun pada siwon,
"terima kasih , sungmin-ssi , selamat makan ne,..." ucap siwon , sembari menyantap ramen instan itu sembari mendengarkan semua canda tawa keluarga yang di tinggalnya dulu ,
Tes
Tes
Siwon menyantap mie ramen itu dengan air mata yang menuruni kedua pipi tirusnya, masih berusaha menelannya, 'bolehkah aku merindukan kalian ,' lirih siwon dalam hati
Tanpa siwon sadari seseorang yang baru saja akan keluar dari pintu belakang rumah yang tengah di tatapnya itu berjengkit mundur perlahan , debaran yang sama di rasakannya 17 tahun lalu kembali hadir , rasa rindu sakit bahkan hancur kembali di rasakannya, kakinya seakan tak bertulang , tangannya meremas dadanya , airmatanya sudah membasahi kedua pipi gembilnya
"hyung.. siwon hyung..." lirih kyuhyun sangat pelan,
.
.
TBC
