Aku berusaha membuat chapter ini secepatnya biar kalian nggak nunggu lama. Oh ya maaf ya kalau aku kasihnya per satu chapter, habisnya aku memang hanya bisa bikin 1 chapter untuk satu minggu karena aku sibuk banget sih. Tapi aku selalu berusaha buat yang cepat kok.

Mengenai pertanyaan tentang pairing yang kusuka... sebenarnya aku suka banget sama SasuSaku dan NejiTen

Sekali lagi aku ucapin terima kasih pada kalian yang sudah review

Chapter 3: Don't Cry

Tim basket cowok dan tim basket cewek berhasil melaju ke semifinal dan bertanding pada hari yang sama...

Tim Basket Cewek...

"SMU KoGakure BERHASIL MEMBALIKKAN KEADAAN MELALUI LEMPARAN TIGA ANGKA YANG DILAKUKAN OLEH TENTEN !!! TIM LAWAN MENYERANG BALIK... "

"BOLA DIREBUT OLEH HINATA DAN LANGSUNG DIOPER KE SAKURA YANG BERDIRI BEBAS !!! SAKURA MELAKUKAN SHOOT DAN MASUK !!!"

PRIIIIIT PRIIIIIIIIT PRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT

"TIM PUTRI SMU KoGakure BERHASIL MELAJU KE FINAL UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH TURNAMEN INI !!!"

"Yes! Berhasil!" seru tim basket cewek SMU KoGakure

"Kita melaju ke final untuk pertama kalinya!" seru Tenten

"Aku jadi penasaran dengan hasil pertandingan tim basket cowok. Apa mereka juga berhasil melaju ke final ya?" kata Sakura

"KamI berhasil kok. Mana mau kami kalah dari kalian" kata Sasuke tiba-tiba

"Kok kalian ada disini? Gimana pertandingannya?" tanya Tenten melihat tim basket cowok sudah datang ke tempat mereka

"Sudah selesai dari setengah jam yang lalu. Kami langsung kesini untuk melihat kalian" kata Neji

"Melihat kami? Sejak kapan kalian jadi perhatian gitu sama kami?" tanya Temari

"Kita kan sama-sama dari klub basket" kata Neji lagi

"Wah bilang saja kamu mau melihat Tenten iya kan?" goda Ino

"Apaan sih. Huh sudahlah selamat ya kalian sudah menang" kata Neji

Neji menyalami anggota tim basket cewek satu-persatu. Trus pas sampai di Tenten...

"Tenten selamat ya kalian sudah berhasil" kata Neji sambil tersenyum manis pada Tenten

Aduh jangan tersenyum seperti itu dong. Aku jadi deg-degan nih Gumam Tenten

"Tenten? Kok bengong sih. Hari ini kita damai dulu ya" kata Neji sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Tenten

"Ah iya baiklah he...he" kata Tenten sambil tertawa kecil dan bersalaman dengan Neji

"Nah karena hari ini kita damai tolong panggil aku dengan namaku ya" kata Neji

"OK kalau itu maumu Ne...Ne...Ne... ah sudahlah aku nggak mau" kata Tenten dengan wajah yang mulai merah

"Kenapa sih cepat bilang dong" bujuk Neji

"Nggak mau ya nggak mau bawel amat sih" kata Tenten sambil melangkah pergi meninggalkan Neji dan bergabung dengan Sakura dan yang lain

"Hinata selamat ya" kata Naruto sambil tersenyum

"Ah iya sama-sama Naruto-kun"

Beberapa hari kemudian pada jam istirahat siang di SMU KoGakure…….

Tenten, Sakura, Ino, Hinata, dan Temari lagi asyik makan siang sambil berteduh di bawah sebuah pohon besar

"Eh Ino" kata Tenten tiba-tiba

"Hm kenapa?"

"Kenapa kamu nggak semangat gitu? Ada apa?"

"Huf aku jadi kepikiran sama Sai"

"Memangnya kenapa dengan Sai? Kamu suka dia ya?" tanya Temari

"Apa-apaan sih aku serius nih. Apa kalian nggak pernah berpikir kenapa dia selalu tersenyum tanpa ekspresi seperti tanpa perasaan gitu"

"Iya sih saat kita bertengkar dengan tim cowok pun dia selalu tersenyum tanpa ekspresi dan nggak pernah memperlihatkan rasa marahnya" tambah Tenten

"Rasanya aku tahu kenapa dia begitu" kata Sakura tiba-tiba

"Eh kau tahu?" tanya Ino

"Iya waktu itu Neji pernah bilang bahwa Sai bersikap begitu sejak kematian kakaknya" jelas Sakura

"Jadi begitu ya. Aku pergi sebentar ya, kalian makan saja dulu" kata Ino lalu bergegas pergi

"Ino-chan mau kemana?" tanya Hinata

"Aku mau mencari Neji untuk menanyakan tentang hal itu" kata Ino yang langsung berlari secepatnya dari situ

"Hei kamu nggak cemburu?" tanya Temari ke Tenten

"Cemburu? Kenapa?" tanya Tenten heran

"Dia mau ke tempat Neji loh"

"Emangnya kenapa kalau dia kesana? Apa urusannya denganku?"

"Dasar! Pura-pura nggak tahu lagi" goda Temari

"Eh tapi Ino perhatian banget ya dengan Sai" kata Sakura

"Iya juga ya, apa dia punya perasaan khusus pada Sai?" kata Tenten penasaran

Sementara itu Ino…….

"Loh Sai nggak ada ya?" tanya Ino pada Naruto dan yang lain yang sedang berkumpul di tangga sekolah

"Kalau dia sih memang nggak masuk hari ini coz hari ini peringatan kematian kakaknya" jawab Sasuke

"Oh gitu ya. Neji ada yang ingin kubicarakan denganmu. Ikut aku ya" ajak Ino

"Ah iya" Neji mengikuti Ino

Kembali Sakura dan yang lain………….

"Aku jadi penasaran apa yang dibicarakan Ino dan Nej……ah Cinderella itu" kata Tenten

"Tuh kan kamu cemburu. Jangan-jangan benar kata Ino kamu nggak bisa menyebut namanya Neji ya" goda Temari

"Huh aku kan sudah bilang nggak akan cemburu. Aku hanya cemas aja sama Ino" tambah Tenten dengan wajah yang hampir merah

"Eh apa itu?" tanya Sakura sambil menunjuk kearah dedaunan yang bergerak sendiri

"Jadi penasaran nih" kata Temari sambil mendekati tempat itu

"Temari ada apa disana?" tanya Sakura

Ternyata si Shikamaru lagi bobo sambil bersandar di pohon……..

"Shikamaru. Tampaknya dia tertidur dengan lelap" jawab Temari

"Ya sudah ayo kembali ke kelas. Jangan ganggu dia" ajak Tenten

"Aku mau disini dulu sebentar" kata Temari sambil memperhatikan Shikamaru yang lagi tidur

"Oh jadi kamu dengan Shikamaru ya" goda Tenten

"Kalau begitu kami pergi dulu, bye-bye Temari-chan" kata Hinata

Kembali ke Neji dan Ino…………….

"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Neji

"I…itu mengenai kakaknya Sai. Apa benar dia jadi begitu karena kematian kakaknya?" tanya Ino cemas

"Ino kamu…… suka sama Sai?"

"Ah nggak kok aku hanya penasaran saja dengan sikap Sai"

"Benarkah hanya karena itu?"

"Iya deh sepertinya ada sedikit rasa suka padanya"

"Nah gitu dong. Kamu harus bisa menunjukkan perasaanmu" kata Neji sambil tersenyum

"Kamu sendiri bagaimana? Tunjukkan perasaanmu pada Tenten" goda Ino

"Ah….kalau….itu…sih…." kata Neji terbata-bata dengan wajah yang mulai merah

"He….he kau juga sama kan. Kalian itu memang pasangan yang aneh ya" goda Ino

"Loh kok kita jadi membicarakan hal lain. Kamu ingin tahu tentang kakaknya Sai kan?"

Sementara itu Temari……...

"Shikamaru lucu juga ya waktu tidur. Huf kenapa sih aku bisa suka sama cowok tukang tidur seperti kamu" kata Temari sambil memperhatikan Shikamaru yang masih tertidur pulas.

"Ng? Tadi kamu bilang apa?" Shikamaru terbangun dari tidurnya

"Shikamaru!" Temari kaget melihat Shikamaru sudah bangun

"Kalau aku nggak salah dengar tadi kamu………"

"Ah ha…ha aku nggak bilang apa-apa kok, kamu mimpi kali. Sudah ya aku pergi dulu ya bye" kata Temari gugup lalu langsung berlari dari tempat itu

Tadi sepertinya dia bilang suka sama aku. Apa itu cuma mimpi ya? Tapi kok sepertinya nyata sekali Gumam Shikamaru

Kembali ke Ino dan Neji………..

"Sai itu adalah anak angkat di keluarganya. Sejak kematian kedua orang tua angkatnya dia tinggal berdua dengan kakak angkatnya. Dia sangat dekat dengan kakak angkatnya itu, mereka bahkan lebih dekat dari saudara kandung. Tapi kebahagiaannya seperti lenyap begitu saja saat kakak angkatnya itu meninggal dalam kecelakaan pesawat tepat 4 tahun yang lalu pada hari kamis. Kakaknya yang sedang berada di Italy itu kembali ke Jepang karena ingin menyaksikan Sai berlaga di pertandingan final SMP seJepang. Sejak saat itu dia menjadi seperti ini, sampai sekarang dia bahkan masih merasa kematian kakaknya itu karena kesalahannya. Itu juga yang membuat dia selalu ke makam kakaknya itu pada hari kamis" jelas Neji

"Aku nggak pernah menduga ternyata dia begitu menderita" kata Ino sedih dengan mata yang berkaca-kaca

"Ino tolong jaga Sai ya. Aku tahu kamu menyayanginya" pinta Neji

"Hari ini dia ke makam kakaknya itu ya?" tanya Ino

"Iya"

"Kalau begitu aku mau kesana pulang nanti. Makasih ya Neji" kata Ino sambil bergegas pergi dari situ

"Loh emangnya kamu tahu tempatnya?"

"Aku tahu kok karena aku pernah melihat dia disana" jelas Ino lalu berlari dari situ

"Eh Ino!"

"Apa?"

"Berusahalah"

Sementara Naruto dan Sasuke...

"Sasuke bagaimana perasaanmu pada Sakura sekarang. Apa kau sudah menyukainya?" tanya Naruto

"R-A-H-A-S-I-A" kata Sasuke cuek

"Huh pelit amat sih. Ingat ya valentine kan sebentar lagi, kalau kamu nggak bisa memanfaatkan kesempatan ini, dia bisa direbut orang lain. Aku salah satu orang yang pernah suka sama Sakura loh"

"Trus Hinata gimana?"tanya Sasuke

"Kenapa dengan Hinata?"

"Kau pikir aku nggak tahu, waktu itu kamu diam-diam menukar nomormu dengan Shino biar bisa satu kelompok dengan Hinata"

"Loh kamu tahu juga ya"

"Bukan hanya itu waktu itu kamu juga meminta Kiba untuk nggak datang agar kamu bisa makan bareng Hinata kan?"

"Hah yang itu juga? Kamu membuntuti aku ya?"

"Enak aja emangnya aku kurang kerjaan. Aku tahu karena aku kan ada dibelakangmu waktu kamu nukar nomornya Shino. Aku juga melihat kamu bicara dengan Kiba waktu sedang mencari Sakura" jelas Sasuke

"Huh kamu kan sama saja. Di sekolah ini ada banyak banget anak ceweknya, tapi kamu malah memilih Sakura yang selalu bertengkar denganmu untuk menjadi pacar bohongan"

"He…he gimana ya?" kata Sasuke sambil tersenyum

"Kalian lagi ngomongin apa?" tanya Neji yang baru kembali

"Ah nggak kok he…he" kata Naruto

"Kenapa tadi Ino mencarimu?" tanya Sasuke

"Tentang Sai" jawab Neji

Jam pulang sekolah……………

"Tenten maaf aku nggak bisa ikut latihan hari ini. Aku masih ada urusan" pinta Ino

"Mengenai Sai ya?" tanya Tenten

"Hm" Ino hanya mengangguk pelan

"Ternyata kamu memang ada perasaan sama Sai ya?" tanya Tenten

"Se….sebenarnya sih ada sedikit rasa suka gitu" kata Ino malu-malu

"Benar nih hanya sedikit? Kok kamu perhatian gitu sama dia?" goda Temari

"Iya deh aku ngaku aku memang suka sama dia. Puas?" keluh Ino

"He….he gitu dong kamu memang harus jujur sama perasaan kamu sendiri" kata Sakura sambil tertawa kecil

"Huh kamu sendiri bagaimana? Bagaimana perasaanmu pada Sasuke? Kamu menyukai dia kan?" tanya Ino

"Pertanyaanmu kok banyak banget sih. Aku itu nggak ada perasaan apa-apa sama Sasuke" jawab Sakura

"Benarkah? Kalau begitu aku mau tanya. Kalau saat ini cinta pertamamu itu datang, siapa yang akan kau pilih dia atau Sasuke?" tanya Ino serius

"Apaan sih. Tentu saja aku akan pilih…………..ah" Sakura tidak dapat melanjutkan kata-katanya

"Kamu nggak bisa jawabkan?"

"Aku…….."

"Sudah ya aku pergi dulu, bye-bye" kata Ino bergegas pergi dari situ

"Ino !" panggil Tenten

"Ada apa?" tanya Ino

"Berusahalah"

"He…he ternyata kamu dan Neji memang jodoh ya" goda Ino

"Hah? Apa maksudmu?" tanya Tenten penasaran

"Kata-kata yang kau katakan barusan sama dengan yang dikatakan Neji saat jam istirahat tadi" kata Ino sambil melangkah pergi

"Eh…" wajah Tenten jadi merah mendengar ucapan Ino itu

Kenapa tadi aku ragu untuk mengatakannya? Apa aku memang sudah menyukai Sasuke dan melupakan cinta pertamaku itu? Gumam Sakura

"Sakura waktu 10 tahun itu bukan waktu yang singkat loh. Apa kamu yakin cinta pertamamu itu masih menunggumu?" tanya Temari

"Eh?"

"Mungkin saja dia sudah lupa" tambah Temari

"Apa kalian nggak janji untuk ketemu lagi di suatu tempat, ya kayak di film-film gitu" kata Tenten

"Nggak tuh" kata Sakura cuek

"Hah nggak! Kalau gitu sama saja bohong dong. Bagaimana kamu bisa mengenal cinta pertama kamu itu? Apa kamu masih ingat wajahnya?" tanya Temari

"Nggak tahu ya. Aku hanya ingat sekilas saja" kata Sakura jujur

"Huh kamu ini kalau gitu bagaimana kamu bisa menemukan dia dong" keluh Tenten

"Eh tunggu sepertinya ada sesuatu yang terlupakan…….tapi apa ya?" kata Sakura sambil berusaha mengingatnya

"Sakura-chan…." kata Hinata

"Ah aku ingat. Aduh kenapa aku bisa lupa hal sepenting ini ya" kata Sakura tiba-tiba

"Hal apa Sakura-chan?" tanya Hinata

"Waktu kecil kami memang pernah berjanji untuk bertemu di suatu tempat"

"APAA! Kau lupa hal sepenting itu?" seru Temari dan Tenten berbarengan

"Iya he…he aku baru ingat kami memang pernah janji untuk bertemu di…..tunggu kalau tidak salah tempatnya di lapangan dekat sungai yang kita pakai untuk latihan, pada hari valentine 2 tahun lalu kalau aku nggak salah sekitar jam 7 malam" kata Sakura mengingat-ngingat

"Hah! 2 tahun lalu?" seru Temari kaget

"Iya kira-kira gitu deh"

"Kasihan sekali cowok yang jadi cinta pertamamu itu ya. Sudah menunggu sampai 10 tahun eh kamu malah nggak datang ke tempat yang dijanjikan" kata Tenten

Sementara itu tim basket cowok…………….

"Huaaachiii"

"Sasuke kau kenapa sih? Dari tadi bersin terus?" tanya Naruto

"Hidungku gatal sekali"

"Ngomong-ngomong bagaimana dengan cinta pertamamu itu? Kau sudah pernah bertemu dengannya?" tanya Neji

"Huh aku belum bertemu dengan gadis sialan itu" keluh Sasuke

"Gadis sialan? Kok bilang begitu sih dia kan cinta pertamamu" tanya Shikamaru heran

"Huh tahu nggak kami kan janjian untuk ketemu pada hari valentine 2 tahun lalu, tapi dia nggak datang juga padahal aku sudah nunggu sampai larut malam" keluh Sasuke

"Mungkin dia lupa kali" kata Naruto cuek

"Huh lupa kok sampai 2 tahun. Karena dia nggak datang waktu itu, pada valentine berikutnya 1 tahun yang lalu aku juga pergi di tempat itu. Tapi dia nggak datang juga" keluh Sasuke

"Trus kamu masih ingat nggak dengan cinta pertama kamu itu? Apa kamu masih bisa mengenalnya saat kalian bertemu nanti?" tanya Neji

"Sebenarnya aku sudah lupa sih. Aku hanya ingat kata-katanya saja, makanya selama 2 tahun belakangan ini aku selalu menunggunya di tempat itu" jelas Sasuke

"Sepertinya cinta pertamamu itu hanya tinggal khayalan saja" kata Naruto sambil menarik nafas panjang

Sementara itu Ino sudah berada di makam kakaknya Sai……………………..

"Sai! Sudah kuduga kau disini" kata Ino mendekati Sai yang sedang membersihkan makam kakaknya

"Kenapa kamu bisa tahu aku ada disini?" tanya Sai heran

"Ada aja….he….he" kata Ino sambil tertawa kecil

"Sai….." tambah Ino

"Hn……" Sai nggak menjawab, dia hanya menatap Ino

"Aku sudah dengar tentang kematian kakakmu 4 tahun lalu itu" kata Ino serius

"Lalu apa maumu?" tanya Sai sambil tersenyum tanpa ekspresi

"Aku mau kamu nggak memendam perasaanmu seperti itu. Aku tahu kamu merasa bersalah karena kematiannya tapi ini bukan salahmu ini takdir yang tak bisa diubah manusia" kata Ino

"Maaf, tapi ini bukan urusanmu"

"Aku tahu ini memang urusanku. Tapi aku nggak mau kamu seperti ini. Aku ingin kamu memperlihatkan perasaan sedih, senang, marah. Aku mengkhawatirkanmu Sai" kata Ino sambil bercucuran air mata

"Sebenarnya kau ini kenapa?" tanya Sai masih sambil tersenyum tanpa ekspresi

"Aku…….aku suka sama kamu Sai!" seru Ino

Sai tidak menjawab dia hanya tersenyum tanpa ekspresi sambil memperhatikan Ino yang terus menangis.

"Maaf tapi aku nggak pernah mengenal yang namanya cinta" kata Sai lalu melangkah pergi meninggalkan Ino sendirian di makam itu

"Sai!" Ino terus menangis

Ino apa kau tahu? Melihatmu menangis seperti itu membuat hatiku makin sakit. Tapi bersamaku hanya akan membuat kamu semakin terluka Gumam Sai sambil terus melangkah pergi

Keesokkan harinya di sekolah…….

"Pagi Sai!" seru Naruto

"Gimana kemarin?" tanya Neji penasaran

"Emangnya kenapa kemarin?" kata Sai bertanya balik

"Ino kan mencarimu, apa kalian bertemu?" tanya Neji

"Bertemu sih" jawab Sai cuek

"Trus gimana? Apa yang kalian lakukan?" tanya Sasuke penasaran

"Nggak lakukan apa-apa. Aku langsung pergi begitu dia datang" kata Sai jujur

"Apa! Kenapa kamu melakukan itu?" keluh Neji

"Soalnya ternyata aku memang cowok yang nggak berperasaan" kata Sai lalu langsung melangkah masuk ke kelas

Sementara itu Tenten dan yang lain………….

"Ino gimana kamu dan Sai kemarin?" tanya Tenten

"Gimana apanya!? Aku ditinggal sendirian di kuburan" keluh Ino

"APA! Tega amat dia" keluh Temari

"Ino kau nggak apa-apa kan?" tanya Sakura cemas

"Ino-chan…." kata Hinata dengan pandangan cemas ke Ino

"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku nggak apa-apa kok. Lagian bukan hanya dia cowok di dunia ini" kata Ino melihat tatapan cemas teman-temannya

"Benar di dunia ini masih banyak cowok ganteng kok" tambah Tenten

"Iya Sasuke salah satunya" kata Ino sambil melirik Sakura

"He…he aku hanya bercanda kok. Tenang saja aku nggak akan merebut dia dari kamu kok" kata Ino sambil tertawa kecil

"Ino apaan sih" kata Sakura

"Apa sekarang kau sudah menyadari perasaanmu pada Sasuke?" tanya Ino serius

"Kami sudah berpura-pura pacaran selama kurang lebih 2 minggu. Selama itu kami sudah menjadi sangat dekat dan nggak pernah bertengkar lagi. Bohong kalau aku nggak ada perasaan padanya, tapi….." jawab Sakura jujur

"Tapi kenapa?" tanya Tenten

"Tapi aku nggak mau lagi mengecewakan cowok yang telah menungguku selama 10 tahun itu" tambah Sakura

"Jadi itu keputusanmu?" tanya Ino

"Hm" Sakura hanya mengangguk pelan

"………………….." hening sejenak

"OK kalau begitu untuk merayakan keberhasilan kita masuk final, gimana kalau kita makan enak sepulang latihan nanti?" ajak Tenten

"OK Kapten He...he" seru Ino sambil tertawa kecil walaupun dia nggak bisa menyimpan kesedihannya

"Tapi aku nggak bawa uang nih" kata Temari sambil melihat isi dompetnya

"Tenang saja kali ini kita akan makan enak menggunakan uang klub" seru Tenten

"Apa! Kau gila ya!" keluh Sakura

"Loh nggak apa-apa kan lagian anggota tim basket cewek hanya kita berlima karena nggak ada yang mau masuk klub yang nggak pernah juara ini" kata Tenten cuek

"Nah karena itu. Masa kita menggunakan uang klub yang kita kumpulkan susah payah itu" keluh Sakura

"Tenang saja kalau kita jadi juara kita bisa mendapat uang lebih banyak dari ini dan klub kita juga akan banyak peminatnya" kata Tenten

"Kau yakin sekali ya" kata Temari

"Tentu saja ha…ha. Kapten yang baik harus bisa percaya pada kemenangan timnya" kata Tenten sambil tertawa

"Wah kau manis sekali kalau tertawa" goda Neji tiba-tiba yang datang bersama Sasuke, Naruto, dan Shikamaru

"Huh kau lagi! Apa maumu?" tanya Tenten

"Aku hanya mau menggoda kapten aneh yang menggunakan uang klub hanya untuk bersenang-senang. Huf kalau ibumu tahu apa yang kau lakukan dia pasti menangis" goda Neji

Teng……teng……..teng Bel tanda masuk sekolah

"Ini kan masalah klub kami. Apa hubungannya denganmu Cinderella?"

"Huh aku kan sudah bilang jangan panggil aku seperti itu!" kata Neji kesal

"Suka suka aku dong he…he Cinderella" goda Tenten

"Kau sengaja ya!" kata Neji mulai emosi

"Wah bertengkar lagi deh. Eh apa yang aku kulakukan kita sudah terlambat masuk kelas nih" seru Temari

"Ah iya benar" Ino, Sakura, Hinata, Sasuke, Naruto, dan Shikamaru segera berlari masuk ke kelas

"Hei! Emangnya kalian mau telat!" seru Naruto ke arah Neji dan Tenten

"Ah telat deh. Huh ini karena kesalahan kamu Cinderella" kata Tenten sambil berlari secepatnya

"Kok aku sih yang disalahkan, kan kamu yang mulai" kata Neji sambil berlari mengkuti Tenten

"Jangan ngikutin aku!" seru Tenten sambil terus berlari

"Kita kan sekelas bodoh!" kata Neji

Sesampainya di kelas ternyata mereka sudah telat………..

"Kalian berdua kan kapten klub basket! Seharusnya memberi contoh yang baik bukan terlambat bersama! Sekarang juga kalian berdiri di luar kelas!" bentak Gai sensei

"Ah iya pak!" seru Tenten dan Neji bersamaan

Neji dan Tenten berdiri di luar kelas sesuai perintah Gai sensei……..

"Eh Tenten…" kata Neji

"Apa?" tanya Tenten

"Ah nggak jadi deh"

"Huh apaan sih"

Padahal mereka sering bertengkar, tapi saat hanya berdua mereka nggak tahu harus berbuat apa.

Sementara itu Sasuke dan yang lain di kelas……..

Kelihatannya Ino nggak sedih lagi dengan kejadian kemarin. Dia juga sudah bisa tertawa bersama teman-temannya. Tapi entah kenapa aku merasa ada yang kurang dari tawanya itu sepertinya dia berusaha menyembunyikan perasaannya Gumam Sai sambil memperhatikan Ino

"Sai kenapa kau bengong terus sih?" tanya Sasuke

"Ah nggak kok. Oh iya Kakashi sensei kemana sih? Kok belum datang?" tanya Sai

"Entahlah dia memang biasa terlambat sih" kata Sasuke

(AN: Sekedar informasi disini Temari, Neji dan Tenten, Sakura dan yang lain beda kelas. Tapi beberapa diantara mereka sudah berteman sejak lama)

"Eh Hinata ini untukmu" kata Naruto sambil memberikan boneka kecil untuk Hinata

"Wah kok hanya Hinata yang dikasih" keluh Ino

"Cari saja sendiri" kata Naruto cuek

"Hei Naruto jangan-jangan kamu ada apa-apa dengan Hinata ya" goda Sakura

"Apaan sih. Boneka ini aku dapat saat belanja di mall kemarin" kata Naruto dengan wajah mulai merah

"Bilang aja sengaja beli" goda Sakura

"Ah sudahlah aku ke toilet dulu" kata Naruto lalu berlari keluar kelas

"Wah jadi kamu dengan Naruto ya, Hinata?" goda Ino yang membuat wajah Hinata yang tadi sudah merah jadi tambah merah

"Hei coba kalian lihat kemari!" panggil Naruto tiba-tiba dari luar kelas

"Apaan sih" kata Sasuke lalu melihat keluar kelas

"Jadi penasaran nih" kata Ino yang juga mengikuti Sasuke dan yang lain untuk menengok keluar kelas. Dia melewati Sai yang hanya duduk diam di kursinya tanpa berkata apa-apa

Dia menghindariku? Gumam Sai

"Loh itukan Neji dan Tenten!" seru Sakura

"Ha….ha...ha kalian kompak sekali terlambat bersama" kata Naruto sambil tertawa

"Wah ternyata kalian memang jodoh ya" goda Ino

Digoda teman-temannya karena dihukum berdiri diluar kelas berdua membuat wajah Neji dan Tenten merah.

Sementara itu Sasuke yang berdiri tepat di belakang Sakura……

"Hm….rambutmu wangi sekali ya" kata Sasuke sambil mencium wangi rambut Sakura

"Sasuke apa-apaan sih" keluh Sakura

"Wah kalian berdua mesra sekali ya" goda anak-anak yang lain

"Sudah ah aku lihat Kakashi sensei dulu" kata Sakura sambil menuju ke ruang guru

Sakura rasanya familiar banget. Dia mirip siapa ya? Gumam Sasuke

End of chapter 3

Karena aku nggak begitu tahu tentang basket jadi pertandingannya aku singkat saja ya. Aku tahu tentang basket hanya dari komik SLAM DUNK. Oh ya alasan aku pilih basket pada cerita ini adalah karena jumlah pemain basket yang pas dengan pairing favorite kalian.

Aku takkan bosan-bosannya mengatakan hal ini ………. REVIEWnya dong!