Love is You, My Fat Girl
Cast : Always KyuMin, others
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Tidak sesuai EYD! Cerita pasaran!
.
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
.
.
.
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
.
~Happy Reading~
.
.
.
"Hiks~ hiks~ kengapa dia kharus pergi? Sekharusnya khan dia tetap shetia kephada phacarnya? Dia memhang pria yang jahat!"
"Ya! Eonni! Berhentilah menangis dan biasa kan habisi makanan di dalam mulutmu itu baru berbicara!"
2 orang yeoja berbeda ukuran berat badan kini tengah asyik menonton serial drama favorit di layar TV mereka. Namun, si yeoja yang lebih kurus sedari tadi terus saja mengomel lantaran sang kakak tak henti-hentinya meracau bahkan ketika ia sedang makan. Tak taukah ia jika sang adik ingin fokus menonton drama kesukaan mereka namun sang kakak malah mengganggu konsentrasi menontonnya? Eunhyuk, sang adik hanya bisa mencak-mencak tak jelas namun masih saja tak dihiraukan Sungmin.
"Hiks..wae? Khau thak sukha? Jikha iya khau bisa mengjauh dari sini." Ujar Sungmin masih dengan mengunyah burger ukuran jumbo dimulutnya sampai disekitar wajahnya kini telah belepotan.
"Yaiks… kau ini memang jorok sekali! Kau tau lelehan air mata bercampur dengan saus burger itu terlihat sangat menjijikkan? Aishhh..jinjja! Aku jadi malas menonton drama bersamamu. Lebih baik channelnya ku ganti saja." Gerutu Eunhyuk sambil merebut remot TV yang ada dipangkuan Sungmin.
"Ya! Remhotku!"
Sungmin terus saja mencoba untuk menggapai-gapai remot yang kini tengah berada ditangan kurus Eunhyuk, namun yeoja hyper itu tak mau mengalah dan kini dengan brutal memencet-mencet tombol tersebut dan akhirnya berhenti saat menemukan sebuah channel yang menarik menurutnya.
"Punya bakat menyanyi? Punya bakat menari? Punya bakat memainkan berbagai macam alat music? Atau bahkan bakat-bakat menakjubkan lainnya?"
Tanpa diduga Sungmin malah menghentikan acara makannya kemudian berlari tepat didepan TV dan duduk disana.
"Ya..ya! Itu aku!"
Gadis itu berujar Sungmin terlalu semangat namun Eunhyuk yang melihat tingkah kakaknya itu sontak mengernyitkan alisnya.
'Dia kenapa?' Gumam Eunhyuk yang kini tengah memperhatikan kakaknya yang sedang terlihat antusias melihat iklan di layar TV mereka.
"Jika benar, andalah yang kami cari! Segeralah daftarkan diri Anda untuk mengikuti Audisi K-POP bersama SM Entertaiment. Jadilah bintang baru K-POP selanjutnya! Untuk info lengkapnya, kunjungi website kami .com."
PIPP..
"Ya! Kenapa dimatikan!" Teriak Sungmin kemudian memandang adiknya tajam.
"Mwoya? TV itu mati sendiri. Mungkin sekarang rumah kita terkena giliran pemadaman listrik." Bohong Eunhyuk kemudian melipat kedua tangannya.
Sungmin hanya bisa mengernyitkan alis, kemudian mendekati Eunhyuk dan merebut remot TV itu hingga membuat mata adiknya mendelik tak suka.
"YA!" Teriak Eunhyuk tak terima namun tak dipedulikan Sungmin yang kini kembali menyalakan TV mereka. Tak lama yeoja itu malah menautkan kedua tangannya kemudian menatap langit-langit rumahnya antusias.
"Aku akan mengikuti audisi itu!" Sungmin berujar pasti, namun membuat Eunhyuk yang mendengarnya sontak saja tertawa.
"K-Kau? Ingin mengikuti audisi itu? Dengan tubuh…err~ kau tau apa maksudku kan? Bwahahahaha~"
Eunhyuk terus saja tertawa sembari memegangi perutnya karena mendengar keinginan yang menurutnya 'konyol' dari kakaknya tersebut. Sungmin tentu saja tak terima kemudian menggembungkan kedua pipinya, berniat melancarkan aksi merajuk khas miliknya.
"Wae? Kau tak suka? Bilang saja kau iri karena kau tak memiliki bakat hebat seperti diriku." Cibir Sungmin dan sukses membuat Eunhyuk menghentikan aksi ketawanya.
"Mwoya? Aku seorang penari yang hebat. Kau saja yang tak tau. Apa perlu kutunjukkan padamu?" Ketus Eunhyuk yang kini sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk menunjukkan kemampuan menari miliknya.
"Tak perlu..tak perlu. Tak penting jika aku harus melihat tarianmu yang mirip seperti ulat itu. Hahh~ terserah apa katamu, tapi yang jelas aku harus megikuti audisi itu. Harus!" Semangat Sungmin sambil mengepalkan tangannya di udara. Eunhyuk pun hanya bisa pasrah dan memutar bola matanya malas. Akhirnya ia meninggalkan Sungmin sendirian dan tentu saja membuat gadis itu menjadi bingung.
"Mau kemana kau?"
"Aku lebih baik tidur daripada beradu mulut terus denganmu." Adiknya itu hanya berujar malas. Ia lebih memilih untuk berjalan gontai menuju kamarnya, menyisakan Sungmin yang masih terdiam cengo disofa.
"Dasar aneh." gumam Sungmin dan tak lama malah menepuk jidatnya.
"Ommo! Kenapa aku tak mencatat website mereka tadi? Aish..pabbo..pabbo! Sebaiknya aku harus menonton channel ini terus, siapa tahu iklan itu akan muncul lagi." Semangat Sungmin kemudian mulai menikmati burger keduanya yang belum sempat ia sentuh sembari menatap antusias layar TV didepannya, tanpa melihat jam yang kini tengah menunjukkan pukul 12 malam.
.
.
.
"KYAA! AKU KESIANGAN LAGI!"
Dan kegaduhan pagi ini kembali terjadi. Sungmin kini telah kalang kabut karena ia baru saja bangun padahal jam telah menunjukkan pukul 7 kurang 10 menit. Bukannya sang eomma tak membangunkannya, namun eomma sudah berulang kali menggedor pintu bercat pink tersebut, namun sang pemilik kamar malah tak bangun juga. Akhirnya sang eomma hanya mendengus pasrah dan turun kebawah menuju meja makan, berharap Sungmin akan bangun sendiri nantinya.
Finally, yeoja gemuk itu memang bangun, namun bangun dijam yang salah. Akhirnya ia hanya sempat menggosok gigi dan merias wajahnya seadanya kemudian berlari menuruni anak tangga dengan kecepatan ekstra.
"Eomma, Appa. Aku berangkat ne, annyeong!"
Gadis itu melesat pergi setelah mencium pipi kedua orang tuanya. Leeteuk dan Kangin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak sulung mereka, kemudian melanjutkan acara makan mereka dengan tenang.
Eunhyuk memang sudah lebih dulu berangkat. Karena semenjak mereka berdua dihukum oleh sang eomma, Eunhyuk kini lebih memilih untuk berangkat duluan bersama temannya walaupun secara diam-diam dengan alasan ia menaiki bus, meninggalkan Sungmin yang kerap sekali terlambat bangun karena sering kesiangan.
Sungmin kini tengah berjalan tergesa-gesa menuju halte dan melihat sebuah bus terakhir pagi ini. Bus tersebut kini terlihat penuh karena semua orang terlihat berlomba-lomba menaiki bus tersebut. Tak mau ketinggalan, Sungmin pun berlari kencang dan berusaha menerobos calon penumpang disana.
"Permisi..permisi. Aku mau lewat."
Sungmin berusaha untuk menyelip kerumunan itu dengan tubuh besarnya namun bukannya memberikan jalan, mereka malah mendelik tak suka dengan tingkah Sungmin yang menurut mereka terkesan semaunya.
"Ya! Seenaknya saja ingin menerobos! Turun kau, tubuhmu hanya membuat pintu ini menjadi sesak!" Bentak seorang calon penumpang berseragam SMA dan disetujui oleh penumpang lainnya.
"Benar..benar! Lebih baik kau ikut mengantri di belakang sana! Karena bukan hanya kau yang terlambat, kami juga sama sepertimu."
"Mengantri lah!"
"Ta-tapi…!"
Terlambat. Karena Sungmin semakin terdorong mundur kebelakang, gadis itu malah terjatuh di atas trotoar karena kakinya tidak sempat menginjak pijakan bus.
"Aww…appo~ Hiks~.." Rintih Sungmin ketika lutut dan sikunya tergesek trotoar dan mengakibatkan goresan luka kecil disana.
Beberapa orang merasa iba, namun ada juga yang bersikap acuh. Karena bus memang dalam keadaan penuh, dengan terpaksa sang supir meninggalkan satu-satunya penumpang yang tertinggal kemudian melesat pergi dengan menyisakan Sungmin yang masih meringis menahan sakit.
"Hiks..mereka jahat sekali.." Lirih Sungmin sambil menatap sikunya yang mengeluarkan darah.
"Kau baik-baik saja?"
Mendengar jika ada yang mengajaknya bicara, Sungmin yang semula menunduk sontak saja mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa pemilik suara bass tersebut.
Sungmin sontak saja membulatkan matanya ketika ia mendapati seorang namja berperawakan tinggi dan berkulit pucat, kini telah menunduk dengan wajah yang terlihat khawatir dan dekat sekali dengan wajahnya. Wajah Sungmin tiba-tiba bersemu merah kemudian ia menggelengkan kepalanya cepat.
"A-ani. Aku baik-baik s-saja." Jawab Sungmin gugup namun malah membuat namja itu mengernyitkan alisnya.
"Benarkah? Lutut dan sikumu tidak menunjukkan bahwa kau sedang baik-baik saja. Kau tidak bisa berbohong karena aku baru saja mendengar kau menangis. Kajja, kita duduk dikursi sana saja, tak enak jika kita berdiam diatas trotoar seperti ini." Ajak namja yang Sungmin ingat bernama Guixian tersebut kemudian tanpa permisi berusaha membawa tubuh besar Sungmin untuk berdiri dan menuntunnya menuju kursi halte.
Setelah berhasil duduk di kursi tersebut, Kyuhyun pun mengeluarkan sebuah kotak P3K didalam tas punggung miliknya. Dengan cekatan namja tersebut membasahi sedikit kapas dengan alkohol kemudian mengoleskannya pelan disekitar luka Sungmin. Merasa jika telah bersih, Kyuhyun pun meneteskan obat merah ke luka tersebut dan meniupnya pelan.
Sungmin hanya bisa terdiam mendapat perlakuan yang menurutnya manis tersebut. Terlebih namja didepannya itu kini telah menempelkan sebuah plaster biru laut di lutut dan siku miliknya. Setelah semuanya selesai, Kyuhyun pun tersenyum kemudian memandang Sungmin yang ternyata sedari tadi sudah terlebih dulu menatapnya dalam.
"Wae?" Tanya Kyuhyun bingung namun dibalas gelengan cepat oleh Sungmin.
"A-ani. Rrrr~ Go—gomawo Guixian-sshi.." Cicit Sungmin sambil menundukkan wajahnya yang terlihat memerah dan berhasil membuat Kyuhyun tersenyum simpul melihatnya. Kyuhyun pun mengangguk pasti kemudian melayangkan senyum memikatnya.
"Eum... Oh iya, sekolahmu?"
Sungmin baru menyadari jika ia memang melupakan sesuatu. Dengan cepat Sungmin menatap arlojinya dan memang benar, sekarang sudah menunjukkan pukul 06.55 yang artinya walaupun ia memaksa, 20 menit waktu tempuh pun sudah meyakinkan jika ia memang terlambat.
"Aahh..iya? Aisshh.. Aku sampai lupa. Hahhh~ sepertinya aku memang harus membolos lagi hari ini." Dengus Sungmin pada akhirnya namun dengan wajah yang masih tertekuk.
"Eh? Bagaimana denganmu? Apa kau tak sekolah juga?" Lanjut Sungmin sambil memandang Kyuhyun bingung. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya kemudian memilih untuk menatap ke arah jalan.
"Ani. Sekarang aku hanya belajar di rumah."
"Home schooling maksudmu?"
"Ne." Jawab Kyuhyun singkat dan dibalas anggukan mengerti oleh Sungmin.
Sungmin pun sempat memikirkan mengapa namja disampingnya kini memilih untuk Home Schooling padahal alangkah menyenangkan jika belajar bersama teman-teman di gedung sekolah, daripada harus sibuk berpikir sendirian di rumah? Tak mau ambil pusing, akhirnya Sungmin pun memilih untuk mengeluarkan sebatang coklat didalam tasnya kemudian menawarkannya kepada Kyuhyun.
"Kau mau?"
Kyuhyun pun menoleh dan menatap cokelat yang ada ditangan Sungmin kemudian menggeleng pelan.
"Tidak. Aku tak suka cokelat karena aku harus menjaga berat badan." Tolak Kyuhyun dengan mudahnya namun Sungmin yang mendengar entah mengapa menganggap itu sebagai sebuah sindiran untuk dirinya walaupun itu juga belum tentu benar.
'Dia menyindirku ya?' Batin Sungmin miris kemudian menatap sendu cokelat ditangannya. Sungmin pun terdiam, tak lama ia memasukkan kembali cokelat tersebut kedalam tasnya dan hal itu terlihat oleh Kyuhyun.
"Lho? Kenapa kau masukkan kembali cokelatmu? Kau tak jadi makan?" Tanya Kyuhyun bingung namun Sungmin hanya menggeleng pelan.
Yeoja itu pun mendengus pelan kemudian berusaha bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Kyuhyun sendirian di sana. Namja itu pun mengernyitkan alisnya bingung ketika yeoja itu sudah berjalan menjauhinya.
"Eh, Sungmin-sshi? Kau mau kemana?" Merasa jika Kyuhyun memanggilnya, Sungmin pun membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun dengan wajah sendu.
"Aku mau pulang saja. Terima kasih untuk yang tadi. Annyeong." Setelah membungkuk sekilas kearah Kyuhyun, yeoja itu pun benar-benar berjalan menjauh meninggalkan Kyuhyun yang masih memandangnya penuh tanya ditempatnya.
"Dia kenapa?"
.
.
.
"Apa aku segendut itu?" Gumam Sungmin ketika ia tengah bercermin disebuah toilet umum yang berada disalah satu mall ternama di Korea. Ia lebih memilih untuk jalan-jalan ke mall saja daripada harus bertemu dengan sang ibu di rumah. Kalau ia memilih pulang sekarang, sama saja ia mencari mati namanya.
Sungmin terus saja menekan-nekan kedua pipinya dengan kedua telunjuk miliknya. Tak lama yeoja itu hanya mendengus kemudian menunduk diam ketika teringat perkataan Guixian tadi.
"Tidak. Aku tak suka cokelat karena aku harus menjaga berat badan."
'Dia pasti menyindirku kan? Hahhh~ Apa sebaiknya aku diet saja..' pikir Sungmin sambil berkacak pinggang didepan cermin. Yeoja itu terus saja membolak-balikkan badannya sampai pengunjung yang ikut masuk ke dalam toilet tersebut memandangnya aneh, namun tak diperdulikan oleh Sungmin.
Setelah sekian lama berpikir, akhirnya yeoja itu hanya bisa menghela nafasnya berat kemudian memonyongkan bibir plumpnya.
"Hahhh~ belum saatnya untuk menjadi kurus. Lebih baik aku menikmati saja dulu hidupku daripada memikirkan suatu hal yang mustahil. Aahahaha…" setelah berhasil tertawa dan sukses membuat pengunjung toilet tambah menatap aneh kearahnya, akhirnya Sungmin memilih untuk keluar dari toilet dan berniat untuk menuju sebuah cafe kecil didalam mall untuk mengisi perutnya yang mulai berontak untuk meminta makan.
Langkah Sungmin kembali terhenti ketika melihat iklan audisi K-POP yang ia tunggu tadi malam sekarang tengah muncul disebuah layar LCD di sebuah toko barang elektonik. Mata Sungmin makin berbinar kala iklan tersebut mengatakan bahwa formulir pendaftaran sudah terpampang di website mereka, tinggal Sungmin saja yang lagi harus segera pulang dan mendaftarkan dirinya segera.
"Jinjja? Akhirnya impianku semakin dekat. Yosshh! Aku harus pulang sekarang!"
Saking semangatnya untuk segera pulang, akhirnya Sungmin melupakan niatnya untuk makan kemudian berlari kecil menuju rumahnya tercinta.
.
.
.
"Eomma..aku pulang!"
Setelah melepas sepatu miliknya, Sungmin pun berlari menuju kamarnya tentunya masih dengan wajah sumringah, tanpa peduli jika mata sang eomma tengah melotot tajam ke arahnya.
"Ya! Kenapa jam segini sudah pul— ya! Minnie-ya!" Teriak Leeteuk lagi ketika Sungmin malah berlalu dari hadapannya dan dengan semangatnya naik ke atas tangga menuju kamarnya.
Yang dipanggil hanya melambai-lambaikan tangan kanan milikknya tanpa menoleh kearah Leeteuk tentunya. Sang eomma hanya bisa mendengus pasrah kemudian berjalan menuju dapur untuk kembali melanjutkan acara masaknya.
Sungmin kini tengah sibuk dengan laptop merah muda yang ia pangku. Dengan semangat yeoja itu membuka website dari audisi tersebut dan mengisi formulir pendaftarannya. Setelah semuanya terisi, akhirnya yeoja itu menekan tombol 'send' dan formulir itu pun sukses terkirim.
Senyum pun tak pernah lepas dari wajah Sungmin. Ia tak sabar menanti pemberitahuan audisi itu selanjutnya. Iseng karena penasaran dengan agensi yang mensponsori audisi tersebut, Sungmin pun menelusuri tiap-tiap isi artikel yang memuat berita-berita terbaru mengenai artis-artis yang bernaung disana.
Sungmin pun menemukan sebuah artikel yang menurutnya menarik dengan judul 'SM Entertainment kembali melahirkan artis baru?'
Sungmin terus membaca dengan hikmat setiap kata-kata disana ketika artikel tersebut mengatakan jika audisi yang ia akan ikuti ini ada kaitannya dengan keluarnya sang artis baru. Dalam artikel tersebut tertulis jika sang artis akan memulai debut pertamanya dengan menjadi artis solo kemudian akan memulai debut kedua bersama calon audisi yang terpilih nantinya.
Sungmin kian bersemangat kala memikirkan jika ia berhasil lolos nanti, ia pasti akan diduetkan bersama dengan seorang artis baru yang tampan dan juga keren. Memikirkan itu saja Sungmin benar-benar senang bukan main. Sungmin makin penasaran siapa artis tersebut karena dalam artikel ini tak memuat sama sekali mengenai profil lengkap sang artis baru. Namun sebuah foto seorang namja yang sedang bergaya polos didalam sebuah studio rekaman membuat alis Sungmin mengkerut sebentar.
Ia seperti mengenali namja bertopi dengan kaus biru laut tersebut, terlebih senyum memikatnya saat menghadap kamera. Mata Sungmin terus memicing, tak lama ia baru menyadari jika namja itu siapa.
"Ehh..Bukankah ini Guixian? Tapi, kenapa dia ada artikel ini?"
Setelah lama berpikir, tiba-tba sebuah pemikiran tak terduga kini malah melintas diotaknya.
"Apa jangan-jangan dia… artis baru itu?" Gumam Sungmin pelan sambil menatap wajah Guixian disana. Karena masih penasaran, mata Sungmin kembali menangkap sebuah profil ringkas yang terdapat dibawah photo tersebut.
DEG!
Sungmin hanya bisa terpaku saat melihat nama lengkap namja tersebut beserta tanggal lahir yang tertulis disana.
Name : 조규현Cho Kyuhyun
Nick Name: Kim Kyu, Game Kyu, Jumong Kyu , Chic Kyu
POB : Seoul, South-Korea
DOB : Februari 3, 1988
Height : 180 cm
Weight : 68 kg
Blood type : A
Sungmin pun berusaha untuk mencerna tulisan disana kemudian terkekeh dengan senyum yang terkesan ia paksakan.
"C-cho Kyu-hyun? Ahahaha.. ini pasti bukan dia. Tak mungkin ia menjadi trainer di agensi ini. Terlebih ini kan photo Guixian..bukan Kyu—hyun…"
Perasaan Sungmin bertambah kacau kala ia kembali mengingat-ingat kesamaan yang ada pada diri Guixian dan Kyuhyun. Mulai dari suara yang terdengar sama, warna kulit yang sama, hingga perasaan Sungmin yang damai jika ia tengah bersama dengan Guixian. Tapi satu hal yang membuatnya tak yakin jika Guixian itu Kyuhyun? Jika memang benar itu dia, tapi kenapa wajah mereka tak sekalipun sama?
"Ini pasti bukan dia.. Guixian bukanlah Kyuhyun..Aku yakin itu…" Lirih Sungmin mencoba menguatkan dirinya walau dengan perasaan yang berkecamuk. Namun tak lama, air matanya malah sedikit demi sedikit menetes ketika teringat akan janji Kyuhyun terdahulu…
'… Kyunnie hanya bisa berharap jika suatu saat nanti kita akan menjadi seorang artis dan menjadi pasangan duet bersama. Akankah itu menyenangkan?'
"Hiks~ apa kau benar-benar kembali dengan janjimu itu Kyu?"
.
.
.
Audisi pertama berlangsung hari ini. Sungmin sekarang sudah resmi terdaftar sebagai calon peserta dengan nomor urut ke 3137 yang mana merupakan nomor urutan terakhir. Yeoja itu sangat antusias untuk mengikuti audisi ini, bahkan untuk kesekian kalinya ia membolos sekolah hanya untuk mengikuti audisi seperti ini. Ia sudah membela-belakan untuk berlatih vokal selama sekian minggu menjelang audisi bahkan hari ini ia sengaja bangun pagi sekali tak seperti biasanya.
Entah apa yang ada didalam pikirannya, semenjak ia membaca artikel sang artis baru, semangatnya malah kian berkobar berharap agar bisa lolos diaudisi tahap pertama ini. Entah mungkin karena ia ingin mengejar mimpinya, atau bahkan bisa berduet bersama artis baru? Entahlah. Hanya Sungmin seorang lah yang tau.
Sungmin kini telah siap dengan gitar merah muda kesayangannya dan kini masih mengenakan seragam sekolah karena ia tak mempunyai banyak waktu untuk berganti pakaian lagi. Banyak memang yang menatapnya dengan pandangan meremehkan karena ia dengan percaya dirinya memakai seragam sekolah, bahkan dengan tubuh besar yang ia punya. Namun Sungmin tetaplah Sungmin. Ia tentu tak mempedulikan hal seperti itu, yang terpenting ia sudah memiliki tekad yang bulat untuk mengikuti audisi ini.
Jam telah menunjukkan pukul 18.00 KST, artinya ia sudah menunggu seharian bahkan ia belum sempat mengisi perutnya yang kelaparan. Sungmin terus menolehkan wajahnya kearah samping, dan kini ia mendapati seorang gadis cantik dengan rambut tergerai panjang yang ia punya. Sungmin rasa gadis itu merupakan gadis urutan ke 2 paling akhir setelah nomor urut miliknya tentunya. Gadis itu nampak menikmati alunan music dari earphone yang ia pakai sambil ikut bernyanyi juga tentunya. Entah mengapa Sungmin tak pernah merasa bosan memandang wajah cantik bak malaikat tersebut.
Merasa jika ada yang memperhatikannya, gadis itu sontak menoleh kearah Sungmin dan mengernyitkan alisnya ketika Sungmin tak berhenti menatapnya.
"Kau lihat apa?"
"Eh? A—ani.."
Sungmin tentu saja gelagapan kala gadis yang menurutnya cantik itu malah bertanya dengan nada ketus kepadanya. Terlihat jika gadis itu menatap Sungmin dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkan kemudian menaikkan sebelah bibirnya.
"Kau juga mengikuti audisi ini? Aaaa~ Apa gadis seperti dirimu memang pada dasarnya tak memiliki rasa malu?" Ujar gadis itu dengan santainya namun terdengar sangat kurang ajar dan hal itu tentu saja membuat Sungmin terdiam kaku. Tanpa sadar Sungmin pun mengepalkan tangannya dan memandang gadis itu tak suka.
"A-apa…?!"
"Seo Jo hyun-sshi. Silahkan masuk."
Kalimat Sungmin terpotong saat seorang Kru menyuruh gadis yang ternyata bermarga Seo tersebut untuk masuk ke ruang audisi. Dengan wajah yang sekarang terlihat kalem, berbeda dengan saat gadis itu mengatai Sungmin tadi, dengan anggunnya yeoja bernama Jo Hyun itu masuk ke ruang audisi setelah sebelumnya menatap remeh kepada Sungmin.
Setelah yeoja itu pergi, Sungmin pun hanya bisa merutuki dirinya yang telah mengagumi kecantikan gadis itu yang ternyata tak sesuai dengan perkataannya. Sungmin sungguh menyesal telah memuji gadis bernama Johyun tersebut dan berharap yeoja itu akan mendapatkan balasan nantinya.
"Ck. Dasar sombong. Semoga dia gagal dalam audisi pertama ini. Amin." Dumel Sungmin sambil mengehentak-hentakkan kakinya kesal.
25 menit berlalu, namun gadis itu belum juga keluar dari ruang audisi. Sungmin terus menatap gelisah kearah pintu bercat coklat tersebut, tapi tak lama pintu tersebut terbuka dan menampakkan wajah yang terihat bahagia disana.
'Eh, tunggu! Bahagia?!'
Sungmin terus menatap gadis itu yang kini telah berjalan pelan dan berhenti didepannya. Kemudian dengan bangganya ia menunjukkan sebuah tiket gold yang berarti gadis itu lolos dalam audisi pertama tepat kedepan wajah Sungmin.
"Lihat? Dengan mudahnya aku lolos audisi. Well, semoga keberuntungan akan berpihak kepadamu kali ini. Tapi ku harap juga tidak." Setelah mengejek Sungmin dengan tiket yang ia punya, Johyun pun berjalan menjauh meninggalkan Sungmin yang hanya bisa menatap cengo kearahnya.
"M—mwo? Jadi dia pamer kepadaku begitu? Oh my god! Aku benar-benar merutuki mataku yang telah buta karena memujinya secara berlebihan!" Rutuk Sungmin sambil mengucek-ngucek kedua matanya dengan kasar.
"Lee Sungmin-sshi. Silahkan masuk."
Suara seorang kru membuat aksi Sungmin terhenti. Mau tak mau Sungmin harus bangun dari kursinya kemudian berjalan pelan menuju pintu bercat coklat tersebut. Sebelum masuk, Sungmin pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya cepat kemudian mengepalkan tangannya ke udara.
"Sungmin-ah. Hwaiting!" Semangat Sungmin terhadap dirinya sendiri kemudian berjalan masuk dengan membawa gitar pink yang sedari tadi berada dipangkuannya.
Dengan gugup, Sungmin pun berjalan menuju sebuah panggung seperti gedung teater dengan 4 orang juri yang berada tepat didepan panggung. 4 orang tersebut tampak menatapnya dengan raut yang berbeda-beda. Ada yang menatapnya datar, bosan, menahan tawa, namun satu orang lagi menatapnya dengan raut senang. Namja yang menatapnya dengan senang tersebut pun berdehem pelan kemudian berbicara dengan microphone yang berada didepannya.
"Lee Sungmin, 18 tahun. Seorang pelajar SMA, dapat memainkan berbagai macam alat music, dan hobi sekali …makan… hobi yang menarik." Gumam namja tersebut dengan kekehan pelan ketika membaca sedikit identitas Sungmin. "Silahkan mulai.." lanjutnya kemudian sambil menopangkan dagu di kedua tautan tangannya.
"N—ne.." Jawab Sungmin gugup kemudian memilih untuk duduk disebuah kursi yang tersedia diatas panggung. Dengan susah payah Sungmin mencoba untuk duduk diatas kursi tersebut, namun bukannya bisa duduk, kursi tersebut malah bergoyang dan nyaris saja jatuh jika ia tak segera menurunkan sebelah kakinya.
Kejadian tersebut membuat juri-juri yang awalnya mengantuk, kini malah tertawa ketika melihat tingkah Sungmin. Sungmin hanya bisa tertunduk malu karena kecerobohan yang ia lakukan. Dengan menahan malu, yeoja tersebut pun mencoba untuk kembali duduk dan ternyata berhasil.
Setelah menghela nafas berat, akhirnya Sungmin mulai memetikkan gitarnya dan bernyanyi pelan. Suara Sungmin pun terdengar sangat merdu dan membuat semua juri tercengang, terlebih seorang namja yang sedari tadi berada di sebuah kursi penonton yang berada agak jauh dibelakang kursi para juri.
Gireun meolgo mureun gipeosseo
Bareun eolgo jeo bada neomeon bitnatji
Heureuneun sigandeuri janjanhaji anheun naredo
Nae modeun sigan hamkke hae jun neo
Buranhage tteollineun nae eokkae wie
Sumyeon wiro bichineun mal eobsi ollineun du son
Maeumgwa maeum saireul ieojuneun
Unfolding road for me
Eolmana manheun gangeul geonneoya
Eolmana neorbeun badal hechyeoya
Kkum kkwoon nae moseupgwa mannal su inneunji
Uriui maeumdeullo ieojin
Nunbusin dari wireul geonneol ttae
Ttatteutan misoro neon geu gire seo isseo
Naeillo ganeun gil
Neorbeun bada han gaunde nan
Keuge oechyeo honjaseo gyeondineun beobeul mureo
Yuri change bichineun jinan chueogeun
Nae gaseumsoge naerineun noeuri dwae
You are always there, finding road for me
Namja tersebut hanya bisa terdiam kala melihat Sungmin yang tengah menikmati alunan lagu yang ia bawakan dengan petikan gitar yang merdu dan membuat siapapun yang mendengar akan ikut merasakan perasaan pemilik suara merdu tersebut.
"Ternyata kau masih mengingat lagu kita…" Gumam Kyuhyun senang dan hampir saja meneteskan air matanya. Kyuhyun, namja itu terus saja menatap Sungmin yang menurutnya hari ini terlihat sangat cantik dengan wajah penuh penghayatan tersebut.
Sama dengan perasaan yang tengah melanda Kyuhyun sekarang, ingatan manis itu pun kembali terlintas dipikiran Sungmin, saat ia bersama Kyuhyun dulu menyanyikan lagu ini bersama-sama dengan memetikkan gitar yang Kyuhyun punya.
"Kyunnie-ah, apa suara Minnie bagus?"
"Tentu saja. Minnie memiliki suara seperti malaikat dan Kyunnie suka."
"Jinjja? Aa…. Minnie jadi merasa malu."
"Hehe. Kyunnie hanya bisa berharap jika suatu saat nanti kita akan menjadi seorang artis dan menjadi pasangan duet bersama. Akankah itu menyenangkan?"
"Tentu. Minne juga berharap seperti itu."
Sungmin hanya bisa menahan sesak didadanya kala mengingat kenangan manisnya bersama Kyuhyun. Walaupun dengan perasaan yang tak menentu, Sungmin tetap melanjutkan nyanyiannya masih dengan penghayatan tentunya.
Eolmana manheun gangeul geonneoya
Eolmana neorbeun badal hechyeoya
Kkum kkwoon nae moseupgwa mannal su inneunji
Uriui maeumdeullo ieojin
Nunbusin dari wireul geonneol ttae
Ttatteutan misoro neon geu gire seo isseo
Naeillo ganeun gil
Sesangiran padoreul tto gansinhi neomgoseo yeah
Yaksokhaetdeon goseuro jogeumssik closer
Neoege closer closer oh
Ireum eomneun oeroun seom hana
Naege dasi neoreul ieojwo
Eolmana manheun uril mannaya
Eolmana manheun daril geonneoya
Nunbusin geu neomeoe daheul su inneunji
Uriga gongyuhan modeun ge
Maeil deo gaseum gadeuk muldeureo
Gateun bicheuro urin hanaro
Ieojyeoisseo yeongwonhi
Seoro majubomyeo majubomyeo
Our bridges forever
-Super Junior – Island -
PROKK..PROKK..PROOKK….
Petikan gitar terakhir tersebut dibayar dengan tepukan-tepukan hangat dari semua juri dan beberapa penonton yang berada disana, tak terkecuali Kyuhyun yang ikut berdiri sambil bertepuk tangan sebagai hadiah untuk penampilan luar biasa Sungmin hari ini.
Sungmin pun hanya bisa terdiam kala mendapat respon seperti ini. Ia tak menyangka jika hampir semua orang menyukai penampilannya dan hal itu tentu membuat Sungmin senang bukan main.
"Ehem..Lee Sungmin-sshi. Penampilanmu menarik dan kau memiliki kualitas vocal yang luar biasa. Hanya saja…"
Juri tersebut menghentikan sebentar kalimatnya dan memandang Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan. Hal itu tentu membuat Sungmin khawatir, takut akan terjadi hal buruk setelah ini.
"Jika kau lolos audisi ini, apa kau bisa menurunkan berat badanmu? Karena dengan ukuran berat badan seperti itu, kami tak yakin akan dapat menerimamu di agensi yang kami miliki…"
DEG!
Sungmin hanya bisa terdiam kala juri tersebut malah membahas mengenai berat badannya kali ini. Apa hanya karena berat badan mimpi seorang gadis seperti Sungmin malah rela untuk dihancurkan begitu saja?
Sungmin pun terdiam sebentar. Setelah menghela nafas panjang, akhirnya dengan berani Sungmin menatap ke empat juri tersebut dengan penuh keyakinan.
"Aku berjanji akan menurunkan berat badanku jika kalian mengijinkanku untuk lolos setelah ini. Apabila selama masa training beratku tak juga turun, aku rela untuk dikeluarkan dari agensi ini dengan senang hati. Pegang janjiku." Gadis itu berujar sangat pasti dan berhasil membuat ke empat juri terdiam.
Tampak keempat juri tersebut terdiam dan saling berdiskusi satu sama lain. Tak lama, salah seorang juri pun kembali mendekati microphone kemudian menatap Sungmin dalam.
"Ehem..Lee Sungmin-sshi. Setelah kami berdiskusi, akhirnya kami sepakat untuk mengambil sebuah keputusan jika….."
Juri namja tersebut memberikan jeda sebentar ditengah kalimatnya dan sukses membuat Sungmin semakin terlihat gugup. Lama Sungmin menunggu akhirnya juri tersebut tersenyum kemudian menunjukkan sebuah tiket gold ditangannya.
"Lee Sungmin-sshi. Kau lolos." Ujar juri tersebut disertai dengan senyuman dan berhasil membuat Sungmin terkejut bukan main. Ia tak menyangka jika bisa lolos diaudisi pertama ini dan tanpa sadar Sungmin malah berloncat-loncat diatas panggung kemudian berlari untuk mengambil tiket gold tersebut.
"Gamsahamnida…Jeongmal gamsahamnida…" Ujar Sungmin senang sambil menyalami semua juri yang ada disana. Dengan perasaan bahagia, Sungmin pun turun dari panggung dan tak henti-hentinya mengucap syukur atas keberhasilannya kali ini.
Kyuhyun yang awalnya ikut deg-degan, kali ini ikut merasakan senang kala Sungmin berhasil lolos pada audisi kali ini. Ia juga sempat tertegun ketika mendengar janji dari Sungmin kemudian merekahkan senyum memikatnya. Ia sangat bersyukur jika Sungmin memang punya kualitas vocal yang tak diragukan lagi, dan menurutnya semakin dekat pula lah kesempatannya untuk bisa kembali dekat dengan Sungmin.
"Aku setia menunggumu disini Minnie-ah…"
.
.
.
Yuri change bichineun jinan chueogeun nae gaseumsoge naerineun noeuri dwae
"Kenangan masa lalu yang tercermin pada kaca jendela, menjadi matahari yang menentukan dalam hatiku" – (Kyuhyun & Sungmin Part) Super Junior - Island
.
.
.
-to be Continued-
.
.
.
Q : Itu di flash back, Kyuhyun sama Sungmin umur berapa?
A : Seperti yang udah kalian baca. Mereka itu pacarannya waktu zaman SD. Jadi sekitaran umur 12-an tahun lah. Emang terlalu kecil sih, sebaiknya jangan ditiru sih ya? Maafkan jalan cerita yang dibuat oleh author yang imut-imut (?) ini #Plak!
Q : Kapan Sungmin kurus?
A : Masih lama. Butuh proses yang gak sebentar ya? Kasian Ming kalo ditanya-tanya mulu nanti dia malah ngerasa tertekan #PukpukSungmin~
Q : Maaf kalo review nya sedikit
A : Gak papa. Asal udah review aja udah bikin saya seneng kok.. makasih semuanyaaa~ #Ciumatuatu~
Q : Jangan sampai Seohyun jadi orang ketiga
A : Tenang, bukan jadi orang ketiga kok. Dia cuman jadi bagian orang jahat aja #Upss~
.
.
.
Annyeong haseyo? Chapter 3 is update ^^
Ada yang tau lagu yang dinyanyikan Sungmin itu lagu siapa?
Jeng jeng jeng jengg~~
Yup. Seperti yang sudah saya tulis. Itu lagi ISLAND miliknya Ahjussi gagal tua kita sendiri #Yeayyy~
Lyrics nya sumpah ngena banget buat cerita saya ini. Apalagi ada part KyuMin nya yang arti nya juga beneran ngena. Kebetulan banget yaa apa lagu itu emang ditakdirkan buat uri KYUMIN~ #Ulalalaaa~
Ditunggu yaa review dari kalian semua? #Lambaikan tangan~~~
.
.
.
Thanks' to :
sanmayy88, SecretVin137, Park Rin Hyun Uchiha, Michiko Haruna, chjiechjie, Frostbee, ovallea, LS snowie, wdespita elfjoy, Guest (1), laelikyumin137elf, Guest (2), Guest (3), Orange Girls, and Silent Readers ^^
