Dangerous Twin
Title : Dangerous Twin
Cast : Cho Kyuhyun, Cho Kibum, Choi Siwon, Tan Hangeng, etc.
Genre : Romance, Brothership, Family, Mistery(?).
Lenght : Chapter
Discover : Semua cast adalah ciptaan Tuhan,, walau salah satu dari mereka _Kyuhyun_ adalah
suami masa depan Author.
Warning : boyXboy, typo(s), OOC failed mistery, angst(maybe).
Summary :
Cho Kyuhyun memiliki hidup yang sempurna. Dia memiliki wajah manis dan imut yang bisa membuat yeoja dan namja bertekuk lutut di hadapannya. Dia memiliki suara indah yang membuat semua orang terpana. Dia memiliki otak cerdas yang membuat guru-guru kalah telak darinya. Dia memiliki kekayaan berlimpah dan orang tua yang perhatian dan memanjakannya. Dia memiliki sahabat-sahabat yang dengan tulus mendukung dan menyayaginya. Dan yang terpenting, dia memiliki Choi Siwon yang selalu ada di sampingnya.
Tapi dia harus rela memberikan hidupnya yang sempurna itu kepada Cho Kibum, kakak kembarnya.
Chapter 2
Clue: Kalimat bertulisan miring artinya 'FlashBack' dan selalu menggunakan sudut pandang Author.
~Happy Reading~
Author POV
Sang ibu berteriak histris melihat anaknya jatuh ke danau. Sang ayah berusaha menenangkan istrinya. Anak mereka perenang yang handal. Sebentar lagi dia pasti naik dan menertawakan kecerobohannya. Tapi perkiraan sang ayah salah besar. Lebih dari semenit tak ada tanda-tanda purta mereka akan naik.
"Yeobo, kenapa Kyu belum kelihatan?" suara Mrs. Cho bergetar hebat.
"Aku akan melihatnya" jawab Mr. Cho lalu terjun ke danau.
Dia melihat putranya di tengah danau sedang meronta-ronta seolah ada yang menahannya. Pemilik Perusahaan Cho itu tak mengerti kenapa anaknya yang tadi jatuh di tepi sekarang ada di tengah danau. Dia juga tidak melihat sosok yang mencengkram keras lengan anaknya dan berusaha menghisap roh anaknya. Tapi dia tak mau memikirkan apapun kecuali menyelamatkan sang anak. Apalagi ketika dia sudah hampir mencapai anaknya, gerakan sang anak melemah dan berhenti sama sekali. Serangan panik langsung menghantamnya. Dia mempercepat gerakan renangnya dan setelah berhasil meraih lengan kanan putranya, dia menariknya ke permukaan. Saking terburu-burunya dia tidak melihat sosok lain yang mentapnya marah dan kecewa.
Rumah Sakit terbesar di Seoul adalah tempat yang paling dibenci pasangan suami istri Cho. Ada sebuah sejarah menyakitkan disini. Tapi mereka tetap membawa Tuan Muda Cho unyuk dirawat di rumah sakit paling bagus di Korea.
Sudah 2 jam sejak Kyuhyun berhasil diselamatkan sang ayah. Dokter mengatakan tidak ada yang perlu dikawatirkan. Kyuhyun akan sadar sebentar lagi. Tapi memandang putra mereka yang tertidur tak berdaya adalah suatu trauma bagi Mr dan Mrs Cho.
Terdengar erangan yang berasal ranjang berseprai putih membuat dua insan yang dari tadi menatapnya cemas menghembuskan nafas lega.
"Gwencanayo chagi?" Mrs. Cho mengelus lembut surai hitam legam anaknya.
Kyuhyun butuh waktu sepuluh detik untuk menyesuaikan diri dengan suasana terang benderang di sekelilingnya "Gwencana"
"Apa ada bagian tubuhmu yang sakit?" sang appa bertanya cemas.
"Kepalaku sedikit pusing" jawab Kyuhyun memegang kepalanya. Dia menyadari selang infus yang terpasang di tangannya. Dia berniat melepasnya tapi dengan lembut sang eomma melarangnya "Aku ingin pulang eomma. Besok aku sekolah"
"Kau harus bermalam disini Kyu. Besok libur saja dulu. Kau harus banyak istirahat" Mr. Cho memberitahu anaknya.
Mendengar dia harus bermalam disini Kyu langsung menggeleng kuat dan menyesal detik itu juga karena kepalanya malah tambah pusing "Aku tidak mau libur"
"Istirahat sampai besok. Kau boleh sekolah lagi selasa" tegas Mr. Cho.
Kyuhyun cemberut dan membuka mulut untuk mencari alasan agar dia tidak perlu menginap disini tapi belum juga mengeluarkan satu kata pintu kamar VVIPnya terbanting keras.
"Kau tidak apa-apa Kyu?" sosok tegap berotot sang tersangka tidak berprikepintuan melesat bagai roket mendekati Kyuhyun yang masih terbaring.
"Eh Siwon hyung, aku baik-baik saja" Kyu agak kaget mendapat kunjungan dari namja bermarga Choi secepat ini.
"Apa Kyuhyun baik-baik saja ajjuma?" Siwon yang masih tak percaya pengakuan Kyu bertanya pada Mrs. Cho.
Melihat raut kekawatiran yang sangat kentara dari Siwon, Mrs. Cho tersenyum "Dokter bilang dia baik-baik saja. Hanya sedikit shock"
"Tapi Kyu, aku tahu basket dan volley bukan bidangmu, tapi kau jago renang. Kenapa bisa tenggelam?" Siwon bertanya bingung.
Jujur orang tua Kyu juga bingung. Kyuhyun memang bukan atlet seperti Siwon tapi dia perenang tercepat saat SMP dulu.
Kyuhyun memandang tangannya gelisah "Kakiku tersangkut batu di dasar danau" jawabnya berbohong. Dia bisa dikirim ke Rumah Sakit Jiwa jika dia menceritakan tentang sosok yang ingin membunuhnya.
"Kalau begitu sekarang kau istirahat. Jangan membantah" Mr Cho berkata tegas.
"Aku boleh menginap juga disinikan Ajjusi?" Tanya Siwon pada ayah Kyuhyun.
"Tapi besok kau sekolah Siwon" jawab Mr Cho bingung.
"Aku tak akan bisa konsentrasi tanpa Kyu" jawab Siwon tak menyadari sang empunya nama menyembunyikan wajah merahnya.
"Baiklah kalau itu maumu. Tapi hubungi dulu keluargamu" jawab Mr Cho.
Siwon tersenyum senang. Dia bersumpah akan menjaga Kyuhyun-nya semalaman.
Kyuhyun hampir lupa tentang sosok yang pernah mencoba membunuhnya karena sosok itu tak muncul lagi lebih dari seminggu. Hari-harinya berjalan seperti biasa. Menyenangkan dan damai.
"Tak perlu menjemputku, aku pulang 2 jam lagi. Hyung duluan saja ke rumah begitu pulang sekolah kita bisa langsung makan bersama. Hyung tahukan bimbimbab buatan eomma yang terbaik" Kyuhyun berbicara pada Hangeng hyung di telepon ketika istirahan makan siang.
"Oke, tapi jangan ajak Siwon" suara Hangeng yang dilatarbelakangi suara hiruk pikuk jalanan terdengar dari handphone apple Kyu.
"Hahaha kalian masih saja suka berantem padahal hyung juga rindu pada Siwon hyung kan?" tebak Kyuhyun tersenyum evil.
"Never" jawab Hangeng cepat.
"Hah sayang, padahal Siwon hyung sering bertanya kabar hyung sejak hyung sekolah di China" kata Kyuhyun.
"Jjinja?" Hangeng terdengar tidak yakin.
"Bener kok. Hyung juga meski sering mengejek Siwon hyung selalu di setiap email yang hyung kirim untukku ada kata-kata 'apa Siwon baik-baik saja'" kata Kyuhyun yakin..
"Aish.. itu kan cuma basa-basi. Hyung sudah sampai depan pintu rumahmu. Sampai ketemu 2 jam lagi" Hangeng menutuskan hubungan teleponnya.
Kyuhyun tertawa pelan sambil menatap HPnya kemudian dia melanjutkan makan siang yang sempat tertunda telepon Hangeng. Selain dia menganggap Hangeng sebagai hyungnya, sebenarnya mereka memang memiliki hubungan keluarga. Ibu Hangeng adalah saudara tiri Ibu Kyuhyun. Nenek Hangeng menikah dengan Kakek Kyuhyun ketika Ibu Kyuhyun berusia 15 tahun.
"Siapa yang menelepon Kyu?" Tanya Siwon yang bergabung di sebelah Kyu.
"Hangeng Hyung" jawab Kyuhyun sambil menggunyah sandwitch ayamnya.
"Kenapa lagi China gila itu" kata Siwon tidak senang.
Kyuhyun terkikik pelan "Kalian kompak banget sih, berantem-berantem tapi kangen-kangenan. Apa sih kalian rebutkan?"
"Kamu. Memangnya apa lagi Kyu phabo" itulah yang ingin Siwon katakana tapi dia masih bisa menahan diri jadi dia hanya mengatakan "Rahasia antar lelaki"
"Aku juga lelaki hyung" kata Kyuhyun tidak terima.
Siwon mengacak rambut Kyuhyun "Iya, tapi umurmu masih terlalu kecil magnae"
Kyuhyun menatap kesal Siwon 'Terlalu kecil apanya, kita kan Cuma beda setahun' merasa malas berdebat dengan Siwon, Kyuhyun punya ide bagus "Hyung datang saja pulang sekolah ke rumah. Eomma masak banyak makanan"
"Hari ini aku ada rapat untuk acara amal pelelangan barang antik yang diadakan di SM High School. Rapatnya setengah jam lagi. Kamu kemana saja kok enggak denger pengumuman kalian pulang jam setengah 1 sih" jelas Siwon.
Kyuhyun yang sempat izin ke toilet beberapa saat sebelum jam istirahat memang tidak mendengar pembberitahuan pulang cepat.
"Aish tahu begitu aku minta Hangeng hyung jemput" kata Kyuhyun kesal "Pantas saja tadi si Lee Couple berisik tentang kencan sepuasnya di bioskop yang gelap"
"Sebenarnya aku juga ingin mengajakmu ke bioskop atau mengantarmu pulang, tapi aku tak bisa menghindari rapat ini" kata Siwon merasa bersalah. Sebagai ketua osis dan ketua panitia pelelangan, Siwon mana bisa kabur dari rapatnaya sendiri.
"Tak apa-apa hyung, aku bisa pulang pakai bis. Sudah lama aku ingin mencobanya" jawab Kyuhyun menghibur Siwon. Dia tidak suka hyung kesayangannya merasa bersalah karenanya.
"SHIREO! Bagaimana kalau ada yang mengganggu atau bahkan menculikmu? Aku tak akan bisa hidup lagi setelah itu" Overpritektif seorang Choi Siwon kembali kambuh.
"Tenanglah hyung. Aku pasti selamat sampai rumah. Aku akan mengSMS hyung semenit sekali" Kyuhyun memberi senyum manisnya.
Tak pernah bisa menolak keinginan Kyuhyun adalah salah satu kelemahan Siwon "Baiklah, tapi berjanjilah untuk selalu hati-hati"
"Baik Kapten" Kyuhyun berkata semangat
Kyuhyun POV
Sudah lama sekali aku tidak naik bis. Rasanya sangat menyenangkan dan bebas. Bukan berarti selama ini aku merasa terkurung. Hidupku menyenangkan dan bebas tapi kadang-kadang aku merasa terlalu dimanja. Aku tak ingin tumbuh menjadi namja lemah yang hanya bisa bergantung pada orang lain, karena itu sekali-kali begini tak apa-apa.
"Lho tuan muda kenapa tidak bilang untuk dijemput" seorang satpam Keluarga Cho berkata bingung ketika melihatku pulang sendiri dengan jalan kaki.
"Aku naik bis" jawabku ceria walau panas benar rasanya seragamku yang penuh keringat.
"Nyonya besar dan Tuan Muda Hangeng ada di halaman belakang" satpam tadi memberi tahuku.
"Oke! Trims" aku berlari-lari kecil menuju taman belakang rumahku yang sangat terawat. Ibuku suka berkebun dan mengoleksi bunga-bunga indah nan langka.
Rencana jahil tercipta di otak jeniusku. Dengan mengendap-endap aku mendekati eomma dan Hangeng hyung berniat mengagetkan mereka. Mereka kan tidak tahu kalau si evilkyu yang tampan ini sudah pulang dari sekolah.
Aku hanya tinggal beberapa langkah di belakang mereka saat perkataan eommaku membuatku membeku.
"Aku tak tahu apa lagi yang harus kulakukan. Entah kenapa Kyuhyun mulai mengingat tentang hyungnya" eomma berkata sedikit terisak.
Hangeng hyung merangkul pundaknya mencoba menenangkan "Tidakkah sebaiknya Kyuhyun tahu tentang Kibum?"
DEGG
Kibum? Kenapa nama itu tidak asing? Aku masih membeku, menunggu jawaban Eomma.
"Kyu pasti akan sangat sedih. Dia akan merasa bersalah. Dia akan terpuruk mengingat hyung satu-satunya meninggal karena menyelamatkannya" kali ini isakan Eomma semakin menjadi.
Tunggu,, meninggal? Siapa yang meninggal? Dan tadi eomma bilang hyungku? Aku kan anak tunggal. Tidak mungkin aku punya hyung. Apalagi alasan dia meninggal karena melindungiku. Itu tidak mungkin. Kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?
"Aku mengerti ajjuma. Tapi Kyuhyun berhak tahu. Meski ajjuma menyembunyikan fakta tersebut dengan memecat semua pelayan ketika Bummie masih hidup, menyimpan semua foto Bummie kecil jauh dari jangkauan Kyuhyun, tetap saja suatu hari Kyuhyun akan mengingat kembarannya. Mereka Kembar ajjuma, ikatan mereka lebih erat dari saudara biasa" Hangeng hyun mencoba menjelaskan.
Seperti tersambar kilat otakku langsung blank. Kakiku bergerak sendiri. Dengan tertatih-tatih aku masuk menuju kamarku. Kepalaku berdenyut-denyut sakit. Kibum. Cho Kibum. Bummie hyung. Nama itu terus berputar dalam otakku.
Bruukkk
Aku terjatuh di lantai dengan posisi duduk. Bayangan masa lalu berputar-putar dalam otakku. Ingatan yang selama ini kulupakan dengan cepat dan keras menghantamku.
Bummie hyung~
Seorang anak berusia 3 tahun sibuk membalik-balik buku bergambar hewannya. Ada kuda, monyet, ikan, raccoon, kura-kura, kelinci, kucing, koala dan lainya. Saat maka elangnya mengamati ular sebuah tangan kecil menarik bukunya menjauh.
"Hihihi ini belut!" seorang bocah berusia sama terkikik geli melihat gambar ular yang dikiranya belut. Dia melompat-lompat semangat dengan mata hitam lembutnya terlihat berbinar.
"Itu ulal phabo!" si kecil mata elang merebut kembali bukunya.
"Ah Bummie hyung ngomong kacal. Kyu lapol cama umma" si kecil mata hitam lembut kelihatan sangat senang bisa melaporkan kembarannya. Dia berlari menuju dapur mencari eommanya.
"Yak! Kyunnie" Sang kakak kembar mengejar adiknya. Tapi si adik lebih lincah dengan tertawa-tawa bahagia melihat kakak kembarnya yang ngos-ngosan mengejarnya. Sayangnya tawanya tak bertahan lama, dia tersandung ujung karbet di ruang tamu rumah besarnya dan terjatuh. Lututnya memar. Untuk anak 3 tahun, rasanya pasti sakit sekali.
Sang kakak segera berlutut menghampiri adikknya "Kyunnie, gwencanayo?" tanyanya dengan nada cemas.
Tak butuh waktu lama untuk si bungsu menangis. Ruang tamu yang sunyi itu segera dipenuhi suara tangis sesegukan si magnae.
"Uljimma Kyunnie…" si sulung yang panik berusaha menenangkan adiknya tapi adiknya malah menangis semakin keras.
Sang kakak menginjak-injak sadis ujung karpet yang membuat adiknya jatuh "Dasar kalpet jelek. Kalpet phabo"
Sang adik berhenti menangis, tangan mungilnya menghapus sisa air mata yang memenuhi pipi bulatnya "Waaa Bummie hyung ngomong kacal lagi Umma…."
Ruang keluarga yang besar itu selalu ramai saat jam 4 sore. Cho Kibum tak pernah melewatkan sekalipun tayangan film anime favoritenya, Detective Conan. Sedang sang adik kembar Cho Kyuhyun tak pernah melewatkan acara mengganggu kakaknya yang terihat serius menonton anime tersebut. Tapi sepertinya ada hal yang menurut si magnae lebih menyenangkan, yakni bermain bola.
"Kyu, jangan main bola dicini. Nanti dimalah umma" sang kakak mencoba memperingatkan adiknya yang menendang benda kulit bulat itu kesana kemari.
Tak mendengar perkataan kakaknya, si adik semakin semangat menggiring bola dan sesekali menendang jauh bolanya. Kibum tak mau lelah berpikir. Dia lebih memilih menikmati film anime yang sedang masuk adegan pemecahan kasus yang seru. Baru beberapa menit mengagumi kecerdasan Conan, Kibum tersentak mendengar suara porselen membentur lantai marmer dengan keras. Dengan horror dia menatap pecahan guci China yang berserakan di lantai dan di sampingnya sebuah bola menggelinding tanpa dosa.
"Anak-anak, suara apa itu?" Suara Mrs Cho terdengar dari arah dapur. Dia dan pelayan-pelayannya sedang menyiapkan amakan malam. Suara langkahnya juga terdengar dan membuat tersangka utama si kecil Kyuhyun berlari untuk bersembunyi di balik punggung kakaknya.
"Ommo!" seruan kaget sang ibu membuat Kyuhyun makin takut. Dia tahu ibunya sangat menyayangi Guci itu karena merupakan hadiah pernikahan dari ibu tirinya. Mata hitam yang biasanya terlihat lembut kini menatap tajam kedua anaknya. Kyuhyun mencengkram keras baju kemeja kakaknya "Siapa diantara kalian yang melakukan ini?" suaranya penuh ketegasan yang jarang terjadi "Oh eomma tahu siapa pelakunya" dia menatap anak bungsunya "Kyuhyun…"
Mendengar namanya disebut Kyuhyun semakin gemetaran. Kibum yang tidak tega melihat adiknya ketakutan segera ambil suara "Bummie yang memecahkannya umma"
"Berhenti membela adikmu Kibum. Kyuhyun kemari" perintah sang Eomma tegas.
Kibum malah menggenggam tangan adiknya "Bummie tidak cengaja melempal guci umma, miane. Bukan Kyunnie yang calah"
Mrs Cho menarik nafas panjang "Baiklah kalau memang begitu. Tapi kau tetap harus dihukum Kibum. Tidak ada TV selama sebulan dan tidak ada piknik selama 2 minggu. Arraso?"
Kibum memandang Eomma tidak percaya. Dia akan kelewatan Detective Cona selama sebulan dan tidak bisa ikut piknik keluarga 2 kali. Dia ingin protes tapi tak mau adiknya kena masalah "Ne umma"
Sepeninggal eommanya, Kyuhyun duduk di lantai dan menangis pelan "Miane hyung…"
"Ssst uljima, nanti umma dengel" Kibum membelai rambut adik semata wayangnya.
"Tapi.. tapi Bummie hyung dihukum umma…" dipeluknya tubuh kakaknya.
"Gwencana, hyung tak macalah acal Kyunnie tidak dihukum" Kibum berkata lembut.
"Calange hyung" Kyuhyun mengeratkan pelukannya.
"Nado" jawab sang kakak juga mengeratkan pelukannya.
Kecelakaan mengerikan itu terjadi karena kejar-kejaran mobil penculik dengan polisi. Yang diculik adalah sepasang anak kembar seoranag pengusaha besar di Korea. Penculik yang berusah kabur itu tanpa sengaja menabrak pembatas jalan dan terjun bebas ke jurang.
Kibum memeluk erat tubuh gemetar adiknya ketika mobil jatuh ke jurang. Dia melindungi adiknya dengan tubuhnya sendiri. Kepalanya terbentur keras saat mobil sampai ke dasar jurang.
Kyuhyun merasakan seluruh tubuhnya sakit. Tapi dia juga bisa merasa seseorang menggendongnya di bahu. Dia membuka matanya sedikit. Dilihatnya sang hyung menggendongnya menjauhi mobil penculik yang jatuh di jurang. Kyu ingin memanggil hyungnya tapi dia tak punya tenaga. Dirasakan hyungnya tertahit-tatih dan penuh luka. Darah tak berhenti menetes dari kepalanya.
Mobil yang jatuh di jurang itu meledak. Kyuhyun tak ingat lagi apa yang terjadi. Yang dia ingat hanyalah, sang hyung melemparnya jauh dan semuanya gelap.
Kenapa Bummie hyung yang meninggal? Kenapa bukan aku! Aku menangis di antara lututku. Menangis mengingat semua yang terjadi bersama hyungku.
"Aku senang kau mengingatku kembali Kyunnie" suara itu terdengar senang. Aku mendongak dan melihat orang yang sama dengan orang yang mendorongku di danau. Orang yang sama dengan orang yang menyelamatkanku dari kecelakaan itu. Tapi kenapa dia terasa berbeda. Tidak ada senyum manis yang indah di bibirnya. Tidak ada tatapan lembut di mata elangnya.
"Bummie hyung..." aku mencoba berdiri walau kepalaku terasa pening.
"Kau masih punya malu untuk memanggilku hyung. Bukankah kau yang membunuhku?" nada dingin dan perkataannya yang menyakitkan membuatku terdiam. Itu kah yang dia pikirkan tentangku?
"Hyung mianhae…" aku mendekat padanya ingin memeluknya tapi ketika aku berusaha menyentuh tangannya, tangannya seperti tembus. Kenapa bisa begitu? Bukankah saat di danau kami bisa bersentuhan?
"Kekuatanku belum pulih sejak menampakkan diri di danau" seolah bisa membaca pikiranku dia mengatakan itu "Tapi besok aku sudah siap menjalankan rencanaku" dia menatapku tajam "Sudah saatnya aku mengambil apa yang kau pinjam"
Sungguh semua ini terlalu berat untuk kumengerti.
Bibirnya membentuk seringai menakutkan "Sudah waktunya aku kembali ke tubuhku Cho Kyuhyun"
TBC
Enggak usah banyak cuap2 deh Author kali ini.
Cuma mau bilang terimaksih banyak bagi yg udah review, pengen tulis namanya disini tapi berhubung ne modem curian dari adik *Kyaa gue ditangkep polisi kalo ketauan* jadi gg bisa lama2
Sekali lagi Trimzz berat bagi yg udah meluangkan waktu utk mereview FF dg lapang dada,,
Biar ceritanya enak dan nyambung, jadi harus dimulai dari chap 1, tenang aja, chap 10 lg tahap pengerjaan...
Nantikan chapter selanjutnya ya
Dengan beribu koin emas
Anin :3
