Review chapter sebelumnya:

peachpetals : Siwon menjawab "AKU TIDAK CEMBURU!"….kekekeke

littlecupcake noona : welcome to Choiheenim world…kekeke *hulahuladancing..iya ini masih TBC, saya pasti salah member tanda complete. Gumawo sudah mengingatkan..

RaraRyanFujoshiSN : saya juga berpikir seperti itu *manggutmanggut

Isnaeni love sungmin : gumawo reviewnya (^-^)

ms.R : saya juga merasa begitu…*sigh (-.-!)..semoga tidak bosan. terimakasih reviewnya

TutupBotol : Yak!jangan membaca pikiranku..bagaimana bisa tahu Hyukjae hanya untuk ikan? *menutup dahi

.

.

Chapter 3 : The Bodyguar?

.

.

Heechul memberi sentuhan garnish di atas cakenya. Cake berbentuk segitiga dengan hiasan strawberry, daun mint dan caramel berbentuk waru. Hyukjae memandanginya dengan seksama. Dia telah jatuh cinta dengan cake yang diciptakan oleh Heechul. Cake buatan Heechul membuatnya menjadikan Heechul dewa guru baginya.

"Wuah, cantik sekali Hyung. Aku ingin sekali bisa membuat cake seindah dan selezat buatanmu,"

Heechul tersenyum. "Kau akan bisa membuatnya juga Hyukkie,".

"Aku akan berlatih sekeras mungkin Hyung. Kau harus mengajariku dengan keras,"

Heechul tersenyum dan mengangsurkan nampan cake kepada Hyukjae. "Tentu saja. Kau harus menerima semua ilmuku, dan kau harus menjadi master chef pastry kelak,"kata Heechul. Dia merasa cocok dengan Hyukjae sejak Hukjae memujanya cake buatannya dan memujanya sebagai dewa guru. Bahkan Hyukjae akan selalu berada di pihaknya ketika dia dan Siwon berdebat tentang sesuatu hal berkaitan dengan toko. Hyukjae menerimanya dan membawanya ke etalase luar.

Siwon sedang membungkus kotak kue dengan pita berwarna emas ketika Hyukjae menghampirinya dengan nampan berisi cake fresh from the oven.

"Mundurkan croisantnya dan taruh yang itu di bagian depan,"kata Siwon sambil menyimpulkan tali dekor. Membawa kotak kue ke etalase dan menyerahkan kepada seorang wanita paruh baya dengan anak laki – lakinya.

"Siwon-shi, mobil itu…apa mobil itu selalu parkir disitu selalu disitu?"tanya Hyukjae tiba – tiba.

"Apa?"tanya Siwon tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Hyukjae.

"Mobil itu, aku baru menyadari akhir – akhir ini kalau mobil itu selalu terparkir disitu dari pagi dan pergi sore hari. Apa memang seperti itu?"

"Mungkin milik tetangga sebelah, atau tamu apartemen seberang,"kata Siwon memperhatikan sekilas mobil yang dimaksud Hyukjae.

"Sepertinya ada seseorang yang berada di balik kemudi,"kata Hyukjae terus memperhatikan mobil itu. Itu adalah jenis mobil SUV dengan kaca Rayban yang tidak terlalu gelap di bagian depannya. Memang jika diperhatikan dengan seksama ada seseorang yang duduk di balik kemudi. Hyukjae tidak tahu apakah orang yang duduk di balik kemudi itu tetap ada di situ sejak pagi sampai sore hari ketika mobil itu beranjak pergi ataukah kebetulan saat dia melihatnya seseorang itu kebetulan ada disana.

.

Heechul berdiri meregangkan pinggangnya di depan freezer. Badannya terlihat ramping di seragam chefnya. Rambut poninya diikat kebelakang. Dia memutar kepalanya kebelakang, kesamping lalu kedepan. Pesta semalam suntuk di bar Shindong membuat dia harus berangkat tidur jam 4 pagi. Belum lagi pengaruh alcohol yang masih terasa mempengaruhi sedikit kesadarannya.

Heechul tidak menyadari, kehadiran Siwon di belakangnya memperhatikan tiap gerak – geriknya dalam diam. Dia tahu bahwa semalam Heechul menghabiskan malamnya di bar Shindong dan baru pulang subuh. Siwon berjalan mendekati Heechul. Derap langkahnya membuat Heechul membalikkan badan melihat orang yang mendekatinya. Senyumnya mengembang ketika melihat Siwon yang berdiri dibelakangnya.

"Siwon…"serunya manja. Siwon mengangsurkan mug berisi kopi hangat kepada Heechul. "Mwo?"tanya Heechul bingung.

"Minumlah Hyung. Bisa mengurangi pusingmu,"kata Siwon. Heechul memandangnya dengan tatapan tidak mengerti. Ini jelas bukan Siwon. Siwon selalu bersikap dingin padanya. Heechul mengerti akan hal itu. Siwon merupakan seorang umat yang taat akan agamanya. Setiap pagi dia selalu membaca bible sebelum berangkat kerja. Sebelum tidur, dia akan kembali membaca biblenya di pinggir tempat tidur sebelum dia benar – benar merebahkan diri. Siwon berasal dari keluarga yang hangat dan taat akan agama. Dari keluarganya itulah Siwon terbentuk menjadi umat yang taat kepada Tuhannya. Ayahnya mendidiknya dengan keras tentang pendidikan agama. Sebulan sekali Siwon selalu pulang ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarganya. Namun tak jarang pula dia kembali ke rumah orang tuanya selama seminggu penuh. Dia sangat mencintai ibunya. "Ini hangat,"kata Siwon melihat Heechul hanya memandangi mug yang dia sodorkan tanpa berniat mengambilnya.

"Oh.."Heechul tersadar dari lamunannya dan menerima mug berisi kopi hangat dari Siwon. Siwon paham betul, Heechul tidak bisa memakan atau meminum sesuatu yang panas. Bahkan untuk kopi sekalipun. Siwon sengaja menyeduhnya dan mendiamkan sebentar kopi yang dibuatnya tadi sebelum diberikan kepada Heechul. "Trimakasih Siwonnie,"kata Heechul kemudian.

"Apa kau baik – baik saja Hyung? Kau terlihat lelah,"tanya Siwon.

"Aku hanya sedikit pusing tapi mungkin setelah minum kopi buatanmu akan segera membaik,"jawab Heechul tersenyum menggoda Siwon. Wajah Siwon sedikit bersemu merah, walau Heechul selalu melakukan hal serupa setiap kali mereka telibat pembicaraan.

"Yak…sudah kubilang kurangi kegiatan malammu hyung,"kata Siwon. Kemudian dia menyesali apa yang barusan terucap dari tidak ingin Heechul mengira dia mengawasi gerak – geriknya setiap saat.

"Kau melihatku semalam?"tanya Heechul dengan pandangan heran. Bar Shindong bukanlah jenis tempat yang akan didatangi Siwon. Memang, beberapa tempo waktu lalu, Siwon menghabiskan malamnya di bar Shindong, tapi itu bukanlah jenis tempat favorit Siwon untuk menghabiskan waktu tiap malamnya. Heechul berani bertaruh, jika Siwon menghadapi masalah yang sama seperti tempo waktu yang lalu, dia akan memilikh tempat yang lain.

"Shindong hyung meneleponku tadi pagi, untuk menanyakan keadaanmu. Ponselmu tidak bisa dihubungi,"jawab Siwon singkat.

"Aaa..aku lupa menyalakan ponselku. Semalam baterainya habis,"kata Heechul. Tanganya mengusap bagian belakang kepalanya ketika menjawab Siwon. Ia kemudian menghisap sedikit kopinya. "Seorang teman mengundangku ke pesta ulang tahunnya jadi tidak enak kalau.."

"Aku tahu. Shindong hyung menceritakan semuanya,"sekali lagi Siwon menyesali perkataannya. Tapi dia akan lebih menyesal lagi jika Shindong nantinya bercerita pada Heechul bahwa Siwonlah memaksanya untuk menceritakan semua detail yang terjadi semalam pada Heechul.

"Aku langsung pulang ke apartemenku begitu selesai pesta,"jelas Heechul lagi. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Siwon. "Sendirian,"tambahnya lagi sekalipun dia tahu informasi itu tidak berarti apa – apa buat Siwon yang mengaggapnya aneh.

Siwon mengangguk. "Istirahatlah Hyung. 1 jam lagi waktumu pulang,"kata Siwon berbalik dan berjalan keluar dapur dengan senyum mengembang.

.

"Aku pulang duluan,"kata Heechul pamit.

"Ne… hati – hati dijalan Hyung,"kata Hyukjae.

Siwon melemparkan senyum ketika matanya bertemu dengan mata Heechul sebelum langkah Heechul keluar toko. Heechul selalu mengawali jam kerjanya tepat waktu dan begitu juga saat jam pulang. Dia sangat keberatan untuk lembur, dengan alasan, Siwon tidak menambah uang overtime untuk itu. Biasanya Heechul mampir sebentar ke bar Shindong, atau toko buku favoritnya di dekat apartemennya atau langsung pulang ke apartemennya meskipun tidak ada siapa – siapa di apartemennya untuk berbagi waktu dengannya.

Siwon keluar dari pantry dengan membawa seember air dan tongkat pel ketika dilihatnya Hyukjae menjulurkan badannya keluar jendela melewati etalase kue. Hyukjae lalu turun dengan cepat dari etalase kemudian berlari keluar toko dan terdiam di tengah jalan memandangi sesuatu yang sepertinya sudah menjauh.

"Ada apa?"tanya Siwon ketika Hyukjae sudah kembali masuk ke dalam toko.

"Wuuaaah,,,Siwon~shi, mobil yang terparkir di depan itu benar – benar mengikuti Heechul Hyung. 3 hari ini aku mengamati dia selalu pergi begitu Heechul hyung kembali ke apartemennya,"kata Hyukjae tanpa benar – benar mengamati mimic wajah orang yang diajak bicara. Dia kemudian mengambil alih tongkat pel yang di genggam Siwon dan mulai beranjak ke sudut toko.

"Apa kau yakin?"

"Tentu saja tidak. Aku belum menanyai Heechul hyung jika ada orang yang menguntitnya. Heechul hyung pun tidak menceritakan sesuatu yang aneh kepadaku,"

"Apa kau sudah pernah melihat orang yang di dalam mobil itu?"

"Tidak terlalu jelas. Tapi sepertinya dia mempunyai penampilan menarik,"kata Hyukjae sambil berusaha membayangkan orang yang berada di mobil itu.

Siwon berjalan ke arah meja kasir dan mengambil ponselnya. Di tekannya angka 2 lalu menekan tombol panggil. Terdengar nada menyambung beberapa kali namun tidak juga diangkat oleh pemilik ponsel. Siwon mencoba menghubungi lagi nomor itu. Siwon hendak melepas apronnya ketika dia sudah menelepon untuk ketiga kalinya, namun tidak juga diangkat oleh pemilik ponsel. Namun segera bernapas lega ketika terdengar suara pemilik ponsel dari seberang.

"Ye Siwonnie?"sapa seseorang di seberang.

"Heechul Hyung, kau dimana sekarang? Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?"

"Ah..maaf. Aku tadi mampir sebentar ke minimarket. Aku sedang di depan kasir saat kau menelepon tadi. Ada apa Masi?"tanya pemilik ponsel yang ternyata adalah Heechul.

"Any…nanti saja ketika kau sampai apartemen. Hubungi aku begitu sampai apartemen hyung. Jangan mampir – mampir lagi,"kata Siwon.

"Mwo? Ada apa Masi? Katakan saja sekarang. Aku sudah berada dekat apartemen,"

"Nanti saja. Hubungi aku saat sampai apartemen. Bye,"kata Siwon kemudian menutup panggilannya. Dia yakin Heechul pasti mengutuki dirinya sekarang karena tidak segera mengatakan maksudnya. Siwon mengantongi ponselnya kemudian berbalik hendak ke dapur. Dilihatnya Hyukjae berdiri tak jauh dari dirinya bertumpu dengan tongkat pel memandangnya dengan pandangan menyelidik.

"Kalian tidak pacaran kan?"

.

Siwon baru saja selesai membaca biblenya ketika Heechul datang. Dia membuka kacamata hitamnya dan menyapa Siwon dengan senyum angelnya. Celana putih dan long sleves berwarna kelabu membuat wajahnya terlihat bersinar. Sepertinya tidak ada fashion style yang membuat Heechul tampak terlihat kumuh.

"Pagi sekali hyung?"tanya Siwon sambil melihat jam tangannya yang masih menunjuk angka setengah 8. "Kau tidak bergadang semalaman kan?"

Heechul memutar bola matanya. Dia memang selalu datang lebih awal jika dia terjaga semalaman. Biasanya untuk berpesta di bar Shindong. "Aku meneleponmu kemarin begitu sampai apartemen. Dan kau tahu itu jam berapa,"katanya kemudian.

"Bukan tidak mungkin kau keluar rumah lagi dan menghabiskan malammu di Shindong hyung,"Siwon bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Heechul yang berjalan ke arah ruang ganti.

"Aishh….cara bicaramu seperti seorang kekasih yang cemburu pada pacarnya Siwonnie,"kata Heechul . dia melangkah ke lemari lokernya menaruh tasnya dan mengambil pakaian kerjanya. "Kau boleh meneleponku semalaman jika itu membuatmu tenang untuk memastikan keberadaanku,"goda Heechul ketika menyadari Siwon terus mengikutinya hingga ruang ganti.

"Aku hanya memastikan bahwa chefku sampai dengan selamat di rumahnya. Aku tidak ingin menderita kerugian hanya karena chefku mengalami suatu accident dalam perjalanannya pulang ke rumah,"kata Siwon. Siwon ingin membahas tentang masalah mobil yang terparkir di depan toko mereka, namun mengurunkannya mengingat dia tidak cukup informasi tentang mobil misterius itu.

"Aaww…caramu mengucap 'chefKU' terdengar sangat seksi,"Heechul memasang senyum devil menggoda Siwon.

"Lupakan,"Siwon berbalik meninggalkan Heechul keluar ruangan ganti.

"Kau tidak berpikir aku sedang bermain dibelakangmu kan Siwonnie?"teriak Heechul sambil melongokkan kepalanya dari pintu memandangi punggung Siwon.

"Oh,,,hyung,"Siwon merentangkan tangannya sambil terus berjalan ke ruang depan tanpa membalas teriakan Heechul lebih panjang lagi.

.

Siwon bangkit dari tempat duduknya ketika Heechul keluar dari ruang ganti. Dia sudah mengenakan pakaian chefnya, mengikat poninya ke belakang dan mengenakan kacamata berbingkai tebalnya. Pinggangnya terlihat semakin ramping dengan apron yang mengikat erat tubuhnya. Siwon menahan napas sejenak melihat pemandangan yang terpampang di depannya.

"Aku akan membeli bahan yang habis. Kemarin sudah terlalu larut ketika aku menyadarinya beberapa bahan telah habis,"

"Baiklah,"

"Kau berani di sini sendirian kan hyung?"

"Kau mengkhawatirkanku? Bagaimana kalau aku ikut saja denganmu?

"Aiish…kau mulai lagi hyung,"Siwon membuka laci di meja kerjanya mengambil kunci mobilnya dan beranjak hendak keluar toko.

"Wonnie, apa aku boleh menitip sesuatu padamu? Handy cleanku habis,"

Siwon mengangguk, "Baiklah,"

"Aku ingin yang seperti ini. Aku biasanya membelinya di apotek 24 jam,"kata Heechul mengangsurkan botol berwarna pink ke arah Siwon. Siwon mengulurkan tangannya dan menerima botol dari Heechul.

"Baiklah, aku ingat,"kata Siwon lalu mengulurkan kembali botol yang diberikan Heechul.

"Bawa saja, aku tidak mau kamu salah membelikannya untukku,"

Siwon menarik kembali tangannya, "Baiklah,".Siwon berbalik dan keluar toko menuju mobilnya yang belum dimasukkan ke garasi toko dan hanya di parkir di depan toko. Masuk ke dalam mobil, ditaruhnya botol handy clean Heechul di tempat duduk di sampingnya dan mulai menyalakan mobilnya. Siwon terhenyak seketika melihat dari spion, mobil yang dicurigainya dengan Hyukjae kemarin sudah terparkir rapi di tempat biasanya. Tidak jelas apakah ada orang di balik kaca gelap mobil itu ataukah tidak. Karena kaca mobil itu terlalu gelap untuk dapat dilihat apa yang ada dibaliknya terutama dari jarak Siwon ke mobil itu. Siwon terdiam. Dia lalu mematikan mesin mobilnya kemudian keluar kembali dari mobilnyadan kembali masuk ke dalam toko.

Heechul keluar dari dapur begitu mendengar pintu toko terbuka. "Siwon? Kenapa cepat sekali?"

Siwon berjalan kea rah meja kasirnya lalu membuka laci dan menyimpan kunci mobilnya. "Aku rasa aku akan telepon Eunhyuk saja untuk membelikanmu bahan yang habis,"

"Dia datang jam 12. Bagaimana jika ada bahan yang kuperlukan dan habis?"

"Aku akan meneleponnya sekarang dan menyuruhnya datang secepatnya,"

"Kau aneh sekali Siwon. Kau tidak tega meninggalkan aku sendirian disini ya?"

"Ouh hyung…jangan mulai lagi,"Siwon mengambil ponselnya di saku lalu menelepon Hyukjae.

.

"Yak keluar kau. Kau…. Apa kepentinganmu? Kenapa kau mengambil gambar ke toko kami?"teriak Hyukjae sambil menggedor kaca mobil yang sudah berhari – hari dia curigai. Seseorang yang berada di dalam mobil terlihat sedikit panic, namun tidak bergeming untuk membuka pintu mobilnya.

Heechul yang baru saja masuk ke dalam toko setelah mengambil handy cleannya yang tertinggal di mobil Siwon kembali berlari keluar ketika mendengar teriakan Hyukjae. Dilihatnya Hyukjae berusaha untuk menarik handle pintu mobil yang terparkir tidak jauh dari toko mereka namun namun tidak bisa karena terkunci dari dalam. Teriakan Hyukjae yang melengking dan sedikit dilagukan bak Chritina Aguleira membuat para tetangga keluar menghampirinya. Beberapa ada yang membawa sapu lidi, tongkat pel dan ember berdiri mengepung mobil mahal berkaca gelap itu. Mereka mengacung – acungkan peralatan mereka, sedangkan yang membawa ember member warna music untuk menyemangati. Hyukjae semakin bersemangat mendendang sumpah serapahnya. Seseorang yang berada dalam mobil terlihat semakin panic. Dia kemudian menyalakan mobil berusaha untuk kabur.

"Yak…jangan kabur….paling tidak tinggalkan no Dompet mu..eh salah…alamatmu, supaya kami bisa menghampiri rumahmu dan menghajarmu disana,"teriak Hyukjae menggedor pintu mobil semakin kencang.

Siwon mendengar keributan di luar melonggokkan kepalanya dari balik jendela etalase. Dilihatnya Hyukjae ditemani gengnya semangat menggedor pintu mobil yang mereka curigai beberapa hari terakhir. Mobil itu berusaha kabur, namun Hyukjae dan gerombolannya menghalangi mobil itu sehingga tidak bisa bergerak. Siwon melihat Heechul berdiri tertegun diteras toko mengamati Hyukjae yang berteriak menggebrak kap mobil.

"Hyung, masuk ke dalam,"teriak Siwon kepada Heechul. Heechul melihatnya sekilas tanpa mempedulikan teriakan Siwon. Siwon bergegas keluar mendekati Heechul. "Aku bilang masuk. Jangan sampai kau terkena sapu melayang,"kata Siwon menyeretnya untuk masuk toko.

"Siwon, Enhyuk sedang marah – marah pada orang yang didalam mobil itu. Kita harus melerainya,"

"Aku akan kesana, tapi kau masuk ke dalam toko. Aku tidak mau kau terkena apa – apa,"Siwon beranjak melangkah ke luar toko setelah memastikan Heechul sudah masuk ke dalam toko. "Tetap disini dan jangan keluar,"kata Siwon sebelum benar benar menghilang di balik pintu.

.

Hyukjae menatap tanpa berkedip orang yang sedang duduk disebelah Heechul. Ya, dia orang yang tadi berada di belakang kemudi mobil yang dia kepung bersama geng komplotannya (geng gossip). Hyukjae sama sekali tidak menyangka, orang yang akan dia hajar tadi berwajah sangat imut dan innocent – menurut pemikiran Hyuk tentunya. Heechul memandang orang itu dengan penuh kasih, sementara bos Choi menutup erat bibirnya memandang sadis orang itu. Donghae, begitu Heechul memanggilnya. Nama yang terdengar sangat indah di telinga Hyukjae.

"Donghae, apa yang kau lakukan disini? Dan kenapa tidak menghubungi hyung?"kata Heechul. Tangannya mengguncang lengan Donghae. Donghae melemparkan senyum innocentnya. Matanya beralih dari Heechul lalu ke arah Hyukjae yang memandangnya dengan kekaguman, dan kemudian senyumnya menghilang ketika melihat Siwon yang tengah memelototinya dengan pandangan ingin membunuh. Donghae segera mengalihkan pandangan kea rah Heechul.

"Aku mencarimu sejak sebulan yang lalu Hyung. Aku mendengar kau bekerja di sini dari MontBlanc Bakery. Dan aku memutuskan untuk mencarimu kesini. Aku sama sekali tidak yakin dengan dirimu Hyung. Kau tampak lebih mempesona dari terakhir kita bertemu,"Heechul tersenyum tersipu dengan perkataan Donghae. "Kau tampak lebih bersinar. Makanya aku masih belum berani mendekatimu, dan aku ingin memastikan lebih tepat lagi,"kata Donghae sambil menggenggam tangan Heechul. Siwon membelalakkan matanya mendengar perkataan Donghae – dan mungkin juga karena melihat pemandangan di hadapannya). Alisnya menaut seolah menahan kata – kata yang akan dia lontarkan kepada Donghae.

"Aish…kau selalu membuataku senang Hae,"Heechul menundukkan mukanya yang bersemu merah, membuat Siwon semakin menautkan alisnya.

"Jadi, dia kenalanmu Hyung?"tanya Hyukjae memecah romantika pertemuan dua insan di hadapannya itu.

"Aahh…hyukkie…aku sampai lupa padamu. Hyukkie, ini Donghae, dia dongsaeng kesayanganku, Donghae, ini Hyukjae, kau bisa memanggilnya Enhyuk,"

Donghae mengulurkan tangannya ke arah Hyukjae dan Hyukjae menyambutnya dengan senyum lebar di bibirnya. Hyukjae merasakan jantungnya berdebar kencang saat tangannya bersentuhan dengan Donghae, dan saluran nafasnya terasa longgar untuk menghirup nafas.

"Dan yang ini adalah Bos Choi Siwon,"kata Heechul. Siwon masih memandangnya dengan tatapan membunuh dan tidak membalas uluran tangan DOnghae yang mengajaknya berjabat tangan.

"Donghae imnida,"kata Donghae masih mengulurkan tangan kea rah Siwon. Tapi siwon masih mengatupkan bibirnya rapat dan tidak juga mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Donghae. Yang ada malah tatapannya semakin membuat tulang DOnghae serasa lepas satu persatu dari sendinya.

"Siwon….kau membuat takut Donghae-ku,"kata Heechul membuat Siwon sejenak mengalihkan pandangannya ke arah Heechul. "Dia mengajakmu berjabat tangan Wonnie,"kata Heechul kemudian. Siwon menatap Heechul dengan pandangan protes, namun pada akhirnya membalas uluran tangan Donghae.

"Jadi, kau dongsaengnya Heechul Hyung?"tanya Hyukjae mencoba memecah konsentrasi Donghae agar tidak merasa teintimidasi oleh tatapan Siwon.

"Ya…,"jawab Heechul cepat.

"Hyung, bukan begitu sebenarnya,"kata Donghae dengan muka malu – malu.

"Jadi kau pacarnya? Atau kau salah satu pemujanya?"tanya Siwon sinis.

"Bukan,"jawab Donghae cepat. Dia kemudian memandang Heechul ragu – ragu. "Sebenarnya aku adalah pengawal Heechul hyung,"kata Donghae kemudian.

"Bodyguard?"amarah dimata Siwon hilang seketika berganti dengan rasa ingin tahu. Dia bahkan tidak bisa menutupi keingintahuannya sampai memajukan badannya bangkit dari sandaran kursi mendekat ke arah Donghae.

Donghae memandang kea rah Heechul. "Hyung?"

"Ya..kau boleh menceritakannya,"

"Aku adalah salah satu pegawai dari Tuan Han yang ditugaskan untuk mengawal Heechul hyung saat itu. Heechul hyung sangat baik sehingga tidak mengijinkan aku memanggilnya 'Tuan' dan malah menganggapku dongsaengnya. Tapi kemudian..,"

"Siapa itu Tuan Han?"tanya Siwon. Hyukjae mengangguk seolah setuju dengan pertanyaan Siwon.

"Itu karena dia sangat manis sekali. Kalian juga…"

"Siapa Tuan Han?"tanya Siwon ulang menggagalkan pengalihan topic oleh Heechul.

"Dia adalah kekasih Heechul hyung,"kata Donghae singkat. Heechul menyandarkan badannya sambil meloloskan napas besar. Siwon melakukan hal yang sama. "Tapi itu dulu,"tambah Donghae memandang Siwon dengan pandangan menjelaskan.

"Wuah…hyung…apa dia seprotective itu sampai menugaskan bodyguard untuk mengawalmu?"tanya Hyukjae. "Dia pasti sangat mencintaimu,"kata Hukjae kemudian. Wajah Heechul hanya datar tanpa ekspresi.

"Dan kau sekarang di tugaskan ke sini untuk menjemput hyungmu itu?"

Heechul bangkit kembali dari sandaran kursinya. "Apa benar Donghae?"ada kekhawatiran di suaranya.

"Tidak Hyung. Tidak tuan Choi. Aku tidak akan mengambil Chullie – mu. Aku hanya…"

"Yak…apa maksudmu Chullie-Mu?"bentak Siwon sambil memukul meja diddepannya yang justru membuata Hyukjae tertawa. "Kenapa kau tertawa?"

"Tuan Choi, aku memang mencari Heechul hyung, tapi tidak aku sudah tidak bekerja lagi pada Tuan Han, jadi tidak perlu khawatir aku akan membawanya kembali ke Tuan Han,"

"Kau sudah tidak bekerja lagi pada Han?"Heechul menarik lengan Donghae agar Donghae member perhatian kepada pertanyaannya.

"Ya Hyung. Aku sudah tidak bekerja lagi padanya sejak 2 bulan yang lalu. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu,"

"Apa kau sekarang sudah lebih tenang Tuan Choi?"goda Hyukjae pada Siwon. Siwon hanya membuang mukanya kea rah lain.

"Tapi hyung, bolehkah aku ikut bekerja disini? Agar aku lebih mudah melindungimu,"tanya Donghae.

"Tentu saja…,"kata Heechul dan Hyukjae bersamaan. Tapi tentu suara Hyukjae jauh lebih keras terdengar setelah mendengar ide itu. "Iya kan Siwon?"

"Yak…jangan memutuskan seenaknya,"kata Siwon.

"Ayolah Siwon….kau paham kan kita butuh tenaga lagi. Kau tak perlu susah susah memasang iklan, ini sudah ada pelamar. Kau juga tidak perlu takut pekerjamu akan jatuh cinta pada Chullie hyung lagi, karena kita sudah mengenal Donghae~shi,"

"Teruslah berkata begitu, aku akan menolaknya,"kata Siwon lalu beranjak pergi meninggalkan kursinya.

Hyukjae, Heechul dan Donghae memandang kepergian Siwon terdiam. "Dia benar – benar marah ya?"gumam Hyukjae.

"Aku akan bicara padanya dulu. Besok kau boleh bekerja disini Donghae,"kata Heechul lalu bangkit dari kursinya dan menyusul Siwon.

"Serahkan pada semuanya pada pawangnya Siwon…jadi, kau sekarang tinggal dimana Donghae~shii?"

.

.

.

TBC

.

Apa kalian merasa aneh dengan jalan ceritanya? Tidak apa – apa, karena aku juga merasa begitu. Aku tidak pandai bercerita, dan sangat pemalas, tapi aku berusaha agar cerita ini bisa aku selesaikan. Aku mohon maaf jika alurnya terkesan lambat. Terimakasih untuk reviewnya karena sangat menjadi penyemangatku untuk terus menulis.