Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: OOC, Plot berantakan, Alur ngebut, AU, Typo, ada tokoh OC, dll
(bales review dibawah)
Pertempuran
chapter 3
Normal POV
New York
Di sebuah apartemen mewah di kota megapolitan yang sangat diagung-agungkan oleh kebanyakan orang di dunia, tampak seorang wanita yang menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi nan megah dari balkon ruangan. Dengan ditemani segelas vodka dingin yang menyegarkan.
"Tidak biasanya kau meminum segelas vodka, Tequila." ucap sinis seseorang misterius dari dalam ruangan.
"Hanya menikmati, Cerberus!" Tequila mengoreksi ucapan orang misterius itu.
"Jadi, kapan kau meninggalkan dunia Hollywood?" tanya orang misterius yang dipanggil Cerberus itu.
"Masih belum saatnya, aku masih menikmati jalannya permainan ini, mungkin jika keadaanya mendesak." ucap Tequila seadanya.
"Tapi Lucifer itu nekad sekali, berniat menghancurkan Jepang dengan kekuatan yang seadanya." ucap Cerberus kagum, seraya menghisap cerutu miliknya.
"Ya, begitulah." balas Tequila singkat.
"Masalahnya adalah Amerika, pasti Amerika tak akan tinggal diam, apalagi agen-agen FBI dan CIA keparat itu pasti mengawasi Akatsuki." ucap Cerberus jengkel.
"Kau terlalu meremehkan Akatsuki, Cerberus! tentu saja orang-orangku telah mengumpulkan data-data dari agen-agen itu, mereka hanyalah masalah mudah, justru yang harus kita waspadai adalah..."
"ANBU."
"Kau sudah tahu? kalau begitu bagus."
"jadi yang meretas situs FBI adalah orang-orangmu? bravo... aku sungguh kagum." ujar Cerberus yang diiringi oleh tepuk tangan seadanya.
"Steve yang melakukannya, untuk masalah itu dia memang dapat diandalkan."
"Justru kaulah yang hebat, aku heran, kenapa wanita cantik sepertimu masih belum memilki pasangan?" tanya Cerberus, berusaha mengait informasi pribadi dari wanita di depannya.
"Itu adalah rahasia."
"Rahasia?" tanya Cerberus kembali, dia masih belum mengerti dengan kepribadian wanita ini yang serba rahasia.
Sejenak pembicaraan terhenti, suasana menjadi hening, lalu Tequila meneguk vodka miliknya, menyesapi gairah yang tersimpan di dalamnya, sungguh sumber dari segala kehidupan. Dan akhirnya ia kembali menatap cahaya yang menghiasi kota New York, banyak kendaraan berlalu-lalang dibawahnya, dia hanya tersenyum, dan berkata.
"A secret makes a woman, woman."
...
Sementara itu di gedung ANBU
Kedatangan Naruto dan Sasuke disambut sangat baik oleh agen-agen ANBU, baik itu Kakashi, Gay, Shizune, maupun agen-agen lain yang belum mereka kenal. Mereka juga diberi pelatihan, bagaimana menggunakan berbagai macam senjata, mempelajari berbagai macam strategi untuk menghadapi seluruh musuh. Untuk Naruto lebih ditekankan kepada latihan beladiri dan persenjataan, karena naruto juga ahli Karate. Sementara untuk Sasuke lebih ditekankan dengan strategi-strategi, dan jebakan, walau Sasuke juga dilatih Judo, olahraga beladiri yang dikuasainya.
Selama menjalani pelatihan itu, mereka berdua berkenalan dengan banyak orang, seperti Shikamaru sang pengatur strategi, Kiba beserta anjing pelacaknya, Sai seorang hacker, dan masih banyak lagi. Namun yang paling Naruto tak mengerti adalah seorang gadis bernama Shion yang terkesan misterius, gadis itu berpenampilan tertutup, berambut pirang, namun tidak sepirang Naruto, dan sangat pendiam, lebih dingin dari Sasuke.
Setiap Naruto menegurnya dia hanya balas menatap pria itu dengan tatapan sinis. Naruto juga bingung, namun entah kenapa, ada sesuatu yang misterius dari gadis ini, terlihat dari garis wajahnya, dan pantulan pupil matanya.
Naruto juga pernah bertanya tentang gadis itu kepada Kakashi, namun pria bersurai silver itu hanya bungkam seribu bahasa. Hanya ada satu informasi yang didapat oleh Naruto, yaitu bahwa gadis bernama Shion tersebut ada dibawah perlindungan ANBU, karena dia masuk kedalam program perlindungan saksi, ada sebuah kasus yang terkait dengan akatsuki tentunya yang melibatkannya.
Kini beralih ke Sasuke yang sedang meminta data-data yang ditemukan oleh seorang agen, namun sayangnya tidak ada data penting yang terdapat didalamnya. Sasuke hanya tersenyum masam, karena tugas pertamanya setelah menjadi seorang agen hanyalah memeriksa data-data yang menurutnya membosankan.
"Apakah ada yang lain lagi?" tanya Sasuke.
"Tidak, tetapi aku mendapat sedikit informasi, bahwa akatsuki adalah dalang di balik meledaknya kapal dagang milik Jepang di selatan Samudera Pasifik."
Kini Sasuke serius mendengarkan.
"Dan ada sebuah bar di daerah Osaka yang dikelola oleh Lucifer sendiri."
Dan Sasuke benar-benar terkejut, langsung ia berbalik menuju ke ruangan Kakashi, tak lupa terimakasih ia ucapkan kepada agen yang telah memberinya informasi. Dengan tergesa-gesa akhirnya ia sampai juga keruangan bercat abu-abu, dan memiliki dekorasi klasik di setiap sudut, "ada masalah apa Sasuke?" tanya Kakashi heran melihat tingkah Sasuke yang tak biasanya tergesa-gesa seperti ini.
"Ada info dari agen Genma, bahwa akatsukilah dalang dari meledaknya kapal dagang milik Jepang yang secara tiba-tiba, dan Lucifer diduga tengah mengelola sebuah bar di daerah Osaka." ujar Sasuke dengan menggebu-gebu.
Kakashi tersenyum dengaan penuh kemenangan, "sudah kuduga! aku telah menyadarinya lebih dulu, karena terdapat hal yang janggal dari kecelakaan itu, karena dari seluruh korban yang ditemukan, ada beberapa korban yang menggunakan rompi anti peluru, dengan kata lain..." kakashi berhenti bicara.
"Ini kasus pembajakan." ujar Sasuke menambahkan.
~oOo~
Seorang anak sedang berada di taman bersama sang ayah, kemudian anak itu berlari kecil sambil menikmati indahnya rerumputan dan beberapa bunga yang sedang bermekaran.
"ayah, kenapa kau tidak bertugas?" tanya sang anak kepada ayahnya.
"Aku hanya mengambil cuti, nak." ucap sang ayah.
Kemudian, setelah asyik bermain di taman, mereka berdua memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Saat tiba di depan rumah mereka, mereka melihat seorang wanita sedang ketakutan sambil menangis, "Kushina! apa yang terjadi?" tanya ayah anak itu kepada seorang wanita bersurai merah marun.
Sontak wanita itu menunjuk ke dalam rumah, yang tampak sangat ramai, sang anak pun bingung, tidak biasanya rumahnya dipenuhi tamu berpakaian serba hitam. Kemudian sang ayah masuk ke dalam rumah, dan sesekali berbincang dengan orang-orang yang tidak dikenali oleh sang anak juga wanita yang menangis itu.
Lalu orang-orang itu masuk ke dalam mobil berwarna hitam bersama dengan sang ayah, dan langsung berlalu begitu saja tanpa mengucap sepatah katapun. Tampak raut kekhawatiran dari wajah sang wanita yang hingga kini masih menatap ke arah jalan yang dilalui mobil tadi.
"Cepatlah pulang, Minato."
Sampai malam hari pun sang anak tetap menanti kepulangan ayahnya, anak dan wanita yang ternyata adalah ibu dari sang anak tersebut tampak sedih dan lelah karena ayah dan suami mereka tak kunjung kembali ke kediamannya. Sampai akhirnya terdengar suara telpon berdering, segera sang ibu mengangkat gagang telpon miliknya itu.
Detik demi detik, menit demi menit berlalu percakapan di telpon terlihat sanga serius, hingga akhirnya saat yang paling mengejutkan, sang ibu menangis terisak-isak. Sang anak herang melihat air mata ibunya yang berjatuhan tak kunjung henti, hingga akhirnya sang ibu menutup gagang telpon dan bicara pada anaknya.
"Ayahmu telah tiada."
Naruto tersadar dari tidurnya, keringat bercucuran disekujur wajahnya dan dia hanya tersenyum melihat tumpukan kertas yang ada didepannya.
'Sial, mimpi itu lagi.' ucapnya dalam hati.
Dan dia keluar dari gedung yang besar itu untuk menghirup udara segar sejenak. Halaman depan gedung itu tampak dipenuhi rerumputan sejuk, seperti surga ditengah hiruk pikuknya kehidupan perkotaan. "Sial, ini masih jam sebelas tetapi perutku sudah mulai lapar" ucap Naruto dengan raut muka bodoh miliknya, hari ini ia tak dibuatkan bekal oleh ibunya, sebenarnya dia yang menolak karena menganggap hal itu membuat dirinya seperti anak kecil.
Akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam, namun ia terkejut ketika hendak masuk kedalam, karena ia melihat Shion yang berpapasan dengannya, tatapan sinis terluncur kearah Naruto. Naruto heran, karena ia tidak tahu apa kesalahannya, kenapa Shion sangat tidak bersahabat dengannya.
Dilihat dari wajah dan postur tubuh, dapat Naruto ketahui bahwa Shion adalah tipe wanita mandiri, waspada, mungkin sedikit keras, dan juga sangat berpegang teguh dengan pendirian, itu sangat terlihat dari wajahnya yang tirus, dan juga tatapan matanya yang tajam bagaikan elang, sepertinya ada misteri yang tk bisa diungkapkan naruto yang terdapat pada gadis ini.
"H-hai Shion." sapa Naruto, mencoba untuk bersikap ramah.
tetapi dibalas dengan dengusan kasar, seolah gadis itu tak peduli pada Naruto, dan dia berusaha sekali lagi untuk menyapanya. "Halo Shion." ucap Naruto kembali, kini dengan penuh hati-hati, takut perbuatannya dianggap tak wajar oleg gadis didepannya itu.
"Ada apa kau memanggil namaku?" tanyanya dengan nada sarkastik.
"Tidak, a-aku hanya menyapamu saja." jawab Naruto sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
Seketika Shion langsung pergi meninggalkan Naruto, "aku tidak punya waktu untuk meladenimu, masih ada tugas yang lebih penting untuk kukerjakan!" ucap kasar gadis itu.
"Tu-tunggu!" Naruto mengejarnya, dan berusaha meminta kejelasan darinya, "kau bukan agen ANBU, kau kan hanya anggota program perlindungan saksi mata!" seru Naruto.
"Memangnya itu jadi alasan supaya aku terus berdiam diri saja? kau hanyalah seorang agen baru, jadi jaga ucapanmu!" balas Shiho yang tidak suka oleh ucapan Naruto tadi.
"Bukan begitu maksudku! aku hanya memberitahumu bahwa keselamatanmu menjadi tanggung jawab kami!" ucap Naruto berusaha meminta maaf. Tetapi tetap saja Shion tidak menggubrisnya, sampai langkahnya terhenti ketika ponsel miliknya berdering.
Ternyata ada sebuah pesan masuk pada ponsel milik Shion juga milik Naruto yang memberi intruksi kepada mereka agar segera menemui Kakashi di ruangannya. Akhirnya mereka berdua memenuhi perintahnya dan segera menuju ruangan Kakashi, tanpa saling bicara satu sama lain.
Mereka membuka pintu secra bersamaan, namun mereka tidak menganggapnya sebagai hal yang istimewa. Dan di dalam ruangan tampak beberapa agen pilihan, termasuk didalamnya adalah Sasuke, "dobe, kenapa kau lama sekali?" tanya Sasuke yang agaksedikit kesal dengan keterlambatan temannya itu, Naruto sama sekali tak menjawab karena masih heran mengapa dia dipanggil.
"Naruto, mungkin kau heran dengan semua ini, kenapa kau dan Shion dipanggil kemari." ucap Kakashi seolah sudah mengetahui apa yang ada di dalam benak Naruto, sementara yang disebut namanya itu hanya mengangguk.
"Dan Shion, bukankah kau jug kaget, mengapa seseorang yang bukan agen dari ANBU juga dipanggil ke ruanganku?" tanya Kakashi kepada Shion, dan yang empunya nama tak menjawab.
"Naruto, ini adalah tugas pertamamu, biar kujelaskan detailnya, pertama-tama, apakah kau mengetahui tentang meledaknya kapal dagang milik Jepang yang sedang mengarungi Samudera pasifik?" tanya Kakashi.
"Tentu saja, berita itu menghiasi halaman pertama seluruh koran di Jepang." ucap Naruto bersemangat ketika mendengar 'tugas pertama'.
"Tapi, apakah kau mengetahui kalau kejadian itu sangat berkaitan erat dengan akatsuki?" tanya Kakashi, berusaha memancing Naruto untuk lebih bersemangat lagi.
"Apakah benar yang kau katakan itu?" tanya Naruto kaget.
"Ya, apa yang aku katakan semuanya benar, dan karena itu aku memintamu, Shikamaru, dan juga Shion untuk menyelidiki pelabuhan Tokyo untuk mendapat keterangan tentang kapal tersebut, karena terakhir kapal itu berlabuh sebelum meledak adalah di pelabuhan Tokyo." ujar Kakashi serius.
"Sementara Sasuke, Neji, dan Kiba, aku meminta kalian untuk menyelidiki bar yang diduga dikelola oleh Lucifer, dan aku minta kalian harus berhati-hati karena Lucifer pasti akan selalu mengawasi bar itu." ujar Kakashi kembali. Satu-satunya yang Naruto tidak suka adalah, Kakashi terkesan tidak adil, Neji, dan juga Kiba adalah agen yang cukup handal, pasti beruntung menjadi Sasuke, apalagi teme memiliki otak yang cukup encer, kemampuan yang hebat dan juga intuisi yang tajam. Sementara Naruto haru menjalani tugas ini bersama denga agen pemalas, dan gadis misterius yang tidak diketahui asal-usulnya.
Satu persatu agen telah meninggalkan ruangan, hingga hanya menyisakan Naruto, Shikamaru, dan Shion. Ketika mereka juga hendak pergi, Kakashi menghentikannya dan bermaksud mengatakan sesuatu yang sangat pribadi kepada Shion, tetapi karena Naruto dan Shikamaru juga ada disitu, maka apa boleh buat, maka Kakashi langsung mengatakan hal yang menurutnya penting.
"Shion, maaf jika aku baru memberitahumu sekarang, bukannya aku tidak mau kau mengetahuinya, tetapi aku sulit untuk mengatakan kegagalanku sendiri."
Kini Shion, bahkan Naruto juga Shikamaru mendengarkan Kakashi menjelaskan. "Sungguh aku minta maaf, karena aku tak bisa menyelamatkan nyawa tuan Mifune."
DEGG
"A-apa maksudmu?" tanya Shion. Sementara Naruto yang mendengar penuturan dari Kakashi menjadi semakin jelas semuanya. Sementara kakashi hanya tertunduk tanpa bisa mengatakan apa-apa lagi.
Terlihat cairan bening mengalir keluar dari pelupuk mata gadis bersurai pirang itu, tampaknya ia berusaha keras menahan kesedihan dan sebisa mungkin terlihat kuat didepan tiga orang lelaki yang menatap penuh kasihan kepadanya.
"Tidak apa, aku kaget, mungkin kedepannya aku akan terbiasa." ucap Shion berusaha bersikap tegar seolah tak terjadi apapun.
Dan akhirnya ia menyegerakan diri untuk keluar dari ruangan dan mempersiapkan dirinya untuk penyelidikan, termasuk Naruto dan Shikamaru.
~oOo~
Di perjalanan
Naruto menatap revolver miliknya, baru pertama kali dia meyentuh senapan mahal itu. Sementara itu Shikamaru yang menyetir mobil hanya menguap sepanjang perjalanan yang membosankan, sementara Shion yang duduk disebelah naruto hanya menatap pemandangan dengan sendu.
"Kau masih sedih dengan kematian orang yang bernama Mifune itu?" tanya Naruto, berusaha memulai percakapan. Shion menatap Naruto dengan tatapan aneh.
"Bukankah dia penjahat." ucap Naruto, sontak Shikamaru dan Shion terkejut. Dengan sontan Shion mencengkram kerah baju Naruto dengan sangat kuat.
"JAGA BICARAMU ITU! KAU SAMA SEKALI TAK MENGENAL DIA, TAHU APA KAU TENTANG MIFUNE?" pekik Shion berusaha menahan amarah yang meluap, namun tetap saja ia tak bisa krena nama orang itu disebut oleh Naruto.
"Sudahlah kalian berdua, bertengkar tak akan membantu, lebih baik kita berkeja sama, dasar merepotkan." ucap sebal Shikamaru. Hingga akhirnya mereka berdua menuruti perintah Shikamaru, pemuda cerdas yang kelihatan seperti pemalas.
Sampailah mereka di tempat tujuan, sebuah pelabuhan yang cukup ramai, banyak kapal-kapal tertambat di pelabuhan tersebut, ada yang sekedar singgah, ada pula yang memang berlabuh disini dengan keperluan tertentu. Setelah melewati pemeriksaan yang mendalam, akhirnya mereka dibolehkan masuk, Naruto segera turun dan membiarkan senjatanya tetap di dalam mobil agar tidak ada orang yang curiga kepadanya. Naruto mengangkat tangannya sebagai isyarat bahwa sekitar lokasi itu aman, Shikamaru dan Shion pun menyusul keluar, dan mengikuti naruto dari belakang.
Mereka melihat salah seorang petugas pengangkut barang sedang mengangkut barang-barang yang tersimpan di dalam kotak kayu. Inilah kesempatan mereka, salah satu dari mereka harus menanyakan informasi dari petugas ini.
"Biar aku yang bertanya padanya." ucap Shikamaru, dia mengajukan dirinya untuk menanyakan informasi. Naruto mengangguk dan segera bersembunyi di balik sebuah bangunan yang entah digunakan untuk apa, bersama Shion dia sesekali mengintip Shikamaru yang masih terus mengorek informasi yang mungkin berguna.
Setelah sekian menit berlalu, akhirnya Shikamaru kembali ke tempat Naruto dan Shion berada, dengan tampang malas dia sedikit tersenyum pada keduanya. "Pria itu bilang, kecelakaan naas itu bertepatan dengan hadirnya seorang pegawai baru dipelabuhan ini, perwakannya tinggi, dan katanya dia sangat pendiam, juga sangat suka dengan ikan hiu."
"Aneh sekali, pegawai itu terlihat sangat nyentrik karena menyukai ikan hiu." ucap Naruto sambil mendecak kesal, sementara Shion setelah mendengar ucapan Shikamaru menjadi kaku tak karuan, tampak keringat mengalir di pipi mulusnya.
"Dan pegawai baru itu sering berada di tumpukan peti kemas kosong, entah apa yang dia lakukan." ucap Shikamaru.
"Tapi jarak pelabuhan peti kemas dan tempat ini adalah dua kilometer!" ujar Naruto kesal.
Mereka memutuskan untuk mauk ke dalam mobil dan langsung melaju dengan kencang menuju ke pelabuhan peti kemas tempat barang-barang yang diimport dari luar negeri di periksa oleh badan bea cukai. "Semoga ketika sampai disana, dia ada tepat di depan mata kita." ucap Naruto penuh harap.
...
Sementara di tempat lain
Sasuke, Neji, dan Kiba berada dalam satu mobil yang dikendarai oleh Tazuna, seorang pria tua berusia sekitar enam pulu tahun lebih. Mereka semua terpaku dalam diam, tak ada satupun dari mereka yang bicara jika tidak ditanya, "kita akan sampai sekitar lima jam lagi, jika tidak ada hambatan." ucap Tazuna menjelaskan. Kiba hanya mendesah pasrah, pikirnya melayang ke akatsuki, sebegitu mengerikankah akatsuki? dia selalu membayangkan bahwa akatsuki hanyalah sebuah organisasi mafia bodoh, tetapi akhirnya dia sadar bahwa bahaya yang akan dia hadapi sangat nyata.
Sementara Neji yang sedari tadi terus memeriksa ponsel iphone miliknya, akhirnya bicara, "akhirnya kita dapat informasi yang lebih, karena disinyalir bahwa Lucifer mengelola bar tersebut melalui kaki tangannya yang bekerja sebagai bartender di bar itu."
"Bagus! dengan ini maka penyelidikan akan semakin mudah." ucap Sasuke.
Tazuna semakin mencapkan gas dan mobil pun melaju dengan kencangnya, mungkin terbakar semangat setelah mendapat informasi tadi. Lama-kelamaan mobil semakin kecil hingga menjadi sebuah titik hitam, karena semakin jauh.
Dan mereka sama sekali tak sadar jika ada mobil lain yang mengikuti mereka dari belakang, sebuah porsche hitam yang terkesan elegan dan dingin, yang dikendarai seorang pria bersurai hitam dan bermata onyx, ditemani seorang lelaki yang sedang menyesap rokok cigarettes. "Sepertinya mereka sama sekali tak menyadari kita, Azazel."
"Dan yang paling membuatku kaget adalah pria yang duduk paling belakang itu sangat mirip denganmu." ucap pria itu.
Bersambung...
Bales review dulu yah..
mifta. cinya: makasih, kamu adalah orang pertama yg review fic ini ^^, soal akatsuki, anggotanya tetap sama kok, tapi ada anggota tambahan yang tetap diambil dari chara naruto, trus ini bukan fic yaoi atau shonen ai, maaf ya :(, dan yg nyadap pembicaraan naruto dan sasuke itu bukan Mizuki, tetapi ada orang lain yang bakal diketahui sosoknya di chapter2 mendatang ^^
namikaze shira: salam kenal ^^ ,ini bukan fic shonen-ai, sorry ya :(, ya, alurnya memang agak cepat, tapi aku usahain biar agak lambat, yg nyadap pembicaraan sasuke & naruto bukan mizuki, tetapi mizuki juga punya hubungan dengan akatsuki, pokoknya lihat aja nanti ^^
guest aicinta: pairnya belum ditentuin, sayangnya sarusasu gak bakal jadi pair, mereka cuma jadi temen disini, sorry ya :( nih udah update kok
ajinomoto: makasih ya ^^, tequila itu siapa? mungkin di chapter2 mendatang akan terungkap, lalu hubungan naruto dan akatsuki sama seperti tadi, dichapter2 mendatang pasti akan terungkap kok, mudah2an kamu suka ya.
author note
oke, mungkin kalian bingung, kenapa ada shion di fic ini, pokoknya Shion merupakan bagian yg penting di fic ini, trus alurnya kecepatan ya? sorry ya, emang kebiasaan...
aku bingung nanti Naruto mau kayak gimana strateginya, jadi scene aku pindahin ke sasuke deh..., dan aku juga salah satu penggemar detective conan, jadi aku ngasih kata-katanya vermouth di bagian awal...
akhir kata, jangan lupa review ya...
