cast : masih sama dengan yang lalu kekeke ^^
sungmin choi - 1993
cho kyuhyun - 1990
siwon choi - 1987
lee sungjin - 1985
lee jongjin - 1990
happy reading ^^
BAB III.. kejadian itu merubah segalanya.
Busan , 27 july 2002 7 a.m
Pagi yang cerah, burung-burung berkicauan, awan-awan berterbangan tiada beban. Pohon-pohon pun ikut bersiul dan menari. Betapa asri kawasan yang senantiasa dirawat oleh empunya nya ini. Hidup indah bila dinikmati, dan itulah kenyataannya.
"sungjin, jong jin, sungmin jaga diri kalian masing-masing arra? Jangan ribut terus terutama kalian jongjin, sungmin! . sungjin kamu juga harus menengahi mereka, arra?"
"Siap ne!"ucap sungjin dengan semangatnya
"halmoieni, haraboeji … sungmin tau kalian mau honey moon kan? Bilang saja kalau mau berduaan. ish… Udah tua masih saja bermesraan." Celetuk sungmin
"manja deh mulai. Ga sopan lagi! Heh… cucu tersayang…" sanggah jong jin dengan penekanan disetiap perkataannya
"jong jin !" sungjin menengahi
"Apa sih hyung? Biasa aja ngomongnya!"
"udah jangan ribut! Halmoeni juga haraboeji memang mau ke luar kota miniie. Kita tidak bisa membawa kalian semua. Apalagi sungjin besok mau UAS kan? Sukses ya sayang. haraboeji janji deh pas pulang haraboeji pasti bawa oleh-oleh yang banyak buat kalian. Otokhe?" jelas young woon
"gomawoooo. Kami menyayangimu, pulang dengan selamat ya!" ucap sungjin semangat
"oke halmoeni berangkat dulu! Jangan nakal , nurut sama shin ahjuma ! Ingat selalu pesan halmoeni. Arra baby?"
"iya, nek. Mianhae jong jin selalu bikin ….hiks"
"udah – udah ko melow gini, kemana sifat pangeranmu hem? ahjuma saya berangkat dulu ya!"
CUP….CUP…..CUP,….CUP…CUP….CUP…
" hikss….hikks dadah halmoeni!"
"sudah miniie , jongjin kalian itu kenapa sih? Halmoeni cuman 3 hari, jangan nangis gitu!" canda sungjin meledek .
"aku sedih oppa , ga ngerti banget sih!" bentak sungmin
"ishh… bukan begitu!" sungjin membela
"udah deh hyung diam saja!" timbal jong jin
"tuh kan aku lagi yang salah, nasib-nasib! ahjuma, beresin kamar sungjin ya? Hehe…."
"bersihkan sendiri lee! , ahjuma mau ke pasar dulu. Oh iya shin ahjussi sedang mengantar tuan besar . antarkan ahjuma ke pasar sungjin…?"
"yak! Ahjuma ko balik merintah! Males ah!"
"cepat! Ini sudah agak siang, nanti ikannya akan habis!"
Akhir kata, sungjin harus mengantarkan Shin ahjuma ke pasar setelah ditarik begitu kuat oleh shin ahjuma . Tubuh sungjin yang tak atletis seperti remaja lainnya, harus mengakui betapa wanita tua seperti shin ahjuma ini lebih kuat darinya. 'Dunia ini tidak adil' mungkin sungjin berpikir seperti itu.
Malam yang dingin….
"sungjin oppa sedang apa?" tanya sungmin
"eh miniie, ini tadi siang oppa sibuk. Jadi sekarang belajar buat Ujian Akhirnya. Jangan ganggu dulu ya…" halus sungjin
" sibuk? kencan dengan shin ahjuma kan? !"
"yak! oppa selingkuh dariku? Tak apa sih, kalian cocok ko. " ejek sungmin
"iya betul sekali!" timpal jong jin
" ish terserah kalian sajalah. Oke jangan ganggu!" pastas sung jin mendengar hinaan dari adiknya itu
"ayo lminie , kita main!" ajak jong jin
"nah kalau begitu kan oppa tenang, akur terus dong!."
"kekeke… minie mau tidur dulu ya. Kalian harus tidur disini loh. miniie kan takut kalo tidur sendiri." manja sungmin
"bukannya kita mau main?"
"ga ah, miniie males. Good night!"
CUP…CUP
"oke , have nice a dream sayang. jong jin juga tidur sana!"
"aniyo hyung . Liat tuh ada snack down. Yakin tak ingin menonton ? ada si Gangrel kesukaanmu ituloh hyung!"
"NO! kuatkan iman ku Ya Tuhan, dari gangguan 2 setan ini!"
seketika ruangan itu bersorak mendengar omongan dari yang tertua diantara mereka, penuh tawa dan ceria. Kehidupan mereka bak jalan tol tanpa ada arang yang melintang, sangat lurus dan bahagia.
4 jam kemudian, 11 p.m
"ah…eh…ah" raungan terdengar dari seseorang yang terlelap begitu nyenyaknya
"ARGHHHHH…" kini raungan itu berubah jadi teriakan, yang sukses membuyarkan siapa saja yang sedang beraktivitas. Terutama sungjin dan jong jin yang sedang asyik menonton televisi. Televisi? ya, sungjin akhirnya tergoda melihat jagoannya tampil hari ini. Melupakan Ujiannya yang sudah didepan mata.
"ada apa ? bangun miniia- ah !" nada khawatir sungjin
"hikss hikss…. halmoeni... haraboeji opppaaaaa"
"minum dulu!" shin ahjuma menengahi
"sudah tenang. Kamu hanya mimpi saja ." Tenang sungjin merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya.
"hiks…hiks…oppa halmoeniiiii"
KRINNNG…KRINGGG…KRINGG….
"sebentar ahjuma mau angkat dulu telepon ya! jong jin ambil minum lagi."
"miniie ikut ."
Family rooms~
"ne, arraseo. kami sekeluarga akan segera kesana."
"nuguyaa?" tanya jong jin
"halmoeni dan haraboeji emm... kecelakaan! Sekarang ada dirumah sakit….hmm… sung jin mari kita kesana!"
"MWO ? Hiks….oppppaaaaa bagai mana ini ?" tangis sungmin kian menjadi
"sudah tenang, menangis tidak akan menyelesaikan maslaah. Ganti baju semuanya, dalam 5 menit kita berkumpul lagi disini! Cepat! Biar oppa yang menyetir." Putus anak 17 tahun itu dewasa
1 jam kemudian, ~
"ahjummmaaaaa , hiks…. opppaaaa, hiks…. …. halmoeni dan haraboeji meninggal ,….hiks…. nanti miniie tinggal dengan siapa? Hikkss…. "
Paginya, tangis duka berkecambuk dengan hebatnya disalah satu rumah yang ditinggalkan pergi untuk selama-lamanya. Tangis tak akan terkalahkan oleh tawa disaat seperti ini. Penyesalan tak sempat melihat merka untuk yang terakhir kalinya dirumah sakit menambah kekecewaan yang mendalam. Namun segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Memberikan pelajaran pada setiap umat-Nya.
Sudah 10 hari sejak kejadian itu menimpa, semua kembali seperti sedia kala. Namun, kesedihan tetaplah kesedihan tak berkurang sedikitpun.
"sungmin-ahh , lihatlah siapa yang datang!" shin ahjuma riang
"nuguya ahjuma?"
"uri eoma , miniie - ahh!"
Terkejut, itulah yang dirasakan sungmin saat ini. Kedua tangan dari wanita yang mengaku Ibunya ini terjulur kedepan meminta sungmin supaya memeluknya.
"eoma…. Hiks…hiks…. miniiie takut…."
"sudah jangan menangis lagi , malu sama shin ahjuma lihatlah. Sekarang ada eoma yang akan senantiasa menjagamu. Kau ingin ikut eoma ke seol kan hem….?"ajak eoma
"aku ingin tinggal disini eoma…"
"tapi di seoul lebih baik, ada eoma. Kasihan jika shin ahjuma harus menjagamu , sungjin, juga jongjin. Kottokhae?"
"hiks…hiks…"
"sudah uri aegya, jangan menangis lagi. Kau gadis yang kuat sayang!"
"eoma….."
"gwechana miniie , semua sudah terjadi."
Esoknya, gadis munyil yang 10 hari suram itu keluar dari rumah yang selalu ia idamkan, bersiap pergi untuk hidup yang lebih baik.
"ingat ya, sungjin oppa yang tampan dan jong jin yang jelek, kalian hanya milikku! Jadi kalian tidak boleh berselingkuh dariku! arraseo?"
"hahahah…. Kau ini siapa anak presiden eoh?" jong jin mengimpalinya
"kekekek…. Aku yang akan menjadi presidennya tau!"
"ne, oppa mendoakanmu , supaya kau jadi presiden. Sini oppa cium gadis manis ini!"
CUP…..
"jong jin tidak dicium?"
"ga ah jong jin kan bau! Kajja eoma kita pergi… daah…ahjumaaaa…"
"dasar minnie cengeng." Balas jong jin
sungmin menjulurkan lidahnya, lalu mempoutkan bibir lucunya ini. Pergi dengan ibu dan keluarga dia sebenarnya, bukankah lebih baik? Daripada harus hidup sebatang kara di negeri orang? Namun entahlah, kita lihat saja nanti.
'halmoeni! haraboeji ! tenanglah disana ! aku akan bahagia !'
27 july 2002, 10 a.m
Cheonamdong, korea selatan .
Belahan bumi yang lain sedang merasakan duka yang sama. Tat kala ada seseorang yang sangat amat disayangi meninggalkan luka yang tak akan terobati. Remaja itu - cho kyuhyun – terduduk lemas disamping mayat noonanya yang sedang dikeremasi. Hanya Menangis dan menangis yang bisa ia lakukan saat ini.
"noona…. jika kau pergi aku juga akan pergi… hiks… noona…tunggu aku… hiks."
Dalam diamnya ia meraung meski yang keluar hanya isakan kecil mengkhawatirkan. Hatinya meronta dengan kenyataan ini. Meskipun pelan namun nada suaranya dapat terdengar jelas oleh orang yang duduk disampingnya.
"tenang kyuhyun-yaa … kau masih punya eoma yang akan melindungimu…." Lirih wanita paruh baya itu.
'bohong kau jalang! Jangan mengaku sebagai ibuku! Kau yang membunuh noonaku! Aku tak akan membiarkanmu hidup tenang! Bersiaplah, Nyanya Park yang terhormat!'
Ancam kyuhyun dalam hatinya, menampilkan evil smirk andalannya. Tak taukah kyuhyun apa yang terjadi sebenarnya . namun itulah hidup penuh rahasia dan kebohongan!
Noona! Tenanglah aku tak akan menyayangi wanita selain kau! aku berjanji!
bagaimana , bagaimana? kalau tidak mengerti kalian bisa review dan menanyakannya.
maaf jika bahasanya tidak sesuai EYD, karena ini cerpen yang aku buat jadi bahasanya kacau dan males aku edit karena ini murni bahasa indonesia . kkk maafkan sayaaaaaa ^^
big thank untuk yang sudah review... ugh...
apakah masih membingungkan? di chap selanjutnya akan lebih jelas ^^
