Pairing : Hinata X …
Genre : Romance
Disclaimer : Masashi Kishimoto,I'm just Author!
Synopsis : Tampaknya Sasuke sedikit tertarik dengan Hinata. Ikuti saja chapter ini,author nggak pandai bikin summary.
Hari pertama Hinata menjadi ketua kelas. Tampak seperti biasanya,hanya bedanya Sasuke lebih dipuja-puja,padahal jabatan yang paling tinggi Hinata,tetapi yang dilebih-lebihkan Sasuke.
"Hinata." Sapa Kiba yang sedang membawa roti melon. Sepertinya dia baru membelinya di kantin.
"Iya,ada apa?" Tanya Hinata yang sedang duduk sendiri di bangkunya.
Kiba segera duduk di depan bangku Hinata.
"Kamu nggak makan? Mana bekalmu?"
"Ah,bekalku ketinggalan."
Kiba berpikir sejenak, "Kalau begitu ini,makanlah." Sambil menyerahkan roti melonnya.
"Ti..tidak,tidak usah…aku tidak lapar."
"Bicara apa kamu,badan kurus kecil begini masih nggak mau makan?"
"Aku…aku serius,aku sedang tidak lapar."
Kiba mendesah, "ya ampun,memang semua wanita begitu perhatian dengan berat badannya ya…"
"B…bukan,kalau aku makan nanti bagaimana denganmu? Bukannya sulit mendapatkan roti melon itu?"
"Iya sih…"
Tanpa pikir panjang,Kiba membuka bungkus roti melon tersebut,tetapi ia tidak membaginya. Ia malah memotong roti itu menjadi dua bagian.
"Nih,makanlah!" Kiba mengajukan roti itu di depan muka Hinata.
"Ti…tidak apa-apa?"
"Iya,kalau begini kan kita jadi sama-sama makan. Sudah,ambil dan makan!"
Awalnya Hinata merasa ragu,tetapi karena paksaan Kiba akhirnya ia menerimanya juga.
"Te…terima kasih. Pasti akan kubalas."
Kiba hanya tersenyum geli, "Haha,kamu itu…sudah anggap saja hari ini aku sedang berbaik hati."
Hinata tersenyum dan mengangguk pelan.
Di sisi lain,Sasuke yang sedang berbicara pada beberapa teman laki-lakinya melihat mereka berdua. Kiba yang tersenyum dan tertawa di depan Hinata,sedangkan Hinata yang tersenyum malu karena kebaikan hati Kiba. Semua itu,entah mengapa membuat Sasuke tidak pernah melepas pandangan dari mereka.
"Lalu…" kata Kiba saat dia sedang menikmati roti melonnya. "apa nanti kamu ada acara sepulang sekolah ini?"
"Sepertinya ada,sensei menyuruhku ke ruangannya setelah selesai kelas ini."
"Oh,apa perlu kutemani?"
"Tidak usah, Sasuke mau mebantuku,katanya."
Kiba melirik Sasuke saat ini sudah digerumbuli para siswi.
"Kau yakin dia akan membantu?
"Iya." Kata Hinata dengan percaya diri.
Setelah itu Kiba hanya diam saja. Melihat situasi canggung ini,sepertinya Hinata merasa ada yang aneh.
"M…memangnya kenapa,Kiba?" Tanya Hinata agak penasara.
"Ah,nggak,itu….yaah kupikir kamu sendirian yang mengerjakan,tapi kalau sudah ada temannya ya syukurlah."
"Ng…bukan itu,maksudku kenapa kau bertanya aku ada acara sepulang sekolah ini?"
"Itu….ah,lupakan saja."
Kiba yang sudah menghabiskan rotinya itu pergi meninggalkan Hinata begitu saja.
-00-
Seusai pelajaran , Hinata cepat-cepat membereskan bangkunya. Lalu Sasuke pun medekatinya.
"Ayo,ketua kelas."
Hinata kaget,tiba-tiba Sasuke mendekati dan mengajaknya.
"I…iya…" jawabnya ragu.
Jelas para siswi yang ada di kelas merasa heran dan curiga. Tetapi kecurigaan mereka hilang saat salah satu dari mereka mengingatkan bahwa mereka hanya mengemban tugas.
"Iya ya,mana mungkin kan Sasuke tertarik dengan cewek kecil dan pendiam itu." Bisik salah satu siswi,dan itu sedikit terdengar oleh Hinata.
Gerombolan siswi itu langsung pergi meninggalkan kelas. Begitu pula dengan Hinata dan Sasuke yang bebarengan pergi ke ruang guru.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke ketika mereka berjalan di koridor.
"Maksudnya?"
"yaah,yang dibilang mereka itu…apa kamu tidak apa-apa?"
Hinata kembali teringat perkataan siswi tadi, "Tidak apa-apa kok…" balasnya sedikit tersenyum.
Suasana hening kembali,keduanya menjadi sangat canggung,terutama Sasuke.
Sesampainya mereka ke ruang guru,dan Asuma sensei menjelaskan beberapa tugas yang harus dilakukan. Mereka harus mengumpulkan buku,menulis jurnal, menentukan piket,dan lain-lain.
Setelah itu,mereka berdua keluar dari ruang guru.
"Sepertinya tidak terlalu berat jka dilakukan berdua." Kata Sasuke.
"Iya." Hinata mengangguk.
Dan tentu saja, suasana kembali hening,karena tidak ada ang memulai percakapan.
"Anu…" Sasuke mencoba berbicara. "Karena sudah sore,bagaimana kalau kuantar pulang?"
"Apa? Ti…tidak usah repot-repot. R…rumahku dekat kok."
"Tidak apa-apa,aku tidak keberatan. Akhir-akhir ini kan banyak penguntit."
Hinata ragu,ia terlihat segan,sebenarnya ia ta ingin merepotkan Sasuke.
"Ayo,ketua kelas." Sasuke sudah setengah berjalan,tapi Hinata masih saja berdiri di depang ruang guru.
"Sudahlah,ayo." Sasuke menarik tangan Hinata tiba-tiba.
Bukannya Hinata senang karena Sasuke menarik dan memegang tangannya. Tapi ia bingun dan merasa tak enak.
"T…tunggu,U…Uchiha…" Hinata yang tangannya sedari tadi ditarik oleh Sasuke berusaha melepaskan genggaman tersebut.
Tapi Sasuke berpura-pura tidak mendengarkan.
Sampai di depan pintu masuk,dekat dengan loker uwabaki, ada seseorang yang berdiri di sana.
"Kiba!" Panggil Hinata.
"Ah,Hinata!" Kiba menyahut,tetapi pandangannya tiba-tiba teralihkan oleh tangan mereka.
"Ah,ti…tidak,ini." Hinata berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke,dan akhirnya berhasil. "A…ada apa Kiba? Kenapa kamu belum pulang?"
"Aku…aku menunggumu…kupikir bahaya jika kau pulang malam-malam begini."
"Be…begitukah?kalau begitu,Uchiha,aku pulang bersama Kiba saja. Kebetulan rumah kita searah."
Hinata mengganti uwabaki nya dengan sepatu hitam.
"Sampai nanti,Uchiha." Kata Hinata.
Sasuke hanya membalasnya dengan anggukan biasa.
Setelah itu,pandangan Sasuke mengarah pada Kiba yang tertawa bersama Hinata dengan gurauannya. Sasuke mengangkat tangannya setinngi dada. Dilihatnya telapak tangannya,ia berpikir baru saja semenit lalu aku menggenggam tangannya,rasanya ingin sekali menyentuhnya lagi.
Pertama kali ia menggenggam tangan seorang perempuan. Pertama kali ada wanita yang merasa ragu dan segan pada dia. Dan pertama kali juga…ia merasakan sebuah degupan kencang di jantung yang tidak bisa ia artikan.
-to be continued-
A/N : Chapter 3 updated!
Bukan berarti UTS ku selesai,hehe,ternyata UTS nya 2 minggu lagi :p
Sensei ku mah kemarin bilangnya minggu depan,ternyata… XD
Jadi karena sekarang libur panjang (padahal cuma 3 hari) akhirnya aku bikin chapter 3 deh. Gara-garanya si kouhai ku (Sebut saja agus /plak) merengek minta chapter 3 di update,banyakin SasuHina,dan lain sebagainya. Mungkin kalau dia baca ini aku di omelin lagi, "kakak,pokoknya apapun yang terjadi harus SasuHina!" yah,begitulah yang kudengar setiap hari dan setiap aku update.
Oh,ya Uwabaki itu sepatu yang biasanya di pakai ketika masuk sekolah. Tahu kan,kalau lihat di anime yang ber-setting high school sering kali mereka ganti sepatu. Nah,yang mereka pakai itu sebutannya adalah uwabaki.
Terima kasih sekali untuk yang me-review. Mungkin tanpa komentar-komentar kalian,aku nggak akan update secepat ini. Lalu banyak juga yang bilang bukan Azuma,tapi Asuma,hehe. Itu murni kesalahan ku. Maaf ya… sekali lagi,salam kenal buat semuanya.
Kalau ada yang punya twitter ,follow twitter ku/add fb ku ya. Aku nggak maksa kalian semua untuk nge-follow,tapi aku ingin jadi teman-teman kalian. Aku memang seperti ini,selalu menghargai pendapat dan kritik orang,jika ada yang berbuat begitu aku ingin menjadikannya teman. Karena tanpa kritik dan pedapat, aku tidak akan tahu letak kesalahanku. Yang paling penting adalah dukungan kalian padaku. XD
fb ku "Rulia Intan Sari" dan twitterku "riisa3104" . kalau di mention nanti aku folbek
