Chp 3
Wonwoo berjalan menuju bangunan kokoh bernama 'Désirer' yang berdiri didepannya, menyusuri lorong dengan pencahayaan setiap sudut lorong wonwoo selalu menemukan sepasang sejoli yang sedang bercumbu ria disertai suara-suara nista mereka.
'Apa mereka tidak punya malu?' Kesal wonwoo.
Wonwoo berjalan mendekati meja bar,menghampiri sepasang wanita cantik yang duduk disana satu berambut cokelat dan lainnya berambut pirang.
"Ah wonwoo kau sudah datang, apa kabarmu? Kau tampak cantik sekali sekarang " sapa salah satu wanita cantik dengan rambut cokelatnya yang tergerai indah berdiri di depan meja bar tersenyum ramah pada wonwoo."Minkii~" panggil wonwoo pada wanita cantik berambut cokelat tadi, minki hanya tersenyum menanggapinya mereka saling melepas rindu, mereka berbincang membicarakan hal tidak penting sampai-sampai mereka mengabaikan wanita lainnya yang duduk tepat disamping wonwoo berdiri yang tengah jengkel mendengar suara cekikikan genit wonwoo dan minki.
"Maaf jika aku mengganggu acara temu rindu kalian tapi wonwoo,kau terlambat 3 menit jadi lebih baik kau ganti pakaianmu dan mulailah bekerja."judes seseorang yang duduk disamping wonwoo namun membelakanginya ,dari atas sampai bawah wonwoo sangat kenal dengan orang tersebut,wonwoo mengacungkan jari tengahnya di belakang kepala orang tadi,minki hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau cerewet sekali jeonghan-_ minki saja tidak marah" wonwoo menggerutu lalu berjalan ke ruangan bertuliskan 'staff only'.
.
.
.
Mingyu menghela nafasnya kasar,risih dengan kehadiran wanita-wanita berpakaian seksi yang berkerubung di mejanya, teman-temannya tampak menikmati, beberapa dari mereka justru bercumbu mesra. Ia berjalan menuju meja bar meninggalkan tempatnya,badannya bertabrakan dengan orang-orang yang sedang menari di lantai dansa dan berlalu lalang seperti dirinya,beberapa wanita sengaja menabrakkan diri mereka pada mingyu,mereka menempel,meraba dan mencoba menggoda pria itu.
"Aku pesan susu hangat satu" pesannya pada bartender wanita yang berdiri membelakanginya di balik meja bar,Mingyu menekukkan wajahnya dimeja,kepalanya sakit,rasanya seperti akan pecah,rambut gelapnya berantakkan dengan tiga kancing kemeja teratasnya terbuka memperlihatkkan tulang selangka dan dada bidang mingyu. justru membuat mingyu tampak lebih seksi.
"Ah ya sebentar"wonwoo menjawabnya pelan sembari menahan geli 'yang benar saja? Susu hangat? Untuk apa dia pergi ke bar jika ingin minum susu lebih baik dia pulang dan minum susu dari ibunya' wonwoo terkekeh geli namun segera ditahannya,dia tidak ingin di berhentikan di hari pertamanya karna menertawakan pelanggan. 'Konyol sekali'pikirnya.
Mingyu menggerutu,kenapa dirinya sial sekali hari ini,di mulai dari meetingnya yang gagal,seokmin yang ceroboh ,si nenek lampir menyebalkan yang terus saja mendatangi kantornya ah dan jangan lupakan suara musik yang berdentang keras seperti akan memecahkan gendang telinganya menambah rasa sakit kepalanya, ia menyesal mengikuti ajakan temannya untuk berkunjung ke bar.
"Ini"ucap wonwoo meletakkan secangkir susu di atas kepala si pria konyol -menurut wonwoo-,wonwoo tidak sadar dan tidak tahu jika itu mingyu,suasana yang gelap dan wonwoo yang tidak terlalu perduli dengan pelanggannya.
Mingyu sendiri merasa mengenali suara ini tapi ia tidak yakin mungkin karna dirinya terlalu merindukan orang itu ia jadi terbayang-bayang oleh orang tersebut'bahkan suara bartender saja terdengar seperti suaranya'mingyu yakin halusinasinya terlalu berlebihan lantas ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
Wonwoo yang bingung dengan tingkah pria itu menggelengkan kepalanya, wonwoo yakin pasti pria itu tidak mendengarnya dengan menganggukan kepalanya ia berteriak "Tuan ini susumu, silakan dinikmati!"wonwoo hanya berniat menyadarkan si pria konyol tadi tapi tak ada respon dari pria tersebut karna kesal wonwoo buru-buru akan berjalan kepojok mendekati teman kerjanya untuk membantu pekerjaan mereka, sejujurnya ia takut pria itu justru marah oleh sikapnya karna itu ia mencoba melarikan diri namun tangannya ditahan oleh pria tadi.
Mingyu bergerak cepat menahan tangan bartender wanita yang tadi meneriakinya, Mingyu yakin tadi bukanlah halusinasi semata, tapi itu memang suara wanitanya Mingyu yakin dengan hal itu.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu"Wonwoo bertanya dengan gugup,pria itu diam lalu mengangkat wajahnya menatap sosok cantik dihadapannya,wonwoo yang tidak tahu jika si pria konyol itu adalah kim mingyu dikarenakan suasana yang gelap dan wonwoo yang tidak terlalu perduli dengan pelanggannya. dan terkejut adalah hal pertama yang wonwoo rasakan ketika wajah dari orang yang paling ia hindari saat ini justru berada di hadapannya.
Wonwoo mencoba melepaksan tangannya, 'terlepas'pikir wonwoo senang. Tapi mingyu dengan cepat memegang pergelangan tangan wonwoo lagi dan mencengkramnya kuat "Jangan pergi" mohon mingyu padanya,menatap mata wonwoo yang bergerak-gerak gelisah melirik kesana-kemari, wonwoo dilanda gugup dan takut bersamaan.
"Lepaskan aku sial"Gertak wonwoo berusaha melepaskan tangannya yang memerah akibat cengkraman mingyu yang terlalu kuat, mingyu sadar akan perbuatannya melepaskan cengkramannya lalu menggenggam jari-jari wonwoo, ia menggelengkan kepalanya, mingyu masih ingin wonwoo bersamaya.
"Disini saja,temani aku kumohon"mohonnya lagi, mingyu menautkan jari-jarinya pada tangan wonwoo erat seakan takut wanita itu pergi jauh dan meninggalkannya. Wajah wonwoo memanas olehnya,malu dan marah bercampur menjadi satu. "Haha yang benar saja kim,jika kau ingin ditemani minum sana kau minta temani dengan wanita-wanita disana yang menatapmu lapar" wonwoo menunjuk kearah pojok bar tersebut dimana banyak wanita dengan pakaian kekurangan bahan mereka menatap mingyu penuh harap."lagipula kau hanya minum susu, kenapa tidak kau minta susu pada ibumu saja" ejek wonwoo namun wanita itu buru-buru menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas dari genggaman mingyu panik setelah sadar dengan apa yang sudah dikatakannya barusan. Genggaman mingyu mengendur wajahnya mengeras mendengar kata-kata wonwoo,ia menatap wonwoo tajam.
Wonwoo membelai pipi mingyu "maafkan aku,sungguh aku tidak bermaksud berkata seperti itu"wonwoo menatap mingyu yang hanya diam,pria itu tidak meresponnya membuat wonwoo merasa sangat bersalah padanya.'kumohon katakan sesuatu'.
Mingyu tersenyum melihat wonwoo yang tadinya marah-marah berubah menjadi khawatir padanya,tangannya yang lain bergerak memegang tangan wonwoo yang berada di pipinya."kau cantik sekali" itulah ucapan yang keluar dari mulut mingyu, wonwoo salah tingkah dibuatnya. "Ya aku memang cantik"jutek wonwoo mencoba tuk menutupi rasa malunya,menarik tangannya dari pipi mingyu lalu melepaskan tautan jari-jari mereka. Wonwoo hanya berdiri di depan mingyu menemani pria itu dan tidak mencoba kabur seperti tadi karna merasa bersalah sudah mengatakan sesuatu yang kau taulah menyinggung.
Mingyu meminum susunya sambil tersenyum sementara wonwoo hanya menampakkan wajah datarnya."Maafkan aku untuk yang kemarin" sesal mingyu setelah menegak habis susunya. Wonwoo menaikkan satu alisnya,membungkuk mendekatkan wajahnya pada mingyu.
Wonwoo menggelengkan kepalanya,tersenyum menatap pria itu.
"Ya! Kau memang harus meminta maaf"
"Tapi lupakan saja dan terima kasih bayaranmu kemarin banyak sekali" wonwoo sengaja merendahkan dirinya, ia sudah tidak tahan berlama-lama berada di dekat mingyu rasanya ia ingin menangis saat ini juga jika mengingat kejadian kemarin ditambah mingyu yang berada langsung dihadapannya jadi ia mengalah agar bisa kabur dari sisi pria itu.
"Won.." "wonwoo! Tolong antarkan ini ke meja yang disana"pria dengan name tag 'Minhyun H' berteriak memanggil wonwoo seraya menunjuk meja yang terletak di pojok bersebrangan dengan meja mingyu dan teman-temannya memberi perintah.
Wonwoo menjauhkan wajahnya dari mingyu lalu membungkuk "Maaf tidak bisa menemanimu lebih lama,aku masih punya pekerjaan" ucap wonwoo berjalan menjauh dari mingyu menghampiri minhyun. Pria itu memberikan wonwoo nampan yang berisi banyak minuman dan menunjuk sebuah meja di pojokkan.
Wonwoo berjalan memutar menghindari kerumunan orang yang sedang menari. Mingyu mengikutinya,melihat gerak gerik wonwoo dari belakang.
.
.
.
"Ini minumannya"wonwoo meletakkan minuman tadi di meja yang berisikan empat orang pria,salah satu dari pria tersebut menunduk menatap layar ponselnya,wonwoo rasa mengenal pria itu tapi ia tidak perduli banyak orang yang memiliki gaya yang sama,sementara yang lain menggoda wonwoo. Wanita itu hanya tersenyum menanggapinya. Di seberang meja wonwoo bisa melihat mingyu duduk disana menatapnya tidak suka.
"Silakan dinikmati" Berbalik meninggalkan meja,tangan wonwoo ditahan oleh seseorang,Mingyu menatap marah dari kejauhan. Wonwoo menoleh dan pria itu tersenyum. 'Oh sial,dari banyak orang kenapa harus pria satu ini' batin wonwoo mengumpat mengetahui siapa orang yang lagi-lagi menahan tangannya.
"Wonwoo?" Pria itu memanggil wonwoo girang, wonwoo tersenyum manis mencoba bersikap ramah dan sopan "Oh hai jun" sapanya kikuk, " kau mau kemana buru-buru sekali? Ayo temani aku minum" jun mengulas senyuman manisnya pada wonwoo lalu menarik wanita itu untuk duduk disampingnya justru jatuh dipangkuannya 'jackpot'.
Wonwoo terkejut dengan tingkah jun yang tiba-tiba menariknya duduk, tubuhnya jatuh di atas pangkuan jun,tangan wonwoo yang menahan tubuhnya berada tepat di atas dada jun. "Apa yang kau lakukan?" wonwoo mendorong jun,berusaha berdiri dari pangkuannya. Pria itu tersenyum manis menahan pinggang wonwoo "apa lagi? Mengajak wanita cantik minum bersamaku" wonwoo hanya diam menanggapinya .
Mingyu yang mengepalkan tangannya marah 'sial kenapa brengsek satu itu ada disini' mingyu geram melihat tingkah pria yang sok tampan itu pada wonwoo. Ia berdiri memanggil seseorang,berbisik pada seorang pria bertubuh tambun yang menangguk mendengarkan perintahnya lalu berjalan menjauh.
"Ya aku tau aku cantik tapi lepaskan aku jun teman-temanmu melihat kearahku dan aku tidak bisa menemanimu"wonwoo berusaha melepaskan pegangan jun pada pinggangnya, bukan teman-teman jun yang jadi masalah tapi mingyu yang menatapnya marah dengan tangan terkepal.
"Ya kau tampak lebih cantik dari terakhir kita bertemu ketika kau menolakku" jun terkekeh mendekatkan kepalanya di ceruk leher wonwoo
"Jun hentikan,aku harus kembali bekerja" sigap wonwoo mendorong dada jun menjauhkan wajah pria itu dari lehernya.
"Oh ayolah? Kau tidak berniat menolakku lagi kan" ucap jun dengan nada suara yang dibuat-buat merajuk "lagipula disini tidak ada si tiang hitam" "dan juga bukankah kalian sudah putus?" Sambungnya, tangannya mengelus pinggang wonwoo. Dengan posisi seperti ini jun mendapatkan keuntungan yang besar karna berhadapan dengan dada wonwoo.
Wonwoo bergerak-gerak gelisah di atas pangkuan pria tampan itu, melihat kesana kemari mencari pertolongan dari siapapun terutama mingyu tapi pria itu justru menghilang dari tempatnya.
wonwoo ingin menangis ketika jun mendekatkan wajahnya pada wonwoo, ia bisa merasakan hembusan nafas jun yang hangat di dekat bibirnya, sedikit lagi bibir jun akan menempel pada bibirnya. namun gagal wonwoo di tarik dengan kasar oleh mingyu, pria itu menarik wajahnya lalu mencium wonwoo tepat di hadapan jun. Wonwoo membalas ciuman mingyu,mengalungkan tangannya keleher mingyu,membalas setiap hisapan kecupan dan lumatan yang mingyu berikan pada bibirnya.
Mingyu melirik jun menunjukkan senyum penuh kemenangan dalam ciumannya, sementara pria cina itu menatap mereka mengejek. Mingyu melepas ciumannya dari wonwoo,menarik pinggang wanita itu lalu mengecup lehernya seolah membuktikan pada jun bahwa wonwoo miliknya.
"Kau salah,ia masih wanitaku jadi menjauhlah darinya."Mingyu memperingati pria itu,ia mengeratkan pelukan di pinggang wonwoo lalu menatap jun remeh "Aku tidak suka berbagi apa yang menjadi milikku pada siapapun dan hanya karna orang tua kita pernah bersama bukan berarti kita saudara!" Jelas mingyu menatap jun benci.
"Lagipula ibumu itu sudah mati dan ayahku saja yang terlalu baik padamu!" Ejek mingyu, ia menarik wonwoo berjalan meninggalkan jun yang menatapnya remeh.
'Kali ini kau menang tapi lain kali jangan harap'Jun menyeringai menatap kepergian wonwoo dan mingyu yang berjalan menjauh dan menghilang dibalik pintu.
"Kau mau membawaku kemana jelek"wonwoo menyikut perut mingyu,menjauhkan tangan mingyu dari pinggangnya lalu berdiri di depan mingyu yang meringis kesakitan.
'Sial ini sakit sekali'pikir mingyu,rasanya ia ingin menangis.
"Ayolah aku tidak sekuat itu menyikutmu" wonwoo berdecak pinggang melihat mingyu,menurutnya pria itu terlalu berlebihan tapi mingyu tetap membungkuk memegang perutnya. Wonwoo mendekat pada mingyu menyentuh bahunya"kau serius? Apa sesakit itu"tanya wonwoo perhatian,ia ikut membungkuk lalu menatap mingyu yang memejamkan matanya "ayolah mingyu,kau bercandakan" tanyanya lagi.
"Kau" mingyu meringis tangannya bergerak kearah wonwoo sementara wonwoo menganggukkan kepalanya "ya?" Ucapnya,mingyu diam ia menarik wonwoo lalu mengangkat wanita itu menggendongnya ala bridal."kyaa" teriak wonwoo yang terkejut memeluk leher mingyu erat dan memejamkan matanya sedangkan mingyu hanya terkekeh dengan tingkah wonwoo.
"Kau kenapa?minta di cium?"goda mingyu, ia berjalan dengan wonwoo digendongannya
"Tidak aku hanya terkejut tadi" elak wonwoo, ia mengeratkan pelukannya pada leher mingyu,menyandarkan kepalanya di bahunya. "Kita mau kemana?aku masih harus bekerja gyu"tanyanya menolak tetapi tubuhnya bertindak sebaliknya,Wonwoo menghirup aroma maskulin dan merasakan hangat yang berasal dari tubuh mingyu.
"Menurutmu kita ada dimana?" Mingyu balik bertanya, ia berhenti didepan sebuah pintu lalu membukanya dan berjalan melihat sekeliling, ia tahu ruang apa ini.
"Kamar?" Tanya wonwoo bingung ia menatap mingyu yang tersenyum penuh arti kepadanya. "Kau mau apa?"wonwoo bertanya lagi.
Mingyu mendekatkan wajahnya pada wonwoo tapi wanita itu mengalihkan wajahnya,mingyu mengecup leher wonwoo "aku mau menghukumu" bisik mingyu tepat di telinga wonwoo membuat wanita itu merinding merasakan terpaan hangat nafas mingyu pada kukitnya,merebahkan tubuh wonwoo diatas ranjang berukuran king size.
Mingyu menindih wonwoo mengecup pipinya lalu mengelusnya,Wonwoo diam dengan perlakuan mingyu,mereka hanya saling tatap selama beberapa waktu.
"Terima kasih sudah menolongku dari jun" wonwoo mencoba memecah keheningan yang ada,tangannya bergerak-gerak membuat pola tak berarturan di dada mingyu menunggu balasan dari mingyu yang hanya diam menatapnya intens.
"Menyingkirlah aku harus kembali bekerja minki akan mencariku" wonwoo mulai merasa jengkel dengan tingkah diam mingyu,ia mendorong mingyu perlahan mencoba menyingkirkan pria itu dari atas tubuhnya.
"Berhenti menghindariku kita harus bicara,aku lelah diacuhkan seperti ini" keluh mingyu tangannya bergerak melepas dasi wonwoo"Kita belum berakhir kau tahu itu, aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu sungguh" lanjutnya lalu membuka satu persatu kancing rompi wonwoo.
"Aku tahu aku salah seharusnya aku memberitahumu terlebih dahulu bukannya pergi begitu saja tapi semuanya terlalu mendadak dan aku sedang dilanda amarah karna ulah ayahku. Aku tidak ingin melampiaskan semuanya kepadamu tapi aku juga ingin berbagi denganmu tapi aku saja yang terlalu pengecut justru melarikan diri dari kenyataan"jelasnya dengan suara serak,tangannya menarik keluar kemeja wonwoo dari dalam rok yang dipakainya.
"aku tahu kau marah padaku,maafkan aku" sesal mingyu menunduk menjatuhkan kepalanya tepat diatas payudara wonwoo, ia menghindari tatapan yang dilayangkan wnaita itu padanya.
Wonwoo mengelus kepala mingyu, meraih wajah mingyu lalu mengusap pipinya,menyisir setiap helaian rambut mingyu yang berantakan dengan jari-jarinya, ia mendengarkan semua penjelasan mingyu dalam diam karena sejujurnya wonwoo sudah tahu semuanya hanya saja ia ingin mendengar secara langsung dari mingyu.
Tak ada satu katapun yang keluar dari bibir tipis wonwoo, ia justru meraih wajah mingyu mengcup bibir pria itu sekilas lalu tersenyum,senyuman yang sangat dirindukan oleh mingyu.
"Aku sudah tahu semuanya, aku tidak marah padamu juga tidak membencimu tapi lebih tepatnya aku kecewa padamu pada hubungan kita, aku kekasihmu tapi tidak tahu apa masalah yang menderamu,aku justru mengetahuinya dari orang lain dan itu membuatku gagal menjadi seorang kekasih,membuatku tak berguna oleh sikapmu seolah hubungan yang kita jalani selama ini hanyalah omong kosong belaka" wonwoo mengepalkan tangannya diatas dada mingyu menarik nafas dalam-dalam "Kau tahu yang aku inginkan hanyalah mendengarkan penjelasan secara langsung darimu, aku tidak mempermasalahkan jika kau harus pergi apapun keadaannya tapi setidaknya belajarlah untuk percaya padaku dan jujurlah padaku, bagilah masalahmu padaku seperti yang selalu aku lakukan padamu ketika aku dalam kesusahan" ucap wonwoo panjang menghela nafas lega,mengusap pipi mingyu lalu mengcup bibir mingyu lagi sebentar,melingkarkan tangannya pada leher mingyu.
"Maafkan aku" sesal mingyu,wonwoo menggeleng meletakkan telunjuknya di atas bibir mingyu memerintahkan agar pria tampan itu diam. "Berhentilah meminta maaf dan lupakan saja,Aku tidak suka melihat kembali pada masa lalu,sebaiknya biarkan saja hal itu mengalir dan berlalu semestinya" "sekarang yang terpenting bagiku adalah kau ada disini bersamaku""berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku lagi apapun yang terjadi dan berjanjilah kau tidak akan merahasiakan apapun lagi dariku jika kau ingin aku memaafkanmu" tutur wonwoo bergetar matanya berair menahan tangis,melepaskan segala keluh kesah yang selama ini ditahannya untuk mingyu.
Mingyu menganggukkan kepalanya tanpa ragu,menarik pinggang wonwoo dan merapatkan tubuh mereka "aku berjanji untuk nona jeon wonwooku tercinta"ucapnya lantang,mingyu tertawa melihat semburat merah menghiasi pipi wanitanya lalu mencium wonwoo halus menyatukan bibir mereka dalam ciuman penuh kerinduan.
Mingyu mencium bibir wonwoo rakus menghisapnya sesekali mengemutnya,tangannya meremas payudara wonwoo tak keduanya sama-sama polos tak tertutupi sehelai benangpun seperti bayi baru lahir dan mereka sama-sama dilanda nafsu,gairah dan birahi yang memuncak.
Wonwoo pasrah dengan perbuatan mingyu mengerjai area sensitif tubuhnya, mulutnya bermain pada bagian atas kedua payudara wonwoo yang mengeras bergantian,mingyu menghisapnya dan sesekali mengigitnya dengan gemas lalu tangannya dengan tidak sopan memainkan kewanitaan wonwoo, satu jarinya bermain-main dengan daging kecil yang berasarang di sana lalu mencubit,menekan dan menggeseknya setelah bosan mingyu mengarahkan jarinya pada lubang wonwoo lalu bergerak keluar masuk dalam kewanitaan wonwoo,satu jari sudah bisa membuat wonwoo merasakan nyeri di area kewanitaannya tapi mingyu memasukkan 3 jarinya sekaligus,bergerak keluar masuk secara teratur didalam kewanitaan wonwoo menusuk-nusuk bagian terdalam wonwoo sementara bibirnya tidak berhenti bermain dengan payudara wonwoo, wonwoo menikmati semua perlakuan mingyu pada tubuhnya dan merasakan kenikmatan yang akan melanda dirinya karna ulah jari-jari mingyu, Mingyu yang merasakan tubuh wonwoo bergetar tanda wanita itu akan segera sampai pada puncaknya menghentikan pergerakan jarinya menggagalkan wonwoo dalam meraih puncak kenikmatannya berniat mengerjai si wanita yang terbaring penuh nafsu dibawah tubuhnya, dan berhasil wonwoo frustasi karna gagal merasakan kenikmatannya kepala wanita itu pusing karna diselimuti kabut nafsu yang menyelimuti kepalanya.
Tapi bukan wonwoo namanya jika mengalah begitu saja ia tidak ingin dirinya saja yang merasakan frustasi karna di permainkan "kau tahu aku paling tidak suka dipermainkan seperti itu" geramnya lalu mendorong mingyu dengan sisa-sisa tenaganya membuat pria tinggi itu terlentang, wonwoo duduk di atas mingyu tepat di area kejantanannya,mencium dagu lalu turun keleher menghisapnya dan memberi tanda yang menghasilkan warna merah muda menunjukkan kepemilikannya atas mingyu, tangannya bergerak mengelus dada bidang mingyu mengusap puting pria itu dengan sensual sementara tubuh bagian bawahnya sesekali bergerak menggoda kejantanan mingyu yang sudah mengeras bergesekkan langsung dengan kewanitaannya,mingyu mendongkakkan kepalanya menikmati setiap perlakuan menggoda wonwoo. Wonwoo meraih wajah mingyu, menciumnya penuh nafsu dan dibalas mingyu yang tidak mau kalah, tapi wonwoo yang masih kesal mengejutkan mingyu dengan mengigit bibir pria itu dengan sangat kuat membuat si empunya kesakitan, mingyu melepaskan ciuman mereka lalu mengusap bibirnya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah "kenapa kau menggigitku:(("adunya pada wonwoo yang mengedikkan bahunya tidak perduli, wonwoo berdiri mengangkangi mingyu bertumpu pada lututnya lalu mengarahkan tangannya bergerak kearah kejantanan mingyu mengelus dan menyelimuti benda tak bertulang yang sudah mengeras itu dengan tangannya lalu bergerak naik turun sesekali mengusap bagian puncaknya, wonwoo mengarahkan kewanitaannya tepat diatas mingyu, memasukkan kepala kejantanan mingyu perlahan menenggelamkan separuh kejantanan mingyu yang mengeras lalu mengeluarkannya lagi,wonwoo melakukan hal itu berkali-kali berniat menggoda pria itu.
Mingyu yang frustasi dengan ulah jahil wonwoo meraih pinggangnya dan menariknya"baiklah jika kau tidak ingin berhenti main-main maka biar aku saja yang memulai"kesal mingyu lalu tanpa babibu menghentakkan kejantanannya masuk kedalam kewanitaan wonwoo kasar membuat si empunya meringis kesakitan "nghhh sakithh bodoh"ucap wonwoo dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis karna merasakan sakit di area kewanitaannya tapi di acuhkan oleh mingyu, ia sedang menikmati bagaimana benda kebanggaanya dipijat dan dihisap oleh kewanitaan wonwoo yang sempit. Mingyu hendak membalik posisi mereka namun ditahan oleh wonwoo dengan wajah kesalnya "kau rubah posisi kita berhenti"ancamnya dengan suara dinginnya, mingyu hanya pasrah tidak ingin sesi bercintanya berhenti hanya karna si wanita merajuk.
Wonwoo bergerak dengan perlahan mendongkakkan kepalanya menikmati setiap kali kejantanan mingyu menyentuh titik terdalamnya,ia menarik tangan mingyu dan mengarahkannya pada payudaranya yang menggantung indah,memerintahkan pria itu untuk meremasnya. Mingyu menuruti perintah itu sudah berhasil membalasnya, ia sudah sangat frustasi dengan gerakan lambat wonwoo yang terkesan sengaja, miliknya sakit karna tersiksa dan nikmat di saat yang bersamaan "kumohon berhenti bermain-main nyonya kim,ini sungguh menyiksaku" keluhnya frustasi dengan wajah memerah menahan nafsu.
"Itu nghh yang kurasakanhh tadih dan janganhh ganti margaku sembarangan ngghh" ucap wonwoo disertai desahannya, ia mulai mempercepat gerakkannya dengan liar merasakan bagaimana kejantanan mingyu yang besar memenuhi dirinya,menikmati ketika ujung kepala kejantanan mingyu menyentuh dan menyodok tepat pada titik manisnya berkali-kali, miliknya seperti penuh dan sesak wonwoo sudah tidak tahan dengan kenikmatan yang dirasakannya, kewanitaannya berkedut memijat benda kebanggaan mingyu yang masih mengeras didalamnya,mengeluarkan cairan yang melumuri kejantanan mingyu yang masih bersarang tergeletak lemas diatas mingyu menikmati pencapaiannya.
"Kau tidak berniat menyuruhku bermain solo kan?"
Mingyu memelas dengan keadaan wonwoo yang lemas,ia tidak ingin memaksa tapi juga tidak mau berhenti karna dirinya belum mendapatkan puncak seolah mengerti keadaan menganggukkan kepalanya memberi izin dan dengan cekatan mingyu membalik posisi merebahkan wonwoo dibawah kukungannya, pahanya yang berotot melebarkan paha mulus wonwoo mempermudah jalannya dalam mengakses kewanitaan wonwoo, menarik keluar benda keperkasaannya lalu masuk dengan keras tanpa aba-aba membuat wonwoo mengerang merasakan ngilu karna mingyu yang secara tiba-tiba masuk,otot-otot kewanitaan wonwoo yang kaku memijat milik mingyu. Bergerak dengan cepat dan keras mengaitkan kaki wonwoo pada pinggangnya seolah melesakkan kejantanannya masuk lebih dalam pada pusat tubuh wonwoo, menumbukkan ujung kejantananya pada titik nikmat wonwoo menekannya setiap kali miliknya bertabrakan dengan titik terdalam tersebut menikmati bagaimana dinding-dinding kewanitaan wonwoo yang hangat menghisapnya dengan kuat.
"Nghh yahh disanaah"
Wonwoo mengerang nikmat tangannya meraih mingyu, mencium pria itu penuh nafsu menyalurkan hasratnya yang kembali membuncah, pinggulnya bergerak melawan arah mencari-cari kenikmatan yang tadi sempat dirasakannya, merasakan bagaimana milik mingyu yang keras menusuknya dengan tepat seakan membelah tubuhnya menjadi dua.
Tak ada suara selain desahan milik mingyu dan wonwoo serta bunyi yang tercipta dari benturan antar kulit dan decitan yang berasal dari ranjang, keduanya saling mencari nikmat satu sama lain tanpa henti,mingyu yang mempercepat pergerakkannya merasakan bagaimana milikknya membesar memenuhi wonwoo yang semakin sempit menghisapnya.
"Nghh aku akanhh keluar ahh"
"Mhh bersamaahh"
Mingyu mendorong milikknya dalam,menabrakkannya lalu menekannya tepat di titik manis wonwoo beberapa kali menyemprotkan berjuta-juta sperma hangat yang berlomba langsung menuju rahim menyatu dengan cairan milik wonwoo dan mengalir keluar membasahi pantat wonwoo.
Membaringkan tubuhnya disamping wonwoo yang memejamkan matanya terlelap lelah tanpa melepas kontak tubuh mereka, tangannya bergerak mengelus pipi seputih salju milik wonwoo, bibirnya mengecup bibir tipis wonwoo yang memerah tanpa bosan lalu membisikkan berjuta-juta kata cinta sebagai lagu penghantar tidur dan terakhir mengecup kening wonwoo penuh cinta.
"Aku mencintaimu".
Mingyu menutup mata menuju dunia mimpi yang diyakininya akan menjadi mimpi indah dengan wonwoo yang berada dalam pelukakkannya.
-End-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi boong kkk~
-TBC-
Done for chp3~
Hai again ppl'-')/
Sebelumnya aku mohon maaf buat typos yang bertebaran, kesalahan penulisan,jalan cerita yang membosankan, cerita yang kurang panjang ataupun kecepetan, tidak menarik dan adegan dewasa yang tidak hot-bow-. Aku sudah mencurahkan semua kemampuan yang aku miliki untuk chapter kali ini jadi mohon diterima segala kekurangannya. Terima kasih untuk yang sudah membaca dan memberikan review pada chp sebelumnya dan chp kali ini-bowing again-
Seperti biasa mohon tinggalkan review yaa~ dan jangan menjadi pembaca rahasia karna ga asik kan ketika kalian punya keiinginan buat komen tapi ga diungkapin? Dan juga review dari kalian adalah penyemangat buat aku dalam membuat cerita unfaedah ini -ketawa bareng kuda:re:seokmin-.
Thnks for your time and your support
Remember to be good and to be nice ppl;))
ありがとい ございまいし~
