The Sound Of The Light
.
.
.
Don't like don't read
.
.
MAYU P.O.V
Aku masih melihati keadaan dan sikap mama yang mulai berubah.
"Mama,apakah baik-baik saja. Aku ingin segera pulang. Maksudku pulang adalah ke Fairy Tail. Bisakah kita kesana mama?"
Aku memohon ibuku yang sesaat mengangkatku ke bahunya. Pinggul kecilku menyentuhnya. Tangan lembutnya menjagaku agar tidak jatuh.
"Ya benar kata anak itu. Aku bisa mengantarmu kesana." Dia sudah mulai menunjukan arah untuk menuju sana. "Maaf,aku bahkan tidak menanya kepadamu. Dasar sinting." Aku menatapnya dengan tatapan yang tajam. "Apa katamu!" pemuda itu bangkit dan tiba-tiba segera memantulkan serangannya. "Daya hisap god slayer!" aku segera menghisap semua kekuatannya.
"Jadi bagaimana? Akankah kita kesana?" aku terus menayakannya.
Dia mengangguk. Aku memasang senyum termanisku kepadanya.
"Kamu ingin menempel tanda guildnya dimana." Dia menatapku. Hatiku kaget.
"Aku tidak tahu." Aku memasang wajah emo-ku. Dia tiba-tiba tersenyum kepadaku. "Dai jobu. Aku akan menentukannya." Mataku terbuka. "Ah,arigatou! Mama." "Baiklah,ayo kita pergi." Aku mengarah kebelakang. "Dadah Natsu-nii." Aku melambaikan tanganku kepadanya.
NATSU P.O.V
'B-bagaimana dia bisa mengetahui namaku?! Apakah karena kekuatan god slayernya?' aku terus memikirkan tentang anak itu.
"Menurutmu itu apa Happy?" wajahku langsung berbalik kepada Happy yang sedang makan ikan.
"Mmm..ayu ritak tau..(aku tidak tahu). Apakah itu masalah bagimu?" dia melepehkan ikannya lalu berbicara kepadaku.
"T-tidak…hanya saja,,,,bagaimana ia bisa mengetahui namaku,dan bagaimana ia bisa mempelajari ilmu sihir god slayer hanya dengan waktu yang begitu cepat?"
"Nah,tak usah dipikirkan. Memangnya dia siapa?" aku hanya terdiam.
'Bagaimana dia bisa mengetahui namaku sedangkan aku tidak mengetahui namanya.'
"Dousyte?" Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan pelan.
LUCY P.O.V
Aku menghela sedikit nafas ku sambil memasuki guild dengan perlahan-lahan. Aku hanya menundukkan kepalaku. Aku mendengar sebuah pertengkaran.
"Aku pulang." Aku membunyikan suaraku sedikit sehingga tidak dapat terdengar. Aku meneteskan air mata. 'Haa…betapa rindunya aku dengan guild ini.' Aku berpikir dalam hati.
"Hai selamat datang di FAIRY TAIL!" seorang gadis dengan penampilan memakai baju biru dengan ikat talinya di belakangnya.
"Hallo, namaku Mira Strauss, senang bertemu denganmu." Aku kaget dalam hatiku tapi tetap saja aku menyembunyikan wajahku darinya.
"Aku tidak butuh sapaanmu. Yang hanya aku butuhkan adalah untuk masuk ke guild ini." Aku melewatinya dengan cepat.
"Dasar pemarah." Aku masih mendengarnya mendengus.
Aku menurunkan Mayu dari pangkuanku. Lalu aku berpamitan kepadanya. Aku akan memasuki ruangan kepala dari guild ini.
"Mayu tunggu disini. Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan ayahmu." Dia mengangguk lalu terdiam.
"Mama,aku takut. Bagaimana jika dia mengancamku?"
"Tidak. Seperti katamu,kamu akan melindungi mama kan?" aku tersenyum kepadanya.
Dia hanya tersenyum sambil memakan permennya. "Piko,jaga dia,ya."
"Nya.."
Aku mulai masuk.
"Master Mackarov. Ini aku Lucy." Dia segera lompat dari bangkunya.
"L-lucy!? Anakku. Apakah itu kau." Aku hanya mengangguk lalu menangis.
"Tapi kau tidak boleh berkata ke siapapun. Atau aku tidak akan memaafkanmu."
"Baiklah janjimu akan ku pegang anakku."
MAYU P.O.V
'Ya,jadilah aku menunggu mama disini.' Aku mulai pergi kesana kemari. Ke manapun aku pergi masih saja aku merasa bosan.
"Ne,apakah kamu mira-nee?" aku menunjuk gadis yang tadi baru saja dilewati oleh mama.
"Eh,kamu. Ada apa? Dan ya aku Mira,Mira Strauss. Yoroshiku-desu." Aku hanya mengangguk.
"Perkenalkan ini Piko. Dan aku Mayu." Dia mendadak diam.
"A-apakah kamu…Mayu…Mayu Dragfillia?"
"Ya,memang ada apa."
"Apakah kamu orang yang mengalahkan Natsu Dragneel? Si dragon slayer?" "Ohh….dia..aku memang mengalahkannya,,gomenasai. Tetapi bagaimana kau tahu?" "Aku memang sudah menyangka. Sebenarnya sihir apa yang kamu gunakan?"
"Tidak…itu hanyalah sihir biasa."
Aku masih menunggu mama. Aku mondar-mandir kesana dan kesini. Tiba-tiba…
"CEPAT BAWA DIA KE RUANG RAWAT!" seorang kakek tua yang menggunakan kumis dengan rambut yang atasnya dipotong.
'Mackarov Dreyar' bicaraku dalam hati seakan membaca pikiran.
Dia perlahan-lahan mendekatiku.
"Nak,apakah itu mama mu?" aku hanya mengangguk. "Kau harus ikut denganku!"
'Ada apa ini?'
