Title : You're My Pet

Author : V.D_Cho

Cast : Kyungsoo, Jongin dan teman-teman ^^

Genre : AU, Romance, Drama

Type : GS

Rate : T

Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^

It's a remake of a drama with same title, You're My Pet.

V.D Entertainment

.

.

Proudly Present

.

.

:::You're My Pet:::

Special FF For PORORO KIM

.

.

.

Third Shot : Becoming Yours

.

.

.

"Dia tidak pulang lagi," Kyungsoo bergumam pelan sambil berjalan memasuki kamarnya.

Kyungsoo berhenti didepan pintu kamar yang sudah ditinggalkan Jongin selama seminggu belakangan ini. Jongin tidak menghubunginya sama sekali dan Kyungsoo tidak bisa menghubungi Jongin dan ia juga tidak tahu dimana keberadaan Jongin saat ini.

Apa saat ini Jongin sudah menemukan pemilik baru?

Kyungsoo langsung menepis pemikiran yang baru saja melintas dikepalanya tersebut.

"Itu tidak mungkin…"

Kapan dia akan pulang?

:::You're My Pet:::

"Kyungsoo, kau yakin kalau dirimu tidak mengidap aleksitimia, 'kan?"

"Tentu saja tidak, eonni. Aku tidak mengidap penyakit apapun."

"Kalau begitu, kenapa kau bodoh sekali?!" Zitao berkata dengan nada membentak.

Kyungsoo agaknya menyesali tindakannya kali ini. Curhat dengan tunangan Yifan aka Zitao yang bermulut tajam sepertinya salah satu pilihan buruk. Dia tidak datang untuk dikatai bodoh. Tapi memang sih, kelakuannya beberapa waktu yang lalu itu bisa dikatakan tindakan yang bodoh.

"Aku… hanya kaget saat itu eonni. Itu kebiasaan burukku. Tanyakan saja pada Yifan oppa. Itu sebabnya aku sulit memiliki kekasih. Begitu mereka menyatakan perasaannya padaku, aku akan otomatis menolak mereka. Aku sebenarnya takut…"

Zitao berjalan mendekat kepada Kyungsoo dan menangkup wajah gadis tersebut dengan kedua tangannya.

"Dengarkan eonni. Yifan sudah pernah menceritakan kisahmu dulu. Tapi itu masa lalu, Kyungsoo. Jangan biarkan hal itu menahanmu untuk merasakan cinta,"

"Apa yang harus kulakukan sekarang?"

Zitao melepaskan tangannya dari pipi Kyungsoo dan berkacak pinggang.

"Apa lagi? Temui dia. Minta maaf atau apalah. Aku buruk dalam memberikan saran untuk masalah seperti ini. Lakukan sesukamu, Kyungsoo. Kau sudah menyita cukup banyak waktu berduaanku dengan Yifan,"

"Hehehe, terima kasih, eonni. Kau yang terbaik," Kyungsoo berdiri, memeluk Zitao dan mencium pipi Zitao. Lalu segera keluar dari kafe tempat mereka bertemu. Sepeninggalan Kyuungsoo, sebuah pesan masuk ke ponsel Zitao. Dari Kyungsoo.

"Eonni, sebaiknya kau segera memberitahu Yifan oppa. Aku harap keponakanku perempuan. :* " – Kyungsoo.

Zitao terkekeh melihat isi pesannya, "Semoga kau dan Jongin berjodoh, Kyungsoo,"

:::You're My Pet:::

Sekarang setelah masuk kedalam mobilnya, Kyungsoo baru ingat kalau dia tidak tahu dimana keberadaan Jongin saat ini. Ia merutuk dalam hatinya sambil mengetuk-ngetukkan jemarinya ke stir mobil. Kemudian ia teringat akan nama sebuah studio di naskah Jongin yang pernah ia terjemahkan dulu.

"Semoga saja dia ada disana…" Tanpa membuang banyak waktu, Kyungsoo melajukan mobilnya menuju ke BlueSky Studio.

:::You're My Pet:::

Sementara itu, Jongin terlihat sedang dalam situasi yang tidak disukainya. Terlihat dari raut wajahnya yang sama sekali tidak bersahabat meskipun dia tengah berhadapan dengan orangtuanya.

"Aku akan pergi sekarang. Aku mau pulang kerumah karena ku pikir ayah akan menyetujui keinginanku secara penuh,"

"Jongin…" Panggil sang ibu dengan lirih.

Jongin tidak menjawab, ia membungkuk hormat kepada kedua orangtuanya dan melangkah menuju ke pintu.

"Jongin," Kali ini ayahnya yang memanggil. Jongin berhenti dan berbalik.

"Ini penawaran terakhir dari ayah. Ayah akan mengizinkanmu untuk melakukan kegiatan drama musikalmu itu selama 6 bulan terhitung dari bulan ini. Setelah itu, ayah akan mengangkatmu menjadi penerus perusahaan kita,"

Jongin tersenyum, "Tidak, terima kasih. Aku masih tetap pada keputusanku. Aku tidak mau mengurusi perusahaan. Serahkan saja pada Jungin noona,"

"Jongin!"

"Aku pergi,"

:::You're My Pet:::

Setelah itu, Jongin tidak langsung menuju ke studio untuk latihan, melainkan pergi ke tepi sungai Han. Dia sudah menghubungi Sehun agar pemuda kelewat putih tersebut bisa memintakan izin pada pelatih mereka.

Setengah jam Jongin habiskan untuk bermenung ria seraya memperhatikan riak air sungai Han di depannya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Kyungsoo sudah berdiri di belakangnya sejak 5 menit yang lalu.

"Sudah puas menatapi sungai Han-nya?"

Jongin menoleh kebelakang dan terkejut saat mendapati Kyungsoo disana.

"Kyung? Sejak kapan kau berdiri disana?"

"Entahlah. 5 menit yang lalu mungkin. Apa yang kau lakukan disini? Kau bahkan tidak pulang,"

Jongin tersenyum lalu berbalik kearah Kyungsoo dengan posisi berlutut sehingga tingginya sekarang hanya sebatas perut Kyungsoo. Jongin memeluk Kyungsoo dengan posisi seperti itu, sedangkan Kyungsoo hanya diam sambil senyum-senyum sendiri di tempatnya, tidak tahu kenapa.

"Kenapa? Kau mengkhawatirkanku, ya?"

"Siapa juga yang khawatir? Tapi kau tinggal denganku. Setidaknya beri tahu aku keberadaanmu. Kau bahkan tidak mengangkat telepon dariku," jawab Kyungsoo.

"Aku sedang latihan. Pertunjukkannya sebentar lagi. Aku tidak bisa menggunakan ponsel karena pelatihku menahan semua ponsel kami selama latihan," ujar Jongin, kemudian dia melanjutkan, "Tapi… Boleh aku mengatakan satu hal?"

Kyungsoo berpikir sebentar, "Apapun. Katakan saja, Kai…"

Jongin melongggarkan sedikit pelukannya dan menatap kearah perut Kyungsoo, "Kau… terlihat agak gemuk,"

"Apa!?" Seketika senyuman Kyungsoo menghilang, digantikan dengan tatapan mengerikan. Berikutnya, dapat kita lihat Jongin yang sedang dipukuli oleh Kyungsoo dipinggir sungai Han.

:::You're My Pet:::

"Aish! Aku malu sekali…" Gumam Kyungsoo. Jongin yang sedang mengemudi terkekeh pelan. Adegan pukul-pukulan yang dilakukan oleh Kyungsoo tadi tentu saja menarik perhatian orang-orang yang juga sedang berada disana saat itu dan begitu Kyungsoo menyadari bahwa orang-orang tengah menatapi mereka, bahkan ada beberapa yang mengenali Jongin, Kyungsoo langsung menarik Jongin masuk ke mobil dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Kyungie…"

"Apa?"

"Malam ini aku tidur denganmu lagi, ya?" tanya Jongin iseng.

"Kai, jangan manja! Kau punya kamar sendiri,"

Jongin langsung memasang tampang merajuknya, gantian Kyungsoo yang terkekeh karena melihat wajah Jongin yang sama sekali tidak cocok untuk ekspresi seperti itu.

:::You're My Pet:::

"Kau mau kemana? Kenapa pakai bawa koper segala?"

"Ada perjalanan bisnis ke pulau Jeju. Hanya 4 hari,"

"Kapan kau berangkat? Nanti siang. Jam 2," jawab Kyungsoo tanpa menoleh. Saat tidak mendengar balasan dari Jongin, ia baru berbalik dan mendapati bahwa Jongin tengah berdiri di depan kamarnya sambil memakan es krim. Kyungsoo juga baru menyadari bahwa kaki Jongin diperban.

"Kakimu kenapa?"

"Cedera saat latihan,"

"Sudah ke rumah sakit?"

"Belum,"

"Kenapa belum?"

"Rencananya aku ingin memintamu menemaniku siang ini ke rumah sakit,"

Kyungsoo menatap Jongin dengan pandangan memelas. Bukannya Kyungsoo tidak mau, tapi dia juga harus mempersiapkan perlengkapannya untuk perjalanan bisnisnya.

"Maaf, Kai…"

"Tak apa. Lanjutkan saja packing-mu,"

Jongin berlalu menuju dapur dengan langkah sedikit pincang sedangkan Kyungsoo masih diam ditempatnya dengan perasaan bersalah.

:::You're My Pet:::

"Kau kenapa, Kyung?" Tanya Yifan saat melihat Kyungsoo tidak tenang. Penerbangan mereka mengalami delay selama satu setengah jam. Dan selama itu pula Kyungsoo terlihat cemas akan sesuatu.

"Oppa, bisa aku tidak ikut perjalanan ini?"

Yifan menatap Kyungsoo bingung, "Kenapa?"

Kyungsoo tidak langsung menjawab. Pikirannya saat ini tengah terfokus ke Jongin. Dia membayangkan tentang Jongin yang pergi ke rumah sakit sendirian dengan kaki yang cedera seperti itu, lalu saat Jongin hendak menyebrang, sebuah mobil melaju kearahnya dan menab–

"TIDAKK!" Kyungsoo memekik tiba-tiba. Membuat semua orang disekitarnya kaget.

"Kyung, kau kenapa?" Tanya Yifan.

"Oppa, aku harus segera pulang! Tolong urus koperku, ya,"

Kyungsoo bergegas meninggalkan bandara dengan menyetop taksi dan langsung pulang ke apartemennya.

"Kai!" Panggil Kyungsoo setibanya ia di apartemen.

"Kai, kau dimana?" Kyungsoo memanggil Jongin sekali lagi, namun tidak ada jawaban. Kyungsoo memeriksa kamar Jongin dan tidak menemukan Jongin disana, dikamarnya juga tidak. Jadi, Kyungsoo menerobos masuk ke kamar mandi dan mendapati Jongin sedang berendam di sambil mendengarkan musik menggunakan earphone dengan mata terpejam. Pantas saja Jongin tidak mendengar panggilannya tadi.

Kyungsoo menarik lepas earphone yang dikenakan Jongin. Jongin membuka matanya dan terkejut saat melihat Kyungsoo.

"Kyungie, kenapa ada disini? Bukannya sekarang kau seharusnya berada di Jeju?"

"Cepat selesaikan mandimu. Kita ke rumah sakit,"

"Tapi, kenapa?"

"Kakimu yang cedera lebih penting. Aku tidak bisa bekerja kalau terus-terusan memikirkan kakimu yang sedang cedera,"

"Kau berlari kemari?" Tanya Jongin. Keadaan Kyungsoo memang agak kacau dengan beberapa helai rambut yang mencuat keluar dari tatanannya dan pakaian yang agak kusut.

"Tidak. Aku menjambaki rambutku di dalam taksi karena bayangan yang tidak-tidak tentangmu terus berputar-putar di kepalaku,"

"Kau terlihat berantakan. Mau mandi bersama?" Tawar Jongin sambil menggeser posisinya di dalam bathtube.

PLAKK…

"Mandi saja, cepat!"

Jongin hanya bisa tertawa dan sesekali meringis sambil memegangi kepalanya yang baru saja dipukul oleh Kyungsoo. Dia terlalu senang karena Kyungsoo rela meninggalkan pekerjaannya demi dirinya. Padahal Jongin tahu sekali kalau Kyungsoo itu termasuk cukup workaholic.

:::You're My Pet:::

"Mau kemana? Kenapa rapi sekali?" Tanya Kyungsoo saat melihat Jongin mengenakan setelan jasnya. Tidak biasanya, karena Jongin hanya akan mengenakan kemeja, kaus oblong, atau sejenisnya kalau keluar rumah.

"Hanya mencobanya saja. Besok ada acara pernikahan salah satu temanku,"

"Perlu mobil? Kau bisa membawanya kalau mau,"

"Bagaimana denganmu?"

"Gunmo oppa akan menjemputku besok,"

Jongin terlihat tidak suka saat nama itu disebut, "Mau kemana? Bukannya bisa minta tolong Yifan hyung?"

"Yifan oppa sedang sibuk dengan Zitao eonni. Aku tidak ingin mengganggu mereka. Kami akan pergi menonton Swan Lake,"

"Pakai saja mobilmu. Aku akan dijemput oleh Sehun besok,"

Dengan demikian, Jongin kembali masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Kyungsoo menghela napasnya lalu kembali mengerjakan pekerjaannya di laptop. Jika dilihat dari ekspresi yang ditunjukkan Jongin barusan, Kyungsoo tahu kalau Jongin tidak suka dengan ide dia akan pergi bersama Gunmo besok, "Sepertinya aku salah lagi…"

:::You're My Pet:::

"Kai, temanmu sudah menunggu di depan!" Kyungsoo berteriak saat Jongin tak kunjung keluar dari kamarnya meskipun Sehun sudah tiba sejak beberapa menit yang lalu.

Pintu kamar Jongin terbuka dengan kasar dan sipemilik kamar terlihat sedang terburu-buru.

"Kyung, tolong pasangkan untukku. Aku terlambat!"

Jongin menyerahkan dasi hitam pada Kyungsoo, sementara dirinya sendiri memperbaiki kemeja yang agak berantakan karena dipakai asal-asalan, bahkan jasnya masih tersampir di bahunya. Kyungsoo menerimanya dan memasangkan dasi tersebut dengan cepat.

"Sudah,"

"Terima kasih, aku pergi dulu,"

Jongin berpamitan pada Kyungsoo dan mengecup pipi Kyungsoo secara kilat, lalu dia berlari menuju ke mobil milik Sehun. Kyungsoo terkekeh melihat Jongin yang kelabakan tersebut, ia melambaikan tangannya pada Jongin hingga akhirnya mobil tersebut tak terlihat lagi olehnya.

"Baiklah, sekarang giliranku untuk bersiap-siap,"

:::You're My Pet:::

Pukul 7 malam.

Kyungsoo sudah bersiap dengan cocktail dress berwarna hitam dengan aksen pita kecil di pinggangnya. Seharusnya Gunmo menjemputnya saat ini. Namun setengah jam yang lalu Gunmo sempat mengabarinya bahwa ia tidak bisa menjemput Kyungsoo karena masih harus mengurus sesuatu dan mereka akan bertemu di gedung teater saja. Jadilah Kyungsoo pergi sendiri menuju ke gedung teater.

Kyungsoo tiba di gedung teater sekitar 20 menit kemudian. Pertunjukan akan dimulai pada pukul 8. Dan ketika ia berniat menghubungi Gunmo, ia baru sadar bahwa ponselnya tertinggal di apartemen.

Kyungsoo merutuki dirinya dan memutuskan untuk menunggu kedatangan Gunmo di depan gedung. Kalau pun Gunmo sudah datang terlebih dahulu, pasti pria itu akan menghampirinya, begitu pikirnya.

Tapi hingga waktu pertunjukkan dimulai pun Kyungsoo masih tidak bisa menemukan Gunmo. Bahkan hingga setengah jam kemudian Gunmo masih belum datang. Kyungsoo akhirnya memutuskan untuk menggunakan salah satu telepon umum yang berada di sekitar area gedung untuk menghubungi Gunmo. Dia menekan beberapa digit angka dan menunggu hingga tersambung dengan Gunmo.

:::You're My Pet:::

Jongin tiba dirumah sekitar pukul 9 malam. Dia mendapati kondisi rumah yang gelap gulita dan tak ada tanda-tanda dari Kyungsoo disana.

"Ck… Kenapa dia harus pergi dengan si brengsek itu sih?"

Jongin menyalakan lampu bersamaan dengan menyalakan ponselnya yang tadi mati karena kehabisan baterai. Ketika hendak meletakkan ponselnya yang sedang di charger di meja, Jongin melihat ponsel Kyungsoo berada disana. Jongin mengambilnya dan melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Gunmo. Dan setelah itu, beberapa notifikasi tentang panggilan yang tak terjawab dari Kyungsoo juga masuk ke ponselnya yang baru saja menyala. Jongin baru saja ingin menyusul ke tempat Kyungsoo saat ponselnya kembali berdering.

"Gunmo oppa, aku…"

"Kau dimana, Kyungsoo-ya?"

"Kai?"

"Kau dimana? Aku akan menjemputmu sekarang,"

:::You're My Pet:::

Jongin sampai di gedung teater secepat yang bisa ia lakukan dan menemukan Kyungsoo yang sedang mondar-mandir di depan gedung. Kyungsoo baru berhenti ketika melihat Jongin berjalan kearahnya.

"Aku tidak tahu…"

"Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa mengingat nomor Gunmo oppa. Padahal aku menyukainya. Seharusnya aku bisa mengingatnya, tapi…"

"… Pertunjukkannya sudah dimulai, aku ragu harus masuk atau tidak. Lalu…"

Kyungsoo terus berceloteh dihadapan Jongin dengan tampang kebingungan. Jongin memegang kedua bahu gadis tersebut, "Hei, Kyungie, mau pergi denganku? Kita akan bersenang-senang,"

"Hari ini, aku akan menjadi Jongin. Atau Kai, atau siapapun yang kau inginkan. Aku akan menghiburmu," Lanjut Jongin.

"Kai… kenapa kau terlihat sangat keren sekarang?"

"Kau baru menyadarinya? Apa sekarang kau jatuh cinta padaku?" Tanya Jongin dengan mata berbinar.

Kyungsoo menatap Jongin datar, "Jangan bercanda. Ayo pergi!"

:::You're My Pet:::

"Kyungsoo-ya, berhentilah bergerak-gerak. Nanti kau jatuh,"

Dengan susah payah Jongin menggendong Kyungsoo yang tengah mabuk berat kedalam apartemen. Kyungsoo yang sedang mabuk itu sama sekali tidak mau diam dan terus menerus menggerakkan tubuhnya kesana kemari sehingga Jongin harus mengeluarkan tenaga lebih untuk menjaga agar Kyungsoo tidak terjatuh dari punggungnya.

Setelah sampai didalam, Jongin segera membaringkan Kyungsoo di atas sofa karena ia merasa tidak akan sanggup menahan Kyungsoo agar tidak jatuh jika harus mengantarnya hingga kedalam kamar.

Kyungsoo masih sibuk tertawa dan berceloteh tidak jelas saat Jongin membenarkan posisinya di sofa.

"Kita sudah sampai. Lepaskan sepatumu…" Ujar Jongin.

"Aa~ Lepaskan untukku…" Kyungsoo mengangkat kakinya yang masih berbalut high-heels pada Jongin. Jongin melepaskan sepasang sepatu itu sambil kembali berujar, "Kalau seperti ini, aku mungkin bisa melepas bajumu juga…"

Kyungsoo tertawa, "Lakukan sesukamu, buka saja semua. Hari ini aku sedang senang sekali… Lakukan saja~" Ujar Kyungsoo seraya menyapukan tangannya keseluruh pakaiannya.

"Wah… Kau benar-benar mabuk rupanya. Coba sebutkan siapa namaku."

"Nama?" Kyungsoo memasang pose berpikirnya yang terlihat sangat imut dimata Jongin, "Namamu… Kai. Kyaaa… Kaiii~"

Kyungsoo mengangkat kedua tangannya dan membuat gestur seolah-olah ia ingin menggapai Jongin sambil berteriak bak seorang fangirl.

Jongin mendengus, lalu menyeringai, "Kau salah,"

"Aku benar…" Jawab Kyungsoo masih sambil tertawa. Sementara itu, Jongin semakin memperkecil jarak antara mereka berdua.

"Salah…"

"Benar~"

"Salah,"

Dan bibir mereka akhirnya saling bertemu. Namun tidak berlangsung lama karena Jongin dengan cepat melepaskan pugutan mereka. Kyungsoo langsung merengut, "Kenapa? Katanya kau mau membuka bajuku…" Ujar Kyungsoo.

"Tidak. Kau mabuk. Tidurlah,"

Jongin akhirnya menggendong Kyungsoo bridal dan membaringkan Kyungsoo di tempat tidurnya. Ketika Jongin hendak keluar, Kyungsoo menarik tangannya.

"Tidur saja disini. Ini hadiah…"

Jongin tersenyum senang, "Ya, baiklah. Aku menerima hadiahmu. Sekarang tidurlah, Kyungie,"

:::You're My Pet:::

Pagi harinya, Kyungsoo nyaris berteriak saat melihat Jongin tidur disampingnya dengan lengan yang melingkari pinggangnya, tapi begitu dia mengingat bahwa itu adalah permintaan yang dikatakannya saat ia sedang mabuk semalam, Kyungsoo tidak jadi berteriak. Dengan perlahan Kyungsoo melepaskan lengan Jongin dan berjalan menuju ke kamar mandi. Setelahnya, ia ke dapur untuk membuat sarapan. Kebetulan ini hari minggu, sehingga ia tidak perlu ke kantor.

"Aku ingin ayam gorengku… cepat, cepat…"

Tiba-tiba saja Jongin muncul dan memeluk Kyungsoo yang sedang memotong bahan masakan dari belakang.

"Menjauhlah dariku, Kai. Aku tidak bisa bekerja kalau begini,"

"Kyung, ternyata kau lebih gemuk dari perkiraanku,"

Kyungsoo langsung berbalik dan menatap Jongin kesal, "Kai, kau terlihat imut sekali belakangan ini… Tangan…" Kyungsoo menengadahkan satu tangannya dan meminta agar tangan Jongin diletakkan disana. Setelahnya, Kyungsoo membentuk pistol dengan tangannya yang lain dan menembakkan pistol tersebut ke Jongin, "Bang!"

Jongin mengangkat kedua tangannya seperti posisi menyerah lengkap dengan wajah bingungnya, namun Kyungsoo berdecak, menggelengkan kepalanya beserta menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan beberapa kali.

"Ei~ Kau ini terlalu berlebihan," Rutuk Jongin. Setelah itu, ia mulai berpura-pura merintih sambil berguling-guling dilantai.

"Argh~ perutku… perutku…"

Kyungsoo tertawa melihat Jongin, dan 'menembak' Jongin beberapa kali lagi hingga ia puas.

"Sudah? Aku lapar Kyung…" Rengek Jongin.

"Iya, iya… aku akan memasak sekarang,"

"Aku mau ayam goreng,"

"Iya,"

"Yang banyak,"

"Iya, Kai…"

"Cepat ya,"

"Iya, iya. Kau ini tidak sabaran sekali sih!"

"Hahaha…"

:::You're My Pet:::

"Aku sedang berpikir…"

"Tentang?"

"Apa aku harus menolak tawaran itu?"

"Apa? Kau ini bicara apa?"

"Bagaimana kalau aku menolak tawaran dari Amerika itu?"

"Penari terkenal itu ingin bertemu denganmu, Jong. Ini tawaran langka…"

Sehun menoleh kearah Jongin yang tidak membalas ucapannya.

"Pasti karena Kyungsoo, ya?"

"Tadinya aku berpikir tidak akan ada masalah jika aku pergi. Tapi aku tidak bisa mengatakannya pada Kyungsoo. Apa aku pergi saja secara diam-diam dari rumah itu, ya?"

"Kau malah akan terlihat seperti laki-laki brengsek kalau pergi diam-diam seperti itu. Kau jatuh cinta padanya, Jong. Itu yang menahanmu,"

"Tapi dia tidak,"

"Omong kosong. Dia bersedia menerimamu tinggal bersamanya, rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi mengantarkanmu ke rumah sakit karena cedera, dia bahkan mencarimu saat kau tidak mengabarinya. Dia peduli Jongin, kau masih ada harapan,"

"Menurutmu begitu?"

"Ya, tapi aku tetap berharap kalau kau pergi ke Amerika. Itu kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Sangat disayangkan jika kau menolaknya,"

"Akan kupikirkan lagi,"

:::You're My Pet:::

Jongin buru-buru menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan pura-pura tidur saat mendengar suara Kyungsoo memanggilnya. Bukan apa-apa. Hanya saja, jika Kyungsoo sudah memanggilnya dengan cara berteriak, maka setidaknya akan ada salah satu dari tangan atau kakinya yang terkilir.

"KAIII!"

Jongin semakin meringkuk dibalik selimut saat pintu kamarnya dibuka oleh Kyungsoo. Jongin dapat mendengar suara ketukan antara hak sepatu stiletto milik Kyungsoo dengan lantai marmer kamarnya. Ia menyesal karena lupa mengunci pintu kamarnya.

"Aku tahu kau tidak tidur, Kai. Singkirkan selimutmu sekarang atau kau akan menyesal,"

Jongin masih bersikeras bersembunyi dan tidak mengindahkan kata-kata Kyungsoo. Kyungsoo sedang kesal, dan sebenarnya Jongin sama sekali tidak ingin membuat Kyungsoo semakin kesal, tapi dia tidak mau dibanting lagi oleh Kyungsoo. Jika Kyungsoo sedang berada dalam mood yang buruk, maka seorang atlet wrestling pro pun tidak akan bisa mengalahkannya.

Jongin mulai berkeringat dingin saat mendengar suara benda menghantam ke dinding, sepatu Kyungsoo.

'Kau akan mati hari ini, Jongin…' Batin Jongin.

"AAAA!" Jongin berteriak kencang saat Kyungsoo berhasil menarik lepas selimutnya dan berlari keluar kamarnya, lalu berusaha mengurung dirinya dikamar Kyungsoo secepat mungkin.

"KAI! Kemari!"

Dengan sekali percobaan, Kyungsoo berhasil membuka pintu kamarnya yang belum sempat dikunci oleh Jongin. Jongin baru saja hendak kabur lagi saat Kyungsoo menahan salah satu tangannya dan melakukan sebuah teknik bantingan padanya.

Suara 'gedebuk' terdengar saat tubuh Jongin menghantam lantai.

"AKH! Kyungsoo!"

"Wonbin sialannn!"

Kyungsoo melakukan teknik kuncian seperti biasanya dengan menjepit tangan kiri Jongin dengan kedua kakinya dan menariknya dengan satu tangannya.

"Kyungsoo! Sadarlah! Ini sakit…" Ujar Jongin sambil memukul-mukul kaki Kyungsoo dengan satu tangannya yang bebas.

"Kalau aku naik pangkat, aku akan memecatmu saat itu juga, Wonbin! Argh!" Kyungsoo menggeram kesal.

"ARGHH!"

–dan teriakan Jongin pun terdengar tanpa henti selama kurang lebih satu jam.

:::You're My Pet:::

"Aku bingung, kenapa aku bisa betah tinggal dengan wanita anarkis sepertimu," Gerutu Jongin saat Kyungsoo memijat tangan kirinya.

"Aku minta maaf. Biasanya Minjoon yang menjadi korbanku. Tapi dia sedang tidak ada,"

"Badanku sakit semua setelah kau banting tadi,"

"Benarkah? Lalu, kenapa kau tidak melawan?"

"Mana mungkin aku membantingmu seperti tadi,"

"Tidak apa-apa. Aku pemegang sabuk hitam judo. Tidak perlu sungkan," Ujar Kyungsoo santai.

"Pantas saja," Jongin facepalm.

"Hahaha, masih sakit?"

"Ya, punggungku…"

Kyungsoo meringis saat mendengar rintihan Jongin, "Sesakit itu?"

"Kalau aku tidak bisa tampil karena cedera punggung, itu salahmu, Kyung,"

"Maaf…" Kyungsoo berujar dengan kepala tertunduk. Jongin menyeringai padanya.

"Aku memaafkanmu…" Kyungsoo mengangkat kepalanya dan tersenyum, "… Tapi dengan satu syarat," senyum Kyungsoo luntur seketika.

"Apa?"

"Temani aku latihan hingga hari aku tampil dan datang di hari penampilanku,"

"Hanya itu?"

"Iya. Tapi bisa jadi lebih sih, hehehe,"

"Ish! Kau , baiklah. Call!"

"Call!"

:::You're My Pet:::

"Oppa, itu siapa? Pacarmu, ya? Cantik sekali…" Tanya Seulbi, salah satu junior Jongin yang akan ikut berpartisipasi dalam drama musikalnya.

"Ya. Kenapa?"

"Kenapa tidak diajak kemari saja? Biar eonni itu bisa berkenalan dengan yang lain. Kasihan dia duduk sendiri disana,"

"Ide bagus, Seulbi. Jemputlah dia kemari. Aku masih harus ke belakang panggung sebentar,"

Seulbi mengangguk antusias lalu berjalan menuju Kyungsoo, sementara Jongin pergi ke bagian belakang panggung. Kyungsoo ditarik oleh Seulbi menuju ke gerombolan para kru lainnya yang sedang bersantai diatas panggung.

"Semuanya, kenalkan, ini pacarnya Jongin oppa!" Ujar Seulbi. Kyungsoo mendelik pada Seulbi. Sejak kapan dia menjadi pacarnya Jongin?

Kyungsoo hanya bisa tersenyum kaku saat teman-teman Jongin yang lain berkenalan dengannya.

"Aku Sehun, kau pasti pernah melihatku, 'kan?"

"Ya. Kau yang menjemput Jongin dirumah waktu itu…"

"Wah! Kalian bahkan tinggal bersama? Hebat!" Celetuk Hyunwoo.

Kyungsoo merutuki mulutnya yang terkadang tidak sadar situasi kondisi jika dipakai untuk berbicara.

"Ka –Jongin kemana?" Tanya Kyungsoo. Ia hampir saja menyebutkan nama Kai, teman-teman Jongin pasti akan bingung jika dia menyebutkan nama itu.

"Oppa sedang ke belakang panggung. Kalau eonni mau menyusulnya, silahkan saja. Tangganya disebelah kiri sana," Ujar Seulbi.

Kyungsoo mengangguk dan berpamitan pada teman-teman Jongin. Namun, beberapa saat kemudian, seluruh kru ikut berlari menuju kebelakang panggung saat mendengar pekikan Kyungsoo.

"JONGIN!"

:::You're My Pet:::

"Jongin akan baik-baik saja, Kyung."

Sehun mencoba untuk tetap berkonsentrasi menyetir sambil memberikan kalimat penyemangat pada Kyungsoo yang terlihat pucat. Jongin berbaring di jok belakang dengan paha Kyungsoo sebagai bantalnya.

Ketika Kyungsoo pergi ke belakang panggung tadi, ia terkejut saat melihat Jongin terjatuh dan pingsan saat berjalan kearahnya.

Mereka tiba dirumah sakit tak lama kemudian dan Jongin langsung mendapatkan pertolongan pertama dari para dokter dan suster.

Begitu Jongin menghilang dari pandangannya, kaki Kyungsoo langsung terasa lemas. Ia nyaris terjatuh jika saja Sehun tidak menahannya. Sehun membantu Kyungsoo untuk duduk di salah satu bangku yang ada didekat mereka.

Mereka menunggu sekitar setengah jam sebelum akhirnya dokter keluar dan memberitahukan pada mereka bahwa Jongin pingsan karena kelelahan dan ia juga mengalami anemia ringan. Setelah Jongin sadar, ia akan diberikan beberapa resep vitamin, obat penambah darah dan bisa langsung pulang.

:::You're My Pet:::

Jongin membuka matanya, dan hal pertama yang dilihatnya adalah Kyungsoo yang sedang menatapnya sinis.

"Aku tidak ikut denganmu ke tempat latihan untuk melihatmu tiba-tiba pingsan dan membuatku nyaris terkena serangan jantung ditempat!" Omel Kyungsoo.

"Kyung, aku…"

Ucapan Jongin berhenti saat Kyungsoo memeluknya, "Untung kau tidak apa-apa. Jangan ulangi lagi yang seperti itu, kecuali kau ingin membunuhku."

"Hei, Kyung, jangan berlebihan. Kau tidak akan mati hanya karena melihatku pingsan…" Kekeh Jongin.

Kyungsoo melepas pelukannya dan memukul Jongin di dadanya.

"UGH! Kyungsoo-ya, aku ini pasien rumah sakit!"

"Rasakan!" Kyungsoo berbalik dan meninggalkan Jongin begitu saja.

"Kyungsoo-ya, kau mau kemana? Hei! Aduh!"

Sebuah pukulan mendarat dikepala Jongin. Pelakunya ada Sehun yang baru saja kembali setelah mengurus masalah administrasi Jongin.

"Dia hampir menangis saat melihatmu pingsan, kau tahu?"

"Benarkah?"

"Untuk apa aku bohong?"

Sehun melemparkan sebuah bungkusan cokelat pada Jongin.

"Itu obatmu. Kau terkena anemia ringan dan kelelahan. Minum vitaminnya secara teratur. Sekarang ayo pulang."

:::You're My Pet:::

"Kyung…"

Tidak ada jawaban.

"Kyungsoo-ya~"

Masih tidak ada jawaban.

Jongin sudah memanggil Kyungsoo berulang kali hingga dirinya bosan. Namun Kyungsoo sama sekali tidak mau menoleh kearahnya. Gadis itu masih tetap meringkuk dibalik selimutnya dengan posisi membelakangi Jongin.

"Hei, Kyung… Aku minta maaf, oke?"

"Hm…"

"Apa maksudnya 'hm' mu itu? Kau memaafkanku atau tidak?"

"Hm…"

"Kau kenapa sensitif sekali, sih, hari ini?"

"Hm…"

"Ya! Kyungsoo!"

"Enyahlah Jongin. Kepalaku sakit mendengarkanmu merengek terus," ujar Kyungsoo. Dengan kedua kakinya ia mencoba untuk menendang Jongin dari atas ranjangnya. Jongin yang mendapat serangan semacam itu langsung mencoba untuk menahan kaki Kyungsoo yang menendanginya dengan sangat anarkis.

"Kyung! Kau anarkis. Hey! Hentikan!"

"Pergilah! Aku masih kesal padamu!"

Jongin berusaha memegang kaki Kyungsoo, dan berhasil. Tapi tiba-tiba saja Kyungsoo menarik kakinya dengan sangat cepat, menyebabkan Jongin ikut tertarik dan hampir saja menimpa Kyungsoo jika tangan Jongin tidak sigap menahan berat tubuhnya. Jarak antara wajah mereka berdua juga sangat dekat. Jongin mencoba untuk lebih dekat dengan Kyungsoo. Dia hampir saja berhasil mencium Kyungsoo kalau saja Kyungsoo tidak mendorongnya hingga jatuh dari tempat tidur.

"Kyungsoo, bisakah kau berhenti bertindak anarkis?"

"Tidak. Kalau kau tidak suka, pergi saja," ujar Kyungsoo.

"Aku memang akan segera pergi setelah pertunjukkan dilaksanakan,"

"Apa maksudmu?" Kyungsoo bangkit dari posisi berbaringnya dan menatap nyalang pada Jongin.

"Ada seorang penari di Amerika, dia sangat hebat. Dia mengundangku ke tempatnya. Ini kesempatan yang sangat langka. Tidak mungkin aku menolaknya,"

"Lalu, kapan kau kembali?"

Jongin menggedikkan bahunya, "Tidak tahu. Mungkin aku tidak akan kembali. Kecuali masalahku dan ayahku sudah selesai,"

Jongin melihat Kyungsoo yang terdiam dihadapannya. Kyungsoo terlihat seperti sedang melamunkan sesuatu. Tatapannya terlihat kosong dan dia tidak menunjukkan ekspresi apapun diwajahnya.

"Kyungsoo,"

"Pergilah. Pergi saja…"

"Kyung –"

Kyungsoo kembali menyelimuti dirinya dan memejamkan matanya.

"Aku lelah Jongin. Aku butuh tidur sekarang,"

Jongin tersentak saat Kyungsoo memanggil nama aslinya untuk pertama kalinya saat mereka berada dirumah. Jongin masih ingin mengatakan satu hal lagi pada Kyungsoo, namun dia cukup tahu bahwa Kyungsoo sedang tidak ingin diganggu. Jadi, ia segera meninggalkan kamar Kyungsoo dan masuk ke kamarnya. Tepat setelah ia menutup pintu kamar Kyungsoo, ponselnya berbunyi.

"Suho hyung. Ada apa?"

"Aku baru saja mendapatkan panggilan dari Amerika. Mereka bilang pertemuannya dipercepat,"

"Apa? Lalu, bagaimana dengan pertunjukkannya?"

"Kau bisa kembali untuk melakukan pertunjukkan itu nanti,"

"Kapan aku harus berangkat kesana?"

"3 hari lagi. Segera siapkan seluruh barang-barangmu,"

Jongin tidak langsung membalas perkataan Suho. Dia terdiam sejenak, "Baik, hyung…"

:::You're My Pet:::

Pada akhirnya, Jongin benar-benar pergi. Jongin pergi setelah ia meninggalkan sebuah note di kulkas yang berisikan ucapan selamat tinggal dan terimakasih untuk Kyungsoo. Mereka bahkan sama sekali tidak berbicara satu sama lain sejak hari dimana Jongin memberitahukan Kyungsoo kalau ia harus pergi. Kyungsoo seolah menjaga jarak darinya dan itu membuat keadaan semakin tidak nyaman.

Seminggu setelah kepergian Jongin ke Amerika, Kyungsoo masih baik-baik saja. Tapi minggu-minggu berikutnya, ia kembali menjadi Kyungsoo yang dulu. Workaholic, dan tingkat ketegasannya naik beberapa level. Kyungsoo juga jadi sangat sensitif dengan setiap orang dikantornya. Tak jarang ia mengeluarkan kata-kata sindiran tajam kepada bawahannya yang melakukan kesalahan, beberapa nyaris ia pecat, bahkan Wonbin tak berani menegurnya.

Dia sudah uring-uring semenjak ditinggal Jongin. Dan hari ini dia semakin uring-uringan karena Yifan dan Zitao akan kembali ke Taiwan untuk mengurus pernikahan mereka.

"Kenapa tidak di Korea saja?" Kyungsoo bertanya dengan suara merengek seperti anak kecil pada Yifan.

"Keluargaku dan Zitao berada disana. Mereka yang meminta agar kami melaksanakan pernikahan disana. Kami bisa apa?"

"Eonni~~" kali ini Kyungsoo merengek pada Zitao. Zitao memeluk Kyungsoo dan mengelus-elus punggung Kyungsoo dengan lembut.

"Kau harus datang ke pernikahan kami, mengerti?"

Kyungsoo mengangguk dalam pelukan Zitao. Pelukkan mereka akhiri saat terdengar panggilan keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi oleh Yifan dan Zitao ke Taiwan. Kyungsoo melambaikan tangannya pada pasangan tersebut dengan wajah murung, tapi kemudian ia tersenyum saat Zitao meneriakkan sesuatu padanya.

"Kyungie, keponakanmu perempuan!"

"Kalau sudah sampai Taiwan, hubungi aku!" Balas Kyungsoo. Yifan mengacungkan ibu jarinya pada Kyungsoo, kemudian mereka berdua menghilang diantara kerumunan orang-orang di bandara.

:::You're My Pet:::

Kyungsoo kira, karena ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Jongin, maka tidak akan masalah jika Jongin pergi dari kehidupannya. Tapi nyatanya tidak. Rasanya sepi sekali saat tidak ada Jongin dirumah. Minjoon yang sedang melipat pakaian saat itu juga bisa merasa bahwa noona nya itu terlihat seperti orang yang hidup tanpa semangat juang setelah Jongin pergi.

"Noona, perlu aku carikan penyewa baru? Aku akan mencarikan yang lebih tampan dari Jongin hyung,"celetuk Minjoon. Kyungsoo langsung melempar sebuah bantal sofa pada Minjoon, "Tutup mulutmu dan lipat saja baju-baju itu,"

"Kenapa noona tidak mencoba menghubunginya saja? Noona kan punya nomor telepon Jongin hyung,"

"Tidak dijawab,"

"Dua hari lagi pertunjukkan drama musikal Jongin hyung, noona datang?"

"Untuk apa? Tidak ada Jongin disana. Dia digantikan oleh Sehun, itu kata Seulbi,"jawab Kyungsoo pelan.

"Noona," panggil Minjoon.

"Apa?"

"Serius, aku akan mencarikan penyewa baru yang lebih tampan untukmu!" ujar Minjoon bersemangat. Dan sebuah bantal sofa sukses mengenai kepalanya untuk kedua kalinya.

:::You're My Pet:::

Kyungsoo memasuki kamar yang biasa ditempati oleh Jongin dan duduk di sisi tempat tidur dan memandangi sekeliling kamar. Pandangannya terhenti pada sebuah kotak kecil di dekat rak buku. Kyungsoo mengambil kotak tersebut dan membukanya. Isinya adalah sebuah flashdisk dan sebuah catatan kecil bertuliskan 'Lihat isinya jika kau membuka kotak ini'. Sepertinya benda itu sudah cukup lama berada disana bahkan mungkin sejak sebelum Jongin pergi, hanya saja Kyungsoo tidak menyadarinya.

Kyungsoo menyalakan laptopnya dan melihat isi flashdisk tersebut. Isinya hanya satu, sebuah video. Kyungsoo membukanya dan ia terkejut saat melihat Jongin yang tengah tersenyum di bawah guyuran hujan di video tersebut.

"Setelah melakukannya, aku tidak bisa melepaskannya,

Bagaimanapun, aku menyukai Kai.

Meskipun peran ini sulit,

Itu adalah sisi lain dariku,"

In Video Recording Sesion,

Hujan yang dilihat oleh Kyungsoo bukanlah hujan sungguhan. Itu adalah air yang berasal dari selang yang sedang dipegang oleh Sehun untuk menciptakan efek bahwa saat Jongin merekam video tersebut, hari sedang hujan.

"Tapi aku bahagia. Tak peduli apapun yang terjadi,

Jika aku kembali sebagai Kai, selalu perlakukan aku dengan baik.

Kau tahu bahwa aku sangat menyukaimu, 'kan, Do Kyungsoo?

Oh ya, aku akan pergi dalam waktu dekat. Aku berharap kali ini, kau datang kepertunjukkanku sebelum aku pergi," perkataan Jongin terputus karena bersin yang tiba-tiba.

"Hatchim! Sudah cukup, aku tidak bisa melakukan ini!" ujar Jongin pada Sehun.

Sehun yang mengurus efek hujan disebelahnya tertawa, "Karena kau sudah memulainya, maka lakukan dengan baik,"

Akhirnya, Jongin melanjutkan rekamannya,

"Bagaimanapun,

Terimakasih membiarkanku tinggal denganmu hingga saat ini,"

End Video Recording Session

:::You're My Pet:::

Disinilah Kyungsoo sekarang. Di depan sebuah gedung besar tempat dimana Jongin seharusnya melakukan pertunjukkannya. Kyungsoo masuk dan memilih untuk duduk di barisan tengah. Tak ada gunanya duduk di barisan depan jika bukan Jongin yang ia lihat. Ia hanya datang untuk menepati janjinya dan permintaan Jongin.

Tirai berwarna merah yang menutupi panggung besar tersebut perlahan mulai terbuka dan musik mulai bermain. Satu persatu aktor dan aktris mulai memasuki setting secara bergantian, menari dan bernyanyi sebagai hiburan pembuka. Kemudian, tirai kembali tertutup. Pertunjukkan utama akan dimulai.

"Aku tidak bisa melihatmu dengan jelas," sebuah suara dari balik tirai terdengar. Kyungsoo langsung menajamkan pendengaran dan pandangannya, suara itu baru pertama kali Kyungsoo dengar.

"Bisakan kau duduk di barisan depan?"

"Nona berbaju abu-abu yang duduk dibarisan tengah,"

Kyungsoo memandangi pakaiannya secara otomatis, lalu memandangi sekelilingnya. Memang ada yang berpakaian warna abu-abu selain dirinya, namun hanya dia yang berada disekitar barisan tengah.

"Iya, nona, dirimu. Tidak perlu bingung. Berpindahlah ke barisan depan. Ada kursi kosong yang disediakan khusus untukmu," ujar si suara tersebut. Dengan perlahan, Kyungsoo berdiri dan berpindah duduk ke kursi kosong yang tadi disebutkan.

"Sudah duduk dengan nyaman disana? Maka nikmatilah penampilannya,"

Dan kalimat terakhir yang diucapkan oleh suara misterius tersebut membuat Kyungsoo tersenyum dan merasakan hangat di dadanya, "Pertunjukkan ini, untukmu, Do Kyungsoo,"

Tirai kembali terbuka. Namun lampu di bagian panggung belum dinyalakan, sehingga yang terlihat hanyalah siluet dari seorang laki-laki yang sedang berdiri diatas panggung.

"Do Kyungsoo, aku mencintaimu,"

Kyungsoo tertegun mendengar suara tersebut. Berbeda dengan para penonton lainnya yang heboh atas pernyataan cinta itu. lampu dinyalakan dan musik mulai dimainkan. Kyungsoo kembali dibuat terkejut saat melihat Jongin yang sedang menari diatas panggung. Jongin sempat melirik kearah Kyungsoo dan memberikan sebuah wink padanya.

Pertunjukkan berakhir diiringi dengan tepuk tangan yang sangat meriah. Semua pemeran keluar dan memberikan penghormatan terakhir pada para penonton. Saat itulah, seorang gadis muncul dihadapan Kyungsoo dan menarik tangan Kyungsoo, membawanya ke bagian belakang panggung.

Tak banyak orang yang berada dibelakang panggung karena para pemeran drama sedang berada diatas panggung saat ini. Kyungsoo ditinggal sendirian di depan ruangan bertuliskan nama Kim Jongin. Setelah menunggu dan tak ada tanda-tanda dari kehadiran Jongin, Kyungsoo memutuskan untuk masuk ke ruang tunggu milik Jongin tersebut. Tak ada siapa-siapa disana. Kyungsoo baru saja ingin duduk disalah satu kursi saat ia mendengar suara riuh teriakan para fans yang mengelu-elukan Jongin tepat di depan ruang tunggu. Sekitar 15 menit berlalu, barulah pintu terbuka dan menampakkan sosok Jongin dengan banyak hadiah dari para fans nya tersebut.

"Hai, Kyung,"

"Hai, Jongin,"

"Oho~ tumben sekali kau memanggil nama asliku,"

"Untuk apa aku dibawa kemari?"

"Sebelumnya terima kasih karena kau sudah datang ke penampilan drama musikalku,"

"Untuk apa aku dibawa kemari?" tanya Kyungsoo lagi. Jongin menatap Kyungsoo sebal, "Kau itu tidak sabaran sekali, sih,"

"Kalau tidak ada apa-apa, aku pulang," Kyungsoo melangkah menuju pintu, namun tangannya ditahan oleh Jongin.

"Kita tidak bertemu lebih dari sebulan. Kau tidak merindukanku?" tanya Jongin.

"Untuk apa aku merindukan orang yang bahkan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang benar,"

"Itu karena aku tidak menginginkannya. Aku tidak ingin benar-benar mengucapkan selamat tinggal,"

Jongin menarik Kyungsoo kehadapannya, "Jadi, apa kau merindukanku?"

"Kenapa kau berada disini? Bukannya sekarang seharusnya kau berada di Amerika?"

"Jangan balas pertanyaanku dengan pertanyaan juga, Kyungsoo,"

"Terserahku. Jawab atau aku pulang sekarang,"

"Baik, baik. Aku memberikan kesempatan itu pada Sehun,"

"Sehun?"

"Ya. Seharusnya kalau aku pergi, Sehun yang akan menggantikan peranku di drama ini, tapi aku memintanya untuk menggantikanku menemui penari itu dan dia menyetujuinya,"

"Kenapa? Aku tahu kalau itu hal yang sangat penting untukmu,"

"Karena kau lebih penting untukku, Kyung," jawab Jongin.

Kyungsoo menyeringai, kemudian menatap Jongin dengan tatapan yang tajam. Jongin yang awalnya merasa ngeri dengan tatapan Kyungsoo dibuat kaget karena Kyungsoo memeluknya.

"Aku merindukanmu, Kai," ujar Kyungsoo. Jongin tersenyum dan membalas pelukan Kyungsoo, namun kemudian, dia mulai merasakan ada yang aneh. Kyungsoo memeluknya terlalu erat dan semakin erat sehingga membuat Jongin merasa jika Kyungsoo memeluknya lebih erat dari sekarang, pinggangnya akan patah.

"K-Kyung?"

"Apa Kai? Aku merindukanmu. Apa aku tak boleh memelukmu dengan erat? Kita tidak bertemu lebih dari sebulan, lho,"

KRAKK…

Jongin bisa mendengar suara tulangnya sendiri saat pelukan Kyungsoo semakin erat. Ia bahkan tidak bisa melepaskan diri dari Kyungsoo.

"K-Kyungsoo…"

Jongin bersyukur dan menghela nafas lega saat Kyungsoo akhirnya melepaskan pelukan super duper eratnya sebelum pinggangnya benar-benar dibuat remuk. Tapi itu hanya sesaat karena tiba-tiba saja Kyungsoo melakukan teknik bantingan padanya dan kemudian mengunci pergerakannya.

"ARGH, KYUNGSOO!"

"Kau adalah laki-laki paling brengsek yang pernah aku kenal! Kalau aku penting bagimu, kenapa kau pergi?! Kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku?! Kenapa kau tidak membalas pesanku?! Setidaknya beri tahu aku dimana keberadaanmu! Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku, huh?!" Kyungsoo menguatkan tarikannya pada lengan Jongin sehingga membuat Jongin merintih kesakitan.

"Ampun, Kyung!"

"Apa? Tidak ada kata ampun untukmu! Kau menyebalkan Kim Jongin!"

"Kyungsoo, SAKITTT!"

:::You're My Pet:::

"Kenapa Jongin hyung berteriak seperti itu?"

"Ternyata Kyungsoo noona itu sadis, ya?"

"Apa kita akan menguping terus? Aku pegal,"

"Diamlah, Seulbi. Kau bisa duduk disana jika tidak ingin ikutan,"

"Ck! Terserah kalian sajalah,"

"AKU TAHU KALIAN DILUAR SANA! JANGAN MENGUPING!"

Semua yang sedang menguping otomatis menjauh dari pintu saat mendengar teriakan Jongin dan bertingkah seolah sibuk dengan urusan masing-masing. Kemudian, teriakan kesakitan Jongin kembali terdengar.

:::You're My Pet:::

Tiga hari kemudian,

"Kyung, apa aku boleh menciummu?"

"Memangnya kau pernah meminta izin waktu menciumku?"

"Tidak sih. Jadi, apa artinya aku diperbolehkan untuk menciummu?"

"Kata siapa?"

"Tidak boleh?"

"Tidak. Aku masih kesal padamu,"

Kyungsoo memutar tubuhnya sehingga ia kini membelakangi Jongin. Jongin mendekatkan dirinya pada Kyungsoo dan memeluk pinggang Kyungsoo dari belakang.

"Mau sampai kapan kau marah padaku?"

"Sampai aku bosan,"

"Dan itu kapan?"

"Kapan-kapan. Sudahlah, Kai. Diam. Aku mengantuk," ujar Kyungsoo sambil menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

"Kyung, kau itu kekasihku atau bukan sih? Kenapa kau betah sekali berlama-lama marah padaku?"

"Salahmu, 'kan?"

"Tapi itu sudah tiga hari yang lalu. Ayolah… maafkan aku~"

Kyungsoo menyibak selimutnya dan berbalik kearah Jongin.

"Kau ingin dimaafkan?"

Jongin mengangguk.

"Kalau begitu bangun sekarang,"

"Untuk apa? Aku masih ingin berada disini bersamamu,"

"Bangun, Kai,"

Jongin mengeluh malas dan bangkit dari ranjang Kyungsoo yang kini mereka tempati berdua, tepatnya setelah mereka resmi berpacaran tiga hari yang lalu.

Kyungsoo mengulurkan kedua tangannya pada Jongin, "Gendong aku,"

Jongin menurutinya, "Bawa aku ke ruang tamu. Aku ingin mengerjakan puzzle-ku,"

Lagi-lagi Jongin menurutinya.

"Ini syaratnya. Kau harus menggendongku kemanapun yang aku inginkan selama seharian ini jika kau ingin aku memaafkanmu,"

"Hanya ini?"

"Iya. Kenapa? Mau di tambah lagi?"

"Tidak," Jongin cepat-cepat menjawab lengkap dengan gelengan kepala. Mereka tiba diruang tamu. Jongin menurunkan Kyungsoo di sofa. Setelah berada di sofa, Kyungsoo menarik Jongin dan menciumnya dibibir sekilas.

"Itu hadiah untukmu,"

"Kyung, kau aneh,"

Kyungsoo hanya terkekeh mendengar perkataan Jongin, "Tapi kau suka, 'kan?"

Jongin kembali memeluk Kyungsoo, "Tentu saja aku suka. Ini hukuman terbaik yang pernah ada.."

:::You're My Pet:::

Beberapa bulan kemudian,

"Wah~ ini pasti sangat enak. Makan yang banyak ya… aaa~" Jongin mengambil sesendok masakan buatannya dan mengarahkannya pada Kyungsoo.

"Nicole, aaa~"

"Nicole? Kenapa aku Nicole?"

"Nicole Kidman itu aktris yang kusuka. Ayo anak manis, aaa~"

Kyungsoo tetap tidak membuka mulutnya sekeras apapun usaha Jongin untuk menyuapinya.

"Kau memang tak punya bakat sebagai hewan peliharaan," ujar Jongin. Kyungsoo menatap Jongin sebal, kemudian ia menerima suapan dari Jongin tadi. Meskipun hanya sedikit, Kyungsoo bisa merasakan bahwa masakan Jongin itu rasanya sangat aneh.

"Apa ini bisa dimakan? Kau bahkan tidak bisa membuat makanan. tidak berguna sama sekali," cibir Kyungsoo.

"Hei, apa yang barusan kau katakan pada majikanmu? Itu sangat tidak sopan,"

Kyungsoo menggerutu pelan, "Ternyata aku sudah menciptakan permainan yang menyenangkan sekaligus menyebalkan,"

"Aku mau mandi,"

"Ayo. Aku akan memandikanmu," balas Jongin.

"Kau mau dikubur, ya?" setelah berujar begitu, Kyungsoo langsung berlari ke kamar mandi.

"Aku mengerti. Ayo mandi bersama," ujar Jongin.

:::You're My Pet:::

.

.

.

THE END

Author's Note:

Grey tau. Ini aneh. Endingnya absurd. Tau banget.

Tapi yang jelas, akhirnya ff ini tamat.

For my lil' sist, Pororo Kim aka Dee, hope you like it. Eonni udah berusaha buat bikin ff ini. Semoga ga mengecewakan.

For my lil' bro, Oh Maknae aka Hun akan Tirta, kita bisa duet kapan pun kok. Ditunggu project-nya~

Last, For my lovely readers, mau yang udah capek-capek nge-review sama siders, thankyou so much atas partispasinya di ff ini. See ya at another ff. Bye