"Skylark Brothers" by Kanazawa Akira (Before : Calista Miu)

KHR by Akira Amano

Rated : K+

Genre : Family

Warning :

OOC, terutama untuk TYL!18 disini yang Akira buat jadi lebih iseng dan ekspresif. Typo(s), AU, dan mohon maaf kalau aneh. Hehe~

Di sini, Fon berumur sekitar 25. Alaude dan TYL!18 (Hibari Kyou) umurnya 21 dan Akira buat sebagai saudara kembar~ sedangkan Hibari Kyouya umurnya 16.

Enjoy, Minna~

-0o0o0-

CHAPTER 2

"HIBARI ALAUDE and HIBARI KYOU"

"Karena apapun yang terjadi padamu, atau apapun yang kau rasakan, aku pasti akan menyadari dan ikut merasakannya. Kau tahu? itu karena pada dasarnya, kita ini adalah satu jiwa yang terbagi menjadi dua."

-Alaude and Kyou-

-0o0o0-

"Hachoo!"

Hibari Kyou mengusap hidungnya dengan telunjuk. Ini sudah yang kesekian kalinya ia bersin-bersin dan hal itu pasti hanya akan bertanda pada satu hal.

Ia kena flu.

Sejak kecil Kyou adalah anak yang mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Ia nyaris tidak pernah sakit, kecuali kalau memang disengaja. Disengaja, seperti kelelahan karena memaksakan diri untuk sparing bersama Fon atau beradu argument tentang pelajaran dengan Alaude saat masih sekolah dulu, yang berujung dengan saling lempar borgol dan tonfa seharian penuh.

Oh, ada juga sih yang tak disengaja. Seperti saat ia –dengan semua keyakinan yang dipaksakannya, memakan masakan pertama buatan Kyouya ketika adik kecilnya itu masih SD. Kyou tak akan pernah lupa bagaimana fantastisnya rasa masakan Kyouya saat itu.

Kyou menggerakkan tangannya menyentuh keningnya sendiri. Terasa agak panas. Membuatnya menghela nafas pelan. Kenapa ia bisa begitu ceroboh sampai-sampai bisa terkena flu? Seingat Kyou, ia tak melakukan apapun yang bisa membuat fisiknya terlalu lelah.

Kyou mengambil jam kecil yang ia letakkan di lemari kecil samping tempat tidurnya dan mengetahui kalau sekarang masih jam dua pagi. Ia meletakkan jam itu lagi di tempat semula dan kembali menghela nafas, namun kali ini terdengar agak berat. Rasa pusing dan mual mulai Kyou rasakan.

"Aku tidak boleh sakit. Tidak boleh," gumam Kyou sambil memejamkan mata dan mencoba tidur kembali. Kamar yang cukup luas dan rapi itu akhirnya hening setelah beberapa menit. Hanya menyisakan deru nafas yang teratur dari seorang Hibari Kyou.

-0o0o0-

"Heee... tumben sekali Kyou belum turun," ujar Fon setelah meletakkan sepiring lauk sarapan di meja makan. Alaude hanya mengangkat bahunya sedangkan Kyouya tak memberikan reaksi apapun dan tetap melanjutkan sarapannya.

Padahal mereka berdua juga berpikiran hal yang sama dengan Fon.

"Aku akan mengeceknya. Kalian berdua lanjutkan saja sarapannya ya," lanjut Fon sambil membuka ikatan celemeknya. Baru saja ia akan berjalan keluar ruang makan kalau Alaude tak mencegahnya.

"Biar aku saja," ucap Alaude kemudian tanpa banyak bicara lagi ia langsung menuju ke kamar adik kembarnya yang berada di lantai dua. Fon yang melihat sikap Alaude, sempat membaca pikiran adiknya itu. Ia menghela nafas.

"Seharusnya kalau khawatir bilang saja, bukankah begitu, Kyouya?" Fon tersenyum tipis sembari melirik Kyouya yang masih menatap pintu keluar ruang makan sejak Alaude pergi. Kyouya akhirnya hanya menggumam pelan dan melanjutkan sarapannya.

-0o0o0-

Tanpa mengetuk atau meminta izin dari sang empunya kamar, Alaude melangkahkan kakinya memasuki kamar Kyou. Mata biru pucatnya langsung berkeliling mencari sosok adik kembarnya yang biasa ngajak ribut itu. Hingga, Alaude menemukan sebuah gundukan di atas kasur yang tertutup selimut.

Alaude sedikit menautkan alisnya. Agak heran dan bingung kenapa jam segini Kyou masih betah bergelung dalam selimutnya. Akhirnya, Alaude memutuskan mendekat. "Kyou. Mau sampai kapan kau tidur?"

Tidak ada jawaban.

"Kyou."

Masih tidak ada jawaban.

"Bangun."

Hening.

Alaude memperhatikan gundukan itu lebih seksama. Terdapat gerakan naik-turun pelan. Tandanya, adiknya itu belum mati dan masih bernafas. Alaude duduk di pinggir kasur Kyou dan mengguncang-guncangkan tubuh itu.

"Hoi. Bangun, atau kuborgol dan kuseret kau."

"... Urusai. Keluar dari kamarku, Alaude –uhuk!"

Alaude terdiam. Namun sedetik kemudian tangannya langsung menarik selimut yang dipakai Kyou, hingga apa yang ia lihat membuatnya tertegun. "Kyou... kau sakit?"

"Hanya flu –hachoo! ringan," jawab Kyou dengan nada lemah. "Kembalikan selimutku, Alaude. Dingin."

Alih-alih menuruti sang adik, Alaude menggerakkan tangannya menyentuh kening Kyou. 'Panas sekali,' batin Alaude. "Apanya yang flu ringan, eh? Kau itu sudah demam. Kenapa kau tak memberitahuku?"

"... Berisik. Istirahat sebentar lagi juga aku pasti akan sembuh."

"Aku akan memberitahu Fon dan mengambil obat juga sarapanmu. Tunggu dan jangan tidur sampai aku kembali," setelah mengucapkan kalimat itu, Alaude langsung beranjak kembali ke ruang makan. Tak memperdulikan cegahan maupun protesan dari Kyou.

-0o0o0-

"Kyou demam?"

Alaude mengangguk. Tangannya sibuk menyiapkan sarapan untuk Kyou. "Ya. Dan suhu tubuhnya panas sekali," jawabnya. "Apa kau masih menyimpan obat demam, Fon-niisan?"

"Ah, tunggu sebentar," Fon lalu berjalan menuju lemari obat dan nampak mencari-cari obat penurun panas dan demam. Beberapa saat kemudian, ia menghela nafas. "Alaude, jaga Kyou sebentar ya. Kita kehabisan obat penurun panas demam."

"Aku akan membelinya. Fon-niisan buatkan kompres saja," sahut Kyouya. Di tangannya sudah tergenggam kunci motor. "Dengan motorku bisa lebih cepat."

"Baiklah. Tolong ya, Kyouya."

Kyouya mengangguk kemudian melangkah pergi sedangkan Alaude kembali naik ke lantai dua dengan membawa nampan makanan. Meninggalkan Fon yang tesenyum tipis. "Walaupun mereka sering sekali bertengkar, mereka tetaplah bersaudara. Di saat seperti inilah kepedulian mereka terhadap satu sama lain benar-benar terlihat. Haah~ Andai hal seperti ini bisa terjadi setiap hari."

-0o0o0-

"Sudah kubilang, jangan tidur sampai aku kembali, Hibari Kyou."

Kyou tetap bergeming sementara Alaude tetap dalam posisi menarik selimut Kyou. Awalnya ia akan membiarkan Kyou makan sendiri, tapi pria itu sama sekali tak berniat menyentuh makanannya dan malah berbalik memunggunginya.

"No," jawab Kyou dengan suara parau. "Aku ingin makan takoyaki."

"Pagi-pagi begini mana ada yang jual takoyaki, adik herbivora," geram Alaude. "Cepat makan."

"Aku ingin takoyaki. Aku ingin takoyaki. Aku. Ingin. Takoyaki."

Hanya perasaan Alaude saja atau semakin lama Kyou semakin keras kepala dan berubah manja? Mungkin pengaruh sakit. Alaude sebisa mungkin menahan kesabarannya. "Tidak ada takoyaki sampai kau menghabiskan makanan ini. Cepat bangun, atau kupanggil Fon untuk menyuapimu?"

Kyou memicingkan matanya. Lalu dengan wajah cemberut ia memutuskan bangun dan duduk bersandarkan bantal yang ditinggikan. "Tidak mau disuapi Fon," ujarnya. "Aku ingin disuapi olehmu... Alaude-niisan."

Alaude terdiam sebentar sebelum menghela nafas dan sedetik kemudian mengambil mangkuk berisi sarapan sang adik yang mendadak manja. Menyendoknya, meniupnya pelan –takut kalau sang adik malah kepanasan karena makanannya, dan menyodorkannya pada Kyou. "Hanya untuk kali ini. Sekarang, buka mulutmu."

Kyou tersenyum senang –walau lebih terlihat seperti sebuah seringai predator yang menemukan mangsa. Ia menerima suapan dari kakak kembarnya itu yang lagi-lagi mengatakan kalimat seperti itu. Bohong banget kalau hanya untuk kali ini. Nyatanya, si kakak kembar yang terdeteksi mempunyai sifat tsundere itu tetap mau menyuapi Kyou tiap kali ia sakit.

Alaude tetap menyuapi Kyou dengan tenang hingga beberapa saat, Fon datang dengan membawa baskom kecil berisi air dan es batu beserta handuk untuk mengompres. Sedangkan Kyouya, baru muncul beberapa menit kemudian dengan membawa kantung plastik kecil berisi obat penurun panas demam.

-0o0o0-

Langit sudah berubah menjadi kemerahan saat Kyou belum terbangun dari tidur siangnya. Alaude, untuk yang kesekian kalinya kembali masuk ke dalam kamar Kyou hanya untuk memeriksa apakah demam adiknya itu sudah turun atau belum. Ia menggerakkan tangannya untuk menyentuh pipi Kyou dengan punggung tangannya dan menghela nafas lega merasakan suhu tubuh Kyou sudah kembali normal.

Alaude melepaskan handuk kompres yang masih menempel dari kening Kyou dan menaruhnya di baskom kecil. Ia kemudian mendudukkan diri di pinggir tempat tidur Kyou. "Dasar adik menyusahkan," gumam Alaude. "Lagi-lagi kau tak mau memberitahukan padaku kalau kau sakit. Bukankah sudah kubilang untuk bicara kalau kau merasa tak enak badan sedikit saja?"

Hanya sebuah deru nafas yang teratur dan keheningan yang damai yang membalas setiap perkataan Alaude. Pria berambut pirang pucat itu kemudian menyisir pelan poni adiknya yang basah dan mendekat untuk mencium kening Kyou. "Lihat, sekarang kau menyusahkan banyak orang seperti herbivora. Kau tak memberitahukannya pun, aku bisa tahu. Karena apapun yang terjadi padamu, atau apapun yang kau rasakan, aku pasti akan menyadari dan ikut merasakannya."

Alaude kembali meyisir lembut poni sang adik. Ia tersenyum, sebuah senyuman yang tak akan pernah ia tunjukkan kepada orang lain. Beberapa saat kemudian, ia bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan kamar Kyou.

"Cepatlah sembuh, Kyou."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Alaude tak mengetahui kalau sang pemilik kamar hanya berpura-pura tidur sejak awal kedatangannya. Kyou membuka matanya sembari menghela nafas dan menyentuh keningnya yang tadi dicium oleh Alaude. "Kenapa aku harus memberitahukannya," gumam Kyou, sebuah senyuman yang mirip dengan milik Alaude tadi mengembang di wajahnya. "Kalau aku mengerti dan yakin kau pasti akan menyadarinya? Kau tahu, Alaude. Itu karena pada dasarnya, kita ini adalah satu jiwa yang terbagi menjadi dua."

.

.

.

.

.

.

.

.

"Terima kasih karena sudah menjadi kakakku, Alaude."

-T.B.C. or END?-

Akira : Ehm... hai?

Kyou : Kemana saja kau, Author Herbivora? #ngacungin tonfa

Akira : H-Hiiieee! WB menyerangku, Kyou! Makanya aku lama update chapter barunya.

Alaude : Banyak alasan.

Akira : Aku serius Al!

Kyouya : Setidaknya peranku di chapter ini lebih baik daripada chap sebelumnya. Belum dapat dialog udah masuk lubang neraka aja.

Akira : Hehehe~ Gomen, nee Kyouya. Oiya, mana Fon?

Fon : -Mendadak muncul- aku di sini, Miu-san~ oh, sekarang ganti penname ya?

Akira : Hehehe, iya. Soalnya ini penname kalo lagi ngumpul di kelas. Jadinya kebiasaan deh~

Alaude, Kyou, and Kyouya : Nggak nanya.

Akira : #Jleb! #Nangis darah

Fon : Sudah, sudah... lebih baik kita balas review dari para reader saja.

Akira : Hiks... Review d-dari... hiks...

Kyou : Baca yang benar, Author Herbivora.

Akira : Berisik! R-review dari Colonello-shou... Kyouya, baca nih...

Kyouya : Pemikiran yang bagus, Colonello-shou! Jangan sekali-kali menyentuh kebun milik Fon-niisan kalau nggak mau trauma permanen. Makasih udah review! Ini chap terbarunya~ mau review lagi?

Akira : Lalu dari SunakumaKyumin... siapa nih yang mau jawab? Fon?

Fon : Aaah~ makasih udah dibilang imut, SunakumaKyumin-san ^^ ehm, kenapa nggak dikasih liat? Itu rahasia perusahaan, hehehe~

Akira : Sebenarnya sih, lebih karena aku diancam akan di kamikorosu sama tiga makhluk itu kalau nyeritain apa yang terjadi sama mereka, SunakumaKyumin-san.

Alaude, Kyou, dan Kyouya : #pura-pura nggak dengar

Fon : Review lagi? ^^

Akira : Oke, lanjut ke Kazue Ichimaru! Al?

Alaude : Itu... pertama kalinya kita ngerasain secara langsung bagaimana angkernya Fon dalam mode yandere. Eniwei, ini udah lanjut. Review lagi?

Fon : Makanya, kalau mau motong rumput itu hati-hati ya~ hehehe

Akira : Dari Tanaka Aira! Yang belom... Kyou!

Kyou : Di chap ini, Kakak bule tak jadiku yang menyebalkan itu sudah banyak muncul. Jadi, secara tak langsung request sudah terpenuhi yaa... #kasih tisu. Bersihkan nosebleed-mu itu Herbivora.

Akira : Jangan dingin begitu dong, Kyou. Di chapter ini kan Alaude udah baik mau ngerawat kamu. Masih untung nggak langsung dimasukkin ke peti mati. Tuh, Kyouya udah nyiapin peti matimu dengan sangat senang hati dan riang gembira.

Kyou : #deathglare ke Akira and Kyouya.

Alaude : Silahkan di review lagi.

Akira : Dari Rieyu ne niih~ ayo, siapa yang mau bales? Hehehe

Kyouya : Siniin kertas Reviewnya. Hm. Ini sudah update, Rieyu ne. Kurasa chapter ini sudah cukup panjang? Apa masih belum? Untuk pair, di chapter ini baru ada pair brothership si kakak kembar menyebalkanku itu, hehe... Mungkin nanti bakalan nyelip-nyelip dikit seiring berjalannya waktu.

Akira : Bahasamu kenapa rada melankolis begitu, Kyouya?

Kyouya : #ngasih kertas review sambil angkat bahu.

Akira : Review lagi, Rieyu ne? ^^ lalu, dari Kuro neko!

Alaude : Ini chapter terbarunya, semoga suka ya! Makasih pujiannya buat cerita ini, Kuro Neko. Apa chap ini masih kurang panjang? Oh, dan Fon itu –ehem, maksudku Fon-niisan itu emang serem. Seenaknya aja baca pikiran orang. Untuk humor, di chapter ini sepertinya berkurang ya. Author Herbivora itu baru sembuh dari WB, soalnya. Chap ini aja nggak tau jelas atau nggak. Ne, Review lagi?

Akira : Uhm... penname nya singkat sekali ya, hahaha~ K-san. Makasih udah review chap satu dan dua. Ah, gambar itu ya! Aku dah liat juga kok dan itu gambar Kawaaaiiiiii banget! :D

Fon : Salah satu moment yang langka kan? ^^ Review lagi?

Akira : Kaguya Himeko, Aaaah~ beneran samakah dengan di kartun Spongebob? Gomen kalau begitu. Tapi adegan itu memang murni tiba-tiba terlintas di pikiran Akira kok ^^a. Review lagi?

Kyou : Shizuka Miyuki. Yang bejat itu hanya Alaude ya, aku nggak termasuk.

Alaude : Memang siapa yang menyalakan mesin itu terus ketarik?

Kyou : Memang siapa yang menantangku untuk menyalakan mesin itu?

Alaude : Siapa suruh nggak siap.

Akira : Ni anak berdua malah ribut. Fon, tolong dong tuh merekanya.

Fon : #senyum yandere, nepuk pundak Alaude dan Kyou. Kalian berdua mau ribut dan kuceramahi atau diam dan duduk manis, ehm?

Alaude dan Kyou : Diam dan duduk manis, Fon-niisan.

Fon : Bagus.

Kyouya : #sweatdrop. Oh, baiklah. Request tentang Alaude-niisan sudah terpenuhi ya. Entah ini nista atau nggak~ hehehe... Review lagi?

Kyou : Dengan senang hati, prof. creau~ hehehehe~ memang berapa harga dari paket bulan madunya? #smirk sambil ngeluarin dompet

Kyouya : #merinding tiba-tiba

Akira : Kabar ketiga anak itu... baik-baik saja, kok~ :D

Fon : Ini sudah update chap terbarunya, prof. creau~ semoga suka ya! Review lagi? ^^

Akira : Fuuh~ akhirnya selesai membalas Review dari readers! Makasih banget buat yang udah nyempetin Review, ngefav, follow juga! :D Semoga chap ini nggak membosankan ya.

Alaude : Sampai jumpa di chap berikutnya!

Akira : Selamat menjalankan puasa bagi yang menjalankan! Akira juga menjalankan lho~ hehe