Apa yang akan kau lakukan jika kenyataan yang terjadi berbeda dengan fikiranmu?
When Story Comes Alive ( Part 3 – New Lead )
" Ini gila .."
Hyeri menggelengkan kepalanya secara perlahan. Ia masih tak menyukai pemikiran bahwa fanfic yang ia tulis dengan segenap perasaannya itu kini menjadi kenyataan. Dan ia menjadi tokoh sentral dari fanfic yang ia tulis.
' Bahkan semua deskripsi yang kutulis sama!'
Mata Hyeri mulai menoleh ke kiri dan ke kanan, menatap kosong beberapa siswa yang terlihat lalu-lalang di depannya. Kini ia memang berada di kantin, setelah –ditarik-paksa- oleh Ri Jin, sahabatnya yang berwajah dan bertingkah seperti Jo Hyuna, sahabatnya di dunia nyata.
' Ini pasti mimpi'
"Ne, ini pasti mimpi"
Hyeri mengangguk-anggukkan kepalanya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Ia tak mungkin kan membuat cerita karangannya menjadi kenyataan?
'Tuk'
Hyeri memejamkan matanya, saat sebuah benda empuk 'terjatuh' tepat di puncak kepalanya, tangannya secara reflek menangkap benda tersebut sebelum benda tersebut terjatuh dan meluncur bebas menuju lantai di sampingnya.
'Roti strawberry?'
xXx
Park Chanyeol meletakkan sekotak susu tepat di hadapan Hyeri,yang terlihat masih menatap roti strawberry yang baru saja ia beri-jatuh-kan kepada Hyeri. Kakinya menarik kasar kursi di depan Hyeri. Sebelum ia mulai merebahkan tubuhnya di kursi itu, dan menyenderkan punggungnya. Ia memejamkan matanya, mengangkat kedua tangannya, mulutnya sedikit mengeluarkan suara erangan. Membuat beberapa yeoja disekitarnya berteriak histeris dan sibuk merekam kegiatannya dengan ponsel.
Meski beberapa yeoja itu sibuk berteriak histeris atau memotret bahkan merekamnya, tapi tak ada satupun dari yeoja itu yang berani mendekatinya. Sejak tadi.
Sejak pelajaran guru lee selesai, Kyungsoo menyeretnya ke kantin, dan entah bagaimana caranya, saat ini ia bisa duduk di tempat yang sama dengan yeoja yang justru ia coba hindari sebisa mungkin.
' Bahkan aku membelikan roti dan susu untuknya'
Chanyeol menghela nafas panjang, entah keajaiban apa yang terjadi pada dirinya, saat kedua tangannya tiba-tiba meraih dua buah roti strawvberry dan dua kotak susu putih di kantin sekolahnya, membayarnya, dan kakinya melangkah sendiri menuju tempat dimana Hyeri terlihat duduk dengan wajah frustasi yang Chanyeol enggan mengetahui alasan dibalik wajah itu.
Dan tanpa ia sadari, kini ia juga merebahkan tubuhnya di kursi yang letaknya tepat di depan Hyeri.
'aish, aku pasti sudah gila'
Chanyeol mendongakkan kepalanya, saat kedua matanya bertemu dengan kedua mata Hyeri. Dan membuatnya terdiam beberapa detik, saat rasa rindu yang terasa seperti mencekik lehernya, membuat sekujur tubuhnya kembali panas dingin.
Tatapan yeoja itu, kedua matanya, yang terlihat begitu penuh rindu, bibir kecilnya yang kemerahan, pipi putih dan chubby nya, serta juntaian rambutnya yang terlihat begitu cantik.
Yeoja itu mengikat rambutnya menjadi dua, dan membiarkan kedua ikatan itu menjuntai melewati bahu nya yang terlihat begitu kecil dan.. mungil.
Chanyeol menyukai itu.
Rasanya saat ini, ia ingin melompati meja yang menjadi pembatas dirinya dan yeoja itu, lalu memeluk yeoja itu sekuat yang ia bisa dan mengatakan..
"Bogoshipposeo…"
'EH? APA YANG BARUSAN KUKATAKAN?'
xXx
Oh Ri Jin dan Do Kyungsoo hampir tersedak saat mendengar sebuah kalimat cukup mesra terucap dari Chanyeol, terdengar begitu merdu, meluncur mulus dari bibir Chanyeol yang tidak menyinggungkan sebuah senyum sedikitpun.
Kedua manusia itu kemudian mengalihkan tatapannya ke arah yeoja itu, yang terlihat hanya terdiam, dengan kedua mata yang mulai memerah.
Yeoja itu terlihat menggenggam erat roti di tangannya, erat, tanpa bisa berkata sepatah katapun. Jelas sekali yeoja itu berusaha menahan perasaan yang ada di dalam dirinya.
Ri Jin dan Kyungsoo saling berpandangan beberapa saat, sebelum menutup mulutnya secara bersamaan, dan tertawa kecil.
Mereka tau, kedua manusia itu mungkin butuh waktu untuk sendiri kini, karena itu mereka berdua menggeser bangku mereka, agak jauh dari tempat kedua manusia itu duduk, dan menghela nafas secara bersamaan.
' Kau berhutang padaku'
Pikir mereka dalam hati, secara bersamaan.
xXx
'M-Mweo?'
Song Hyeri hendak berteriak, tetapi sesuatu menahannya, dan perasaan itu, kembali mengambil kendali dirinya. Perasaan rindu dan sayang yang terasa begitu menyakitkan.
Kedua matanya tak lepas menatap kedua mata Chanyeol yang terlihat masih menatapnya.. penuh rindu.
'Deg'
Jantung Hyeri mulai berdetak kencang, sesuatu dalam tatapan Chanyeol membuatnya terasa hanyut ke dalam kedua mata Chanyeol. Sesuatu dalam diri Chanyeol, membuatnya tak bisa memikirkan apapun, kecuali betapa ia sangat ingin memeluk namja dihadapannya.
Dan betapa ia merindukan namja didepannya, dan betapa lama waktu yang harus ia habiskan hanya untuk menunggu sebuah perkataan yang terucap langsung kepadanya.
"Hyeri-a…"
Suara berat Chanyeol, terasa merasuk ke dalam jiwanya, membuat kedua matanya mulai tergenang air mata yang entah sejak kapan, mulai berkumpul di kedua pelupuk matanya. Dadanya terasa sesak dan panas secara bersamaan, tetapi ia tak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa terus menatap kedua mata Chanyeol yang menatapnya.. penuh rindu.
" jeongmal bogoshippeo.."
'TES'
Setetes air mata mengalir lembut dari sudut mata Hyeri. Dan detik berikutnya, yang Hyeri tahu, ia sudah menangis di dalam pelukan Park Chanyeol. Mantan idol kesukaannya, namja terakhir yang ingin ia temui di dunia ini, namja yang ia benci.
Namja yang ia rindukan.
xXx
Teriakan histeris dan patah hati beberapa yeoja di Changju High School, membuat konsentrasi seorang namja yang terlihat tengah bergelut dengan ponselnya sedikit terganggu. Kedua tangannya, menutup kedua telinganya secara reflek, sebelum kedua matanya mendelik kasar ke arah asal suara.
Namja itu, membetulkan letak headphone nya, sebelum memutar dengan cepat sebuah lagu dengan judul 7th sense di dalam handphonenya, membesarkan volumenya, dan kembali mengangguk-anggukkan kepalanya, tanpa suara sedikitpun.
Namja berambut hitam itu, bernyanyi tanpa suara sedikitpun, karena perjanjiannya dengan agency yang menaunginya, untuk tidak membocorkan lagu yang akan ia pakai sebagai lagu debutnya.
Tanpa mempedulikan sekitarnya, ia terus bernyanyi, dalam keheningan. Dengan sesekali tubuhnya bergerak mengikuti irama musik yang terputar di handphonenya.
Ia tak menyadari, bahwa di suatu tempat, benang merah kehidupannya kini tengah mengarah dengan pasti , dan hanya menunggu waktu, untuk bersinggungan dengan sumber kebrisikan yang tadi sempat mengganggunya.
xXx
"Ya, Song Hyeri, kau kenapa sih? Mood mu kuperhatikan sejak tadi naik turun. Sedang pms?"
Ri Jin menoel pelan bahu Hyeri , yang kini tengah menundukkan kepalanya di atas meja belajarnya, dahi dan hidungnya kini menyentuh langsung meja belajarnya, kedua rambutnya terjuntai lemas di kiri dan kanan, menutupi kedua pipinya yang chubby. Kedua tangan terjuntai pasrah di kedua sisi nya, ia seperti seorang manusia yang kehilangan semangat hidupnya.
"Ya, Song Hyeri!"
"Ri Jin-a.. aku bisa gila jika seperti ini terus.."
Ri Jin terdiam beberapa saat, menaikkan sebelah alisnya, mendengar suara berat Hyeri yang terdengar begitu frustasi.
"Hyeri-a.. wae? Bukankah hari ini berjalan dengan lancar?"
Ri Jin menarik sedikit kursinya, agar bisa berdekatan dengan Hyeri, sekarang sedang jam kosong, guru yang seharusnya mengajar mereka kini harus menghadiri rapat dadakan di sekolah mereka, bisa ditebak.
Hampir separuh isi kelas mereka sudah berpindah di kelas lain, dan beberapa murid kelas lain sudah mengisi kelas mereka.
Ri Jin mengedarkan pandangannya, saat kedua matanya menatap Chanyeol yang terlihat menatap Hyeri kosong. Sementara temannya, terlihat seperti tengah menggoda Chanyeol, yang tidak digubris oleh namja itu.
Ia juga bisa melihat beberapa yeoja yang terlihat mengelilingi mereka –Chanyeol dan temannya- , tetapi kedua namja itu terlihat tidak tertarik, dan terus menatap ke arahnya dan Hyeri.
Ri Jin memiringkan kepalanya.
'Aku tahu bahwa Chanyeol merupakan idol yang terkenal, dan karena itu beberapa yeoja mengelilinginya, tapi kenapa rasanya aku pernah melihat namja di sebelahnya ya? Dimana ya ?'
Ri Jin menatap teman Chanyeol yang terlihat beberapa kali tersenyum ke arahnya, membuatnya mau tak mau sedikit membungkuk dan membalas senyumnya.
" Dia lumayan juga.."
"Nugu ?"
xXx
Song Hyeri melirik Ri Jin yang terlihat asik dengan pikirannya sendiri, yeoja itu tadi sempat berbicara kepada Hyeri, dan sebelum Hyeri sempat menjawab. Yeoja itu kini telah mengacuhkannya. Asik dengan sesuatu yang berada di depannya.
Hyeri mengikuti arah pandang Ri Jin, sebelum kedua matanya kini kembali bertemu dengan kedua mata Chanyeol yang tengah menatapnya.
'Deg'
'AISH!'
Hyeri dengan cepat menjatuhkan kepalanya di meja belajarnya, dan menoleh ke arah jendela di sampingnya.
"Aish Micheosseo!"
Erangnya kesal. Ia mengingat kembali, bagaimana kedua air matanya mengalir, dan tubuhnya yang seakan tak bisa ia kontrol, bergerak dan memeluk Chanyeol erat. Sementara namja hanya pasrah dengan 'terjangan' Hyeri. Dan mengelus pelan kepala Hyeri.
LI FLASHBACK LI
Kedua tangan Chanyeol, memeluk tubuh Hyeri yang sedikit bergetar, air mata Hyeri mengalir deras dari kedua matanya. Seakan menumpahkan segala rasa rindu yang ia tahan.
'Kenapa?'
Hyeri tak tahu, ia hanya tahu ia butuh memeluk namja ini, dan tubuhnya bergerak tanpa kemauannya sendiri. Harum cologne Chanyeol tercium jelas dan memenuhi setiap rongga kepalanya, membuat nya rilex dan nyaman.
" Nado.."
Perkataan Hyeri meluncur begitu saja dari bibirnya, sementara pelukannya semakin erat di tubuh Chanyeol.
Sementara perlahan-lahan, ada beberapa memori dan ingatan yang mulai merasuki kepalanya. Dan berusaha menjelaskan alasan kenapa ia harus memeluk Chanyeol.
Bahwa ia sudah menunggu Chanyeol terlalu lama untuk kembali. Bahwa ia merindukan suara namja itu secara langsung. Merindukan wangi tubuh namja itu. merindukan kehangatan yang ia rasakan saat tengah memeluk namja itu.
Ia merindukan namja itu. sejak namja itu memutuskan untuk fokus kepada karirnya, dan meninggalkannya sendiri untuk melakukan debut sebagai member dari boyband EXO, tidak ada seharipun Hyeri tidak memikirkan namja itu.
Hyeri selalu memejamkan matanya, dan merasakan angin yang berhembus, seperti yang di ajarkan Chanyeol kepadanya, berusaha mencari rasa ' aman, sejuk dan tenang' yang pernah ia rasakan sebelumnya, tapi sia-sia.
Melakukan itu, tanpa Chanyeol, hanya membuatnya semakin merindukan namja itu, dan tanpa sadar ia akan menangis dan mengingat betapa ia merindukan sahabatnya itu, orang terdekatnya, orang yang ia sayangi.
Cinta pertamanya.
Tapi meskipun begitu, tangan Hyeri akan selalu meraih angin tanpa ia sadar, seakan sesuatu mensugestinya untuk terus melakukan itu, jika ia sedang merindukan Chanyeol.
Karena hal itu adalah hal terakhir yang ia lakukan bersama Chanyeol, sebelum Chanyeol menghilang dalam kehidupannya, dan hanya meninggal sebuah catatan, di dalam laptop tersayangnya, yang baru Hyeri temukan beberapa hari kemudian.
Dan cukup membuat Hyeri menangis.
Beberapa lama waktu seakan terlupakan, Hyeri melupakan sekitarnya, termaksud dimana dia berada, dan apa yang ia lakukan.
' Tunggu, apa yang aku lakukan?'
Hyeri membuka matanya, seketika perasaan rindu nya menghilang, berganti dengan hampa. Pikirannya menjadi kosong, sementara kedua tangannya masih memeluk erat namja di depannya.
'Memeluk?'
Song Hyeri terdiam. Tiba-tiba, sekujur tubuhnya terasa dingin, perlahan ia mengendurkan pelukannya, kepalanya mendongak perlahan, dan kini kedua matanya bertemu dengan kedua mata Chanyeol yang menatapnya.. kosong.
'Chanyeol?'
Hyeri masih terdiam dan menatap Chanyeol, ketika namja itu mendesah panjang. Mendongakkan kepalanya, dan kembali menatap Hyeri, datar.
" Ya, sampai kapan kau akan memelukku?"
'Eh ?'
Dan detik berikutnya yang Hyeri tahu, Park Chanyeol sudah jatuh terjengkang dari kursi yang ia duduki, dan song Hyeri berjalan pergi meninggalkannya. Tanpa menoleh sedikitpun.
LI END OF FLASHBACK LI
Dan setelah kejadian itu, kini Hyeri tak tahu harus berkata atau bersikap seperti apa jika ia bertemu dengan Chanyeol.
Dan ia melupakan bahwa ia satu kelas dengan namja itu.
'ARGG KENAPA AKU HARUS MEMBUATNYA SEKELAS SIH?'
Hyeri mendesah frustasi, sebelum terdiam. Dan menyadari pikirannya sendiri.
' Tunggu, jika mimpi yang kualami ini adalah cerita dari fanfic ku.. maka seharusnya aku bisa mengubah ceritanya dan mengulang semuanya dari awal?'
xXx
Park Chanyeol, menundukkan kepalanya, seraya menghela nafas panjang, saat bayangan Hyeri telah menghilang dari sudut matanya. Sepanjang pengawasannya tadi, yeoja itu terlihat frustasi, sebelum tiba-tiba kedua mata mereka bertemu, dan secepat kilat yeoja itu mengalihkan pandangan mereka.
Dan detik berikutnya, yeoja itu tiba-tiba berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan kelasnya. Tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun.
'Tunggu, kenapa yeoja brutal itu harus menoleh ke arahku?'
Sebersit rasa kecewa terasa di dalam diri Chanyeol, sementara matanya kini masih menatap kosong pintu tempat sosok yeoja itu menghilang dari pandangannya.
Kepalanya kembali mengingat-ingat apa saja yang telah terjadi, sebelum dirinya berada di dalam kelasnya.
Dan beberapa memori itu cukup membuat tubuhnya sedikit memanas, dan wajahnya cukup memerah.
Ia ingat bagaimana tiba-tiba ia mengatakan 'bogoshippeo' kepada Hyeri, dan saat yeoja itu tiba-tiba 'menerjangnya' membuatnya tak berkutik seketika. Menyadari bajunya yang basah, karena bulir-bulir air mata yeoja itu. Ia merasa bersalah sekaligus lega, saat yeoja itu berkata bahwa ia juga merindukan dirinya.
' Ini benar-benar gila'
Park Chanyeol mendesis kesal, tak menghiraukan sorakan beberapa yeoja yang masih mengelilinginya dan Kyungsoo, pikirannya kini hanya terpusat pada song Hyeri, yeoja yang ia temui di perpustakaan, memakinya, memukulnya, melaporkannya ke polisi sebelum mengaku bahwa ia adalah fans beratnya.
Dan kini, yeoja brutal dan gila dalam ingatan Chanyeol itu, mampir di dalam mimpinya, yang seakan tak habis-habisnya.
'Aigo, kenapa aku tak bangun-bangun sih!'
Kedua tangannya menampar-nampar pelan pipinya, sebelum menghela nafas panjang. Sesuatu dalam dirinya, entah kenapa justru tidak ingin bangun, untuk saat ini, ia cukup menikmati mimpinya. Toh , anggap saja ia sedang mengistirahatkan tubuhnya di dunia nyata kan?
'Lagipula ada Kyungsoo disini '
Chanyeol melirik Kyungsoo yang terlihat tengah berbincang-bincang dengan beberapa yeoja di sekeliling mereka. Dan sesekali ia membungkukkan tubuhnya, mungkin mengucapkan terimakasih?
Meski Chanyeol bisa melihat, sesekali Kyungsoo terlihat menatap yeoja yang Chanyeol tahu sebagai teman Hyeri, karena yeoja itu selalu terlihat berdua dengan Hyeri.
Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, dan tertawa kecil, menyadari sesuatu. Perlahan ia menyikut pelan sahabatnya itu, seraya berbisik pelak.
"Kau menyukai yeoja itu?"
xXx
Oh Ri Jin masih sibuk mencari tahu siapa namja yang selalu menemani Chanyeol kemanapun ia pergi, tetapi ia menyerah karena tak menemukan ide siapa namja tersebut.
"Ah molla!"
Ri Jin mengangkat kedua bahunya, sebelum menoleh ke sampingnya dan hendak berbicara kepada Hyeri, ketika ia menyadari sesuatu.
Song Hyeri telah menghilang dari kursinya.
"Aish jinjja, sejak kapan dia menghilang!"
Ri Jin mendesah pelan, sebelum berdiri dari kursinya, bergegas menuju pintu keluar kelasnya, sebelum entah mengapa, kakinya berhenti bergerak, dan kepalanya menoleh ke arah kirinya, dengan sendirinya.
'Deg'
Kedua mata Ri Jin bertemu dengan kedua mata namja yang bahkan ia tidak mengingat namanya. Tatapan itu seakan menembus tubuh Ri Jin,membuatnya terpaku beberapa detik, sebelum kedua pipinya mulai merona merah, dan jantungnya berdetak cepat.
Ri Jin, mengalihkan pandangannya, dan bergegas meninggalkan kelasnya. Kakinya melangkah tanpa disuruh , entah kemana, ia hanya tahu, ia harus meninggalkan kelasnya sejauh mungkin.
Setelah dirasanya cukup jauh, ia berhenti , dan menyandarkan tubuhnya ke dinding. Kedua matanya terbuka lebar, tangannya memegang dadanya secara perlahan. Dan ia bisa merasakan detak jantungnya masih terpacu cepat.
Ri Jin mengedipkan matanya, sebelum membuka mulutnya lebar, dan mengerutkan keningnya.
"Dega wae? " ( aku kenapa )
xXx
Song Hyeri, kini tengah mengendap-ngendap ke dalam ruang guru. Kepalanya sesekali mengintip pelan ke arah jendela ruang guru, memastikan tidak ada satupun guru di dalam ruangan itu.
"Aza!" ( Yess )
Hyeri mendekati pintu ruang guru secara perlahan, menoleh ke kiri dan kanan, memastikan tak ada satu orangpun yang melihatnya. Sebelum memegang knop pintu ruang guru, dan memutarnya perlahan.
'Tidak dikunci!'
Hyeri tersenyum lebar, dan mulai mendorong pintu ruang guru tersebut, ketika pintu itu justru terasa menariknya, dan detik berikutnya ia bisa merasakan tubuhnya mulai tertarik ke depan, sementara pintu ruangan itu mulai terbuka lebar.
'EH?'
xXx
" Ne?"
Kyungsoo terlihat canggung, saat tiba-tiba saja Chanyeol bertanya apakah ia menyukai teman Hyeri atau tidak.
Namja itu menatap kosong pintu dimana yeoja itu menghilang, ia masih bisa merasakan degupan jantungnya saat kedua matanya bertemu sejenak, menciptakan ruang hening yang tak bisa ia jabarkan, sebelum yeoja itu mematahkan pandangannya dan meninggalkan kelas dimana ia berada.
Kyungsoo kecewa.
Awalnya ia hanya tertarik pada teman Hyeri, karena Hyeri adalah cinta pertama Chanyeol, ia ingin menarik informasi tentang Chanyeol yang akan ia gunakan untuk menggoda namja itu kelak.
Tetapi, ia tak bisa memungkiri bahwa , teman Hyeri, yang bernama Oh Ri Jin itu cukup cantik. Meski sangat berbeda dengan Hyeri, yeoja bernama Oh Ri Jin itu terlihat lebih cute dan lembut, dibanding Hyeri yang terlihat.. sangar?
"A-Anni!"
"Ya, kau mau berbohong padaku?"
Kyungsoo terdiam, kedua matanya kini menatap Chanyeol yang terlihat menyinggungkan senyum-aku-tahu-rahasiamu. Membuat namja itu hanya bisa mendesis kesal, dan menyikut pinggang Chanyeol.
" Ah diam lah! Kau sendiri bagaimana dengan Hyeri ?"
xXx
Park Chanyeol terdiam saat Kyungsoo menyebut nama Hyeri. Bayangan wajah Hyeri yang tengah menangis dalam pelukannya membuat perasaannya sedikit berat.
Tidak, kali ini, perasaannya bukan terasa berat secara tiba-tiba. Ia bisa merasakan perbedaannya. Biasanya jika ia mulai bersikap 'emosional' , setelah 'emosi tak terkontrol nya itu' ia rasakan, ia akan merasa hampa. Tapi sekarang..
' Kenapa perasaan berat ini tidak juga menghilang?'
Chanyeol tak tahu, dan ia tak mau banyak berfikir, toh ini hanya mimpi, mungkin ini perwujudan rasa bersalahnya karena telah bersikap kasar kepada yeoja itu?
'Tunggu, kenapa aku jadi merasa bersalah padanya?'
Park Chanyeol mendesis kesal, sebelum mengerutkan keningnya.
"Chanyeol-a?"
Suara Kyungsoo menyadarkan Chanyeol kembali ke dunianya, ia melirik Kyungsoo.
"Kau penasaran dengan hubunganku dengannya?"
"NE!"
Chanyeol menghela nafas, melipat kedua tangannya di dadanya, mengangkat tubuhnya dari meja yang ia duduki, hingga kini ia berdiri tepat di samping Kyungsoo. Kedua matanya menatap Kyungsoo beberapa saat.
"kau takkan bisa membayangkan seperti apa hubungan kami yang sesungguhnya Kyungsoo-a.."
xXx
Do Kyungsoo, butuh beberapa saat untuk berfikir saat mendengar ucapan Chanyeol.
' Takkan bisa membayangkan?'
Kyungsoo mengerutkan keningnya.
'Apa sudah seserius itu?'
Kyungsoo terbelalak dengan pikirannya sendiri, ia mengangkat kepala untuk berbicara kepada Chanyeol saat disadarinya, namja itu kini telah menghilang dari sisinya.
"Aigo kemana dia~"
xXx
Song Hyeri, mengedipkan kedua matanya beberapa kali. Ia bisa mencium harum cologne lelaki, sementara kepalanya kini menabrak sesuatu yang berwarna kuning, sama seperti sweater seragam sekolahnya.
'Hah?'
Hyeri mengerutkan keningnya, mendongakkan kepalanya, saat kedua matanya bertemu dengan mata seorang namja yang terlihat menatapnya.. datar.
Song Hyeri terloncat kebelakang, menegakkan tubuhnya, hanya untuk mengetahui bahwa kepalanya menabrak tubuh namja itu.
'Aish apa yang ku lakukan?'
Song Hyeri memukul kepalanya berkali-kali, sebelum membungkukkan tubuhnya berkali-kali ke arah namja di depannya.
" Jwesunghamnida, jeongmal jwesunghamnida" ( maafkan aku, sunggu maafkan aku)
xXx
Lee Minhyung, tak merespon apapun, saat yeoja dihadapannya membungkuk berkali-kali. Kedua matanya hanya menatap yeoja itu yang terlihat tak berhenti membungkukkan tubuhnya.
Ia hanya menunggu, yeoja itu berhenti membungkuk, karena jujur saja. Yeoja itu menghalangi jalannya untuk keluar dari ruang guru. Ia tak tertarik dengan permintaan maaf yeoja itu. Atau kenapa yeoja itu membuka pintu ruang guru seperti seorang penguntit.
"AH!"
Suara teriakan yeoja itu, membuat minhyung mengernyitkan keningnya, dan menatap jengkel ke arah yeoja itu.
' Apa semua yeoja harus berteriak seperti itu?'
Minhyung hendak melangkah pergi dan mengabaikan teriakan yeoja itu, ketika justru yeoja itu melangkah mendekatinya, membuat minhyung menarik kembali langkahnya, dan mengerutkan keningnya.
"Aish_"
"Bajumu terkena lipgloss ku, ottokhae?"
xXx
Song Hyeri menarik sweter kuning yang melekat di tubuh minhyung, menatap penuh penyesalan, ke arah noda bibir yang kini tercetak jelas di sweter itu.
"ottokhae?"
Hyeri mendesah pelan, tangannya berusaha membersihkan noda di sweater namja itu, tetapi noda itu justru melebar kemana-mana.
"eh? Mian, mian"
xXx
Lee Minhyung menghela nafas panjang. Matanya sesekali menatap beberapa siswi yang melewati mereka, dan terlihat berbisik-bisik penuh curiga.
'Aish jinjja' (aish, menyebalkan)
Jujur saja, untuk saat ini, ia hanya ingin fokus dengan debutnya, ia tak mau menebarkan gosip aneh-aneh sebelum ia melakukan debut.
Kedua mata minhyung menatap yeoja dihadapannya, sebelum mendesah pelan, menahan segala rasa kesalnya, ia berkata pelan dengan nada lembut.
"Chogi, gwencana" ( permisi, aku baik-baik saja)
xXx
Oh Ri Jin, kini berada di atap sekolah. Menatap kosong ke arah lapangan basket, sementara tangannya meraba-raba ke arah ruang kosong di depannya, seakan tengah mengelus-elus lapangan basket di depannya, tubuhnya terhalang jeruji besi setinggi dada yang menjaga agar tetap aman, tak terjatuh dari atap sekolahnya.
Biasanya, ia akan menemukan Hyeri disini, jika Hyeri menghilang dari kelas, menatap kosong lapangan basket, dan mengayun-ayunkan tangannya, ke arah lapangan basket. Dan kemudian Hyeri akan menangis.
Ri Jin tak mengerti, mengapa Hyeri selalu menangis saat ia mengayun-ayunkan tangannya ke arah lapangan basket. Mungkin hal itu berhubungan dengan Park Chanyeol?
'deg'
Tiba-tiba sekelebat bayangan saat namja temannya Chanyeol tengah menatapnya kembali terbayang di kepalanya. Membuatnya terdiam seketika. Dadanya kembali berdetak cepat, tanpa ia mau.
" Tunggu, masa aku menyukainya?"
"Siapa yang kau sukai?"
'deg'
Ri Jin terdiam. ia mengenal suara ini. tubuhnya terasa menegang seketika, sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya secara perlahan. Kedua matanya bertemu dengan mata seorang namja yang terlihat berdiri tak jauh darinya.
Ia mengenal namja tersebut. Tapi seakan terhipnotis, tubuh Ri Jin tak menuruti kehendaknya, dan hanya dia berdiri mematung, menatap namja itu. kosong.
Sementara namja itu masih menatapnya, sebelum menundukkan kepalanya dan berjalan mendekatinya, seraya berkata dengan pelan..
"Ya, aku bertanya.. siapa yang kau sukai?"
xXx
Song Hyeri , terdiam beberapa saat, sebelum mendongak, menatap namja yang terlihat kini tengah menatapnya.
"Keunddae.." ( tetapi..)
"Gwencanayo"
Hyeri mengigit bibir bawahnya, tangannya masih mencengkram sweater kuning milik namja yang ia bahkan tak tahu namanya. Kedua matanya menatap noda lipgloss di sweater namja tersebut.
Ia tahu noda itu tak bisa hilang begitu saja.
"Keunddae.."
"Ibayo..nae gwencana, arra?" ( hei dengar .. aku baik baik saja )
Hyeri hendak berkata lagi, ketika kedua tangan namja itu kini tengah memegang tangan Hyeri yang masih mencengkram sweater namja itu. Hyeri terdiam.
"Keunddae_"
"Apa yang sedang kalian lakukan?"
xXx
Seorang namja, mendesah puas setelah mengetikkan beberapa kata di lamptop putih dihadapannya. Ia memang mengubah sedikit alur cerita di dalam laptop itu, karena menurutnya cerita di dalam fanfic tersebut terlalu monoton dan basi. Dan ia mempunyai ide yang lebih baik.
Alunan lagu 7th sense milik NCT-U, boyband baru yang debut belum lama ini mengalun memenuhi ruangannya.
Sementara sang namja, hanya tersenyum dan menatap kosong fotonya bersama seorang namja yang kini mungkin sudah tak mengenalinya lagi. Ia mengelus pelan foto tersebut, sebelum kembali menatap laptopnya, dan menuliskan To be continue di layar laptopnya.
Memencet ctrl + s , ia menghela nafas panjang dan meregangkan tubuhnya. Seraya bernyanyi mengikuti alunan lagu NCT-U, ia meninggalkan ruangan tempatnya berada.
" Open your eyes, joyonghi open your eyes "
Sebuah mantra terucap dari bibirnya dengan penuh makna, mantra yang sebenarnya akan mengakhiri semua ini, jika diucapkan oleh tokoh sentral dari fanfic ini. jika tokoh sentral dalam fanfic ini mengerti makna dan mengucapkannya dengan tujuan yang benar.
Tapi, apakah tokoh sentral dalam fanfic ini dapat mengetahui mantra ini?
To Be Continue
