Disclaimer: Cerita dan karakter yang sebenarnya milik JK Rowling, di sini saya hanya membuat cerita dari versi saya.
Author's note: Cerita yang kemaren maaf ga pake disclaimer, soalnya saya ga tau cara yang benar membuat disclaimer. Dan setelah saya mendapat teguran dan saran dari CCloveRuki saya beranikan untuk membuat disclaimer meski saya ga tau ini bener ato salah disclaimernya.
Maafkan jika catatanya ga penting.
3
THE OTHER
Sore itu, pada pukul 18.00 para murid telah berada di depan kastil untuk menyambut delegasi dari Beauxbatons dan Durmstrang yang akan ikut berpartisipasi dalam turnamen Triwizard yang akan dilaksanakan di Hogwarts. Tapi Harry tidak begitu tertarik menyambut di depan kastil, dan berlalu begitu saja ke tepi danau tempat favoritnya. Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat, sesaat Harry terlihat bersemangat tapi tertunduk lagi. Ternyata yang datang adalah Hermione.
"Sepertinya bukan aku yang kau harapkan untuk datang, apa benar?
"Tidak, bukan begitu. Aku hanya mengira akan ada orang lain."
"Apa Cedric yang kamu maksud?"
Namun Harry tidak menjawabnya. Mereka terdiam cukup lama, sampai ada seseorang yang berbicara kearah mereka.
"Harry apa bisa kita berbicara sebentar?"
"Oh tentu Cedric, aku akan meninggalkan kau dengan Harry berdua disini." Jawab Hermione mendahului jawaban Harry.
"Tidak Mione, kamu harus tetap di sini." Pinta Harry
"Aku tidak mau membuat Cedric menjadi canggung dengan kehadiranku. Oh sudahlah, jangan menunjukan muka memelasmu. Lagi pula aku yakin, Cedric tidak akan menerkammu. Benarkan Ced?"
"Tentu tidak, aku hanya akan menggigit dengan halus kok. Tenang saja. Hehehe…
Namun mendengar jawaban dari Cedric, membuat wajah Harry semakin memerah. Dan setelah Hermione pergi Cedric mulai mendekat ke Harry dan mendekapnya penuh kasih sayang.
"Janganlah bersikap kaku, lagi pula aku sudah meminta maaf. Dan kamu bilang telah memaafkanku. Maka dari itu, lupakanlah kejadian itu."
"Iya..."
"Apa kamu jadi mengikuti Turnamen Triwizard?"
"Tentu saja, dan akan ada kamu disampingku, membuat aku menjadi bersemangat. Kamu juga harus bersiap- siap ya!"
"Maksudnya?"
"Iya kamu juga harus bersiap-siap untuk turnamen Triwizard, karena aku telah mendaftarkanmu juga."
"APA? Kamu tidak serius kan? Bagaimana jika namaku muncul dan terpilih? Aku kan belum memiliki kemampuan yang di butuhkan."
" Tidak perlu cemas. Aku akan membantumu."
Namun Harry masih terlihat shock dengan berita bahwa Cedric telah memasukan namanya dan Harry ke dalam piala api untuk mengikuti pemilihan peserta Triwizard yang akan di tentukan oleh piala api itu sendiri.
"Turnamen Triwizard kali ini, peraturanya sedikit dirubah. Sebelumnya, setiap sekolah akan memiliki satu orang juara. Namun kali ini, setiap sekolah akan memiliki sepasang juara yang harus bekerja sama sebagai tim. Tidak ada batasan umur dan gender. Setiap pasang peserta yang dipilih oleh piala api, wajib mengikuti turnamen sampai akhir. Karena pemasukan nama ke dalam piala api merupakan kontrak sihir yang mengikat."
Dumbledore segera duduk ditempatnya setelah menyampaikan pengumuman mengenai turnamen Triwizard.
Harry melirik kearah meja Hufflepuff dan sekilas melihat Cedric yang sepertinya sangat tertarik dengan pertandingan itu. Sejenak Harry berpikir, kira-kira siapa orang yang akan diajak Cedric untuk menjadi tim-nya. Harry sempat merasa kesal akan pikiranya sendiri, sampai Cedric memandangnya balik. Dengan muka memerah Harry segera memalingkan wajahnya dan tanpa sengaja menyenggol piala yang hendak diminum Hermione.
"HARRY….. Hati-hati jika bergerak, lihat pakaianku terkena tumpahan jus."
"Oh maaf Mione , aku tidak sengaja. Maafkan aku, tunggu sebentar akan aku bersihkan."
Ketika Harry akan merapalkan mantra untuk membersihkan noda di baju Hermione, pundak Harry ditepuk seseorang dan itu membuat Harry kaget.
"Aaarrghh…." Terdengar teriakan yang berasal dari Hermione.
Segera Harry melihat apa yang terjadi dengan Hermione. Hermione terlihat sedang memegangi sesuatu di dadanya, yang semakin lama terlihat semakin membesar.
"Mione, apa kau baik-baik saja?" Tanya Harry, namun Hermione tidak menjawab pertanyaan Harry dan langsung berlari keluar dari aula, sambil memegangi sesuatu yang semakin lama semakin terlihat membesar.
"Ada apa denganya? Apa kau melakukan suatu kesalahan? Tanya Cedric
"Entahlah… Tapi ini semua gara-gara kamu, membuatku kaget saat akan merapalkan mantra untuk membersihkan noda di bajunya." Cecar Harry kepada Cedric, sesaat cedric terlihat shock dengan perkataan Harry.
"Sebaiknya aku segera menyusulnya, aku takut terjadi sesuatu." Harry berkata kepada Cedric, dan bergegas menyusul Hermione.
Namun sesaat setelah keluar dari aula, Harry menabrak seseorang dengan keras dan membuatnya terpelanting ke lantai dengan kepala terlebih dahulu.
"Halo, apa kau tidak apa-apa? Tanya seseorang, namun kepala Harry masih terasa sakit dan tidak bias melihat orang tersebut.
"Maafkan aku, apa kau merasakan sakit?
Harry tidak menjawab, dia meraba sekelilingnya untuk mencari kacamata. Dia segera memakai kembali kaca matanya, namun setelah itu dia menyadari bahwa kacamatanya rusak. Kacanya pecah, dan bingkai kacamatanya sudah tidak berbentuk lagi. Dia segera berdiri, namun Harry merasakan kepalanya sakit sekali dan terjatuh kembali.
Orang yang di tabrak Harry dengan sigap menahan tubuh Harry yang akan terjatuh, dan menggendongnya sambil berlari menuju hospital wing. Cedric yang melihat Harry pingsan dan di angkat oleh orang tersebut, segera berlari menyusulnya.
catatan tambahan: Bagi yang suka ceritanya, saya ucapkan terima kasih.
Bagi yang ga suka, harap dicoba aja untuk di suka-sukain. Kalo masih tetep ga suka, ya ga usah di baca lagi.
Yang punya saran lagi, tolong beritahu saya. Saya mengharapkan saranya, agar tidak menjadi penulis yang ga tau diri, dan di tampar orang - orang. Terimakasih...
