Disclamer: Vocaloid belongs to Yamaha and Crypton Future Media
Warning: AU, OOC, Shounen-ai, Male Harem, Entah masih ada humor/tidak(?).
My Harem?
Sudah satu minggu berlalu sejak pemutusan untuk festival. Semua kelas memakai tema butler cafe karena semua siswa di Voca Gakuen adalah para cowok. Yang membedakannya adalah pelayanan tiap kelas.
Ketika sudah jam pulang sekolah, semua murid kelas 1-2 bersiap-siap dengan kostum yang akan mereka pakai. Beruntung Piko ahli dalam menjahit dan ia bisa menjahit beberapa baju dibantu oleh teman-teman yang lain.
"Bagaimana?" tanya Piko sambil membawa baju dan celana hitam.
"Kita akan pakai itu?" tanya Len.
"Tentu saja. Seorang butler yang disukai para gadis itu memakai baju serba hitam."
"Iya deh..."
Semua murid menerima baju buatan Piko, desain baju yang sangat bagus dan khas butler membuat mereka terlihat antusias untuk memakai baju itu saat festival. Tapi, ketenangan murid kelas 1-2 terusik oleh suara-suara aneh.
"Huwaa... Aku gak mau!" jerit seseorang.
Murid-murid kelas 1-2 melirik dari balik pintu untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata Kaito sedang dikejar oleh Mikuo, para murid-murid hanya tertawa saja melihatnya. Kaito berhenti di depan kelas 1-2 dan masuk ke dalam.
"Jangan macam-macam, Mikuo-kun. Aku gak mau!" jerit Kaito kayak cewek(?).
"Ayolah... Kau tidak akan menyesal," ujar Mikuo yang mengeluarkan sebuah gaun panjang berwarna biru. "Gaun ini bagus lho..."
"Kau kira aku cewek?"
"Tidak. Tapi, kau cukup cocok untuk cosplay sebagai cewek."
"Huwaa... Tidak..."
Murid-murid lain hanya tertawa kecil melihat tingkah Kaito yang seperti anak kecil itu. Kaito melirik ke arah Len, ia bersembunyi di balik punggung Len. Len sedikit terkejut atas kedatangan Kaito yang tiba-tiba itu.
"Eh? Kaito-senpai?" gumam Len.
"Nee, Len-kun jangan biarkan Mikuo-kun memakaikan baju itu untukku." ujar Kaito.
"Bagaimana kita akan menjalankan proyek kelas kita kalau kau tidak memakai gaun ini." ujar Mikuo.
"Memangnya kelas kalian mengadakan apa, Hatsune-senpai?" tanya Piko.
"Kami akan mengadakan reverse harem. Dimana Kaito adalah satu-satunya gadis di kelas kami." jawab Mikuo dengan mata berbinar.
"Tidak mau! Apa peduliku dengan acara harem buatanmu itu."
"Kau harus peduli." tiba-tiba terdengar suara seseorang. Semua orang melihat ke arahnya, seorang pemuda berambut ungu dengan baju ungu dan celana putih.
"Kamui-senpai?" gumam murid kelas 1-2.
"Gakupo? Kau mau tertawa, hah?" ujar Kaito kesal.
"Kau pakai gaun ini cocok kok." ujar Gakupo.
"Harusnya kau. Kau kayak cewek gitu."
"Oh..."
Gakupo memandang remeh ke arah Kaito, Kaito sedikit sebal melihatnya. Langsung saja ia mengganti baju dengan kecepatan kilat hingga tidak terlihat(?). Dan ia memakai baju berwarna biru yang desain-nya sama seperti baju Gakupo.
"Wah... Ada dua Duke disini." gumam Mikuo antusias.
"Aku lebih cocok begini." ujar Kaito sambil tersenyum dan mendekati Gakupo. "Bagaimana pun juga aku terlihat lebih keren."
"Oh ya?" gumam Gakupo. Ia langsung menahan tangan Kaito dan sedikit menyudutkannya di tembok. Kaito hanya meringis saja.
"Apa-apaan kau?"
"Kalau begini kau seperti seorang gadis, Kaito."
Wajah Kaito sedikit memerah, ia langsung saja melepaskan tangannya dari Gakupo dan memandang tajam ke arah Gakupo.
"Aku bukan seperti yang kau kira!" seru Kaito. Ia langsung saja mendekati Len dan memeluknya.
"Eh? Kaito-senpai?" gumam Len malu.
Tampaknya Kaito sengaja membuat Gakupo terbakar api cemburu. Tapi, Gakupo mampu mengendalikan emosinya minus ketika ia membenturkan kepalanya di rak buku ketika menyadari dirinya sebagai seorang gay.
Gakupo berpose keren*memang keren* dan membuat semua orang terpesona(?). Tampaknya Gakupo bisa saja merebut predikat cowok populer nomor 1 dari Kaito. Sebenarnya hal itu bukan masalah bagi Gakupo.
"Hmm... Bagaimanapun juga kau harus menjalankan festival, Kaito. Tidak ada gunanya jika kau tidak mau ikut." ujar Gakupo.
"Kalau pakai gaun aku yang tidak mau!" keluh Kaito.
Gakupo hanya tertawa kecil saja, tampaknya ia memiliki rencana tersendiri. Ia mendekati Mikuo dan membisikkan sesuatu. Mereka berdua tampaknya akan menjalankan sebuah misi rahasia yang harus sukses.
"Aku mengerti, Kamui-senpai." ujar Mikuo.
"Baiklah... Festival tinggal beberapa hari lagi. Kalian harus siap." ujar Gakupo dan ia meninggalkan kelas 1-2 itu.
"Aku juga kembali ke kelas," ujar Mikuo. "Acara harem tidak akan berjalan jika tidak ada aku." Mikuo langsung berjalan menuju kelasny.
Kaito hanya pundung di pojokan, dia merasa bahwa dirinya tertipu oleh sahabatnya. Masa dia harus dandan sebagai seorang gadis? Kaito tentu tidak akan mau. Dimana harga dirinya sebagai seseorang yang bisa menarik perhatian wanita maupun pria?
"Aku juga kembali deh..." ujar Kaito dengan aura berat di sekitarnya.
Anak-anak kelas 1-2 hanya bisa sweatdrop melihat tingkah Kaito yang seperti itu. Rasanya sangat tidak pantas Kaito mendapat gelar cowok populer nomor 1 itu. Mungkin, Gakupo bisa menyingkirkannya.
"Lebih baik kita bekerja." ujar Piko.
"Iya." jawab anak-anak kelas 1-2.
Setiap hari semua murid di Voca Gakuen menyiapkan berbagai macam hal untuk festival yang tinggal satu hari lagi. Masalah kostum sudah, stand yang akan dipilih ada, dan semuanya sudah hampir beres.
"TIDAK!" terdengar suara Kaito yang lagi-lagi berteriak seperti cewek(?).
Semua pandangan para pemuda tertuju ke arah Kaito, lagi-lagi dia dikejar-kejar oleh Mikuo untuk mencoba gaun yang cocok. Sudah tersebar ke seluruh kelas kalau kelas 2-3 yaitu kelasnya Kaito akan mengadakan reverse harem.
"Kaito... Aku sudah menyiapkan gaun-gaun manis untukmu." ujar Mikuo.
"Aku tidak akan memakai gaun itu!" seru Kaito. "Lagipula, konsep kita kan kerajaan? Kenapa aku harus jadi Putri?"
"Biar menarik."
Ok, Kaito merasa kesal dengan hal seperti ini. Baru saja Kaito akan lari lagi, ia bertemu dengan Gakupo. Gakupo menatap Kaito dengan wajah yang datar, tapi terbaca di wajahnya kalau Gakupo meremehkan Kaito.
"Apa maksudnya tatapanmu itu?" tanya Kaito.
"Apa?" tanya Gakupo balik.
"Aku tidak akan kalah darimu, Gakupo. Aku yang mendapat gelar cowok populer nomor 1 disini."
"Kau lupa? Aku nomor 2. Jarak kita dekat."
Kaito merasa sebal saja jika mengingat urutan rangking cowok populer di Voca Gakuen ini. Memang sih, Gakupo keren tapi Kaito kurang suka sikap Gakupo yang terkadang suka meremehkan orang lain.
"Ck, lebih baik aku mencari Len-kun saja." ujar Kaito yang langsung lari ke kelas 1-2.
Kaito langsung pergi menuju kelas 1-2, kelas Len. Gakupo hanya melihatnya sambil tersenyum saja, ia mendekati Mikuo dan memperhatikan gaun yang dipegang oleh Mikuo.
'Gaun-gaun yang manis.' batin Gakupo.
"Kamui-senpai, bagaimana rencana kita?" tanya Mikuo.
"Tenang. Besok pasti bisa."
Gakupo sangat yakin dengan rencananya itu. Ia yakin Kaito tidak akan bisa menghindari dari tugasnya. Dan gaun yang Gakupo pilih juga bagus, gaun berwarna biru hampir setipe dengan baju yang akan dipakai besok.
Hari festival sudah tiba, sudah banyak para pengunjung yang datang. Sudah dipastikan pengunjung perempuan lebih dominan. Tujuan pengunjung perempuan itu banyak, melihat cowok-cowok tampan di Voca Gakuen terutama keempat cowok yang populer itu.
"Selamat datang di Voca Gakuen, my lady." ujar keempat cowok itu bersamaan.
"Kyaaa..." terdengar teriakan dari para gadis itu.
Keempat cowok itu tidak lain adalah Kaito, Gakupo, Kiyoteru dan Mikuo. Mereka berempat memakai kostum ala Duke dengan warna image mereka masing-masing. Gakupo warna ungu, Kaito warna biru, Kiyoteru warna coklat dan Mikuo warna hijau muda.
Para gadis itu sangat senang bisa melihat keempat cowok yang populer itu. Keempat cowok itu langsung masuk menuju gedung sekolah, diikuti oleh banyak gadis. Tapi, mereka berempat menghentikan langkah mereka.
"Maaf nona manis, kami tidak bisa menemani kalian." ujar Kaito.
"Eh? Kok gitu?" keluh beberapa gadis.
"Kami ada di kelas masing-masing. Kalian bisa datang ke kelas kami, kelas 2-3."
"Kalian juga bisa datang ke kelas 3-4." tambah Gakupo.
"Baiklah..." ujar para gadis itu.
Kaito dan Mikuo kembali ke kelas mereka, begitu juga dengan Gakupo dan Kiyoteru. Kaito dan Mikuo akan segera menjalankan kegiatan mereka berupa reverse harem ala kerajaan, sedangkan kelas Gakupo dan Kiyoteru bernuansa host club.
Saat Gakupo dan Kiyoteru kembali ke kelas mereka, mereka bertemu dengan Len yang sedang membawa beberapa makanan. Tampaknya ia terlihat kesulitan membawa makanan yang banyak. Gakupo langsung saja mendekatinya dan membantunya.
"Ah..." gumam Len.
"Bahaya membawa barang sebanyak ini sendirian." ujar Gakupo.
"Kamui-senpai..."
"Seharusnya kau membawanya satu-satu dulu." tambah Kiyoteru.
"Ah iya..."
Len merasa terbantu ketika Gakupo dan Kiyoteru membantunya membawakan beberapa makanan untuk butler cafe mereka. Gakupo melirik sekilas ke arah Len, wajah Len sangat manis apalagi pakaian butler itu tampak cocok untuknya.
'Huwaa... Aku harus menahan diri. Aku bukan orang seperti Kaito.' batin Gakupo.
Tampaknya Gakupo masih belum jujur dengan dirinya sendiri. Tidak lama mereka telah sampai di kelas 1-2, Gakupo dan Kiyoteru membantu Len menaruh makanan-makanan itu di ruang lain.
"Terima kasih Kamui-senpai dan..." ujar Len terhenti ketika melihat Kiyoteru.
"Hiyama Kiyoteru." ujar Kiyoteru.
"Ah iya, Hiyama-senpai..." ujar Len lagi.
"Jangan sungkan Len-kun, kau bisa minta tolong ke kami." tambah Gakupo.
Len hanya tersenyum ke arah kedua senpai-nya itu. Mereka memang baik, meski Len belum mengenal Kiyoteru. Melihat senyum Len seperti itu, jantung Gakupo berdetak lebih kencang. Ia merasa malu sendiri.
'Ayolah... Apa aku memang gay? Ini semua salah Kaito, dekat-dekat dia aku jadi begini?' batin Gakupo dengan putus asa(?). Len dan Kiyoteru hanya sweatdrop melihat tingkah Gakupo yang aneh.
"Kamui-kun, sudah saatnya kita ke kelas. Masih banyak tugas." ujar Kiyoteru.
"Ah iya, benar juga. Nanti pulang sekolah tunggu aku di depan kelas, Len-kun. Kalau ada waktu datang ke kelasu juga bisa." ujar Gakupo dan ia berjalan meninggalkan kelas Len diikuti oleh Kiyoteru.
"Iya..."
.
.
.
Kelas Len bisa sedikit sepi sekarang, mereka kelelahan menangani banyaknya tamu yang datang. Karena sepi mereka bisa beristirahat sekarang, cukup untuk mengumpulkan energi jika cafe mereka ramai lagi.
"Ah... Capek~" ujar Piko.
"Iya...," gumam Len. Tiba-tiba ia teringat perkataan Gakupo tadi. Len langsung menuju pintu kelasnya.
"Mau kemana?"
"Mau liat-liat kelas lain."
"Ok, jangan lama-lama..."
Len segera keluar dari kelasnya dan menuju kelas Gakupo, kelas 3-4. Tadi Gakupo menyuruh Len ke kelasnya, mungkin saja ada sesuatu yang bagus di kelas Gakupo. Sekalian Len ingin melihat seperti apa kelas senpai-nya itu. Len membuka pintu kelas itu dan sudah ada beberapa pemuda yang menyambutnya.
"Selamat datang di Voca Club..." ujar kedua pemuda itu.
"Ah... Ehmm.. Iya," ujar Len sedikit bingung. Kedua pemuda yang menyambutnya itu terlihat sangat tampan dan keren. "Apa Kamui-senpai ada?"
"Gakupo? Dia sedang sibuk sekarang." ujar pemuda itu. Ia menunjuk ke arah kursi yang ada di pojok ruangan. Len melirik ke arah pojok itu dan melihat Gakupo yang dikelilingi sekitar lima orang gadis.
'Eh? Kamui-senpai sangat populer.' batin Len.
"Apa kau ada perlu dengannya? Mau kupanggilkan?" tanya pemuda itu.
"Tidak usah. Terima kasih." Len langsung meninggalkan kelas 3-4 itu.
Rasanya ia mengerti sekarang kenapa Gakupo mendapat peringkat kedua cowok populer di sekolah ini, mungkin karena kemampuannya menaklukan hati para gadis. Tapi, Gakupo bukan tipe seperti itu. Mungkin demi profesionalitas atas tugasnya.
"Apa aku ke kelas Kaito-senpai?" gumam Len sambil berjalan ke kelas 2-3.
Len sudah ada di depan kelas 2-3, begitu ia membuka pintunya muncullah sosok Mikuo yang masih memakai baju ala Duke itu langsung menggengam tangannya dan menatapnya tajam. Mungkin para gadis akan terhipnotis dengan tatapan itu.
"Silahkan masuk dan berdansalah di harem ini." ujar Mikuo.
"Eh? Temannya Kaito-senpai?" gumam Len.
"Ah, Kagamine-kun aku juga punya nama. Hatsune Mikuo."
"Ok, Hatsune-senpai."
"Selamat datang."
"Iya. Mana Kaito-senpai?"
"Ahaha... Dia sedang menikmati perannya."
Mikuo menujuk ke arah dekat jendela, disana ada sosok seorang gadis yang memakai gaun biru dan berambut pirang. Len terkejut melihatnya, gadis itu sangat cantik.
"Eh? Siapa gadis itu?" tanya Len.
"Itu Kaito, Kagamine-kun." jawab Mikuo.
"Eh?"
Len terkejut ternyata gadis itu adalah Kaito. Jadi ini yang dimaksud reverse harem yang akan diadakan kelas 2-3. Kaito menjadi seorang gadis dan teman-teman lainnya akan ada di samping Kaito, lebih tepatnya Kaito menarik perhatian para pengunjung pria untuk datang. Tapi, ujung-ujungnya banyak pengunjung pria atau wanita yang datang untuk melihat Kaito.
"Cantik kan?" tanya Mikuo.
"Mikuo, awas kau ya?" keluh Kaito.
"Kau cantik jika begitu."
"Ck, Len-kun jangan lihat aku seperti ini. Kau ke kelasmu saja."
"Eh? Baiklah..." gumam Len.
Len segera keluar dari kelas 2-3 dan menuju kelasnya, mungkin cafenya sudah ramai lagi dan butuh bantuannya. Sudah cukup ia berkeliling melihat kelas kedua senpai-nya itu. Nuansa yang sangat heboh.
Akhirnya festival sudah selesai dan semuanya sedang beristirahat. Ternyata capek juga melayani para pengunjung dari pagi hingga sore seperti sekarang. Len dan teman-temannya beristirahat di kelasnya.
"Fiuh, capek..." ujar Len.
Tidak lama muncul sosok Gakupo, ia melihat Len sedang duduk di dekat pintu kelas. Ia sedikit bingung kenapa Len duduk disana. Tapi, ia mendekati Len dan duduk di sampingnya.
"Capek ya?" tanya Gakupo.
"AH? Eh? Kamui-senpai..." gumam Len kaget.
"Maaf membuat dirimu kaget begitu."
"Tidak apa-apa."
Len memperhatikan sosok Gakupo yang masih memakai baju ala Duke itu, ia akui Gakupo sangat keren dengan baju itu. Wajah Len sedikit memerah karena melihat Gakupo. Gakupo melirik ke arah Len dan melihat wajah Len yang memerah itu.
"Ada apa, Len-kun?" tanya Gakupo.
"Ah tidak..." jawab Len.
Gakupo kelihatannya sok keren, padahal ditatap seperti itu oleh Len membuat jantungnya berdetak kencang. Dia melihat wajah Len yang manis, hampir sajaterbesit di benaknya ingin mencium Len.
'Apa yang kupikirkan? Hilangkan fantasi gila ini?' batin Gakupo frustasi sambil membenturkan kepalanya di dinding(?).
"Kamui-senpai baik-baik saja kan?" tanya Len sedikit sweatdrop.
"Ah, iya. Baik-baik saja kok. Hahaha..." jawab Gakupo sambil tertawa garing.
Teman-teman sekelas Len tidak terlalu memperdulikan mereka berdua, tapi kedatangan seseorang yang heboh menarik perhatian murid kelas 1-2 ini. Seorang gadis berambut pirang dengan gaun biru.
"Gakupo? Sudah kuduga kau ada disini!" seru Kaito.
"Ah... Kaito ya? Kau manis kalau begitu." ujar Gakupo.
"Ck, kembalikan bajuku. Aku tidak bisa menemukannya dan harus memakai gaun seperti ini."
"Kenapa? Kau justru lebih manis begitu." Gakupo langsung bangun dan memojokkan Kaito di tembok kelas, membuat pandangan murid kelas 1-2 tertuju ke arah mereka.
"Sial, masa aku seperti ini?"
"Tidak apa kan?"
"Huwaa... Kamui-senpai dan Kaito-senpai akan..." gumam murid kelas 1-2.
"Enak saja!" seru Kaito dan Gakupo bersamaan.
Kaito langsung mendorong tubuh Gakupo yang dekat dengannya, untung Gakupo tidak sampai jatuh. Kaito langsung menatap tajam ke arah Gakupo dan mendekati Len yang terlihat kebingungan.
"Bagaimana? Berapa banyak pengunjung yang datang ke kelasmu? Kita bersaing bukan?" tanya Kaito.
"Ah iya...," gumam Gakupo. "Kau terlalu memikirkan hal itu, Kaito."
"Tentu saja. Len-kun itu milikku jadi kau tidak boleh macam-macam."
"Hei, Kaito-senpai sejak kapan aku jadi milikmu?" tanya Len heran.
"Kau lihat Kaito? Len-kun tidak menginginkan dirimu," ujar Gakupo. "Lagipula pengunjung di kelasku banyak."
"Kelasku juga!" Kaito mendekati Len dan memeluknya, membuat Len sedikit terkejut. "Aku tidak akan menyerahkannya padamu."
"Memangnya Len-kun barang?" tanya Gakupo.
"Ah... Kaito-senpai dan Kamui-senpai jangan begitu..." ujar Len.
Tapi tampaknya percuma karena mereka berdua tidak terlalu mendengarkan Len. Hari ini menjadi hari yang melelahkan bagi mereka semua. Kenapa Len harus diperebutkan dua pemuda ini? Hanya Kaito dan Gakupo yang tahu jawabannya.
TBC
A/N: Fiuh, bisa update juga setelah sekian lama.
Gomen, alurnya kecepatan dan agak aneh ceritanya. Aku sedikit kehilangan sense di fic ini. Semoga fic ini cepat selesai.
Ditunggu saran lewat review...^^
