What I Call 'True Love'

by : -MariaVivine-UchiMasu-

Disclaimer : Masashi Kishimoto

This story is mine^^

First of all, Special thanks to : Cherry Blossom SasuSaku, yang mmbwt smngt ak balik bwt nge-lanjutin fict ini.. Thanks bnget ia bwt PM-nya.. (Hhhe ^v^)

Langsung baca aja iaa.. blesan review ada di chappie dpan.. Gomen ia minna.. Happie Readin' n don't forget to leave me some review.. lupp iuu all.. ^^

^.^.^.^.^.^.^.^.^.^

Chapter 4

Keesokan harinya, sesuai dengan perjanjian, Hime berangkat dengan Gaara-nii. Sedangkan aku berangkat sendiri dengan mobilku. Dalam hati aku bersyukur ada Gaara-nii disini. Setidaknya kan, dia dapat membuat Hime jauh dari Sasuke-kun. Dan, ta-da! Aku punya kesempatan untuk mendekati Sasu-kun. Aku menyetir mobilku sambil senyum-senyum seperti orang gila.

Tak lama kemudian, aku telah sampai di sekolah. Aku segera turun dari mobil, begitu juga Hime-chan. Ia tampak sedang mengucapkan sesuatu dengan tidak ikhlas. Mungkin saja ia sedang berterima kasih. Tak lama setelah aku beranjak menuju kelas, terdengar teriakan-teriakan dari banyak gadis yang menamai diri mereka "Prince's Cute Angles(PCA)" yaitu kelompok penggila Sasuke-kun. Mereka sangat berbahaya dan terlalu berlebihan sekali.

Ketika Sasuke-kun keluar dari mobil, teriakan PCA makin berlebihan. Bahkan ada yang berteriak di telingaku secara tak sengaja. Entahlah, aku tidak berminat pada wanita-wanita aneh itu. Yang kuperhatikan adalah wajah tampan Sasuke. Wahh, lama-lama aku bisa bergabung dengan PCA aneh itu. Namanya juga cinta. Sasuke-kun menoleh kearahku dan dia mulai mendekat ke arahku. Semakin dekat dan lebih dekat. Akhirnya, dia menyapaku,"Ohayo, Sakura,". Kau dengar? Dia menyapaku.

"Ah, ohayo, Sasuke-kun,"jawabku dengan gugup. Setelah itu, Sasuke-kun beranjak pergi meninggalkan posisinya tadi. Haah, benar-benar menyenangkan. Aku baru ingat, bukankah setelah ini hari natal akan tiba? Coba saja aku bisa mengajak Sasuke-kun untuk kencan di malam natal nanti. Setelah kulihat Hime meninggalkanku juga, aku segera menuju ke kelasku sendiri dengan kesal. Dasar orang-orang itu, semua tak ada yang menungguku.

-Break time-

Seperti biasa, aku, Hime dan teman-teman berkumpul di kantin. "Hai, Sakura-chan, Hime-chan, Ino-chan,"kata Hinata malu-malu. "Hai, Hinata-chan,"jawabku, Hime, dan Ino serempak. "Sekarang jadwalku untuk pesan makanan kan?"tanyaku. Ino dan Hinata mengangguk. "Iya, Saku. Emm, aku ikut. Ada yang ingin kubicarakan,"kata Hime. "Heh kalian pesan apa?"tanyaku.

"Mie goreng 2 untukku dan Tenten dan Hinata, nasi goreng. Cepat ya,"kata Ino. Setelah mengingat-ingat semua pesanan Ino, Hinata dan Tenten, aku dan Hime-chan beranjak menuju kios makanan. Aku dan Hime-chan bercakap-cakap di perjalanan.

-Normal POV-

Tak lama setelah Hime dan Sakura pergi menuju kantin, datanglah sesosok lelaki tampan di kantin. Lelaki yang bernama Sasuke itu mendekat ke meja Ino dkk. "Ino, kau tahu Sakura dan Himeka ada dimana? Dia dicari Kakashi-sensei,"tanya Sasuke. Ino segera menoleh ke arah Sasuke dan menjawab,"Oh mereka tadi membeli makanan. Apa perlu kupanggilkan?".

"Hn, tidak usah. Aku saja yang menghampiri mereka. Terima kasih,"setelah Sasuke mengucapkan terima kash, ia segera pergi menuju ke arah Sakura dan Himeka. Ia tampak berjalan cepat karena tampaknya ada hal penting yang harus dibicarakan Kakashi-sensei kepada mereka bertiga-dengan Sasuke juga.

-Back to Sakura POV-

"Sakura, tadi kulihat Sasuke menyapamu ya?"tanya Hime.

"Hahh? Oh.. Iya.. Memang kenapa?"jawabku.

"Tak apa. Hanya saja, tidakkah ini adalah sesuatu yang aneh. Ya, aneh dalam artian ada perkembangan begitu,"

"Sepertinya kau benar. Aku merasakannya. Walaupun hanya sapaan ringan tapi aku senang sekali, Hime,"

"Hmm, Sakura. Begini, bukannya aku ingin menggangu kebahagiaanmu sih. Tapi, ingatkah kau akan kejadian 2 bulan lalu? Saat kita secara tak sengaja mencelakai orang,"

"Hem, ingat kok. Orang itu sangat mirip dengan Sasuke-kun. Jika digambarkan, orang tersebut adalah versi dewasa Sasuke-kun,"

FLASHBACK(with Normal POV)

" Anak-anak, kalian berangkat sendiri saja ya. Kaa-san ada acara nanti jam 8,"kata ibu Sakura dan Himeka.

"Haah? Kenapa begitu? Acaranya jam 8 kan?"bantah Himeka.

"Ya, benar. Tapi, Kaa-san harus ke salon dulu, sweety. Saku, kau tak keberatan kan ,lovely?"

"Aku sih tak keberatan. Asal, Kaa-san membiarkan aku dan Hime jalan kaki atau naik bus. Hehehe,"jawab Sakura dengan cengiran di wajahnya.

"Huh, kau ini, lovely. Tentu, Kaa-san tak akan membiarkan kalian jalan kaki. Apalagi naik bus. Kalian harus naik mobil,"perintah Sara, sang ibu tegas.

Karena keputusan sang ibu telah bulat dan tak dapat diganggu gugat, akhirnya Sakura dan Himeka menuruti kemauan ibunya. Karena tangan Himeka sedang sakit, terpaksa Sakura yang harus menyetir mobilnya. Sakura mengemudikan mobil dengan penuh kewaspadaan dan ketelitian(hehe), keadaan sangatlah tenang dan sunyi. Sampai akhirnya Sakura terlarut dalam lamunannya ketika sebuah lagu kesukaan pujaan hatinya mengalun dari radio. Himepun tampak tak peduli, ia malah mengutak-atik handphonenya.

Tanpa mereka sadari seorang lelaki tampan yang melintas tepat di jalan depan dimana mobil Sakura dan Himeka melintas. Himeka yang telah selesai mengutak-atik handphonenya menoleh ke arah jalan di depan dan betapa kagetnya dia, "SAKURA! AWAS! ADA ORANG!".

Sakura yang kaget refleks membanting stir ke arah kanan. Namun, kecelakaan tak dapat dihindari. Lelaki yang tadi ada di depan mobil sekarang tergeletak tak berdaya di depan mereka. Sakura dan Hime refleks membuka pintu mobil dan menghampiri lelaki tersebut. "Ya ampun. Bagaimana ini, Hime?"tanya Sakura frustasi.

"Aku juga tidak tahu. Kau sih! Kenapa menyetir tidak konsen. Sekarang ayo kita bawa ke RS terdekat,"jawab Hime.

Sakura mengangguk dan dengan bantuan orang sekitar, SakuHime berhasil mengangkat lelaki itu. Sakura segera tancap gas menuju RS terdekat. Setelah sekitar 5 menit-an, mereka sampai di Konoha Family Hospital. Lelaki tersebut segera dibawa ke UGD. Setelah memastikan lelaki itu dirawat dengan baik dan setelah membayar biaya RS-nya, SakuHime segera pergi ke sekolah. Hal itu bukan karena mereka tidak bertanggung jawab, tetapi mereka ada Ujian penting di sekolah.

FLASHBACK END

"Ya, dia mirip Sasuke. Kau tahu? Aku dapat kabar bahwa lelaki itu menjadi lumpuh karena kita. Untung keluarganya berhasil ditemukan. Dan, katanya, adik dari lelaki yang katanya bernama Itachi itu sangat terpukul melihat kakaknya seperti itu,"

"Benarkah Hime? Ini salahku, aku harus menemui keluarganya dan meminta maaf. Menjadi lumpuh adalah hal terakhir yang kupikirkan. Kupikir kakak itu hanya akan mengalami patah tulang, ternyata ia menjadi lumpuh,"

"Itu bagus. Tapi tidak untuk hal ini. Kau bisa saja akan jauh lagi dari Sasuke. Bahkan Sasuke akan membencimu,"

"Apa maksudmu? Jika aku meminta maaf dengan tulus bukankah itu akan membuat Sasuke terkesan?"

"Benar. Tapi, apakah kau masih berpikir bahwa Sasuke akan terkesan jika ia sendiri adalah adik laki-laki Itachi yang sangat terpukul itu?".

"Apa maksud kalian berdua?"terdengar suara lagi. Namun suara itu bukan suara perempuan melainkan..

"Sa.. Sasuke?".

JEDUUARR..JEDEERR(ato apalah itu)

Aku melotot seketika. Tidak mungkin. Baru saja kisah cintaku akan dimulai, masa harus berakhir seperti ini?

TO BE CONTINUE

Helloo, minna-sama. Mar" kembali melanjutkan fict aneh ini. Maaf jika ada banyak kekurangan ya.. Balesan review ga ada, Gomen, tapi akan saia balas di chappie dpan, bukan karena saia malas, tetapi ada suatu problem yang memang mendesak. Haha.. Setelah berusaha memahami flame-flame ato comment" yang masuk, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu : saia memberikan porsi scene yang lebih banyak pada Hime. Gomen iaa, Minna-san. Untuk chappie ini, Mar" udh coba buat mengurangi scene Himeka sebisanya. Tapi, gomen lagi kalau Hime-nya masih sering muncul. Trus ada lagi yang bilang Sasuke itw cma tkoh smpingan(As. Figuran) di cerita nie. ia..ia.. Gini deh, saia akan mengubah fict ini supaya lebih baik, sesuai permintaan reviewers, tapi, saia g bisa lngsung mngubah jlan cerita bgitu saja, jdi, saia ubah sdikit-sedikit. Setelah pusing memikirkan akan ada konfik apa di cerita ni, akhirnya konflik kelumpuhan Itachi-lah yang saia dapat. Allright, Minna-san.. REVIEW IAA.. LUUPP IUU ALL..

With Loppe

-MariaVivine-UchiMasu-