Abolition Flame
Kamen Rider Appear!
Act. 04
"sejak kapan kau ada disini ? kenapa kau ada disini?" tanyaku heran pada Yuki yang sepertinya sudah cukup lama berada disini bersama anak-anak ini.
"sejak kau melarikan diri dariku…" jawabnya dingin sambil mencuatkan sebuah senyuman kecil dari mulutnya itu.
"apa..?! lalu bagaimana kau bisa sampai disini?"
"hmm… aku hanya mengikuti instingku saja" jawabnya dingin "apa kau bertemu dengan Ashtray diluar?"
"ya… sebenarnya dia itu siapa? Kenapa dia mengincarku?"
"dia datang dari kubu Villain, divisi ke-empat. Dan dia mungkin memiliki tujuan lain datang kemari, yang aku pun masih belum mengetahui alasannya itu apa"
"Hah? Kubu villain? Divisi ke-empat? Aku benar-benar tidak mengerti. Lalu siapa 2 orang anak yang tadi datang dan membantuku mencoba menghentikan Ashtray?"
"ah, mereka adalah orang-orang yang memintaku menemukanmu. Mereka adalah Ixora dan Ixano, dari kubu Heroes Canvas Ranger, divisi ke-empat"
"aah, aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. Lalu tujuan kedua anak itu apa?" tanyaku lagi kepadanya dengan penuh kebingungan di dalam kepala ini.
"tujuan mereka adalah untuk merekrutmu untuk bergabung kedalam Canvas Ranger Kubu Heroes, kedalam divisi ke-empat tepatnya" jawab yuki menanggapi pertanyaanku.
Aku benar-benar tidak mengerti dengan semua yang terjadi dalam hidupku yang terjadi secara tiba-tiba ini. Sebenarnya apa itu Canvas Ranger? Kubu Heroes? Kubu Villain? Aku benar-benar tidak mengerti akan semua hal ini. Yang aku pikirkan sekarang adalah kondisi Ixora dan Ixano yang sedang menghadapi Ashtray dan anak-anak buahnya itu. Aku harap mereka tidak apa-apa.
"kakak… apa itu yang ada dibalik jaket kakak? Apa itu makanan? Helen tadi siang menangis saat menunggu kakak pulang…" ucap 3 orang anak membangunkanku dari lamunan, mereka masih melekat, dan mendekap tubuhku ini yang kotor ini.
"ah, ini kakak bawakan roti. Tapi ingat, kalian jangan berebut ya? Dan kau Johan, jangan sampai kau lupa memberi Helen juga…" jawabku atas pertanyan anak-anak itu.
"Dhooaarr!!! Bhraakk!!! "
Terdengar suara ledakan keras yang sepertinya telah menghancurkan pintu gereja, tempat tinggalku ini. Ledakan itu terdengar jelas sekali ditelingaku dan membuat anak-anak yang ada disekelilingku ketakutan. Mereka memelukku semakin erat, seperti memegang sesuatu yang sangat mereka sayangi dan tidak ingin agar benda itu hilang, ya, karena mereka benar-benar tidak ingin aku meninggalkan mereka. Tapi, resah menghantuiku setelah mendengar suara ledakan itu, aku tak bisa tenang. Jantungku berdebar kencang, seperti kuda pacu yang tengah beradu kecepatan dengan kuda lainnya.
"Ben, kau tunggulah disini bersama anak-anak. Aku akan memeriksa keadaan kedepan sebentar!" ucap Yuki yang sama-sama merasakan keresahan atas apa yang terjadi barusan.
"Baiklah, dan cepatlah kabari aku jika terjadi sesuatu…" jawabku.
Yuki tidak menjawab lagi dengan ucapan, dia hanya menjawab dengan sebuah anggukkan kecil sambil menolehkan wajahnya kearahku, dan kemudian berlalu melewati pintu menuju ruang utama gereja. Aku hanya terdiam melihat dia pergi, sebenarnya aku sangat ingin sekali pergi, namun aku juga khawatir akan keadaan anak-anak disekelilingku yang tengah ketakutan ini.
"Ixoraa..! Ixanoo…!"
Terdengar teriakan seorang lelaki dengan nada terkejut, dari suaranya aku bisa tahu kalau itu teriakan Yuki. Aku jadi khawatir, panik dan penasaran akan keadaan Ixora dan juga Ixano, yang sampai membuat Yuki berteriak seperti itu. Aku pun mulai berdiri, mencoba melepaskan pelukan erat ke-6 anak yang mengelilingiku dengan halus, aku pun menjelaskan pada mereka bahwa aku harus membantu teman-temanku yang ada diluar sana, dan meminta agar mereka tidak keluar dari dalam ruangan ini. Merekapun mengangguk tanda mereka memahami apa yang akan aku lakukan. Aku pun langsung bergerak, berlari keluar ruangan itu menuju ruangan utama gereja yang cukup berantakan.
"Ixoraa…! Ixanoo…! Yuukii…! Kalian tidak apa-apa?" teriakku memanggil orang-orang yang baru aku kenal itu.
"Benzii..! cepat bantu aku, Ixora dan Ixano seperti nya cukup kewalahan menghadapi Ashtray dan minions-nya itu"
"apa mereka tidak apa-apa? Mereka tidak terluka parahkan?" tanyaku khawatir akan keadaan kedua anak itu.
"tidak, luka mereka tidak terlalu parah, namun sepertinya mereka tak sadarkan diri setelah menerima serangan dari Ashtray…"
"Ghughiiirru…! Ghiiirruugii…!"
Beberapa pasukan minions-Ashtray mulai masuk kedalam gereja, kemudian di ikuti dengan masuknya Ashtray kedalam. Aku cukup kebingungan saat itu, rasa marahku seperti meledak-ledak, bila di ibaratkan seperti gunung berapi yang meletus, karena melihat dua anak pemberani yang telah mengorbankan diri mereka untuk melawan orang kejam yang mulai masuk kedalam gereja-ku ini.
"Hei… bangunkan aku… aku bisa merasakan puncak amarahmu meledak-ledak… cepatlah bangunkan aku! Hehe.." Lagi-lagi terdengar suara seseorang entah dari mana asalnya, tapi aku hanya menebak kalau suara itu berasal dari dalam tangan kananku.
"kau ingin membalas perbuatan orang gila itu kepada kedua anak ini kan?! Kalau begitu cepatlah bangunkan aku!!" suara itu terdengar semakin memaksa sekarang, sepertinya sesuatu dalam tubuhku yang telah lama tertidur dan hampir kulupakan ingin muncul kembali kepermukaan.
"membangunkanmu? Bagaimana caranya?" jawabku berbicara dari dalam hati kepada seseorang yang ada tersegel didalam tubuhku.
"kakak…" suara seorang anak dari arah pintu belakang memanggilku.
"Hans..! kenapa kau disini? Bukankah kakak sudah menyuruh kamu untuk diam didalam?"
"tapi kami khawatir kepada kakak…" jawab salah seorang anak lagi.
"hei Ben, bisakah kita meminta bantuan anak-anak itu? Untuk membawa Ixora dan Ixano menuju tempat yang aman?" yuki menawarkan sebuah saran kepadaku.
"apa?! Aku tidak yakin mereka bisa, tapi aku harap mereka bisa membantu kita…" jawabku heran dan ragu.
"aku yakin mereka bisa, demi kau mereka pasti bisa! Dan selagi mereka membawa Ixora dan Ixano kedalam, kita akan melindungi yang mereka!" jawab Yuki atas pertanyaanku.
"baiklah… Hans, bawa yang lain kemari! Bantu kakak membawa teman-teman kakak ini kedalam, mereka sedang terluka…" jawabku setuju akan usulan Yuki, dan kemudian meminta bantuan dari anak-anak yang ada di belakang.
"Ah…! Baiklah kak…"
Hans, masuk dan kemudian memanggil anak-anak yang lainnya keluar. Aku dan juga Yuki kemudian meminta mereka untuk membawa Ixora dan Ixano kedalam. Mereka pun membawa Ixora dan Ixano kedalam dengan cara memapah mereka. Kemudian sekaranglah peranku dimulai, aku akan melindungi mereka yang aku sayangi. Yuki dan aku pun langsung mengambil ancang-ancang untuk segera menahan serangan dari para minions yang berlompatan menyerang menuju ke-arahku dan juga yuki, terutama ke arah anak-anak yang tengah memapah Ixora dan Ixano.
"tidak akan aku biarkan kalian menyentuh anak-anak tak berdosa itu!! Heeeeaaaahhh!!!" aku meneriakkan amarahku kearah minion-minions itu.
Aku berhasil memukul satu orang minions, dan dia terpental kearah minions yang lain, dan mereka terjatuh seperti pin bowling yang jatuh akibat tertabrak bola berat. Yuki pun berhasil memukul mundur 3 orang minions yang mencoba mendekat, dengan cara memukul dengan tangan kanannya, yang sepertinya sangat kuat itu. Namun, tanpa kami sadari, ada 2 orang minions yang lolos dari pandangan kami dan melompat menuju arah anak-anak yang sedang berusaha melarikan diri itu.
"tidak secepat itu dasar orang-orang kerdil !!" terdengar suara seseorang dari ruangan dalam berteriak dan melompat keluar, kemudian dia memukul minions itu sampai terlempar mundur kembali.
"Hei, siapa kau?" tanyaku pada orang asing yang tiba-tiba ada didalam rumahku.
"aku Rokoz, rekan dari Ixora dan juga Ixano, aku datang untuk membantu kalian…" jawab orang itu singkat namun jelas.
"ah, Rokoz! Kebetulan sekali kau ada disini, terima kasih kau sudah datang" sahut Yuki antusias melihat kedatangan orang bernama Rokoz itu.
Kemudian yuki langsung mengambil posisi tegak, tegap, kemudian dia mengangkat tangannya, mengepalkan tangan dan kemudian dia memukulkan kedua kepalan tangannya itu tepat di depan dadanya. Dan dia berteriak, "Henshin..!!", seketika dengan cepat dia mengenakan sebuah helm dan kemudian dia berubah bentuk. Aku takjub melihat penampilan dia sekarang, dia seperti seorang pengendara motor, mengenakan syal berwarna kuning, dengan warna dada merah, dan matanya yang berwarna merah menyala.
"A, apa yang sebenarnya terjadi dengan Yuki!??" aku bertanya-tanya atas apa yang terjadi dengan Yuki barusan.
"dia adalah salah seorang kamen rider. Orang terpilih yang memiliki kekuatan untuk yang lebih dari manusia biasa, untuk menolong sesama manusia, dan dia biasa dipanggil Riderman" jawab rokoz menjelaskan kepadaku.
"sudahlah jangan melamun terus! Ayo kita habisi mereka!" sahut Yuki/Riderman.
Act. 04 End
