My Cute Ghost
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SASUNARU
Genre : Romance
Rate : T
Summary : Sasuke sudah tahu siapa pembunuh kedua orang tuanya. Seseorang yang ada di masa lalu Naruto muncul. RnR pelase~
Chapter 4 : Your Aniki?
Cerita Sebelumnya
"Sasuke-sama, aku akan menemukan pelakunya untukmu," tiba-tiba Naruto yang sejak tadi membisu akhirnya bersuara dan tiba-tiba ia memeluk Sasuke lembut, seakan takut bila Sasuke pergi dan menyusul kedua orang tuanya ke 'alam sana'.
"Tidak perlu. Aku akan menyimpan dua permintaan terakhirku untuk yang lebih pent—"
"Ini kemauanku sendiri! Jadi kau masih punya dua permintaan lagi, aku tak mau melihatmu seperti ini! Kembalilah seperti Sasuke-sama yang kukenal," bentak Naruto sambil menangis, memotong ucapan Sasuke yang ia yakini akan menyayat hati Naruto lebih dalam dan menyakitkan. Sebenarnya, Naruto sudah tahu siapa pelakunya—ingat dia hantu yang tahu segalanya—namun ia tidak ingin memberitahu Sasuke siapa orang itu tanpa bukti pasti. Dalam hatinya, ia berjanji akan menyiksa orang itu.
Sasuke membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Naruto, lalu keberanian menyelimuti Sasuke, tanpa aba-aba ia mencium puncak kepala Naruto. Ciuman itu tak berhenti di situ, ia mencium kening Naruto, lalu turun ke kelopak mata, turun lagi ke hidung dan kedua pipi Naruto secara bergantian. Terakhir, ciumannya berhenti di bibir ranum Naruto. Hanya menempel, tidak lebih.
'Tuhan, biarkan tetap begini saja. Sebentar saja, biarkan hujan tetap turun.' Batin keduanya bersamaan.
.
.
.
"Itachi-san, orang yang akan menjadi sekertaris anda sudah datang. Ia berada di loby sekarang." Ujar wanita paruh baya berambut ungu dan berkulit porselen sambil menyerahkan berkas-berkas penting pada Itachi
"Terima kasih, Konan. Tolong suruh dia masuk, sekarang." Balas Itachi yang tengah membaca sebuah berkas yang bersangkutan dengan orang yang mereka maksud. Konan—nama wanita paruh baya itu—mengangguk mengerti dan segera melaksanakan tugas.
Tak perlu menunggu lama, pintu di hadapan Itachi terbuka dan menampakkan seorang pemuda tampan—berambut merah ke oranye-oranyean, berbola mata merah, dan berkulit porselen—yang langsung berjalan menuju mejan Itachi.
"Silahkan duduk," ujar Itachi sopan, pemuda itu hanya mengangguk dan menuruti perintah Itachi.
"Jadi, mulai hari ini kau yang jadi sekertaris baruku? Namae wa?" Tanya Itachi dengan senyum menawannya
"Kyuubi. Namikaze Kyuubi. Mohon kerja samanya, Itachi-san."
.
.
.
Sasuke melangkahkan kedua kakinya menuju ke kelasnya. Ia sama sekali tak mempedulikan pandangan-pandangan dari para siswa di sekolah itu. Ya, sepertinya kabar bahwa kedua orang tuanya telah meninggal sudah menyebar bagai ditiup angin kencang. Begitu cepat menyebar. Ia mempercepat langkahnya, muak akan semua hal. Di otak Sasuke kini hanya tepikirkan satu hal.
'Cepat pulang agar bisa bertemu dengan hantuku yang manis.' Batin Sasuke, hanya memikirkan Naruto saja sudah dapat membuatnya tenang. Di perjalanan menuju kelasnya, ia akan ke toilet pria dahulu. Namun, ketika ia akan berbelok ke arah toilet pria, Sasuke mendengar suara-suara di bawah tangga dekat toilet pria tersebut.
"Hahaha, apa tidak apa, bila kau yang notabene sahabatnya malah membunuh orang tuanya?" sebuah suara dari lelaki berambut putih—bernama sakon—terdengar oleh Sasuke. Sasuke mengerutkan keningnya, ia bersembunyi, berniat menguping pembicaraan mereka.
"Heh, itu salah orang tuanya kan," balas sebuah suara yang Sasuke yakini adalah suara Neji.
"Orang tua si pantat ayam itu seenaknya menolak tawaran orang tuaku. Padahal bila mereka menerima tawaran tersebut, mereka akan lebih kaya daripada sekarang," lanjut Neji sambil terkikik geli
"Ya, tawaran penjualan narkoba. Benarkan, Hyuuga?" balas kembaran Sakon—bernama Ukon—sambil menyeringai, Sasuke dapat melihat Neji mengangguk setuju dan berkata,
"Mereka terlalu naif. Tapi, aku sedikit merasa senang dapat membunuh orang tua si tengik itu dengan kedua tanganku dan bantuan kalian,"
Sasuke menggertakkan gigi. Sudah habis kesabarannya, ia akan menghajar mereka bertiga sekarang juga. Ia tak peduli bila nanti akan menimbulkan keributan.
Ketika Sasuke akan menghajar mereka, sebuah tangan menahan lengan Sasuke dengan lembut namun kuat dalam waktu bersamaan. Sasuke akan membentak orang yang berani menghentikannya itu, namun ketika ia berbalik menghadap orang tersebut, bukan bentakan yang keluar dari dirinya namun keterkejutan yang keluar darinya. Orang itu adalah Naruto, sang hantu manis, sang butler tercinta, dan calon ukenya.
"Kendalikan dirimu, Sasuke-sama. Belum saatnya mengakhiri kasus ini," bisik Naruto sambil memeluk tubuh tinggi Sasuke. Wajah Naruto datar, ia tak tersenyum ramah seperti biasanya.
"Sebaiknya anda kembali ke kelas, biar saya yang mengurus mereka." Lanjut Naruto sambil mendorong Sasuke agar kembali ke kelas. Dan tanpa disuruh dua kali Sasuke kembali ke kelasnya dan membatin heran
'Kenapa Dobe ada disini?'
Sasuke kini tengah duduk di bangkunya. Bangku paling belakang dan pojok, dekat dengan jendela yang menunjukkan sebuah pemandangan dari pohon Sakura yang tinggi, besar, dan menawan.
"Sasuke," sebuah suara menyapa indera pendengaran Sasuke, Sasuke pun menoleh dan mendapati Gaara tengah menatapnya serius.
"Hn?"
"Aku turut berduka cita," ujar Gaara dengan nada menyesal. Sasuke hanya menatap datar. Sejak insiden menguping tadi, seorang Sasuke sudah tak dapat mempercayai arti kata teman lagi.
"Terim kasih," jawab Sasuke datar, Sasuke mengarahkan pandangannya ke pohon Sakura. Gaara memandang Sasuke, seakan ingin membaca apa yang ada di pikiran Sasuke.
"Sa—" ketika Gaara ingin bertanya sesuatu, guru kesenian mereka yang bernama Deidara—berambut pirang panjang, berbola mata sapphire, berkulit putih, dan berkelamin pria—masuk dan menyuruh semua duduk di tempat duduk masing-masing.
"Ohayou, mina-san," Sapa Deidara dengan senyum cerianya. Guru manis itu memperhatikan semua murid-muridnya
"Gaara-kun, dimana Neji-kun?" tanya Deidara sambil memiringkan kepalanya
"Entahlah, tadi dia bilang mau ke toilet." Jawab Gaara jujur
'Ya, ke toilet dan mengobrol dengan teman-teman yang sama bangsatnya seperti dia,' batin Sasuke marah mengingat hal yang dibicarakan Neji tadi. Deidara mengangguk mengerti lalu berkata,
"Mulai hari ini, sensei akan digantikan oleh guru baru. Sensei harap kalian dapat berlaku baik pada guru baru ini, mengerti?" Beberapa anak bertanya mengapa Deidara pindah dengan nada kecewa, sedangkan Deidara hanya tertawa dan menjawab
"Sensei mau menjadi seniman, mengikuti jejak orang yang menginspirasi sensei." Wajah Deidara tampak bahagia dengan dihiasi semburat merah di masing-masing pipnya. Tak lama setelah menjawab pertanyaan murid-muridnya, ia menyuruh guru baru itu masuk dan memperkenalkan diri.
"Hajimemashite, watashi wa Uzumaki Naruto, desu. Douzo Yoroshiku, Onegaishimasu." Sasuke langsung mengalihkan pandangannya ke arah depan dengan kecepatan kilat, matanya membelalak lebar. Sungguh tidak Uchiha sekali.
'Ini…mimpi?' tanya Sasuke dalam hati, matanya tak bisa lepas dari sosok di depan sana. Sosok seseorang yang telah mengambil perhatiannya, sosok dari seorang Uzumaki Naruto.
"Oke, kalian sudah bisa bertanya pada Naruto-sensei. Sensei akan pergi sekarang. Sayonara, min-san." Deidara pun pergi dengan dramatisnya, seolah dunia ini akan berakhir dengan perpisahan Deidara dan para murid-murid di kelas itu.
Tak perlu menunggu lama, sebuah tangan sudah terangkat, menandakan sang empu tangan ingin bertenya sesuatu,
"Iya,apa yang ingin kau tanyakan, Yamanaka-san?" tanya Naruto sambil melihat buku absensi kelas itu
"Emh, Naruto-sensei umur berapa?" tanya Yamanaka Ino, wanita cantik berambut pirang pucat panjang yang diikat satu
"Umur saya baru 25 tahun," tentu saja Naruto bohong.
"Apa sensei sudah punya pacar?" tanya Inuzuka Kiba, lelaki berambut coklat, berbola mata coklat dan memiliki tato segitiga terbalik di masing-masing pipinya
BLUSH!
Tiba-tiba wajah Naruto memerah, bagaikan kepiting yang di rebus dan dicat merah.
"Errr…tidak bisa dibilang pacar sih, saya hanya mencintainya. Tapi saya tidak tahu apa yang ia rasakan," dank arena jawaban Naruto yang terlalu jujur itu, seisi kelas menjadi ramai dan menyakan banyak hal pada Naruto. Sedang Sasuke hanya menghela nafas melihat aksi anak-anak sekelas yang mengintrogasi Naruto.
Tiba-tiba sebersit ide jahil muncul di kepala Sasuke. Sasuke pun mengangkat tangannya, dan hal itu otomatis membuat seisi kelas terkejut. Secara, Sasuke tak pernah bertanya apapun pada guru-guru di sekolah ini.
"Sensei, apakah orang itu bertemu denganmu di tempat yang sudah tua dan misterius?" tanya Sasuke sambil menyeringai. Naruto tambah memerah karena pertanyaan Sasuke yang telak itu, sang guru baru ini hanya dapat mengangguk kaku.
'Gotcha! Sudah kuduga,' batin Sasuke senang tak terhingga, sampai-sampai ia lupa akan masalahnya dengan kematian kedua orang tuanya.
.
.
.
Sore telah menjelang, waktunya para siswa pulang ke rumah masing-masing. Namun tidak dengan Sasuke dan Naruto.
"Apa anda masih memikirkan Hyuuga itu?" tanya Naruto sambil mengelus pipi Sasuke lembut. Ia sungguh khawatir dengan tuannya.
"Tentu saja," jawab Sasuke datar, di pegangnya tangan Naruto, seakan ingin saling berbagi apa yang mereka rasakan.
"Namun, berkat kau, aku sedikit tenang." Lanjut Sasuke. Sang Uchiha satu ini memandang Naruto hangat dan tersenyum tulus. Naruto memandang sendu, sang hantu yang kini menjadi butler sekaligus guru seni Sasuke mendekatkan wajahny perlahan ke wajah sang majikan. Sasuke yang juga terbawa suasana ikut mendekatkan wajahnya, menghilangkan jarak antara mereka.
"Mmh…" suara desahan keluar dari bibir ranum Naruto. Mereka begitu menikmati saat-saat mereka dapat berdua.
GREEEKKK!
Suara pintu terbuka membuat mereka saling menjauhkan diri dan melihat ke arah pintu. Di sana telah berdiri Gaara yang mematung.
"Se…Sensei, Sasuke, apa…yang kalian lakukan?" tanyanya gugup karena tak sengaja melihat adegan mesra.
"Sabaku-san, tidak baikkan mengintip orang." Kata Naruto sambil manyun, Sasuke menggelengkan kepala melihat tingkah Naruto yang kekanak-kanakan. Gaara hanya menunduk menyesal, Naruto mendekati Gaara dan menengadahkan kepala Gaara.
"Kenapa kau menangis?" tanya Naruto mengusap mata Gaara yang sembab. Gaara terkejut dan menjauhkan diri dari Naruto
"Daijo—"
"Hyuuga lagi, Sabaku?" potong Sasuke, Gaara menunduk tak berani menjawab. Tanpa dijawab pun Sasuke sudah tahu, karena, Gaara memang selalu disiksa Neji dari belakang.
"Mau saya bantu untuk membalasnya?" tanya Naruto yng membuat Sasuke dan Gaara terkejut. Seringai menakutkan terlukis di wajah Naruto, sungguh bukan seperti Naruto saja.
"Sejak awal, saya sudah membencinya." Kata Naruto sambil tersenyum mengerikan
'Ya, siapapun yang berbuat jahat pada Sasuke-sama-ku tak akan kumaafkan,' tambah Naruto dalam hati.
"Sabaku-san tak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkan matang-matang." Gaara hanya menunduk, memikirkan ucapan guru barunya.
"Hn, ayo Dobe. Kita pulang," ajak Sasuke yang tengah menggandeng tangan Naruto dengan penuh kasih sayang. Namun, sebelum benar-benar keluar, Sasuke membalikkan badan dan berkata,
"Kau juga segera pulang dan memikirkan ucapan Naruto." Setelah itu Sasuke benar-benar pergi, meninggalkan Gaara dalam kebingungan mendalam.
.
.
.
"Mulai hari ini, kau akan tinggal disini. Supaya memudahkan pekerjaan tentunya," ujar Itachi membawa masuk Kyuubi ke dalam rumahnya. Kyuubi hanya mengangguk pelan dan mengangkat barang bawaannya.
"Tadaima, otouto, kau sudah pulang?" Itachi menuju ke ruang keluarga dan menyuruh Kyuubi untuk duduk dimana pun ia suka. Kyuubi dengan kalem duduk di sofa empuk. Tiba-tiba, Sasuke muncul dari arah dapur sambil memegang sekaleng jus tomat segar. Di belakang Sasuke ada Naruto yang sudah memakai seragam butlernya.
"Urusai, baka aniki. Siapa itu yang kau bawa?" tanya Sasuke sungguh tidak sopan
"Perkenalkan ini sekertaris baruku. Namikaze Kyuu—" perkenalan itu terpotong karena jeritan Naruto dari belakang Sasuke.
"ANIKI! Kau aniki kan?" tanya Naruto histeris mendekati Kyuubi dan memeluknya erat, wajah manis Naruto sudah dibanjiri oleh air mata beningnya sendiri. Kyuubi masih lola(loading lama) karena shock akan jeritan orang yang memeluknya itu.
"Ini aku, Naruto. Kau Aniki kan?" tanya Naruto lagi dengan nada memaksa. Duo Uchiha yang melihat itu hanya cengo. Kenapa Naruto yang kalem menjadi dramatis seperti ini?
"Naruto? Na…Naru-chan?!" kali ini Kyuubi ikut menjerit kaget, tanpa pikir panjang Kyuubi memeluk erat tubuh mungil Naruto.
"Akhirnya ketemu, kemana saja kau?!" tanya Kyuubi khawatir
"Itu…ceritanya panjang. Bagaimana keadaan Tousan dan Kaasan?"
"Mereka…sudah meninggal. Ratusan tahun yang lalu," jawab Kyuubi dengan nada sedih. Naruto hanya menunduk, ya, mana mungkin ada orang yang bisa bertahan ratusan tah—
"EH?! Lalu kenapa aniki masih hidup?"
"Bodoh! Kau mendoakanku supaya mati ya?! Aku bisa hidup lama karena melakukan perjanjian dengan seorang misterius di dalam hutan tempat biasa kita bermain." Jelas Kyuubi sambil mencubit pipi tembem Naruto
"Ehem!" Sasuke pura-pura batuk, rupanya Sasuke merasa dilupakan karena adegan reonian antara kakak beradik yang telah ratusan tahun terpisah. Sedangkan Itachi, ia tengah menonton berita di televisi dengan seriusnya.
"Otouto, cepat kemari. Penting." Panggil Itachi bak memanggil anjing peliharaannya. Dengan bodohnya, Sasuke menurut saja.
"Ada apa?" tanya Sasuke heran melihat Itachi yang tumben-tumbennya serius lihat berita. Kan, gak Itachi banget gitu lihat berita dengan serius, biasanya dia ngakak-ngakak sendiri kayak orang gila.
"Temanmu, Hyuuga, dia masuk penjara." Ujar Itachi sambil menunjuk layar televisi. Di situ, tertera bahwa Hyuuga Neji tertangkap karena dua kasus. Pertama, karena dia dan keluarganya menjadi bandar narkoba. Kedua, Hyuuga Neji dan teman-temannya menjadi pelaku yang menyebabkan terjadinya insiden kecelakaan pasangan Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto.
'Sejak kapan?' batin Sasuke heran, secepat kilat Sasuke mengarahkan pandangannya pada Naruto. Naruto yang dilihatnya hanya tersenyum manis,
"Suki da, Sasuke-sama." Naruto mengucapkannya tanpa suara. Sasuke memalingkan wajahnya, berharap dapat menyembunyikan semburat merah yang dikarenakan ucapan dan ekspresi Naruto.
_TBC_
Balasan Review :
Son Sazanami_pelakunya udah ditunjukan di chap ini
Sheren_Yup! Ini sudah lanjut~
Ca Kun_Ukh, saya merasa di chap ini juga kurang panjang.#pundung
Hanazawa Kay_Maaf…
Kkhukhukhukhudattebayo_Bukan berhubungan dengan Naruto, namun dengan Sasuke
Indahyeojsparkyuelfsaranghae Kim Hyun Joong_Sudah saya penuhi request anda, di chap ini Kyuu baru muncul.
NamikazeNoah_eh? Hurt nd comfort? Gyaa! Saya gak sadar! Kakaknya Kyuubi, keluarganya udah gak ada. Ini udah lanjut~
.Teme_Bakal pindah pemilik gak ya~#smirk
Kim Victoria_-_- ini udah updet~
Uzumaki Scout 36_Hahaha, ini udah lanjut~
RyanfujoshiSN_Wkwkwk, klo Itachi pacaran ama Naruto, dia bakl dibunuh ama Sasuke
Aster-Bunny-Bee_salam kenal juga ^^
Onyx ShappireSEA_Ini udah updet~
