YellowPeach presents:
Alexithymia
Broduce 101 by Mnet
Enjoy & Happy Reading!
***::…::***
Chapter III
Jihoon POV
"Jihoon-ah! Ada yang mencari mu!" panggil Euiwoong sambil melambaikan tangan nya ke arahku.
"Siapa?"
"Anak kelas 10!" Kemudian aku menghampirinya dan mendapati Jinyoung berdiri di depan pintu kelasku sambil membawa kantung plastik. Euiwoong langsung meninggalkan kami berdua, dan kembali bergabung dengan teman teman ku yang lain didalam kelas.
"Kau sudah makan siang?" tanyaku pada Jinyoung, dia hanya menggelengkan kepalanya sambil menyodorkan kantung plastik yang ia bawa kepadaku.
"Ini, aku sudah bawa pesanan hyung, 2 sandwich dan 2 jus apel kan?"
"Yasudah, ayo kita ke rooftop" ajakku sambil menarik lengan nya. Aku baru sadar kalau ternyata Jinyoung sekurus ini, pasti dia sering melewatkan jam makan nya. Kalau dikamar saja dia tidak pernah memakan snack, berbeda sekali denganku dan Haknyeon yang selalu menyimpan ramyun sebagai snack di dalam lemari.
"Ke rooftop? Kenapa harus ke rooftop hyung?" Dia malah menahan tanganku dan kita berhenti di depan tangga menuju rooftop.
"Kan kau bilang tadi belum makan siang, jadi kau harus menemani ku menghabiskan sandwich dan jus apel nya"
"Oh begitu…"
"Ayo, jangan melamun begitu. Nanti jam makan siang nya keburu habis" ujarku sambil naik duluan dan ia menyusulku dibelakang.
.
.
.
.
.
Sejak tadi kami berdua hanya makan dalam diam, aku dan Jinyoung sama sama sibuk dengan makanan kami masing – masing. Walaupun sebenarnya makanan ku sudah habis sejak tadi, sedangkan Jinyoung masih sibuk memisahkan sayur dari sandwich nya. Ternyata bukan hanya sering melewatkan jam makan nya, dia juga pemilih dalam urusan makanan, pantas saja kalau badan nya sekurus ini.
"Kau tidak suka makan sayurnya?" tanya ku sambil menunjuk selada dan tomat yang ia letakkan kembali ke dalam bungkus sandwich tersebut.
"Iya, rasanya aneh. Aku lebih suka makan sandwich dengan isi ham dan telur saja" jawabnya sambil menggigit sandiwichnya.
"Pantas saja badanmu kurus begitu, kau saja suka memilih milih makanan" Jinyoung hanya mengangkat kedua bahu nya dengan cuek.
"Bagaimana? Kau sudah punya teman dekat disini?"
"Ada beberapa, tapi tidak terlalu dekat sih"
"Lalu itu siapa yang sering kau bangunkan tiap pagi? Apa dia juga tidak begitu dekat dengan mu?"
"Oh? Hyungseob? Tidak juga, aku dan dia hanya bertemu saat latihan baseball. Kita jarang bertemu disekolah. Hyung sendiri? Punya banyak teman disini?"
"Kalau punya teman biasa sih banyak, tapi teman dekatku juga tidak banyak"
"Aku tahu kenapa hyung tidak punya banyak teman dekat"
"Kenapa?" tanyaku penasaran. Kemudian Jinyoung terdiam sebentar, lalu ia sedikit tersenyum sambil melirikku. Senyuman nya itu semakin membuatku penasaran, apa sih yang anak ini pikirkan?
"Soalnya hyung itu galak, makanya tidak ada yang mau menjadi teman dekat hyung, aku benar kan? Hahahaha" Selama 2 bulan sekamar dengan Bae Jinyoung, baru kali ini aku melihatnya tertawa. Biasanya dikamar ia hanya tersenyum, atau cemberut. Bahkan kalau Haknyeon sedang bercanda dengan lelucon bodohnya, ia hanya tersenyum.
"Dasar sok tahu! Kau baru mengenalku 2 bulan, bisa bisa nya kau mengatai aku galak" jawabku kesal sambil melipat kedua tanganku di depan dada.
"Lagian, hyung selalu memarahiku dikamar, aku juga tidak pernah melihat hyung bercanda dengan Haknyeon hyung kalau dikamar. Setelah pulang sekolah atau latihan futsal pasti kau langsung sibuk dengan konsol game mu, lalu habis itu kau langsung tidur. Sebenarnya aku juga penasaran dengan game yang kau mainkan itu, tapi sepertinya kau tidak suka kalau aku ganggu. Makanya aku tidak berani mengajakmu ngobrol atau bermain"
Jinyoung menjawab nya dengan panjang lebar. Aku tidak menyangka kalau anak ini sebegitu memperhatikanku, aku kira Jinyoung hanya peduli dengan Haknyeon atau urusan nya sendiri. Bahkan ia bilang kalau ia ingin bermain game denganku? Ah, mungkin anak ini hanya tertarik dengan game ku, bukan karena ingin berteman denganku.
"Eh hyung? Aku bicaranya terlalu banyak yah?"
Saat Jinyoung melambaikan tangan nya didepan wajahku aku baru tersadar, ternyata aku sempat melamun. Aku meliriknya, Jinyoung menatapku dengan tatapan yang sulit aku jelaskan, dia bingung? Atau takut sih?
"Tidak, uhm.. nanti malam aku ajak aku main dengan gamesku, tapi kau harus belajar dulu baru bisa bermain dengan gamesku" kemudian aku langsung berdiri dan bersiap untuk kembali ke kelas.
"Waaahh! Benarkah hyung? Baiklah, setelah latihan baseball hari ini aku akan langsung menyelesaikan semua tugasku"
Jinyoung terlihat sangat senang saat aku menjanjikan nya untuk bermain games denganku nanti malam, apa sebegitu ingin nya dia bermain denganku?
"Iyaaa, aku serius. Sekarang kau lebih baik kembali ke kelasmu. Waktu istirahatnya tinggal 5 menit lagi, kau tidak mau dihukum karena terlambat masuk kelas kan?" ia terlihat sedikit bingung kemudian melirik ke jam tangan yang ia pakai.
"Ah iya, hehehe yasudah sampai bertemu dikamar nanti malam hyung!" ujarnya sambil melambaikan tangan ke arahku dan berlari terlebih dulu ke kelasnya.
.
.
.
.
.
Semenjak hari itu, suasana dikamar menjadi lebih berisik dibanding hari – hari sebelumnya. Biasanya rutinitas dikamar setelah pulang sekolah; Haknyeon akan sibuk membaca komik atau kuis berhadiah dari majalah langganan nya, Jinyoung akan pulang sekitar jam 6 setelah ia latihan baseball kemudian langsung mandi dan belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya, sedangkan aku? Aku lebih suka menyibukkan diriku dikasur sambil bermain dengan games ku.
Tapi sekarang aku harus rela berbagi games dengan kedua roommates ku itu. Jinyoung sangat senang bermain game ternyata. Haknyeon yang senang melihat interaksi antara kami berdua juga jadi ikut ikutan bermain games denganku dan Jinyoung. Kadang kami melakukan taruhan, yang kalah akan mengerjakan tugas sekolah yang menang atau membelikan 2 box ayam goreng.
Sayangnya Jinyoung selalu menang dalam taruhan ini, hanya aku dan Haknyeon yang selalu sibuk bersaing dengan skor di game yang kami mainkan. Ternyata diam – diam Jinyoung sangat pandai dalam bermain game, dan lebih jago daripada aku yang pemilik games nya.
Tidak hanya sering bermain games bersama sih, tapi kadang jika kami bertiga tidak memiliki kegiatan apapun di hari weekend kami sering pergi bersama, entah menonton film di bioskop, menemani Haknyeon membeli baju, membantu Jinyoung membeli perlatan untuk klub baseballnya, atau membeli kaset games baru tentu saja.
Hubungan kami bertiga jadi lebih dekat karena gamesku dan kehadiran Jinyoung juga. Kata Haknyeon, sekarang kami berdua jadi lebih ekspresif. Jinyoung yang biasanya hanya tersenyum atau cemberut, kini bisa tertawa dan bermanja manja denganku atau Haknyeon. Kalau aku sendiri? Rasanya sama saja seperti kemarin – kemarin, bedanya sekarang aku bisa lebih bergantung pada si bodoh Haknyeon atau Jinyoung.
.
.
.
.
.
"Hey, Jinyoungie! Lihat, Jihoon sebentar lagi bisa mengejar skor kita! Kau yakin malam ini tidak mau bermain game lagi?" tanya Haknyeon saat Jinyoung baru saja memasuki kamar. Tapi anak kelas 10 tersebut menggelengkan kepalanya sambil meletakan tas ranselnya dimeja belajar dan melepaskan topi baseball nya.
"Hmm, kurasa malam ini aku tidak ikut bermain lagi hyung. Maaf yah, tapi aku ingin langsung istirahat saja" jawab Jinyoung sambil tersenyum kecil. Sudah seminggu ini Jinyoung selalu pulang lebih larut, raut wajahnya juga terlihat sangat lelah sekali setelah latihan dengan klub baseballnya. Ini sih sama persis seperti masa – masa ia baru masuk ke klub baseball.
"Yasudah kau langsung mandi dan istirahat saja, sudah makan malam kan? Kalau belum, Jihoon masih punya stok roti dan ramyun kok di lemari nya" Aku menunjuk ke lemari bajuku, namun Jinyoung bilang kalau ia sudah makan malam tadi dengan Hyungseob setelah latihan baseball.
Akhirnya malam itu aku dan Haknyeon bermain game berdua dengan volume kecil dan berusaha tidak heboh karena Jinyoung benar benar langsung tidur setelah mandi tadi.
.
.
.
.
.
Malam itu, aku kembali terbangun dengan suara berisik. Tapi kali ini beda dengan yang biasanya, sekarang bahkan masih jam 2 pagi, tidak mungkin kan Jinyoung sudah bersiap untuk latihan baseball sepagi ini? Lagipula suara berisik kali ini terdengar seperti suara orang yang sedang terisak, apakah Haknyeon menangis lagi karena mengingat ayahnya? Atau malah Jinyoung yang menangis?
Awalnya aku mendiamkan suara itu dan berusaha kembali tertidur, lama kelamaan suara itu hilang juga. Tapi karena penasaran, aku menyalakan lampu kecil yang terdapat di lemari dekat kasurku. Kemudian aku melihat Jinyoung yang terduduk dikasurnya, ia sedikit terkejut dan merapihkan posisi bantal dan selimutnya saat aku menghampirinya.
"Kau kenapa? Sedang tidak enak badan?" tanya ku sambil mendudukan diriku dikasurnya dan menyentuh pundaknya.
"Hah? Tidak hyung, aku baik baik saja. Maaf sudah membuat hyung terbangun lagi"
Apanya yang baik baik saja? Ia saja terlihat pucat begini dan badan nya yang sedikit bergetar.
"Yakin? Aku punya stok obat kok, lebih baik besok pagi kau tidak usah latihan baseball dulu"
"Iya hyung, aku baik – baik saja. Aku tidak selemah itu kok, kalau aku tidur sekarang aku bisa mengikuti latihan baseball nanti pagi."
"Jangan memaksakan diri begitu, aku kenal dengan ketua baseball mu itu kok. Bagimana kal—" ucapan ku terpotong karena Jinyoung sudah mendorongku pelan dan kembali menyuruhku untuk melanjutkan tidurku.
"Jihoonie hyung istirahat saja, aku bisa mengurus diriku sendiri kok. Nanti hyung besok pagi terlambat loh, aku juga sudah mau tidur lagi. Selamat malam hyung!" setelah berhasil mengusirku dari kasurnya, ia langsung menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Apakah Jinyoung menyembunyikan sesuatu dariku? Entahlah, terserah anak itu saja. Kalau ia memang benar benar butuh bantuan, ia pasti akan meminta tolong padaku kan?
To Be Continue
Author notes:
Siapa yang disini sedih sama ending nya broduce 101? Aku yakin banyak yang sedih sih karena Samuel dan Jonghyun tiba tiba gak masuk ke Wanna One huhuhu :( Aku sampe sekarang masih bete loh sama Mnet. Mana kemaren mereka salah upload foto di facebook? Itu maksudnya apa coba? Huh, yaudahlah pasti Samuel sama Jonghyun punya rejekinya sendiri sendiri, iya gak?
Anyway, jagoan ku banyak juga yang masuk ke Wanna One; Baejin, Gembul(re: Jihoon), Woojin sama Daehwi :3 Sekarang tinggal nunggu variety show sama debut mereka as Wanna One aja sih, semoga gak kalah hype nya dibanding sama PD101S2 nya sendiri hehehe
