Qtalita back with Wonkyu incest
.
.
Ay ay
.
.
Check it out
.
Preview last chap
"Kau benar, ini akan sulit, ini tidak akan mudah kita lalui, ini salah"
Siwon nyaris limbung namun Kyuhyun dengan cepat memeluk Siwon kembali, memeluk tubuh hyungnya, kakak kandungnya, orang yang sebenarnya ia cintai, bukan sebagai hyung, tapi sebagai hati yang mencari pasangannya. Ia tahu dengan jelas ini salah, ia juga memutuskan jika yang ia lakukan salah. Tapi bukankah Siwon mengatakan jika mereka akan mencobanya? Kenapa Siwon berhenti menyakinkannya? Kenapa?
Kyuhyun tidak berbicara apapun. Ia memeluk Siwon dengan begitu erat.
Setelah ini, ia tidak mungkin memeluk hyungnya seperti ini, memeluk Siwonnya seerat ini, jika ia akan menjalani sebuah ikatan yang penuh tanggung jawab. Menikah.
...
"Aku akan mencoba bertahan hyung.." Lirih Kyuhyun yang sepertinya tidak di dengar Siwon.
…
Hari yang mereka takutkan tiba hari dimana salah satu dari mereka terpaksa berada dalam sebuah ikatan, Siwon menatap bayangan dirinya di depan cermin, masih tetap menjadi sosok sempurna, Siwon berusaha tersenyum, namun hanya menimbulkan kesan ambigu di wajahnya, kaku.
Siwon menarik nafas panjang, matanya kembali memanas, perih. Ia berniat untuk menuntaskan rasa sakit itu andai saja tubuhnya tidak dipeluk orang dari belakang.
"Hyung"
Dan demi apapun Siwon menangis detik itu juga, suara itu benar-benar menusuk tepat dijantungnya, sesak, sakit.
Sret.
Siwon berbalik, memeluk namja kecil di belakangnya, menumpahkan semua sakit yang ia alami, jangan tanya jika Kyuhyun, namja kecilnya juga tidak merasakan apa yang ia rasakan. Tangisnya bahkan sudah merebak sejak semalam, matanya membengkak dan sebentar lagi namja itu pasti terserang demam.
Tanpa suara, mereka saling mengerti, kisah sebenarnya, sebentar lagi akan dimulai, mereka harus bisa berakting dengan sempurna, apapun yang terjadi.
FLASHBACK.
"Hyuuuuunnnng.."
Kyuhyun berteriak nyaring ketika pagi itu ia tidak menemukan hyungnya di kamar, padahal hari itu appa dan eomma mereka akan datang.
Siwon yang sedang berada di kamar mandi terkejut hingga nyaris terjatuh.
Cklek.
"Neeee, hyung sedang mandi" Kesal Siwon yang menyembulkan kepalanya dari arah kamar mandi, Kyuhyun terkikik geli ketika wajah Hyungnya muncul masih dengan busa.
Siwon kembali menutup kamar mandi, membasuh sisa sabun di tubuhnya sebelum melilitkan handuk hanya di bagian bawah.
"Kau lama hyung, eomma dan appa pasti lelah menunggu" Sungut Kyuhyun, Siwon hanya memutar bola matanya malas, sambil membuka lemari pakaiannya, memilih beberapa lembar pakaian diantara setumpukan lainnya.
Jangan salahkan Siwon jika ia terlambat pagi ini, tapi salahkan Kyuhyun yang mengajaknya bermain game semalaman.
Siwon melirik Kyuhyun yang mencebil ke arahnya, Siwon tersenyum, mengacak rambut rapih adiknya.
"Yak hyung" protes Kyuhyun, Siwon hanya tertawa. Tawa yang berarti lain, bukan tanpa alasan ia malas-malasan menjemput orang tuanya, selain karena ia memang terlambat bangun, Siwon juga mengingat pembicaraannya dengan appa Choi beberapa hari yang lalu, tentang rencana pernikahan salah satu diantara mereka.
"Hyung! Siwon Hyung! Kau melamun?"
Siwon tersentak, ia menggeleng cepat lalu mengenakan jaketnya, menyambar kunci mobil dan menepuk bahu Kyuhyun.
"kajja kita jemput orang tuamu"
"Ck, orang tua kita hyung!"
Siwon tertawa melihat adiknya hari ini terlalu banyak mencebil, ia tidak bisa membayangkan suatu hari nanti akan ada sekat yang membatasinya, membatasinya bersama sang adik, sang kekasih hati, pujaannya.
FLASHBACK END
Siwon memejamkan matanya ketika kilasan itu menghempaskannya kepada kenyataan yang ia takutkan, Ia berada disini sekarang, duduk diantara yang lainnya, sesekali appanya yang duduk di deretan depan menoleh ke belakang, memanggil sang anak agar duduk disampingnya, lagipula ini adalah hari sakral sang adik, adik yang ia ketahui sangat disayangi anak sulungnya. Namun Siwon menggeleng, ia tetap memilih untuk duduk di tengah kerumunan lainnya, meminimalisir rasa sakit yang terasa di relung hatinya, Siwon mencoba menutup mata, walaupun mata hatinya tetap menganga lebar.
Musik pengiring menggema, seiring Siwon mengepalkan tangannya, semua undangan berdiri kecuali Siwon, ingin rasanya Siwon menarik adiknya yang berdiri dengan pandangan kosong di depan altar sana, membawanya pergi menjauh dari semua omong kosong ini.
Siwon menelan ludah ketika sang bride dengan pakaian panjang melintas di sampingnya, sedetik lagi dan semuanya menjadi sia-sia, perasaannya akan sia-sia, apa yang harus Siwon lakukan? Apa sebaiknya ia mengikuti otaknya saja? Melintasi kerumunan lalu membawa Kyuhyun pergi? Atau ia menarik sang pengantin perempuan menjauh, lalu memposisikan Kyuhyun disampingnya? Ah Siwon yakin appanya bisa saja langsung mati berdiri, lalu apa yang harus ia lakukan? Ia memang harus mempertahankan perasaannya, tapi dengan cara apa?
"Dengan ini saya nyatakan kalian resmi menjadi suami istri"
Deg.
Siwon terlalu larut dengan khayalannya, hingga tidak mendengar lagi prosesi pernikahan sang adik, adik kesayangannya. Siwon menelan ludah ketika Kyuhyun menatapnya singkat, seakan meminta izin untuk melengkapi prosesi pernikahannya 'kiss your bride'. Siwon tidak menjawab apa-apa, bahkan dengan matanya sekalipun, ia menunduk, tidak ingin melihat jika memang Kyuhyun memutuskan untuk melakukannya, toh hatinya sudah remuk, tidak akan terasa lagi jika Kyuhyun ingin meremasnya lebih keras.
"Aigoo, sepertinya pengantin kita terlalu pemalu hingga tidak berani mencium pasangannya"
"Hahahaha, sepertinya Kyuhyun kurang sehat, namja itu tidak bersemangat"
Siwon semakin menunduk dalam mendengar bisik-bisik undangan lain di sampingnya, Kyuhyun memilihnya, memilih tidak menyakiti Siwon lebih dalam lagi, tapi.. takdir mereka mulai bermain detik ini, kesakitan itu mungkin baru bermula detik ini.
Siwon berdiri, melangkah pergi dari ruangan itu, menutup dirinya dari keramaian, dengan merenung di dayap kanan kapel. Siwon menghirup udara sebanyak yang ia bisa, menyimpannya sebanyak yang ia mampu.
FLASHBACK
Siwon memperhatikan appa dan eommanya yang saling bisik-bisik saat makan malam, ia juga melirik Kyuhyun yang masih asyik mengunyah beberapa potong daging.
"Appa, eomma, apa yang kalian bicarakan? Bisakah kita hanya makan saja malam ini?" Siwon menegur appanya disertai kekehan Kyuhyun, appa Choi berdehem sebentar lalu mengacak rambut Siwon, kebiasaan yang kini menurun pada anak sulungnya.
"Kau itu kenapa Siwon? Sepertinya ada yang mengganggu fikiranmu"
Siwon melirik eommanya yang tersenyum penuh arti, Siwon menghela nafas.
"Aku sudah kenyang" Siwon meletakkan sumpitnya dengan sedikit kasar, Appa Choi hanya menghela nafas, Sejak tadi Siwon memang sudah menolak rencananya. Rencananya menjodohkan Kyuhyun dengan anak relasi bisnisnya.
Siwon berlalu dari ruang makan, naik ke lantai atas dengan cepat, Kyuhyun masih bisa mendengar pintu geser raung fitnes pribadi mereka terbuka lalu tertutup dengan derakan kasar. Kyuhyun melirik appa dan eommanya, merasa ada yang janggal dari kelakuan hyungnya.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, ia memberanikan dirinya bertanya.
"Appa, waeyo? Apa kalian ada masalah?"
Appa Choi melirik istrinya, jemarinya menggenggam tangan Kyuhyun yang bebas, ia tersenyum lembut.
"Kyuhyunnie, sebenarnya.."
...
Siwon mempercepat laju treadmill yang ia gunakan, menekan tombolnya tanpa pelan, keringat mengucur deras dari pelipisnya, membasahi singlet yang ia gunakan.
Krieett.
Pintu tergeser, Siwon tidak ingin ambil pusing untuk melihat siapapun itu. Ia masih sibuk dengan berlari dan berlari.
"Hyung" Ada nada datar di suara Kyuhyun kali ini, Siwon tidak berkutik.
"Hyung!" Kyuhyun menekan tombol power, Siwon berhenti berlari, dengan nafas tersengal namja itu memejamkan matanya, tidak ingin menatap Kyuhyun untuk kali ini.
"Kenapa? Kenapa kau tidak jujur padaku?" Kyuhyun meremas lengan Siwon, Siwon mampu merasakan jemari adiknya bergetar. Sejujurnya ia juga merasakan hal yang sama, bergetar, bukan hanya sekujur tubuhnya tapi dalam hatinya juga.
"Kyuhyun, hyung mohon jangan sekarang, hyung lelah" Siwon melepas remasan tangan Kyuhyun dari lengannya, ia berniat pergi seandainya Kyuhyun tidak menahan tangannya.
"Hyung, kenapa kau tidak jujur jika appa berniat menjodohkanku dengan Vic Noona? Mantan kekasihmu?" Lirih Siwon.
Siwon mengepalkan tangannya, bukan karena ia tidak suka jika mantan kekasihnya akhirnya enikah tapi karena ia tidak bisa melepaskan Kyuhyun untuk dimiliki orang lain.
"Kau tidak mengerti Kyuhyun"
"Hyung"
Siwon berbalik, merengkuh adiknya dalam pelukannya, Kyuhyun menyamankan kepalanya di dada Siwon, menghirup aroma maskulin dari tubuh sang kakak. Bahu Siwon bergetar, ia menangis.
"Hyung, kita masih bisa memperbaikinya, katakan pada appa jika kau masih mencintai Vic Noona"
Siwon mengeratkan pelukannya, hatinya semakin retak kala Kyuhyun sama sekali tidak mengerti dengan perasaannya, Bukan! Bukan Victoria, bukan yeoja cantik berdarah cina itu yang membuatnya sesak, melainkan kepada seorang namja berambut ikal dan bermata bulat lah yang membuatnya terisak, apalagi mengingat jika namja yang ia maksud itu adalah adiknya sendiri.
"Kyuhyun, hyung mohon jangan lakukan itu"
"Aku tidak akan hyung, aku tahu hyung masih sangat mencintai Vic Noona"
Cukup sudah kesabaran Siwon, ia jengah mendengar nama yeoja itu disebut-sebut, dengan cepat Siwon memerangkap wajah Kyuhyun tepat dirahangnya, menangkup bibir Kyuhyun ke dalam sebuah ciuman yang menuntut, Kyuhyun berusaha melepaskan dirinya dari Siwon, namun rengkuhan Siwon jauh lebih kuat dariny. Kyuhyun menyerah, ia hanya bisa menangis.
"KAU TIDAK MENGERTI KYUHYUN!" Tegas Siwon masih di depan bibir Kyuhyun.
"AKU TERSIKSA KARENAMU"
"..."
"KAU MEMBUNUHKU PERLAHAN"
"..."
Rengkuhan Siwon melemah lalu terlepas, membiarkan Kyuhyun jatuh terduduk di depannya, Kyuhyun tidak ingin membayangkan hal lainnya, ia terlalu takut, takut dengan Siwon, sosok kakak yang kini berbeda di depannya.
Siwon ikut berlutut di depan Kyuhyun, membungkuk, memberi penghormatan, Kyuhyun berjengit, bahu kakaknya kembali bergetar dalam sujudnya.
"Mianhe..mianhe..mianhe nae dongsaeng.." Lirih Siwon. Kyuhyun ingin menyentuh bahu Siwon namun kembali ia tarik jemarinya yang ikut bergetar. Ketika mendengar kalimat Siwon..
"Saranghaeyo Choi Kyuhyun"
FLASHBACK END
Siwon mengusap kasar wajahnya, kenyataan pahit yang ia alami kini benar-benar memukul munduk keberaniannya, ia takut, terlalu takut untuk berhadapan dengan Kyuhyun tanpa harus menangis, ia lemah, lemah hanya karena seorang Kyuhyun.
"Oppa.."
Siwon berbalik, senyumnya mengembang, palsu.
Sang adik ipar yang dulu berperan sebagai kekasihnya kini berdiri di depannya, masih dengan pakaian pengantin lengkap, jujur ia tampak cantik di depan Siwon, tapi hanya sekedar cantik, tidak menarik bagi Siwon. Toh ia hanya mencintai suami adik iparnya.
"Victoria? Kemana Kyuhyun? Bukankah masih banyak tamu di sana?" Siwon berusaha menutupi getir suaranya, ia masih memasang senyum palsunya.
Bruk.
Siwon serasa hampir terjerembab ke belakang ketika Victoria menghambur ke pelukannya, yeoja itu menangis, Siwon bisa apa? Ia hanya mengusap punggung Victoria pelan.
"Sssttt hei kenapa kau menangis? Ini hari bahagiamu bukan?"
Klise. Terlalu klise. Siwon seakan tidak merasa sakit dengan pernikahan ini, bukankah sejak tadi pagi Siwon sudah menangis? Ia bahkan jauh lebih menyedihkan daripada Victoria.
"Opaa..Hiks..hiks..oppa.."
Siwon terdiam, tidak tahu harus berkata apa, pandangannya nyalang ke depan, ke seseorang yang berdiri tidak jauh darinya, seseorang yang juga menatapnya sendu, seseorang yang seakan ingin terbang ke pelukannya, menggantikan yeoja yang tengah menangis tergugu di pelukan Siwon.
"Oppa.. saranghae.."
Dan Siwon hanya menghela nafas panjang.
Dunia sedang mempermainkannya dengan sangat apik.
...
TBC
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Ini rada ribet banget yee.. ga tahu dah..
Hahahaha,
Hai teman2 seperjuangan *eh?* Qai balik lagi dengan ff yang udah lama jamuran, udah lama g disentuh, hehehehe, biasa incest itu rada sulit buatnya, selain rata-rata bergenre angst, incest juga bikin Qai kudu ngembangin imajinasi lebih jauh lagi, soalnya di incest ada beberapa hal yang bikin kita broke the rules, aturan2 jadi diilangin, so, kadang takut ga sampai kesana hehehe.
So, semoga update kali ini bikin angst nya kerasa yaa
Thanks udah nunggu dan review
Love u all
QAI
