Sebenarnya aku malas buat fic lagi, tapi karena ini hasil kerjasama ku dan teman ku maka aku rilis saja
.
Disclamer: Naruto hanya punya Masashi Khisimoto.
Naruto: Higoro no Naruto
Genere: Adventure, Fantasy, Romance
Raiting: M
Pairing: Naruto X Harem
Warning: Gaje, abal, Typo, OOC, semi One Piece.
.
Summary: Naruto seorang anak dari Yondaime Hokage dibuang begitu saja oleh keluarganya karena tidak memiliki cakra dalam tubuhnya.
.
Chapter 4: Pertarungan pertama dengan Shicibukai.
.
Samui duduk sendirian dipinggir kasurnya, dengan memandangi sebuah foto yang terdapat dirinya sedang tersenyum manis, dengan menggandeng tangan Naruto yang sedang tersenyum lima jari.
Tangan kanannya bergerak menyentuh foto tersebut, jari-jari lentiknya mengelus wajah tampan Naruto yang tersenyum lima jari. Entah kenapa perlahan-lahan tetes air matanya jatuh dari kedua matanya, dan tepat mengenai wajah Naruto.
"Naruto-kun" guman Samui sedih.
...Higoro no Naruto...
Suasana kali ini bukan bisa dibilang cukup bagus, Matahari berada di langit dengan sinarnya tertutup awan lembut, sehingga suasana siang ini tidak begitu panas, dan dingin.
Naruto bersama dengan Sasuke, dan Hinata kini menaiki sebuah perahu kecil yang mereka dapat dari penyewa kapal yang terdapat dipinggir pantai pulau tempat mereka tinggal.
"Oji-san kenapa kau mau menyewakan kapal mu ke para kriminal seperti kami?" tanya Naruto ramah yang duduk bersila dibagian belakang kapal tersebut.
Paman penyewa kapal yang membimbing mereka ke pulau Yukigakure mengalihkan pandangannya, dan menatap Naruto dengan senyum. "Mungkin memang benar kalian kriminal, tapi aku yakin kalian tidak seperti kriminal yang lainnya" jawab Paman penyewa kapal.
Naruto memiringkan kepalanya. "Apa maksud mu Oji-san?" tanya Naruto tak mengerti.
"Aku berfikir mungkin kalian sama dengan cucu ku" balas Paman penyewa kapal.
"Cucu Oji-san? Apa cucu Oji-san juga seorang kriminal?" tanya Naruto yang kesikian kalinya.
"Ya, Cucu ku juga seorang kriminal seperti kalian, mungkin umurnya tak jauh berbeda dengan kalian" jawab Paman penyewa kapal. "Dan juga jangan panggil aku Oji-san, nama ku Tazuna" ucap Paman penyewa kapal tersebut.
"Baiklah" balas Naruto dengan menyandarkan tubuhnya pada bagian sisi kapal.
Sasuke mengalihkan pandangannya pada Tazuna yang dari tadi hanya memandang langit biru. "Tazuna-san kalau boleh tau kenapa Cucu anda menjadi Buronan seperti kami?" Sasuke bersuara, ysng dari tadi hanya diam dan mendengarkan percakapan Naruto dan Tazuna.
Tazuna menghela nafas pelan. "Ayahnya di Eksekusi oleh Pemerintah dunia" jawab Tazuna.
"Hah!" Naruto terkejut, tapi tidak terlalu lama Ia kembali ke espresi seperti biasanya. "Kenapa Ia di eksekusi?" tanya Naruto.
"Maaf" Tazuna menunduk. "Aku belum bisa menceritakannya pada kalian" ucap Tazuna menunduk sedih.
Hinata tersenyum, senyum mengerikan yang Ia berikan untuk orang yang Ia cintai, tentu saja membuat sang target yang ditatap dengan senyum mengerikan Hinata langsung berkeringat dingin. "Cepat minta maaf!" perintah Hinata agak keras.
Naruto menengguk ludahnya suasah payah. "Ha-ha'i" ucap Naruto gugup. Mengalihkan pandangannya pada Tazuna, Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gomen Tazuna-san telah membuat anda sedih" Naruto memintah maaf.
Tazuna mengangkat wajahnya. "Tak apa, itu cerita lama kok" ucap Tazuna tersenyum (paksa).
...Higoro no Naruto...
Terus mendayung kapal mereka, Naruto tiba-tiba saja berdiri yang tentunya membuat orang diselilingnya menatapnya dengan pandangan tanda tanya.
"Ada apa Dobe?" tanya Sasuke.
"Kau kenapa Naru-kun?" tanya Hinata.
"Naruto-san ada apa?" tanya Tazuna.
"Hinata apa kau tidak merasakannya?" tanya (balik) Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari bagian timur laut
"Memang ada apa?" tanya Hinata penasaran.
"Hn, aku setuju dengan Hinata, memang ada apa? kami tidak bisa merasakan apapun" ucap Sasuke.
"Jadi Kau belum bisa merasakannya. Ada yang datang dari arah Timur" jawab Naruto.
Sebuah kapal beaar dengan bagian depan kapal berupa kepala Anjing, muncul dihadapan Naruto yang lainnya. Dibagian kapal tersebut, terdapat seseorang Shichibukai yang duduk disinggasananya yang bagaikan Raja, Kakashi Hatake, itu lah sosok yang tengah duduk disinggasananya.
"Kita harus melawannya" ucap Naruto yang langsung melompat kebagian kapal tersebut, entah kenapa, Naruto tak jatuh saat melompat, padahal jaraknya cukup jauh.
"Kalau begitu aku juga" Sasuke langsung menghilang dengan Shushinnya, dan meninggalkan Hinata dan Tazuna yang masih berada dikapal.
"Tazuna tolong jangan kemana-kemana, aku akan pergi membantu dua mahluk bodoh itu" ucap Hinata yang juga pergi dengan Shushinnya yang meninggalkan bunga-bunga.
"Aku ditinggal dipakal seorang diri, dasar anak muda zaman sekarang" guman Tazuna.
.
"Apa mau mu Naruto Uzumaki?" tanya Kakashi yang tetap duduk dibangkunya.
Naruto menatal tajam Kakashi. "Kenapa kau disini?" tanya (balik) Naruto.
Kakashi menggambil gelas yang berisi minuman anggur dimeja yang berada sisi kirinya. "Ini adalah wilayah ku, jadi sudah sewajarnya aku melewati rute ini" ucap Kakashi, yang langsung menengak minuman anggurnya. (A/N: Kakashi disini tidak memakai masker).
Naruto tetap menatap tajam Kakashi. "Berarti aku harus menggalahkan mu untuk melewati rute ini" ucap Naruto.
Kakashi meletakan gelas minuman anggurnya. "Brafo, kau benar sekali" Kakashi mengangkat tangannya. "Kalian serang dia"
Sekumpulan orang tiba-tiba datang dari belakang Kakashi yang merupakan anak buah Kakashi.
"Hyyaat~"
Anak buah Kakashi berlari menerjang Naruto denga mengayunkan senjata mereka pada Naruto.
TARNK!
Sasuke menahan salah satu orang yang mencoba menyerang Naruto. "Jangan sentuh tanga kotor kalian pada Naruto" Sasuke melompat mundur.
Pedang Kusanagi Sasuke bersinar, menyindarkan warna biru, yang merupakan elemen petir yang Ia alirlan pada pedangnya.
Sasuke mengangkat pedangnya hingga logam dari pedangnya berada didepan wajahnya.
[Itoryu: Voltage Extend Lightning]
Sebuah keajaiban terjadi, pedang Sasuke yang disinari listrik, tiba-tiba saja listrik tersebut menyebar seperti sebuah bunga, dan dengan sigap listrik-listrik yang menyebar tersebut mengarah pada anak buah Kakashi.
"AKKKGGGHH"
"AKKKHGGGH"
"AKKGGHHHH"
Anak buah Kakashi berteriak kesakitan ketika terkena dengan telak sengatan dari listrik yang menyebar bagaikan bunga.
"Akan aku akhiri sekarang" Mengayunkan pedangnya kebawah, Sasuke memutar pedang 360 derajat didepannya.
[Itoryu no Ougi: Art Kusanagi no Tsurugi]
"AKHHHGH"
"AKKKGGG"
Sasuke seperti tidak melakukan apapun pada anak buah Kakshi yang berteriak kesakitan, tapi sesungguhnya Ia mengayunkan pedangnya pada anak buah Kakashi dengan tidak terlihat karena pikiran musuh yang kacau akibat listrik yang bagaikan bunga membuat musuh tidak bisa memakai indra mereka.
Memasukan kembali pedang Kusanagi kedalam sarungnya, secara bersamaan Hinata baru tiba disisi Naruto.
"Kau terlambat" Sasuke berucap datar seperti biasa.
"Seperti yang diharapkan dari Tuan Muda Uchiha" balas Hinata tersenyum. "Jadi bagaimana?" Hinata mengalihkan pandangannya pada Naruto.
"Kita tidak akan bisa lewat sebelum kita menggalahkannya" ucap Naruto. "Jadi aku harus mengalahkannya" lanjut Naruto.
"Kalau begitu buktikan" balas Sasuke. "Buktikan kemampuan mu yang sesungguhnya Naruto" lanjut Sasuke.
"Hn" ucap Naruto singkat. "Bisa kita mulai Kakashi-san?" tanya Naruto dengan pandangan mata menajam.
"Oh tidak, sungguh mengerikan, aku ditantang oleh anak Yondaime Hokage" ucap Kakashi dengan wajah dibuat-buat ketakutan. "Tapi..."
Naruto membulatkan matanya melihat Kakashi tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya.
"...Aku tidak akan segan-segan bocah" Kakashi muncul dibelakang Naruto dengan mengayunkan tinjunya.
Tap!
Naruto menangkap tinju itu dengan mudah. Membalik badan, Naruto melancarkan serangan balasan. "Aku juga tak akan segan-segan Kakashi, jadi jangan remehkan aku" Naruto mengayunkan tendangannya keperut Kakashi.
Tap!
Kali ini giliran Kakashi yang menangkap serangan Naruto dengan mudah. "Anak kecil dilarang melakukan hal yang tidak sopan pada yang lebih tua" ucap Kakashi yang masih menangkap kaki Naruto.
Naruto menyeringai. "Kaau yakin memegang kaki ku?" tanya Naruto.
Kakashi balas menyeringai. "Heh memang ada yang salah?"
"Tentu saja"
Sreettt!
Kakashi langsung melompat mundur kebelakang dengan cepat, saat petir tiba-tiba saja mengalir dikaki Naruto dengan cepat.
"Serangan macam apa itu?" batin Kakashi sedikit panik karena hampir terkena serangan Naruto.
"Ku kira kau akan memegang kaki ku selamanya" lamunan Kakshi buyar seketika ketika Naruto mengejeknya.
"Aku bukan lah or-"
Perkaran Kakashi terpotong begitu saja, ketika Naruto ada didepannya dengan mengayunkan tangannya yang terkepal kuat.
Tap!
Kakashi menangkap tangan Naruto lagi. "Kali ini aku tidak akan terkena trik yang sama bocah" Kakashi melepas tangankapan tangan Naruto, dan melancarkan serangan balik.
"Oh ya"
Kakashi tidak jadi melanjutkan serangannya, Naruto sudah ada dibelakangnya, dengan kepalan tangannga yang terdapat kobaran api.
[Mera Mode: Hiken]
DUUARR!
Asap mengumpul menjadi satu ditempat target tinju api Naruto. Tapi Hinata, dan Sasuke menatap tak percaya apa yang mereka lihat dibalik kumpulan asap.
"Mu-muatahil!"
Perlahan-lahan tapi pasti asap yang menutupi Kakashi menghilang, dan memperlihatkan kobdisi Kakashi yang baik-baik saja, tapi mantel yang Ia pakai tampak terbakar karena serangan barusan.
"Cih, mantel kesayangan ku jadi kebakar" Kakashi melemparkan Mantelnya asal. "Kau akan membayar apa yang kau lakukan Naruto Uzumaki"
Kakashi menghilang dari pandangan Naruto begitu saja.
Naruto melihat sekelilingnya. "Disana" Naruto mengayunkan tinjunya, dan yang ia pukul hanya lah udara kosong. "Sial"
"NARUTO AWAS"
"NARU-KUN MENGHINDAR"
Kakashi berada dibelakang Naruto dengan mengayunkan Chidori pada jantung Naruto.
"Kau akan mati Naruto"
Shok, bukan hanya Kakashi, tapi Sasuke dan Hinata juga shok melihat Chidari Kakashi hanya menembus tubuh Naruto bagaikan hantu, yang memang Sasuke dan Hinata tidak mengetahui kalau Naruto adalah pengguna Akuma no Mi bertipe Logia.
"Mu-mustahil"
Naruto mengeringai. "Kau pikir bisa menyentuhku Kakashi" ejek Naruto.
Kakashi segera melompat mundur kebelakang, tapi Ia dikejutkan dengan Naruto yang tiba-tiba ada dibelakangnya. "Kau pikir, kau bisa melebihi kecepatan Guntur, Kakashi" ucap Naruto menyeringai.
Menunjuk Kakashi dengan jari telunjuknya, sebuah kumpulan petur tercipta dijari telunjuknya.
[Goro Mode: 100 volt: Tsurugi]
Boft!
Naruto terkejut, yang Ia kenai hanya lah sebuah bunshin. Menengalihkan pandangannya kebelakang, Kakashi dibelakangnya dengan Chidori yang diarahkan pada Naruto untuk kedua kalinya, dan juga ditempat yang sama.
"Walaupun kau secepatan apapun, dan seperti hamtu kau tidak akan bisa mengelak dari serangan kejutan" ucap Kakashi.
"Heh, kau yakin." Naruto menyeringai.
Blush!
Kakashi menatap shok serangannya yang hanya menembus tubuh Naruto.
"Kau tidak pernah belajar dari kesalahan, neh Kakashi" Naruto memutar tubuhnya kebelakang, dengan mengayunkan kaki kanannya ke kepala Kakashi, dengan tangan kiri menyentuh tanah.
Tap!
Kakashi menangkap kaki kanan Naruto dengan mudah. Mengangkat tubuhnya tinggi menggunakan tangan kiri, Naruto mengarahkan tumit kakinya pada kepala Kakashi.
Kakasi melepaskan tangkapannya pada kaki Naruto, dan melompat mundur untuk menghindari serangan Naruto.
Tapi Naruto telah menyiapkan seragan selanjutnya, ditangan kanannya.
[Mera Mode: Higan]
[Eart Rellase: Eart Shield]
Duar!Duar!Duar!
Lebih dari 10 kali Naruto menembakan peluru api tapi tidak ada satu pun yang mengenai Kakashi yang berada dibalik dindinng tanah.
Bergerak bagaikan guntur, Naruto muncul kembali diatas Kakashi.
[Mera Mode: Enkai...]
Muncul sebuah api yang mengelilingi Naruto dengan cepat.
[...Hibashira]
Duuaaarr!
Sebuah suara ledakan bergemuruh di tempat Kakashi berlindung dengan perisai tanahnya. Debu berterbangan disekitar tempat Kakashi yang membuat Kakashi terhalangi oleh kumpulan debu, berserta asap dari ledakan.
Asap dan debu mulai menipis, sayangnya sosok Kakashi tidak terlihat karena terhalangi oleh tanah yang membentuk kubah.
Perlahan-lahan kubah tersebut menghilang, dan menampakan sosok Kakashi yang masih berdiri tegak tanpa kelelahan, walaupun telah menggunakan banyak jutsu.
Tap!
Naruto menapakan kakinya dengan sempurna didepan Kakashi. "Sudah ku duga kau akan menggunakan jutsu itu, Kakashi, dan nampaknya kau tidak kelelahan" ucap Naruto datar.
"Pemikiran yang hebat, dan memang benar aku tidak kelelahan, dan akan aku beri tau satu hal, seorang Shichibukai mempunyai kapasitas Cakra 5x lipat dari seorang Anbu" balas Kakashi.
"Souka, tapi bagaimana..."
Naruto menghilang dari tempatnya, dan kembali muncul didepan Kakashi, dengan mengayunkan tangan kanannya yang terkepal dengan kuat kebagian perut Kakashi.
"...Mendapat serangan terus menerus"
Buak!Buak!Buak!
"Akan aku ledeni Uzumaki"
Buak!Buak!Buak!
Kakashi dan Naruto saling mengadulan pukulan mereka satu sama lain.
"Kena kau Uzumaki" Kakashi mengayunkan tangan kirinya yang terkepal, dan dilapisi sebuah cakra.
Blush!
Sayangnya pukulan Kakashi hanya menembus tubuh Naruto.
"Sayang sekali serangan mu tak mempan Kakashi" Naruto membalikan pukulan Kakashi dengan Bokushoku no Haki melapisi tangannya.
Buuuaakkkgghh!
Kakashi terpental jauh hingga menabrak dinding kayu kapalnya. Bekas tabrakan Kakashi dengan dinding kapal, dapat dibuktikan dengan dinding kapal yang hampir berlubang.
Darah segar keluar dari sela-sela bibirnya. Perlahan-lahan dia bangkit dari jatuhnya dan mengelap darah yang ada di sela bibirnya. "Cih." Kakashi meludahkan darahnya yang masih berada didalam mulut. "Jangan kau pikir kau sudah menang Uzumaki." ucap Kakashi dingin. Kedua tangannya dengan crpat ksebuah Handseal.
Suara bagiakan 1000 burung berkicau terdengar ditelinga para buronan, ketika sebuah kumpulan petir yang bagaikan Chidori tercipta ditangan kanan Kakashi.
Naruto membulatkan matanya, Kakashi menghilang. Melirik kesegala sisi, Kenbunshoku no Haki-nya juga aktif dimendapatkan posisi Kakashi, tapi kali ini posisi Kakashi sudah sangat berbahaya.
Mengalihkan pandangan pada Sasuke, Naruto melihat Kakashi tepat dibelakangnya. "SASUKE DI BELAKANG MU"
Mendengarkan teriakan dari sahabat lamanya, Sasuke mengalihkan pandangannya kebelakang. Telat sudah, Sasuke sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.
"Kalau aku tidak bisa membunuh mu, maka aku akan membunuh teman mu" Kakashi mengarahkan jutsu-nya.
"Sial tak akan sempat." guman Naruto.
[Raikiri]
[Archery Techniques: Cakra Arrow]
Duuuaaarr!
Suara gemuruh terjadi, diikuti dengan debu dan asap yang berterbangan ketempat ledakan, dimana Kakashi akan menyerang Sasuke dengan Raikiri.
Sasuke menyipitkan matanya dengan tangan kiri melindungi matanya dari debu yang berterbangan didepannya. "Serangan siapa barusan" batin Sasuke.
Tap!
Kakashi melompat mundur untuk menghindari sebuah anak panah cakra yang mengarah padanya. Menapakan kakinya sempurna mata Kakashi menatap tajam tempat ledakan. "Siapa kau? Tunjukan diri mu!" ucap Kakashi keras.
Asap dan debu yang diperhetikan Naruto, Sasuke, Hinata, dan Kakashi mulai menipis.
Dibalik kumpulan asap terlihat sosok lelaki berambut hitam jabrik, bermara onyx tajam, memakai jaket hitam berlengan panjang berkerah tinggi hingga dagu, dibalut syal putih panjang, memakai celana panjang hitam, dengan sepatu bots hitam dikakinya yang mencapai setengah betis, dan juga terdapat sebuah busur yang terbuat dari cakra dilengan kanannya.
"Lama tak bertemu..." Lelaki itu membalik badannya, dan menatap Kakashi tajam. "Kakashi Hatake"
.
Bersambung!
Gomen lama update
Ada yang tau siapa yang menyelamatkan Sasuke?
.
Mohon Review
.
