Author : Kiriya Diciannove
Title : Departures
Disclaimer : All the cast belong to God, themselves, their parent, their Management.
The story is mine. No copas!
Cast : Main cast: Max Changmin.
Member TVXQ, JYJ from TVXQ, Super Junior, and other
Rate : T
Pairing : Yunjae, and the other, official pair and crack pair
Warning : AU, typo, OOC, Genderswitch, Sho-ai, yang gak suka GS bisa anggap ini fic Yaoi. Coz awalnya ini adalah fic Yaoi. Don't Like, Don't Read! ;) Mind to RnR? :3
Summary : Yunjaemin Family, Kyumin, GS, Sho-ai. /Aku lebih menyukai kau yang memasangkan dasiku, seperti dulu/ Cowok sebaiknya gak boleh terlihat lemah dan nangis, terutama seme. #lho?/
Kemarin umma dan appa-ku sudah kembali dari dinas diluar negeri/ Aku akan pindah/Mwo?!
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
I didn't know then that I was hurting you
With my foolish obsession
Just know this before you go
That I was the only man who loved you only
So stupid was I
An idiot a scumbag who couldn't even protect you
If you stay beside me 'till the end
You'll be more heartbroken, you might fall…
(TVXQ –Before you go)
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::::::::
Departures ©Kiriya Diciannove
:::::::::::::::::
Chapter 4- Before you go
"Yoboseyo?" sahutan dari seberang telepon berbunyi kembali karena Yunho belum berbicara sama sekali. Menyebabkan sang penerima telepon bingung, "Yunnie…?"
"Joongie… bisa kau kemari?" Lirih Yunho.
"Waeyo? Apa ada sesuatu yang terjadi padamu atau Changmin?" Jaejoong balik bertanya dengan nada was-was.
"Aku ada urusan kantor mendadak, jadi aku ingin menitipkan Changmin padamu, bisakah kau kemari?" sahut Yunho.
Tidak ada sahutan untuk beberapa saat, "Nde, aku mengerti, aku segera kesana."
Yunho menarik napas lega. Lalu bergegas mengambil handuknya dan mandi.
.
Ting tong!
Bel rumahnya berbunyi, "Itu pasti dia," ucap Yunho sambil memasang kemeja putihnya.
Cklek!
Pintu rumah itu dibuka, tampak Jaejoong berada di depan dengan baju tunique selutut motif garis. Cantik.
"Mana Changmin?" Tanya Jaejoong memecah keheningan dan masuk kedalam rumah yang dulu pernah dia tinggali, sedikit kaget karena rumah itu tidak banyak mengalami perubahan setelah dia tinggalkan hampir tiga tahun lebih.
"Masih tidur. Satu jam lagi aku haru ke kantor dan pergi ke China, sepertinya ada sedikit masalah di cabang perusahaan Sment China, aku akan disana selama 4 hari. Tidak apa kan kalau aku menitipkan Changmin padamu? Pasalnya aku tidak mungkin mengajaknya ke China," jelas Yunho panjang lebar.
Jaejoong hanya mengangguk tanda mengerti. Tampak dia melihat Yunho sibuk merapikan berkas-berkas dimeja ruang tamu itu.
"Apa tidak mengganggumu? Maksudku jadwal pekerjaanmu, atau masalah management atau fans—"
"Tidak apa-apa, untuk kali ini, tidak apa-apa…" potong Jaejoong cepat.
Hening. Yunho terdiam sambil memegang berkas-berkasnya tanpa menyadari bahwa Jaejoong tengah menatapnya ditengah keheningan yang melanda mereka itu.
"Apa kau sudah sarapan?" Tanya Jaejoong tanpa mengalihkan pandangannya dari Yunho yang masih sibuk.
"Aku tidak ada waktu untuk itu sekarang, aku harus mengumpulkan berkas yang harus kubawa ke kantor!"
"Ya! Itu tidak baik untuk kesehatan, masih ada waktu sejam kan? Aku akan membuatkan sarapan untukmu," ujar Jaejoong sambil berjalan menuju dapur.
Yunho terdiam sesaat sambil menatap punggung mantan istrinya yang menjauh darinya.
"Dia masih tidak berubah."
Ketika Yunho berjalan menuju kursi ruang makan, Jaejoong telah selesai membuatkan dua omelet yang tertata rapi di piring yang terletak manis meja makan.
"Sudah selesai menyiapkan barang-barangmu?" Tanya Jaejoong sambil membuatkan segelas susu hangat dan menaruhnya di meja.
Yunho yang berdiri dan terdiam itu hanya mengangguk sambil menatap sosok yang sudah tidak berada didapur ini selama kurang lebih tiga tahun itu. Ah, dia memang merindukannya…
"Ah, dasimu tidak rapi," ujar Jaejoong berjalan menghampiri Yunho yang masih diam tak bergeming, "Bagaimana selama ini kau memakai dasimu, eoh?" Jaejoong melepas kemudian memasangkan dasi Yunho dengan benar.
"Aku lebih menyukai kau yang memasangkan dasiku, seperti dulu." Sahut Yunho sambil menatap mata doe itu sama seperti Jaejoong yang balas menatap namja bermata seperti musang itu. Lidahnya seakan kelu untuk membalas perkataan namja itu. Dia hanya bisa menatap mata namja itu dengan penuh rasa rindu. Sampai pada akhirnya Yunho memeluknya dengan erat dan dengan perlahan dia –Jaejoong membalas pelukan itu dengan erat, hingga terasa sesak dihati. Merasa tidak ada penolakan, Yunho menyandarkan kepalanya dibahu Jaejoong, menghirup aroma khas orang yang masih dicintainya itu. Selang beberapa saat, Yunho melepaskan pelukannya perlahan sehingga membuat jarak diantara mereka berdua, membuat mereka saling menatap seakan bisa menemukan jawaban tentang perasaan mereka berdua sampai saat ini.
Masih dengan saling bertatapan, Yunho melangkahkan kakinya semakin dekat dengan Jaejoong, membuat pemilik mata doe itu tersentak dan mundur seiring dengan langkah Yunho, hingga punggungnya membentur dinding. Namja itu merentangkan tangannya diantara sisi kanan dan kiri kepala Jaejoong, membuat Jaejoong terjebak diantara Yunho dan dinding. Namun hal itu tidak membuat Jaejoong bergeming, yeoja itu masih menatap Yunho lirih dengan kedua tangannya berada di dada Yunho yang tertutup kemeja putih itu. Dia bisa merasakan detak jantung Yunho yang cepat sama seperti miliknya. Bahkan setelah sekian lama, perasaan mereka masih tetap sama.
Wajah mereka saling mendekat satu sama lain hingga tidak jarak diantara mereka berdua. Yunho memiringkan kepalanya sementara Jaejoong menutup matanya, merasakan lembutnya bibir berbentuk hati itu pada bibir cherry miliknya. Tangan kanan Yunho beralih kebelakang tengkuk Jaejoong, sedangkan Jaejoong meletakkan kedua tangannya dibahu Yunho. Lama, lembut dan hangat. Hingga mereka berdua masing-masing memerlukan jeda untuk bernapas. Dan melakukannya lagi.
.
[Before You Go]
.
Kriiiing…!
Jam di kamar Changmin berbunyi nyaring, membuat makhluk yang masih nyenyak itu tersentak bangun. Tangannya meraba-raba lemari nakas dimana jam itu berbunyi dan mematikannya. Perlahan dia bangkit dari tidurnya yang nyenyak dan memastikan kalau sekarang benar-benar jam 06.30.
Setelah memastikan kalau sekarang benar-benar menunjukkan waktu yang tepat, (tidak seperti insiden kemarin) Changmin keluar dari kamarnya dengan mata setengah terpejam sambil menguap, kemudian mengambil handuknya dan berjalan menuju kamar mandi yang melewati dapur.
.
Bunyi deringan jam milik Changmin benar-benar terdengar nyaring sampai ked apur. Membuat dua sosok yang berada didapur itu tersentak kaget.
"Mianhae…" ucap Jaejoong tersenyum seraya menyentuh pipi namja musang itu lalu mengusap sudut bibir hati milik Yunho sambil menatapnya lembut. Yunho balas tersenyum lirih sambil melepaskan pelukannya pada Jaejoong.
Tangan Jaejoong beralih pada dasi milik Yunho yang sudah dipasangnya dengan benar, sekali lagi dia merapikannya, memastikan pakaian Yunho benar-benar rapi.
"Gomawo," ucap Yunho sambil mengusap helaian poni Jaejoong.
Brukk!
Terdengar seperti benda jatuh dari ruang tamu, membuat Yunho dan Jaejoong saling bertatapan bingung lalu segera menuju ketempat kejadian.
"Appo…" ringis Changmin yang baru saja terjatuh dari tangga, beruntung hanya terjatuh dari pijakan tangga terakhir, namun tetap saja, dahi mulusnya harus menghantam lantai dengan keras. Benjol kayaknya. Changmin mengelus-elus kepalanya untuk menghilangkan rasa sakit sambil merutuk pelan. salah siapa coba menuruni tangga sambil merem?
"Aigoo… Changmin…" ucap Yunho speechless melihat Changmin dengan mata berkaca-kaca sambil mengelus dahinya.
Cowok sebaiknya gak boleh terlihat lemah dan nangis, terutama seme. #lho?
"Omo! Changminnie! Kau tidak apa-apa? Dimana yang sakit?" pekik Jaejoong segera menghampiri Changmin yang sudah duduk dilantai. Tangannya memegang bahu namja food monster itu sambil meneliti keadaan Changmin yang masih memakai piyama bermotif jerapah.
Changmin hanya mengelus dahinya yang masih terasa berdenyut dan sakit. Sakit banget tuh kayaknya. Melihat hal itu, Jaejoong menyibak poni Changmin sambil mengelus dahi anaknya tu dengan pelan. Perlahan jaejoong mendekat dan mencium kening Changmin yang tampak memerah dengan lembut.
"Masih sakit?" Tanya Jaejoong lagi sambil menatap Changmin dengan raut wajah khawatir.
Changmin hanya mengangguk pelan.
Cup!
Sekali lagi yeoja cantik itu mencium kening anaknya lebih lama, berharap rasa sakitnya berkurang sedikit.
Changmin menatap umma-nya dengan mata bulatnya yang polos dan masih berkaca-kaca itu. 'Apa aku pingsan setelah jatuh dari tangga dan bermimpi umma ada di rumah?' pikirnya.
Melihat Changmin yang hanya menatapnya dalam diam, Jaejoong jadi semakin khawatir, "Apa kau terluka ditempat lain? Kaki atau tanganmu terkilir atau patah? Atau jangan-jangan gegar otak atau amnesia? Andwae!" pekik Jaejoong sambil memegang tangan dan kepala Changmin. "Bagaimana ini Yun?" Tanya Jaejoong dengan mata doe-nya yang hampir berkaca-kaca.
"Ya! Kau terlalu berlebihan Jongie!" seru Yunho sambil menghela napas. Bukannya tidak cemas, hanya saja Changmin memang sudah beberapa kali jatuh dari tangga dan biasanya tidak apa-apa. Yeah, biasanya.
Padahal waktu pertama kali Changmin jatuh dari tangga dulu (sekitar dua tahun lalu), dia juga panik sambil menggendong Changmin untuk dibawa kerumah sakit dan meminta dokter untuk melakukan rontgen, walaupun Changmin sudah bilang dia tidak kenapa-napa.
"Kenapa umma ada disini?" Tanya Changmin yang sudah menyadari kalau ini bukanlah mimpi. Sakit di dahinya benar-benar berasa soalnya. Kalau mimpi atau pingsan lalu bermimpi tidak mungkin merasakan sakit, hanya kenyataan yang rasanya bisa sesakit ini.
"Oh, itu…" Jaejoong melirik Yunho seakan meminta dia –Yunho saja yang menjawab.
Mengerti akan maksud Jaejoong, Yunho berjongkok sambil mengelus rambut Changmin, "Appa harus ke China selama empat hari. Jadi selama empat hari ini, Changmin tinggal bersama umma dulu, arra?"
Sedikit kecewa di hati Changmin, terlalu muluk untuk bisa berharap setiap hari bisa bersama umma dan appa-nya seperti ini. Mungkin terlalu serakah untuk menginginkan mereka bisa bersama di rumah ini lagi?
Changmin menggigit bibirnya sesaat, lalu tersenyum kearah appanya, "Nde. Jangan lupa oleh-olehnya!"
Namja bermata setajam musang itu mengacak-acak rambut Changmin, "Arraseo! Sekarang cepat mandi, sebentar lagi appa harus berangkat!" ujarnya sambil melihat kearah arlojinya.
Changmin mengangguk-angguk dan segera bangun.
"Benar kau tidak apa-apa, Minnie?" Tanya jaejoong sekali lagi untuk memastikan.
"Ne, Cuma dahiku saja yang membentur lantai, umma. Tenang saja, aku tidak akan menangis, karena aku adalah laki-laki yang kuat dan keren!" ujar Changmin tersenyum lebar.
Setidaknya dengan mendengar perkataan Changmin itu, Jaejoong bisa menghela napas lega.
"Aku akan mandi dengan cepat! Kita harus makan bersama!" seru Changmin sambil berlari menuju kamar mandi.
"Ya! Mandilah dengan bersih dan benar!" teriak yeoja cantik itu.
"Sudahlah, tidak apa. Biar kita menunggunya, kurasa kita masih punya cukup waktu," ucap Yunho sambil mengecup bibir semerah cherry itu sekilas lalu beranjak menuju ruang makan.
"Ya! Jung Yunho!"
.
Dentingan sendok dan garpu yang beradu di piring terdengar dengan jelas diruang makan itu. Ada tiga orang yang berada disana, Changmin, appa dan umma. 'Seandainya saja ada Junsu-hyung dan Yoochun-hyung, pasti tidak akan sesepi ini,' batin Changmin sambil menyuap omelet jatahnya. Sesekali matanya melirik kearah appa dan umma-nya.
"Umma tidak makan?" Tanya Changmin yang melihat Jaejoong hanya menumpu dagu dengan tangan kanannya di meja, menatap kearahnya.
Jaejoong menggeleng, "Sedang diet," ucap Jaejoong seadanya.
"Geure? Umma itu sudah cantik, seksi, dan memilik dada yag bagus, untuk apa diet?" Changmin menaikkan sebelah alisnya.
Sontak ucapan Changmin membuat Yunho tersedak, namja bermata musang itu segera menegak minumannya.
"Oh, hanya ingin menyesuaikan bentuk ideal dan untuk pembuatan mv baru umma," sahut Jaejoong sambil menatap Yunho tajam, seakan bertanya, 'Dari mana Changmin belajar kata-kata seperti itu?'
Yunho menggeleng cepat. Seingatnya dia tidak pernah mengajari Changmin cara untuk merayu seseorang. Bahkan dia sendiri kaget mendengar ucapan itu dari anaknya yang maniak makan itu.
Sepertinya ini adalah perbuatan Yoochun atau Eunhyuk(?) yang telah meracuni pikiran anaknya.
[Departures-Before you go]
"Appa berangkat sekarang," ucap Yunho yang sudah berada didepan pintu rumah sambil menatap Changmin dan Jaejoong bergantian.
"Nde, hati-hati appa," sahut Changmin, "Jangan lupa oleh-olehnya!"
"Ne, appa akan membawakanmu oleh-oleh," ucap Yunho sambil mencium dahi Changmin.
"Apa semua barang sudah kau bawa? Ingat-ingatlah dulu, mungkin ada benda yang tertinggal," Jaejoong mengingatkan.
Yunho memasang pose mengingat, "Aigoo… passportku tertinggal dimeja ruang tamu!"
"Ya! Jung Yunho, bagaimana barang sepenting itu bisa tertinggal?! Ceroboh sekali!" omel Jaejoong berniat mengambilkannya.
"Changmin, tolong ambilkan!" seru Yunho terlebih dahulu.
"Nde!" Changmin segera berlari menuju meja ruang tamu untuk mengambil benda itu.
Yunho menarik tangan Jaejoong dan mengecup dahi dan bibir cherry itu sekilas. Membuat Jaejoong terperangah.
"Kau sengaja…" ucap Jaejoong, menyadari kalau Yunho sengaja meninggalkan passportnya di meja.
Yunho hanya tersenyum sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya.
"Ini passportmu appa!" Changmin menyerahkan benda itu kepada appa-nya. Yunho mengacak-acak rambut Changmin sebelum melambaikan tangannya dan masuk ke mobil taksi yang baru saja tiba didepan rumahnya. Mobil itu akhirnya berlalu, meninggalkan Changmin dengan Jaejoong berdua.
"Minnie, bersiap-siaplah, umma akan mengantarmu ke sekolah hari ini," ujar yeoja cantik itu.
"Ok!" namja kecil itu lagi-lagi berlari untuk segera menyiapkan buku-bukunya dan tas ranselnya.
Sementara itu Jaejoong mengedarkan pandangannya ke dalam rumah yang pernah dia tinggali itu tidak banyak yang berubah memang, sepertinya dia masih mengingat letak semua benda yang ada di rumah itu. Mata doe-nya itu kemudian menjelajah kepekarangan rumah yang minim tanaman itu, hanya ada beberapa tanaman hias (kaktus) di pot, dan dua batang pohon yang berdaun lebat dan rindang. Jaejoong menghampiri salah satu pohon yang di salah satu dahannya terpasang ayunan kayu. Dia meraba ayunan yang dibuat oleh Yunho ketika Changmin masih berumur tiga tahun, ayunan itu terlihat masih tampak kuat. Tangannya beralih pada pohon lainnya, yang berada tidak jauh dari pohon dengan ayunan itu. Sebuah pohon yang ditanam oleh mereka berlima, saat Changmin masih berumur enam tahun, pohon yang mereka beri nama Cassieopeia, inspirasi setelah mereka berkemah bersama. Karena mereka berlima yang menanamnya bersama-sama. Dan meskipun sekarang hanya ada Yunho dan Changmin ditempat ini, sepertinya mereka merawatnya dengan baik, dapat terlihat dari betapa tinggi, lebat dan rindangnya daun hijau dari pohon itu. Bahkan semakin kuat dan kokoh.
"Aku dan appa rajin menyiramnya lho, umma," ucap Changmin, memecah lamunan Jaejoong tentang masa lalu. "Makanya pohon ini tumbuh tinggi sekaaaaali!" sambung Changmin dengan gaya khas anak-anak. "Terus daunnya banyak dan lebat!"
"Ne, kalian menjaganya dengan baik," ujar Jaejoong sambil tersenyum, dia teringat dulu dimana Yoochun, Junsu dan Changmin saling berebut untuk menyirami pohon itu, namun setelah beberapa minggu kemudian mereka malah saling menyuruh untuk menyiramnya, dan setelah beberapa bulan Jaejoong selalu mengingatkan mereka untuk menyiram pohon itu setiap hari. Dasar anak-anak.
"Tentu saja! Pohon kita tidak akan kalah dari pohon Elf yang ada di komplek perumahan Kyuhyun!" seru Changmin bersemangat.
"Ne, umma akan mendukungmu." Ucap Jaejoong sambil mengangkat tangannya dengan pose fighting. "Sekarang siap-siap. Umma akan mengantarmu ke sekolah, nanti pulangnya akan umma jemput," lanjut Jaejoong lembut.
.
Tampak Siwon sudah berada di bandara, berbincang dengan istri dan anaknya yang sepertinya mengantarkan kepergiannya ke China.
"Ah, Yunho-hyung, maaf karena aku duluan ke bandara," ucap Siwon dengan senyum jokernya.
Yunho mengangguk pelan, "Tidak apa."
"Ah, annyeong," ucap Kibum, istri Siwon, tampak anak mereka bersembunyi di belakang Kibum karena melihat Yunho yang asing di matanya.
"Jangan begitu Minho, ini Yunho-ahjussi, ayo ucapkan salam," ujar Kibum pada putra kecilnya itu.
"Annyeong, ahjussi…" sapa Minho sopan sambil menggenggam tangan ummanya.
"Annyeong, wah, Minho sudah besar rupanya." Sahut Yunho sambil mengacak rambut namja kecil itu, "Berapa umurmu?" Tanya Yunho sambil menunduk.
Choi Minho –nama lengkap dari anak itu mengacungkan tangannya dan menunjukkan jemari tangannya yang menunjukkan angka tujuh.
Tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan dari operator yang menyampaikan bahwa pesawat akan segera berangkat.
Siwon menunduk dan mencium dahi anaknya itu, "Jaga umma-mu selama appa pergi, ne?"
Minho mengangguk sambil mengangkat tangannya di atas dahi, membentuk pose hormat.
"Hati-hati, ne," ucap Kibum sambil menatap Siwon dan merapikan jas yang dipakai namja tampan itu.
"Arraseo," sahut Siwon sambil menunduk mencium kening dan bibir istrinya itu sekilas. "Jangan terlalu memporsir diri di syuting drama barumu itu," ucap Siwon mengelus helaian rambut istrinya.
"Kau juga, jangan lupa untuk makan dan jangan berpikir untuk bermain dengan yeoja lain, arraseo!"
"Aku hanya dekat dengan Heechul-noona, itupun karena Hangeng-hyung yang memintaku, tenang saja," Kekeh Siwon melangkah pergi sambil melambaikan tangannya kepada istri dan putranya itu.
Yeah, Yunho hanya bisa tersenyum miris melihat scene 'mengantarkan kepergian yang romantis' seperti itu di bandara. Scene yang tidak terjadi pada dirinya.
.
Changmin memasuki kelasnya sambil menghela napas, lalu duduk sambil menghempaskan tasnya pelan, menumpu dagunya dan melihat kearah jendela. Dia menghela napas lagi. Persis sama dengan dua orang yang duduk di depan dan sampingnya. Kyuhyun yang memasang wajah bête dan Sungmin yang memasang wajah murung.
"Kenapa kalian?"
"Ani." Sahut Kyuhyun cuek sambil mulai memainkan PSP kesayangannya.
Changmin mengalihkan pandangannya pada Sungmin, namja kelinci itu hanya tersenyum.
"Gwenchanaeyo," ucap Sungmin.
Changmin menyipitkan matanya, jelas-jelas itu bohong. Mereka berdua sedang tidak baik-baik saja.
Brak!
"Ceritakan padaku!' seru Changmin dengan suara khasnya yang melengking sambil menggebrak meja, membuat Kyuhyun hampir menjatuhkan PSP miliknya dan Sungmin hampir terjengkal dari kursinya. Beberapa murid lainpun ikut terkaget-kaget dan memandang Changmin dengan wajah heran.
"Changmin-ah, tolong jangan berteriak di kelas," tegur Suho, sang ketua kelas.
"Mian," ucap Changmin sambil mengangkat tangannya tanpa mengalihkan pandangannya pada kedua sahabatnya itu. Sementara itu maniak game dan pencinta warna itu hanya bungkam. Namun terlihat beberapa kali Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang tampak cuek bebek dengan wajah murung. Ya, mereka pasti sedang bertengkar, dan Kyuhyun pasti ngambek, pikir Changmin.
"Eh, bukannya kemarin Heechul-ahjumma bilang ada kejutan untuk Sungmin-hyung, jadi apa kejutannya hyung?" Tanya Changmin penasaran.
"Oh, itu…" Sungmin menunduk dan diam.
Changmin menaikkan sebelah alisnya, bingung dengan sikap Sungmin dan Kyuhyun yang tampak tidak peduli.
"Wae—" ucapan Changmin terputus ketika Yuri-seonsaengnim memasuki kelas. Tampak sepertinya bel telah berbunyi dan tidak disadari oleh Changmin. "Kalian berhutang penjelasan padaku, jam istirahat nanti." desis Changmin segera duduk di kursinya dan mengeluarkan buku pelajarannya.
[Before You Go]
Bel istirahat baru saja berbunyi dua menit yang lalu, tapi sepertinya Changmin harus mengurungkan niatnya untuk menginterogasi dua sahabatnya itu, pasalnya…
"Ne, Changmin-ah, kita harus mengerjakan tugas kelompok kita di perpustakaan sekarang!" seru Taeyeon sambil berkacak pinggang, tidak lupa ada Sunny, Gongchan dan Suho –teman satu kelompoknya yang sudah bersiap untuk ke perpustakaan.
Changmin menghela napas, "Arasseo!" sahutnya sambil melirik Sungmin yang sepertinya juga akan mengerjakan tugas kelompoknya yang dipimpin oleh Kris, Baekhyun, Amber dan Suzy. Begitu pula dengan Kyuhyun dengan kelompoknya yang diketuai oleh GD, Sandeul, Baro dan Tao.
Jam istirahat kedua, di kantin. Tampak Changmin sedang sedang menikmati ramyun pesanannya, sedang Sungmin hanya memakannya dengan sangat pelan dan Kyuhyun hanya memain-mainkan ramyun-nya.
"Ya! Kalian ini, ini benar-benar situasi yang tidak menyenangkan!" ucap Changmin sambil menahan dirinya untuk merebut makanan Kyuhyun dan Sungmin yang hanya dimainkan begitu saja. "Hyung, katakan apa yang terjadi! Apa ini ada hubungannya dengan kejutan yang dikatakan Heechul-ahjumma?"
Sungmin menghela napasnya, "Kemarin umma dan appa-ku sudah kembali dari dinas di luar negeri."
Changmin mengerutkan alisnya. Bukannya itu berarti bagus?
[Flashback]
"Kami pulang!" seru Kyuhyun bersemangat.
Heechul membuka pintu sambil tersenyum lebar, membuat Kyuhyun dan Sungmin saling diam dan berpandangan. Tiba-tiba…
"Sungmin-ie! Bogoshippo!" seru Leetuk, umma dari namja kelinci itu memeluknya erat.
"U—umma? Appa?" ucap namja pencinta pink itu sambil melihat kearah appa-nya yang berdiri tersenyum melihatnya.
"Nah, aku menjaganya dengan baik 'kan Kangin-ah, lihat betapa manisnya anakmu ini," ucap Heechul setengah bercanda.
"Nde, kamsha hamnida sudah menjaga Sungmin dengan baik Chullie," ucap Leetuk masih memeluk Sungmin, hampir satu tahun lebih dia tidak bertemu dengan anaknya itu dikarenakan pekerjaan mereka yang sangat membuat sibuk diluar negeri.
"Ah, tidak perlu sungkan!" ujar Heechul.
"Ah, aku membawakan oleh-oleh untuk kalian," seru Kangin sambil menyerahkan sebuah kotak berisi PSP model terbaru. "untuk Kyuhyun," ucap Kangin.
"Wow! Keren! Gomawo ahjusshi!" decak Kyuhyun kagum. Gila, ini kan PSP model terbaru. Umma-nya sih gak bakal mau membelikan dia benda itu.
Sedangkan untuk Sungmin, sebuah boneka kelinci raksasa berwarna soft pink. Boneka besar itu bahkan hampir sama tingginya dengan Sungmin, membuatnya speechless. "Gomawo appa…" ucapnya sedikit kesulitan memegang boneka itu.
Mereka saling melepas rindu dan mengobrol diruang tamu itu. Sampai ketika…
"Oh iya, jangan lupa untuk berkemas Minnie, besok kau akan pindah dan kita akan mulai tinggal bersama lagi," ujar Leetuk senang.
Deg!
"Eh?" sahut Sungmin kaget.
"Kita bertiga tepatnya," sambung Kangin dengan senyum lebar.
Dan hanya menyisakan Kyuhyun dan Sungmin yang saling berpandangan.
[End Flashback]
"Aku akan pindah dari kamar Kyuhyun hari ini, ah, yang benar, aku akan pindah dari rumah Kyuhyun dan ikut appa dan umma-ku." Sahut Sungmin.
"Mwo?" Changmin memasang ekspresi kaget.
TBC
::::::::::::::::::::
Thank you for giving me happy memories
You go on and don't remember, forget anything
Don't look at me with worried eyes, I'm okay
(Before you go-TVXQ)
:::::::::::::::::::::
A/N:
Playlist song: Before you go-TVXQ, Taxi- DB5K
Udah ada yang baca Gashiyeon? Fic Yunjae yang kata Jae-umma keren itu? Daku baru baca beberapa(?) chap dan termewek-mewek gegara gak ngerti bahasa inggris. #plak
Tapi fic itu memang keren yah. Dan panjang. Banget.
Ngomong-ngomong, Yunppa dan Jaema masih(?) pacaran gak sih?
Balasan review:
SimVir: belum kepikiran sih, :) itu juga bisa. Fighting! :D gomawo.
Nakahara Grill: bukan kok, Yoosu itu keluarganya Jaema. :) gomawo.
Mikihiyo: senang bisa menyentuh hatimu(?) iya dong pastinya begitu, mereka kan keluarga ya. Daku juga merindukan mereka :') iya nih, WB, semua fic jadi terbengkalai. Sibuk juga sih, libur kan Cuma hari minggu, QwQ. Kepikiran juga sih pengen jadiin mereka anak YJ, tapi ntar Yoosu gak bisa ngapa2in dong? #maksud? Gomawo :)
Paprikapumpkin: iya ya :p daku juga berharap mereka bersatu lagi. Nanti kyumin ketahuan apa hubungannya kok. Daku KMS sih, tapi kayaknya daku belum berani yang macem2(?)tapi Minmin(?) sepertinya menarik juga. Dua2nya biasku sih. #ditimpuk kyuhyun
Orang ketiga dan keempat datang dan pergi kan logis, yang penting dihati appa dan umma gak ada yang lain :) Oke, sip. Boleh :D #plak
Gomawo, chingu.
Himawari Ezuki: Hai juga :) appa ke China karena tugas. Masa yang ngejemput appa sih? Ntar jadi YunHan(?) moment. Pada tahu bakal dititipin ke umma yah. #yaiyalah.
Summary-nya sudah daku ganti tiap chapter kok. Tapi iya sih, daku gak pandai promosi. Gomawo udah dibilang bagus :') #terharu. Padahal daku mulai berpikir kalau daku bikin fic yang gaje. :')
Kim Selena: maaf lama, ._. jj ama yun masih saling mencintai tentu saja XD
Alasan mereka pisah akan terungkap nanti :) Gomawo, chingu. :)
Surya scs: jawabannya tentu saja sudah jelas :D iya, semoga bisa :') gomawo.
MrsPark6002: nanti dijelasin kok :) hubungan mereka tentu saja mantan suami-istri(?) yang masih saling mencintai tapi masih belum bisa kembali bersatu(?) X'D /bugh. Ada kisseu soalnya temen daku yang request adegan itu ._. dan karena ekspresi cinta mereka karena sudah lama tidak bertemu(?). kok tahu kalo itu jj? #yaiyalah. Gomawo :)
J-Twice: gomawo, ini daku lanjutkan :)
Makasih juga buat yg udah baca.
Itung-itung kasih semangat dan pendapat, mind to review? :)
