Title : No, Please…[ Chap.4]
Cast : KaiSoo Couple
Sub-cast : EXO member
Author : Chang
Genre : AU, Romance, Angst, etc.
Length : Chaptered/Series Fic
Rating : NC+21
Disclaimer : FF ini asli buatan saya, hasil pemikiran saya dan tidak menjiplak hasil karya orang lain. Kejadian di cerita adalah AU. FF ini mengandung unsur Male Slash Fic/YAOI/Boy x Boy/Shounen-ai. Gak suka jangan dibaca xD
WARNING: AWAS MIMISAN!
Decakan bibir itu mengakhiri ciuman tersebut. Kyungsoo dan Kai berusaha meraup udara yang sepertinya kian menipis.
"Apakah ciuman itu sudah cukup meyakinkanmu bahwa aku mencintaimu?"
Air mata sudah membasahi kedua pipi Kyungsoo. Rupanya selama mencium Kai, Ia sudah menangis dalam diam. Pandangannya mengabur karena air mata tersebut.
BRUGH
Chapter 4….
"HYUNG!"
Kai yang sedari tadi hanya diam berdiri segera berjongkok dan menahan tubuh Kyungsoo yang limbung. Lalu dipapahnya tubuh mungil itu ke tempat tidurnya sendiri.
"Kyungsoo tidak boleh mengalami lelah fisik maupun lelah emosi. Karena apabila itu terjadi, penyakitnya akan mudah kambuh. Kau harus pintar-pintar menjaganya, ne?"
Kata-kata Lay, hyungnya saat di rumah sakit waktu itu kembali teringang di otaknya. Kai pun merasa gagal sebagai namjachingu yang baik untuk Kyungsoo. Buktinya sekarang namja mungil itu malah kembali sakit.
"Ini hyung…minumlah"
Kai menyodorkan beberapa butir obat dan segelas air putih yang langsung diterima oleh Kyungsoo. Setelah Kyungsoo selesai mengonsumsi obat tersebut, segera Kai membaringkan Kyungsoo dan menarik selimut untuk menutupi badan kecilnya. Kyungsoo yang benar-benar lemah hanya mengikuti instruksi gerakan Kai.
"Lain kali jangan pernah terlambat minum obat, ne?" ucap Kai menatap Kyungsoo.
"Hmmm…"
Kyungsoo hanya bisa bergumam dan mengangguk. Bingung dengan sikap Kai yang sekarang tiba-tiba perhatian luar biasa padahal mengingat apa yang barusan terjadi. 'Ada apa dengan sikap Kai? Aneh' batin Kyungsoo.
KLIK
Kai memadamkan lampu kamarnya dan bergerak keluar saat Kyungsoo menggenggam tanggan kanannya.
"Kai…"
"Apa ada yang kau butuhkan lagi?" tanya Kai
"Aniyo, hanya saja aku ingin bertanya sesuatu. Kai."
Kai hanya diam menunggu kata-kata Kyungsoo selanjutnya. Kini didudukinya pinggiran tempat tidur itu persis di sebelah Kyungsoo berbaring. Dibiarkannya Kyungsoo terus menggenggam tangannya erat. Kai juga merasa nyaman dengan genggaman hangat tersebut.
"Kai, apakah kau sudah memaafkanku?" tanya Kyungsoo to the point.
"…"
"Aku benar-benar minta maaf"
"….."
"Kai, jangan diam saja! Bicaralah! Atau kau bisa memakiku, aku tidak apa-apa. Asalkan jangan diam begini….hikss…"
"….."
"Kai, aku…"
"Hyung-ah…", ucapan lirih Kai memotong ucapan Kyungsoo.
"Nde, aku akan memaafkanmu", Kai berusaha tersenyum.
"Asalkan kau berjanji tidak akan membuatku kecewa lagi…",
"Apakah kau bisa menepatinya?" ucap Kai kini menatap dalam mata besar itu.
"Hmm…aku janji, Kai!" ucap Kyungsoo dengan semangatnya.
Akhirnya usahanya meminta maaf membuahkan hasil meskipun perlu upaya yang berat menurutnya. Segera Ia berusaha bangkit untuk memeluk Kai namun gerakannya terhenti saat Kai langsung menindihnya.
"AHK!"
"Ya, apa aku menyakitimu, hyung? Mana yang sakit?" Kai panik karena mendengar pekikan sakit Kyungsoo.
"Aniyo, hanya saja aku kaget kau tiba-tiba menindihku…haha"
"Ya! Aku kira apa! Ck…"
Kai berdecak kesal. Hampir saja jantungnya melompat keluar. Disentilnya kening Kyungsoo pelan yang membuat namja mungil itu meringis.
CHU
Ciuman kilat itu mampu membuat Kyungsoo langsung terdiam mengabaikan sakit di keningnya karena sentilan tadi.
"Dengar hyung, aku akan menghukummu kalau kau mengabaikan janjimu"
"Lakukan apa pun, Kai! Tapi aku tidak akan mengingkari janjiku" ucap Kyungsoo sambil memeletkan lidahnya terlihat imut.
"Arra, kita lihat saja nanti"
Kai kemudian bangkit dan kembali duduk ke tempatnya semula. Kyungsoo hanya bisa bingung karena dikiranya Kai akan melakukan 'itu' lagi padanya.
"Kau harus istirahat, hyung. Ini sudah larut malam. Jalljayo…" Kai mengecup kening Kyungsoo dengan lembut.
"Hmm..tapi ini kamarmu. Bagaimana denganmu? Kau tidur dimana, Kai?"
"Aku bisa tidur dimana saja, hyung"
"Ani! Aku akan pindah kalau begitu"
"Tidak perlu, hyung. Kau tidur saja. Ingat kondisimu masih lemah"
"Ya sudah, kalau begitu kau tidur disebelahku saja, Kai. Aku tidak apa-apa"
"Mwo? A-ani. Aku bisa tidur dikamarmu. Aku tidak mau mengganggu tidurmu, hyung"
"Ne, Jalljayo Kai" ucap Kyungsoo yang akhirnya mengalah dan berusaha memejamkan matanya.
Kyungsoo agak kecewa karena Kai menolak tidur bersebelahan dengannya. Kyungsoo merasa kalau Kai memang benar-benar tidak mau tidur dengannya, namun sejujurnya Kai sangat senang saat Kyungsoo menawarkannya untuk tidur bersama. Tapi Kai sadar diri bahwa Ia tidak akan bisa menahan diri untuk tidak mencicipi tubuh Kyungsoo apabila sudah berdekatan. Sementara Kyungsoo sangat membutuhkan istirahat mengingat kondisinya yang lemah. Kai tidak mau 'aktifitas'nya tersebut mengakibatkan hal buruk terjadi pada kekasihnya tersebut. #plakk XD
"KYUNGGI!"
Teriakan khas itu sudah dipastikan berasal dari namja yang tak kalah mungil dari Kyungsoo. Ya, namja itu adalah Baekhyun. Suasana kelas pagi ini berhasil dihebohkan dengan suaranya yang melengking.
"Ya! Kyunggi! Apa kau sudah dengar…"
"Ya! Baekki! Biarkan aku ke tempat dudukku dulu" dengus Kyungsoo sambil berjalan ke tempat duduknya sementara Kai yang memasang wajah datar menuju ke arah belakang kelas.
"Aiishh…tidak seru kau, Kyunggi" Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu.
"Nde, sekarang apa yang mau kau bicarakan…"
Kyungsoo yang sudah berada di tempatnya akhirnya tidak tega juga mengabaikan sahabatnya itu. Seketika Baekhyun kembali memasang raut wajah berseri-seri.-_-
"Ya, Kyung-ah! Bagaimana menurutmu dengan eyelinerku sekarang ini?" ucap Baekhyun dengan puppy-eyesnya.
Kyungsoo hanya bisa terpelongo parah mendengar ucapan sahabatnya itu. Tak menyangka bahwa yang ingin dibicarakan namja sipit di depannya itu adalah hal yang menurut Kyungsoo sangat tidak penting.
"Yak! Kyunggi! Eotokhe?" Baekhyun mengguncang-guncang bahu Kyungsoo.
"Bagaimana apanya? Biasa saja" ucap Kyungsoo acuh tak acuh.
"Ya! Tapi menurutku eyelinerku hari ini sangat bagus. Aku baru membeli produk baru dan mahal"
"Jeongmalyo?"
"Nde!" ucap Baekyun mengangguk semangat.
"Oh…tapi menurutku biasa saja. Sama seperti kemarin-kemarin"
"KYUNGGI KAU TIDAK SERU"
Gerakan Baekhyun yang mungkin sebentar lagi akan membully Kyungsoo terhenti saat Chanyeol dan Kai menarik masing-masing tubuh mereka. Dalam situasi berdebat begini lebih baik memisahkan kedua namja mini tersebut sebelum akhirnya perdebatan itu memanas. Kedua seme itu tahu tak kan ada yang mau mengalah.
"Ck, merepotnya sekali" dengus Chanyeol yang sudah mendudukkan Baekhyun di bangku sebelahnya.
"Apa kau bilang?!"
"Ani…hehehe…"
Chanyeol hanya terkekeh karena tidak berani melawan ukenya tersebut. Kadang dirinya berpikir kenapa hanya karena e-y-e-l-i-n-e-r bisa mengakibatkan keributan.
Sementara itu Kyungsoo sudah ditarik oleh namjachingunya sendiri agar duduk di sudut kelas. Kyungsoo hanya mengikuti saja kemauan namja tampan itu.
Kyungsoo tidak bisa menulis dengan konsentrasi karena namja yang disebelahnya. Berupaya mengabaikan, Kyungsoo menggeser sedikit posisi duduknya agar terhindar dari tatapan Kai.
SRET
"Tetaplah pada posisimu, hyung" Kai menarik Kyungsoo kembali ke posisi semula.
"Aku tidak konsen. Kenapa kau terus memandangiku?" ucap Kyungsoo berbisik karena takut akan ketahuan dosen yang mengajar.
"Apa tidak boleh? Kau begitu manis, hyung" Kai mulai menggoda namjachingunya itu.
"Ya! Berhentilah menggodaku di saat seperti ini"
Kyungsoo berucap kesal padahal wajahnya sudah sangat merona yang membuat Kai semakin selera menggodanya lebih.
FYUUUHH
Kai meniup telinga Kyungsoo yang membuat namja itu bergidik kegelian. Melihat reaksi Kyungsoo seperti itu, Kai pun terkekeh. Namun sepertinya Kyungsoo tidak mau mempermasalahkan tindakannya. Terlihat namja mungil itu kembali serius menulis di bukunya. Kai yang pervertnya kumat kembali menggoda Kyungsoo. XD
Kali ini Kai menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Kyungsoo. Lalu diam-diam disentuhnya pinggang namja disampingnya itu secara lembut. Perlahan-lahan Kai mulai menciumi leher Kyungsoo sekaligus meresapi wangi namja mungil itu.
"Eunggh…Kai, jebal nanti ada yang melihat"
"Ssshh…kita kan duduk paling belakang, hyung. Tidak akan ada yang melihat"
Kai masih dengan kesibukkannya sementara Kyungsoo sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi. Takut kalau-kalau ada yang melihat adegan mesum namjachingunya, Kyungsoo melepas tangan Kai dari pinggangnya dan berdiri sambil mengangkat tinggi satu tangannya.
"Sonsengnim, aku boleh permisi ke toilet?"
"Eoh? Silahkan"
Tanpa menunggu lama, Kyungsoo langsung berjalan cepat tanpa menoleh ke arah Kai yang sudah melongo parah. Tanpa mereka sadari duo Baekyeol sudah terkikik di bangkunya melihat adegan mereka dari tadi.
"Ck, kau akan kuhukum, hyung" ucap Kai bersmirk ria.
BYURR
Kyungsoo berkali-kali membasuh wajahnya di wastafel. Lalu setelah itu dipandanginya wajahnya di pantulan cermin. Entah apa yang dipikirkannya tidak ada yang tahu. Namun melihatnya menyentuh leher bekas hisapan Kai tadi, jelaslah yang ada di pikirannya saat ini pasti kejadian di kelas barusan.
"Ck, Kai! Dasar pabo. Bisa-bisanya bertingkah mesum di depan umum. Ada-ada saja" ucapnya seraya memasuki salah satu bilik toilet tersebut.
Kyungsoo tidak menyadari ada seseorang yang diam-diam mengikuti dari belakang. Sebelum Kyungsoo mendorong pintunya, namja di belakangnya sudah membekap mulutnya dan secepat kilat menutup mata Kyungsoo menggunakan sapu tangan yang lumayan panjang.
"Mmmpphhh….lepas! Kau sia…mpphhh"
Kyungsoo berontak sekuat tenaganya dan berupaya melepas kain yang menutup matanya. Namun gerakannya kalah lambat dengan namja tersebut. Tanpa babibu, namja itu melepas ikat pinggangnya untuk mengikat tangan Kyungsoo. #author mulai psycho ._.
Kyungsoo yang sudah ketakutan hanya bisa pasrah karena tak sanggup melawan. Saat ketakutan seperti ini, yang ada dipikirannya hanyalah Kai. Ia berharap namja tampan itu ada disini dan menyelamatkannya sekarang juga. Apakah harapnnya bisa terkabul? Bahkan sekarang Kyungsoo sudah terisak. Ia dapat merasakan orang jahat itu sekarang menariknya entah kemana mengingat kondisinya yang sudah diikat dengan mata yang juga ditutup paksa.
Kyungsoo merasakan namja itu membuka kain yang membekap mulutnya. Hanya bekapan dimulutnya sedangkan kain yang menutup pengelihatannya tidak dibuka. Tidak buang-buang waktu, Kyungsoo langsung berteriak.
"KAU SIAPA? LEPASKAN AKU!"
"Ssshhh…"
Namja itu hanya mendesis sambil meletakkan telunjuknya di bibir Kyungsoo untuk menyuruhnya diam. Seketika itu Kyungsoo terdiam. Diam bukan karena menuruti perintah namja yang menyanderanya, tapi karena suara desisan dan sentuhan jari di bibirnya. Seperti mengingat sesuatu, Kyungsoo langsung menajamkan penciumannya.
Aroma ini….
Wangi parfum ini….
KAI
Kyungsoo yakin namja gila yang melakukan hal gila ini adalah namjachingunya sendiri. Merasa firasatnya tidak salah, Kyungsoo memberanikan diri berbicara.
"Kau gila, Kai…"
JDERR ._.
Seketika namja asing tersebut membulatkan matanya karena kaget kenapa Kyungsoo bisa tahu identitasnya.
"Apa kau terkejut karena aku tahu siapa dirimu?", Kyungsoo kembali berbicara.
"Aku terlalu mengenalmu, Kai. Suaramu…meskipun kau hanya mendesis, sentuhanmu, dan aroma parfummu"
Kyungsoo tersenyum seperti meremehkan. Meremehkan ketidakprofesionalan Kai untuk menjebaknya.
"Aiishhh…padahal aku hanya ingin mengerjaimu saja, ck!" ucap Kai.
"Mwo! Ya! Neo michyosseo!" teriak Kyungsoo mendengar alasan Kai barusan.
"Kekeke…mian hyung. Aku hanya ingin menghukummu saja. Salahmu kenapa lari saat aku sedang asyik-asyiknya…."
"Asyik apanya?! Dasar tidak tahu malu! Itu di depan umum, pabo!"
"Eoh? Jadi kalau disini tidak apa, kan hyung?"
"Ini dimana?"
"Masih di toilet, hyung. Apa kau tidak liat?"
"Ya pabo! Bagaimana aku bisa tahu ini dimana kalau kau belum membuka penutup mataku ini! Palli lepaskan sekarang!"
Kyungsoo sepertinya sedang kesal-kesalnya karena tindakan bodoh namja berkulit Tan itu. Sedangkan orang yang yang dimaksud malah tersenyum senang melihat Kyungsoo menunjukkan sisi cerewetnya karena menurutnya itu terlihat sangat imut dan lucu.
"Kai! Ayo cepat lepaskan tanganku dan buka kain penutup ini!"
"Andwe…kalau aku tidak mau bagaimana, hyung?"
"Aigoo…ayolah Kai aku merasa tidak nyaman seperti ini" Kyungsoo mulai memohon.
"Baiklah, aku akan membuatmu merasa nyaman, hyung"
"Eoh…?"
Bukannya melepas ikatan dan penutup mata Kyungsoo, Kai malah menutup matanya sendiri menggunakan kain yang tadinya membekap mulut Kyungsoo. Lalu dibawanya Kyungsoo ke pelukannya.
"Kai…kau mau apa?"
"Diamlah hyung. Aku juga sudah menutupi mataku. Jadi kita impas. Sekarang cukup nikmati saja, arra?"
Kyungsoo yang merasa tak tahu harus berbuat apa lagi hanya bisa mengangguk meskipun Kai tidak bisa melihat anggukannya. Kyungsoo mulai merasakan jemari Kai menelusuri wajahnya. Keningnya, pangkal hidungnya, pipinya dan terakhir berhenti di bibirnya. Tidak perlu menunggu lama, segera dirasakannya sesuatu yang hangat dan kenyal melumat bibir pulmnya. Kyungsoo mulai menikmati permainan ini saat Ia pun mulai membalas ciuman Kai. Menyadari ciumannya dibalas, Kai bersemangat melanjutkan kegiatannya. Lama kelamaan ciuman itu mulai memanas dan kasar. Kai memasukkan lidahnya ke mulut Kyungsoo, menelusuri semua isinya dan mengajak lidah namja manis itu untuk berperang di dalam sana.
"Euunnghhh…"
Kyungsoo akhirnya meloloskan lenguhannya disela-sela ciuman panas tersebut.
"Mphh…Kai, sesakhh…sshh"
Mendengar itu, Kai langsung melepas ciumannya namun tidak dengan pelukannya. Secepatnya Kai meraba leher Kyungsoo yang membuat namja mungil itu menggelinjang geli. Kemudian diciuminya leher Kyungsoo secara liar dan semangat. Dihisapnya dalam-dalam hingga bisa dipastikan ciuman itu akan meninggalkan bekas kemerahan di leher Kyungsoo.
"Shhh…Kaihhh..gelihhh…"
Kai tidak mempedulikan Kyungsoo yang sedari tadi sudah bergerak-gerak gelisah karena kegelian. Malah kini Kai mulai membuka satu per satu kancing kemeja Kyungsoo. Dirabanya badan Kyungsoo yang sudah half naked berniat mencari daerah sensitif namja itu. Yap! Ketemu! Tonjolan itu sudah menegang. Sejurus kemudian, Kai sudah menjilati nipple Kyungsoo sambil sesekali memilinnya.
"Akh! Sshhh…. Kaihhh…"
Kyungsoo terus mendesah merasakan sentuhan-sentuhan menggoda dari Kai yang sepertinya sudah tidak tahan dengan tubuh putih dan mulusnya.
"Andwe! Kai jangan disinihh…" ucap Kyungsoo saat merasa tangan Kai sudah bergerak membuka celananya.
Namun sepertinya Kai tidak mempedulikan ucapan Kyungsoo. Kini celana itu sudah melorot ke bawah menyisahkan celana dalamnya. Tak tanggung-tanggung Kai pun melepas semua kain yang masih melekat di badan Kyungsoo.
"Kai…jebal…Akh!"
Persetan dengan ucapan memohon Kyungsoo karena Kai sudah berjongkok dan mengulum junior Kyungsoo yang sudah menegang dari tadi. Kuluman itu terlihat sangat bersemangat sampai-sampai Kyungsoo tak tahan oleh karenanya.
"Euungghhh…ahh..ahh..sshhh…"
"Kontrol suaramu, hyung. Kau tidak mau ada yang mendengarkan?" Kai menghentikan sejenak kegiatannya dibawah sana.
Kyungsoo yang berusaha menahan diri sedari tadi sepertinya tidak mendengar ucapan Kai. Kai pun kembali memasukan junior kecil Kyungsoo ke mulutnya dan mengulum lebih kuat.
"Kai…suhh..dahh…hahhh hahh…"
"Akuhh… mau keluar, Kai…."
Kai yang merasa junior Kyungsoo di dalam mulutnya mulai berkedut. Kulumannya pun semakin dipercepat.
"AHK!"
Kyungsoo pun melepaskan cairan yang sepertinya berlomba-lomba keluar. Tanpa rasa jijik, Kai langsung menelan semua cairan itu. Kyungsoo merasakan kenikmatan yang sangat saat berhasil mengeluarkan semua hasratnya. Namun, kelelahan luar biasa juga mulai dirasakannya akibat aktifitas barusan. Kyungsoo berusaha menahan tubuhnya agar tidak ambruk, namun gagal.
"Ahk!" pekik Kyungsoo saat merasakan kesakitan di bokongnya yang mendarat di lantai kamar mandi kampus tersebut.
Kai yang bingung kenapa Kyungsoo menjerit segera melepas penutup matanya. Saat itu juga Kai panik melihat Kyungsoo yang sudah terduduk lemah di lantai.
"Hyung? Gwenchana?"
"Hahh..hah..aku lelah, Kai…"
"Ya! Padahal aku belum mulai, hyung"
Kai cukup kecewa karena kondisi Kyungsoo sepertinya tidak mendukung untuk diajak ke ronde berikutnya ._.
Namun, Kai juga tidak tega kalau perlakuannya malah akan menyakiti namja mungil itu. Perlahan dipapahnya tubuh Kyungsoo agar berdiri. Setelah itu, dipakaikannya kembali kemeja dan celana ke tubuh hyungnya yang sudah berkeringat itu.
CHUP
Kai mengecup sekilas bibir Kyungsoo yang sudah membengkak dan mengusak rambut basahnya. Kyungsoo hanya diam dan pasrah saja dengan sentuhan-sentuhan beruntun dari namjachingunya itu. Lalu Kai mulai membuka ikatan tali pinggangnya dari pergelangan tangan Kyungsoo, juga tidak lupa penutup mata tersebut.
BUGH
Kyungsoo langsung memeluk tubuh Kai dengan menubrukkannya secara kasar. Hitung-hitung sebagai balasannya karena kejahilan Kai hari ini.
"Hikss…kau jahat, Kai"
"Kau menangis hyung?" ucap Kai berniat melepas pelukan itu agar bisa melihat wajah Kyungsoo. Namun segera Kyungsoo peluk lebih erat tubuh Kai.
"Aku kesal! Kau keterlaluan hari ini…"
"Haha…mian hyung. Salahkan badanmu kenapa begitu seksi. Aku tidak tahan melihatnya"
"YA! DASAR OTAK YADONG!"
Kyungsoo segera melepas pelukannya dan mendorong Kai hingga punggungnya membentur pintu kamar mandi tersebut. Maklum kamar mandi itu terlihat kecil, sehingga dorongan lemah Kyungsoo saja langsung membuat punggung Kai sukses terbentur. Kai tetap menunjukkan wajah santai karena memang tidak merasakan sakit apa pun.
"Jangan berteriak, hyung. Nanti ada yang dengar"
"Diam kau! Aku mau keluar, awas!" Kyungsoo menggeser Kai agar memberinya jalan. Kai pun mengalah dan membiarkan namja manis itu keluar. Diikutinya namja itu dari belakang meninggalkan ruangan yang sudah menjadi saksi bisu kepervetan seorang Kkamjong -,-
"Sudah selesai bersenang-senang?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
