Love Story

Harvest Moon by Natsume

Warning: OOC, typo, gaje, alur berantakan, dan lain-lain

Inspired by song: Taylor Swift-Love Story

.

.

Enjoy~


Tuesday 1st Summer Year 2

Claire POV

"Claire! Tolong geser meja yang disana itu ke pojokan ya!" teriak Manna sambil menaruh gelas di setiap meja yang sudah berjejer rapih.

"Siaap!" balasku sambil bergerak menuju meja yang di maksud Manna.

Aku, Popuri, Mary, Anna, Manna, Basil, Duke, Shasha, dan Kai sedang membantu mempersiapkan acara nanti malam yang akan diadakan di Inn. Ya, pesta dansa! Aku sangat menantikan acara ini!

Semua sangat sibuk. Mary dan Anna menyapu setiap sudut lantai. Basil dan Duke memasang hiasan-hiasan di langit-langit Inn. Aku dan Popuri menggeser meja dan kursi ke setiap sudut agar di bagian tengah ruangan kosong yang digunakan untuk berdansa. Manna dan Shasha memberi taplak, kemudian menata gelas dan piring di setiap meja. Sedangkan Ann, Doug, dan Kai bekerja di dapur mempersiapkan berbagai macam hidangan.

"Akhirnyaaa, selesai jugaa!" teriak Popuri dengan puas sambil memandangi ruangan Inn yang telah kami ubah menjadi ruangan pesta dansa.

"Wow, ini seperti bukan Inn!" gumamku sambil tersenyum puas.

Aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 15:30, "Gray belum pulang dari kerjanya?"

"Kalian hebat!" teriak Ann dengan senang sambil menatap sekeliling ruangan dari dapur, "Oh ya, kami membuat minuman untuk kalian! Sebagai hasil jerih payah kalian!" tambah Ann sambil melangkah keluar dapur dengan membawa nampan yang berisi es jeruk.

"Waa, terima kasih Ann!" seru kami berbarengan dan berjalan menuju Ann yang sedang memegang nampan yang berisi minuman itu.

Kami istirahat sejenak sambil menikmati minuman dan berbincang dengan yang lain. Kulihat Popuri menghampiri dapur yang sudah pasti menghampiri Kai.

"Hey, Claire." Seseorang menyapaku.

Aku menegok ke arahnya, segera kusadari itu Mary.

"Hey, Mary!" jawabku dengan sterenyum lebar.

Ia membalas senyumku dan memperhatikan sekitar, "Aku senang sekali, kita berhasil menata ruangan ini."

"Iya! Sayang sekali, Elli dan Karen tidak bisa membantu kita menata semua ini," jawabku agak kecewa mengingat Karen dan Elli sibuk dengan pekerjaan mereka.

Ia tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

Kemudian hening menyelimuti kami berdua, diiringi dengan suara orang-orang berbincang di ruangan itu.

"Ehm.. Claire," panggil Mary memecah keheningan di antara kami.

"Ya, Mary?" tanyaku sambil menatapnya.

"Apa kau.. ehm.." Ia terdiam sejenak, aku menatap nya sambil menunggu ia melanjutkan. "Me-Menyukai Gray?" lanjutnya.

"Eh?!" Aku kaget bukan main. Aku terdiam sejenak. Tidak, mungkin lama. Sampai akhirnya Mary bertanya lagi kepadaku.

"Cl-Claire, apa kau menyukai Gray?" tanyanya lagi sambil menatapku.

"A-aku.." Aku menatap lurus ke depan menerawang, ketika Mary menatap ku.

"Ya?" jawab Mary.

"Te-tentu tidak! Kami hanya sahabat dekat kok! Hahaha," jawabku dengan tawa garing.

Kau menyukainya, bodoh! Kau mencintainya!

"Begitukah? Ah, syukurlah.. Kupikir kau menyukai nya," jawabnya dengan tersenyum senang.

"A-Apakah kelihatannya begitu? Hehe," tanyaku agak canggung.

"Iya, karena kalian sangat dekat," jawabnya lagi sambil tersenyum tipis.

Aku terdiam, kemudian tersenyum sebagai jawaban.

"Jadi, aku mempunyai kesempatan untuk menyatakan perasaanku kepada Gray," lanjutnya dengan tersenyum senang.

DEG!

Sa-sakit..

"Claire? Kau disana?" tanya Mary ketika ia melihatku terdiam.

"I-iya! Aku disini!" balasku dengan senyum seadanya, "Ah, su-sudah jam segini! Aku harus bersiap-siap untuk acara nanti malam! Aku duluan, Mary! Bye!" ucapku dengan cepat dan langsung beranjak keluar dari Inn.

Aku berlari menuju peternakanku. Sesampainya aku langsung memasuki rumahku dan membanting badanku di kasur.

"Beranikan dirimu,Claire. Aku tau kamu bisa."

Tiba-tiba suara Karen terngiang di telingaku.

Air mata mulai mengalir deras di pipiku. Aku menutup mukaku dengan bantal, kukira akan menghentikan tangisanku. Yang ada bertambah dengan isakan. Aku memejamkan mataku. Lama kelamaan, tanpa sadar aku tertidur.

Gray POV

Aku membuka pintu Inn, kulihat bar yang membosankan sudah berubah menjadi ruang dansa yang sangat indah. Aku baru ingat, untuk tahun ini pertama kali nya acara ini diadakan di Inn. Tahun lalu diadakan di Rose Square, dan tahun lalu pertama kali diadakannya acara ini di Mineral Town untuk menyambut Summer.

"Hey, kemana saja kau? Harusnya kau membantu kami tadi siang." Aku tersadar dari lamunanku, ketika mendengar Ann mengomel.

"Banyak pesanan tadi di Blacksmith," ucapku singkat sambil melihat jam tanganku. Pukul 17:00.

Aku meninggalkan Ann yang berkecak pinggang dan berjalan ke lantai 2 untuk segera bersiap-siap.

.

.

.

.

Inn sudah ramai dipenuhi oleh penduduk Mineral Town, semuanya berpakaian rapih. Yang pria menggunakan tuxedo, sedangkan yang wanita menggunakan dress yang berbagai macam bentuknya. Yah, yang kugunakan sama dengan pria yang lain. Jas berwarna abu-abu dengan celana panjang berwarna abu-abu juga, dasi berwarna merah, dan sesuai janji aku tidak memakai topiku.

"Gray!" teriak Kai.

"Apa?!" Jawabku agak kesal.

"Mana topimu?"

"Bukan urusan mu."

"Kau terlihat bagus, tanpa topi itu Gray," ucap Cliff sambil tersenyum.

"Betul Gray!" ujar Kai sambil mengacungkan jempolnya.

Aku teringat ucapan Cliff dan Kai barusan.

"Argh, semua orang memperhatikan ku. Aku tau! Aku memang aneh jika tidak menggunakan topi!" umpatku sambil mengacak-acak rambutku tidak karuan.

Kulihat Kai dan Cliff sudah sibuk dengan Ann dan Popuri.

"Tch. Dimana Claire? Dia bilang aku tidak usah menjemputnya. Tapi, dia belum datang juga," umpatku lagi sambil melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 19:00.

"Hey, Gray!" sapa seseorang sambil menepuk pundakku dari belakang.

"Eh?" Aku menoleh ke belakang dan yang kudapati Mary berdiri disana, dengan long dress berwarna biru, make up tipis di wajah nya dan rambutnya disanggul.

"Kau sendirian?" tanyanya sambil tersenyum ketika aku menoleh ke arahnya.

"Tidak juga, aku ingin keluar sebentar," ucapku dan melangkah menuju pintu Inn. Aku tidak melihat ekspresi Mary saat aku meninggalkannya.

"Lebih baik aku menjemputnya."

Aku membuka pintu Inn, dan bersamaan dengan Claire yang sudah berdiri di depan pintu.

"Eh? Hey, Gray? Aku telat ya? hehe," ucapnya sambil tersenyum manis.

Claire mengenakan dress tiga perempat berwarna hitam, dengan sepatu hak tinggi. Bibirnya menggunakan lipstick berwarna peach, ia poles wajah nya dengan sedikit bedak dan sedikit rona warna merah di pipi nya. Rambut blonde nya ia ikat asal tapi beraturan. Dan ia memakai kalung dariku.

Cantik.. Sekali..

"Gray? Kau disana?" tanyanya sambil melambaikan tangannya di depan mukaku.

"Ah! Iya!" Aku reflek menarik topiku, dan topi itu tidak disana. "Tch aku lupa!" umpatku.

Ia tersenyum, "Kau manis Gray, tanpa topi itu.."

Aku segera memalingkan mukaku agar tidak terlihat oleh nya muka merahku, "Heh, terima kasih."

"Ayo, bergabung dengan yang lain!" ucapnya sambil melangkah masuk.

"Iya," jawabku sambil tersenyum.

Bersamaan kami bergabung dengan yang lain, Mayor berjalan ke tengah-tengah ruangan dan mulai berbicara.

"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya terimakasih banyak sudah datang ke acara yang paling di tunggu-tunggu, yang di laksanakan di setiap tanggal satu, untuk menyambut musim Summer yang berbahagia ini. Terimakasih juga untuk Doug yang sudah meminjamkan tempat nya untuk acara ini. Dan terimakasih juga untuk penduduk yang membantu pelaksanaan acara ini. Dengan ini, acara ini saya BUKA. Selamat bersenang-senang!"

Setelah Mayor selesai berbicara, terdengar alunan musik lembut. Banyak pasangan yang mulai berdansa. Aku menatap Claire. Ia sedang menatap ke arah pasangan yang mulai berdansa di tengah ruangan tapi tatapannya menerawang. Ada apa dengannya?

"Claire? Kau disana?" tanyaku menatapnya.

Ia terdiam, masih dalam lamunan nya.

"Claire." Aku menyebut namanya lagi. Tetap saja, ia masih dalam lamunannya.

Aku menghela nafas, dan menarik tangannya. Akhirnya ia tersadar dan segera aku menuntunnya ke tengah ruangan.

"G-Gray?" bisiknya.

"Ya?" Aku tersenyum kecil, dan memegang pinggangnya.

Ia membalas senyumanku, dan kami mulai berdansa.

Ketika musik mulai melambat aku meletakkan kedua tangan ku di pinggang nya, dan ia meletakkan tangannya melingkar di leherku.

"Claire," ucapku sambil menatap matanya. Tunggu. Matanya? Sehabis menangis? Walaupun ia menggunakan make up, tetap saja terlihat kalau dari dekat.

"Y-Ya?" jawabnya, membalas tatapanku.

"Ada sesuatu yang salah? Kau seperti nya sehabis menangis," tanyaku dengan khawatir.

Ia terdiam, memalingkan mukanya ke arah lain.

Aku menghela nafas, "Claire..," ucapku lagi.

"A-Aku haus, bagaimana kalau aku ambilkan minum dulu," jawabnya dengan senyum seadanya, melepaskan tangan nya di leher ku, dan berjalan ke meja minuman.

Aku menghela nafas panjang dan menatapnya yang berjalan menjauh. Setelah itu, aku berjalan ke sudut ruangan, menunggu Claire disana.

"Gray." Kulihat Mary sudah berdiri di sampingku. Sangat dekat.

"Hm?" jawabku singkat tanpa menoleh.

"Boleh aku bertanya?"

"Silahkan."

"Apa ada seseorang yang kau sukai?"

Tanpa fikir panjang, ku jawab, "Ya."

"Claire?" tanya Mary langsung.

"Ya," jawabku dan menatapnya. Kulihat ia tersenyum sedih. Aku terdiam melihat ekspresinya.

"Gray, aku menyukai mu. Sangat." Ia memelukku tiba-tiba setelah ia menyatakan hal itu. Aku terkejut bukan main.

Saat itu aku melihat Claire sedang berjalan ke arahku, dan seketika terkejut melihat Mary memelukku. Minuman yang ia bawa langsung di letakkan di meja terdekat, dan berlari keluar Inn.

Segera aku mendorong Mary, "Mary, maaf.." Kemudian, berlari menyusul Claire.

Claire POV

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Kenapa aku harus lari? Harus nya aku senang, sahabatku akhirnya terbalas cintanya. Tapi, aku tak bisa. Rasa nya sakit.. Aku tidak kuat.

"Claire! Tunggu!"

Ini memang salah ku. Salah ku kenapa menjadi penakut. Salah ku kenapa aku tidak jujur dari awal. Salahku kenapa aku.. kenapa aku-

Aku memutuskan untuk berhenti, dan berbalik menghadapnya di belakangku. Ketika melihat aku berhenti, ia segera menghentikan larinya.

"Ah, Gray! Maaf tiba-tiba meninggalkanmu," ujarku dengan senyum yang kupaksakan.

"Claire..."

"Ah, selamat untuk kau dan Mary! Aku ikut senang!"

"Claire."

"Kalian cocok! Jangan lupa undang aku ya kalo kalian menikah!"

"Claire!"

"Ah, aku harus pergi. Aku lupa memberi makan sapiku! Hehe." Aku memberi alasan yang benar-benar tidak masuk akal. Dengan tawa seadanya, aku langsung berbalik.

Gray langsung menarik tanganku sampai posisiku benar-benar di depannya. Ia menatapku sekilas dan tanpa kusadari bibir kami bertemu. Ia mencium ku.

Gray menciumku. Tepat di bibir.

Aku tidak melawan, lebih tepatnya aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Aku membiarkannya menciumku. Sampai akhirnya ia melepaskannya. Tetapi, wajahnya tetap di depan wajahku. Aku merasakan wajahku sangat panas. Ia berbisik.

"Aku mencintaimu, Claire."


a/n:

Semoga ga absurd ya, sebenarnya aku kurang mengerti hal-hal yang berbau pesta dansa. Maaf kalo ada banyak kesalahan :') Review-nya~

Thank You For Reading~ :3