"Apa maksudmu? Chanyeol siapa?" Untung saja Baekhyun dapat berpikir cepat untuk membuat Luhan bingung. Terbukti, Luhan kini mengerutkan keningnya ragu-ragu. Luhan yakin sekali bahwa sejak ia dan Sehun bermain-main ada dua orang yang selalu menganggu mereka dan Luhan yakin bahwa itu Chanyeol. Perempuan yang diajak Chanyeol, Luhan tidak yakin itu siapa. Tapi setelah Luhan melihat Baekhyun berpakaian yang sama, maka Luhan mencari Baekhyun.
"Hah? Kenapa kau pura-pura tidak tahu? Kau kesini bersama Chanyeol, iya kan?" Baekhyun memutar bola matanya melihat Luhan yang kini melotot tajam padanya sambil berkacak pinggang.
"Dengar ya, aku ini tidak tahu siapa Chanyeol." Baekhyun ingin menghindar maju dari hadapan Luhan. Tapi nyatanya Luhan malah menghadangnya. Dalam hati Baekhyun merutuki kenapa anak ini bisa keras kepala sekali.
"Ketua kelas macam apa kau yang tidak tahu siapa Chanyeol?"
"Aku adalah ketua kelas yang kurang perhatian." Seketika itu Baekhyun melihat segerombolan perempuan sedang berdiri di depan mereka. Baekhyun mempunyai ide, ia akan kesana dan berpura-pura bahwa itu teman Baekhyun. "Sudah ya. Teman-temanku sedang menungguku." Baekhyun sedikit mendorong Luhan dan berlari menjauh. Ia mendekati gerombolan perempuan itu sambil tersenyum dan pura-pura berbicara.
Luhan pun menghentak-hentakan kakinya kesal setelah Baekhyun pergi bersama gerombolan itu. Tangannya membuka tas dan mengambil ponselnya.
"Halo?"
"Ha-halo, Chan." Luhan sedikit membuat suaranya menjadi sakit.
"Kau kenapa, Luhan?"
"Tiba-tiba saja kepalaku mendadak pusing. Bisakah kau mencariku di dekat wahana kuda? Aku tahu kau disini. Kumohon antarkan aku pulang."
"Tunggu disana, jangan bergerak. Aku akan sampai dalam satu menit."
Sambungan dimatikan begitu saja oleh Chanyeol. Luhan tersenyum senang, ia memasukkan ponselnya dan segera berlari menuju wahana kuda.
Partner
Main Cast. Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast. EXO Member and other.
ChanBaek. GS for Uke. Chapter 4
SELAMAT MEMBACA!
.
Baekhyun sesekali melirik ke belakang. Takut-takut Luhan masih mengintipnya jauh disana. Sudah beberapa kali Baekhyun menoleh ke belakang ternyata tidak ada tanda-tanda Luhan. Baekhyun berhenti sebentar menghadap ke belakang. Baekhyun sedikit bersyukur karena Luhan mempercayai ucapan Baekhyun buktinya ia tidak melihat Luhan di belakang sana. Sekarang ia harus mencari posisi Chanyeol.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju bangku yang sempat ia dan Chanyeol duduki. Ketika ia sampai sana, tidak ada tanda tanda Chanyeol membuat Baekhyun bingung kemana perginya. Apakah Chanyeol sudah pulang karena terlalu lama menunggu Baekhyun atau bagaimana? Baekhyun memutuskan untuk menunggu Chanyeol. Ia duduk di bangku tersebut.
Tiga puluh menit berlalu akan tetapi tidak ada tanda-tanda Chanyeol sama sekali. Baekhyun merutuki dirinya yang lupa menanyakan berapa nomor ponsel Chanyeol. Baekhyun bingung, haruskah ia menunggu Chanyeol atau langsung pulang?
"Baekhyun?" Baekhyun yang awalnya menunduk kini mendongak. Bukan wajah Chanyeol dihadapannya, tetapi wajah Sehun dan itu cukup sukses membuat mata Baekhyun menjadi lebar karena terkejut.
"Sehun? Apa yang kau lakukan disini?" Baekhyun memulai aktingnya, ia pura-pura tidak tahu kalau Sehun ternyata berada disini. Sehun menaikkan bahunya dan duduk disamping Baekhyun. Baekhyun sedikit menggeser tubuhnya karena tidak nyaman di dekat Sehun. Itu membuat jantungnya berdetak kencang.
"Yeah, aku hanya berjalan-jalan saja. Tapi temanku sudah pulang duluan. Katanya ia ada acara." Baekhyun mengangguk kecil. Jadi Luhan sudah pulang karena ada acara. Eh, apakah Chanyeol juga pulang karena ada acara bersama Luhan?
"Kau kesini sendirian?"
Baekhyun terbangun dari lamunannya dan menggeleng, "Tidak. Aku bersama temanku, tapi saat ini aku tidak dapat menemukannya."
"Kau sudah menghubunginya?"
"Sudah. Tapi nomornya tidak aktif." Ujar Baekhyun pura-pura karena jika Baekhyun mengatakan ia tidak mempunyai nomor ponselnya bisa gawat.
"Kau ingin menunggu temanmu?" Baekhyun menaikkan bahunya tidak tahu. "Kalau begitu, ingin pulang bersamaku?" Dalam hati Baekhyun, ia sudah berbinar-binar. Ia tidak akan menolak. Kapan lagi datang kesempatan seperti ini? Pikirannya kembali kepada Chanyeol. Baekhyun akan merasa jahat bahwa meninggalkan Chanyeol tanpa bilang. Walaupun Baekhyun suka membentak Chanyeol tapi ia menjadi tidak enak kalau meninggalkan Chanyeol.
"Tidak perlu. Lain kali saja Sehun."
"Oh begitu," Sehun tersenyum simpul. "Kalau begitu, jangan pulang terlalu larut." Tangan Sehun terulur dan mengusap rambut Baekhyun. Semburat merah muncul di kedua pipi Baekhyun. Baekhyun yakin, ia akan sangat memalukan di depan Sehun.
Sehun bangkit dan melambaikan tangannya pergi menjauh dari Baekhyun. Baekhyun juga membalas lambaian tangan Sehun dengan tersenyum. Setelah dilihatnya ia sudah jauh dari Baekhyun, Sehun menghentikan senyumannya dan berjalan dengan wajah dingin.
Sudah dua jam berlalu, Chanyeol masih saja tidak menampakkan diri di depan Baekhyun. Hari sudah menggelap dan Baekhyun masih setia duduk di bangku terakhir mereka bertemu. Baekhyun menjadi curiga, Chanyeol sebenarnya sudah pulang, atau Chanyeol juga sedang mencari Baekhyun? Baekhyun frustasi ia mengacak rambutnya lagi.
Akhirnya, Baekhyun memutuskan bangkit. Ia akan pulang dan tidak menunggu Chanyeol lagi. Ia tidak peduli dengan Chanyeol. Ia melihat banyak orang berlari menuju ke tengah. Ah, Baekhyun ingat rupanya ini waktu melihat atraksi. Baekhyun tidak memutuskan pulang, ia memutuskan untuk menonton atraksi.
Baekhyun berdiri sendiri sementara yang lainnya tertawa bersama teman-teman, keluarga, dan bahkan kekasih. Baekhyun sedikit iri melihat mereka karena hanya Baekhyun saja seperti ini. Baekhyun sedikit cemberut karena ia seperti orang gila menonton atraksi sendiri. Baekhyun menunduk, ia merasa ingin menangis jika sendirian menonton atraksi seperti ini. Baekhyun memutuskan untuk pulang saja.
Baekhyun sedikit menggeser tubuh orang-orang karena terlalu sempit. Ia akan keluar dari kerumunan orang ini. Salahkan tubuhnya yang kecil jadi ia tidak bisa mendorong orang yang berbadan lebih besar darinya.
"Baekhyun?" Baekhyun mendongak. Matanya sipitnya membulat. Ia sangat terkejut dengan seseorang yang memanggilnya.
"Chanyeol?"
Dilihatnya, Chanyeol sedang membungkuk dan mengatur nafasnya yang terengah-engah. Bibirnya terbuka kecil karena ia lelah. Baekhyun mengerutkan keningnya, apakah Chanyeol berlari lari seperti ini karena mencari dirinya?
Baekhyun meremas pundak Baekhyun dan menggoyangkan tubuh kecil Baekhyun, "Kenapa kau masih menungguku, dasar bodoh."
Dalam hatinya Baekhyun terharu, dibalik sifat Chanyeol yang keras kepala, egois, dan lain-lain, Chanyeol masih ingin mencarinya. Akan tetapi ego Baekhyun mengalahkannya. Baekhyun mendorong badan Chanyeol dan menginjak kakinya membuat Chanyeol meringis sambil mengangkat kakinya.
"Kau ini kemana saja, huh? Kenapa kau tidak bilang kau pergi kemana?"
"Aku ada urusan, makanya aku pulang. Lalu aku mengingatmu, jadi aku kembali kesini. Sebenarnya aku juga tidak sudi mencarimu, tapi karena aku tahu kau ini sangat galak seperti hewan jadi aku mencarimu karena nanti kau akan memukulku tanpa ampun."
Baekhyun menarik kata-katanya kembali. Ia tidak sudi memanggil Chanyeol dengan sebutan baik. "Yasudah. Terimakasih telah mencariku, aku ingin pulang." Baekhyun sedikit mendorong tubuh Chanyeol agar menggeser sedikit. Baekhyun berjalan menjauhi Chanyeol sebelum tangan Chanyeol memegang lengan Baekhyun.
"Apa lagi?" Baekhyun menatap Chanyeol malas.
"Kemarikan ponselmu."
"Untuk apa?"
"Berikan saja." Baekhyun dengan berat hati memberikan ponselnya pada Chanyeol. Chanyeol sedang memainkan ponsel Baekhyun. Ia memberikannya lagi pada Baekhyun.
"Ini, aku sudah masukan nomorku." Baekhyun mengangguk malas. Ia sudah tidak mood karena perkataan Chanyeol tadi dengan mengatakan ia tidak sudi mencari Baekhyun dan mengatakan Baekhyun galak seperti hewan.
"Aku akan pulang." Baekhyun berjalan menjauhi Chanyeol lagi sebelum tangan Chanyeol lagi-lagi menahan Baekhyun dengan memegang lengan Baekhyun. "Apa lagi, Tuan Park?"
"Kau marah padaku."
"Tidak."
"Kau marah."
"Kubilang tidak."
"Aku tahu bahwa partner-ku sedang marah." Baekhyun berdecak kesal dan memutar bola matanya.
"Baiklah. Lalu apa maumu kali ini?"
"Aku baru saja sampai. Kita jalan-jalan sedikit. Ikut aku." Baekhyun hanya pasrah karena lagi-lagi tangannya ditarik paksa oleh Chanyeol.
.
Akhirnya setelah lama mereka hanya bermain berdua mereka memutuskan pulang. Baekhyun terlihat menikmati ia bermain bersama Chanyeol karena mereka kali ini bermain dengan tenang tanpa adanya gangguan Sehun dan Luhan. Jantung Baekhyun sesekali berdetak kencang karena Chanyeol. Baekhyun bingung sebenarnya siapa yang ia sukai?
"—hyun, kau melamun lagi." Chanyeol menepuk kepala Baekhyun dengan keras membuat Baekhyun refleks menoleh dan memegang kepalanya yang dipukul Chanyeol. "Rumahmu sudah sampai. Atau kau mau aku mengantarmu sampai kamar?" Chanyeol menaikkan alisnya dengan gerakan cepat ingin menggoda Baekhyun. Baekhyun memutar bola matanya dan melepas seat-beltnya.
"Terimakasih tumpanganmu." Baekhyun membuka pintu mobil dan kembali menutupnya. Ia membungkuk pelan kepada Chanyeol dan segera masuk ke dalam rumahnya.
Chanyeol terdiam ketika ia melihat Baekhyun sudah masuk ke dalam rumahnya. Ia meremas stir dengan erat. Apa yang terjadi dengan tubuhnya. Chanyeol bingung dengan tubuhnya sendiri. Setelah panik karena Luhan menelponnya ia berlari menuju Luhan tanpa mengingat Baekhyun. Setelah pulang, Chanyeol dihujat banyak pertanyaan oleh Luhan dan Chanyeol hanya menjawab singkat. Ternyata, Luhan berbohong dan Chanyeol merasa marah pada dirinya sendiri karena meninggalkan Baekhyun. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam taman bermain lagi.
Chanyeol juga bingung, kenapa tubuhnya mau berlari-lari di dalam taman hanya untuk mencari Baekhyun. Ia panik sampai keringat muncul di pelipisnya. Sebenarnya, Chanyeol sudah menyerah dan ingin memutuskan pulang karena Chanyeol yakin Baekhyun pasti sudah pulang. Tapi ketika ia melihat atraksi, Chanyeol bertemu Baekhyun.
Chanyeol menggeleng pelan mengingat kejadian tadi. Seorang Chanyeol ingin mencari seseorang sampai seperti itu? Chanyeol rasa ini pertama kalinya ia ingin mencari orang tersebut dua kali. Chanyeol tidak pernah berlaku seperti ini pada siapapun termasuk Luhan, dan Baekhyun adalah orang pertama.
Chanyeol menjalankan mesinnya dan melajukan mobilnya pergi dari rumah Baekhyun.
o000o
"Baekhyun!" Baekhyun menoleh ke arah Yixing yang tengah memeluk lengannya dengan manja. Baekhyun memutar bola matanya dan kembali membaca bukunya yang berada di atas meja. Yixing cemberut karena Baekhyun sama sekali tidak meresponnya.
"Baekhyun, aku ingin ke kelas Jongin." Baekhyun menutup bukunya dan menatap Yixing cepat. Matanya berbinar mendengar kalimat yang dilontarkan Yixing. Ia memang suka sekali ke kelas Jongin, karena di kelas Jongin ada Sehun, yeah walaupun Baekhyun kadang-kadang tidak melihatnya.
"Kau ini dasar. Bilang saja ingin bertemu dengan dia." Baekhyun mencubit pipi Yixing gemas karena sahabatnya yang satu ini sangat mengerti dirinya. Kini Baekhyun yang menarik tangan Yixing untuk menuju kelas Jongin padahal sebelumnya Yixing yang mengajak Baekhyun.
Mereka sampai di depan kelas Jongin yang berada di samping kelas mereka. Baekhyun menghentikan Yixing, "Yixing, bagaimana penampilanku?" Baekhyun membenarkan rambutnya dan pakaian sekolahnya di depan Yixing.
"Baekhyun, kau ini sudah cantik. Jongin saja tertarik padamu," Yixing terbahak membuat Baekhyun menampilkan wajah datarnya. Ia benci mengingat kata-kata Yixing tentang 'Jongin saja tertarik padamu' menurutnya itu adalah pengalaman menakutkan yang di alami Baekhyun.
Awalnya Baekhyun sedang bosan di kamar Yixing. Kemudian ia memutar sebuah lagu dan menarikannya ala girlband. Ia tidak tahu bahwa Jongin melihatnya dengan tatapan menganga karena Baekhyun meliukkan tubuhnya berlebihan dan itu terlihat seperti menyeramkan. Sejak saat itu, Yixing selalu mengatakan bahwa Jongin suka tarian Baekhyun.
"Berhenti mengatakan kata-kata itu Yixing. Aku benci mendengarnya." Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Ayo!" Yixing menarik lengan Baekhyun lembut membuat jantung Baekhyun merasa berdetak cepat ketika ia ingin masuk ke dalam kelas A.
Baekhyun masuk bersama Yixing. Matanya langsung menuju beberapa perempuan yang tengah di kelilingi oleh pemuda pemuda tampan. Siapa lagi kalau bukan salah satu perempuan itu adalah Luhan bersama perempuan kelas A. Tertawa dengan centilnya di depan pemuda pemuda itu, pantas saja Luhan tidak ada di kelasnya. Ternyata sedang berada disini. Baekhyun akui, semua wajah anak anak kelas A sangat cantik dan tampan. Bahkan Baekhyun tidak menemukan satupun wajah jelek di kelas A.
Baekhyun menunduk dengan tangannya yang masih di genggam Yixing mencoba mendekati Jongin yang sedang di gerombolan itu. Baekhyun sadar diri bahwa ia tidak akan bisa mendapatkan Sehun.
"Kkamjong!" Semua pasang mata menoleh ke arah Yixing yang bersama Baekhyun. Baekhyun yang merasa dilihat segera menunduk dan meremas roknya, ia malu di perhatikan seperti itu. Yixing juga sebenarnya malu, ia mencoba untuk menatap mata Jongin saja agar tidak gugup.
"Hey, ada apa?" Jongin berdiri dari duduknya dan mengajak Yixing dan Baekhyun menjauh dari gerombolan itu. Seketika gerombolan itu sudah tidak lagi menatap Baekhyun dan Yixing mereka kembali tertawa mendengar lelucon.
"Jjong, nanti aku akan menginap di rumahmu selama beberapa hari. Kau sudah dengar dari Ibumu kan?" Jongin mengangguk. Ia memang sudah dengar dari Ibu nya bahwa nanti Yixing akan menginap di rumah Jongin karena orang tua Yixing dan Ayah Jongin akan pergi ke luar kota sementara waktu. Yixing memang sering menginap di rumah Jongin begitupula Jongin yang juga sering menginap di rumah Yixing.
"Tapi nanti malam, Ibu tidak ada dirumah. Ia akan menginap dirumah nenek, jadi hanya kau dan aku saja yang berada dirumah." Tatapan Jongin beralih kepada Baekhyun yang diam sambil meremas roknya, "Kenapa, Baek? Tidak biasanya Baek si berisik menjadi pendiam sepe—AW!"
Baekhyun menginjak kaki Jongin membuat Jongin memegang kakinya dengan wajah memelas. Baekhyun menatap Jongin dengan wajah garang. "Apa maumu? Dasar kkamjong!"
"Bisakah kau tidak menginjak kakiku, Baek? Lama lama aku jadi tidak punya telapak kaki karena kau selalu menginjak telapak kakiku." Jongin mencubit pipi Baekhyun gemas. Entah mengapa, ia sangat suka sekali menggoda Baekhyun karena Baekhyun itu terlalu lucu dan menggemaskan. Ia berharap ia mempunyai adik seperti Baekhyun.
Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia membiarkan Jongin mencubit pipinya. "Lay, kau mengajak si cerewet ini?" Yixing mengangguk mantap. Kebetulan sekali Yixing akan mengajak Baekhyun untuk menginap di rumah Jongin. Karena biasanya ketika Yixing menginap dirumah Jongin, kadang-kadang Yixing akan mengajak Baekhyun untuk menginap dan belajar bersama Jongin.
"Baekki, nanti kau akan menginap? Tolong, katakan iya. Aku tidak mau hanya berdua saja dirumah bersama si hitam ini." Begitu Yixing sudah mengeluarkan puppy-eyesnya kepada Baekhyun, Baekhyun hanya bisa mengangguk pasrah karena ia tidak akan bisa menolak Yixing. Yixing yang melihat Baekhyun mengangguk sontak memeluk Baekhyun erat.
"Dan kau Kkamjong! Jangan berbuat macam-macam pada kami. Kau mengerti?"
"Aku tidak berjanji Baek, setelah melihat tarianmu yang begitu menyeram—AW!"
Baekhyun lagi lagi menginjak kaki Jongin. Setelah menginjak kaki Jongin tangan Baekhyun naik ke atas dan memukul kepala Jongin membuat Jongin kesakitan berkali kali lipat.
"Kau ini perempuan atau laki-laki? Ganas sekali." Baekhyun hanya melirik Jongin tajam sementara Yixing tertawa sambil menutup mulutnya. Ia takut tawanya menjadi tidak terkontrol karena mereka berdua. "Tapi aku serius. Temanku juga akan menginap dua orang."
"Terserah kau mau mengajak satu kelasmu. Aku tidak peduli, yang jelas nanti ajari kami pelajaran." Jongin mengangguk setuju dengan tawaran Yixing. Kemudian kedua tangannya mengusap rambut Yixing dan Baekhyun gemas.
"Sudah sana kembali ke kelas."
Yixing dan Baekhyun pergi dari hadapan Jongin. Sebelum pergi Baekhyun sedikit melirik ke arah gerombolan itu untuk mencari Sehun. Nyatanya, pandangannya jatuh ke mata bulat Chanyeol yang juga menatap mata sipit Baekhyun. Sontak Baekhyun berpura-pura memeluk lengan Yixing membuat Yixing terkejut karena aksi tiba-tiba Baekhyun.
Tanpa mereka tahu sebenarnya Chanyeol daritadi sedikit mencuri curi pandangan ke arah mereka bertiga. Chanyeol begitu jelas melihat Baekhyun yang sangat akrab dengan Jongin. Sesekali ia ikut menimpali omongan gerombolan tersebut agar tidak ada yang curiga. Nyatanya, ada satu orang yang melirik ke arah Chanyeol, dia adalah Sehun.
.
Baekhyun kembali ke tempat duduknya dan memainkan ponselnya. Yixing pun juga begitu, ia duduk di tempat duduknya dan memainkan ponselnya. Tidak ada perbincangan dari mereka berdua setelah kejadian di kelas Jongin tadi.
Ting!—suara pesan terdengar di ponsel Baekhyun membuat Baekhyun mencari-cari pesan untuk melihat siapa yang mengirimkannya pesan.
From: Chanyeol Tampan
Tadi kau ke kelas ku?
'Aku rasa, aku tidak pernah menyimpan nomor Chanyeol. Kenapa nomornya ada disini dan diberi nama Chanyeol Tampan?'—Batin Baekhyun. Ah! Baekhyun ingat bahwa kemarin Chanyeol sendiri yang memasukkan nomor ponselnya.
Sebelumnya Baekhyun mengganti nama kontak Chanyeol. Lalu dengan cepat Baekhyun mengetik balasannya.
To: Raksasa Gila
Bukankah tadi kau sudah melihatku? Buktinya ketika Yixing memanggil Jongin semua gerombolan itu menoleh
Baekhyun meletakkan ponselnya lagi dan menghembuskan nafasnya.
From: Raksasa Gila
Ya. Aku juga sempat melihatmu berbincang dengan Jongin. Hubunganmu dengan Jongin apa? Keliatan dekat sekali.
Setelah melihat balasan Chanyeol lagi, Baekhyun segera mengetik balasan.
To:Raksasa Gila
Bukan urusanmu ;p
Beberapa menit kemudian Baekhyun terus menunggu balasan Chanyeol. Tapi ternyata Chanyeol malah tidak membalas pesan Baekhyun. Itu membuat Baekhyun melihat sekali lagi apa yang ia buat sebelumnya. Apakah Chanyeol terlalu jijik dengan orang yang memakai emot? Baekhyun memukul kepalanya bodoh karena memasang emot menjijikan seperti itu.
Sementara itu di kelas A, Chanyeol menghindar dari gerombolan tersebut dan menuju Jongin yang sedang duduk dibangkunya sambil memainkan game di ponselnya.
"Jongin, nanti aku dan Sehun jadi menginap?" Chanyeol sedikit menahan marahnya menyebut Sehun. Kenapa harus Sehun juga yang ikut menginap? Tanpa menoleh ke arah Chanyeol, Jongin mengangguk. Bukannya ia kesal dengan Chanyeol melainkan ia tidak mau gamenya kalah.
Chanyeol duduk di depan bangku Jongin sambil memainkan ponselnya. Ia mengabaikan pesan Baekhyun karena Chanyeol sedang kehabisan pulsa. Maka dari itu, ia tidak membalas pesan Baekhyun.
"Tadi itu siapamu?"
"Dia saudara sepupuku."
"Yang mana?"
"Yang agak tinggi."
"Lalu yang satu lagi?"
"Dia sahabat sepupuku." Jongin menghentikan permainannya karena ia sudah gagal. Ia menatap Chanyeol yang fokus dengan permainan di ponselnya. "Tumben sekali kau peduli pada orang lain."
"Aku hanya bertanya, lagipula dia terlihat akrab padamu."
"Dia sering memukulku. Aish, kalau saja ia tidak galak seperti itu pasti akan banyak laki-laki yang menyukainya." Jongin menggeleng kecil mengingat tingkah Baekhyun yang begitu galak dengan siapapun. Chanyeol mengangguk kecil membenarkan perkataan Jongin—walaupun Jongin tidak melihat Chanyeol mengangguk—
Mata bulat Chanyeol sedikit melirik kesal dengan adegan Luhan dan Sehun. Coba saja Luhan tidak menakutkan disekolah dengannya. Ia akan mendekati Luhan sekarang juga dan menyingkirkan semua pria yang mendekatinya. Sayangnya, jika di sekolah, Luhan akan bersikap acuh tak acuh kepada Chanyeol.
o000o
Baekhyun sampai di rumah Jongin. Pertama, ia membuka jaketnya dan memasukkannya ke dalam tas. Kedua, ia melepas celana longgarnya dan memasukkannya juga ke dalam tas. Kini Baekhyun hanya memakai baju kaos putih dan celana setengah paha yang membungkus tubuhnya. Baekhyun menghela nafas dan menekan bel rumah Jongin.
Tidak ada jawaban,
Baekhyun berkali kali menekan bel rumah Jongin dan tetap tidak ada jawaban. Baekhyun memutuskan untuk langsung membuka pintu rumah Jongin dan masuk ke dalam.
Baru saja Baekhyun ingin menariknya, tiba-tiba tarikan pintu dari dalam membuat tubuh Baekhyun tidak seimbang dan malah menubruk badan pemuda tegap di depannya. Baekhyun mengelus dadanya untung saja ia tidak mati.
"Sampai kapan kau akan memeluk tubuhku, cebol?"
Baekhyun mengenal suara ini. Suara orang yang paling ia benci sedunia. Baekhyun menjauhkan tubuhnya dan mendongak.
"KAU?!"
"Ada apa teriak ter—Baekhyun? Apa yang kau lakukan disini?" Baekhyun yang masih menganga menoleh ke belakang Chanyeol. Betapa terkejutnya lagi ketika ia melihat Sehun berjalan menuju ke arahnya dan Chanyeol.
Baekhyun melirik Chanyeol dan Sehun berkali kali. Mata sipitnya masih melotot dan bibirnya masih menganga kecil. Baekhyun tidak mengerti apa yang terjadi disini, ia ingin pingsan sekarang juga.
.
.
.
.
.
To Be Continue.
Hello! Makasih banyak buat kalian yang udah mau baca plus review ff abal ini huhu. Ini sudah fast update kan? Jadi sekali lagi saya minta review lagi ya biar saya semangat buatnya trus fast update lagi deh ;p review kalian sangat dibutuhkan.
Mind to review?
