Nocturnal Lights

.

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

.

.

Dream - Yiruma

.

.

"Kenapa tiba-tiba menanyakan itu? Biasanya kau juga masa bodoh", lagi-lagi ucapan Sehun membuyarkan lamunan Chanyeol. Demi Tuhan, bisakah sepupunya itu tidak mengganggu lamunannya?

"Kenalkan aku padanya", ucap Chanyeol singkat, namun membuat Sehun tersedak.

Mengenalkan Park Chanyeol pada Byun Baekhyun, sepertinya aku punya saingan.

xoxox

"A-apa? Kau bilang apa?", ucap Sehun, masih terbatuk.

Chanyeol menghela nafas kasar sambil mengacak rambutnya hingga bentuknya tidak karuan.

"Kupingmu ke mana sih", sindiran Chanyeol sukses membuat Sehun memukul lengannya dengan cukup keras.

"Kupingku masih berada di tempat yang semestinya dan maaf, aku tidak sepertimu, dasar kuping gajah. Lagipula, mengapa tiba-tiba kau tertarik pada gadis itu?"

"Hanya ingin tahu saja", balas Chanyeol cepat. Sehun memicingkan matanya tak percaya.

"Memangnya apa alasanku mau membantu? Apa untungnya bagiku?"

"Pokoknya kenalkan aku"

"Kalau hanya ingin tahu, tidak perlu ku kenalkan juga tidak masalah. Kau juga tidak akan mati"

Pertanyaan Sehun menang telak. Apa alasan Sehun mau membantu dirinya? Dan, tunggu, tertarik katanya? Seorang Park Chanyeol tertarik dengan gadis yang eksistensinya baru diketahui hari ini? Apakah putus cinta membuat otaknya tak bisa berpikir rasional? Mungkin dirinya sudah gila.

"Menambah relasi kan tidak masalah. Lagipula, sepertinya kau dekat dengannya. Ayolah", Chanyeol masih berusaha membujuk sepupunya yang seperti bocah itu.

"Dasar tukang modus. Apa putus cinta membuat otakmu sakit, hah?", balas Sehun sambil berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minum.

Chanyeol tak memberi balasan. Ia malah berjalan ke arah sofa ruang tengah dan merebahkan tubuh besarnya di sana. Sehun datang dengan membawa dua buah kaleng minuman, satu kaleng disodorkan pada Chanyeol.

"Kalau kau ingin mendekatinya dengan alasan mengobati luka hati akibat putus cinta, mundur saja"

Seketika Chanyeol merasa tubuhnya membeku. Ia paham dengan maksud sepupunya itu. Chanyeol memang masih merasa sakit hati akibat dicampakkan mantan kekasihnya baru-baru ini. Namun, apakah perasaannya untuk gadis barista itu hanya pelarian semata?

xoxox

Hari ini waktu terasa sangat lambat. Setidaknya itulah yang Baekhyun rasakan. Dirinya masih tak habis pikir bagaimana bisa seorang Oh Sehun memiliki ikatan keluarga dengan Park Chanyeol. Baekhyun menghela nafas dan memijit pelipisnya. Mengapa jadi serumit ini?

"B? Tolong kau antar ke meja 3 ya, atas nama Hunnie", tepukan Minseok membuyarkan lamunan Baekhyun.

"Ah? Baik, Noona", ujar Baekhyun agak linglung.

"Permisi? Atas nama Hunnie-ssi?", ucap Baekhyun takut-takut. Pelanggan di depannya adalah seorang pemuda yang mengenakan topi dan menutup wajahnya dengan masker.

"Kenapa pesananku lama sekali?"

Mata Baekhyun membulat. Suara ini-

"Apa yang kau laukan di sini, tetangga sialan?"

"Berkunjung ke tempat kerja tetanggaku, tentu saja. Cepat taruh pesananku, aku haus dan lapar"

Baekhyun teringat akan pesanan Sehun di atas nampan. Buru-buru gadis itu menaruhnya di atas meja sambil menggerutu dengan suara pelan. Sehun yang sejak tadi memerhatikan Baekhyun hanya bisa tersenyum lebar di balik maskernya.

Sedang marahpun kau tetap cantik, B..

xoxox

Akhirnya agenda yang ditunggu-tunggu Baekhyun datang juga yaitu berakhirnya jam kerja. 10 menit lagi kafe akan tutup, namun Baekhyun sudah menyicil untuk bersih-bersih. Kelakuan Baekhyun menimbulkan banyak pertanyaan di kepala rekan-rekannya. Pasalnya, Baekhyun paling malas disuruh mengelap meja.

"Anak itu kenapa?", bisik Junmyeon.

"Tumben sekali", balas Minseok.

"Baek, kau tidak sedang kerasukan kan?", teriak Jongin.

Baekhyun yang sedang mengelap meja hanya memberi cengiran kuda pada tiga rekannya. Sepertinya Baekhyun benar-benar sedang kerasukan arwah, begitu pikir mereka.

Setengah jam kemudian Baekhyun sudah meninggalkan kafe dan berhasil sampai ke apartemennya dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Ia melempar tas kerjanya ke sembarang arah dan buru-buru masuk ke kamar mandi.

Saat ini Baekhyun sudah selesai mandi. Gadis itu mengenakan kemeja kebesaran berwarna biru muda dan hotpants hitam. Rambut sepinggangnya dicepol tinggi dengan acak-acakan. Baekhyun cukup cuek dengan penampilannya jika malas berdandan.

Gadis bertubuh mungil itu berjalan menuju dapur. Dirinya mengambil sekaleng soda dari dalam kulkas lalu segera meneguk habis isinya. Ia meregangkan badannya yang terasa pegal namun dirinya dikejutkan dengan suara aneh dari dalam perutnya. Ah ya, dirinya belum makan malam. Baekhyun menghela nafas. Tubuhnya terlalu lelah untuk memasak. Tiba-tiba ia mendapat ide gila.

Baekhyun memencet bel apartemen Sehun dan mendengar suara ribut dari dalam. Sepertinya Sehun sedang repot. Tak lama pintu dibuka dan muncullah..

"Hunnie, buatkan aku makan-"

Eh?

Baekhyun tersentak. Bukan Sehun yang membuka pintu tapi..

"P-Park Chanyeol-ssi?", Baekhyun yakin saat ini raut wajahnya terlihat seperti orang bodoh.

"Sehun sedang repot di dalam, masuklah", ucap Chanyeol acuh tak acuh.

Baekhyun mengangguk dan masuk ke apartemen Sehun mengikuti langkah Chanyeol. Chanyeol membawanya menuju dapur dan benar saja, Sehun sedang memasak. Baekhyun ingin membantu namun dirinya ditahan oleh Chanyeol. Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk duduk diam sambil menunggu makanan matang. Baekhyun yang masih tidak percaya akan kehadiran Chanyeol hanya mampu mengangguk pasrah.

10 menit kemudian makanan sudah siap. Baekhyun bersorak dalam hati karena dirinya diajak bergabung. Lumayan, Baekhyun bisa berhemat malam ini.

Selama makan, Baekhyun banyak memberi komentar terhadap masakan Sehun. Ada yang kurang asin, bahkan ada yang kelebihan garam. Namun toh Baekhyun tetap memakannya dengan lahap. Baekhyun memang banyak bicara, terbukti saat ini Baekhyun dan Sehun sedang beradu mulut tentang cara memasak sup kimchi. Chanyeol tertegun melihat pemandangan di depannya.

Sebenarnya apa hubungan mereka berdua? Dari tatapan mereka berdua, seperti ada sesuatu yang disembunyikan, batin Chanyeol.

"Chanyeol-ssi, kenapa dari tadi diam saja?", pertanyaan Baekhyun membuat Chanyeol tersedak samgyeopsal yang baru saja ia telan. Baekhyun bukannya merasa bersalah malah menertawakan Chanyeol.

"Aku tak ingin mengganggu kalian berdua. Omong-omong panggil aku Chanyeol saja", ucapnya sambil meminum air yang diberikan Sehun.

"Ah iya, apa hubunganmu dengan sepupuku?", Chanyeol bisa merasakan tatapan dingin Sehun padanya.

"Kami tetangga, tentu saja", balas Baekhyun singkat.

"Benarkah? Tapi tatapan kalian berdua mengatakan bahwa kalian lebih dari itu", ucap Chanyeol.

Sehun masih menatap Chanyeol dengan tatapan tidak suka. Tiba-tiba moodnya berubah sejak Chanyeol menanyakan hubungan dirinya dengan Baekhyun. Apa yang Chanyeol rencanakan?

"Memangnya tidak boleh? Lagipula apa urusanmu, Chanyeol?", Baekhyun memberi penekanan pada nama Chanyeol. Gadis itu menatap manik mata Chanyeol dan memasang ekspresi tenang, walaupun dalam hati ia merasa tidak nyaman.

"Ah, omong-omong aku baru ingat ada beberapa hal yang perlu aku urus. Minseok eonni meminta bantuanku untuk merekap pemasukan dan pengeluaran bulan ini", Baekhyun mengalihkan tatapannya pada Sehun.

Sehun tak bisa berkata-kata. Ia tahu itu hanya alasan Baekhyun untuk menghindari situasi tidak menyenangkan ini. Namun Sehun tak tega begitu melihat tatapan memohon Baekhyun. Sehun menghela nafas dan mengangguk.

"Ku antar kau ke depan", Sehun berdiri dan berjalan mendahului Baekhyun.

xoxox

"B, maafkan sepupuku. Omongannya memang tidak bisa di filter", ucap Sehun sambil memegang lengan Baekhyun, mencegahnya cepat-cepat pergi.

Baekhyun menghela nafas lalu mengangguk.

"Kau tahu kan, dia baru saja putus cinta. Sepertinya dia menghindari hal-hal yang berbau percintaan. Eh, t-tapi jangan salah sangka ya. Kita kan hanya tetangga, ya hanya tetangga", lanjut Sehun terbata-bata.

Sungguh, ekspresi wajah Sehun saat ini sangat lucu. Tanpa pikir panjang, Baekhyun mendekatkan dirinya pada Sehun dan mengusak lembut rambutnya. Tak ada kata yang terucap, hanya senyum yang diberikan Baekhyun pada tetangganya itu.

Tanpa disadari, Chanyeol mengamati gerak-gerik keduanya dari dalam. Entah mengapa dirinya tidak menyukai adegan itu. Apakah keduanya memiliki hubungan khusus? Melihat Baekhyun tersenyum lembut seperti itu sungguh memuakkan bagi Chanyeol. Tiba-tiba dirinya merasa iri dengan sepupunya Sehun karena bisa mendapatkan senyum Baekhyun dengan mudah.

Baekhyun sudah kembali ke apartemennya. Segera ia masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya ke kasur. Diam-diam Baekhyun menghela nafas. Gadis itu masih ingat cerita tetangganya beberapa hari lalu. Ia sadar saat makan tadi atensi Chanyeol tak pernah lepas dari dirinya. Baekhyun tidak naif, ia menyukai fakta bahwa Chanyeol memerhatikan dirinya. Tapi perilaku Chanyeol barusan cukup membuatnya terkejut. Baekhyun tak menyangka sikapnya akan seperti itu.

Baekhyun menguap lebar. Diraihnya selimut, lalu gadis kecil itu bergelung di dalamnya. Ah, rasanya Baekhyun ingin tidur saja. Toh hasil rekap pemasukan dan pengeluaran bulanan sudah Baekhyun kerjakan beberapa hari lalu. Tadi itu hanya alasan saja.

Mata Baekhyun mulai terasa berat. Dalam hati dirinya berdoa.

Aku tak tahu apakah kami bisa bersama, tapi memimpikan dirinya setiap malam adalah suatu kebahagiaan untukku. Tuhan, aku tak tahu bagaimana perjalanan hidupnya. Seseorang telah melukai hatinya dan aku bisa merasakan luka itu tiap ku tatap matanya. Aku akan datang padanya dan mengambil rasa sakitnya. Tuhan, bolehkah?

Baekhyun mengakhiri harinya dengan senyum yang terpatri di wajah cantiknya, berharap Tuhan mengabulkan doanya.


Annyeong!

Part selanjutnya sudah up yaaa hehehe..

Thankyouu AdekLee99 buat reviewnya yaa

Jadi di sini ada semacam kecemburuan sosial gitu dalam diri Chanyeol. Karena habis putus cinta, dia juga pingin dapet perhatian gitu dari Baekhyun. Makanya dia jealous sama Sehun wkwkwkwk. Doanya Baekhyun itu buat siapa ya? Bakal terkabul ga nih?

xoxo