Di sebuah daratan yang penuh dengan salju, hanya bangunan yang berdiri—terselimuti putihnya salju.

Sesosok pemuda berusia sekitar 12-15 tahun berdiri di tengah-tengah salju yang dingin ini.

"..."

Uap air keluar dari setiap hembusan napasnya, tangan kecilnya merangkuh tubuh kecilnya yang bergetar kedinginan. Mata merah rubynya menatap kedepan dengan tatapan yang lemah.

"Apa aku akan mati disini?"

Tiba-tiba ia melihat sebuah mobil yang melintas dan berhenti di depannya.

"Apa kau gila—berkendara di tengah badai seperti ini." Ucap sang pemuda—pengendara mobil itu turun dari mobilnya. Ia menatap sang pemuda.

"Hey? Apa yang kau lakukan disini? Di tengah salju begini."

Pemuda itu menatap sang pengendara mobil—ia terdiam tak menjawab pertanyaannya.

"Kalau kau tak punya rumah kau boleh ikut denganku!" pemuda itu terdiam sebentar.

"Namaku Alfred! Alfred F. Jones! Kau bisa panggil Aku America! Yah karena namaku—memang begitu."

"America ya..."

"Namamu siapa?"

Pemuda itu terdiam. Ia mencengkram kepalanya.

Namanya...

"Ukh..."

"Oi Kau kenapa!"

"Namaku..." pemuda itu mundur sambil memegang kepalanya yang sakit.

"..est..."

Satu kata terucap dari pemuda itu, membuat Alfred menjadi sedikit.

"Est?"

Pemuda itu menatap pemuda itu dengan tatapan ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.

"...est..." rasa sakit yang dirasakan pemuda itu semakin besar, napasnya tersengal-sengal, pandangannya kabur lalu semuanya menjadi gelap.

"Hei... kau kenapa hey!"

My Life are Absolutely Changed!

Hetalia Axis Power © Hidekazu Himaruya

My Life are Absolutely Changed © K. Tetsuragi.

Rate: T (For bad words)

Genre: Humor, Friendship, Parody.

Warning: Heta!Gaku, Special flashback, Human name used!

Chapter 04: My Life and Past.

Iiii : flashback

New Prussia membuka matanya—ia merasa kepalanya sakit. Matanya juga terasa berat.

"Mimpi ya..." Gumam New.

'Mimpi itu...'

"Vee~ Buon giorno~" Ia menatap sosok North Italy yang ada di sampingnya.

"Hmm mornin'..." North Italy menatapnya dengan tatapan khawatir di dekatkannya dahinya ke dahi New prussia. Ia lalu menjauh tiba-tiba.

"Vee~ kau demam!"

"Benarkah..." New Prussia menatap North Italy dengan tatapan lemah.

"Kurasa aku baik-baik saja." Sambungnya, North Italy menatapnya dengan tatapan bingung.

"Kau itu jangan bohong, aku tahu kau demam, wajahmu memerah, tunggu sebentar aku akan mengambil kompres."

Ia melihat sosok berambut coklat itu menghilang dari hadapannya, ia lalu menatap langit-langit kamar milik kakak Germany—yang ia tiduri selama ia menginap di rumah Germany.

"Kenapa tiba-tiba aku mengingatnya... tidak awesome sama sekali." Ia terdiam, apa yang barusaja ia katakan.

New Prussia mengangkat tangannya—seolah-olah menggapai apa yang ada diatas sana, ia lalu menutup matanya pelan.

"Ukh..."

"Kau tidak apa-apa kan?"

Pemuda itu membuka matanya, hal yang ia lihat pertama adalah sosok pirang berkacamata dari balik kacamatanya ia bisa melihat biru yang indah menghiasi matanya.

"Kalau tak salah kau... Alfred kan?"

"Eum." Alfred menatap pemuda yang terbaring di kamarnya itu dengan tatapan ramah.

"Kalau kamu? Namamu siapa?"

"Tidak..."

"Hn?" Alfred terdiam, pemuda itu menatap dengan tatapan bingung.

"Aku tidak ingat namaku..." Alfred hanya menatap pemuda itu, rambut perak itu... mata semerah ruby itu.

"Kau tidak ingat siapa namamu? Susah ya... bagaimana kalau aku memberikanmu nama."

"Nama?" Tanya Pemuda itu.

"Bagaimana kalau Fredinant..."

"Ferdinant? Terserah kau." Pemuda berambut perak itu, menutupi tubuhnya dengan selimut, memunggungi Alfred.

Alfred keluar dari kamar itu, menuju sofa disana ia melihat adiknya yang sedang berjalan menuju tempat yang sama, ia menatap

"Bagaimana, kyoudai?" tanya pemuda itu.

"Dia tidak ingat apa-apa Mattie..." sahut Alfred, pemuda yang dipanggil 'Mattie'—lebih tepatnya Matthew Williams, duduk di sofa.

"Tapi sebelum ia pingsan, ia terus berkata. ...est... est... begitu." Sang personifikasi dari negara Kanada itu menatap Alfred dengan tatapan bingung.

"est..."

"Bukan... dia mengucapkan satu suku dengan sangat lambat sehingga aku hanya mendengar 'est'nya saja... Hmmm... mungkin maksudnya fast."

"Mungkin... west..." sangkal sang adik, Alfred menatap Matthew.

"West? Barat? ada apa dengan barat?" Matthew hanya sweatdrop mendengar respon sang kakak.

"Kau... ini bodoh ya?"

"Apa maksudmu? Hero sepertiku ini tak mungkin bodoh, kau saja yang kurang jelas!"

"Ya... ya aku yang salah." Matthew menghela napas.

"Siapa yang memanggil siapa dengan nama west? Hanya satu orang di dunia ini—"

"Aku tahu!" potong Alfred. Ia menatap adiknya dengan tatapan. 'ini-bagus!'

"Dia kan... YAHOOOOOIIII 457 juta Euro PUNYA GUE! Gue mau telpon Francis ah—"

"Jangan! Dia masih hilang ingatan! Kita harus mengembalikan ingatannya terlebih dahulu baru entar beritahu Francis—tumben kamu buat taruhan sama dia—entar dia nggak percaya lagi." Saran Matthew, Alfred terhenti. I

"Iya juga ya? Yasudahlah... masalah ingatannya biar kamu yang urus. Entar 457 jutanya kita bagi dua deh!"

Sementara dibalik pintu itu, sosok yang kini bernama Ferdinant mengintip pembicaraannya.

"Hm...? 457 juta? Sudahlah aku tak berhak ikut urusan mereka." Ferdinant kembali berjalan menuju ranjang lalu membaca buku dengan posisi duduk bersila diatas ranjang.

My Life and Past.

New Prussia's POV

"Vee~ Shin-chan, kamu makan ya~ vee~ Doitsu belum pulang..." kata Venezianno-kun sambil membawakanku sebuah nampan berisi semangkok bubur segelas air putih dan juga obat.

"Vee~ kata dokter kau hanya perlu istirahat... dan jangan banyak pikiran vee~"

Memang benar... akhir-akhir ini aku sering kepikiran, terutama tentang pertanyaan dari Hungary-san, dan juga keanehan-keanehan yang terjadi selama aku tinggal disini.

"Arigatou... Veneziano-kun, aku bisa makan sendiri." Kataku ketika melihat Venezianno-kun kini sedang bersiap-siap menyuapiku dengan sesendok bubur.

"Vee~ aaaa~~"

"Sudah kubilang aku bisa makan sendiri!"

"Aaaa~~"

Verdammnt... dia mengabaikanku... eh?

Sejak kapan aku bisa berbahasa jerman. Tunggu perasaan aku setiap hari berbicara dengan Germany menggunakan bahasa jerman.

Apa maksudnya ini.

"Vee~ aaa~" ukkhh... dengan terpaksa aku buka mulutku, membiarkan Venezianno-kun menyuapiku.

Tapi bubur ini rasanya enak.

Aku masih terdiam, sambil sesekali menikmati setiap suapan dari bubur tersebut.

Aku teringat sesuatu.

"Mulai hari ini kamu akan tinggal dengan saudaraku Matthew Williams, dia Canada... dan hmmm... kurasa kau juga sama dengan kami." Kata Alfred, ia menatap Matthew yang berdiri disampingnya.

"Kami telah memutuskan... mulai hari ini kau resmi menjadi bagian dari kami, Kanada, namamu adalah New Prussia, human namemu... yang akan kau gunakan untuk berinterkasi dengan orang lain selain kami adalah Ferdinant F. Jones."

"New Prussia?" aku menatap kedua orang yang ada di depanku.

"Ya..." aku hanya terdiam, entah kenapa aku merasa aneh dengan nama itu.

Prussia.

New?

"Vee~ Shin-chan!" reflek aku mengambil switchblade yang sedari tadi memang ada di depannku. Aku terkaget kalau yang ada di depanku itu Venezianno-kun, ia kini meringkuk di pojokan sambil berkata. 'vee~ aku minta maaf... jangan bunuh aku.'

Aku mendekatinya, lalu mengusap puncak kepalanya dengan lembut.

"Vee~"

"Gomen'ne Venezianno-kun. Aku tak bermaksud apa-apa kok." Dia lalu mendekat dan menerjangku.

"Vee~ benarkah?"

"Ve—Venezianno-kun...b—bangun dari tubuh—"

"Saya masuk ya." Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Nihon yang berdiri di depan pintu, dengan aku yang masih ditindih oleh Venezianno-kun. Dia mengambil camera memphotonya.

"M—aaf saya datang disaat yang tidak tepat."

"O—Oi Nihon!"

Sosok Nihon menghilang dari kamar itu.

"Vee~ kau kenapa?" tanya Venezianno-kun yang terduduk diatas perutku.

"Bisa tidak kau tidak duduk diatas perut orang?" tanyaku sambil sweatdrop di tempat.

"Vee~ eh... gomen!" dia buru-buru bangun lalu membantuku berdiri, tiba-tiba pintu terbuka lagi.

"Oi Nihon kemana saja kau ta—Oh Doitsu. Kukira Nihon." Sosok itu...

Doitsu.

Ia berdiri di depan pintu.

"Kudengar kau demam?" Tanyanya, aku hanya terdiam lalu duduk di ranjang.

"Ya, setelah minum obat dan istirahat yang cukup, rasanya udah agak baikkan."

"Oh." Aku bisa lihat Venezianno yang keluar dari kamar. Meninggalkanku dan Doitsu yang masih di depan pintu. Ia lalu mendekat.

"Nee..."

"Hmmm?"

"Tidak..."

"Haa? Kau ini kenapa sih... nggak awesome banget..." dia menatapku dengan tatapan 'tadi-bilang-apa?'

"Ukhh... aku juga nggak tahu aku bilang apa, ini keluar tiba-tiba dari mulutku! Tadi juga... kese."

Ha? Kese?

"jiiii..." dia menatapku dengan tatapan yang super tajam setajam silet.

"Kenapa West." Dia kembali menatapku dengan tatapan biasanya.

"Ti—tidak—tidak ada apa-ap—tunggu, tadi kamu bilang apa… West"

"West? Jangan mengada-ngada dong... mana mungkin aku memanggilmu... West." Aku terdiam.

Ya aku memanggilnya West tadi.

"Bisa dijelaskan kenapa tiba-tiba kau memanggilku 'West'?"

Aku terdiam, aku tak berani menatap mata birunya. Aku menarik napas lalu membuangnya perlahan, berusaha tenang.

"Aku sendiripun tak tahu, tapi kurasa aku menyukai nama it—"

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi." Doitsu berdiri dari posisinya lalu pergi dari kamar kakaknya.

"Memangnya ada apa..."

"Dengan panggilan itu."

"West..."

TBC

Preview.

Kenangan lama yang terungkap .

Pecahan ingatan yang mulai bermunculan

Penyesalan, putus asa, rasa bersalah

Luka lama yang tak bisa tertutup lagi.

Selanjutnya di My Life are Absolutely Changed.

Chapter 05: My Life and Boy called 'West'

Aku ingin tahu, siapa diriku yang sebenarnya.

*Pojok Auth*

YAHOOOOOOOOO semakin terungkap!

Kemungkinan terbesar pairingnya memang bakal Germancest cuman kalau buat yaoi sih... lihat aja kedepannya. Dan apalagi ini Previewnya. Ini previewnya terinspirasi dari anime Higurashi no Naku Koro ni -_-

Balasan Review:

Hay Anime14 Review anda akan dijawab oleh Hungary.

Hungary: Eh? Saya dengan Shin-kun? Kurasa itu pair yang bagus ^^ lagipula sifatnya berkebalikan dengan Prussia yang dulu desu~ honhonhon~.

New Prussia: jadi itu alasannya -_- dan apa-apaan tertawa itu

Acriel Braginschmidt Review anda akan dibalas oleh Germany!

Germany: Oh begitu, baguslah... jika kau tak perduli lagi dengan main pair. aku juga semakin penasaran—dan tentu saja ia akan mengingat kalau dia adalah Nii-san.

New Prussia: kau lebih tua dari America bukan? Mana mungkin.

Germany: mana mungkin bagaimana?

New Prussia: aku ini adikknya America dan Canada! Mana mungkin aku kakakmu.

Germany: emang kalian ada hubungan darah? Memang kau ingat masa lalu mu?

New Prussia: Ngg—nggak sih.

Germany: Jadi kemungkinan itu masih ada...

Ukkhhh kalian malah berantem sampai jumpa minna!