Akhirnya, saya kembali setelah sekian lama. Mianhe, saya kemarin habis UN dan langsung persiapan ujian masuk universitas. Doakan saya lulus ya
Terima kasih atas reviewnya, happy reading ^^
CLOSE TO THE LIPS
Kibum berpura-pura tidak tahu, ia tetap meneruskan aktivitasnya. Membaca dan mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk, bukannya ia tidak tahu. Sejak tadi, ada seorang yeoja yang memperhatikannya dan menatapnya dengan tajam. Oleh karena itu, Kibum tidak mau berurusan dengannya.
Di ruangan yang hening ini, hanya tinggal tiga penghuni termasuk penjaga perpustakaan. Kibum mulai gelisah, ia sudah menunggu selama dua jam agar yeoja itu menyerah dan pergi dari perpustakaan sehingga ia bisa tenang untuk berpikir. Tapi sang yeoja tetap bersikukuh menunggu, Kibum benar-benar tidak habis pikir padahal ia tidak mengenal siapa yeoja itu. Tepatnya bukan tidak kenal, ia tahu nama yeoja itu hanya saja mereka memang tidak saling mengenal.
'Tap..Tap…Tap…'
"Kim Kibum! Kau tahu, aku sudah menunggumu terlalu lama. Kenapa kau tetap disini?" marah yeoja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Mora.
"Aku tidak tahu kau menungguiku, lagi pula aku tak mengenalmu." jawab Kibum datar.
Mora menggeser kursi dan duduk berhadapan dengan Kibum, menatap tajam padanya.
"Kenapa sejak tadi kau menatapku seperti itu!" tanya Kibum dingin.
"Ting-tong, sudah kukira sejak tadi kau sadar aku perhatikan. Sepertinya kita tak perlu berpura-pura lagi, kau tentu tahu aku dan aku juga tahu kau. Dasar tukang selingkuh!" ejek Mora dengan nada sinis.
Kibum menghela nafasnya, ia tahu cepat atau lambat ini akan terjadi. Ia menutup buku dan mematikan laptopnya, kali ini ia benar-benar mengalihkan seluruh perhatiannya kepada Mora. Dan tentu saja, wajah yang tak kalah sinis dan dinginnya.
"Ok, maumu apa? Aku sudah terlanjur berhubungan dengan Donghae." tanya Kibum dengan wajah tanpa dosanya.
"Aku juga tahu, nasi sudah menjadi bubur tapi bisakah kau berhenti berhubungan dengan Donghae. Bukankah kau juga sudah mempunyai kekasih? Siapa namanya? Choi Simon?Choi Suwon? Atau Cho…"
"Choi Siwon," potong Kibum.
Mora memukul pelan dahinya, merutukki kebodohannya.
"Ah, mungkin itu. Entahlah aku juga tidak peduli, mau Choi Simon? Choi Siwon atau Choi Monkey. Yang pasti bukan itu, inti permasalahannya." ujar Mora tak peduli.
"Sayangnya, ini memang berhubungan dengan mantan kekasihku itu." ucap Kibum menegaskan.
"Mantan, ya? Berarti sudah putus, ketahuan selingkuh sama Hae. Kalian ini, kalau tak pandai selingkuh. Tak usah coba-coba, ketahuankan." ucap Mora sambil geleng-geleng kepala.
Kibum mengernyitkan dahinya, sebenarnya tujuan yeoja ini apa? Mau menasehati atau memberi peringatan padanya. Sekarang malah Kibum yang geleng-geleng kepala tak habis pikir.
"Ya sudahlah, aku menunggumu berjam-jam hanya ingin mengatakan. Kau harus berhenti selingkuh sama tuh ikan cucut, sebelum perselingkuhan ini ketahuan Hyukkie oppa." ujar Mora dengan wajah sumringah.
"Hah? Berhenti? Justru itulah tujuanku, membalas apa yang terjadi kepadaku kepada Donghae. Dan semuanya akan impas." jelas Kibum dengan nada dingin.
"Yang selingkuh kalian, tapi yang kena batunya Hyukkie oppa dan Si Simon itu! Kalian itu tidak berperasaan," ucap Mora kesal dan menatap tajam Kibum.
"Namanya Siwon! Seperti yang kau bilang ini sudah terjadi, aku juga tidak mau berhenti di tengah jalan. Kau tenang saja, setelah Eunhyuk mengetahui perselingkuhan ini. Kalau dia mau, ia bisa kembali pada Donghae. Aku hanya ingin Donghae merasakan apa yang aku rasakan." jelas Kibum tak peduli.
"Aku benar-benar tak habis pikir, kau benar-benar tak berperasaan. Apa kau tahu? Kau itu sudah menyakiti hati semua orang," jelas Mora sambil menahan amarah.
"Aku tahu, lagi pula tak seharusnya kau hanya marah kalau kau mau, kau bisa memberi tahu Oppa-mu itu? Sebelum semuanya ketahuan." ucap Kibum dingin.
"Kau tenang saja, Donghae sudah kuberi pelajaran. Jika aku ingin memberi tahu Oppa, aku tak akan menemuimu dan menungguimu hingga berjam-jam. Babo!" jelas Mora dengan kesal.
Kibum berdiri dan membereskan beberapa buku, lalu mengambil laptopnya hendak pergi.
"Aku tetap tak akan mundur," ucapnya dingin dan mulai berjalan.
Mora hanya terbengong mendengar kata-kata Kibum yang begitu dingin.
"Kau harus berhenti," ucap Mora mencegah kepergian Kibum.
Kibum menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tak habis pikir. Yeoja ini benar-benar keras kepala. Kibum pun berbalik dan melangkah mendekati Mora, sangat dekat hingga nafasnya bisa dirasakan Mora.
"Sayangnya, itu tak ada untungnya bagiku." bisik Kibum tepat ditelinga Mora.
Dengan perasaan dongkol, Mora mendorong wajah Kibum dan menendang kakinya dengan kuat.
"YA! Appo, Babo!" teriak Kibum kesakitan.
Mora hanya mendengus dan pergi meninggalkan Kibum, ia jauh-jauh datang untuk memohon agar perselingkuhan ini secepatnya berakhir sehingga Oppa-nya tidak perlu tahu. Dan pertunangan pun dapat terus berjalan, tapi ternyata kedatangannya sia-sia. Namja dingin, keras kepala dan egois itu tetap tak mau mengalah.
Meminta bantuan Kyuhyun pun percuma, ia tak mau percaya bahwa Donghae itu selingkuh. Padahal sudah bertahun-tahun mereka berteman tapi namja tak peka dan tak berperasaan itu tetap saja tak percaya.
"Akh, kalau begini aku bisa gila!" teriak Mora frustasi.
Seorang namja manis berdiri di sebuah ruangan yang sudah disulap bagaikan aula istana yang begitu megah, ia benar-benar takjub dengan ruangan yang serba biru ini. Ruang tamu yang semula biasa saja, didesain jadi begitu mewah.
"Chagi, sepertinya kau benar-benar sangat senang." tanya Donghae mencoba mengalihkan perhatian kekasihnya itu.
Namja manis yang tak lain adalah Eunhyuk, menoleh sepenuhnya kepada Donghae dan tersenyum senang.
"Tentu saja, besok adalah hari yang kutunggu-tunggu. Salah satu hari yang membahagiakan dalam hidupku," jelas Eunhyuk dengan wajah bahagia.
Melihat tingkah kekasihnya yang begitu senang, Donghae hanya tersenyum tipis dan membelai lembut rambut sang kekasih.
"Tapi Hae, aku sedikit cemas. Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi? Misalnya aku menghilangkan cincin pertunangan kita," ujar Eunhyuk dengan khawatir.
Donghae tersenyum lembut dan meletakkan kedua tangannya disisi wajah Eunhyuk. Lalu mengelusnya pelan.
"Tenang, semua akan baik-baik saja. Kan ada aku yang selalu disisimu," ujar Donghae dengan lembut.
Mendengar hal itu, Eunhyuk tersenyum dan memeluk Donghae dengan erat.
"Kau ini! Bagaimana jika dilihat orang lain," ucap Donghae dan membalas pelukkan Eunhyuk.
"Hae…" panggil Eunhyuk.
"Hmm…" gumam Hae.
"Jangan pernah meninggalkanku," ucap Eunhyuk.
Donghae melepaskan pelukkannya dan memegang tangan Eunhyuk, ditatapnya dengan lembut wajah sang kekasih.
"Ingatlah Hyukkie, jika kelak ada sesuatu yang terjadi diantara kita. Percalah satu hal, bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku," jelas Donghae yang menatap lurus ke arah Eunhyuk.
Wajah Eunhyuk seakan terasa panas, ada semburat merah dikedua pipinya. Dengan perasaan bahagia, ia kembali memeluk Donghae dengan erat.
"Ne, nado saranghae." balas Eunhyuk.
Eunhyuk memandang kosong keluar jendela, ia benar-benar tak percaya besok ia akan bertunangan. Selangkah lagi, Donghae sepenuhnya akan menjadi miliknya. Setiap hari ia akan selalu melihat cara Donghae tersenyum, tertawa dan wajah sedihnya. Tetapi itu tak akan dibiarkannya, sedikitpun ia tak akan membiarkan Donghae bersedih.
Angin malam pun, berhembus dengan pelan dan masuk melalui jendela kamar Eunhyuk memberikan kelembutan di kulitnya seakan menggelitik.
'CKLEK…'
"Oppa kau sedang apa?" tanya Mora yang tiba-tiba masuk ke kamar Eunhyuk.
"Ani, aku hanya sedang melamun." jawab Eunhyuk dan tersenyum tipis.
Mora berjalan dan ikut duduk di atas tempat tidur Eunhyuk, mereka berdua memandang langit malam melalui jendela kamar. Eunhyuk menoleh, lalu memandang Mora yang terus menghela nafas.
"Gwenchana? Akhir-akhir ini kau sering tak terlihat," tanya Eunhyuk dengan nada khawatir.
Mora hanya tersenyum tipis dan tetap memandang langit malam dalam diam.
"Mora, apa kau ada masalah? Kau bertengkar dengan Kyuhyun? Beberapa hari ini, kalian tak pernah terlihat bersama. Bahkan, Kyu selalu mengikutiku kemana-mana." ujar Eunhyuk masih dengan nada khawatir.
Mora sepenuhnya menoleh dan memandang sendu kearah Eunhyuk.
"Gwenchanayo, hanya ada sedikit masalah. Kami pasti akan berbaikan, oppa tenang saja." jelas Mora dan mencoba tersenyum.
Eunhyuk hanya tersenyum lembut kepada adiknya, berharap semua masalah yang sedang menerpa yeongsaengnya sedikit terangkat.
"Oppa, bagaimana keadaan Hae? Ia sudah baikkan?" tanya Mora mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ne, hanya saja masih memar sedikit." jawab Eunhyuk.
"Oppa, boleh aku bertanya tentang satu hal?" tanya Mora penuh harap.
Eunhyuk mengangguk dan tersenyum tipis kepada Mora.
"Seandainya sesuatu terjadi pada Hae? Misalnya ia kecelakaan atau si ikan cucut itu selingkuh? Apa yang akan oppa lakukan?" tanya Mora cemas.
Eunhyuk diam dan memejamkan matanya, menerawang jauh kedalam hatinya.
"Entahlah, itu tak pernah terpikirkan olehku. Tapi yang jelas aku akan sangat marah, bahkan mungkin mendekati gila." jelas Eunhyuk dan kembali membuka matanya.
Mora menatap cemas ke arah Eunhyuk, ia tak tahu bagaimana menyampaikan semua peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kau tenang saja, Oppa tak akan bunuh diri atau menjadi gila. Kan ada eomma, appa, Kyuhyun, dan terutama kau. Oppa yakin, Mora tak akan membiarkan oppa larut dalam kesedihan." ujar Eunhyuk dengan yakin.
Mora tersenyum tipis dan langsung memeluk Eunhyuk, ia yakin oppanya pasti akan kuat menghadapi semua ini.
Ruangan yang didominasi dengan warna biru itu, kini telah dipenuhi tamu undangan. Langit pun ikut bergembira, menyambut hari yang begitu penting untuk Eunhyuk dan Donghae. Orang-orang di ruangan itu, sudah tidak sabar menanti moment yang sangat membahagiakan bagi kedua belahpihak yang akan bertunangan.
Donghae terlihat begitu tampan dan tentu saja Eunhyuk tak kalah manisnya, mereka begitu serasi untuk menjadi pasangan abadi. Semua orang juga tahu akan hal itu, sepasang kekasih yang telah lama menjalin hubungan dan kini akan memasukki jenjang yang lebih serius lagi.
Tetapi tidak untuk satu orang, yeoja itu sejak tadi terlihat begitu gelisah. Terus memandang di setiap sudut ruangan, tampaknya ada seseorang yang sejak tadi ia cari.
"Apa yang kau cari Mora? Berpikir bagaimana cara membatalkan pertunangan ini?" tanya Kyuhyun dengan nada sinis.
Mora pun hanya mendengus kesal, tak mempedulikan apa yang dikatakan sahabatnya yang kini merangkap menjadi musuhnya.
"Sudahlah, biarkan Hyukkie berbahagia bersama Donghae. Wajahmu itu sangat mengganggu!" lanjut Kyuhyun dengan nada mengejek.
Mora hanya menghela nafas dan menatap tajam Kyuhyun.
"Jika kau tak suka wajahku! Jangan lihat aku! Dan satu lagi, tidak pernah sekalipun dipikiranku untuk menghancurkan pesta pertunangan ini." jelas Mora dengan nada tajam.
Kyuhyun mendengus tak percaya, bagaimana mungkin wajah seperti itu sama sekali tidak memiliki tujuan tersembunyi.
"Lalu apa maksud wajahmu itu?" tanya Kyuhyun mengintrogasi.
"Aku sudah jelaskan semuanya padamu tapi kau masih tidak percaya, sekarang aku hanya minta tolong. Jika kau melihat Kim Kibum, usir dia dan jangan biarkan orang itu disini!" ucap Mora dengan tegas.
Mendengar hal itu, Kyuhyun pun bertambah bingung. Sebenarnya, apa yang coba Mora sembunyikan. Sungguh, Kyuhyun merasa ini semua salah.
'Tap…Tap…Tap…'
"Kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali," tanya Sungmin yang tiba-tiba datang.
"Ani, kita kesana oppa. Sepertinya acara tukar cincinnya akan dimulai," ucap Mora mencoba menghindar.
Mora mendorong Sungmin ke tempat Donghae dan Eunhyuk, tetapi sebelum menyusul Sungmin. Mora berbalik dan menatap Kyuhyun.
"Lakukan saja!" perintahnya dan berlalu pergi.
Lagi-lagi Kyuhyun hanya menghela nafas dan menyusul ke tempat Eunhyuk dan Donghae.
"Baiklah, setelah beberapa saat menunggu. Tibalah acara puncak, dimana sepasang kekasih ini. Eunhyuk dan Donghae bertukar cincin," ujar Kang Hodong sebagai MC.
Eunhyuk dan Donghae pun tersenyum dan memandang satu sama lain, seluruh penjuru mata memperhatikan mereka berdua. Dengan diiringi music yang lembut, Donghae meraih tangan Eunhyuk dan mencoba memasangkan cincin yang begitu indah itu di jari manis sang kekasih.
Tepuk tangan dari orang-orang terdengar sampai kepenjuru ruangan, terlihat dengan jelas wajah bahagia dari kedua belahpihak. Lalu Eunhyuk pun meraih tangan Donghae dan memasangkan cincin yang satunya lagi ke jari manis sang kekasih. Dan suara riuh tepuk tangan terdengar kembali.
Sayangnya listrik tak berpihak pada mereka, tiba-tiba ditengah kemeriahan tepuk tangan itu. Semua lampu padam bahkan pintu depan secara sendirinya tertutup.
"Ada apa ini?" tanya Eunhyuk mencoba meminta penjelasan tentang apa yang terjadi.
Donghae menoleh dan menggenggam tangan Eunhyuk dengan erat.
"Trang…"
Terlihatlah sebuah cahaya dari lampu sorot yang memperlihatkan sebuah tayangan yang dipantulkan dari sebuah dinding ruangan, semua orang begitu terkejut. Terlihat dengan jelas, wajah kedua orang yang sedang berpelukan, berpegangan tangan, dan saling menatap satu sama lain disertai tatapan yang begitu lembut.
Semua orang juga tahu itu, dia adalah Donghae sang kekasih sekaligus tunangan dari Eunhyuk. Sayangnya, photo seseorang yang bersama dengan Donghae bukanlah sang kekasih melainkan orang lain yang tidak dikenal kecuali ada beberapa orang yang mengenalnya.
"Hae, apa ini?" tanya Eunhyuk menahan amarahnya.
Ia begitu berusaha menahan amarahnya untuk tetap tenang dan memperkuat genggaman tangannya.
"Mianhe Hyukkie," jawab Donghae begitu pasrah.
"Kau jangan bercanda, ini sama sekali tidak lucu." ujar Eunhyuk yang masih mencoba meminta penjelasan.
Donghae hanya menatap Eunhyuk dengan sendu.
"CEPAT JELASKAN PADAKU!" teriak Eunhyuk dengan penuh amarah.
"Aku tidak akan berbohong, semua yang kau lihat itu benar tapi aku bisa jelaskan semuanya." ucap Donghae dengan tatapan memohon.
Eunhyuk melepaskan genggamannya dan menatap tajam Donghae, ia marah, kesal, dan begitu sakit. Semua terasa begitu sesak, benar-benar sakit. Bernafas pun seakan begitu sulit baginya.
Eunhyuk mencoba melampiaskan kemarahannya dengan membanting barang apa saja di sekitarnya bahkan cincin yang tadi ia pakai sudah dilemparkannya. Entah kemana.
"Wah…wah…wah… ada yang sedang mengamuk," ujar seseorang yang turun dari tangga.
Semua mata tertuju padanya tak terkecuali Eunhyuk, ia menatap tajam orang itu. Dia, orang itu adalah Kim Kibum.
"Mianhe, sudah mengacaukan pestamu tapi aku hanya ingin memberi tahu sebuah kebenaran." jelas Kibum dengan sinis.
"DIAMLAH! AKU TAK INGN MELIHATMU!" bentak Eunhyuk dengan kesal.
Kibum hanya tersenyum sinis dan berjalan dengan wajah tanpa dosa menuju pintu keluar, tetapi ada seseorang yang mencegatnya dan menariknya lebih cepat menuju pintu keluar.
"Apa yang sedang dia lakukan?" bisik Kyuhyun sambil menatap kepergian Kibum yang diseret Mora menuju pintu keluar.
Kyuhyun pun berbalik menatap Eunhyuk yang kini sedang menangis dipelukkan Sungmin dan dikelilingi kedua orang tuanya sedangkan Donghae diseret kedua orang tuanya pulang ke rumah.
"Kau benar-benar akan menyesal, beraninya menyakiti Hyukkie!" ancam Kyuhyun sesaat sebelum Donghae melangkah menuju pintu keluar.
"Arraseo," ucapnya pasrah dan pergi meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun berjalan mendekati Eunhyuk yang masih menangis, rasanya begitu sakit melihat orang yang dicintai sedang bersedih. Kyuhyun ingin mencoba menenangkan Eunhyuk, memeluknya dan mengatakan semua akan baik-baik saja.
Tetapi semua orang sedang mencoba menghiburnya, keluarganya, sahabatnya. Ia tak mungkin datang, dan tiba-tiba menyela. Beruntungnya, para undangan pun mengerti dan pulang dengan sendirinya.
Yang perlu Kyuhyun lakukan sekarang, mencari keberadaan Kibum dan memberinya pelajaran.
TBC
Bagaimana? Makin seru nggak?
Tolong direview ya^^
Salam manis author
