Fanfiction

Title : Si Miskin Boruto

Chapter : 4

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Romance & Drama

Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada

Warning : OOC, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.

:

:

:

"kalian bicara apa sih, Kalau begitu terus aku lebih baik jalan kaki saja. Mitsuki kau datang kerumahku deluan saja untuk ambil mobilmu." Ucap Boruto sedikit kesal.

Boruto yg kesal pun beranjak dari tempatnya berjalan menuju Rumah. Namun, lengannya ditahan oleh Rama. "oyy, Boruto, Kami minta maaf." Ucap Rama. "lagi pula aku tidak bisa ambil mobilku dirumahmu sendiri, nanti dikira aku maling!" ucap Mitsuki.

"kau pulang bersama kami saja, Kami minta maaf telah menggangu Privasimu." Ucap Inojin. "kau begitu saja Ngambek, Kami minta maaf jika menurutmu kami salah." Ucap Shikadai.

"aku maafkan, dan Satu lagi, maaf aku tadi Cuma bercanda biar kalian berhenti." Ucap Boruto Nyengir. "ahhh, Pura-pura. Kau sudah bikin kami merasa begitu bersalah. Terlalu kau Boruto!" ucap Inojin.

Boruto dan teman-temannya pun pergi. Ditengah perjalanan, Rama dan Mitsuki serta Boruto yg Di mobil pun berbicara "hey boruto, Inojin malam nanti akan adakan pesta Malam minggu dirumahnya. Dia mengundang Kita saja. Kau mau Ikut?" tanya Rama.

"boleh juga, Kita bisa begadang sampai pagi!" seru Boruto. "ya, itu pasti seru." Ucap mitsuki. "Malam nanti kira-kira jam 7 aku akan jemput kau dirumahmu, Jangan buat aku menunggu ya, boruto!" ucap Rama.

Ditengah-tengah perjalanan, Tiba-Tiba Inojin menyuruh Rama yg saat itu mengemudikan mobilnya berhenti. "ada apa, Inojin?" ucap Rama. "Tunggu dulu, aku mau beli kue untuk cemilan nanti malam!" ucap Inojin.

==-OoO-==

Sore harinya, Boruto sudah ada dirumah sambil menyeruput Teh panas yg baru saja ia buat. Tak lama kemudian ibunya kembali. Boruto dengan cepat pergi kedapur dan Membuatkan Sang ibu Teh panas. (aneh, harusnya Es Teh kan?. Namun sayangnya, Keluarga Uzumaki tidak punya kulkas).

Boruto memberikan teh itu pada Hinata. "Ibu, Ini minum selagi masih hangat." Ucap boruto. "terima kasih, Boruto." Ucap hinata saat menerima gelas berisi teh itu lalu diminumnya.

"ibu, Apa menurut ibu keluarga kita ini tidak aneh?" ucap Boruto. "aneh? Aneh apanya, boruto?" tanya hinata. "itu, Baru pulang dan masih keringatan malah minumnya teh hangat." Ucap boruto.

Penjelasan Boruto membuat Hinata terdiam. "Entahlah, ibu rasa itu hanya kebiasaan. Dulu ayahmu tidak seperti ini, Dia kalau haus lebih suka yg dingin. Namun, Setelah melihat kebiasaan ibu, Ayahmu ikut-ikutan dan malah jadi kebiasaan."

Tak lama kemudian, Naruto pulang. Melihat kedatangan Naruto, Hinata dan Boruto menghentikan aktifitas minum mereka. "kau sudah pulang Naruto?" tanya Hinata. "sudah, Tapi malam nanti aku harus pergi lagi." Ucap Naruto.

Melihat Boruto dan Hinata sedang minum, Naruto tiba-tiba berkata "wah..wah, Untuk ayah tidak adakah?" ucap Naruto. "ayah mau? Sabar ya air panasnya tadi baru aku rebus!" ucap Boruto yg langsung berjalan menuju dapur.

"kau baru pulang ya Hinata?" tanya Naruto. "Ya, tapi hari ini sepi sekali, Banyak orang yg pergi menikmati hari libur." Ucap Hinata.

Suasanya hening seketika selama Naruto memikirkan topik pembicaraan. "Besok aku akan pergi keluar kota untuk melanjutkan Proyek. Kau tahu, Aku dipercayakan mandor untuk Mengawasi dan mencatat bahan-bahan bangunan." Ucap Naruto.

"oh ya, Berarti kau dapat Promosi?" ucap Hinata sedikit senang. "aku juga tidak tahu, aku tidak terlalu mengerti. Lagi pula Itu tidak penting. Yg penting adalah aku kerja dan dapat uang untuk Kehidupan Kita." Ucap Naruto.

Hinata pun terharu mendengarkan perkataan suaminya itu. Rasa lelah setelah berkeliling hilang dari tubuh hinata setelah bertemu Boruto dan Suaminya.

"oh aku hampir lupa, Hinata, Malam ini kita harus pergi Bertemu Teman lamaku sekaligus Pemilik Proyek." Ucap Naruto. "teman yg waktu itu kau ceritakan ya Naruto?" tanya Hinata.

"ya, Sekalian Membicarakan Proyek sekaligus Reuni sambil memperkenalkan Keluarga Kita" ucap Naruto. Hinata tiba-tiba terdiam. "Apa mereka bisa menerima kita, Kita ini keluarga Miskin?" ucap Hinata sambil menundukan kepalanya.

"dia sendiri yg mengajakku, Dia juga bilang penasaran Sama Boruto, Dia mau tahu anak kita itu sepintar apa katanya!" ucap Naruto. "jadi Boruto juga Ikut?" ucap Hinata. "ya iya lah Hinata, Bagaimana jika mau memperkenalkan keluarga kita jika Boruto tidak ikut." Ucap Naruto.

"apa temanmu juga Bawa anaknya?" tanya Hinata. "iya, Nanti kau bilang Boruto untuk datang. Kalau tidak mau paksa Dia." Ucap Naruto. "Kuharap anak temanmu bisa menerima Boruto, Kuharap mereka tidak sampai bertengkar. Kau tahu kan Boruto itu Sensitif sama Ejekan?" ucap Hinata.

"ya, aku tahu. Semoga saja itu tidak terjadi." Ucap Naruto. Kemudian, Boruto datang dengan membawa segelas teh panas dan langsung diberikan pada Naruto. Naruto meminumnya sementara Hinata Berbicara pada Boruto.

"Boruto, Malam kau ikut ayah dan ibu! Teman ayahmu mengundang kita untuk Makan malam bersama" ucap Hinata pada Boruto. "Sebenarnya malam Nanti temanku mau menjemputku. Aku mau menginap dirumah Temanku menikmati malam Minggu." Ucap Boruto.

"tapi Boruto, Ini lebih penting dari pada Menginap dirumah temanmu. Ini mengenai pekerjaan ayahmu." Ucap Hinata.

Boruto terdiam kemudian melirik ayahnya "ayah, Teman yg mana? Apa yg bernama Sasuke?" tanya Boruto. "iya," ucap Naruto. "kalau begitu aku malas Ikut, Aku lebih memilih Menginap dirumah Temanku Saja?"

"Boruto, Kau harus ikut, Ini permintaan Teman ayah sendiri!" ucap Hinata. Naruto pun mendekati Boruto dan memegang pundak Boruto. "Sasuke ingin mengetest kemampuanmu dengan anaknya. Dia ingin tahu kau sepintar apa sampai bisa diterima Disekolah itu." Ucap Naruto.

Boruto pun terdiam mengingat kedua orang tuanya memang belum tahu Jika anak Sasuke itu adalah Sarada. "Kau akan diuji dengan anaknya. Sasuke ingin tahu Kemampuanmu." Tambah Naruto.

"Tapi sedikit lagi mereka akan mejemputku ayah." Ucap Boruto. "ini sebentar saja Boruto, Nanti jam 9 atau 10 mungkin kau bisa Langsung pergi kerumah temanmu." Ucap Hinata

"Boruto, Ayolah ikut ayah dan Ibu, Sasuke ingin tahu perbandingan Kepintaran Kau dan Anaknya." Ucap Naruto. Tiba-tiba, Boruto pun sedikit lebih menurut. "oke, aku akan Ikut!" ucap Boruto.

==-OoO-==

Malam harinya, Boruto sudah bersiap. Namun, sebelumnya ia mempersiapkan Barang-barang yg ia perlukan untuk malam ini dirumah Inojin. Boruto memakai Jas Hitam milik Naruto yg masih terlihat bagus.

Jas itu pas dibadan Boruto menandakan Bagi Naruto itu sudah kekecilan. Boruto benar-benar merasa tidak nyaman dengan pakaian yg ia gunakan saat ini. Berkali-kali ia coba menarik leher Jasnya agar lebih nyaman.

"pakaian ini benar-benar tidak nyaman, kalau tidak salah ini yg sering dipakai Oleh orang-orang kaya. Namanya apa ya?" tanya Boruto pada dirinya sendiri. Tak lama kemudian Hinata memasuki Kamar anaknya yg masih berusaha menyamankan Pakaian yg ia gunakan ditubuhnya.

Hinata mendekati Boruto dan memperbaiki sedikit penampilan Boruto. Menyisir rambutnya, Memakaian bedak pada wajah Boruto. "Boruto, Jika kau ingin membuktikan Bahwa dirimu pintar, Kau harus bisa mendapat nilai yg cukup bagus ya, Paling tidak mendekati Nilai anak teman Ayahmu." Ucap Hinata

"ibu tenang saja, Aku pasti akan melewati Nilai Anak teman ayah." Ucap Boruto dengan penuh keyakinan. "ibu yakin kau bisa, Boruto" ucap Hinata dengan senyuman yg hangat.

==-OoO-==

Jauh dari rumah Boruto tepatnya Rumah sarada. Terlihat seseorang mengenakan gaun berwarna putih dengan Bordiran Pink sedang Berdandan didepan kaca dibantu seseorang yg merupakan Ibunya.

"sebenarnya siapa yg akan kita temui? Teman ayah yg mana?" Tanya Sarada. "ibu juga tidak tahu," Ucap ibu Sarada. "ayah ini aneh-aneh, Aku juga harus ikut dan Diuji kepintaran lagi sama teman ayah."

"Mungkin ayahmu juga ingin tahu seberbeda apakah kau dan anak teman ayahmu." Ucap Ibu sarada. "ibu tahukan, Aku ini bersekolah Di SMAK dan belajar dikelas 12-A yg mayoritas siswanya paling pintar." Ucap Sarada.

"ibu tahu" Jawab singkat Ibu Sarada. "dan Pastinya ibu tahu kan, Dikelas itu aku ini pintar." Ucap Sarada dengan begitu sombongnya. ":walau sebenarnya ada yg lebih Pintar dariku dibeberapa pelajaran." Tambah sarada.

"Kita jalan sekarang. Jangan sampai mereka yg tiba pertama. Aku tidak mau itu terjadi" ucap Sasuke dari luar kamar Sarada. "iya, iya! Sedikit lagi ayah" ucap Sarada

==-OoO-==

Di depan rumahnya, Boruto sedang duduk sambil memangku Tas yg berisi barang-barang yg tadi ia siapkan. Sambil menunggu, Ia sedikit membaca Buku-buku pelajaran.

Tak lama kemudian, Mitsuki datang menjemputnya. Boruto berdiri sambil membawa tasnya menuju mobil Mitsuki. Betapa kagetnya Mitsuki dibuat oleh Boruto yg memakai Jas dan Sangat Rapi.

"hey Boruto, Kita ini mau Pesta begadang Bukan pesta Dansa sekolah" ucap Mitsuki tertawa. "ini bukan untuk pesta kita, Ayahku menyuruhku ikut makan Malam bersama temannya" Ucap Boruto.

"oh begitu, kau jadi kah tidak ikut pesta Malam Minggu kita?" tanya Mitsuki. "ya, nanti jam 10 aku datang" ucap Boruto. "kalau begitu aku pulang." Ucap Mitsuki sambil berjalan membuka pintu mobilnya. "ehh, Tunggu dulu, Bawakan tas ku ini kerumah Inojin." Ucap Boruto.

Setelah Mitsuki pergi, Naruto dan Hinata pun keluar dari rumah dan mengunci Pintu. "ayo kita pergi" ucap Naruto bersemangat. "tunggu, kita naik apa? Jalan kaki?" ucap Boruto. "tidak, Supir Teman ayah akan Datang menjemput kita." Ucap Naruto.

Tak lama, Mobil sedan hitam Datang dan membunyikan Klaksonnya. Pintu-pintu pun terbuka dan keluarga Uzumaki memasuki Mobil itu.

==-OoO-==

Disebuah Meja disebuah Restoran mewah dikota Konoha, Terlihat 3 orang sedang memilih menu untuk dimakan. Namun, Sasuke terlihat sedikit kesal karena sudah lebih dari setengah jam mereka menunggu.

"kebiasaanmu belum Hilang, Dobe" batin Sasuke. Sarada yg sedang meminum Jus yg ia pesan tiba-tiba berhenti saat melihat Wajah Sang ayah yg sedikit kesal. Namun, ia tak mau mencampuri urusan orang tuanya sehingga ia melanjutkan Minumnya.

Sasuke pun berusaha menenangkan dirinya dengan meminum Jus Tomat spesialnya. Kini, Ketiga orang dimeja itu hanya fokus pada minuman yg mereka minum.

Tak jauh dari pintu masuk, Terlihat seseorang yg sedang bingung mencari Meja yg ditempati temannya. Tak jauh dari sana, Ada seorang pelayan yg mendatangi mereka. "ada yg bisa saya bantu Tuan?" Tanya sang pelayan.

"ya, Sasuke ada dimana ya." Ucap Naruto. "sasuke, Apa maksud tuan Tuan Uchiha Sasuke, Pemilik Perusahaan TechConec?" tanya sang Pelayan. "iya, Dia duduk dimana ya?" tanya Naruto.

"Tuan sasuke memesan Ruang Khusus, Mari saya antarkan" ucap si pelayan. Boruto dan Keluarganya mengikuti si pelayan menuju ruang Khusus yg dimaksud Si pelayan. Setibanya didepan pintu, Sang pelayan mengetuk pintu.

"permisi tuan sasuke, Ada yg ingin bertemu" ucap sang pelayan yg masih didepan pintu. "bilang dia masuk!" ucap Sasuke dari dalam ruangan. "saya tinggal dulu tuan, Anda sudah bisa masuk" ucap sang pelayan pada Naruto kemudian pergi.

Naruto membuka pintu terlihat sasuke dan keluarganya telah menunggunya. "seperti biasa ya, Naruto! Terlambat terus." Ucap Sasuke. "sudahlah, yg penting saya sudah datang.' Ucap Naruto. "ya sudah, itu kebiasaanmu. Masuk dan duduklah" ucap Sasuke.

Sarada yg melihat Naruto malah jadi kebingungan sendiri. "siapa orang ini, Kenapa Wajah hampir mirip Anak itu." Batin Sarada. "hey Naruto, Dimana anakmu?" Tanya Sasuke. "Hinata, Tolong panggil Boruto" Bisik naruto pada Hinata.

"Boruto, Ayo masuk!" ucap Hinata kepada Boruto yg ada diluar. "ya Bu, Tunggu sebentar" ucap Boruto berpura-pura mengikat tali sepatunya. Boruto sedikit mengumpulkan keberanian. Dia yakin 100% kalau Sarada ada diruangan tersebut.

Menarik Dan menghembuskan nafas berharap sesuatu tidak akan terjadi. Entah itu buruk atau indah. Ia juga berharap Jika sarada tidak menertawakannya disekolah karena pakaian yg saat ini ia Gunakan.

Mendengar Nama "-Boruto-" diucap, membuat Sarada benar-benar yakin jika anak teman ayahnya itu adalah Boruto. Perasaan gugup sekaligus ingin melarikan diri pun muncul. "sial, ternyata memang Boruto. Aku tidak mau melihatnya apalagi dilihatnya." Batin sarada.

Tetapi, Tiba-tiba rasa penasaran Muncul dibenak Sarada "oh tunggu dulu, Jika ayah dan Ibunya berpakaian Serapi ini, Bagaimana dengan Pakaian Boruto ya, Sepertinya hancur" Batin sarada yg membayangkan Boruto memakai Celana Panjang dan Baju Kaos seperti Acara ulang Tahun sekolah tahun lalu.

Mengingat itu ia serasa ingin ketawa. Karena, Cuma dia sendiri yg memakai Kaos. Sementara yg lain memakai Jas atau kalau tidak Batik dan Kemeja.

==-OoO-==

Dengan sedikit keberanian yg ia punya, Boruto berdiri dan Melangkahkan kakinya memasuki Ruangan menampakan Sepatunya didepan pintu. Sarada benar-benar terkejut saat melihat Sepatu Formal.

Dengan bermodal Sedikit keberanian dan Nekat, Boruto memasuki ruangan dan langsung menuju Tempat duduk namun tanpa melihat sarada. Sarada hanya mampu terdiam oleh 2 hal yg karena Boruto. Pertama karena pakaian yg Boruto gunakan dan kedua karena Boruto Sama sekali tak mau menatapnya Sampai ia duduk.

"cih, Sombong. Mentang-mentang pakai pakaian seperti itu tak mau menatapku." Batin Sarada. Sarada langsung melipat tangannya dan berusaha memalingkan perhatiannya pada sekitar.

Dengan sedikit keberanian yg ia punya, Boruto mengangkat wajahnya dan melihat sarada sekilas. Sekilas walau sebenarnya dialam sadar ia memperhatikan Sarada lebih dari 1 menit. Namun, Sarada sama sekali tak menyadari tatapan Yg diberikan Boruto karena sedang sibuk memalingkan perhatiannya.

Menyadari itu, Boruto dengan cepat memalingkan perhatiannya juga dengan melihat sekitar.

"Sasuke, perkenalkan Istriku Hinata dan Anakku Boruto." Ucap Naruto sambil menunjuk Hinata lalu menunjuk Boruto tanpa melihatnya. Sasuke memfokuskan matanya pada Boruto "dilihat dari dekat ia sangat mirip denganmu." Puji Sasuke. "oh ya, perkenalkan ini Sakura, dan Anakku Sarada."

Suasanya hening untuk beberapa Detik. "oh ya, Kalian mau pesan apa? Pesan sesuka hati kalian Saja." Ucap Sasuke. Naruto mengambil menu lalu membacanya "aku pesan yg ini saja" ucap Naruto sambil tersenyum jahil.

Sasuke cukup kaget dibuatnya. Yg naruto pesan adalah Sebuah makanan yg berharga 500 Ribu "Dia mau mengerjaiku, namun sayangnya ini tidak seperti dulu lagi. Harga segitu bagiku seperti membeli sebungkus Gado-gado." Batin Sasuke.

Hinata yg melihat makanan yg Naruto pesan pun memarahinya dengan pelan "Naruto, Kau ini bagaimana!, Itu mahal sekali." Hinata. "Ah, tidak apa-apa, Sudah lama aku tak mengerjainya seperti ini." Ucap Naruto begitu santai.

"Seleramu Masih bagus seperti dulu Boruto," ucap Sasuke dengan santai. Padahal, Dibawah meja Sasuke sedang mengepal tangannya dan bersiap meninju Mulut Naruto yg sifatnya bahkan masih sama seperti dulu. "kau mau pesan apa, Hinata" Lanjut Sasuke.

"aku pesan ini saja Tuan Sasuke." Ucap Hinata menujuk sebuah makanan seharga 70 Ribu. "Boruto, Kau mau pesan apa." Ucap Naruto. Boruto berpikir sejenak sambil melihat menu. "aku mau yg ini saja Tuan sasuke." Ucap Boruto sambil menunjuk sebuah Makanan seharga 120 Ribu.

Sarada terlihat penasaran dengan Pesanan Boruto. Ia berusaha mencari celah untuk melihat tanpa mengerakkan badannya. Namun apadaya karena Keterbatasan Sudut pandang ia tak dapat melihat makanan Yg dipesan boruto.

Tak lama kemudian Seorang pelayan datang dan Mencatat pesanan-pesanan yg dipesan oleh pemesan yaitu Keluarga Uchiha dan Keluarga Uzumaki.

==-OoO-==

Tak lama kemudian makanan yg dipesan pun datang. Naruto terlihat cukup bersemangat. Boruto juga bersemangat karena Ia hanya sekali merasakan makanan itu. Itupun ditraktir Rama saat ulang tahunnya

Betapa Kagetnya Boruto dan Sarada saat mengetahui Makanan yg mereka pesan Sama. "hey, kau ikut-ikut saja, Maksudmu apa, Boruto?" Ucap Sarada dengan nada tinggi. "ikut-ikut, aku memang Pilih ini. Aku suka ini!" ucap Boruto marah.

Naruto dan Sasuke berusaha menenangkan Sarada Dan Boruto. "kalian berdua padahal belum saling kenal Malah sudah hampir berkelahi. Apakah kalian mau mencap buruk Pertemuan pertama ini." Ucap Sasuke.

Sarada dan Boruto pun memilih diam. Mereka juga tidak ingin memberitahukan pada orang tua mereka jika mereka itu satu adalah Teman satu kelas dan Sudah sering bertemu bahkan sampai berkelahi.

Makanan yg telah dipesan pun dimakan. Anehnya, Gerakan makan Boruto dan Sarada Sama. Saat Boruto memotong makanannya, Sarada juga melakukannya. Saat dimasukan kemulut, Sarada juga melakukannya. Bahkan terus berulang tanpa Sepengetahuan mereka sendiri.

Hinata yg menyadari kesamaan gerak Boruto dan Sarada pun Berbisik pada Naruto "Hey, lihat anak kita dan Sarada, Kenapa gerakan mereka makan bisa sama ya" bisik Hinata. Naruto dan Hinata memperhatikan Sarada makan.

Disisi lain, Sakura juga menyadarinya dan memberitahukannya pada Sasuke. "lihatlah sasuke, bukan hanya makanan yg sama. Tapi sepertinya gerakan makan mereka juga hampir sama" Bisik Sakura. Sakura dan Sasuke memperhatikan Boruto makan.

Disisi lain, Boruto dan Sarada yg merasa diliatin pun mengambil langkah tegas. Dengan mulut yg masih mengunyah makanan pun menatap orang yg melihati mereka dari tadi. Sarada melihat Naruto dan Hinata sementara Boruto melihat Sakura dan Sasuke.

Aktifitas mengunyah mereka pun terhenti. Tak lama kemudian, Tatapan kedua pasangan itu pun diarahkan keanak mereka. Hal itu membuat Boruto dan Sarada secara Spontan menatap kearah depan mereka. Dan akhirnya sekali lagi Safir Biru dan Onyx Hitam pun saling menatap Bingung sekaligus kaget.

Ditambah tak lama kemudian Mereka berdua pun tersedak bersamaan dan Minum diwaktu bersamaan dengan Volume air yg sama yaitu segelas penuh. "Kenapa ini, Rasanya dari tadi kami sama terus. Mulai dari makanan, Pandangan, Bahkan tersedak pun bersamaan, Apa dia sengaja menirunya? Tapi tidak mungkin." Ucap Sarada dan Boruto dalam Hati masing-masing yg Kandungan dan Maknanya sama.

Setelah melihat Putra dan Putri mereka Tersedak bersamaan, Naruto menatap Sasuke, Sementara Hinata menatap Sakura. Itu terjadi beberapa detik. Setelah itu mereka melanjutkan makan mereka.

==-OoO-==

Setelah selesai Makan, Sasuke mengeluarkan 4 buah kertas. 2 buahnya bertulisan sementara sisanya kosong. "tesnya akan saya mulai! Kalian beruda duduk dimeja sana sambil mengerjakan Soal yg saya buat." Ucap Sasuke.

'ayah, kenapa tidak disini saja? Paling tidak saya saja yg mengerjakan disini biar dia tidak menyontek!" ucap Sarada. "ayah dan Naruto ingin berbicara masalah pekerjaan. Jika kalian disini hanya menganggu" ucap Sasuke yg sukses membuat Sarada mengkerucukan bibirnya.

Sambil berjalan menuju meja yg cukup jauh dari Meja makan sebelumnya, Sarada mendekati Boruto dan berbisik "aku akan mengalahkanmu Boruto!" ucap Sarada dengan penuh semangat. "Ya, pastinya kau akan mengalahkanku. Yang buat soalnya kan Ayahmu!" ucap Boruto.

"memang yg buat soal itu ayahku, Tapi Aku tidak diberitahu akan seperti apa soalnya nanti" ucap Sarada. "kalau begitu aku masih ada kesempatan untuk mengalahkanmu" ucap Boruto. "jangan Terlalu percaya diri dulu, Boruto. Kau akan kalah kali ini." Ucap Sarada.

"kau yg terlalu percaya diri. Belum tentu kau Bisa mengalahkanku Sombong." Ucap Boruto. "lihat saja Miskin, Nilai mu akan tertinggal Jauh dariku." Ucap Sarada.

Dimeja, Mereka berdua duduk berhadapan. Sarada dan Boruto membuka dan melihat soal yg dibuat sasuke. Boruto dan Sarada pun memasang wajah kaget.

Dimeja para orang dewasa, Sasuke dan Naruto memperhatikan Anak mereka yg akan mengerjakan soal yg diberikan. Sementara, Hinata dan Sakura sedang berbicara. Sasuke benar-benar tersenyum puas saat melihat eskpresi kaget Boruto maupun Sarada.

"Ini adalah balasan yg ayahmu lakukan, Boruto. Coba kerjakan soal-soal itu dengan bahasa yg tidak kau mengerti." Batin Sasuke. "hey, Kenapa mereka berdua kaget?" ucap Naruto kebingungan.

Tiba-tiba, Muncul senyum di Bibir Boruto yg mengangap remeh Soal yg dibuat sasuke. "soal seperti ini sangatlah mudah. Apalagi dengan memakai bahasa Inggris, Itu gampang." Ucap Boruto dengan penuh percaya diri.

"ayah, Kau terlalu payah dalam membuat soal. Ini seperti soal anak kelas 10 tetapi memakai Bahasa Inggris. Terlalu gampang." Ucap Sarada. "Jika soalnya seperti ini, Sarada akan kukalahkan dengan nilai yg sangat tinggi." Ucap Boruto.

"kau terlalu yakin, Boruto. Aku akan mendapat nilai yg lebih tinggi darimu kali ini" ucap Sarada dengan begitu yakin.

Sasuke dan Naruto yg melihat itu hanya kebingungan. "apa kau memakai bahasa Inggris, Sasuke?" Tanya Naruto. "ya, Kukira anakmu itu tidak bisa Berbahasa Inggris." Ucap Sasuke. "bahasa Inggris itu yg membuat anakku diterima disekolah itu, Dasar payah."

Satu Jam Kemudian

Sarada dan Boruto yg merasa Bisa mengerjakan soal yg diberikan Sasuke pun hanya bisa mengaruk-garuk kepala mereka sambil memandangi soal yg kini sudah mulai bagian soal Matematika Dan Fisika.

"lihatlah, sekarang mereka berdua sudah mulai kebingungan." Ucap Sasuke. "Sepertinya soal Yg kau buat itu memang sedikit Sulit. Kau ambil soal kelas berapa saja?" Tanya Naruto.

"ya, itu semua soal Perguruan tinggi." Ucap Sasuke yg membuat Naruto, Hinata, Dan Sakura pun hanya bisa kaget. "aku kebingungan memilih soal karena hampir semua Buku Sarada sudah ada jawabannya" tambah Sasuke.

"Kalau begitu, Pasti Nilai Boruto ataupun Sarada pasti Jelek." Ucap Hinata. "kau benar Hinata, Sasuke tidak memberi tahukannya pada Sarada. Ia pasti kebingungan Juga." Ucap Sakura.

"Aku yakin Sarada bisa mengerjakan Soal itu dan mendapatkan nilai yg lebih bagus dari Anakmu, Dobe." Ucap Sasuke. "jangan terlalu yakin, Anakku lah yg akan mendapatkan nilai yg bagus Teme." Ucap Naruto.

Tiba-tiba, Seseorang membuka Pintu lalu menampakan dirinya didepan pintu. Naruto Dan Hinata dibuat kaget karena ada 2 orang lain lagi. Sementara, Sarada dan Terutama Boruto dibuat kaget oleh kemunculan Seseorang yg seumuran mereka dan tertunya sangat dikenal.

:

:

:

To Be Continued

Akhir dari chapter keempat.

Saya Ingin minta maaf Karena mempublish Chapter keempat ini cukup lama.

Cukup banyak kendala yg saya alami didunia mulai dari Laptop eror, Tugas yg Numpuk, Dll.

Saya ingin berterima kasih bagi yg Telah menunggu. Bagi yg Nungguin.

Dan juga, Terima kasih bagi para Reader's yg telah membaca Chapter sebelumnya.

Awalnya saya mengira akan cepat berakhir Chapter kelima. Tetapi, Alur cerita yg saya buat ngak kunjung dapat titik terang untuk diselesaikan.

Alur pertengahan saja belum selesai saya malah sudah dapat ide untuk Endingnya.

Sekali lagi, Terima Kasih dan selamat Waktu setempat.