KyuWook_YeWook
Warning : GS, Typo, Alur maju-mundur, GJ.
Disclaimer : SJ Member aren't mine. But For Wookie, He always be My Brother! xD
Ps : in this chappter is all Author side. So.. enjoy^^
.
.
.
.
Apakah aku melewatkan sesuatu lagi?
Maafkan aku..
Aku bukannya tidak pernah mendengar kalian.
Hanya saja disini sepertinya lebih tepat.
Aku pergi..
Berharap kalian menyadarinya.
Apa saja kesalahan 'kecil' kalian.
Hei~ aku merindukan kalian..
Dan aku sangat merindukanmu, oppa..
/5 years ago/
"twinkle twinkle little star~ how i wonder what you are.."
Seorang gadis kecil bersenandung riang di taman belakang rumahnya. Gadis kecil berkuncir dua itu terus saja memetik bunga yang bermekaran. Tak peduli jika tangan kirinya telah dipenuhi oleh bunga-bunga yang sebelumnya dusah dipetik. Bahkan ada yang jatuh dari tangan kecilnya.
"Ryeowook-ah! Kemarilah.." sebuah suara menghentikan kegiatan gadis kecil itu. Dengan riang, Ryeowook kecil berlari menuju ruang tengah rumahnya.
"ne, eomma?" Ryeowook kecil menatap ibunya bingung.
Tentu saja. Diruangan itu terdapar seorang pria yang tidak pernah dikenalnya. Wanita yang menyandang status sebagai ibunya itu tersenyum.
"perkenalkan, dia Choi Siwon. Mulai sekarang panggil dia appa, ne?"
"m..mwo? appa?" mata Ryeowook kecil membulat.
"iya.. jadi mulai sekarang namamu bukan lagi Kim Ryeowook. Tetapi Choi Ryeowook." Pria itu bangkit dari duduknya mendekati Ryeowook kecil yang kini menjadi anaknya. Sedetik kemudian wajah nya berkerut. Ia merasakan tubuh anaknya bergetar. Mata Siwon menatap mata caramelnya.
'tatapannya kosong'
"ada apa, sayang? Apa kau tidak mau jika aku yang menjadi ayahmu?" tanya Siwon dengan hati-hati.
Heechul-sang ibu-menatap putrinya dengan pandangan yang sulit diartikan.
Ryeowook kecil menunduk lalu menggeleng pelan. "ani..aniya. aku menerimanya kok." Kemudian ia mengangkat wajahnya dan tersenyum cerah. Gadis kecil itu mundur 2 langkah.
"selamat datang, 'Appa'!" mata caramelnya menyipit efek dari senyum lebarnya. Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya dan secepat mungkin ia menghapusnya.
Kedua orang didepannya terperangah sejenak sebelum akhirnya tersenyum.
"terima kasih, Ryeowookie"
"Tapi.." Ryeowook kecil kembali bersuara menghentikan Siwon yang ingin mendekatinya lagi.
"ada apa, sayang?"
"bisakah aku tinggal dengan Yesung oppa dan meneruskan sekolah disana?" Ryeowook kecil kembali menunduk.
Jelas saja. Meminta hidup jauh dari orang tua tentu hal yang sangat tidak wajar untuk anak kecil sebayanya.
Wajah sang ibu memerah padam mendengar permintaan putri satu-satunya itu. "IGE MWOYA?! Ya! Choi Ryeowook! Kau.."
"itulah eomma!" Ryeowook kecil berteriak.
"hah? "
"ya.. biarkan aku bersama Yesung oppa dan tetap menjadi Kim Ryeowook. Menikmati hidup dengan keluarga kandungku dan menikmati apa yang aku pilih." Ryeowook kecil tersenyum. Ia pun menyadari apa yang baru saja ia katakan.
Bahwa perkataannya itu menyindir orang tua nya. Dan Ryeowook kecil juga tau aura keduanya berubah menjadi suram. Namun raut wajah keduanya menjadi memelas seolah-olah mereka memang tidak mengizinkan permintaan itu.
"Ryeowookie~ kau bahkan belum bertemu saudara tiri mu, nak.." gumam Siwon.
"wah.. aku punya saudara tiri? Betapa hebatnya itu.. " seru Ryeowook kecil terdengar senang. Mendengar itu Heechul menatap Ryeowook kecil.
"nah. Jadi, apa kau mau tinggal disini bersama eomma, appa, dan saudara tiri?"
Ryeowook kecil menggeleng dan dengan wajah polosny kembali menatap Siwon dan Heechul bergantian.
"ani.. aku akan tetap tinggal bersama dengan Yesung oppa."
Heechul menatap anaknya kecewa. "kenapa?"
"bukankah itu bagus? Kehidupannya tidak akan terganggu. Dan eomma tidak akan kesepian karena masih ada saudara tiri ku, kan?" Ryeowook kecil kembali berseru senang. Dan seruan yang senang itu semakin membuat kedua orang di depannya menjadi suram.
"cha.. annyeong appa, eomma~" Ryeowook kecil menyodorkan bunga-bunga di tangannya yang kemudian diterima oleh sang 'ayah'. Tubuh kecilnya membungkuk sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya.
Sesampainya ia membuka ikatan rambutnya dan memakainkan pita merh muda, lalu gadis kecil itu menarik koper kecil di tangannya. Tak lupa boneka jerapanya. Gadis kecil itu terus melangkah tanpa berhenti saat melewati ruang tengah. Di depan rumah, telah ada sosok Yesung yang berdiri di depan mobilnya.
Hari ini sang adik memang ingin menginap di rumah sang kakak yang telah tinggal terpisah sejak awal tahun ini. Namun sepertinya rencana berubah. Yang awalnya menginap 'Sementara' menjadi 'Selamanya'.
Yesung tersenyum melihat adiknya yang manis itu. Matanya menangkap aura kesedihan yang mendalam dari adiknya. Melihat gadis kecil itu tidak tersenyum kepadanya. Ryeowook kecil menghentikan langkahnya, membuat jarak diantara mereka. Gadis kecil itu menatap kakaknya dan kemudian tersenyum tulus. Menandakan bahwa ia baik-baik saja.
Dan tanpa mereka sadari, bahwa tak jauh dari posisi mereka telah ada seorang laki-laki yang melihat Ryeowook kecil dari tadi. Pandangannya sangat sendu. Berharap bahwa ini memanglah takdir yang dipilih oleh gadis kecil itu. Pilihan bahwa gadis kecil itu tak mau menjadi 'Adik tirinya'.
Yesung menatap adiknya sangat lembut dan membalas senyumnya.
'Pintu rahasianya mulai terbuka, kan? Apa kau baik-baik saja, adikku tersayang?'
'aku tidak apa-apa, oppa.. selamat datang pintu baru~'
'dan selamat datang Takdir baru..
sekarang aku dapat memilikinya tanpa ada status yang menghalangi.'
Dan aku bersumpah akan menjaganya.
Melindungi Jiwa yang Rapuh itu..
.
.
.
Waaaah.. cepet yaak? Hahaha aku update!
Padahal besok ada test lagi. Gimana sih? -,- sudah ah..
oiya buat yang mikir "kok alurnya cepet sih?" "Kok Kyuppa udh berani?"
jawabannya cuma 1. Ikutin alurnya aja deh. hahaha *Lah?
FF Special Valentine still on progress.. so wait it, okay^^ ada pair baru looo *bagiakusiih
Last, mind to Review?
.
.
KreyKim
