Sebuah mobil hummer hitam secara perlahan memasuki halaman parkiran sebuah penginapan kecil berlantai dua yang tak jauh dari pantai. Dibagian depan pintu penginapan kecil tersebut terdapat sebuah lambang pusaran angin khas milik keluarga Uzumaki. Sasuke yang mengemudikan mobilnya tampak sedikit kebingungan dengan keadaan yang sepi.
"Kelihatannya sepi, apa disini tak ada orang?" Tanya Sasuke sambil menginjak rem secara perlahan dan berhenti tepat didepan pintu penginapan tersebut.
"Yah, sebenarnya ada satu orang yang menjaga penginapan ini, tapi saat ini orang itu sedang ke kota lain!" Jawab Naruto sambil membuka pintu mobil dan diikuti oleh teman-temannya "Tempat ini sering kami datangi untuk liburan keluarga atau sekedar bersantai saja!" Lanjutnya melangkah kearah pintu dan langsung membukanya, kemudian mempersilahkan Hinata dan yang lainnya masuk. Bagian dalam ruangan tak ada yang mencolok tak seperti rumah keluarga Uzumaki meskipun penginapan ini juga milik keluarga Uzumaki. yang ada hanya beberapa kursi diruang tengah dan beberapa perabotan lainnya.
"Tidak heran, soalnya dari sini lautan bisa terlihat sangat jelas!" Gumam Sakura sambil melihat sekeliling.
"Oh ya, disini Cuma ada 4 kamar, dua dilantai dasar dan dua lagi dilantai atas!" Ucap Naruto menjelaskan "Kalian mau dilantai mana?" Lanjut Naruto bertanya pada para wanita.
"Sepertinya kami dilantai atas saja lagipula melihat pemandangan dari lantai atas kelihatannya menarik!" Jawab Shion semangat, Sakura dan Hinata langsung mengangguk setuju.
"Nah, baiklah karena semuanya sudah sepakat, ayo kita segera kepantai saja!" Kata Naruto.
"Yosh... kalau begitu kalian duluan saja kami mau ganti baju dulu!" Sahut sakura dengan sedikit mengusir Naruto dan Sasuke agar keluar "Dan Sasuke-kun, siap-siap saja terpesona olehku nanti hehehe!" lanjut Sakura begumam kecil namun sayangnya gumaman kecil Sakura masih bisa didengar baik oleh kuping Sasuke "Cih, untuk apa aku terpesona oleh baju renang tanpa tonjolan itu!" Balas Sasuke pedas membuat Sakura terjengkang.
"AWAS KAU PANTAT AYAAAMMM!"
SKIP
Naruto dan sasuke terlihat tampak menikmati hembusan angin laut yang menerpa tubuh mereka. Saat ini mereka berdua duduk diatas pasir pantai beralaskan tikar dengan posisi yang berebeda Naruto lebih memilih duduk sambil melihat sekeliling hamparan laut dihadapannya, sedangkan sasuke hanya berbaring dengan kedua matanya tertutup dan kedua tangannya ia pakai sebagai bantalan. Dan agar tidak silau mereka berdua telah membawa payung besar sebagai tempat berteduh. Sungguh kegiatan yang menarik sambil menunggu para wanita berganti pakaian dengan baju renangnya.
"Maaf, menunggu lama... kami datang!" Teriak Sakura membuat kegiatan santai Naruto dan Sasuke teralihkan pada mereka. "Nah, bagaimana penampilan kami pasti kalian terpesona oleh kami kan?" Lanjut Sakura narsis.
Wajah Naruto dan Sasuke seketika memerah dan panas, mereka tak menyangka kalau Sakura akan berbikini ria seperti itu, semula Naruto dan Sasuke hanya mengira kalau pakaian renang yang akan dipakainya adalah pakaian renang yang biasa saja.
"Ano, apa ini tak berlebihan Sakura-chan?" Tanya Shion dengan wajah memerah meskipun ia masih melilit tubuhnya dengan kain selembar kain biru laut.
"Ah.. Shion, apa yangkau lakukan dengan kain menyebalkan itu, ayo lepaskan dan perlihatkan pada mereka betapa mempesonanya kita ini!" Ucap Sakura sambil menarik paksa kain yang menutupi tubuh Shion dan Shion pun hanya tersipu malu ketika bikini serba putihnya terlihat dimata Sasuke dan Naruto yang semakin melotot melihat ukuran... ehem... dada Shion yang lumayan besar itu.
BLUP
"Hei, kau tidak apa-apa teme?" Tanya Naruto kebingungan melihat hidung Sasuke tiba-tiba mengeluarkan sedikit darah segar dari lubangnya.
"Ini bukan apa-apa dobe!" Jawab Sasuke datar sambil mengusap hidungnya. Naruto menaikkan sebelah alisnya "Apa maksudmu dengan –Ini bukan apa-apa-?"
"Hn, jangan dipikirkan!" Sahut Sasuke datar
"Oh ya, Hinata dimana?" Tanya Naruto karena ia tak melihat Hinata diantara Shion dan Sakura.
"Hohoho.. kau memang tidak sabaran Naruto, dia ada dibelakang kami kok!" Sahut Sakura sambil memakai kacamatanya "Nah ini dia!" Lanjutnya setelah bisa melihat sosok Hinata dibelakangnya.
Hinata yang tampak malu-malu pun muncul secara perlahan dari balik punggung Sakura. Shion pun ikut tersenyum melihat wajah memerah Hinata, dalam hati Shion jadi kagum melihat lekukan tubuh hinata yang begitu ideal dalam balutan bikini yang saat ini dipakainya. "Nah, Naruto-kun ada yang ingin kau katakan pada Hinata-chan?" Tanya Shion pada Naruto yang dari tadi nyaris pingsan melihat kemolekan tubuh Hinata dihadapannya.
"Ano..etto.. i-itu sa-sangat cocok buatmu, ba-bagus dan cantik!" Puji Naruto dengan ngos-ngosan ia tak menyangka Hinata juga akan memakai Bikini yang lumayan terbuka itu, dan itu artinya semasa hidup Hinata pernah memakai itu?.
Sasuke yang penasaran pun ingin memakai kacamatanya namun gerakannya terhenti ketika ia bisa merasakan bulu kuduknya merinding massal dan aura membunuh mengumbar disana sini ditambah lagi Sasuke bisa merasakan bakalan ada tonjokan melayang diwajahnya apabila tetap memakai kacamatanya. Akhirnya dengan hembusan nafas pendek Sasuke kembali menaruh kacamatanya dalam saku celananya. Sasuke merasa tak perlu tahu dari mana asal suasana kuburan tadi karena sudah pasti itu berasal dari teman-temannya.
SKIP
Naruto dan kawan-kawannya akhirnya bermain dipantai sesekali mereka masuk kedalam air, mereka tampak asyik bermain volly pantai di pinggir lautan Naruto berpasangan dengan Shion sedangkan Sasuke dengan Sakura, Hinata yang memang tak bisa menyentuh apa-apa hanya bisa menonton Naruto dan yang lainnya bermain, sesekali ia tertawa jika melihat Naruto melakukan tingkah konyol. Sungguh Hinata sangat bahgia dengan suasana seperti ini.
Namun sayangnya mereka mulai bosan dengan hanya bermain volly saja.
"Hei, aku punya permainan yang lebih bagus!" Teriak Sakura sambil menangkap bola.
"Apa itu? Ayo katakan!" Sahut Shion antusias, Sakura menyeringai tajam dan memandang kearah Sasuke "Soal itu...hohoho!" Jawab Sakura dengan tatapan dan nada horor pada Sasuke. Karena menyadari sesuatu yang buruk akan menimpanya, Secepat kilat Sasuke berusaha kabur namun siapa sangka gerakan Sakura lebih cepat dari pergerakan Sasuke.
Dengan hanya satu gerakan kasar Sakura berhasil meringkus badan Sasuke dan langsung mendorong kepala Sasuke masuk kedalam pasir. Dalam hitungan detik Sasuke hilang kesadaran karena kekurangan oksigen "Ini hukuman karena kau terus mengejekku!" Ucap Sakura dengan sepasang tanduk dikepalanya. Naruto, Hinata dan Shion hanya bisa sweatdrop.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN.
Kening Sasuke berkedut, urat kekesalan diwajahnya begitu nampak "Hei, APA TAK ADA PERMAINAN YANG LAIN HAH?" teriak Sasuke kesal. "Tak ada, dan lebih baik kau diam saja Sasuke-kun!" balas Sakura yang tersenyum puas melihat Sasuke yang berhasil dikuburnya didalam pasir hingga hanya menyisakan bagian kepalanya saja, disamping kepala Sasuke sudah ditaruh buah semangka.
"Permainan ini aku sebut, pecahkan semangkanya atau pecahkan kepala Sasuke!" Ucap Sakura dengan seringaian tajam sambil memegang sebuah tongkat yang membuat Sasuke ketakutan setengah mati. "Oi... pecahkan apa tadi?" tanya Sasuke.
"Yosh... kita mulai, saja permainan ini cukup sederhanya kalian hanya perlu ditutup matanya dan setelah itu ambil jarak 5 meter sambil membawa tongkat ini dan sasarannya adalah semangka itu, orang yang akan memukul akan diberi komando dari yang lainnya, tapi kalau kalian lalai...!" Ucap Sakura begitu bersemangat mengabaikan Sasuke yang sedari tadi komat kamit berdoa pada tuhan agar segera diselamatkan dari kejadian laknat ini. "Kalian mengeti Naruto, Shion?" Lanjut Sakura dengan suara berat dan terkesan menyeramkan
"Ha-haik!" Sahut Naruto dan Shion ngeri.
"Nah.. baiklah kita mulai saja, dan Naruto, silahkan mulai duluan!" Kata Sakura sambil menutup mata Naruto dengan selembar sapu tangan.
"Eh... kenapa aku?" Tanya Naruto heran "Sudah, jangan cerewet, atau kau mau kukubur juga?" Ancam Sakura dan memberikan tongkat pemukul pada Naruto.
"Hahhh.. baiklah kalau begitu, mohon kerja samanya saja!" ucap Naruto pasrah. Sakura langsung memutar-mutar tubuh Naruto beberapa kali dan langsung menjauh. "Aku akan membantu Naruto-kun!" bisik Hinata dikuping Naruto "Tolong ya hinata-chan!" sahut Naruto.
Naruto mulai pasang telinga mendengarkan arahan dari teman-temannya dan bersiap dengan tongkat pemukul ditangannya.
"Naruto berputarlah 85 derajat!" teriak Sakura dan langsung dituruti Naruto "Jalan lurus kedepan 6 langkah!" lanjut Sakura kembali "Kiri sedikit!" Teriak Shion ikut terbawa suasana.
"heh.. merepotkan, kuharap aku melangkah ketempat yang benar!" Gumam naruto.
"Oi.. ayo kiri lagi selangkah Naruto!" Teriak Sakura dan Naruto hanya bisa menurut.
"Nah.. persis disitu, ayo pukul semangkanya Nar-..!"
"WOIII...APA CUMA AKU YANG MENYADARI KALAU KALIAN DARI TADI MENGARAHKAN NARUTO KEARAHKU?!" teriak Sasuke habis kesabaran . Naruto yang terkejut langsung membuka penutup matanya dan benar saja, kepala Sasuke tepat dibawahnya. Sakura tertawa keras melihat Sasuke yang biasanya bermuka tembok ternyata bisa juga panik begitu. "Dasar gadis mengerikan!" umpat sasuke
"Sudahlah teme, sebaiknya kau meminta maaf saja pada Sakura supaya kau terbebas dari posisimu sekarang!" Bisik Naruto menasehati. Sasuke hanya mengangguk setuju.
"Sakura-chan..!" Panggil Sasuke dengan suara yang sok imut dikuping Naruto sehingga membuatnya geli sendiri.
"Apa Sasuke-kun?" Sahut Sakura. Sasuke kembali melanjutkan aksi minta maafnya.
"Aku tahu, aku salah padamu aku memang selalu berfikir kalau dadamu seperti papan penggilasan, tapi.. aku tak berniat menyakitimu, aku juga sadar dada papan penggilasanmu itu bukanlah masalah dan tidak selamaya dada papan penggilasan itu buruk, jadi aku minta maaf Sakura-chan!"
"Sasuke-kun kau sungguh-sungguh..!" Sahut Sakura dengan mata berbinar-binar
"ya Sakura-chan!"
"Sasuke-kun kau..!"
"Apa Sakura-chan!"
DUAAGGGHHH...!
"KAU BARU SAJA MENGATAIKU PAPAN PENGGILASAN 3 KALI, KAU MEMANG SIALAAAANNNN!" Teriak Sakura sambil menendang kepala Sasuke keatas langit, untung saja tubuh sasuke tidak terpisah sehingga ikut melayang keatas udara.
Mata Sasuke menjadi seperti obat nyamuk setelah mendarat keras diatas pasir.
"Haahh.. mungkin sebaiknya kita biarkan mereka lebih lama lagi!" Gumam Shion.
"Aku setuju, ayo Hinata-chan, Shion-chan kita kembali saja kepenginapan, aku lapar!" Sahut Naruto sambil melangkah dan menggandeng tangan Hinata yang bersemu merah karena tangannya digenggam Naruto.
Sementara Shion yang berada dibelakang Naruto dan Hinata hanya bisa tersenyum melihat kemesraan mereka.
"Senangnya!"
-=-=BERSAMBUNG-=-=
Yuhuuuu... chap ini hanya memenuhi permintaan reader aja yang katanya pengen ada adegan konyol antara Sasuke dan Sakura. Jadinya agak keluar cerita deh,.
Dan CHAPTER BERIKUTNYA GILIRAN PAIR NARUHINASHION akan terjadi hohoho.. sekaligus munculnya tokoh baru dalam fic ini. Siapa hayoo yang kira-kira saya munculin?
Penasaran? Hehehe tungguin aja!
