Qtalita balik lagi walau lama banget
.
.
.
Wonkyu Love
.
.
Enjoy
.
.
Pagi hari yang cerah menelusup masuk , Kyuhyun merentangkan tangannya lebar, menyesap semua udara masuk kedalam rentangan tangannya.
"Aaahhh, leganyaaaa" Seru Kyuhyun.
Siwon yang sedari tadi berdiri di ambang pintu hanya mampu tersenyum, ia sudah lega, Kyuhyun sudah tersenyum kembali, walaupun kejadian dipantai kemarin membuat berbagai pertanyaan di kepalanya, namun ia butuh hal lain untuk membuktikan kekhawatirannya.
"kyunnie.."
Suara lembut Siwon membuat Kyuhyun berbalik, siwon berjalan kearahnya masih dengan senyum manis.
"Kita kemana hari ini hyung?"
Siwon mengernyit, sejujurnya ia masih sedikit takut untuk keluar, jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali.
"Sebenarnya hyung tidak berniat untuk kemana-mana hari ini"
Kyuhyun terlihat sendu, namja itu sangat ingin menghabiskan waktu diluar bersama Siwon, hanya berdua. Kyuhyun mengangguk, kembali tersenyum.
"gwenchana, ah bagaimana kalau hari ini kita nonton saja? Aku akan membuat waffle yang banyak"
Siwon mengangguk antusias.
"Ah, aku akan membantu"
Kyuhyun bersorak riang, ia menarik tangan Siwon menuju dapur penginapan mereka. Membantu Siwon mengenakan apron, dan membantunya mengaduk adonan. Siwon menahan nafas ketika Kyu merentangkan tangan di depan Siwon, membantu Siwon mengalungkan apronnya, Siwon mengerjapkan matanya, nafas Kyuhyun menyapa leher hingga telinganya.
'Glek' Siwon menelan ludah sulit, leher jenjang Kyuhyun terpampang didepannya dan jujur saja, bagian bawah tubuhnya sangat merespon cepat. Wajah Siwon memerah, benar-benar merah, nafasnya sudah tidak beraturan.
"Eh? Hyung waeyo?"
Siwon gelagapan, ia berbalik cepat menyembunyikan wajah merahnya dengan sekali helaan nafas, Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung, Siwon terlihat aneh.
"Kau tidak apa-apa hyung?"
Siwon menggeleng, ia mengatur nafasnya naik turun kembali fokus, walaupun entah bagaimana caranya jika Kyuhyun masih ada disekitarnya.
...
Acara memasak mereka berakhir kacau dengan Siwon yang nyaris saja membakar penginapan mereka, akhirnya Kyuhyun berinisiatif untum memesan menu cepat saji dari pelayanan kamar mereka.
Siwon?
Ya namja Choi itu kini masih saja mengekori Kyuhyun yang mondar-mandir membersihkan dapur, dokter muda itu masih saja meminta maaf pada namja berstatus istrinya, walaupun dibalas dengusan oleh Kyuhyun.
"Kyukyu, hyung minta maaf, hyung tidak sengaja"
"..."
"Kyu.."
"..."
"Lagipula hyung tidak tahu siapa yang menumpahkan minyak ke sekitar pemanggang kyu"
Kyuhyun berbalik, melipat tangannya di depan dada, wajahnya cemberut dengan kedua belah pipi menggembung dan berwarna hitam terkena abu, Siwon tidak kalah jauh, wajahnya juga tampak dipenuhi abu hitam.
"Lalu kau menuduhku hyung?"
Siwon menggeleng cepat, tangannya pun bergerak memberi isyarat bahwa dirinya tidak menuduh namja manis didepannya.
"A-anniyo"
"Lalu?"
"T-tapi aneh saja Kyu, siapa yang menaruh minyak di pemanggangan?"
"Bisa saja hyung lu-.."
Kyuhyun terhenti, dahinya berkerut, beberapa menit sebelum kebakaran kecil itu terjadi, Ah! Ia menyadari 1 hal, dirinya sendiri yang menaruh minyak di sekitar pemanggangan. Tapi ia sama sekali tidak ingin menaruh minyak ia hanya ingin mengolesi pemanggangannya dengan mentega, lalu kenapa? Ah!
"Ah, sudahlah hyung, sebaiknya kau tunggu makanan kita datang, dan bersihkan wajahmu itu hyung"
Kyuhyun mendorong tubuh Siwon keluar, namja kepala keluarga itu hanya menurut saja, sudah syukur Kyuhyun tidak menyalahkannya lagi. Fyuh..
Siwon tidak menyadari jika Kyuhyun masih berdiri di balik dapur, ia menggigit jarinya gugup, penyakitnya kembali kambuh dan itu tidak boleh terjadi, paling tidak sampai Siwon tidak melihatnya.
...
Siwon mengernyit aneh ketika Kyuhyun berdiri tegap didepan pintu dapur, matanya menelusuri Siwon dari atas hingga kebawah. Siwon yang ditatap intens pun memutuskan untuk bertanya.
"Kyu.."
"..."
"Kyuhyun?"
"..."
"Kyu? Waeyo?"
Kyuhyun tidak menjawab, ia malah mundur beberapa langkah ketika Siwon hendak menyentuh bahunya. Siwon semakin bingung, jujur ia sedikit khawatir dengan kondisi Kyuhyun sejak mereka liburan, Kyuhyun terkadang tampak bingung dan seakan 'hilang' dalam waktu bersamaan.
"Kyu, gwenchana?"
Kyuhyun menggeleng, namun masih tampak bingung, kepalanya malah ia miringkan saat menatap Siwon. Siwon menggaruk tengkuknya tidak gatal, Kyuhyun tampak menggemaskan namun mengkhawatirkan juga.
"Kamar"
Siwon melongo, Kyuhyun hanya mengeluarkan 1 kata.
"kau mau ke kamar? Kau benar-benar tidak apa-apa bukan? Ah, atau kau mau aku periksa?"
Kyuhyun menggeleng, ia melangkah melewati Siwon dan masuk ke satu-satunya kamar di penginapan itu. Siwon semakin bingung dengan tingkah Kyuhyun yang tiba-tiba aneh dan mengunci kamar mereka.
...
Siwon membereskan sisa makanan yang tadi ia pesan sambil sesekali melirik pintu kamar yang belum juga terbuka, Siwon khawatir, apalagi sejak tadi namja Cho itu tidak menjawab panggilannya untuk makan siang.
Siwon sudah berencana mendobrak pintu itu jika saja Kyuhyun masih tidak membukanya, paling tidak sampai ia selesai membereskan sisa makanannya.
...
Siwon menghembuskan nafasnya kencang, tangannya sibuk menekan layar tabletnya, berlayar di dunia maya, Siwon mengernyitkan dahinya ketika sebuah email baru masuk. Dari dokter Han.
Siwon Choi.
1 malaikat membutuhkanmu dr. Choi.
Dia Suho, namja cilik berumur 5 tahun yang mengidap Alzheimer.
He need u sooner.
dr. Han
Siwon menghela nafas, email padat tanpa basa basi itu mengubur niatnya untuk sejenak berlibur, ia menutup acara berlayarnya di dunia maya, dan berniat mengetuk kembali pintu kamar Kyuhyun dan menjelaskan perihal email dari atasannya itu.
Padahal sedari tadi Siwon tengah mencari satu hal yang membuatnya penasaran, kondisi Kyuhyun.
Tok tok tok
"Kyu.."
Siwon mengetuk pintu kamar klasik khas penginapan itu, ia mengernyit ketika banyak suara bertubrukan yang terdengar dari balik kamar. Siwon nyaris saja mendobrak kamar itu andai Kyuhyun tidak segera muncul dengan senyumnya.
"Wae hyung?"
Siwon memperhatikan Kyuhyun dari kaki hingga ujung rambutnya, ada yang berbeda dengan Kyuhyun, matanya sembab dengan bibir pucat dan tangan bergetar. Siwon hendak menyentuh dahi Kyuhyun namun namja manis itu bergerak menjauh.
"Ada apa kau memanggilku hyung?"
Kyuhyun berjalan keluar walau sedikit terseok, Siwon menemukan keganjilan itu.
"ada apa dengan kakimu?"
Kyuhyun menegakkan jalannya, mengumpulkan senyumnya sebelum berbalik.
"Tadi aku sedang tertidur dan hyung memanggilku, aku tergesa-gesa dan menabrak ujung ranjang" alasannya. Siwon masih mengernyit lalu kemudian tersenyum.
"lain kali kau sebaiknya lebih berhati-hati ne"
Kyuhyun mengangguk mantap, iapun duduk di sofa, menunggu Siwon yang juga berjalan kearahnya.
"Kau tahu Kyu, tadi dokter Han mengirim email, sepertinya hyung harus segera kembali ke seoul, seorang pasien membutuhkan bantuanku"
"Pasien?"
"Ne, bocah cilik yang menderita Alzheimer"
Kyuhyun meremas ujung piyamanya, jakunnya bergerak menelan ludah. Siwon kembali menangkap keganjilan itu.
"Wae?"
"Aniyo hyung, aku hanya sedikit kaget ada anak kecil yang harus menderita seperti itu"
Siwon menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa, pandangannya menerawang.
"Seandainya hyung bisa menggantikan sakitnya, akan hyung lakukan Kyu.."
Kyuhyun tersentak, bagaimana mungkin Siwon ingin menukar penyakit anak itu untuk dirinya? Sementara ia tahu sendiri penyakit itu masih belum ada obatnya?
"Wae?" Kali ini Kyuhyun yang bertanya.
"Suho, namanya Suho, entah kenapa hyung ingin melindunginya Kyu, mendengar namanya saja hyung seakan mendengar namamu"
Kyuhyun mengalihkan pandangannya yang mengabur karena air mata.
"J-jika aku yang menderita penyakit seperti itu, apa hyung akan menggantikanku juga?" Gumamnya.
"apa Kyu?"
"Ah, tidak hyung, aku hanya berharap Suho bisa segera sembuh dan bisa kau kenalkan padaku"
Siwon tersenyum, ia mengacak rambut lembut Kyuhyun yang entah hanya ia yang menyadarinya kini nampak sedikit tipis.
"Hyung janji akan mengenalkannya padamu"
...
Malam itu Kyuhyun hanya duduk memperhatikan wajah Siwon yang tertidur di sofa setelah sebelumnya menghabiskan hampir sebotol wine bersama Kyuhyun. Salahkan tingkat ketahanan alkohol Siwon yang berada di level terbawah hingga membuatnya hangover seperti sekarang.
"Hyung.. Saranghae jeongmal" Bisiknya lembut.
Kyuhyun merasakan jika airmatanya akan terjatuh, wajahnya menengadah sebentar lalu kembali menatap intens Siwon, membelai wajah tampan di depannya tanpa mengusik tidurnya, Kyuhyun menjelajahi wajah Siwon dan berakhir di kedua mata Siwon, mata yang membuatnya tidak bisa berpaling pada namja ataupun yeoja lain, ia terperangkap dalam sinar di kelam mata Siwon, mata yang membuatnya bahkan tidak bisa berkutik walau Siwon bersama namja lain, yang terpenting Siwon masih memandangnya dengan tatapan hangat yang sama.
Kyuhyun tidak ingat dan tidak ingin mengingat betapa ia harus berusaha mati-matian menutupi semuanya dari Siwon, menyembunyikan rasa yang semakin berkembang dalam hatinya, menyembunyikan sakit yang ia derita, apapun.. asalkan Siwon masih menatapnya dengan mata yang sama, Kyuhyun akan lakukan.
"Hmmm.." Siwon menggeliat, membuat Kyuhyun menghentikan jemarinya, Kyuhyun tersenyum, ia memberanikan mengecup dahi Siwon pelan, seiring tetesan airmatanya yang terjatuh.
"Saranghae.." Bisiknya sekali lagi sebelum kepalanya berdenyut nyeri dan memaksanya untuk beranjak ke kamar untuk mengambil obat penghilang nyerinya.
Sepeninggal Kyuhyun, mata Siwon yang sedari tadi tertutup rapat kini terbuka, liquid bening merebak dari sudutnya, Siwon menggigit bibirnya kuat.
Sesungguhnya apa yang Kyuhyun rasakan, juga ia rasakan.
...
Pagi harinya, Siwon dan Kyuhyun bertolak untuk kembali ke kediaman mereka di Seoul, sepanjang perjalanan entah apa dan kenapa mereka memutuskan untuk saling diam saja, walaupun tidak ada masalah yang terjadi diantara mereka, namun keheningan malah terasa menyenangkan saat itu.
Hanya beberapa jam, dan mereka sudah tiba di apartemen, Siwon melesat masuk ke dalam kamarnya, mempersiapkan kebutuhannya selama di rumah sakit, Kyuhyun menghela nafas, ia juga melesat masuk ke dalam kamarnya.
Dahi Kyuhyun mengernyit kepalanya kembali berdenyut sakit dan dadanya terasa sesak mencekat, nafasnya terasa pekat. Kyuhyun mengacak isi tasnya, membuka tutup botol obat yang ia sembunyikan paling bawah dibalik pakaiannya.
"Kyu.."
Kyuhyun berbalik, ia menggenggam erat botol obat yang ia sembunyikan di balik tubuhnya, sementara Siwon masih saja berdiri di depannya dengan pandangan menyelidik. Kyuhyun menarik kedua belah pipinya, membentuk sebuah senyuman.
"Waeyo hyung? Kau tampak aneh hahaha"
Siwon menghela nafas, ia mengacak rambut ikal Kyuhyun pelan, lalu menepuk pipi Kyuhyun.
"Makanlah yang banyak, kau tampak kurus akhir-akhir ini"
Kyuhyun mengangguk, ia menahan nafas, dadanya sesak, ia harus bertahan, paling tidak sampai Siwon tidak ada diruangan yang sama dengannya.
Siwon berbalik, memakai jasnya. Hari ini ia harus memeriksa Suho, pasien penderita alzheimer di rumah sakit tempatnya bekerja.
"Kalau begitu hyung pergi dulu ne"
Siwon masih sibuk dengan peralatan medisnya.
"Malam nanti sepertinya hyung akan pulang sedikit terlambat, Kibum sedang sakit"
Bruk.
Kegiatan Siwon terhenti, pandangannya menyusuri sepasang lengan yang memeluknya erat, Siwon menelan ludahnya sulit, Kyuhyun memeluknya dengan sangat erat.
"B-biarkan seperti ini dulu hyung"
Siwon menepuk-nepuk tangan Kyuhyun di perutnya.
"Kau menjadi manja sekali Kyu"
Kyuhyun tertawa, ya hanya suara tawa yang Siwon dengar, namun bisakah ia melihat kebelakang, Kyuhyun menangis, menangis tanpa isakan, tampak miris dengan bulir-bulir keringat di dahinya.
Siwon berbalik, memeluk penuh Kyuhyun.
"Tubuhmu semakin kurus Kyu, tubuhmu tidak enak dipeluk"
Kyuhyun tertawa, memukul pelan punggung Siwon. Entah sampai kapan tawanya akan bertahan, ia hanya ingin menimati semuanya, hingga waktu yang di tentukan datang, dan ia membiarkan semuanya pergi. Dan menjadikan semuanya memori hidupnya.
….
Kyuhyun memutar-mutar jemarinya dipermukaan gelas kaca, isinya telah separuh kosong, pandangan Kyuhyun ikut kosong, desah nafasnya tertarik ulur teratur bersamaan dengan denting jam, ia sudah duduk beku selama 4 jam, sejak Siwon pamit untuk kerumah sakit dan dirinya dilarang keluar rumah karena kedapatan muntah-muntah setelah Siwon memeluknya tadi.
Kyuhyun memutar tubuhnya, mengganti view pandangannya, matanya mengedar, apartemen mereka tampak kusam, tidak berwarna.
"Hhh, apa ini yang namanya tanpa cinta?" Kyuhyun menggeleng, ia tersenyum.
"Tapi aku mencintainya, berarti Siwon pasti merasa apartemen ini penuh warna"
Kyuhyun akan kembali tertawa andai saja perutnya tidak bergejolak lagi, dengan cepat ia berlari ke kamar mandi, membungkuk di depan wastafel.
"Hoek..hoek.."
Cklek
Bersamaan dengan itu pintu apartemennya terbuka, seorang namja menenteng beberapa kantung buah dan cemilan nampak bergegas meletakkan barang bawaannya lalu mencari sumber suara yang terdengar aneh di telinganya.
"Kyuhyunnie!" Pekiknya tatkala melihat Kyuhyun nyaris limbung di lantai kamar mandi.
"Ya Tuhan, Kyuhyun!" Lee Donghae, namja itu memapah Kyuhyun yang masih menutup mulutnya.
Donghae menempatkan Kyuhyun setengah berbaring di ranjang kamarnya, ia segera ke dapur mengambil segelas air hangat dan kembali ke kamar Kyuhyun, menyodorkan namja itu agar rasa mual di perutnya bisa menghilang.
"Kau kenapa? Kau sakit? Atau jangan bilang kalau kau hamil?"
Kyuhyun memukul kepala Donghae meski tidak terasa sama sekali akibal lemahnya tubuh Kyuhyun.
"Pabo, aku ini namja"
Donghae meringis, ia meletakkan gelas kosong yang Kyuhyun sodoran padanya.
"Kau, apa yang hyung lakukan disini?"
Donghae menghela nafas, ia tidak menjawab malah memperlihatkan layar ponselnya.
"Siwon menyuruhku datang, katanya sejak tadi wajahmu pucat dan terus saja muntah"
Kyuhyun ingin tersenyum, Siwon memperhatikannya juga, sampai-sampai menyuruh Donghae yang memang notabene sahabatnya itu untuk menemani Kyuhyun.
"Yak! Kau kenapa tersenyum-senyum sendiri?"
"Ani hyung, berarti Siwon khawatir padaku ne?"
Donghae menelan ludahnya, jujur ia merasa prihatin pada Kyuhyun yang begitu mengharapkan Siwon bisa merasa apa yang ia rasa. Donghae hendak berdiri untuk meletakkan gelas kosong itu kembali ke dapur ketika matanya tidak sengaja menangkap sebuah botol putih dibawah ranjang di dekat meja nakas, Donghae menunduk, meraih botol itu lalu memperhatikannya intens.
Sementara itu Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, ia lupa, lupa mengambil obatnya setelah tadi pagi sengaja ia lempar ke sembarang arah agar Siwon tidak melihatnya.
"Kyu, bisa kau jelaskan ini apa?"
Kyuhyun menunduk, Donghae meletakkan gelasnya di meja nakas lalu kembali duduk di pinggir ranjang, menunggu penjelasan Kyuhyun.
"Itu.. itu.. obat penambah darah hyung, Siwon Hyung yang memberikannya padaku"
"Jangan bohong"
Donghae tahu itu bukanlah sembarang obat, ia menatap Kyuhyun tajam, menanti jawaban yang sebenarnya dari namja berpipi bulat itu.
"Kyu.."
Kyuhyun tidak menjawab ia malah menangis memeluk Donghae, ia sadar jika suatu saat nanti seseornag akan tahu masalahnya.
"Hyung.. hiks..hiks.."
"Kyu, apa Siwon sudah tahu?" Donghae menggigit bibirnya sambil mengerjapkan matanya menahan cairan asin itu tumpah.
Kyuhyun menggeleng.
"Wae?"
"..."
"Siwon harus tahu Kyu.."
Kyuhyun menggelenga, iamelepas pelukannya lalu menatap Donghae memohon.
"Aku mohon Hyung, jangan memberitahunya, aku mohon"
Donghae terdiam, walaupun Kyuhyun menggoyangkan tangannya, memohon padanya dengan tatapan sendu. Ia tidak tahu harus berbuat apa, ia tahu jika Kyuhyun bisa melewati semuanya, namun ia juga tahu Siwon suatu saat nanti tidak akan mampu melewatinya tanpa Kyuhyun.
Cklek.
"Kyuhyun-ah.. Hyung Pulang"
Kyuhyun menelan ludahnya, ia menghapus cepat airmatanya, lalu kembali menatap Donghae.
"Maaf Kyu.."
Kyuhyun kembali memegang erat tangan Donghae, memohon agar namja mungil itu tidak membeberkan persoalan penyakitnya pada Siwon, ini belum waktunya.
"Hae? Kyuhyun? Kalian kenapa? Bagaiman kondisimu Kyu?"
Siwon tiba-tiba berada di kamar Kyuhyun dengan tatapan menyelidik, Kyuhyun melepas genggaman tangannya, sementara Donghae menatap Siwon tanpa mimik. Kaku.
"Kyu? Kau habis menangis? Wae?" Siwon duduk disamping Kyuhyun, meraba dahi Kyuhyun yang ia kira terkena deman karena wajahnya sangat pucat.
"Siwon, sebenarnya Kyuhyun.."
TBC...
Eh, ini apa? TBC dengan tidak manusiawi banget (?) hehehehe
Bow, maap banget baru bisa update sekarang, ada beberapa alasan kenapa qai ngaretnya kebangetan, tapi apapun itu qai minta maaf banget, tenang aja ff ini bakal tetap lanjut kok hahahahahahahahha *Timpuk*
Oia, ini updatenya dadakan pake banget, selain karena laptop emang sedikit bermasalah, qai sendiri juga lagi sedikit bermasalah, jumat lalu baru aja operasi Bypass, pas sadar sempat nanya-nanya dulu, siapa saya, kamu siapa, saya dimana.. heheheh gak ding, emang siumannya lumayan lama aja hahahahahha.
Tapi syukurlah qai udah baikan sekarang, walaupun masih bedrest n gak bisa goyang ngebor dulu *becanda lagi* belum bisa banyak goyang, leher masih di gips, plus kepala masih kayak mummi hahahahha
Akhir kata thanks banget udah mau nunggu qai n udah mau dengar curcolan qai yang g penting banget ini, thanks udah review, karena review kalian emang gorjaaasss abieeesssss *teriak ala raditya dika*
Hehehehehe
With love in hospital
Qai
