Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama

Main Cast : Naruto & all

:::::DONT LIKE DONT READ:::::


Chapter 4

WUZHH! WUZHH!

Dua orang shinobi berlairan kearah desa mereka. Hal ini harus cepat dilaporkan pada hokage, karena ini sudah tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi, mereka tidak ingin rekan mereka jatuh terlalu dalam.

Walaupun masih dengan keadaan lelah, Sasuke dan Sakura tetap berlari mengejar waktu. Sedangkan Naruto mereka tinggal dibelakang. Hutan yang gelap tidak menjadi halangan mereka untuk tetap berlari, dinginnya malampun tidak mereka hiraukan, yang penting mereka harus cepat samapai ke Konoha.

Mereka dengan cepat berlompatan dari satu gedung kegedung lainnya, untuk mempersingkat waktu mereka menuju ruang hokage, sedangkan Naruto sudah tidak terlihat dibelakang sejak tadi.

"Tsunade-shisou! Tsunade-shisou!" Teriak Sakura saat melihat Tsunade baru keluar dari ruangannya.

Tsunade sedikit bingung, kenapa Sakura dan Sasuke datang tengah malam begini? Apalagi melihat wajah Sakura yang terlihat sangat khawatir.

"Masuklah, kita bicara didalam" Ujar Tsunade kembali memasuki ruangan kerjanya.

"Kali ini apa lagi?" Tanya Tsunade pelan.

"Narutoh... N-naruto, d-dia-"

"Dia memiliki elemen meiton!" Cekat Sasuke mengambil alih kalimat Sakura, tidak mungkin bukan kalau Sakura melanjutkan kalimatnya dengan nada yang tersenggal seperti itu.

"Elemen meiton!" Tsunade terkesiap, matanya membulat sempurna mendengar perkataan Sasuke barusan. Meiton, elemen kegelapan yang sangat berbahaya, bahkan dapat menghancurkan satu negara dengan hanya satu orang yang memiliki elemen terlarang tersebut.

"Ya, saat segerombolan ninja menyerang kami, cakra hitam itu bangkit dan membuat Naruto menjadi ekor 6 yang berwarna hitam. Bahkan ia dengan sadis membantai habis ninja-ninja tersebut sampai tidak ada yang bersisa, dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Semuanya telah berubah, mata Naruto berubah menjadi hitam dan rasinggannya juga berwarna unggu kehitaman. Ini sudah sangat parah Tsunade-shisou, kita harus menyegel kekuatan dalam diri Naruto itu" Jelas Sasuke dengan nada yang terburu-buru. Sasuke memang sangat khawatir dengan keadaan Naruto saat ini, ia tidak mau Naruto merasakan apa itu kegelapan, karena itu sangat amat mengerikan.

"Cepat bawa Naruto kesini! Aku akan melakukan penyegelan malam ini juga!" Perintah Tsunade pada Sakura dan Sasuke.

Belum saja Sasuke dan Sakura sempat melangkahkan langkah mereka, dua anbu tiba-tiba datang. Pakaian mereka lusuh, serta topeng mereka pecah sebagian, seperti sehabis melakukan pertarungan saja.

"Penyusup Tsunade-shisou! Akh!" Dua anbu itu langsung terjatuh. Darah keluar dari perut mereka, ternyata memang benar mereka habis bertarung.

Dengan cepat Sakura melakukan pertolongan pertama pada dua ninja itu, agar mereka bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Ada apa ini?!" Tanya Tsunade cepat.

"Se-seorang ninja, seorang ninja telah menyusup kegua terlarang itu.. ukh! Dia, mencuri gulungannya, hhaakk!" Jawab salah satu anbu yang sudah sedikit membaik, walaupun suaranya masih terdengar serak karena menahan sakit.

"Kau tau ninja yang menyusup itu?" Kali ini Sasuke yang melayangkan pertanyaan.

"Tidak, dia memakai jubah hitam dan topeng rubah. Dia sangat kuat sekali, anbu-anbu yang berjaga disana sudah kewalahan menanganinya.." Jawab anbu itu lagi.

"Sasuke, Sakura, cepat kelokasi! Aku akan memanggil Shizune untuk menangani mereka!" Perintah Tsunade lagi, kemudian menghilang entah kemana.

Dengan segera Sasuke dan Sakura berlari menuju lokasi gua. Ninja hebat mana yang dapat mencuri gulungan itu, padahal segel Shinigami yang sudah dipasang sangatlah kuat, serta yang menjaga gerbang gua itu adalah anbu-anbu teripilih, tapi kenapa masih bisa dicuri? Kekuatan kegelapan itu tidak boleh jatuh ketangan orang yang salah, karena jika orang itu mengaktivkan segel pada gulungan itu, pasti akan menimbulkan perang dunia ke-5. Dan jika itu benar-benar terjadi, tidak ada yang akan bisa selamat. Jumlah ninja kali ini semakin menipis akibat perang dunia ke-4 yang baru saja terjadi, jumlah ninja saat ini pasti tidak akan bisa menandingi kekuatan terlarang itu. Baru saja satu monster musnah, kini sudah muncul monster yang baru.

DAP! DAP!

Sasuke dan Sakura tiba dilokasi yang sudah terlihat sangat parah. Guanya sudah hancur, hanya reruntuhannya yang tersisa. Anbu-anbu yang terluka maupun yang tewas juga sedang diefakuasi, mereka tinggal mencari siapa penyusup itu, mungkin mereka belum terlalu jauh.

"Sasuke! Sakura!" Teriak Shikamaru dari kejauhan. Rupanya semua sudah berkumpul disini.

"Ada apa?" Tanya Sasuke dan Sakura berbarengan.

Shikamaru terlihat mengatur nafasnya, mungkin dia juga ikut dalam pertarungan ini.

"Shinobi yang mencuri gulungan itu sangatlah kuat, kami kewalahan disini. Kiba, Tenten, Hinata, Shino, Chouji, Lee, Sai, Ino, Iruka-sensei, dan aku tidak bisa menanganinya. Cakranya hampir menyamai Madara!" Jelas Shikamaru sambil memegangi lengannya yang terluka.

"Kau lihat wajahnya Shikamaru?" Tanya Sakura mendekati Shikamaru, menyalurkan cakra hijaunya pada luka dilengan Shikamaru.

Shikamaru menggeleng,"Aku tidak mengenalnya, tapi aku dapat merasakan cakranya. Orang itu memiliki tipe cakra hitam seperti Naruto" Jawab Shikamaru lagi.

Sasuke sedikit berfikir, mungkinkah itu Naruto? Tapi tidak mungkin, Naruto tipe orang yang sangat mencintai desanya, tidak mungkin ia melakukan ini. Atau jangan-jangan itu Orochimaru? Orochimaru yang mengambil gulungan itu dan menggunakan jurus pengendali otak hingga Naruto berubah seperti ini. Jika ia dia tidak akan mengampuni ular sialan itu.

"Yang menyusup kali ini adalah Orochimaru!" Sentak Sasuke tiba-tiba, ia sangat yakin ini perbuatan ular tua itu. "Kau ingat Sakura, tentang penyusupan beberapa hari yang lalu? Bukankah itu ninja yang terkena jurus pengendali otak milik Orochimaru. Dan kali ini pasti dia, dia telah menggunakan jurus pengendali otak itu pada Naruto" Timpal Sasuke dengan tatapan sengit.

"Ya, bisa saja. Tapi aku lebih yakin kalau ini Naruto-"

"Tidak mungkin!" Bentak Hinata yang rupanya ada dibelakang Shikamaru dan yang lain. "Naruto-kun tidak mungkin melakukan ini. Naruto-kun memang berubah, sangat berubah, tapi Naruto-kun mencintai desanya jadi dia tidak mungkin melakukan ini" Timpal Hinata sedikit gemetar.

"Hinata.." Gumam Sakura sambil terus mengobati luka Shikamaru.

"Sebe-"

DDDDUUUAAARRR! BBBWAARRRR!

Suara ledakan menggema lagi, dan kini menghancurkan dinding pertahan desa. Apakah orang itu baru keluar dari desa.

"CEPATTT! JANGAN SAMPAI DIA KABUR!" Teriak Sasuke mendahului berlari.

Keadaan kali ini benar-benar sangat genting. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka tidak akan membiarkan orang itu mengambil gulungan terlarang itu dan menggunakannya untuk mengancurkan dunia. Tidak akan!

WUUZZZ!

DASH!

DASH!

DASH!

Semua mulai berlarian mengejar shinobi asing itu. Melewati hutan agar lebih cepat terjangkau.

"Dimana Naruto?" Tanya Sakura sambil menoleh kebelakang.

"Kami tidak ada yang melihatnya!" Sahut Chouji yang berada paling dekat dengan Sakura.

'Dimana kau Naruto..'

SRING!

SLAP! SLAP! SLAP!

"Hinata! Awas!" Seru Kiba mendorong Hinata menghindar dari kunai-kunai asing itu.

"Te-terimakasih Kiba" Ucap Hinata dengan muka yang memerah. Kenapa ia tidak bisa menyadari kehadiran kunai-kunai itu?

ZRAGG!

"KATON NO JUTSU!"

PUSSSHHHZZZZZ! Sasuke menyemburkan api dari mulutnya ketika tiga orang ninja hendak menyerang Kiba dan Hinata.

Shikamaru dan yang lain menghentikan langkahnya, sedikit berjaga barangkali ada ninja lagi yang datang.

Ternyata benar saja, sekelompok ninja menyerang mereka. Shikamaru memperhatikan ninja-ninja itu, keberadaan mereka tidak terditeksi, apa jangan-jangan..

"Hinata, gunakan byakugan!" Printah Shikamaru.

Hinata mengaktivkan byakugannya, menembus tubuh para ninja-ninja asing tersebut. Tubuh mereka hampa, tidak ada aliran darah maupun cakra dalam tubuh manusia itu, ini sangat aneh.

"Aliran darah dan cakra mereka tidak terditeksi Shikamaru, tidak ada hawa panas yang mereka pancarkan. Mereka bukan manusia" Ujar Hinata menjelaskan apa yang dia lihat tadi.

'Sudahku duga'

"Teman-teman! Sebaiknya kalian berhati-hati. Orang itu telah mengaktivkan gulungannya!" Seru Shimaru lantang.

"Celaka!" Seru Shino sambil terus menyerang ninja-ninja itu.

"Ninja-ninja ini tercipta akiabat jurus itu. Mereka tidak bisa terditeksi karena mereka mahluk buatan yang tidak memiliki nyawa! Jadi berhati-hatilah!" Teriak Shikamaru lagi mengintrupsi.

"Pantas penciumanku dan Akamaru tidak berfungsi, ternyata mereka ini bukan manusia. Hahhh membosankan" Celetuk Kiba sambil terus menghalau serangan ninja-ninja itu.

Mereka terus bertarung, melawan ninja-ninja yang semakin banyak. Mereka muncul dari tanah, batang pohon, maupun dari tubuh teman mereka yang telah tewas. Karena semakin banyak kawan mereka yang terbunuh, mahluk-mahluk itu akan semakin bertambah.

"JYUKEN!"

"Berhati-hatilah Hinata!" Seru Kiba yang berada disebelah Hinata.

Hinata melompat keatas dahan pohon, menghindari beberapa ninja yang menyerangnya.

"64 pukulan suci!"

Hinata mulai menghajar satu persatu ninja-ninja itu. Ia melompat kesana kemari untuk terus menghindari serangan mereka. Sama seperti yang lain, mereka juga belum menyerah.

"Mereka tak ada habisnya!" Pekik Lee melayangkan tendangannya pada salah satu ninja penyerang itu.

TRANK! TRANK!

"Kita belah dua team!" Seru Shikamaru sambil merapal sebuah jurus. "Sasuke, Sakura, Hinata, Lee, Sai! Cepat kalian kejar ninja penyusup itu! Biar disini aku, Kiba, Chouji, Shino, dan Tenten yang menangani!" Lanjutnya.

"Shikamaru!"

"Kagemane no jutsu!"

JLUB!

JLUB!

JLUB!

Kagemane Shikamaru berhasil menembus tubuh ninja-ninja yang hendak menyerangnya.

"Aku tidak sebodoh ini" Gumamnya.

"Kami pergi, aku percayakan penyerangan ini padamu" Ujar Sasuke kemudian memintim team yang tadi dipilihkan oleh Shikamaru.

Sasuke dan teamnya pun melanjutkan pengejarannya. Jangan sampai orang itu pergi terlalu jauh dan mengaktivkan gulungan itu lebih banyak, kekuatan kegelapan ini sunguh lebih mengerikan dari jurus Madara.

DAP! DAP!

Mereka berbaris melingkar, mengamati kondisi dimana mereka berdiri. Dinding pembatas sudah hancur. Rasa was-was sudah bergemuruh dihati 5 ninja itu, musuh yang mereka hadapi ini bisa saja dengan mudah mengakhiri hidup mereka.

"Hahahahah!" Seseorang tertawa dibalik asap yang berada di dinding pembatas yang hancur tersebut.

"Bersiap!" Intrupsi Sasuke agar semua memasang kuda-kuda mereka.

Pria itu dengan perlahan menunjukan wujudnya. Pria dengan jubah hitam dam topeng rubah, persis seperti yang diceritakan para anbu yang terluka tadi.

"Siapakau!" Teriak Sakura sambil terus menjaga kuda-kudanya, mungkin saja pria itu tiba-tiba menyerang mereka.

"Siapa aku? Heh, kau sudah mengenalku" Sahut pria itu semakin mendekat.

Mereka semakin mundur ketika pria berjubah itu semakin mendekat kearah mereka.

"Tetap pada formasi" Bisik Sasuke pelan, bisa ia lihat mata hitam dari lubang yang ada pada topeng rubah itu.

"Kalian yang telah membuatnya merasakan kekosongan, merasakan kesepian. Dia sudah cukup sabar dengan semua ini, hingga kalian dapat menerimanya. Tapi sekarang dia sudah bosan, mungkin kalian tidak pernah bisa merasakan apa yang dia rasakan, karena kalian itu terlalu munafik!" Racau pria itu semakin dekat dan dekat.

"Apa yang kau bicarakan!" Tukas Lee dengan tubuh yang sedikit gemetar karena cakra yang dipancarkan pria berjubah hitam itu.

BWAAARRR!

SHUT!

SHUT!

SHUTT!

"Kami tidak dapat menahan mereka lebih lama!" Pekik Kiba yang baru saja melakukan tesaiga untuk membuka jalan dari para ninja-ninja itu.

"Ya! Mereka terus bertambah!" Sambung Chouji yang masih menahan beberapa ninja disana.

"Hahahaha! Kalian memang tidak akan bisa mengalahkan mahluk kegelapan itu! Semakin banyak yang kalian hancurkan, semakin cepat juga mereka tumbuh!" Tukas pria berjubah hitam itu sambil terus menyuarakan tawa jahatnya.

"Sebenarnya siapa kau!" Teriak Sasuke kencang, pria ini sungguh-sungguh menyebalkan.

Pria berjubah hitam itu berhenti tertawa, matanya menatap tajam orang-orang yang ada dihadapannya. Mungkinkah ini saatnya? Atau mungkin ini terlalu cepat?

"KUROSEKAI NI AMASU!" Pria itu langsung mengaktivkan satu segel lagi dari gulungan tersebut. Membuat sebuah lingkaran hitam diantara pijakan Sasuke dan yang lain. Para ninja-ninja buatanpun mulai mengepung, sehingga tak memungkinkan mereka untuk kabur.

"Kita terkepung, awasi jangan sampai ada yang terluka," Bisik Shikamaru sambil merapatkan barisan siaga.

"SERANG MEREKA!"

GRRROOOAAAARRRRR!

BBBBUUUUMMMMM!

Sebuah bola api hitam tiba-tiba saja menggilas habis ninja-ninja itu tanpa melukai satupun anggota Sasuke. Bola raksasa yang entah datang dari mana.

"Siapa itu?!" Kiba bertanya-tanya sambil melihat kearah sekeliling.

"Hummm, rupanya kau sudah datang. Baguslah, ayo cepat kemari, Naruto" Ujar pria berjubah hitam itu mengulurkan tangannya kearah Sasuke dan yang lain, tepatnya kebelakang mereka.

Serentak semuanya menoleh kebelakang, berharap Naruto memang ada di belakang mereka. Dai kejauhan mereka dapat melihat ada orang yang berjalan kearah mereka, mungkin itu Naruto. Dan benar, itu memang Naruto. Dia berjalan sambil menundukan wajahnya kearah mereka, dengan sedikit cakra hitam yang menyelimuti tubuhnya.

"Naruto!" Pekik mereka bersamaan.

Naruto berhenti tepat dimana teman-temannya berdiri, namun masih tetap dengan keadaan tertunduk.

"Dari mana saja kau dobe? Keadaan sangat genting seperti ini kau malah menghilang?" Tanya Sasuke sedikit berbisik, namun Naruto tetap saja diam.

Shikamaru mulai meneliti cakra yang menyelimuti Naruto. Ini cakra hitam yang sama seperti cakra yang ia rasakan ditempat kejadian itu, yaitu cakra meiton.

"Naruto, senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu. Kemarilah" Ujar pria berjubah itu lagi, tetap dengan uluran tangannya kearah Naruto.

Dengan perlahan Naruto mengangkat kepalanya, memperlihatkan bola mata hitamnya yang sedang menatap tajam kearah pria berjubah hitam itu.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Shikamaru tetap tenang, walaupun jantungnya tengah bergemuruh sekarang.

"Yang aku inginkan hanyalah bocah itu!" Jawab pria itu menunjuk kearah Naruto.

"KAMI TAK AKAN MEMBIARKANNYA!" Tukas Lee yang langsung berdiri dihadapan Naruto, diikuti dengan Kiba dan Akamaru.

"Naruto-kun," Hinata menyentuh tangan Naruto pelan, tangannya terasa sangat dingin, dan kulit tannya pun terlihat sedikit pucat.

"Siapa kau?" Dengan dingin, Naruto akhirnya angkat bicara.

"Kemarilah dulu, baru aku akan menjelaskannya" Sahut pria itu dengan senyum licik dibalik topengnya.

"Jangan! Dia itu adalah Orochimaru! Dia telah menggunakan jurus pengendali otak padamu Naruto!" Cegah Sasuke saat Naruto hendak memulai langkahnya.

Semua kembali tercengang, apakah benar Naruto terkena jurus Orochimaru itu?

Pria berjubah hitam itu kembali menyuarakan tawa jahatnya, "Orocihmaru katamu? Kau menyamakanku dengan Orochimaru? Dasar bodoh!" Kilah pria berjubah hitam itu sambil meraih sesuatu di belakangnya.

"Kalau kalian ingin bukti, ini Orochimaru!"

Mata mereka seketika membulat sempurna ketika melihat apa yang ditunjukan pria berjubah hitam itu. Mereka tak percaya kalau itu adalah, kepala Orochimaru, dengan darah yang masih mengalir segar dari lehernya yang terpenggal.

"Dia baru saja aku bunuh, jadi tenanglah. Naruto, tidak terjerat oleh jurus murahannya itu!" Tambah pria itu sambli membuang kepala Orochimaru layaknya barang bekas yang tidak berguna.

"Tapi, ninja penyusup itu, bukankah ninja suruhan Orochimaru?" Seru Sasuke sambil terus menatap kepala Orochimaru itu dengan tatapan tidak percaya bahwa Orochimaru dengan mudah dikalahkan dengan topeng rubah itu.

"Memang benar ninja-ninja itu suruhan Orochimaru. Dan aku sangat berterimakasih padanya karena telah menyelamatkan-ku dari kejaran kalian semua. Jadi perubahan Naruto bukan disebabkan oleh Orochimaru itu, tapi karena ia sendiri!" Balas pria itu membulatkan matanya penuh.

"Jadi, kemarilah Naruto,"

Senyum tipis terukir di wajah pucat Naruto, "Aku ingin tau alasanmu dulu" Ucap Naruto datar, dengan tatapan matanya yang sedingin es.

Pria itu kembali meraih sesuatu dari punggungnya, "Bukankah kau menginginkan ini!" Seru pria itu menunjukan gulungan berwarna hitam yang baru saja ia curi dari gua itu, gulungan terlarang yang berisikan jutsu kegelapan.

"Bagus," Gumam Naruto pelan, namun dapat terdengar oleh orang disekitarnya.

"Jadi, kemarilah" Tawar pria itu yang kembali mengulurkan tangannya.

Dengan perlahan Naruto mulai melangkahkan langkah kecilnya, namun sebelum ia terlalu jauh, Lee datang menghadangnya.

"Jangan kesana Naruto!" Pekik Lee merentangkan keduatangannya.

SRREETT! BUAGH!

"LEEE!"

Satu pukulan telah sukses Naruto lancarkan pada wajah Lee, hingga ia terpental beberapa meter.

"Jangan, halangi aku" Desis Naruto pelan lalu melanjutkan perjalannya.

"Naruto!" Cegat semuanya bersamaan, namun dengan cepat pria berjubah hitam itu menghalanginya dengan diding segel berwarna hitam untuk mengurung mereka.

"NARUTO! JANGAN IKUTI PRIA ITU! NARUTO!" Teriak Hinata sambil mengetuk-ngetuk dinding penghalang itu.

Namun Naruto tidak menghiraukan teriakan Hinata maupun triakan dari teman-temannya, teriakan yang melarangnya mendekati pria berjubah hitam itu. Yang terpenting baginya hanyalah, gulungan hitam ditangan pria itu. Tidak disangka ia tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mendapatkan gulungan itu, ternyata ada yang bersukarela memberikannya, sungguh tak terduga.

"Higaru no ikite!"

CRING!

Sebuah simbol telah terpasang didahi Naruto, menjadikan mata hitamnya bertambah kelam.

Sekarang Naruto dengan tajam menatap teman-temannya yang sedang terkurung dalam jurus pengekang itu. Sungguh tidak pernah ia pikirkan kalau kegelapan itu menyenangkan.

"Naruto! Kembali! Jangan terpengaruh oleh kekuatan itu" Teriak Sasuke sekencang-kencangnya.

"Percuma, kalian tak akan bisa membuatnya kembali. Naruto dengan sadar telah memilih kekuatan kegelapan ini, dibanding kalian yang tidak berguna sama sekali" Cibir pria berjubah hitam itu dengan sinis. "Jadi, ucapkanlah selamat tinggal pada mereka, Naruto" Tambahnya kemudian membalikan badannya.

"Selamat tinggal kawan"

PUFH!

Naruto sudah menghilang dengan jutsu api yang melahap tubuhnya bersama pria itu.

'Naruto, kenapa kau jadi seperti ini' Benak Hinata dengan getir, menatap pria yang paling ia cintai telah termakan oleh kegelapan, kegelapan yang sangat dalam

TOBE CONTINUE


WAYAH! Chap 4 selesai dengan sukses mendapat omelan ortu karena nggak belajar! Tapi yang penting ini chap udah kelar, jadi mohon riviewnya! Semangat juga untuk yang sedang ujian! Jangan lupa belajar! Tidak seperti author gila ini yang kerjanya browsing mulu! *Dilarang meniru adegan ini*