cast : Kwon Soonyoung
Lee Jihoon
Seventeen member's
Rated : T
Length : Chaptered
Warning : BL. OOC se OOC nya. Typo(s). Alur kecepatan. Sekali lagi OOC.
.
.
.
"Kau..." geram Soonyoung saat melihat namja dihadapannya. "Lama tak bertemu Soonyoung-ie" sapa Seungcheol seakan tak peduli dengan geraman yang dihadiahi oleh Soonyoung.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Soonyoung pada namja dihadapannya. "Meminjam buku mungkin? Atau untuk menemuimu? Kurasa keduanya benar" jawab Seungcheol. "Untuk apa kau mencariku p.e.n.g.h.i.a.n.a.t? Setauku kita sudah tidak ada urusan" desis Soonyoung sambil menatap Seungcheol tajam. Belum sempat Seungcheol menjawab pertanyaan Soonyoung, Jihoon kembali ke tempat mereka sambil berujar "Yoong-ie! Aku akan ke kelas apa kau akan tetap tinggal di perpus?" tanya Jihoon saat sudah berdiri didekat dua namja yang tengah bersitegang tanpa menyadari aura yang dikeluarkan oleh dua namja itu adalah aura yang sangat membunuh. "Aku akan ke kelas bersama mu Hoon. Dan sunbae aku duluan ya" ucap Soonyoung sambil berlalu dari hadapan Seungcheol dan menarik tangan Jihoon untuk menjauhinya.
.
.
"Jihoon-ie kau mencari bahan untuk tugas Cho seonsangmin? Kenapa tidak mengajakku?" tanya Wonwoo sambil melihat judul buku yang dibawa Jihoon dan Soonyoung. "Mian Wonwoo-ya, tadi kau sedang makan" jawab Jihoon dengan nada menyesal. Wonwoo melirik Soonyoung yang berada di belakang Jihoon, Soonyoung hanya tersenyum dan mengangguk kecil bertanda bahwa apa yang dikatakan Jihoon benar. "Arraseo, tapi jangan ulangi lagi ne?" tanya Wonwoo seperti bukan pertanyaan tapi pernyataan. "Ne!" jawab Jihoon dengan senyum manisnya.
.
.
"Wonwoo-ya, apa kita jadi mengerjakan tugas di rumahku?" tanya Jihoon sambil memasuki semua alat tulis dan bukunya kedalam tas. "Ne" jawab Wonwoo melirik sekilas lalu kembali sibuk memasuki alat tulis dan bukunya kedalam tas. "Soonyoung-ie beritahu Jeonghan hyung kalau kita akan ke rumah Jihoon untuk mengerjakan tugas" perintah Wonwoo pada Soonyoung. Soonyoung mengangguk kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jeonghan.
.
.
Saat Jihoon, Wonwoo, dan Soonyoung menunggu bus yang akan mengantar mereka menuju rumah Jihoon sebuah mobil Lamborghini Veneno Roadster berwarna merah berhenti tepat ditempat yang seharusnya menjadi tempat pemberhentian bus. "Jihoon-ie, apa kau akan pulang?" tanya namja yang mengendarai mobil Lamborghini itu dengan senyum manis yang bisa melelehkan hati siapa saja. Tapi berbeda dengan Soonyoung, bahkan tanpa melihat si pengendara Soonyoung tau bahwa namja itu termasuk namja yang berbahaya. "Ne Jisoo hyung" jawab Jihoon sambil membungkuk kan badannya untuk melihat si pengendara yang ternyata bernama Jisoo.
"Kalau begitu aku antar saja, bagaimana?" tawar Jisoo. Saat Jihoon akan menjawab ajakan Jisoo, Soonyoung lebih dulu angkat bicara "Tidak! Kami tidak perlu tumpangan". Hal itu sontak membuat Jihoon menatap Soonyoung, tentu saja yang ditawarikan Jihoon tapi kenapa Soonyoung yang menjawabnya. Masih menahan sedikit amarah yang disebabkan Soonyoung Jihoon kembali bersuara "Mian hyung lain kali saja, hari ini kami naik bus saja. Hyung bus nya sudah dekat sebaiknya kau segera pergi hyung, kalau tidak dimana busnya akan berhenti" ucap Jihoon sambil melirik bus yang semakin mendekati tempat mereka. "Arraseo, annyeong Jihoon-ie" ucap Jisoo sebelum pergi meninggalkan ke tiga namja yang ia jumpai tadi.
Tepat setelah Jisoo pergi dengan mobil mewahnya bus yang akan mengantarkan mereka ke rumah Jihoon sampai ditempat pemberhentiannya. "Kajja!" ajak Jihoon sambil menaiki bus.
.
"Soonyoung-ie kenapa kau berbicara seperti itu pada Jisoo hyung?" tanya Jihoon saat mereka sudah menduduki bangku penumpang dibagian paling belakang dengan posisi Wonwoo diantara Jihoon dan Soonyoung. "Karna kita memang tidak membutuhkan tumpangannya Hoon" jawab Soonyoung acuh tidak sadar dengan tatapan membunuh yang Jihoon layangkan padanya. "Tapi tetap saja, kau tidak bisa menolak tawaran orang seperti itu Soonyoung. Itu namanya tidak sopan!" balas Jihoon dengan nada jengkel. "Dia itu vampire nama ada masalah dengan sopan santun" sahut Soonyoung dengan volume suara yang sangat kecil bahkan Wonwoo yang disebelahnya saja tidak dapat mendengarnya. Wonwoo hanya menghela napas menyesali posisi duduk yang ia pilih.
.
.
Jihoon, Wonwoo dan Soonyoung perlu berjalan 100 m dari pemberhentian bus untuk menuju rumah Jihoon. Tidak butuh waktu lama ketiga namja tampan itu telah sampai dirumah yang tidak bisa dikatakan sederhana. Karna bagaimana pun rumah dengan 2 tingkat ini termasuk rumah mewah dengan ukiran elegan yang terdapat pada pintu utamanya.
"Silahkan masuk" ucap Jihoon kepada dua temanya. Saat menginjakkan kaki ke rumah Jihoon Soonyoung sempat terdiam sejenak. Memastikan penciumanya tidak bermasalah, karna dia baru saja mencium bau vampire di kediaman keluarga Lee ini, tidak hanya satu orang tapi ada tiga orang. Dan salah satu dari ketiga vampire itu sangat familiar bagi Soonyoung.
'Apa Jihoon seorang vampire? Tapi bau darahnya murni darah manusia. Atau Jihoon punya saudara Vampire?' terka Soonyoung.
"Soonyoung-ie apa kau hanya akan berdiri disana?" tanya Wonwoo saat melihat saudaranya bergeming. "Ah, ne..ani" jawab Soonyong sedikit kebingungan.
"Jihoon-ie kau sudah pulang" sapa seorang yeoja paruh baya sambil menghampiri Jihoon kemudian memberi sekilas pelukan. "Ne eomma aku akan mengerjakan tugas dikamar bisa eomma siapkan kami cemilan?" tanya Jihoon. "Tentu, masuklah nanti eomma yang akan antarkan" jawab eomma Jihoon atau sebut saja Nyonya Lee. Jihoon hanya mengangguk dan berguman lalu mengajak Wonwoo dan Soonyoung untuk ke kamarnya. Nyonya Lee dan Soonyoung saling bertatapan untuk beberapa saat sampai akhirnya Soonyoung memutus kontak mata mereka dan berjalan mengikuti Jihoon
Saat Jihoon, Wonwoo, dan Soonyoung telah meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamar Jihoon seorang pemuda tampan dari arah taman belakang rumah Jihoon menghampiri Nyonya Lee. "Eomma aku mencium bau vampire. Apa teman eomma kemari?" tanya namja dengan tinggi di atas rata-rata itu. "Ani, teman eomma tidak kesini. Itu bau dari temannya Jihoon Mingyu-ya" jawab nyonya Lee sambil membalik badannya menghadap namja yang bernama Mingyu itu.
.
"Jihoon-ie apa boleh aku bertanya?" tanya Soonyoung saat mereka sedang mengerjakan tugas. "Tanya saja Young" jawab Jihoon tanpa menoleh kearah Soonyong. "Apa itu eomma mu? Maksudku eomma kandung mu?" tanya Soonyong. Jihoon mendongakkan kepalanya lalu menatap Soonyoung dan menggelang "Ani, dia bukan eomma kandungku. Appa menikah lagi 4 tahun setelah eommaku meninggal" jawab Jihoon santai seakan tidak peduli jika yang dibahas saat ini adalah masalah pribadinya. Wonwoo yang mendengar pertanyaan Soonyoung dan jawaban Jihoon hanya diam, ia tak mengerti kenapa Jihoon mudah sekali memberitahukan rahasianya kepada Soonyoung karna Jihoon bukan tipikal orang yang terbuka bahkan Jihoon adalah tipikal orang yang sangat tertutup.
"Pantas saja..." ucap Soonyoung terhenti karna Jihoon dan Wonwoo menatapnya. "Pantas saja apa?" tanya Jihoon sedikit mendesak. "Pantas saja...kalian tidak mirip" jawab Soonyoung dengan cengiran menghiasi wajah tampannya. "Tapi banyak yang bilang kalau aku dan eomma sangat mirip, walaupun dia bukan eomma kandungku" kata Jihoon dengan nada heran. "Kalian tidak mirip sama sekali, dan jangan dengar kata orang lain yang mengatakan kalian mirip. Cukup dengar apa yang aku katakan Jihoon-ie" ungkap Soonyoung dengan nada lembut dan mata yang menatap intens kedalam netra Jihoon. Jihoon hanya diam tapi tak bisa dipungkiri dihatinya yang paling dalam ia sangat senang, karna Soonyoung menenangkan hatinya. Jujur Jihoon sangat tidak suka saat orang-orang mengatakannya mirip dengan eomma tirinya, karna dia hanya ingin mendengar bahwa ia sangat mirip dengan eomma kandungnya.
.
.
Pukul sudah menunjukkan pukul 19.00 KST saat nyonya Lee memanggil Jihoon untuk mengajak teman-temannya makan malam.
Suasana di meja makan keluarga Lee sangat hening, semuanya terfokus pada sajian yang disiapkan oleh nyonya Lee. Dan benar saja semuanya makan makanan manusia tak terkecuali 3 vampire penghuni kediaman Lee dan Soonyoung.
Soonyoung senang penciumannya masih baik, bau vampire yang tak asing baginya ternyata bau vampire dari temannya 'Mingyu'.
Sebenarnya tidak bisa dikatakan teman karna mereka hanya bertemu sekali saat Mingyu baru menjadi vampire dan saat itu dia terlihat sangat sulit mengatasi nafsunya. Dan dengan baik hatinya Soonyoung yang melihat kejadian itu membantu Mingyu dalam menangani nafsu untuk tidak menggigit manusia sembarangan dengan cara meminum darah hewan.
Mingyu juga mengingat Soonyoung karna saat mereka tak sengaja saling bertatapan Mingyu tersenyum kearah Soonyoung, senyumnya sangat lebar hingga menunjukkan gigi taringnya yang sangat jelas walaupun ia tidak dalam tahap akan menggigit mangsanya.
.
.
Setelah selesai makan malam Jihoon, Wonwoo dan Soonyoung kembali ke kamar Jihoon untuk melanjutkan tugas mereka.
Setalah 1 jam berkutat dengan tugas, ke 3 namja yang berada di kamar Jihoon menghela nafas lega karna akhirnya tugas dari Cho seonsangmin selesai mereka kerjakan.
Wonwoo dan Soonyoung pamit pulang pada Jihoon dan Nyonya Lee. Saat mereka akan melangkahkan kaki keluar dari kediaman Lee itu tiba-tiba terdengar suara Mingyu yang menghentian mereka. "Sekarang sudah malam, bukankah lebih baik kau menginap hyung?" tanya Mingyu menatap Soonyoung dan Wonwoo bergiliran. "Tidak perlu, tapi terima kasih atas tawaranmu...?" ucap Wonwoo terhenti. "Mingyu, Kim Mingyu" kata Mingyu. Wonwoo mengangguk kembali berujar "Terimakasih atas tawaranmu Mingyu-ssi" ucap Wonwoo masih dengan wajah datarnya.
"Kalau begitu kami pulang dulu ajumma, Jihoon-ie, Mingyu-ya" ucap Soonyoung sebelum meninggalkan kediaman Lee dengan Wonwoo yang mengikutinya.
.
.
Sesampai Wonwoo dan Soonyoung di rumah megah mereka, Wonwoo buka suara. "Soonyong-ie kau kenal dengan saudara Jihoon?" tanya Wonwoo. Sebenarnya ia ingin menanyakan ini dari tadi hanya saja dia belum menemukan waktu yang tepat untuk menanyakannya saat di rumah Jihoon.
"Hmm, aku mengenalnya. Kami pernah bertemu dulu" jawab Soonyoung sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga. "Kenapa memangnya?" tanya Soonyoung saat mendapati raut wajah Wonwoo yang berkerut. "Aku tidak suka berada didekatnya. Dia menatapku seakan dia akan memakanku detik itu juga" ungkap Wonwoo sambil berjalan menuju sofa disebelah Soonyoung.
Soonyoung yang mendengar perkataan Wonwoo terdiam. 'Apa Mingyu menyukai bau darah Wonwoo? Jika dugaanku benar Wonwoo harus jauh-jauh dari Mingyu' pikiran Soonyoung melayang memikirkan cara agar Mingyu tidak dekat-dekat dengan Wonwoo karna bagaimanapun Mingyu temannya dan Wonwoo saudaranya.
.
.
.
TBC
Maaf atas cerita yang kurang memuaskan T.T
Otak Soji lagi mampet (?)
Kyaaaa ^.^ udah pada lihat MV uri Sebong yang Boom Boom? Soji nggak kuat liatnya (melting)
.
RnR please ^.^
Thanks ^^
