Sepanjang Jalan Kenangan
Chapter 4
A Persona3 Fanfiction by Schia Kepanasan
Disclaimer : I wish it was mine to mess with...Ahaha
Warning : Apalagi kalo bukan shounen ai??
A/N : Pinginnya sih humor yah...
--
6 Mei 2009, Gekkoukan High School
"Jadi anak2, sebetulnya yah, kopi itu asalnya dari bahasa Arab", jelas Toriumi-sensei di depan, "Lalu...blah blah blah"
Ryoji yang merasa bosan menghela nafas. 'boseeeennnn...'. Dia celingak-celinguk cari mangsa untuk dikerjain –saking bosennya. Matanya menangkap sosok Minato yang sedang tertidur pulas. 'Lha elah ini anak...bisa-bisanya tidur yah...', Ryoji yang cengok ngeliat temennya yang biasanya sok cool ini cuma bisa bertanya-tanya dalam hati gimana cara belajar Minato sampe bisa jadi juara kelas. Padahal kerjaannya tidur mulu. Nyontek? Jelas ga mungkin...Kenapa?Ya Minato gitu loh... (A/N : Pembelaan penulis terhadap Minato kalo sebenernya Minato itu anak bae2. )
'hehe...',muncul ide gila di otak Ryoji. Dia nyobek kertas dari buku tulisnya dan menggulung2 kertas sampe jadi gumpalan2 kecil. 'Gue kerjain ah...'. Ryoji lalu bersiap2 ngelempar itu kertas ke arah Minato yang tidur pules. Tapi, begitu liat wajah Minato yang tertidur, tangan Ryoji berhenti secara otomatis. Dia lalu melihat wajah Minato lebih teliti lagi.
'cantik...', Ryoji pun dengan sukses bengong & terbius sama pesona Minato. Dia bengong selama beberapa detik mengagumi keagungan makhluk Tuhan di hadapannya itu. Sialnya lagi, waktu dia bengong gitu, Toriumi-sensei ngeliat dia.
"Ehem.", Toriumi-sensei batuk. Bukan, dia bukannya keselek biji kacang. "Mochizuki-kun! Dari mana asal kopi sebetulnya?"
Ryoji masih bengong merhatiin Minato...
"Mochizuki-kun!", bentak Toriumi-sensei.
Ryoji yang kaget langsung berdiri dan berteriak, "Eh, I-Iya sensei! Mochizuki Ryoji hadir!"
Dan sekelas ngakak...
--
Sepulang sekolah
"Oy Minato!", seru Junpei sambil menghampiri Minato, "Pulang bareng?"
"Sori. Gue udah ada janji makan sama Ryoji-kun", kata Minato sambil lalu.
"Eh gitu?", Junpei lalu dengan ceria merangkul pundak Minato, "Gue ikutan yah? Kan kita satu asrama."
"Terus kenapa emangnya kalo seasrama?", tanya Minato dengan wajah cool.
Junpei garuk2 jenggot kambingnya, "Er...yah ga ada apa2 sih...", lalu dengan riangnya dia melanjutkan, "Ga papa kan gue ikut?"
Minato menghela nafas dan menyingkirkan tangan Junpei, "Sori tapi ga bisa.", dia lalu menunduk dan wajahnya agak memerah, "Urusannya agak...pribadi."
Doenggg...Junpei kaget. 'Minato...nolak ajakan gue gara2 pergi sama Ryoji...Mukanya merah...Katanya urusannya pribadi...', Junpei memucat, 'Maksudnya apa nieh?!'
"Pri...Pribadi?", tanya Junpei sambil takut2.
"Eh...iya...pribadi...", kata Minato malu2."Eh udah dulu yah. Tuh Ryoji udah siap.", Dengan itu dia pergi meninggalkan Junpei yang masih mematung. Ia lalu menghampiri Ryoji.
Junpei, yang masih mematung di pojokan kelas makin pucet aja ngeliat gimana akrabnya Ryoji & Minato. Dia tiba2 jatoh ke atas lantai. Kepalanya menengok ke atas dengan mata berkaca2.
"Minato-kun...sama Ryoji...", Junpei mulai ngomong pelan, "Pergi berduaan...Urusannya pribadi...", Junpei mulai nangis, "Kayaknya di dalem gedung ujan nieh...", dia lalu diem bentar. Sedetik kemudian dia teriak, "TIDAAAAAKKK...!!Kembalilah Minatoooo...!!Gue rela koq diduain sama Ryoji, asal lo ga ninggalin gue...!! Kam bek, mai haniiiii...!!"
Dan Junpei mewek aja gitu di tengah2 kelas. Anak2 sekelas yang ngeliatin dia pada merinding semua. Kalo Minato yang nangis sih gapapa, cantik. Kalo Junpei yang nangis? Berasa ada Baby Huey gagal operasi lagi nangis. Beberapa anak pergi ke UKS buat manggil dokter Edogawa...
--
Port Island Mall
"Jadi...", tanya Minato pelan sambil ngeluarin Ipodnya. "Kenapa kita ke mall?"
"Lha...Bukannya tadi kita mau makan?", kata Ryoji enteng. Mereka berdua kini menyusuri toko2 di Port Island Mall. Ryoji lalu berhenti di depan toko es krim, "Beli es krim yuk. Kayanya enak."
Minato menghela nafas, "Kalo mau makan, bukannya lebih enak di Iwatodai Strip Mall yah? Lebih banyak pilihan..."
Ryoji cuma tersenyum riang, "Habisnya di sini tempatnya kan lebih enak."
Minato lalu melihat sekelilingnya. Di mana-mana cowok dan cewek berpasang-pasangan. Ia lalu ngeliat sepasang cewek dan cowok lagi ciuman. Spontan Minato memalingkan wajahnya yang merah. 'Ini bukannya tempat buat orang yang lagi pacaran yah??'
Sementara Minato masih sibuk sendiri ngeliatin area mall, Ryoji dengan cerianya mesen es krim, "Yang cokelat satu ya mbak.", katanya pada mbak2 penjual es krim. Ia lalu menengok ke arah Minato, "Lo mau rasa apa?"
Minato tampak berpikir, "Vanila?"
"Sama vanila satu ya mbak."
Mereka berdua pun lalu berjalan menyusuri mall sambil memakan es krim dengan cerianya. Mereka juga mengobrol seru. Kebanyakan sih Ryoji yang ngomong & Minato cuma angguk2 geleng2 aja.
Tiba2, Minato berkata, "Lo inget gak? Waktu kecil kita sering makan es krim di sini loh. Tapi sayang, toko es krim yang dulu itu udah ga ada.", Minato lalu menunjuk ke sebuah toko bunga, "Sekarang jadinya toko bunga."
Ryoji mengangguk, "Ohh...gitu..."
"Inget?", tanya Minato penuh harapan. Tapi Ryoji cuma menggeleng sambil tersenyum sedih. Minato pun kembali diam dan mereka terus berjalan sampai akhirnya duduk di bangku dekat toko bunga itu.
Tiba2, mereka mendengar suara orang yang mereka dengar.
"Aki sayang, buka dong mulutnya.", terdengar suara yang mirip om2 senang.
"Aaaaammm...", terdengar lagi suara seorang cowok.
Merinding, Minato & Ryoji nengok ke belakang mereka dan beneran aja...Ada Akihiko sama Shinjiro yang lagi suap2an es krim di belakang mereka.
"Senpai!", kata Minato kaget. Ampun deh senpai dua ini...Ga punya urat malu bener dah.
Kedua cowok yang tadinya asyik bermesra2an ria itu lalu menoleh ke arah mereka.
"Yo, Minato-kun, Ryoji-kun.", kata Akihiko. Ia lalu ngeliatin es krim di tangan mereka., "Lagi ngapain di sini?"
"? Ya lagi makan es krim lah...", kata Minato dengan polos dan bego nya.
"He...", kata Akihiko singkat. Tiba2, Shinjiro megang dagu Akihiko.
"Aki...", kata Shinjiro dengan nada horny sambil nyosor2. Minato & Ryoji cengok.
"Shi...Shinji...Jangan di sini ah...", kata Aki malu2 dengan muka merah sok uke gitu.
Shinji lalu berdiri dan menarik Aki, "Ya udah kalo gitu ayo buruan cabut."
"Shi-Shinji, mo kemana?!", tanya Aki panik. Ryoji yang terlalu asyik ngeliat opera sabun live itu ga sadar kalo dia megang es krimnya miring.
"Balik ke asrama!", jawab Shinji singkat.
Aki Cuma bisa ngikutin dengan muka malu2 sambil bergumam, "dasar ga sabaran..."
Minato & Ryoji tetep cengok sementara Shinji & Aki mulai menghilang dari pandangan. Tiba2 aja...
Cpluk!
Yak. Es krim Ryoji yang udah miring dari tadi itu jatoh aja ke atas paha Minato.
"Oh My God!", Ryoji mangap, Minato diem saking kagetnya, "Waduh! Sori, sori, Minato-kun!! Biar gue bersihin!"
"Eh, udah gapapa! Ga usah repot2!", kata Minato waktu Ryoji ngeluarin sapu tangannya.
"Udahlah. Gue musti bertanggung jawab!", Ryoji lalu mengelap bekas es krim di paha Minato. Dan saudara2, tahukah anda kalau Minato itu orangnya sensitif? Sekarang dia sedang menggigit bibir dengan muka merah. Ryoji yang ga sadar teteup aja ngelap paha Minato dengan santainya.
"Ryo-Ryoji-kun...", kata Minato pelan sambil menghentikan Ryoji, "Geli!"
Ryoji lalu berhenti. Dia gantian ngeliat muka merah Minato. Lalu ngeliat tangannya yang lagi bersihin paha Minato. Kontan dia narik tangannya. Mukanya ikutan merah. "So-sori!" Dia memasukkan sapu tangannya ke celananya.
"Eng...Enggak apa2", kata Minato dengan muka merah yang ditutup2in.
Mereka lalu diem...diem...dan diem...krik krik krik...Salting gitu deh ceritanya. Tiba2 Ryoji ngeliat jam tangannya.
"Udah jam segini. Balik yuk.", katanya. Minato cuma mengangguk.
--
Dormitory
Minato & Ryoji membuka pintu asrama dan masuk ke ruang tamu. Mereka lagi2 dikejutkan dengan sesuatu. Bukan2. Shinji & Aki enggak french kissan lagi koq. Sebaliknya, mereka malah ga ada di ruang tamu. Mereka ngeliat semua penghuni asrama sedang ngumpul tumplek jadi satu di ruang tamu. Ken, Koromaru, sama Aigis lagi di depan TV nonton 'Azizah' (A/N : iya gue tauk seleranya enggak banged.), Mitsuru lagi ngopi, Yukari lagi maen hape, Fuuka ngetik2 di laptop. Sedangkan Junpei lagi mondar-mandir dengan muka merah.
"Lha?Ada apaan nih, koq tumben pada ngumpul semua begini?", tanya Minato kaget.
Fuuka lalu menjawab sambil ketawa2 kecil, "Mendingan kalian jangan naek ke lantai atas dulu deh...Lagi ada 'siaran langsung'.Hehehe"
"Siaran langsung?", tanya Minato polos. Ryoji di sebelahnya geleng2 kepala dengan tampang ngerti.
Junpei yang dari tadi mondar-mandir tiba2 berhenti ngeliat Minato & Ryoji yang masuk barengan dengan muka merah. Matanya membelalak waktu ngeliat celana Minato basah di bagian pahanya. Junpei langsung nyamber tangan Minato & narik dia ke pojok.
"Apaan sih, Junpei?! Lepasin ah!", kata Minato gerah.
Junpei menelan ludah, "Muka lo kok merah?"
Ditanya gitu, Minato malah makin jadi aja merahnya, "Eh? Me-Merah? Eng...Enggak koq! Siapa yang mukanya merah?! Perasaan lo aja kali! Makanya jangan kebanyakan makan coki-coki! Mabok kan lo jadinya!", err...
Junpei lalu menengok ke arah Ryoji. Yang merhatiin mereka dengan muka merah juga. 'Oh no...', batin Junpei. Dia lalu ngeliat celana Minato yang basah. "Emang tadi ada apaan?!"
Minato langsung kaget & gelagapan, "Ga ada apa-apa koq! Be,bener! Suer!"
"Terus lo ko celananya basah?"
"Eh?Basah ya?Aduh er, itu...Itu...Dipipisin anjing. Iya! Tadi gue abis dipipisin anjing.", Dodol. Mana ada anjing bisa pipis ampe kena paha gitu. Dasar uke polos kaga bakat ngeboong.
"Hah?!Dipipisin anjing?", tanya Junpei bingung.
"Ada masalah?", tiba2 aja Ryoji nongol dari belakang Junpei. Dan, teng! Muka Minato langsung jadi kaya gurita bakar. Merah mateng. Kalo dibayangin, mungkin bakal ada asap2 keluar dari kepalanya tuh.
"Engga ada apa2 koq!", kata Minato menghindari mata Ryoji.
Junpei yang nyium gelagat aneh antara uke impiannya sama Ryoji langsung panik.'Ada apaan nih?! Koq dia jadi salting gini ngeliat Ryoji?!'
Minato lalu dengan muka cemberut imut melepas tangannya dari Junpei, "Udah ah Junpei! Lagak lo kaya cewek yang ngeinterogasi pacarnya aja! Najiz lo!"
Deenggg...Najiz lo! Najiz lo! Najiz lo! Kata2 itu terngiang di pikiran Junpei & memberi pukulan telak.
"Minato...Ngatain gue najis...", kata Junpei pelan pada dirinya sendiri, 'Mai hani, koq kamu gituuu??Abang khan cuma pingin tau keadaan kamu aja...Sungguh teganya dirimu, teganya,teganya,teganyaaaa...', Junpei mewek lagi.
Minato lalu dengan santainya naek ke atas tangga.
"Minato-san! Mau kemana?", tanya Ken.
"Ya mau ke kamar lah...", balas Minato bingung.
"Tapi kan di atas...papa...sama mama...er...", kata Ken terbata2.
"Papa sama mama? Ah udah ah ngaco! Gue capek. Mau tidur dulu.", Minato pun pergi ke lantai dua dengan cueknya.
"Shinjiro-san sama Sanada-san...", kata Ken pelan. Dia emang suka manggil Shinji dengan 'papa' dan Aki dengan 'mama'. Dia manggil kaya gitu karena disuruh oleh si pasangan umbar napsu itu. Kata mereka sih itung2 latian buat kalo punya anak nanti...Er...Rasanya ada yang salah...
Ga ada lima menit kemudian, Minato turun lagi. Kali ini dengan wajah 2 tingkat lebih merah. Ibaratnya gurita bakar, dia itu gurita yang abis dibakar, direbus, terus dijemur di matahari (oke, lebay...). Dan dengan terbata2 dia mengatakan,
"I...Itu...Di...Di atas...Akihiko-senpai...sama Shinjiro-senpai...Di atas meja...Itu...Euh...", kata Minato megap2 sambil nunjuk ke arah lantai dua.
Semua menghela nafas. "Kan tadi udah dibilangin kalo di atas lagi ada 'Opera Sabun Live' "
"Jadi opera sabun live itu maksudnya 'itu' ??", jerit Minato salting.
Semua ngangguk2. Dalam hati semua berpikir betapa polosnya Minato...
To Be Continued...
A/N : Gue minta maap sebesar2nya kalo chapter ini agak gaje ato mungkin garing...Gue lagi kehabisan ide nih gara2 tugas sekolah...(menjadi pelajar itu berat saudara2...). Mohon ide/kritik/saran/supportnya supaya gw bisa lebih maksimal lagi di chp brikutnya. Review plz. thx
