Chapter 4
Welcome to Konoha High School's Festival!
KRING…KRING…KRING… Suara weker Sakura pun berbunyi. Perlahan, Sakura bangun dan menguap sebentar. "Ugh… Sudah pagi…" kata Sakura masih ngantuk. Dia turun dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamarnya.
Tak lupa dia juga mengecek kalender. "Cepet banget sih... Hari ini hari pertama Festival Sekolah ya?" Sakura pun pergi ke kamar mandi, lalu mandi *tentu saja* dan berganti baju. Sedikit Sakura melirik cermin. "Rambutku memanjang ya…"
"Sakura, ayo sarapan!" seru ibunya Sakura dari dapur.
"Ya, ya, sabar…" Sakura pun turun sambil membawa tasnya.
"Hari ini hari festival ya?" tanya ibunya seraya menghidangkan sepiring roti isi coklat kepada Sakura.
"Yap."
"Kamu sudah bawa seragamnya? Sudah siap? Jangan berbuat aneh-aneh ya. Terus, kamu juga harus jaga kesehatan, dan…" kata ibunya namun terpotong oleh Sakura. "Aku tahu Ibu, dan sepertinya tidak perlu bertele-tele untuk memberi nasehat padaku."
"Ya sudah, mending kamu cepat sarapan atau kamu terlambat."
Selesai sarapan, Sakura pun berpamitan kepada ibunya. Kemudian dia pergi berjalan ke Konoha High School yang tidak jauh jaraknya dari rumah. Tak lama, dia sampai di sekolahnya itu. Sakura pun masuk ke dalam kelasnya, 1-B.
"Wah! Dekorasinya bagus sekali…" gumam Sakura melihat hasil kerja keras tim Dekorasi.
"Ohayou, Sakura!" sapa Hinata dari belakang, membuat Sakura sedikit terkejut.
"Ah… Hinata. Ohayou… Apa aku harus ganti baju sekarang?"
"Ya iyalah, Sakura. Pembukaan festival kan sebentar lagi?" kata Ino tiba-tiba menghampiri Sakura dan Hinata.
"Baiklah." Sakura pun bergegas ke ruang ganti, kemudian dia keluar dengan malu-malu. Pakaian yang ia jahit sendiri itu benar-benar pas dengan parasnya yang sebenarnya cantik, tapi ia anggap biasa saja…
"Wah… Cantik sekali, Sakura!" puji Hinata berbinar-binar tidak seperti biasanya.
Semua cowok di dalam ruangan itu langsung menatap Sakura yang telah berpakaian maid, termasuk si Uchiha itu, atau lebih gampangnya Sasuke. Pandangan matanya benar-benar terarah hanya pada cewek berambut pink itu.
"Hei, hei… Sasuke… Kau suka pada Sakura ya?" tanya Naruto dengan nada menggoda ke arah Sasuke seraya menepuk pundak Sasuke.
"Hn. Kau itu asal ngomong…" kata Sasuke dengan cuek mencoba untuk mengalihkan perhatian.
"Jangan alihkan pembicaraan deh, aku tahu kok~" Langsung saja, tonjokan pelan tertuju pada pipi Naruto sebelah kiri. Biarpun itu pelan, tapi rasanya seperti baru digigit semut merah. "Waddaaaaw! Nasibku jelek banget deh… Ditonjok mulu…"
Oke. Tak perlu basa-basi. Bel sekolah pun berbunyi, tanda pembukaan festival dimulai. Perlahan, para pengunjung mulai berdatangan ke SMA unggulan itu. Sementara itu, café milik kelas Sakura, belum buka karena masih persiapan. Sakura, Hinata dan Ino pergi untuk melihat-lihat.
"Penyambut para pengunjung adalah Konan-senpai. Dia cantik sekali ya…" kata Ino sambil melirik Konan yang menyambut para pengunjung yang datang.
"By the way, kita mau lihat apa dulu nih?" tanya Sakura yang tidak mau berbuat apa.
"Gimana kalau kita ngeliat galeri foto yang dibuat sama Klub Fotografi? Kudengar sih… Emm… Hari Festival juga merupakan hari dimana semua klub menunjukkan hasil karyanya, supaya para murid tertarik sama klub mereka…" jelas Hinata.
"Oke deh." Mereka bertiga pun pergi ke galeri foto, dan ternyata hasil potretannya mantap-mantap. Sakura berdecak kagum melihat foto-foto yang terpampang disana dan berharap seandainya dia bisa seperti itu. Sayangnya, mau apa dikata… Sakura tidak mengerti fotografi.
"Selanjutnya apa nih? Masih ada 30 menit lagi nih…" ujar Ino mulai bosan.
"Klub Drama?" usul Sakura.
"Hmm… Boleh juga." Mereka bertiga pun berjalan ke arah ruang teater, dan mendapati seorang guru berambut hitam tengah menceramahi para anggotanya.
"Nanti pas pertunjukkan, kalian harus menunjukkan kreatif! Kelembutan! Seni! Ekspresi!" ujar guru itu membuat Sakura, Ino dan Hinata cengok mendengarnya.
Sesaat, seorang guru berambut abu-abu melihat Sakura dan kawan-kawan. "Ah, ada pengunjung! Mari kita sambut, semuanya."
"Selamat datang! Ini hanyalah stand mengenai drama yang nanti kami tunjukkan, maaf kalau kurang menarik…" kata seorang gadis dengan pakaian seperti seorang putri.
"Tidak apa-apa, lagipula kelihatannya menarik kok." Ujar Sakura seraya tersenyum.
"Walah… Kostumnya banyak banget ya? Tapi kok pada usang sih… Terus kelihatannya anggotanya dikit banget?" tanya Ino yang agak menancap di hati para anggota dan guru yang ada di klub Drama.
"Ino! Jangan blak-blakan…" ucap Hinata menasehati Ino.
"Tidak apa-apa… Toh klub kami memang begitu kenyataannya. Karena drama sudah dianggap kuno, klub kami sudah hampir punah… Dan permasalahannya, apabila selesai festival anggotanya kurang dari 5 orang, klub ini harus tutup." Jelas guru berambut abu-abu itu sedih.
"Kasihan…" komentar Sakura simpatik.
"Ngomong-ngomong, nama saya Kabuto, guru Sastra kelas 3." Ternyata guru yang menjelaskan kebenaran klub Drama itu adalah Kabuto. Sementara itu, guru disebelahnya sudah sangat dikenal oleh tiga cewek itu… Orochimaru.
"Sakura, Ino, lihat! Kita harus bergegas ke kelas, waktunya mepet nih!" sambar Ino memecah keheningan.
"Oke, oke! Terima kasih, Kabuto-sensei, Orochimaru-sensei! Saya berharap saya bisa masuk klub ini!" Seruan Sakura itu membuat Kabuto luluh. Jarang ada murid yang bisa berkata-kata seperti Sakura itu.
Bisnis kelas 1-B pun dimulai. Banyak pengunjung yang mengunjungi café milik kelas 1-B itu, dan semua bekerja dengan keras. Murid-murid di tim Periklanan bertugas untuk membagikan selebaran, sementara yang dekorasi menjadi penyambut di café.
Sakura menjadi maid yang paling difavoritkan di café itu. "Emmm… Mau pesan apa?" tanya Sakura gugup. Meski dia sudah mulai terbiasa dengan atmosfir Konoha High School, tapi dia selalu gugup terkadang.
Sasuke – sang butler yang juga paling difavoritkan itu memandang Sakura dari jauh. Apa yang diperhatikannya itu tidak jelas. Bisa saja… badannya yang slim itu, atau mungkin paras Sakura yang sebenarnya cantik, bahkan bisa jadi pakaian maid-nya itu.
"Sasuke. Kau tidak demam. Ingat itu." Kata Sasuke kepada dirinya sendiri.
Sementara itu, Hinata dengan sibuknya memasak di dapur. Mendadak tangannya terciprat minyak yang masih panas. "Aduh!" keluh Hinata. Untunglah, Naruto datang.
"Hinata? Kenapa? Ada apa?" tanya Naruto khawatir. Dengan cepat, Naruto meraih tangan Hinata. "Wah… Kamu terciprat minyak? Sekarang, matikan kompornya, lebih baik kita ke UKS…"
Wajah Hinata memerah sekejap. "Ah- tidak usah! Aku baik-baik saja!" kata Hinata malu.
"Tidak apa-apa, lagipula kamu kan yang paling banyak memasak. Tidak baik kalau koki utamanya terluka…"
Sekali lagi, wajah Hinata memerah dan kali ini benar-benar seperti sebuah tomat…
Tak terasa, waktu pun begitu berlalu *argh kebiasaan jelek, time skip yg sangat cepat T^T*. Hinata sudah kembali dari UKS, sementara itu semua murid sekarang bisa beristirahat. Tapi, masih ada dua hari lagi. Hari pemilihan atraksi terbaik juga di hari terakhir.
Namun yang paling ditunggu-tunggu adalah… King and Queen of Festival! Sebuah acara dimana para pekerja, err lebih tepatnya murid yang bekerja paling terbaik akan dinominasikan mulai dari hari pertama. Yang berhasil mendapat gelarnya tahun lalu adalah Konan dan Pein.
"Semuanya! KABAR BAIK!" seru Tenten berlari dari ruang OSIS. "Dua orang dari kelas kita dinominasi di King and Queen of Festival!"
"Siapa? Siapa? Apakah aku dan Sasuke?" tanya Karin dengan lebaynya. *lebay mode on* Sasuke hanya bisa mendesah.
"Bukan! Tapi Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke!" Sakura, reaksinya adalah : shock, tak menyangka, ga pede, malu. Reaksi si calon King – Sasuke : biasa aja, cuek, pas SMP ada acara yang mirip dan ternominasi 3 kali, seneng seneng aja.
"Kok bisa? Sasuke kenapa harus sama Haruno…?"
"Lebay banget sih kamu, Karin? Bukannya cocok ya?" ujar Chouji sambil mengunyah keripik kentang yang biasa ia makan.
"Sudahlah! Sebaiknya kita mendukung mereka berdua, martabat kelas kita jadi makin tinggi kan?" kata Shikamaru dengan malas.
"Baiklah~ Kita akan meningkatkan kualitas café kita agar banyak yang milih Sakura dan Sasuke!" seru Ino bersemangat.
Sakura, yang tak pernah merasakan rasanya dinominasikan seperti ini, tentu saja kaget dan tak menyangka. Namun, ini adalah kesempatan untuk bersinar! Untuk menunjukkan jati diri yang sebenarnya… Jadi, mau tak mau harus!
Sasuke, yang sudah terbiasa merasakannya, tentu saja biasa saja namun keliatannya lebih senang karena dinominasikan bersama Sakura. Apakah sesuatu mulai terjadi?
"Ermm… Mari berusaha, Sasuke…" kata Sakura pelan.
"Baiklah." Balas Sasuke dengan cuek *slalu*
To be Continued
Yo! Updetan terbaru dan skrg lebih cepet kan? Ahahahaha, udah mulai tertuang banyak ide nih! Buat yang nungguin AL (apartment love), masih harus bersabar karna belum terupdate, justru yang sedang marak-maraknya updet adalah fic satu ini~
Ini udah dicoba untuk panjangin, tapi apa mau dikata, kebiasaan buruk time skip kecepetan, terus ide mentok mulu, ini jadi halangan buat menambah panjangnya halaman, tapi ini udah sedikit lebih panjang dari yang sebelumnya.
Saya berharap ceritanya bakal lebih panjang ke depan dan bertele-telenya berkurang (ahaha). Thanks for reading, after all…
Kalau merasa senang atau apa, please review… I need some XD
Tunggu chapter selanjutnya, dimana acara King and Queen of Festival berjalan… Keributan apa yang terjadi nanti?
