Title : Forever With You

Cast : Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, Ryeowok and Other

Genre : Sweet, Romance, Conflict

Rate : T

Warning: BoyLove, typo, gaje, alur kecepetan, dan sederet kekurangan lainnya yang terdapat di ff ini.
.

.

.

"Aish… kenapa kursinya terisi semua~ aku pegal ingin duduk" Menggerutu, itulah aktivitas yang sedang Yesung lakukan sekarang.

"Jika pegal kenapa tidak duduk saja? Kenapa malah menggerutu? Dasar aneh"

"Bagaimana aku bisa duduk jika kursinya penuh semua…"

"Disini…Duduklah…" Dengan sengaja Kyuhyun menarik pinggang Yesung, membuat Ia langsung terduduk di pangkuannya.

"Yak… kau… apa yang lakukan" Dengan terkejut Yesung berusaha bangkit kembali, namun apa daya tangan kekar Kyuhyun berhasil mengunci tubuhnya, membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.

"Diamlah~ penumpang lain yang sedang tidur akan terganggu karna teriakan mu"

Yesung menglihat ke sekeliling, memang benar kebanyakan penumpang bus itu tertidur dengan lelap, mungkin karna perjalanan yang jauh dan itu membuat mereka merasa lelah dan tertidur.

"Hum.. Apakah perjalanan ke rumah mu masih lama?"

"Ya.."

Glup… ok baiklah sepertinya Ia harus bertahan sedikit lama dengan posisi yang err sangat canggung ini menurutnya.

.

.

.

Bus itu akhirnya berhenti, menurunkan semua penumpang ke tempat tujuannya.

"Huh akhirnya sampai juga… " Dengan riang Yesung merentangkan kedua tangannya ke atas, cukup pegal juga tadi berada di posisi seperti itu cukup lama.

"Siapa bilang sudah sampai?" Kyuhyun berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Yesung yang masih sibuk menghirup udara segar pedesaan.

"Yak apa maksud mu?" Berlari kecil, Yesung menghampiri Kyuhyun.

"Kita masih harus berjalan kaki"

"Mwo? Hey sebenarnya rumah mu ada di mana? Kutub utara? Kenapa perjalananya sangat jauh sekali"

"Berhenti mengomel~ bukankah kau yang ingin ikut ke sini?"

"Memang benar sih~ tapi ya setidaknya... ya Kyuhyun tunggu aku…" Yesung sedikit berlari mengejar Kyuhyun yang kembali meninggalkan nya.

"Aish setelah berhenti jadi driver ku kau tambah menyebalkan Kyuhyun" Yesung mempoutkan bibirnya seraya menatap sinis Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh geli~ perilaku Yesung benar-benar membuatnya terhibur.

.

.

.

Tok… tok…

"Eomma… Ini aku pulang…"
Kyuhyun mengetuk pintu rumahnya, menunggu sang ibu membukakan pintu untuknya.

"Oh omo… anak ku~ kau sudah pulang nak" Dengan perasaan senang Ibu Kyuhyun memeluk anak kesayangannya.

"Ah ne eomma aku kesini bersama temanku"

"Oh benarkah~ Mianhae eomma tadi tidak melihatmu… mari masuk"

"Ne" Yesung tersenyum dan membungkuk kan sedikit badannya.

Rumah yang begitu kecil terletak di samping hutan, dan tak ada banyak rumah di sini, Kyuhyun benar-benar berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Fikir Yesung saat melihat sekeliling rumah Kyuhyun.

"Kau tak akan mengganti bajumu?"

"Apa?" Yesung tersadar dari acara melamunnya.

"Kau masih memakai seragam sekolah, kalau mau aku bisa memijamkan mu baju"

"Ya apa yang kau bicarakan Kyuhyun-ah, lihatlah badannya sangat mungil~ jadi bajumu pasti akan terlalu besar jika di pakai olehnya" potong ibu Kyuhyun yang membawa sesuatu di tangannya "Nah pakai ini saja" Ibu Kyuhyun memberikan sesuatu kepada Yesung.

"Hhmm… apa ini?" Tanya bingung Yesung.

"Baju tidur eomma"

"Mwo?" Kaget KyuSung serempak.

"Ah wae? Kalian membuat eomma kaget~ kajja pakai saja"

"Kau akan memakai itu?" Tanya Kyuhyun.

"Sepertinya benar apa kata eommeonim~ bajumu terlalu besar jadi aku akan memakai ini saja" putus Yesung pada akhirnya, melangkahkan kakinya kekamar untuk mengganti baju.

Sreett… beberapa menit kemudian tirai itu terbuka~ menampilkan Yesung yang sedang berpose bak model dengan piyama bunga-bunga milik Ibu Kyuhyun yang ia pakai.

"Omo… kau sangat manis sekali" dengan gembira Ibu Kyuhyun bertepuk tangan, kagum akan pesona yang telah Yesung berikan.

"Ah ne nama mu siapa?"

"Kim Yesung imnida~" Yesung mempekenalkan diri seraya sedikit membungkuk.

"Waa Yesungie… Kau benar-benar manis dan cantik~ kau mirip dengan eomma masih muda dulu~"

"Uhuk… yak eomma dia itu namja" bisik Kyuhyun menyikut ibunya.

"Eh benarkah? Tapi kenapa dia manis dan cantik? Eomma fikir Ia yeoja tomboy" balas ibu Kyuhyun berbisik.

"Pffftt…" Kyuhyun menahan tawanya yang ingin meledak, eomma nya ini benar-benar luar biasa~ bagaimana bisa Ia menyimpulkan bahwa Yesung itu yeoja? Ah benar Ia lupa~ salahkan saja penampilan Yesung yang suka sekali memakai anting, lensa mata, kalung, gelang, cincin, benar-benar seperti wanita~ Ia saja yang laki-laki tak sampai segitunya, dan di dukung dengan wajahnya yang manis pula itulah yang akan mengelabui mata banyak orang saat pertama kali melihatnya.

"Ah ne Yesungie apakah kau ingin makan? Tapi eomma tak punya apa-apa untuk…"

"Jika ingin makan ikuti aku" potong Kyuhyun cepat, melangkahkan kakinya menuju dapur.

Yesung terlihat sedang menimang-nimang keputusannya, Sebenarnya Ia malas untuk makan tapi apa daya cacing di perutnya benar-benar tak bisa di ajak kompromi.

.

.

Fuuhh… fuhh…
dengan sibuk Kyuhyun meniup bara apinya agar tetap menyala.

"Hey apa yang kau lakukan?"

"Memasak"

Apa? Memasak? Ah benar juga ini di rumah Kyuhyun yang ada di pedesaan tentu saja di sini tak akan ada kompor gas yang seperti ia miliki di kota, hanya ada tungku kayu dan beberapa wajan yang gosong di sana-sini.

"Ah akhirnya matang juga~" Kyuhyun mengangkat ubi yang telah berwarna kehitaman itu dan meletakannya di kertas lalu membungkusnya.

Dengan perlahan Kyuhyun mengupas kulit bagian luar yang telah berwarna hitam itu, meniup nya sebentar lalu memakannya "Hah ubi nya manis sekali~" Kyuhyun menyukai ini~ hal yang sudah sering Ia lakukan dari kecil sampai sekarang.

"Kau mau?" Kyuhyun memberikan satu ubi bakar ke depan wajah Yesung.

"Tidak" jawabnya acuh seraya memalingkan wajahnya, Ia menyesal tak membawa makanan yang lebih layak dari kota tadi.

"Baiklah jika tak mau~ aku tak memaksa, tapi jangan salahkan aku jika kau mati kelaparan di sini nanti" Kyuhyun kembali melanjutkan acara memakan ubi bakarnya.

Sesekali terlihat Yesung menatap Kyuhyun yang tengah lahap memakan ubi bakarnya, terlihat enak~ err kenapa tiba-tiba air liur nya seperti ingin menetes.

Kruukk.. krukk..

Aish baiklah~ habis sudah sikap gengsi(?) yang ia pertahankan sedari tadi, kenapa perutnya harus berbunyi di waktu yang tak tepat.

"Ini ambil lah~ cacing di perut mu terus berteriak kelaparan sedari tadi" Kyuhyun kembali memberikan satu ubi bakarnya kedepan wajah Yesung.

Dengan ragu Yesung mengambil ubi bakar itu, baiklah sepertinya ia harus membuang sikap gengsi nya sementara waktu, dari pada ia harus mati kelaparan di sini.

"Hmm… ternyata ubi nya benar-benar manis" Dengan lahap Yesung melahap ubi bakar itu, Ia sudah sangat kelaparan jadi ya wajar saja.

Kyuhyun tersenyum "kau harus percaya apa kataku"

"Heuk… heuk…"

"Eh kau kenapa?"

"Aiirr… tolong ambilkan air"

"Baiklah~ tunggu…"

"Aish cepat Kyu~ heuk…"

"Ini" Kyuhyun memberikan segelas air putih yang langsung di sambar oleh Yesung.

"Hah… lega~" mengelus dada, Yesung merasa lebih baik dari sebelumnya.

"Kkk~ kau lucu… cegukan seperti anak kecil"

"Yak jangan tertawa~ memangnya orang dewasa tak boleh cegukan" Yesung mempout kan bibirnya sebal, lihatlah Kyuhyun benar-benar terus menertawakan dirinya, menyebalkan bukan?

"Ok baiklah aku akan berhenti tertawa tapi… hahaha…" Kyuhyun kembali tertawa terbahak sembari memegangi perutnya.

"Yak apa yang kau tertawakan~ aku sudah berhenti cegukan" gerutunya masih tetap mempoutkan bibirnya imut.

"Lihatlah wajahmu~ aish cemong haha…"

"Yak apa kau bilang?"Yesung mengelus wajahnya, Ia baru sadar jika wajahnya benar-benar cemong dari ubi bakar tadi, aish sial.

"Ah baiklah cepat bersihkan wajahmu, mari kita tidur" Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dapur sederhana itu~ di ikuti Yesung dari belakang pastinya.

.

.

.

"Oh kalian sudah selesai?" Tanya ibu Kyuhyun yang terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu "Ah ne Kyuhyun bisa kau membantu eomma memindahkan kayu bakar yang ada di depan ke dapur?"

"Oh tentu saja…" sedetik kemudian Kyuhyun telah melangkahkan kakinya keluar rumah.

Dan tinggal lah Yesung yang masih sedang mematung saat ini "Ehm… eomma sedang apa?" Tanyanya kemudian.

"Menyiapkan tempat tidur untuk kita"

"Eh benarkah?"

"Tentu saja… kemarilah" ibu Kyuhyun melabaikan tangannya ke arah Yesung dan tersenyum ramah.

Yesung pun mulai membantu menggelar kasur lipat itu "Apakah seperti ini?"

"Ah anieo sungie bukan seperti itu" Ibu Kyuhyun menghampirinya, lalu menggelar kasur lipat tadi dengan benar "Nah seperti ini~ tadi itu terbalik"

Yesung terus memperhatikan wajah Ibu Kyuhyun tanpa berkedip, Ia pikir Ibunya Kyuhyun memang sangat menyayangi Kyuhyun, beruntung sekali namja itu~ karna Ia tak pernah merasakan itu… Kasih sayang seorang Ibu.

"Nah seperti itu… kau megertikan? Eh kenapa kau melamun? Kau tak apa-apa kan Yesungie?"

"Eh ya tentu…" Yesung kembali ke alam sadarnya, lalu kembali membantu Ibu Kyuhyun merapihkan kasurnya.

Di arah lain terlihat namja bersurai dark brown itu menyunggingkan senyuman di bibir tebalnya

"Benar kata Mr. Kim~ Yesung sebenarnya adalah anak yang manis"

Mungkin karna kurangnya Kasih sayang orang tua yang di berikan kepada Yesung, Itulah sebabnya Yesung menjadi bersikap kurang baik~ tapi kini lihatlah… namja manis itu membantu dan sesekali tertawa bahagia dengan Ibunya, Kyuhyun yakin jika sekarang Yesung sedang menjadi dirinya sendiri, Namja manis periang yang senang membantu sesama, berbeda sekali dengan sikap palsunya selama di kota.

"Uh manisnya… kalian sudah sangat terlihat akrab sekarang~" Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kedua orang itu.

"Oh kau sudah selesai Kyu~ lihatlah aku sudah menata tempat untuk mu tidur dengan rapih~ benarkan eomma" Yesung melirik ke arah Ibu Kyuhyun dengan senyuman yang merekah di bibirnya.

"Benarkah? Uh kau hebat" Kyuhyun tersenyum~ cukup senang karna sikap Yesung kini telah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Sudah~ kalian sekarang tidurlah, sudah larut malam" Ucap Ibu Kyuhyun yang mendapatkan anggukan setuju dari keduanya.
.

.

.

Tik… tik…

Suara jarum jam berdetik di tengah kesunyian malam hari.

"Uhh…" Itu adalah suara Yesung yang sedang menggeliatkan tubuhnya, sepertinya Ia akan terbangun dari tidurnya.

Dan benar saja~ tak lama kemudian Yesung mendudukan badannya, mengucek mata dengan tangan mungilnya "Huh masih jam 1 pagi~ tapi aku ingin ke kamar mandi" Ucapnya dalam hati.

Walaupun ini tak sopan tapi apa boleh buat Ia benar-benar ingin ke kamar mandi jadi Ia terpaksa membangunkan Ibu Kyuhyun, membangunkan Kyuhyun? Tidak! Ia malu~ jadi mending sama Ibu Kyuhyun saja.

"Eommeonim~" Bisiknya sedikit mengguncangkan tubuh Ibu Kyuhyun dengan pelan.

"Hmm…" dengan setengah sadar Ibu Kyuhyun menjawab.

"Eomma letak kamar mandi di mana? Aku ingin pipis" bisik Yesung pelan.

"Ah kamar mandi yah? Kyuhyun… tolong antarkan Yesungie~ Ia ingin pipis" Ibu Kyuhyun sedikit mengeraskan suaranya, membuat Kyuhyun yang tidur agak di ujung terbangun.

'Aish kenapa harus membangunkan orang itu' Gerutu Yesung dalam hati, eommeonim ini~ Ia kan malu.

"Kau ingin ke kamar mandi?" Tanya Kyuhyun memastikan.

"Ne" jawab Yesung pelan.

"Hah…" Kyuhyun menghela nafas panjang "Pakailah jaketmu"

"Apa? Kenapa harus pakai jaket? Hanya tunjukan saja di mana letak kamar mandinya"

"Kau mau tau letak kamar mandinya di mana?"

"Heeum" Yesung mengangguk.

"Cukup jauh dari sini"

"Mwo?" Yesung membulatkan matanya,mana ada kamar mandi yang jauh dari rumah? fikirnya bingung.

"Cepat pakai jaket mu~ aku masih mengantuk ingin tidur" Kyuhyun melempar jaket itu ke arah Yesung.

.

.

.

Dengan langkah bergertar kedua orang itu menembus dinginnya angin malam.

"Masih jauh Kyu?"

"Heeum…"

Ya ampun…bagaimana bisa Kyuhyun hidup di tempat seperti ini~ ingin pipis aja sesusah ini, jika di kota 1 menit sudah sampai kamar mandi, tapi di sini? Harus berjalan jauh dulu untuk bisa ke kamar mandi.

"Kau kedinginan?" Tanya Kyuhyun saat melihat Yesung terus menerus meniupi kedua tangannya.

Yesung mengangguk pelan~ ntah kenapa udara di pedasaan ini bisa sedingin ini.

"Dekatkan tangan mu ke lentera ini~ agar sedikit hangat" Kyuhyun mengarahkan lentera yang berfungsi menerangi jalan itu ke dekat tangan Yesung.

"Bagaimana? Masih dingin?"

"Sudah tak terlalu dingin" tanpa sadar Yesung sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya.

"Eh sudah sampai…" Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"Hem… mana?" Tanya Yesung bingung, tak ada suatu bangunan yang terlihat seperti kamar mandi di sini hanya ada lapangan kosong, itu saja.

"Itu di sana…" Kyuhyun menangkup kepala Yesung, dan mengarahkannya ke tempat yang ia maksud.

"Ah itu…" Yesung melongo(?) Sangat jauh sekali dari bayangan yang Ia kira karna yang Ia lihat sekarang adalah hanya ada sebuah bangunan kecil yang terbuat dari papan dan seng(?) Sebagai atapnya, kamar mandi macam apa ini?

"Sudah sana cepat masuk"

"Baiklah" Yesung mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi itu, dan masuk kedalamnya.

"Ehm Kyu~"

"Apa? Kau sudah selesai?"

"Anieo~ maksudku… ehm… kau tak mengintip kan?"

"Apa?" Aish yang benar saja~ tak mungkin Ia akan mengintip.

"Kau tak akan mengintip ku kan?" Ulang Yesung sekali lagi.

"Aish tentu saja Yesung-ssi aku tak akan mengintip mu~"

"Jinjja? Tapi aku tak percaya~ tolong langkahkan kakimu 5 langkah menjauh dari sini"

Memutar bola mata nya malas~ Oh ya ampun orang ini benar-benar, dengan malas Kyuhyun melangkahkan kakinya sedikit menjauh.

"Sudah?" Teriak Yesung kembali.

"Iya sudah…"

"Baiklah jika memang sudah"

Tak lama kemudian pintu kamar mandi itu terbuka, Yesung keluar dan melangkahkan kakinya kembali mendekati Kyuhyun.

"Omo~ Kau sangat jauh melangkahkan kakimu Kyu~" Yesung tertawa kecil.

"Itu karna kau sangat cerewet" sahut Kyuhyun dengan tampang datarnya.

"Kkk~ mianhae.."

"Yasudah kajja kita pulang.."

Kedua orang itu kembali melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah.

"Kyu bagaimana kau bisa hidup di tempat seperti ini?" Tanya Yesung.

"Karna takdir… semua orang pasti tak mau hidup di dalam kesusahan tapi… mungkin takdir keluargaku memang seperti ini~ maka dari itu mau tak mau aku harus menjalankannya"

Yesung menundukan kepalanya, tersentuh mendengarkan kisah hidup Kyuhyun yang serba kekurangan di sini "Kau hebat Kyu~ aku yakin suatu saat kau pasti bisa sukses"

"Benarkah seperti itu? Ya semoga saja kata-katamu itu menjadi kenyataan"

"Aduhh…"

"Ah wae?" Kyuhyun terkejut, melihat ke arah Yesung yang sudah tertelungkup di atas tanah "kau kenapa? Tidak apa-apa?" Dengan sigap Kyuhyun membangunkan Yesung.

"Ranting itu~ tadi aku tak sengaja tersandung oleh ranting itu~ aww appo... " Jawab Yesung di iringi ringisan kesakitan yang meluncur dari bibirnya.

"Aigoo~ kau ceroboh… kenapa tak melihat jalan dengan benar" Kyuhyun berjongkok, melihat keadaan kaki Yesung~ untung Yesung memakai celana panjang jadi kakinya tidak sampai terluka, tapi sepertinya ia sedikit terkilir karna menurut Yesung kaki bagian bawahnya terasa sakit.

"Sudahlah aku tak apa-apa ayo kita lanjutkan perjalan kita" dengan sedikit pincang Yesung kembali melangkahkan kakinya.

"Ckck… naiklah…" Kyuhyun berjongkok di hadapan Yesung.

"Apa maksudmu?"

"Tentu saja kau naik kepunggungku~ ayo cepat"

"Ehm tidak~ aku bisa berjalan sendiri" Tolak Yesung ingin melangkahkan kakinya kembali.

"Jangan keras kepala~ mau sampai kapan kita akan sampai jika cara jalanmu menjadi lambat seperti itu~ sudah naik saja jika tidak aku akan meninggalkan mu di sini sendirian"

Aish apa-apaan namja ini~ jahat sekali ingin meninggalkan nya di sini sendiri, jika ada serigala nanti bagaimana,Ok baikalah sepertinya sekarang Ia harus menurut saja.

Dengan pelan Yesung naik ke punggung Kyuhyun, dan Kyuhyun pun mulai mengangkatnya dengan pelan.

"Hah ternyata kau berat juga yah…"

"Eh apa katamu?" Reflek Yesung memukul pundak Kyuhyun "Enak saja~ aku kan sedang diet jadi tak mungkin berat"

Kyuhyun terkekeh pelan, sensitive sekali dia~ benar-benar seperti yeoja saja.

"Eh wajahmu terasa dingin Kyu~ pasti itu karna aku terlalu lama ne tadi?"

"Ah tidak… sudahlah lupakan"

"Anieo~ aku akan membuatmu hangat" dengan gerakan cepat Yesung menggosokan kedua telapak tangannya, lalu menempelkannya ke pipi Kyuhyun.

"Bagaimana hangatkan?"

"Heum… Lumayan" Kyuhyun tersenyum~ perilaku Yesung benar-benar menggemaskan.

Tak terasa rumah kecil Kyuhyun pun telah terlihat~ menandakan jika mereka telah sampai di rumah sekarang.

"Sudah sampai~ turunkan aku sekarang"

Kyuhyun menurunkan Yesung dengan pelan, lalu melangkahkan kakinya menuju rumah sampai…

"Kyu…"

Suara Yesung menghentikan langkahnya.

"Mianhae~"

"Untuk?"

"Karna aku banyak merepotkan mu~ Dan Gomawo…"

"Untuk?"

"Untuk…" Yesung menjeda ucapannya.

Kyuhyun membalikan badannya lalu mendekat ke arah Yesung, membuat Yesung menjadi gugup seketika.

"Uhm… untuk… untuk semua kebaikan yang telah kau berikan kepadaku"

Chu~

Tanpa di duga Kyuhyun mendekatkan bibirnya dengan bibir Yesung, membuat yang di cium merasa kaget akan kejadian yang tiba-tiba ini.

Beberapa detik kemudian Kyuhyun tersadar dan mulai kembali ke alam sadarnya, Apa yang ia lakukan~ batinnya, melepaskan ciuman itu lalu berbalik dan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya.

"Cepat masuk… udara di luar sangat dingin" ucapnya sebelum benar-benar masuk kedalam rumahnya.

Sementara Yesung masih terdiam di luar, tangannya terangkat untuk mengusap bibirnya yang Kyuhyun cium tadi, Apa ini? Kenapa Kyuhyun melakukannya? Dan kenapa Ia juga tak menolaknya tadi? Semua hal itu berkeliaran di fikirannya.

.

.

Drrtt…

"Eungh… " Yesung kembali menggeliat~ dering ponsel yang ada di tas nya menggangu tidurnya.

"Huh dari siapa ini? Pagi-pagi sudah menelpon" Gerutunya mengambil ponsel di tasnya.

"Pak Lee…" kagetnya lalu mengangkat panggilannya dengan cepat.

"Yeobseo Pak Lee ada apa?"

"Ehm itu tuan… ayahmu eh maksudku tuan besar…"

"Berbicaralah dengan jelas~ ada apa?" Yesung penasaran apa yang terjadi tapi Pak Lee malah berbicara berbelit-belit seperti itu.

"Tuan besar masuk rumah sakit~ tuan muda harus pulang sekarang juga"

"Apa? Ok baiklah aku akan pulang sekarang juga" bip Yesung menutup panggilannya.

Dengan cepat Ia mengganti bajunya kembali mengenakan seragam lalu dengan tergesa pergi keluar kamar.

"Oh sungie kau sudah bangun?" Sapa Ibu Kyuhyun yang keluar dari dapur.

"Ne eommeonim" Yesung sedikit membungkuk "Eomma aku ingin pamit pulang" Ucapnya kemudian.

"Eh kenapa secepat itu? Apakah perlu di antar Kyuhyun?"

"Ah tidak eommeonim~ aku memang harus pulang sekarang, aku sangat terburu-buru, aku pamit dulu~ Anyeong" Yesung kembali membungkuk sebelum benar-benar pergi dari rumah itu.

'Appa~ tenanglah aku akan segera pulang~' Cemas Yesung dalam hati.

.

.

.

Tak lama kemudian Kyuhyun ikut terbangun dari tidurnya, Ia merasa heran kenapa Yesung tak ada? Ia pun memutuskan untuk bertanya kepada sang ibu.

"Eomma~ Yesung kemana?"

"Ah ne tadi eomma melihatnya sangat tergesa-gesa, Ia berkata jika Ia harus segera pulang"

"Ah jadi Ia sudah pulang"

"Hey apa yang kau lakukan Kyu~? Kenapa kau tak terlihat khawatir sama sekali heum?"

"Kenapa aku harus khawatir~ dia bukan siapa-siapa bagiku"

"Jangan seperti itu~ eomma tau kau menyukainya, benarkan?"

"A…apa?" Kyuhyun sedikit kaget, bagaimana bisa Ibu nya berkata seperti itu.

"Kau fikir eomma tak melihat kau mencium sungie semalam?"

"A.. apa? Jadi eomma melihatnya?" Kaget, kali ini Kyuhyun benar-benar kaget, bodoh~ kenapa semalam Ia melakukan hal itu.

"Eomma hanya khawatir melihat kalian belum pulang dan memutuskan untuk mengintip dari celah gorden ternyata malah melihat hal seperti itu"

"Ah itu~ lupakan saja eomma~ itu…"

"Cepatlah kau harus menyusul Sungie sekarang juga~" potong Ibu Kyuhyun cepat.

"Tapi eomma? Jika aku pergi eomma pasti akan sendiri lagi" Kyuhyun merengut~ tak tega jika harus meninggalkan orang yang paling Ia sayangi sendirian lagi.

"Eomma tidak apa-apa~ cepatlah susul Sungie sekarang juga"

"Baiklah~" Keputusan Kyuhyun pada akhirnya "Eomma harus jaga diri baik-baik ne~ aku pasti akan kembali"

"Ne~ Ayo cepat pergi"

"Uh eomma mengusirku" Kyuhyun pura-pura merajuk, membuat eommanya tertawa lucu melihatnya.

"Aish anieo anak eomma tersayang~ kau hanya harus menolong Sungie"

"Baiklah eomma aku mengerti, aku pergi dulu" Kyuhyun mendekap ibunya lalu tak lama kemudian mulai bergegas untuk menyusul Yesung ke kota.

.

.

Sementara di tempat lain namja berperawakan kecil itu terus memacu langkahnya menuju ke suatu tempat.

"Pak Lee dimana appa?" Tanyanya saat Ia melihat orang yang Ia kenal.

"Oh tuan muda kau sudah kembali" Pria paruh baya itu lalu mendekat ke arah namja yang memanggilnya tadi.

"Appa mu masih di rumah sakit~ Ia masih harus banyak istirahat tuan"

"Kenapa? Kenapa dengan appa ku sampai Ia bisa jadi seperti ini? Kumohon jelaskan padaku Pak Lee?" Yesung~ namja itu dengan tak sabar mengguncang bahu Pak Lee menunggu jawaban atas rentetan pertanyaan yang Ia tanyakan.

"Ehm… sebenarnya… Mr. Han yang membuat Ayah tuan menjadi seperti ini~ Ayah tuan sangat shock saat Mr. Han menagih hutang perusahaan dan mengancam Ayah tuan jika tak bisa membayarnya"

"Dan lagi… keadaan kantor sekarang sangat kacau dan tak ada yang mengurusnya~ itu sebabnya Ayah tuan sangat drop sekarang"

Tangan yang mencengkram bahu itu menjadi lemas seketika "Pasti itu karna aku" monolog Yesung.

"Aku harus mengembalikan keadaan perusaan" Mengepalkan tangannya, Yesung bertekad akan mengembalikan keadaan perusahan kembali normal seperti sebelumnya.

"Eh tuan kau mau kemana lagi?" Pak Lee berteriak saat melihat Yesung kembali pergi.

Dengan langkah tergesa Yesung memberhentikan taxi untuk pergi kerumahnya.
Sesampainya Yesung kembali memacu langkahnya dengan cepat memasuki rumah nya dan kembali keluar rumah dengan menggunakan pakaian rapih, kemeja putih dan tak lupa membawa tas kerja yang sering ayah nya bawa.

.

.

Brakk…

Suara pintu yang di buka dengan keras.

"Oh anak manis~ kau kemari" Ucap Mr. Han yang tengah terduduk santai di kursi kerja.

"Kenapa kalian ada di kantor ayah ku?" Yesung melihat kesekeliling, di sana banyak bodyguard yang sedang berdiri dengan tegap seraya menatap kearahnya dengan sinis.

"Kau tau keadaan perusahaan ayahmu seperti apa sekarang? Jadi harapan terakhirmu adalah kau harus menikah dengan anakku" Ucap Mr. Han lagi menyunggingkan smirk di bibirnya.

"Apa? aku? Menikah dengan orang brengsek seperti itu? Maaf tuan saya tak bisa" membalas smirk dari Mr. Han, Yesung tak merasa takut sama sekali.

"Oh jadi itu maumu? Heuh…" Mr. Han berdiri dan menggebrak meja dengan keras "Baiklah~ kalian… tangkap orang ini" perintahnya mendapat anggukan dari semua bodyguardnya.

Yesung sedikit was-was saat para bodyguard itu mulai mendekat kearahnya "Mau apa kalian?" Paniknya.

"Mendekatlah kemari manis… tak usah takut" salah satu bodyguard itu mendekat seraya menyunggingkan smirk yang sangat menjijikan bagi Yesung.

"Diam… jangan mendekat…" Ucap Yesung berteriak namun sepertinya para bodyguard itu tak mau mendengar apa yang ia katakan dan tetap mendekat kearahnya "aish sial.." gerutu Yesung sebelum Ia memacu kakinya dengan cepat meninggalkan tempat itu (alias kabur xD wkwk)

"Yak mau kemana kau?" Teriak salah satu bodyguard yang mengejarnya dari belakang.

"Aish sial~ kenapa larinya sangat cepat" Yesung berusaha menambah kecepatan larinya, namun langkah para bodyguard itu terlalu lebar jadi bisa dengan mudah menyusul Yesung.

Wush… wush…

Langkah Yesung terhenti saat melihat gang buntu di depan nya~ hah sial! Kenapa hari ini Ia begitu sial.

"Hah kena kau~ sekarang tak bisa kemana-mana lagi" Ucap para bodyguard yang berhasil mengepungnya.

"Sudah jangan banyak tingkah~ ayo ikut dengan kami"

"Tidak… aku tidak sudi ikut dengan kalian" Yesung terus memundurkan langkahnya sampai langkahnya benar-benar terhenti saat punggungnya telah menyentuh tembok.

"Baiklah~ kalian bawa dia" perintah salah satu bodyguard yang langsung di turuti oleh bodyguard lain.

"Ayo ikut kami" tiga orang bodyguard itu dengan paksa menyeret Yesung agar ikut dengan mereka.

"Yak… lepaskan aku~ lepaskan…" Yesung berusaha memberontak, bahkan sampai terduduk di atas aspal pun Ia tak perduli, yang penting Ia tak sampai di bawa oleh para bodyguard itu.

"Hais anak ini~ ada apa denganmu? Seperti anak kecil saja, ayo cepat ikut dengan kami" para bodyguard itu kembali menyeret Yesung agar mau ikut dengan mereka sampai akhirnya…

Bruk…

Ada dua orang yang menendang mereka dari belakang.

"Kyuhyun~ Pak Lee~" Ucap Yesung pelan saat melihat kedua orang itu tiba-tiba muncul dari belakang.

"Beraninya kau menyentuh dia~" bugh… bugh… dengan berutal Kyuhyun menghujani para bodyguard itu dengan tinju mautnya.

"Beraninya kalian main keroyokan~" bugh… bugh… Pak Lee tak mau kalah~ walaupun sudah berumur tapi kemampuan berkelahi Pak Lee jangan di remehkan.

Setelah beberapa menit berlalu akhirnya para bodyguard itu bisa di kalahkan, terkapar dengan luka di mana-mana.

Drrtt…

"Ne yeobseo?" Pak Lee mengakat panggilan yang masuk ke dalam handphone nya.

'Mobilmu menghalangi~ cepat pindahkan dari sini'

"Ah ne saya mengerti, akan segera saya pindahkan"

"Aku harus pergi dulu~" dengan tergesa Pak Lee meninggalkan tempat itu.

"Kau tak apa-apa?" Kyuhyun mengulurkan tangannya kearah Yesung yang tengah terduduk.

Yesung tersenyum manis tapi sedetik kemudian ekpresi wajahnya mulai berubah~ mata sipit itu langsung membesar "Awas…" teriaknya berusaha bangkit dari duduknya namun semuanya terlambat…

Slebb…

Salah satu bodyguard ternyata masih sadarkan diri dan dengan sengaja menusukan pisau yang ia bawa ke perut bagian samping Kyuhyun.

Brukk…

Keduanya tumbang secara bersamaan, bodyguard itu yang kembali tumbang dan benar-benar tak sadarkan diri dengan Kyuhyun yang tumbang menindih tubuh Yesung di bawahnya.

"Kkyu… Kyu… kau tak apa-apa?" Panik Yesung mengguncang-guncangkan bahu Kyuhyun.

"Kyu... kumohon bangunlah~" Ia mengusap kepala Kyuhyun yang telah terkulai di bahunya.

"Hiks kumohon Kyu bangunlah~" Akhirnya airmata itu merangsek keluar juga.

"Kumohon jangan tinggalkan aku Kyu~ aku… sesebenarnya aku… aku mencintaimu Kyu~ Aku mencintaimu~ kumohon bertahanlah demi aku"

Entah apa yang Ia bisa perbuat sekarang~ kenapa Ia baru menyadari cinta di saat yang seperti ini, apakah Ia terlambat untuk menyadarinya?

"Kyu~ kau harus bertahan hiks…"

"Oh tuan kalian kenapa?" Dengan cepat Pak Lee menghampiri keduanya.

"Pak Lee tolong angkat Kyuhyun~ Ia harus segera di bawa ke rumah sakit"

"Baiklah" Pak Lee mengangkat tubuh Kyuhyun yang terkulai lemas "kajja tuan… mobilnya tak jauh aku parkirkan di sini"

.

.

"Kyu~ kumohon bertahanlah" dengan gelisah Yesung mondar-mandir di depan pintu ruang operasi.

"Tenanglah tuan~ Kyuhyun pasti bisa bertahan" dengan lembut Pak Lee mengusap bahu Yesung "Lebin baik tuan mengganti baju tuan yang penuh dengan darah itu"

"Tidak Pak Lee aku tidak mau~ pokoknya aku harus memastikan dulu jika Kyuhyun tak apa-apa"

"Tapi tuan baju anda sangat kotor"

"Eh dokter bagaimana keadaan Kyuhyun?" Yesung langsung berlari ketika sang dokter membuka pintu ruangan operasi itu.

"Untunglah luka tusuknya tak sampai melukai organ dalam~ lukanya hanya merobek kulit bagian luarnya saja jadi Kyuhyun tak apa-apa"

"Hah syukurlah~" ada raut lega di wajah Yesung.

"Pasien Kyuhyun akan di pindahkan ke ruang rawat inap jadi anda bisa melihatnya nanti"

"Baik dok terimakasih"

.

.

"Huh dasar namja bodoh~ kenapa membahayakan dirimu karnaku?" Dengan lembut Yesung mengusap surai kecoklatan namja yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit itu.

"Kau harus cepat sembuh…"

"Aish pacarku ini cerewet sekali eoh"

"Eh…" Yesung terkesiap, Ia kaget saat mata Kyuhyun tiba-tiba terbuka.

"A-apa maksud mu dengan kata 'Pacar' itu" Yesung mempoutkan bibirnya imut.

"Hey bukankah tadi kau bilang jika kau mencintaiku? Aku juga mencintaimu jadi sudah pantas bukan jika kita di sebut sebagai 'pacar'?"

"Err… jadi kau mendengar semua itu?" Yesung mulai salah tingkah, malu rasanya jika mengingat Ia menyatakan cinta tadi.

"Tentu saja~ awalnya aku memang sudah pasrah dan ingin pergi saja tapi saat mendengar apa katamu~ aku jadi mempunyai alasan untuk hidup kembali"

"Apa alasan mu untuk hidup?"

"Tentu saja kamu~" bibir tebal itu terangkat membentuk senyuman.

"Aku? Jadi kau bisa bertahan hidup karnaku?"

"Tentu saja~" Kyuhyun mencubit pipi gempal itu dengan gemas.

"Hiks Gomawo Kyu" dengan cepat Yesung memeluk tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap surai hitam Yesung dengan lembut "Gwenchana~"

"Ah ne~ dimana ayahmu?"

"Apa?" Yesung kembali duduk.

"Keadaan perusahaan bagaimana?"

"Darimana kau tau jika perusahaan keadaan nya sedang tidak baik?"

"Tadi saat sampai di kota aku bertanya dimana kau kepada pak Lee dan pak Lee memberitahukan semuanya termasuk perusahaan, tolong bantu antarkan aku kepada ayahmu"

"Eh Kyu apa yang kau lakukan" Yesung segera menahan tubuh Kyuhyun yang hendak berdiri.

"Apa yang kau lakukan? Lukamu belum sembuh"

"Tenang~ saja aku tak apa-apa, ayo cepat antarkan aku kepada ayahmu"

"Hah baiklah~ ternyata kau juga keras kepala" dengan hati-hati Yesung membantu Kyuhyun duduk di kursi roda lalu mendorongnya menuju kamar ayahnya yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama.

.

.

"Appa…" Yesung membuka pintu kamar ayahnya.

"Sungie kau kembali nak?" Sang ayah langsung mendudukan badannya di ranjang.

"Mianhae appa~ Sungie sudah bersalah" Yesung langsung mendekap ayahnya dengan erat.

"Gwenchana Sungie~ kau sudah kembalipun appa sudah senang" Dengan sayang Mr. Kim membelai punggung putra kesayangannya itu.

"Kyuhyun~ apakah itu kau?" Mr. Kim baru menyadarinya jika di belakang anaknya ada seseorang yang sedang duduk di kursi roda.

"Mr. Kim anyeong~" Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu sedikit membungkuk untuk formalitas.

"Hey Kyu~ kau tak boleh berjalan nanti lukamu akan terbuka lagi, kau harus duduk" larang Yesung yang melihat Kyuhyun malah berjalan kearah dirinya dan ayahnya.

"Mr. Kim ada yang mau ku bicarakan dengan anda~ soal perusahan apa masalahnya? Siapa tau saja aku bisa membantu"

"Apa kau bisa?"

"Walaupun aku hidup di desa tapi aku juga sekolah tuan, dan pernah belajar tentang hal itu juga jadi siapa tau aku bisa"

"Ah baiklah aku akan menceritakan semuanya~"

.

.

"Ayolah cepat Sungie~"

"Huh tunggu sebentar Kyu~ kenapa langkahmu sangat lebar, aku tak bisa mengejarmu" menggerutu, itulah kebiasaan lama Yesung yang sepertinya tak akan pernah hilang.

"Kita harus cepat Sungie~ di mana kantor ayahmu?" Yups keduanya sekarang sedang menuju ke kantor ayah Yesung~ dengan tas kerja yang di bawa Kyuhyun di tangan kanannya.

"Belok kanan, di sana kantornya"

"Ok baiklah…"

Kyuhyun membuka pintu itu~ menampilkan penampilan layaknya ruangan perkantoran pada umumnya~ namun kali ini sepi tak ada siapapun, hanya ada beberapa karyawan yang sedang berkerja di sana.

"Baiklah kita mulai sekarang" Kyuhyun mulai menghidupkan laptop itu lalu mengotak-atiknya, ntahlah apa yang Kyuhyun lakukan, Ia pun tak mengerti.

"Oh sahamnya kembali naik" teriak salah satu karyawan tak lama kemudian.

"Wah benar naik~ Orang itu sangat hebat, siapa dia?" Bisik salah satu karyawan lain.

"Benarkah sahamnya kembali naik?" Yesung menunduk untuk memastikan.

"Wah bagaimana bisa Kyu? Apa yang kau lakukan?" Ok kali ini Yesung benar-benar kagum akan orang ini, bagaimana bisa Ia melakukan hal seperti ini? Sungguh sangat luar biasa.

"Tidak… aku tidak melakukan apa-apa" Kyuhyun tersenyum puas akan usahanya yang tidak sia-sia.

"Ah benar aku lupa~ kata eomma mu IQ mu kan di atas rata-rata" cibir Yesung membuahkan kekehan dari Kyuhyun.

"Ah tidak seperti itu~ eh mari beritahu ayahmu jika perusahaan sudah normal kembali, dan ayahmu bisa membayar hutangnya dari kenaikan saham ini~ kajja" Kyuhyun menggenggam tangan mungil itu, dengan patuh Yesung mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang.

"Kyu~"

"Heum?"

"Jeongmal gomawo~"

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Yesung.

Chu~

"Eh apa yang kau lakukan?" Kaget Kyuhyun saat dengan tiba-tiba Yesung mendaratkan sebuah ciuman ringan di bibirnya, untung mereka telah sampai di area parkir jadi tak ada orang yang melihatnya.

"Itu sebagai ucapan Terimakasihku" dengan wajah polosnya Yesung langsung memasuki mobil, meninggalkan Kyuhyun yang masih terbengong(?) Di luar sana.

"Aish anak ini" Kyuhyun sedikit tersenyum, lalu ikut memasuki mobil itu.

.

.

"Appa~ " dengan riang bak anak kecil Yesung menghampiri Ayahnya lalu memeluknya "Appa kita berhasil berkat penyelamat kita~"

"Maksudmu?" Ayah Yesung terlihat sedikit bingung dengan ucapan putranya.

"Tara… ini dia penyelamat kita~ si jenius Cho Kyuhyun" dengan bangga Yesung menunjuk Kyuhyun yang ada di sampingnya.

"Aish kau berlebihan Sungie~" sanggah Kyuhyun.

"Tapi itu benarkan~" Yesung mempotkan bibirnya imut "Ah ne appa perusahaan kita sudah kembali normal"

"Jinjja? Bagaimana bisa?" Mr. Kim sedikit terkejut mendengar perkataan anaknya.

"Kan aku sudah bilang ada penyelamat kita si jenius Kyuhyun appa~ Ia hebat sekali dalam sekejap sahamnya kembali naik"

"Ah appa emang sudah mengira jika Kyuhyun memang bukan orang yang biasa~" Mr. Kim tersenyum, merasa bangga akan kemampuan yang Kyuhyun miliki.

Tersenyum, Kyuhyun berusaha menahan blushing di pipinya "Ah kalian benar-benar terlalu berlebihan"

"Gomawo Kyuhyun-ssi kau benar-benar hebat" Mr. Kim menepuk bahu Kyuhyun.

"Ah tidak usah seperti itu tuan"

"Aish jangan memanggil aku tuan lagi~ kau kan sudah bukan jadi supir di keluargaku~ panggil ahjussi juga tak masalah"

"Ah ne arraseo ahjussi"

"Ah ne appa~ ehm sebenarnya kita…" Dengan cepat Yesung merangkul Kyuhyun "uhm kita itu… "

"Apa? Berbicara dengan jelas sungie~ appa tak mengerti"

"Sepasang kekasih~ kumohon restuilah kita" Yesung berucap dengan memejamkan kedua matanya, mungkin Ia takut melihat ekpresi wajah yang akan di keluarkan ayahnya, tingkahnya itu sangat cute.

"Silahkan saja jika kalian sudah merasa cocok"

"Eh benarkah?" Yesung langsung membuka lagi kedua matanya "Kyu~ kita di restui" Yesung menatap wajah Kyuhyun yang ada di sampingnya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

"Jeongmal Gomawo ahjussi~" Kyuhyun juga senang karna tak ada halangan yang cukup berarti dalam hubungannya.

"Ah ne~ ibumu harus pindah ke sini"

"Eh apa maksudmu? Sebaiknya jangan~ jika pindah nanti tinggal di mana?"

"Aish rumahku kan besar~ kalian bisa tinggal di sana… heum? Eottae?"

"Tapi…"

"Tidak apa-apa Kyu~ anggap saja itu balas budi keluarga kami" Ucap Mr. Kim.

"Ah ne Gomawo~"

"Jadi kau setuju Kyu?"

"Ya terserah kau saja"

"Waa… yess… yess… aku senang sekali~" dengan riang Yesung meloncat-loncat di tempat, tersenyum bahagia membuat mata sipitnya kian tenggelam tak terlihat.

"Aigoo~ siapa dia? Dia bukan pacarku kan?" Kyuhyun tertawa lucu melihat perilaku Yesung "Tapi aku mencintainya" bibir tebal itu kembali membentuk senyuman.

"Sudahlah berhenti melakukam hal itu~ kau tak malu di lihat oleh ayahmu heum?" Kyuhyun memeluk Yesung dari belakang~ membuat Yesung menjadi terdiam seketika.

"Huh ada juga aku Kyu yg berkata sepeti itu~ kau tak malu memeluk ku di hadapan ayahku?"

"Eh" Kyuhyun segera melepas pelukannya "Mian ahjussi saya lupa" tertawa kikuk Ia telah melakukan hal bodoh hari ini.

"Ah tidak apa-apa kalian berdua lucu~ haha.…" Mr. Kim tertawa membuat Yesung dan Kyuhyun pun ikut tertawa.

"Ish dasar Kyu pabbo haha…" Yesung kembali tertawa dengan riangnya.

Dan seperti itulah akhir dari cerita ini~ semuanya terlihat bahagia… walaupun di awali dengan tangisan tapi pada akhirnya kisah ini di akhiri dengan gelak tawa kebahagiaan.

.

.

.

~END~

Maaf gak bisa merangkai kata-kata dengan bagus xD dan maaf yah klw cara penulisannya ancur banget~ keburu pusing soalnya :'V wkwk
Maaf juga karna ff ini publish nya ngaret bgt~ soalnya web aku suka error pas buka ffn :( ini jg publish minta tolong sama temen jd itulah yg bikin aku males lanjutin ff nya karna ffn nya error terus T.T *curhat

And~ Terimakasih buat yang udah bersedia membaca FF gaje ini~ terlebih lagi buat yg udh baca & setia ninggalin jejak~ terimakasih karna kalian ff ini bisa rampung sekarang *walaupun ngaret bgt publish ff nya* xD wkwk

Yg udah baca please tinggalin jejak yah~ jgn jd hantu yg muncul tp tak meninggalkan jejak~
RnR please! Don't be ghostie!

Ok bye~ sampai bertemu lagi readerdeul^^~