Chapter 4
Bleach©Tite kubo
Itsumo anata no soba ni iru©Otachaan
Pairing : Ichi-Ruki
Rated : T
Warning : sangat OOC, hancur, typo, gaje, dll.
Summary : Rukia tak perduli halangan apa pun yang harus dia lewati demi berada di samping Ichigo./ "Sampai besok Tsuki" kata Ichigo setelah mencium pipi Rukia kemudian membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ruamhnya./ "Dulu aku dan Ichigo pernah pacaran" .さあ、 皆 さん 読んで 下さい ね、お願いします。 ^^
.
.
.
.
"Ichigo.."
'Deg'
Seketika rasanya jantung Ichigo berhenti berdetak ketika mendengar suara Rukia. Namun setelah beberapa detik berlalu tidak ada tanda-tanda Rukia akan bersuara lagi, maka dari itu Ichigo pun membalikkan badannya untuk melihat Rukia. Untunglah ketika dia membalikkan badannya ternyata Rukia masih tertidur.
'Ternyata dia hanya mengigau' batin Ichigo.
Kemudian Ichigo kembali memandang gantungan kunci berlambangkan matahari itu.
"Taiyou" bisiknya pelan. Setelah itu dia meletakkan kembali gantungan kunci itu pada kotak yang ada di atas meja belajar Rukia.
'Tok tok tok'
"Shitsurei shimasu" kata seorang pelayan berjas hitam dan berkepala botak yang dijumpai Ichigo tadi.
"Iya" kata Ichigo kemudian melangkahkan kakinya mendekati pelayan yang ada di depan pintu kamar Rukia itu.
"Bisakah kita bicara sebentar?" tanya pelayan itu.
"Bisa" kata Ichigo singkat.
"Tidak enak bicara di sini, ikutlah denganku" kata pelayan itu.
"Baik" kata Ichigo kemudian mengikuti pelayan itu ke balkon yang ada di lantai dua. Baklon yang ada di lantai dua ini sangat indah. Apalagi di siang hari dengan disinari sinar matahari, membuat bunga-bunga matahari yang di tanam dalam pot yang ada disana semakin terlihat indah.
"Ini pertama kalinya Nona dikunjungi temannya" kata pelayan itu sambil menatap pemandangan kota dari balkon yang ada di lantai dua.
"Oh iya kau boleh memanggilku Ikkaku, namamu siapa?" lanjut pelayan yang ternyata bernama Ikkaku sambil membalikkan badannya untuk menatap Ichigo.
"Ichigo Kurosaki" kata Ichigo. Kemudian berjalan mendekati tempat Ikkaku berdiri. Dan setelah sampai di dekat Ikkaku dia juga Ikut memandang pemandangan kota dari baklon yang ada di lantai dua itu.
"Aku tahu aku tak berhak meminta apapun darimu, tapi aku mohon jagalah Nona Rukia!" kata Ikkaku yang ada samping Ichigo kemudian menundukkan badannya ke arah Ichigo, dan hal itu membuat Ichigo sedikit kaget dan merasa sedikit salah tinggah karena diminta menjaga Rukia dengan cara seperti itu.
"Ja-jangan seperti itu, ak-aku akan menjaganya" kata Ichigo, membuat pelayan itu menegakkan badannya kembali dan tersenyum ke arah Ichigo.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu" kata Ichigo. Karena sedari tadi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di kepalanya.
"Apa itu?" kata Ikkaku.
"Apa Rukia hanya tinggal dengan pelayannya di sini?" tanya Ichigo.
"Bukan, Nona Rukia tinggal sendirian di sini, kami hanya bertugas membersihkan dan merawat rumah ini, ketika sudah sore maka kami akan pulang ke rumah kami masing-masing" jawab Ikkaku yang membuat Ichigo sedikit tercengang.
'Jadi benar seperti yang dia katakana waktu itu, dia tinggal sendirian' batin Ichigo.
"Lalu, kemana keluarga Rukia?" tanya Ichigo.
"Keluarga Nona Rukia ada di Inggris, kurang lebih dua tahun lalu Nona Rukia pulang sendiri ke jepang dan memutuskan bersekolah di SMA Karakura, kami para pelayan juga tidak tahu apa alasan Nona Rukia pulang ke jepang" jawab Ikkaku yang mengingat Nonanya tiba-tiba pulang sendirian ke Jepang dan memutuska untuk bersekolah di Jepang.
"Jadi sebelumnya Rukia memang sudah pernah tinggal di Jepang?" tanya Ichigo.
"Iya, ketika dia kecil dia pernah tinggal di Jepang, kau tahu taman Karakura ? dulu dia tinggal di dekat taman itu bersama keluarganya, namun entah kenapa sekarang dia memilih tinggal di rumah ini" kata Ikkaku sambil memandang pemandangan kota.
'Banyak sekali dia punya rumah, tapi kenapa dia memilih tinggal di sini?' batin Ichigo bingung. Ichigo bingung dikarenakan Taman Karakura itu terletak di dekat SMA Karakura, seharusnya Rukia tinggal saja dirumah yang ada di dekat Taman Karakura agar dekat dengan sekolahnya namun kenapa Rukia memilih tempat tinggal yang jauh dari sekolahnya ya?.
'Daripada itu, aku jadi semakin yakin akan suatu hal' batin Ichigo lagi.
"Aa, mou gogo san ji desune" kata Ikkaku sambil meliaht jam tangannya.
"Doushite?" tanya Ichigo.
"Kami para pelayan harus bersiap-siap pulang Tuan, jika Tuan mau menunggu Nona Rukia sampai bangun dari tidurnya, Tuan boleh tetap disini" kata Ikkaku.
"Aku akan menunggunya" kata Ichigo. Kemudian mereka berdua menuju ke kamar Rukia lagi.
"Mungkin anda akan lama menunggu Nona Rukia terbagun dari tidurnya, dia baru saja terditur satu jam sebelum kedatangan anda" Kata Ikkaku sambil melangkahkan kakinya.
"Ya aku mengerti, oh iya memangnya Rukia sakit apa ?" Tanya Ichigo.
"Nona sakit demam, walaupun demam, tadi pagi Nona tetap ngotot ingin berangkat ke sekolah, tapi untunglah Nona mau mendengarkan kata-kataku yang menyuruhnya beristirahat dulu" jawab Ikkaku.
"Souka" kata Ichigo mengikuti langkah Ikkaku ke kamar Rukia.
RRR
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, di kamar yang bernuansa ungu itu terlihat laki-laki berambut orange yang terditur di pinggir tempat tidur gadis manis berambut hitam sebahu itu.
"Hmm" guman gadis manis yang bernama Rukia itu, kemudian membuka matanya secara perlahan.
"Mou yoru desuka" katanya sambil merenggangkan badannya yang sudah merasa baikan, kemudian ketika dia menolehkan kepalanya ke samping dia melihat Ichigo yang tertidur di sisi tempat tidurnya "Ichigo.." katanya pelan, kemudian mendekati Ichigo dan memandang wajah tidur Ichigo yang menurutnya imut.
"Kawaii ne" bisiknya.
'Kryuuk' bunyi perut Rukia yang minta diisi, kemudian Rukia pun bangun dari tidurnya dan berencana pergi ke dapur untuk memasak namun sebelum dia beranjak menuju dapur, dia mengambil selimut untuk menyelimuti Ichigo terlebih dahulu.
Beberapa saat setelah Rukia menuju dapur, Ichigo pun mulai terbangun dari tidurnya, dengan perlahan dia membuka matanya.
'Selimut?' batinnya ketika melihat selimut yang menyelimuti dirinya, kemudian dia menoleh ke arah tempat tidur Rukia yang ternyata sudah kosong tanpa Rukia.
'Kemana dia?' batin Ichigo, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke luar dari kamar Rukia, ketika dia mencium bau masakan yang enak Ichigo pun berjalan menuju sumber bau masakan yang enak itu, dan benar saja ketika dia sampai di depan pintu dapur, dia melihat Rukia yang sedang asik memasak.
"Sepertinya enak, sedang memasak apa Rukia?"
'Deg'
"Ouch, panas!" pekik Rukia yang kaget dan tanpa sadar tangannya menyentuh wajan yang masih panas itu.
"Hati-hati bodoh!" kata Ichigo kemudian mendekati Rukia dan segera mematikan kompor yang ada di depan mereka. Setelah itu dengan segera Ichigo membasuh tangan Rukia dengan air keran. Namun Rukia tak menanggapi perkataan Ichigo dan tetap memandang wajah Ichigo.
'Apa dia barusan memanggil namaku dengan nama kecilku?' Batinnya.
"Jangan lihat aku seperti itu!" kata Ichigo yang mau tak mau sedikit memerah dan salah tingkah dilihat seperti itu oleh Rukia. Setelah selesai membasuh tangan Rukia, Ichigo pun mencari kotak P3K yang ada di rumah Rukia, setelah Rukia menunjukkan letaknya. Ichigo pun mengambil obat untuk luka bakar dan perban.
"Kemarikan tanganmu!" kata Ichigo dan Rukia hanya menurut saja. Mereka sekarang ada di Ruang tamu. Rukia saat ini sedang duduk di sofa Ruang tamu sedangkan Ichigo duduk di sampingnnya.
"Baiklah dengan begini sudah beres!" kata Ichigo yang membuat Rukia mengalihkan pandangannya ke tangannya yang sudah terbalut rapi dengan perban oleh Ichigo. Kemudian dia memandang Ichigo sambil tersenyum lalu berkata "Arigatou Ichi".
"Douita" kata Ichigo singkat sambil memalingkan wajahnya yang sedikit merona.
"Kalau begitu aku mau melanjutkan memasak" kata Rukia sambil beranjak menuju dapur, namun sebelum Rukia melangkahkan kakinya menuju dapur, Ichigo terlebih dahulu menahan tangannya kemudian berkata "Biar aku yang memasak" katanya kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur yang diikuti oleh Rukia yang berjalan di belakangnya.
RRR
"Kenapa diam ?" Tanya Ichigo sedikit kesal. Sekarang mereka berdua sedang ada di meja makan yang ada di rumah Rukia, Ichigo sudah selesai memasak , di atas meja itu sudah tersedia omelet buatan Ichigo yang sedikit acak-acakan bentuknya.
"Aku tahu ini pasti tidak sesui deng-"
"Itadakimasu" kata Rukia sambil memakan masakan Ichigo, dia hanya merasa sangat senang, akhirnya dia bisa menjadi lebih dekat dengan Ichigo bahkan dia bisa merasakan masakan yang dibuatkan oleh Ichigo.
"Pelan-pelan makannya" kata Ichigo yang kemudian berkata " Itadakimasu" dan mulai makan masakannya.
'Tidak buruk' batin Ichigo sambil memakan makanan yang dia buat.
"Aku senang sekali" kata Rukia sambil memakan masakan Ichigo dengan lahap. Ichigo yang melihat tingkah laku Rukia itupun hanya bisa tersenyum.
Setelah mereka selesai makan Ichigo pun pamit pulang pada Rukia.
"Aku pulang dulu" kata Ichigo yang sekarang sedang bediri di depan gerbang rumah Rukia.
"Mau ku antar?" tanya Rukia.
"Tidak usah" kata Ichigo, kemudian dia mentap Rukia dan hal itu tentu saja membuat Rukia salah tingkah dan menundukkan wajahnya.
"Ap-apa?" kata Rukia masih menundukkan wajahnya.
'Cup'
'Deg'
"Sampai besok Tsuki" kata Ichigo setelah mencium pipi Rukia kemudian membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ruamhnya.
'Apa yang kulakukan tadi?' batin Ichigo sambil terus melangkahkan kainya menuju rumahnya.
Sementara itu Rukia hanya bisa membulatkan matanya sambil memandang punggung Ichigo yang mulai menjauhinya.
"Ya-yang barusan itu?" kata Rukia masih bingung.
"Tsuki" bisik Rukia, yang mengingatkannya akan suatu kejadian.
Flasback
"Kenapa kau berwajah murung?" tanya gadis mungil bermata violet yang duduk di samping bocah laki-laki berambut orange yang sedang duduk di padang rumput yang ada di Taman Karakura.
"Kedua adikku sakit" jawabnya.
"Begitu ya, karena itu kau jadi kesepian ya ?" tanya gadis mungil itu.
"Iya, maukah kau menjadi temanku?" tanya bocah laki-laki itu.
"Mochiron!" kata gadis itu sambil tersenyum manis, kemudian mata violet gadis itu teralihkan pada gantungan kunci yang dipegang anak laki-laki itu.
"Itu indah sekali" kata gadis manis itu sambil menunjuk gantungan kunci berlambangkan matahari itu.
"Kalau begitu, ini untukmu" kata bocah laki-laki itu.
"Terima kasih taiyou" kata gadis mungil itu.
"Taiyou?" Tanya bocah laki-laki itu terlihat bingung.
"Iya itu nama panggilanku untukmu" kata gadis kecil yang manis itu sambil tersenyum.
"hm…, kalau begitu kau Tsuki" kata bocah laki-laki itu sambil tersenyum juga.
End Of Flasback
"Apa kau sudah ingat Ichi.." bisik Rukia.
RRR
Hari ini seperti biasa, ketika jam istirahat dimulai maka gadis mungil bermata violet itu akan melangkah dengan riangnnya menuju atap sekolahnya, namun ketika dia akan menuju atap dia melihat wanita berambut hijau tosca yang kelihatannya sedang menunggu seseorang.
'Mungkin menunggu temannya' batin Rukia terus melangkahkan kakinya melewati Nel.
"Kuchiki Rukia" kata Nel yang menghentikan langkah Rukia dan membuat Rukia membalikkan badannya.
"Ya" kata Rukia sambil memandang Nel.
"Bisakah kita bicara sebentar ?" tanya Nel.
"Um.., bisa" kata Rukia setelah berpikir sebentar.
"Ikutlah denganku" kata Nel.
RRR
Di Gedung Olahraga itulah Nel mengajak Rukia berbicara. Gedung Olahraga memang hanya digunkaan ketika pagi saja, kalau pada jam istirahat siang seperti saat ini maka Gedung Olahraga ini akan menjadi sepi, karena itu tempat ini tempat yang cocok untuk menbicarakan hal yang bersifat privasi.
"Kau kelihatannya sangat dekat dengan Ichigo" kata Nel sambil memandang Rukia, kemudian pandangannya tertuju pada tangan Rukia yang membawa dua bento.
"Itu untuk Ichigo ya ?" tanya Nel.
"Ya" jawab Rukia singkat.
"Sepertinya kau tak suka berbasa-basi, baiklah akan ku beri tahu kau satu hal" kata Nel.
"Dulu aku dan Ichigo pernah pacaran"
'Deg'
Seketika rasanya jantung Rukia berhenti berdetak ketika mendengar hal itu.
"Tapi aku malah membuatnya kecewa" kata Nel sambil menundukkan wajahnya.
"Kenapa?" Tanya Rukia sedikit kesal.
"Karena aku hanya menjadikan Ichigo sebagai bahan taruhan dengan temanku"
'Plakk'
"Kau boleh menamparku sesuka hatimu" kata Nel sambil memandang Rukia. Rukia sangat kesal sekarang, berani-beraninya gadis berambut hijau itu menjadikan Ichigo bahan taruhan.
"Kau bodoh!" kata Rukia.
"Ya, aku memang bodoh, tapi aku mohon sampaikan maafku pada Ichigo, aku tulus ingin meminta maaf, setelah kejadian itu aku sangat merasa bersalah pada Ichigo" kata Nel memandang Rukia dengan wajah sendu. Namun Rukia tak bergeming dengan denagan ucapan Nel.
"Aku mohon" kata Nel sambil memegang tangan Rukia.
"Sekarang aku tak ingin apapun selain menjadi temannya, aku mohon sampaikan maafku" kata Nel memohon.
"Ck! Itu salahmu" kata Rukia kemudian meninggalkan Nel. Sekarang Rukia sangat kesal, entah kenapa mendengar Ichigo pernah berpacaran dengan Nel sangat membuatnya marah, apalagi setelah mendengar kalau Nel hanya menjadikan Ichigo bahan taruhan dengan temannya, hal itu membuat Rukia ingin berteriak sekeras-kerasnya saking kesalnya.
"Andai kejadian itu tak pernah terjadi" bisik Nel yang kembali teringat kenangannya bersama Ichigo ketika dia SMP.
Flasback
"Kau selalu membaca buku ya Kurosaki?" tanya gadis berambut hijau tosca yang bernama Nel pada laki-laki berambut orange.
Namun laki-laki berambut orange yang bernama Ichigo Kurosaki itu kelihatannya tetap dengan kegiatan membaca bukunya.
"Kenapa kau selalu kesini, apa ini tempat favoritmu ?" tanya Nel lagi.
"Jangan berisik, ini perpustakaan!" kata Ichigo dingin yang membuat Nel langsung terdiam.
'Ternyata dia memang dingin' batin Nel.
Setelah kejadian itu, setiap hari Nel yang merupakan teman satu kelas Ichigo selalu menghampiri Ichigo ketika Ichigo sedang membaca buku di perpustakaan. Dan hal itu membuat Ichigo agak terganggu pada awalnya namun lama-kelamaan dia jadi berpikir kalau gadis bernama Nel itu lumayan asik di ajak berteman.
"Hari ini aku mau bercerita tentang bukuku yang hilang" kata Nel dengan bersemangat.
"Dan kau mau mengganggu kegiatan membaca bukuku lagi kan?" kata Ichigo yang tersenyum geli melihat gadis yang selalu mengusiknya itu.
'Bluuss' dan senyum Ichigo itu sukses membuat Nel memerah.
"Kalau begitu tidak jadi deh" kata Nel.
"Ichigo kau selalu sendirian ya?" Tanya Nel.
"Iya, aku tak suka keramaian" jawab Ichigo.
"Oh, apa tidak kesepian?" Tanya Nel lagi.
"Kadang-kadang aku merasa kesepian" jawab Ichigo kemudian mengambil buku yanga ada di meja dan mulai membacanya.
Hari berikutnya Nel menemani Ichigo di perpustakaan SPM Karakura itu lagi.
"Ichigo apa kau tak merasa bosan sendirian?" Tanya Nel.
"Tidak, sebenarnya suadah ada gadis yang akan menemaniku nanti, tapi sekarang dia sedang pergi walaupun begitu aku yakin dia akan kembali" jawab Ichigo.
"Tapi sekarang kau kan sendiri, bagaimana kalau kau jadi pacarku? dan aku pasti akan selalu menemanimu" kata Nel penuh harap.
Ichigo yang mendengar hal itu ingin tertawa pada awalnya, dia sama sekali tak memiliki perasaan apapun pada gadis berambut hijau tosca itu, namun sepertinya gadis itu tulus ingin berada disampingnnya seperti gadis kecil yang pernah dia jumpai dulu, dan hal itu pula membuat Ichigo tak tega untuk menolak Nel.
"Hm, baiklah" kata Ichigo singkat yang membuat Nel tersenyum senang.
Namun keesokan harinya terjadi hal yang mengejutkan.
"Kau sudah berasil menjadi pacarnya ya Nel, haah..., aku kalah taruhan" kata teman sekelas Nel pada Nel, pagi itu masih sepi, dikelas hanya ada Nel dan temannya.
"Sekarang kau harus putuskan dia, barulah aku akan memberimu uang taruhanku" kata teman Nel itu.
"Demo.. atashi wa dekinai yo " kata Nel yang sudah benar-benar suka pada Ichigo.
"Kenapa tak bisa? Kalau kau tak bisa maka aku yang akan memutuskan hubungan kita" kata laki-laki berambut orange yang masuk ke kelasnya.
"Ichigo aku bisa jelaskan" kata Nel mendekati Ichigo.
"Tak ada yang perlu dijelaskan, gadis yang tak tulus sepetimu tak pantas ada didekatku! " Kata Ichigo dingin dan membuat Nel terkejut akan perubahan sikap Ichigo.
End Of Flashback
"Ini memang salahku" Bisik Nel lagi sambil melangkahkan kakinya keluar dari Gedung Olahraga itu.
RRR
'Brak'
"Rukia?"
"Nande okureta" tanya Ichigo yang tak diperduliakn oleh Rukia. Rukia diam dan terus melangkah mendekatinya.
'Grep'
Tanpa bicara lagi Rukia langsung memeluk Ichigo yang membuat Ichigo bingung.
"Rukia kau kenapa?"
.
.
.
TBC
Sekian dulu Chapter 4 nya, maaf jika ceritanya makin aneh, sepertinya chapter ini penuh dengan cerita masa lalu Ichigo ya .. hehe ^^a.
Baiklah ini adalah arti dialog yang menggunakan Nihongo :
Taiyou : Matahari
Sitsurei shimasu : permisi
Aa, mou gogo san ji desune : sudah jam 3 sore ya
Doushite :kenapa ?
Souka :begitu ya
Mou yoru desuka :suadah malam ya?
Kawaii ne: manisnya
Itadakimasu :ucapan sebelum makan di jepang
Arigatou : makasih
Douita : sama-sama
Tsuki :bulan
Mochiron :Tentu
Demo.. atashi wa dekinai yo: tapi… aku tak bisa
Nande okureta : Kenapa terlambat
Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk yang udah review, favs, dan follows fanfic saya ^^,
Kemudian untuk : Azura Kuchiki, KeyKeiko, Peachy Berry, Riri Seu, Lya Awlya, Kyoumo no SKipBeat, Born to Love You sekali lagi terimakasih udah review, balasan review nya sudah saya balas ke PM masing-masing .. ^^.
dan untuk :
Rukiararachan : terima kasih udah review, gantungan kunci itu memang pemberian Ichigo, hubungan Ichig n Nel udah terjawab kan di chapter ini .. hehe ^^, review lagi ya senpai .. ^^
Darries : terima kasih udah review, bukan gantungan kunci chapy, tapi gantungan kunci berlambangkan matahari, itu udah sedikit disinggung di chap satu .. hehe, iya Ichi kelihatannya udah mulai suka ma Ruki .. ^^, Review lagi ya senpai .. ^^.
Fuwa Yuria : Terima kasih udah review senpai, maaf updatenya agak lama, Review lagi ya senpai .. ^^.
Yoshiko Keiko : Arigatou mou review wo shita Keiko san.. ^^, terima kasih atas masukannya juga ya keiko san ^^ Gomen (_ _) saya memang ceroboh, pasti ada saja typo yang saya lewatkan, Mou ikkai gomenasai atas ketidak nyamananya ketika membaca fanfic saya karena ada beberapa typo .. hehe ^^a. Review lagi ya keiko san .. ^^.
Yaps sekali lagi terima kasih bagi yang udah mau review, dengan kalian mereview sudah membuat semangat menulis saya jadi bertambah ^^, dan saya juga mohon kritik, saran, dan masukan yang bermanfaat dari minna san. Jaa, minna san review wo wasurenaide kudasai ne .. ^^.
