Watch and React
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Original Story © anilikz0985
Warning : cerita ini bukan milik saya tapi milik anilikz0985 dengan judul yang sama. Saya hanya mentranslatenya. Jika ada kata-kata yang di rasa tidak pas, terjemahannya tidak tepat atau typo yang bertebaran harap dimaklumi. Dan jika tidak suka silahkan tekan icon silang di pojok kanan atas.
Saya berharap agar mau membaca fic aslinya silahkan cari watch and react by anilikz0985
Selamat membaca
Chapter 2: episode 1
Episode tersebut di mulai dengan SMA Seirin.
"Itu sekolah kami." Kata Tsuchida
Para murid baru sedang dicegat oleh beberapa klub. "Klub Basket! Klub Basket, bagaimana kalau kalian bergabung dengan klub Basket?" kata Koganei
"Itu aku!" kata Koganei dengan wajah syok. "Itu juga ada Izuki dan Mitobe."
"Mungkinkah DVD ini tentang Seirin?" tanya Reo "Aku tidak berfikir demikian." Kata Akashi "Judul dari video ini adalah 'Kuroko no Basuke'. Dengan kata lain DVD ini menceritakan tentang Kuroko dan Seirin dari awal perjuangan mereka sampai menjadi juara Winter Cup." Momoi mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa jadikan petunjuk dan menemukan sesuatu yang menarik. "Guys, aku menemukan selembar kertas di kotak DVD ini." Katanya pada semua orang. "Apa yang tertulis di sana, Satsuki?" tanya Akashi. Momoi kemudian membacakan tulisan tersebut.
Seperti yang diharapkan dari Akashi-san, dia benar. Akashi menaikkan sebelah alisnya atas pernyataan tersebut. Aku yakin kalian semua kagum dan terkesan dengan performa Seirin selama Winter Cup. Semuanya mengangguk sedangkan Seirin tersenyum malu. Aku yakin kalian akan lebih kagum lagi jika kalian tahu cerita dibalik semua itu. Apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka mau mengambil begitu banyak resiko di setiap pertandingan yang mereka lakukan. Dan untuk Seirin... tim Seirin memfokuskan pendengaran mereka saat nama mereka disebut. Refleksi diri itu penting dan gunakan kesempatan ini untuk melihat apa yang harus kalian ubah untuk menjadi lebih baik lagi dan apa yang kalian butuhkan untuk itu. Dan pesan yang sama juga berlaku untuk tim lainnya. Semuanya mengangguk serius.
Best Regards.
"Mari kita lanjutkan menonton." Kata Kasamatsu. Semuanya kembali menghadap TV
Tidak semua orang terlihat tertarik.
"Kalian sepertinya cukup kesulitan untuk merekrut anggota baru." Kata Otsubo mengamati. "Kami ini tim baru dan orang-orang tidak terlalu banyak berharap jika dibandingkan sekolah kalian." Jawab Hyuuga.
"Koganei, cobalah lebih serius." Kata Izuki "Lalu bagaimana yang seharusnya aku katakan?" tanya Koganei padanya. Izukipun melakukan lawakan mengerikannya.
Semua memberikan blank looknya kecuali Hayama yang tertawa dan Izuki yang tersenyum.
"Sudah cukup dengan lawakanmu." Kata Koganei
Seirin mengangguk setuju.
"Mitobe, pastikan mereka dapat mendengar suaramu." Kata Koganei pada patner pendiamnya. Mitobe mengangguk dan lanjut menyodorkan selebaran dalam diam. "Kamu tidak akan mengatakan apapun bukan?" Kata Koganei dengan senyum awasnya. Seorang laki-laki dengan rambut biru terang berjalan disampingnya namun diacuhkan Koganei dan berbicara pada orang dibelakangnya.
"Maaf, Kuroko." Kata Koganei sambil tersenyum malu. Kuroko mengibaskan tangannya seolah jika dia sudah terbiasa dengan semua itu dan sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Dan hal itu juga sama.
Kuroko tetap berjalan sambil membaca sampai dia berhenti di depan peta. Dia melihat peta tersebut untuk mencari meja basketball.
Adegan berganti pada Riko dan Hyuuga yang duduk di meja klub basket. "Hmm" gumam Riko "Sedikit lagi akan lebih baik." Hyuuga meminum segelas airnya "Kita bahkan tidak mampu mengumpulkan sepuluh orang." Katanya
Semua orang terlihat sedikit malu dengan minimnya anggota yang bergabung dengan Seirin, terutama GoM. Itulah mengapa tak satupun dari mereka yang mengerti alasan kenapa teammatenya memilih sekolah di sana dari pada sekolah lain.
"Baiklah" kata Riko meyakinkannya. "Kita baru mulai, kita ini sekolah baru. Jika kita memenangkan Inter High dan Winter Cup maka kita akan diperhitungkan tahun depan."
"Mudah mengatakan dari pada melakukannya." Pikir semua orang
"Apa kau senang memberikan tekanan pada kaptenmu?" tanya Hyuuga dengan senyum awasnya. "Hyuuga-kun, apakah kau selalu bersikap lembut?" balas Riko.
Kapten tim lain menyunggingkan senyum pengertiannya kepada Hyuuga. Mereka selalu di paksa untuk mengikuti semua keinginan pelatihnya. Kadang-kadang saat itu bukan momen yang tepat bagi mereka. Sedangkan yang lain tertawa dengan Hyuuga yang mendelik ke arah mereka.
Hyuuga menghela nafas kalah "Aku akan berusaha semampuku. Aku akan berusaha." Katanya merajuk. "Aku khawatir bagaimana rekrutmen ini nantinya? Andaikan ada satu yang menjanjikan, yang bisa..." Riko terdiam saat seseorang mendatangi mejanya. Layar menunjukkan Koganei yang sedang menangis.
"Kau hampir memberikanku serangan jantung, Kagami!" Kata Koganei sambil mengerucutkan bibirnya. "Sorry" Jawab Kagami tersenyum malu.
"Apa?" kata Riko. Dia mendongakkan kepalanya dan layar beralih menunjukkan wajah Kagami. "Apakah ini klub basket?" Kata Kagami dengan suara yang mengintimidasi. Riko dan Hyuuga ternganga melihatnya.
Seirin tertawa. "Kagami mengintimidasi... lihat itu... itu terlihat sedikit menggelikan." Kata Izuki sambil tertawa. Kagami menggerutu sedangkan yang lain menyeringai.
"Ya" kata Riko "siapa anak ini? Dia punya kekuatan seperti harimau liar."
Kagami mengejapkan matanya "Pelatih tidak mengatakan itu." Hyuuga mengangguk. "Dia tidak mengatakannya tapi mungkin dia memikirkannya." Izuki mengejapkan matanya "Jadi tidak hanya apa yang terjadi dan apa yang kita katakan di rekam, tapi juga pikiran kita?" Imayoshi mengangguk "Ini terlihat seperti... Well, ini akan jadi lebih menarik." Semuanya jadi lebih tertarik dengan bisanya mereka mendengar pemikiran orang lain, namun di sisi lain juga gugup dengan apa yang akan mereka pelajari.
"Aku ingin bergabung." Kata Kagami. Dia meletakkan Koganei di atas meja. Riko memberikannya formulir pendaftaran dan mulai menceritakan tentang klub basket Seirin, tetapi Kagami memotong perkataannya. "Aku tidak peduli." Katanya setelah meminum segelas air yang di berikan Riko padanya.
Kuroko menatap patnernya dan menyikut pinggangnya. Kagami berteriak kesakitan "Kamu!" teriaknya. GoM dan Momoi tersenyum Kuroko/Kurokocchi/Tetsu-kun/Kuro-chin/Tetsu/Tetsuya tidak akan memukul orang kecuali orang itu pantas mendapatkannya.
"Aku akan pergi setelah aku menulis namaku." Lanjut Kagami. Riko melihat pada formulir tersebut. "Kau tidak punya alasan mengapa bergabung?" Tanya Riko. "Tidak juga" balas Kagami. "Basket tetaplah basket, kemanapun kau pergi mengelilingi Jepang." Dia melemparkan gelas plastiknya seperti melemparkan bola basket dan pergi. Koganei melihat ke arah Kagami. "Dia menakutkan, apa benar dia kelas 1 SMA?" Izuki dan Mitobe muncul. "Dia satu dari sejuta." Kata Izuki. Koganei memberikan tatapan terkejutnya. "Kau! Kau sembunyi kemana?" telitinya.
"Kami tidak sembunyi" Kata Izuki. "Kami hanya mengikuti kalian secara perlahan."
"Kagami Taiga" kata Hyuuga membaca formulir tersebut. "Dia dari Amerika. Dia pasti punya keahlian dari sumbernya."
"Mereka terlalu banyak fokus pada Bakagami!" kata Aomine. "Well, dia adalah cahayanya Tetsu-kun yang baru." Beritahu Momoi. "Bukankah aku juga?" kata Aomine mengerutkan dahinya. "Ya... mantan cahaya" kata Imayoshi.
"Bagaimanapun juga, aku yakin dia tidaklah biasa" Kata Riko. "Yo" kata Koganei. Semuanya melihat padanya. " Kamu melupakan yang satu ini."
"Itu mungkin punya Kuro-chin." Murasakibara melihat kearah Seirin. Seirin mengangguk.
"Oh, Maaf" kata Riko. Dia mengambil formulir tersebut. "Sini aku lihat, Kuroko Tetsuya..." dia melihat ke formulir itu lebih dekat lagi. "Huh, aku sudah di sini dari tadi, tapi aku tidak ingat dia sama sekali."
GoM menghela nafas sedangkan Aomine dan Kise face-palm "Harus berapa kali ku bilang untuk memperkenalkan dirimu di situasi seperti itu, Tetsuya." Ceramah Akashi pada Kuroko lagi. "Aku minta maaf" Kuroko membungkuk "Aku lupa." "Tidak, kamu tidak dimaafkan" kata Midorima "kami memberimu pelajaran yang serupa, kau minta maaf dan kemudian mengulangi kesalahan yang sama lagi." Aomine ikut bergabung. "Mengakulah Tetsu, kamu melakukan itu sengaja untuk menghindari perhatian, bukan." Kuroko tidak mengucapkan apapun, Sedangkan GoM menghela nafas. "Ini karena level percaya dirinya yang rendah, kami harus menaikkannya." Yang lain hanya mengamati GoM. Siapa yang menyangka kalau mereka begitu khawatir pada pemain keenam mereka.
Layar fokus pada tulisan 'SMP Teikou' Riko menatap kertas itu lebih dekat lagi. "Ada apa?" tanya Hyuuga. "D-Dia dari klub basket Teikou" jawab Riko tergagap.
Sekolah lain tertawa melihat reaksi Seirin. Mereka ingat hari saat mereka mengetahui satu dari keajaiban bergabung dengan tim mereka. Semuanya syok tapi mereka sudah memperkirakan hal tersebut mengingat sekolah mereka cukup terkenal. Tapi untuk sekolah yang baru berdiri seperti Seirin mendapatkan seorang keajaiban... mereka pasti berfikir kalau mereka sedang bermimpi.
"Teikou? Maksudmu Teikou yang itu?" Seru yang lainnya.
"Apakah ada yang lain?" tanya Kise memiringkan kepalanya.
"Yep, dan jika dia masih kelas satu, maka mereka pasti Kiseki no Sedai!" kata Riko gembira.
"Maaf" kata Kuroko" Aku mungkin bukan orang yang kalian harapkan." Hyuuga menaikkan sebelah alisnya. "Itu mungkin benar, kalau kau bukanlah yang di perkirakan, tapi itu bukan alasan untuk minta maaf." Izuki mengangguk "Ya, kau dan Kagami adalah yang terbaik. Kalin berdua benar-benar pasangan yang imut." Semuanya terdiam. "Diamlah Izuki!" Pada saat yang sama Kagami berteriak "Kami bukan pasangan!" Kuroko mengerutkan dahi mendengar perkataan Izuki. "Kagami-kun mungkin berfikir demikian, tapi aku tidak!" Kagami melihat patnernya syok " THE HELL, Kuroko?" katanya ragu-ragu.
Sedangkan tim lain tertawa melihat wajah GoM dan Momoi. Wajah mereka menunjukkan kalau mereka masih memikirkan pernyataan Izuki tadi. "Aku akan menganggap aku tidak mendengar apapun." Pikir mereka pada saat yang sama.
"Generation of Miracles..." Kata Hyuuga "Grup terkenal itu!?"
Sedetik kemudian wajah syok GoM berubah menjadi senyum puas. Kuroko dan Momoi menghela nafas. Kamu mungkin akan berfikir setelah kekalahan mereka maka kepercayaan diri mereka mungkin akan sedikit berkurang, tetapi tidak...
Riko menjambak rambutnya frustasi "Kenapa aku tak ingat wajah telur emas itu? Dan anak yang baru pulang dari Amerika itu. Anak baru tahun ini pastilah gila."
Semua senior di tim mengangguk setuju.
Layar menunjukkan Kuroko berjalan dibelakang Kagami. Tidak ada satupun dari mereka yang memberi perhatian satu sama lain.
Layar berubah menunjukkan Gym Seirin. Semua anak baru berbaris. "Baiklah, kelihatannya semua anak baru sudah di sini." Kata Koganei.
Seluruh sekolah lain mengejapkan matanya melihat sedikitnya orang yang berbaris.
"Hey, managernya manis ya?" kata Furihata kepada Kawahara mengarah ke Riko. "Dia kelas dua kan?" tanya Kawahara. "Andaikan dia lebih seksi." Tambah Furihata
"Kalian beruntung Riko tidak mendengarmu." Kata Hyuuga
"Bodoh, kalian salah." Kata Hyuuga memukul kepala keduanya.
"Aku adalah pelatih klub basket laki-laki, Aida Riko. Senang bertemu kalian." Riko mengenalkan dirinya
"Apa!?" Anak baru tergagap padanya. "Bukannya dia?" tunjuk Furihata pada seorang kakek yang duduk di kursi dekat dinding. "Beliau adalah penasehat kita, Takeda-sensei." Kata Riko. "Benarkah? Kalian pasti bercanda." Kata seseorang.
"Sekarang kalian sudah kenal dengan Takeda-sensei, pertama kalian semua... Buka baju!" Perintah Riko.
"Apa?" tanya tim lain "Tonton saja" kata Seirin.
"Apa? Mengapa?" teriak semuanya. Riko hanya tersenyum.
Layar menunjukkan anak baru yang tidak memakai atasan dengan Riko yang berjalan kemudian berhenti sebentar. "Kemampuan bergerak cepatmu agak lemah. Aku bertaruh lompatan kesampingmu 50 kali per 20 detikkan? Kau perlu lebih baik lagi tuk sebuah tim basket." Katanya
"Bagaimana dia tahu itu?" tanya Moriyama. Seirin menunjuk ke layar.
"Serius, dia benar." Kata anak baru. "Bagaimana dia bisa tahu?" Tanya yang lain.
"Ayahnya seorang pelatih." Kata Hyuuga. Layar berganti menunjukkan Riko kecil dengan ayahnya. "Mengumpulkan data dan membuat menu latihan adalah keahliannya." Jelas Hyuuga.
Sekolah lain terkesan bahwa Seirin memiliki seseorang yang begitu hebat. Mungkin mereka terlalu meremehkan Seirin.
Layar fokus pada mata Riko yang menunjukkan angka-angka seperti yang dikatakan Hyuuga. "Ketika dia melihat tubuhmu dia akan melihat kemampuan fisik kalian berdasarkan angka."
Walaupun beberapa orang tahu tentang keahlian Riko, namun tetap saja mereka kagum terutama bagaimana DVD itu menunjukkannya.
"Aku tidak akan meragukannya sebagai pelatih." Kata Hyuuga saat Riko melihat Kagami. "Apa?" tanya Kagami. "apa ini?" pikir Riko. "semua angkanya jauh diatas."
Kagami tersenyum bangga, jadi Kuroko memutuskan untuk menjatuhkan sedikit egonya. "Kekaguman pelatih padamu kurang dari setengah kekagumannya pada GoM." Membuat Kagami mengerutkan dahinya.
"Ini bukan nilai dari seseorang anak kelas 1 SMA."Lanjut pikiran Riko. "aku bahkan tidak bisa melihat potensinya. Aku tidak pernah melihat yang seperti ini." Hyuuga mengintrospeksi pikirannya "Pelatih, apa yang kau lihat?"
"Iri Hyuuga?" kata Izuki tersenyum mengejek. "Diamlah" kata Hyuuga dengan semburat merah di pipinya.
"Maaf... um."
"Sepertinya sudah semua, Kagami yang terakhir."
"Bagaimana dengan Kurokocchi/Tetsu?" tanya Aomine dan Kise.
"Apakah Kuroko ada?" tanya Riko "Oh, yang dari Teikou itu?" tanya Hyuuga
"Aku kira aku bisa menemukan seseorang yang kuat saat aku melihatnya." "Sepertinya hari ini dia tidak ada di sini." Kata riko "mari kita mulai berlatih." Seperti bayangan, Kuroko muncul. "Um, permisi" Katanya "Aku Kuroko." Dia tiba-tiba muncul menyebabkan Riko berteriak terkejut dan Hyuuga berseru."Sudah berapa lama kamu di sana?" Kuroko melihat ke arah Hyuuga " Sejak awal" balas Kuroko.
Semuanya tertawa kecil melihat reaksi Seirin sedangkan Seirin tersenyum pada Phantom mereka.
"Dia berada tepat didepan mataku dan aku tidak menyadarinya?"pikir Riko masih terkejut. "Tunggu, apakah dia berkata kalau dia Kuroko? Apa? Dia benar-benar tidak terlihat."
"Orang ini bagian dari Generation of Miracles?" tanya Koganei tidak percaya. "Dia tidak mungkin pemain regular."
"Tentu saja tidak." Kata Hyuuga "Benarkan Kuroko"
mereka berdua meringis. Mereka baru akan minta maaf saat Kuroko berkata "Jangan minta maaf, hal itu sudah sering terjadi." Semua yang berada disana merasa kasihan pada Kuroko.
"Aku ikut bermain." Beritahu Kuroko "Benar" kata Hyuuga tersenyum seperti dia tidak mendengarkan perkataan Kuroko. "Apa?" Tanya Hyuuga. "Apa?" ulang Koganei. "Apa?" Seru semuanya. "GoM? Apa itu?" pikir Kagami.
"Lepaskan bajumu." Kata Riko "Apa?" kata Kuroko "Oke"
Layar memotong bagian tersebut dan beralih pada Riko yang berfikir di dalam bus. "siapa dia? Statistiknya terlalu rendah. Semua angkanya dibawah rata-rata, salah satunya sudah hampir mencapai batas. Tidak mungkin dia bisa menjadi pemain regular di tim sekuat itu."
GoM menatap sinis pada pikiran Riko. Mereka selalu benci pada orang yang meremehkan pemain keenam mereka. Alasan kenapa mereka tidak pernah membalas mereka karena Kuroko tidak pernah peduli. Namun bukan berarti itu menghentikan Aomine. Dialah yang paling protektif jika sudah menyangkut Kuroko. "Tetsu pantas menjadi bagian dari tim kami." Kata Aomine dengan ganasnya. Kuroko tersenyum kecil pada mantan cahayanya untuk menenangkan Aomine.
Layar menampilkan Kagami yang main steetbasketball. Kagami memasukkan bola ke dalam ring namun meleset saat dia menyadari ada orang lain di sana. Bola tersebut menggelinding dan berhenti di kaki Kuroko yang kemudian mengambil bola tersebut dengan tatapan kosong. "Sejak kapan kamu di sana?" Tanya Kagami pada Kuroko. "Senang bertemu denganmu." Kata Kuroko mengacuhkan pertanyaan Kagami.
"Kamu tidak pernah menjawab pertanyaanku." Gerutu Kagami pada patnernya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Kamu sendiri mengapa di sini?"
Kagami hanya menggerutu tentang Kuroko yang mengacuhkannya.
"Tidak ada, aku tidak melakukan apapun."
"Lihat, aku menjawab pertanyaanmu." Komplen Kagami
"Kagami-kun benar-benar kekanakan dengan masalah kecil itu." Respon Kuroko. Kagami mendelik sedangkan yang lain mendengus.
Mereka saling menatap. Sampai Kagami memecahkan keheningan "Aku tinggal di Amerika sejak kelas 2 SMP. Aku terkejut saat aku sampai di sini. Bagaimana rendah standar yang ada di sini. Aku bermain bukan untuk bersenang-senang. Aku sudah mendengar tentangmu dan GoM." Kagami menantang Kuroko untuk sebuah pertandingan dan Kuroko menerima tantangan tersebut.
"Mengapa kamu lakukan itu?" tanya Kagami. "Aku ingin melihat sesuatu." Kata kuroko
Kagami geram karena menang dengan mudahnya. Dan menyuruh Kuroko untuk berhenti bermain
Kagami sedikit menarik diri saat GoM mendelik padanya.
"Aku tidak terima itu." Respon Kuroko. "Apa?" kata Kagami. "Aku tidak setuju denganmu, aku menyukai basket. Aku tidak peduli siapa yang kuat dan siapa yang lemah." Ceramah kuroko
"Hal pertama panjang yang dikatakan Kuroko pada Kagami." Kata kiyoshi tersenyum geli. "Yep" jawab Seirin serempak. "Pertama mereka buat kita seperti pasangan sekarang mereka buat kita seperti ayah dan anak." Seru Kagami. "Itu salahmu." Jawab Kuroko. "Bagaimana mungkin itu salahku?" Teriak Kagami. "Karena Kagami-kun adalah Bakagami." Kata Kuroko.
"Aku tidak sepertimu, aku adalah bayangan." Kata Kuroko
Adegan berganti ke Gym. "Apa? Mini game." Kata anak kelas satu.
"Sebuah pertandingan?" kata Kasamatsu ke Hyuuga. "Ini membantu kami untuk mengetahui level permainan anak kelas satu." Kata Hyuuga.
"Anak kelas satu menunjukkan kegugupannya saat mereka melihat daftar prestasi senior mereka.
para senior Seirin tersenyum melihat adegan tersebut.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan." Kata Kagami tersenyum. " Lebih baik memiliki lawan yang kuat dari pada lawan yang lemah."
Kuroko menyikut pinggang Kagami membuatnya berteriak kesakitan "The Hell...Untuk apa itu?" Kuroko mengangkat bahu. "Hanya karena..."
"Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan pemula ini." Pikir Riko
Semuanya menyamankan posisi duduk mereka menonton pertandingan. "Siapa menurutmu yang akan menang?" tanya Hayama semangat "Siapa yang tahu?" kata Akashi. "Kamu" kata Mayuzumi. Akashi menyunggingkan senyum misteriusnya.
Riko memulai pertandingan dengan tipoff. Kagami yang mendapatkan bola, langsung mengoper boa tersebut pada Kawahara. Kawahara mendrible bola dan mengopernya kembali pada Kagami diatas kepala senior dan langsung mendunk bola ke ring.
Anak kelas satu Seirin kecuali Kuroko bersorak.
"Dunk yang hebat" kata Kawahara. "Mereka lebih baik dari yang aku duga." Pikir Riko
"Kita pikir itu hebat" kata Koganei " Perjalanan kita masih panjang."
Setelah beberapa dunk dari Kagami layar menampilkan papan skor 11-8 dengan anak baru memimpin. "Sial, anak itu masih membuatku kesal" pikir Kagami. Kuroko memegang bola namun langsung di curi.
Kuroko meminum vanilla milkshake saat menonton pertandingan. Sadar saat yang lain menatapnya, "Ya?" tanyanya. "Kami punya dua pertanyaan untukmu." Kata Kagami. "Satu, mengapa kamu menyembunyikan bakatmu? Dan dua... dimana kamu mendapatkan milkshake itu?" Kuroko mengangkat bahu. "Kelihatannya kalian tidak membutuhkan bantuanku. Dan untuk milkshake, ada Maji di dekat sini jadi aku pergi membelinya. Hyuuga melongo. "Kapan kamu... bagaimana... tidak, jangan dipikirkan." Hal itu meningkatkan kepercayaan yang lain kalau di otak Kuroko terinstal radar milkshake.
"Dia tidak bisa main sedikitpun" pikir Kagami saat dia merebut bola dari Mitobe. "Orang yang hanya bisa bicara..." Dia menghentikan Mitobe yang akan memasukkan bola ke ring "Aku sangat membencinya melebihi apapun!"
"Tingginya" kata Furihata. "Tidak ada yang bisa menghentikan Kagami!" Kata Kawahara. "Ku pikir sudah saatnya menempatkan mereka ke posisi sesungguhnya." Kata Hyuuga. "dimulai" balas Izuki
Para senior di ruangan semakin semangat terutama Kiyoshi yang tidak ada saat itu.
Adegan berubah menunjukkan Kagami yang di mark oleh 3 orang yaitu Hyuuga, Izuki, dan Koganei. Mereka menghentikan Kagami. "mereka mencoba menghentikan pergerakan Kagami." Kata Kawahara. "Mereka men-double-team Kagami bahkan disaat dia tidak memegang bola." Tambah Fukuda. Kagami tampak frustasi sedangkan para senior terus mencetak skor. Layar menunjukkan skor baru 15-31 dengan senior unggul.
Para senior melakukan high-five
Anak baru terlihat kelelahan dan berkeringat "Mereka kuat" "Aku sudah cukup." Kata Furihata. Kagami menggenggam kerah bajunya dan mengangkatnya. "Cukup? Apa maksudmu?" teriak Kagami. Sebelum dia melakukan sesuatu pada Furihata, kuroko berdiri dibelakangnya dan menekan lutut Kagami dengan kedua lututnya. Hal itu membuat Kagami melepaskan cengkramannya pada Furi. "Tolong tenanglah" kata kuroko. "Kau bangsat..." Aura hitam mulai mengelilingi Kagami. Sedangkan trio anak baru berteriak ketakutan.
Semuanya tertawa melihat adegan tersebut. "Seirin benar-benar tim yang menarik." Kata Imayoshi. "terutama Kuroko dan Kagami" tambah Miyaji.
"Sepertinya mereka berkelahi." Kata Koganei menoleh kearah Izuki yang terlihat terkejut. "Ada apa?" tanya Koganei. "Apakah dia ikut bermain?" Tanya Izuki. "Siapa? Kuroko? Tidak tahu." Kata Koganei. Sedangkan Kagami mencoba memukul Kuroko membuat trio anak baru semakin ketakutan, sedangkan Kuroko dengan mudahnya menghindari semua pukulan Kagami.
"Aku suka melihat bagaimana kalian hanya menonton semua itu dan masih berbicara seolah semua itu hal yang terjadi setiap harinya." Kata Hayama disela-sea tawanya bersama beberapa orang yang lain. Izuki mengangkat bahu "Sepertinya Kuroko tahu cara mengatasinya."
"Aku lupa, meskipun aku wasitnya."Pikir Riko. Dia tergagap "Sudah berapa lama dia bermain?" layar berubah menyorot Kuroko yang menggerakkan pergelangan tangannya. "Permisi, bisakah kamu mengoper bolanya padaku?" Katanya. "Huh!?" Fukuda terlihat heran.
GoM menyeringai. "Saatnya."
"Apa yang bisa kau lakukan walaupun kamu memegang bola?"pikir Fukuda. Kemudian dia mengoper bola pada Kuroko. "Setidaknya jangan sampai mereka merebut bola darimu." Bola mengarah pada Kuroko, semua pergerakan melambat dan melihatkan Kuroko yang mengobservasi sekitarnya. Kemudian dengan cepat dia mengoper bola pada Furi yang tidak dicurigai. Furi menangkap bola tersebut terkejut namun tetap melakukan shot.
Nebuya bersiul "Ku pikir aku harus mengatakan seperti yang diharapkan."
"Masuk...Apa... Bagaimana bisa diumpan ke sana?" Kata Hyuuga menaikkan kacamatanya sedangkan kelas dua yang lain benar-benar tercengang. "Kenapa aku merasa tidak tenang?" apa Terjadi sebuah keajaiban?"
Akashi menyeringai "Semuanya selalu menunjukkan reaksi yang sama setiap kali mereka melihat Tetsuya bermain." Pikirnya. Sebagai mantan kapten Kuroko, Akashi sangat bangga pada pencapaian Phantomnya.
Kawahara memegang bola. Dia sadar kalau Kuroko sudah siap, jadi dia mengoper bolanya. Bola tersebut berakhir di tangan Fukuda yang terkejut seperti Furi. "Ayo! Shot." Kata Kagami semangat. Fukuta melakukan shot dan mencetak skor. Layar terus menampilkan beberapa sudut dan anak baru terus mencetak skor. "Mereka mengoper dan mencetak skor sebelum kami menyadarinya." Kata Izuki. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Koganei.
Ruangan mendadak hening. Pertandingan itu benar-benar menarik perhatiannya. Bagaimana pemain di tunjukkan, pikirannya, musik pengiring semuanya mendebarkan. Man! Jika mini game saja sudah segini menegangkannya bagaimana dengan game asli?
Layar berganti menunjukkan beberapa operan namun kali ini menampilkan Kuroko yang mengoper bola. Riko mulai menjelaskan tentang keahlian Kuroko. Dia yang merupakan pemain bayangan di Teikou yang ahli dalam mengoper bola. Dia pernah mendengar rumor tentang itu, namun tidak berfikir kalau hal itu benar-benar ada. "The Generation of Miracles Phantom sixth man." Pikir riko.
"Bukan kamu saja yang berfikir kalau Kuroko itu hanyalah rumor." Kata semua orang
Kuroko mengoper bola pada Kagami yang mencetak skor. "Sial, aku terjebak umpan Kuroko!" pikir Hyuuga. Skor menunjukkan 36-37, dengan senior memimpin. Bola di ambil Fukada dari Koganei. Kemudian mengopernya pada Kawahara, yang megopernya pada Kuroko. Kuroko mendrible bola ke arah ring lawan, saat melakukan shot, bola tidak masuk . Anak baru menjadi stress. Kemudian Kagami datang mengambil bola itu dan melakukan dunk. "Itulah mengapa aku benci orang lemah. Kau harus belajar menembak bodoh!" Kuroko tersenyum.
Anak kelas satu bersorak untuk kemenangannya.
Adegan berganti dengan Kagami yang membeli makanan di Maji.
"Holy Hell! Berapa banyak makanmu?" Tanya rata-rata orang yang ada di ruangan itu. Sedangka Kagami membuat tanda tanya besar di atas kepalanya.
Dia mengambil duduk tanpa menyadari Kuroko. Ketika dia mau menggigit makanannya dia sadar kalau Kuroko ada di depannya. Kuroko sedang minum vanillamilkshake "Hello" katanya.
Kuroko yang berada di ruangan itu juga sedang minum Vanilla Milkshake. Tunggu... apa? "Sudah berapa milkshake yang kamu minum?" tanya Kagami. "3" jawab Kuroko. "Tetsuya, berapa kali harus ku bilang hanya boleh segelas milkshake sehari?" Tegur Akashi. "Tapi ini enak" kata Kuroko. GoM facepalm. "Kamu sama buruknya dengan Murasakibara jika sudah menyangkut manisan." Kata Midorima.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Mengapa kamu di sini?"
"aku yang pertama di sini. Aku suka milkshake sini"
"Pergi ke tempat lain. " Kata Kagami pada Kuroko. "Tidak" balas Kuroko. Orang lain yang melihat akan berfikir kalau kita teman."
"Pertama, apa yang membuatmu berfikir orang lain akan melihatku. Dan apa yang salah jika berteman denganku?" tantang Kuroko pada Kagami. "Maaf" kata Kagami tersenyum malu.
Kagami menghela nafas dan memberikan Kuroko burger. "Ini, aku tidak suka orang yang payah main basket. Tapi kau malah masuk ke dalamnya." Kuroko mengambil burger itu "Terima kasih."
Adegan berganti dengan mereka berjalan. "Berapa kuat GoM itu? Jika aku bermain dengan mereka sekarang, bagaimana jadinya?" tanya Kagami. "Kau akan angsung dihancurkan." Balas Kuroko.
"Kamu benar-benar jujur" sindir Kagami. Sedangkan yang lain tertawa.
"Haruskah kamu mengatakannya seperti itu?"
"Kelima keajaiban itu telah bermain sendiri-sendiri untuk sekolah mereka. Tak akan salah jika salah satu sekolah itu yang akan jadi juara."
"Mengapa kalian melakukan itu?"tanya Takao. GoM tidak menjawabnya sedangkan Seirin gelisah saat mereka mengingat cerita Kuroko. Sekolah lain menyadari itu. "Kalian tahu?" kata Otsubo. Kiyoshi mengangguk tak nyaman "Kuroko memberitahu kami sebelum final Winter Cup." GoM mengangkat alisnya walaupun tidak menunjukkannya. Mereka sadar Seirin lebih berhati-hati setiap Kuroko menceritakan mantan teammatenya. Sekarang mereka tahu alasannya.
Kagami tersenyum "Itu bagus. Aku akan mengalahkan GoM dan menjadi nomor satu di Jepang."
Kagami tersenyum bangga. Dia sudah mencapai tujuannya tetapi pertandingannya sangat mendebarkan membuatnya ingin bermain lagi dan lagi.
"Aku tidak berfikir itu mungkin" kata Kuroko
Kagami mendelik Kuroko sedangkan yang lain tertawa lebih keras.
"Hey!"
"Jika kau punya bakat tersembunyi, aku tidak tahu. Tapi dari yang apa aku lihat, kau bahkan tidak bisa menyentuh mereka."
GoM tersenyum. Mereka senang mendengar Kuroko berfikir seperti itu tentang mereka.
"Kau tidak bisa melakukannya sendiri. Aku akan menjadi bayangan dari cahayamu. Aku akan membuatmu menjadi nomor satu di Jepang."Kagami tersenyum "Lihat siapa yang berbicara. Terserah padamu." Kuroko tersenyum "Aku akan melakukan yang terbaik."
"Sepertinya berakhir." Kata Kagami
(A/N: sesi ini ada cerita singkat yang dibuat penulis berdasarkan gambar diakhir episode)
Layar hidup lagi, menampilkan beberapa tulisan. Yaitu setiap akhir episode aku akan menunjukkan padamu adegan kecil. Ini akan berubah dari masa lalu atau masa depan. Selamat menikmati.
Layar menampilkan Kuroko yang berbaring di kursi. Dia melempar bola dari tangan satu ke tangan yang lainnya. Saat itu dia berfikir tentang masa lalunya dengan GoM dan Ogiwara.
Kuroko mengangkat bahu sedangkan GoM bergerak tak nyaman.
Dia memikirkan semua pertandingan yang telah dilaluinya. Dan pertandingan terakhir antara Kaijou dan Touou dimana Aomine dan Kise bertatap muka. "Apa yang ingin aku capai tidaklah mudah..." pikirnya. Kagami berjalan ke kursi itu saat dia menyadari Kuroko berbaring di sana. Tangannya yang memegang sisi lain bola untuk menahan bola agar tidak jatuh dari tangan Kuroko.
"Yo" kata Kagami. Kuroko menengadahkan wajahnya keatas "Kagami-kun" Katanya "Apa yang ingin aku capai tidaklah mudah, tapi setidaknya aku tidaklah sendiri."
Layar berhenti pada adegan itu dan pada bagian kanan bawah tertulis "See you next week!"
Semua yang berada dalam ruangan itu melihat ke arah Kagami dan Kuroko. Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara sedangkan Kagami mengarahkan tinjunya ke Kuroko dan Kuroko membalasnya. "Permisi" kata Aomine pada timnya dan pergi.
Episode 1 berakhir
