Rating : T
Genre : Adventure, Tragedy
Fandom/ Disclaimer : credited to GUST-BANPRESTO, Akira Amano. KHR Ar Tonelico
Special Thanks : S**** yang ngeapprove ide gila ini *PLAK* dan all reviewers serta pembaca setia~ XD
Warning : OOC-ness, Alternate Timeline dan (pasti ada) AU… cerita juga (sangat) aneh, kalau gak suka tinggalkan saja!~
Sorry for miss-typo yah ^^
Phase 2 . Haibanation - Prelude
Setelah bermalam di tempat Xanxus, mereka menuju kota transit satu-satunya dengan Axis Train yang bertujuan ke Cloudshine, yaitu Vongola City. Vongola City ini juga pusat para Researcher Male Reyvateil menaruh dan melakukan research mereka. Byakuran dkk mengantar Yamamoto yang dialihtugaskan oleh Giotto hari ini.
Byakuran dan Mukuro mengantar Yamamoto sampai ke keretanya.
"Terimakasih, kalian takkan kulupakan!"
"Sudah pergi sana, keretamu sudah mau berangkat tuh," Byakuran menunjuk kereta.
"O-Oh, maaf, aku permisi—"
"Yamamoto-kun," Mukuro hendak bertanya.
"…Ya?"
"Kau tidak merasa kehilangan…atas Gokudera-kun?"
"…Hmm, agak," Yamamoto tersenyum. "Tapi aku akan terus berjuang mengenangnya, itu saja,"
"Hei, hei. Kasian Yamamoto, Mukuro-kun, keretanya sudah jalan tuh…"
"W-WHA! TUNGGU AKU!"
Sesaat melepas Yamamoto pergi yang berakhir dengan ia naik kereta itu pun, Byakuran mulai curiga dengan Mukuro.
"…Kenapa kau menanyai hal tadi, Mukuro-kun?"
"H-Hah? Ti, tidak, bukan apa-apa," Mukuro menggeleng. "Aku hanya merasa…iri,"
"Oya? Tentang apa?"
"Di ingatanku yang perlahan kembali, ada 2 orang yang kurasa kulupakan…"
Di luar stasiun, Mukuro dan Byakuran bertemu dengan Xanxus dan Squalo—yang daritadi berdiri diam bagai lampu.
"Ah, akhirnya…" Xanxus menghela nafas.
"Voi, kalian lama sekali sih, ngapain aja?"
"Nggak ada apa-apa kok,"
"Ooh, oke," Xanxus berdehem. "Jadi, soal rencana kita untuk mengembalikan si Admin sampah ini—"
"VOI! JANGAN SEBUT AKU SAM—MMPH!"
Xanxus menendang muka Squalo hingga ia tersungkur ditengah-tengah stasiun itu. Ia melanjutkan kembali pembicaraannya.
"Ada satu lift di Researcher Tower di pusat kota Vongola. Kita bisa menyambung lift itu dengan lift Sol Infel, masalah selesai,"
"Oya, kali ini penyusupan toh? Kau benar-benar master of evil ya, Xanxus?"
"Kufufufu, ini akan jadi menarik—"
PRAAAAAAAAAAAANG!
EMERGENCY : THREAT RED – VONGOLA RESEARCH HQ ITEM HAS BEEN MISSING
"Oya, oya…ternyata ada yang lebih dulu melakukan penjebolan dari pada kita ya, master of evil,"
"Simpan mulutmu, kau Knight kan? Ayo kesana!"
"Voi, gimana dengan kita?"
"Jalan-jalan gitu kek? Ini urusan kami berdua dulu. Nanti kalau ada masalah kalian kupanggil!"
Xanxus dan Byakuran dan berlari menuju asal suara. Sementara Mukuro dan Squalo sepertinya tertarik dengan kerumunan lain.
"Voi, apa itu di tengah-tengah pasar?" Squalo menarik-narik Mukuro.
"Hmmm…? Pippen and Gergo Cosplay Festival?" Mukuro membaca spanduk besar yang dikerumuni orang.
"…Mau coba kesana? Aku selama ini hanya ada di tower jadi aku ingin lihat pemandangan lain," Squalo menawarkan.
"Baiklah…"
Vongola Researcher Headquarters
Outskirts
Beberapa kaca sudah dijebol dan para researcher sudah berhamburan keluar gedung. Beberapa satuan Rebel Knight sudah membuat garis pembatas agar tidak ada orang lain masuk.
"Rebel Knight – Rain Sky. Izinkan aku masuk," ucap Byakuran pada penjaga di tengah.
"Siap," Penjaga itu membuka jalan. "Ada sedikit info, katanya ada hymn crystal yang dicuri dari tempat Researcher ini,"
"Hymn Crystal! Hymn Crystal apa?" pekik Xanxus.
"Kalau tak salah namanya R—R…ep—Rep—Replekia,"
"Replekia dicuri? Wow…hebatnya penjagaan crystal disini," Xanxus menghela nafas panjang. "Dasar sampah,"
"Tolong temukan Crystal itu bila divisi kalian bisa, kami akan terus memperketat penjagaan,"
"Baik, terimakasih atas informasinya,"
Vongola Researcher Headquarters
Floor 1F
Gedung itu sudah dikosongkan, tetapi banyak Rebel Knight yang mondar-mandir di tiap koridor—mengevakuasi researcher. Dan, banyak sekali orang berkumpul di sebuah ruangan di ujung kiri akhir koridor.
"Ruang apa itu, Xanxus?"
"Itu…ruang tempat penyimpanan crystal," Xanxus menjelaskan. "Di Sol Infel ini, Crystal dijaga oleh seorang Female Reyvateil,"
"Hrrm, jadi Reyvateil itu wadah crystalnya?"
"Sepengetahuanku sih, Crystal dan Reyvateil itu dimasukkan ke sebuah Sleeping Pod dan kalau-kalau ada yang mengambil crystal tanpa kunci autentikasi, Reyvateil itu akan menyerang,"
"Oh begitu,"
Di arah berlawanan dengan Byakuran, ada seseorang berpakaian Researcher menabraknya dan langsung pergi begitu saja tanpa minta maaf.
"Apa sih mau Researcher sampah itu?" Xanxus mengomel.
"Emperor…?"
"Hah? Ada apa, Byakuran?"
"Emperor itu jabatan tertinggi di Rebel Knight," jelas Byakuran. "Kenapa dia ada disini? Dan oh ya, dia yang mencuri crystalnya, nih,"
Byakuran mengeluarkan sebuah kristal berkilauan di tangan kanannya.
"Kapan kau mencurinya!"
"Dia menabrakku, dan kulihat ada benda aneh di sakunya jadi kuambil,"
"Kau ada bakat copet ya…jadi sekarang kita kembalikan?" Xanxus mengambil crystal itu dari tangan Byakuran.
"Hrrm, karena aku pegang janji pada penjaga dibawah jadi ayo kembalikan saja,"
"Baiklah, ayo ke lantai atas, hymn crystal itu disimpan disana,"
Vongola Researcher HQ
Top Floor, 4F
Hanya ada satu buah pintu putih disana, yang bertuliskan :
Hymn Crystal Storage — REPLEKIA
Reyvateil Hymn Code : NEBBIA_FEHU_NEBBIA_ANSUL_ARTONELICO
Pintu itu tidak ada tanda-tanda dirusak, tetapi hanya ada garis pembatas merah menyegel pintunya. Xanxus menggunakan sebuah ID Card dan masuk ke dalam Hymn Crystal Storage itu. Tidak ada apa-apa disana selain sebuah sleeping pod yang tak berisi orang.
"Mana Reyvateil penjaga yang kau sebut-sebut itu?" Byakuran mendongak.
"Ia pasti sudah dipenjara di Vendicare karena kelalaiannya," Xanxus mendengus. Ia menyalakan sleeping pod itu dan menaruh Hymn Crystal itu di dalamnya dan menguncinya. "Itulah cara-cara researcher. Dasar sampah tidak pernah menghargai Reyvateil,"
"Vendicare Prison? Oya, maksudmu penjara khusus Reyvateil?"
"Hoo? Tak kusangka kau tahu itu,"
"Tunggu…hymn code itu…Nebbia? Rasanya aku pernah menlihatnya disuatu tempat…"
"…Cosmosphere Mukuro, mungkin?"
"AAH! Aku ingat! Lalu siapa orang ini? Kenapa hymn codenya sama dengan Mukuro-kun?"
"Penjaga crystal ini Beta-type Reyvateil—Reyvateil kopian yang dibuat dari Mukuro,"
"Siapa namanya? Mungkin aku bisa bertanya darinya soal ingatan Mukuro-kun,"
"Sudahlah, tidak penting. Ayo kita kembali, sampah."
Setelah mengontak telemo Byakuran yang dipegang Squalo, mereka keluar dari Vongola Research HQ dan menuju alun-alun kota yang disebut-sebut Squalo. Yak, seperti pembaca ketahui, disitu ada event "Pippen and Geugo Cosplay Festival"
"…Darimana kita mencari dua Reyvateil sampah itu?" Xanxus menunduk.
Byakuran menunjuk keramaian. "Oya…mungkin ditengah kerumunan bazzar itu ada mereka,"
Xanxus dan Byakuran mendekati kerumunan tidak biasa di depan sebuah bazzar.
"Pippen,"
"Geugo!"
"Pippen!"
"Kubilang, Geugo!"
"KAMIKOROSU! KUBILANG PIPPEN YA PIPPEN!"
Disana, kita dapat melihat ada 2 Reyvateil sedang cekcok didepan konter action figure—sementara Reyvateil yang satu lagi hanya mendengus kesal melihat kelakuan mereka berdua. Melihat dari cara bicaranya, kemungkinan pembaca juga sudah tahu kalau salah satu dari mereka adalah Hibari Kyouya.
"Pippen!"
"Geugo!"
"Voi, voi, VOOOOOI! KALIAN BERDUA RIBUT AMAT SIH! KALAU CUMA MAU NGEBANDINGIN ACTION FIGURE JANGAN KESINI! SANA PULANG!"
"Kamikorosu," Reyvateil rambut hitam men-deathglare Squalo.
"VOI! HEI! DENGARKAN AKU!"
"Hmm? Loh, bukannya itu si therapist?" ucap Xanxus dari luar keramaian.
"…Oh…Xanxus-san, selamat siang,"
"Kau kenal Reyvateil yang freak Pippen ini, Xanxus-san?" Mukuro terheran-heran.
"Yup, dia Dive Therapist yang kusebut dari Village of Millefiore, Kyouya Hibari-kun,"
"Tapi, tetap saja action figure Geugo lebih—"
"TIDAK! PIPPEN!"
"HENTIKAN OCEHAN KALIAN BERDUA, SAMPAH! AKU PERLU BICARA TENTANG RENCANA B!"
Setelah meredakan keramaian bazzar, Hibari menganjurkan Byakuran dkk untuk ngobrol di Neko-Neko-nyan Café yang ada di dekat stasiun Teru Train kota Vongola. Sekalian mendinginkan kepala sambil meminum secangkir kopi—begitulah penjelasannya.
"Kenapa harus rencana B, Xanxus?" tanya Byakuran yang asyik melahap Marshmallow Parfait-nya.
"Penjagaan di Vongola Researcher HQ lebih diperketat, pasti kita akan lebih sulit menyelundup masuk, jadi kita harus pakai jalan lain,"
"Kau bermaksud memakai Lift tua 0.4 yang ada di area Millefiore, kan?" Squalo menjelaskan kata-kata Xanxus.
"Alasan kalian mengajakku disini juga karena ini tentang Millefiore?" Hibari mengernyit.
Xanxus berpangku tangan, "Ya…sekalian, kita berarti akan satu arah seperjalanan ini, Kyouya-kun,"
"Kufufufu, aku tidak keberatan sih bersama PIPPEN FREAK ini sampai kita tiba di Millefiore," Mukuro tersenyum jahat pada Hibari.
"Kamikorosu," balas Hibari dengan nada yang ditekan.
"Voi, mana pesananku? Kok cuma aku yang belum diantar?" Squalo celingukan.
"Oya, itu waitress-nya menuju kemari,"
Waiter itu berambut landak berwarna coklat kemerahan dengan tinggi yang biasa-biasa saja. Ia mengenakan tuxedo-nya dengan rapi, dan wajahnya secara overall terlihat cute.
"Silakan Black Coffee-nya—"
"Emperor Tsunayoshi?" Byakuran setengah terbelalak—hampir marshmallow yang sudah ia lumat melayang ke muka Hibari.
"M-Maksud anda apa ya? Saya hanya waitress biasa kok…hehe,"
"Kau yang mencuri Hymn Crystal [Replekia] barusan, aku tidak akan pernah lupa,"
"…Grk,"
Waiter itu ingin kabur, tetapi ia mengurungkan niatnya setelah melihat moncong pistol sudah tertempel di pelipis kepalanya. Waitress itu cuma bisa sweatdrop serta menjatuhkan nampan yang ia pegang dan mendadak ia bersujud minta maaf di hadapan Xanxus.
"Aku butuh penjelasanmu, sampah. Kami akan tunggu kau diluar café,"
Waiter itu pun keluar cafe dengan kini memakai rompi berwarna hitam dengan dasi merah dan celana panjang hitam. Xanxus yang hendak menginterogasinya sudah berkacak pinggang—membuat si Emperor makin menundukkan wajahnya.
"Kenapa kau mencuri crystal itu, Emperor?"
"A-A-Aku…aku terdesak," jawab Emperor gagap. "Aku bingung antara…I.P.D dan keputusan Giotto…"
"Hah? I.P.D?" ucap Squalo. "Apa urusanmu dengan I.P.D, Emperor Tsunayoshi?"
"Aku tidak bisa menjelaskan hal itu, ini sangat rahasia,"
"…Kau mau jujur atau harus kubolongi perutmu baru kau mau bicara?" Xanxus sudah menarik pelatuk pistolnya.
"B-Baik, baik!" Tsuna menghela napas. "Giotto menahan semua I.P.D untuk project Utopia. Jadi aku ingin mengirimkan Replekia agar reyvateil partnerku yang disana bisa lolos…"
"Hoo, tapi kau tahu perbuatanmu itu melanggar aturan Researcher, Emperor?" Byakuran menggeleng.
"T-Tapi! Kau tidak tahu bagaimana nasib para I.P.D!" sergah Tsuna.
"Voi, memangnya kau bisa melawan pemerintah sendirian? Apalagi dengan bertaruh nyawa cuma untuk memberikan crystal itu,"
"Memangnya ada jalan lain?"
"Kufufufu, ada kok,"
Mukuro mengulurkan tangannya pada Tsuna. Tsuna hanya bisa memperhatikan Reyvateil tersebut.
"Was yea rra chs leeya fhyu en xest eazas yanyaue yor, xest"
Sebuah crystal yang harusnya sudah kembali di sleeping pod di Vongola HQ muncul di tangan Mukuro. Kontan Xanxus, Tsuna, Squalo dan Byakuran kaget bukan main.
"Replekia!" ucap Tsuna. "Berikan itu padaku,"
"Kufufufu, tidak semudah itu, Tsunayoshi-kun." Mukuro terkekeh. "Siapa reyvateil yang menjaga crystal ini? Apa kau membunuhnya?"
"Oya, kau ingat sesuatu, Mukuro-kun?"
"…Entah kenapa tiba-tiba ada suara memanggilku dan memberikan crystal ini padaku, aneh kan…?" jelasnya.
"Aku…aku teman baik reyvateil itu, dia bernama Nebbia,"
"Nebbia…? Hei! Itu namaku!" sergah Mukuro.
"L-Loh? Tapi Nebbia yang itu cewek lho!"
"Namaku juga Nebbia! Hymn Code-ku Nebbia kok,"
"Oh ya, Mukuro, apa Hymn Code-mu?" tanya Xanxus.
"NEBBIA_ANSUL_NAM."
Xanxus, Tsuna dan Byakuran melongo—Squalo yang clueless diem aja.
"Tuh kan! Makanya aku merasa pernah kenal Hymn code itu!" ucap Byakuran.
"Voi, tunggu, tunggu! Aku ga mudeng, jadi Mukuro ini admin Sea of Death?" potong Squalo. "Lalu, lalu, reyvateil penjaga hymn crystal itu punya hymn code yang sama?"
"Yep, tumben kau nyambung, sampah," ejek Xanxus.
"Siapa sebenarnya Reyvateil itu? Aku harus menemuinya…baru crystal ini kuberikan padamu." kata Mukuro tegas.
"Dia pasti sudah ada di Vendicare Prison sekarang," Hibari akhirnya angkat bicara. "Vendicare Prison ada di Village of Millefiore,"
"Kau tahu tempatnya, Pippen Freak?" tanya Mukuro setengah mengejek.
"Kamikorosu, kau mau kuberitahu apa nggak, sih?"
Setelah berantem sedikit, semua serempak menuju ke Village of Millefiore. Tsuna ikut karena ia ingin mendapatkan crystal yang dipegang Mukuro sementara Hibari ikut karena searah. Awalnya mereka ingin memakai Axis Train kesana, tetapi saat Hibari dan Xanxus mencoba membeli tiket kereta…
"Maaf, akses kereta menuju Village of Millefiore ditutup," ucap petugas loket.
"Ada masalah apa?" Hibari dengan kalem menanyai petugas itu.
"Rebel Knight sedang memeriksa buronan yang katanya kabur ke arah sini,"
"Siapa namanya?" tanya Xanxus.
"Pioggia-sama yang menjadi tower admin Sol Infel, aku kurang tahu kenapa tapi…ya begitulah."
Xanxus menaikkan alisnya. Hibari pun mengangguk pelan.
"Kalau begitu, kami akan pakai jalan lain, permisi," Hibari meninggalkan loket itu.
"Kenapa dia dicap buronan? Padahal bukan dia yang menghancurkan tower…"
"Aku kurang tau, Xanxus-san. Kalau begitu, ayo kita ambil jalur darat…"
Penjaga loket tersebut tersenyum sinis, "Mission complete…"
Mereka berdua pun bergabung kembali dengan sisa party mereka yang sedang menunggui di Town Hall. Xanxus menjelaskan keadaan mereka dan Hibari memutuskan keputusan akhirnya.
"Jadi, kita akan jalan kaki ke Village of Millefiore," ucap Hibari.
"Jalan kaki? Jalurnya?" Squalo sweatdrop.
"…Kalo nggak salah Teru Train sampai ke Varia Block kan? Dari sana kita jalan melewati Ring Road menuju ke Village of Millefiore," Byakuran menjelaskan jalurnya.
"Kufufufu, ini akan menjadi perjalanan yang panjang…"
"Kenapa kau malah senang Mukuro-kun?"
"Soalnya kurasa aku sudah dekat dengan memori yang kucari, kufufufu,"
"Ayo kita berangkat, kalau begitu…" ajak Tsuna yang agak malas.
Party List :
Byakuran - Rokudou Mukuro
Xanxus - Squalo Superbia
Sawada Tsunayoshi - Kyouya Hibari
Sementara itu, di waktu yang sama, Pastalia Slums.
BRAKK!
"Maafkan aku, maafkan aku…!"
Seorang Male Reyvateil tengah terpojok di depan sebuah gundukan besi, banyak Male Reyvateil berwajah garang yang mengerubunginya.
"Jangan libatkan kami dalam proyek Utopia!" salah satu Reyvateil menendangnya.
"Ta-tapi itu keputusan dari ketua Rebel Knight, semua I.P.D harus i—ARGH!"
DUGH! Tiga dari mereka menendang perutnya lagi. Si Reyvateil pun meringis kesakitan.
"Proyek akan berhasil dengan tenaga Second Infel Phira hah? Dasar pemerintahan bodoh!"
"K-Kalau kalian tidak mau ikut ya tidak usah—"
"DIAM KAU! KAU MAIDEN DARI SECOND INFEL PHIRA KAN? HENTIKAN PROYEK INI!"
"Proyek ini sudah 75%, tidak bisa dihenti—"
ZREK, BRAKK!
Reyvateil-Reyvateil sangar itu memasukkannya kedalam kotak besi dibelakangnya. Kotak besi itu bertuliskan 0.5, dan semua reyvateil itu tertawa puas begitu sudah mengurungnya.
"HAHAHAHHHAHA, Bilang saja ke Commander Adelheid dia sudah mati—"
DUAGH!
Dari kejauhan ada seseorang melempar bebatuan besar yang melumpuhkan separuh jumlah Reyvateil itu.
"Co-Commander Adelheid!"
"KALIAN APAKAN KETUA!"
Seorang wanita Reyvateil yang 10 kali lebih garang menatap mereka dengan death glare yang benar-benar tajam. Semua berlari tunggang langgang begitu melihat tatapan itu. Wanita bernama Adelheid itu hanya menghela napas panjang seraya mencari-cari ketuanya.
"Ketua? Ketua? Dimana kau?"
Adelheid pun mencari ke kotak besi. Ia membuka kotak besi tersebut, tetapi anehnya tidak ada ketua yang dia maksud—ia menghilang. Tanpa berpikir panjang lagi, wanita itu pun menghubungi seseorang dengan telemonya.
"Ha-Oh, Adelheid?" ucap suara diseberang telepon.
"Tinggalkan cewek-cewekmu, playboy. Ketua menghilang,"
"…Ketua hilang! Err, aku nggak sama cewek-cewek kok, aku sedang di Sol Infel mengurus salah satu Reyvateil-ku yang masuk ke Vendicare…"
"Ketua tadi dimasukkan ke Lift 0.5, kau tahu tujuannya?"
"Lift 0.5…HAH? LIFT RAHASIA KE SOL INFEL ITU?"
"Jangan teriak di telingaku, bodoh!" Adelheid mengatur emosinya. "Kau bisa carikan ketua disana? Aku akan mencoba lewat I.P.D Network,"
"Baik, baik~"
KLEK
"Huff…dasar ketua,"
To be continued…*author ditendang*
Yak, makin banyak aja masalah ama misterinya, tapi… gampang lah nebak karakter yang gak bernama itu, kecuali si penjaga loket. *disambelin*
Jangan salahin saya soal Vanguard-Reyvateil-nya 2718 *PLAK*
Oh ya, arti hymn yang disebut Mukuro itu ini:
I will gladly become the wind of hope, and together with you, my precious person.
Diambil dari EXEC_METAFALICA./
Di chapter berikutnya bakalan ada antagonis baru ^^
Next Chapter [Phase 2 part 1 Replekia - Charge]
Akhir kata, any Review? Butuh banyak masukan nih~ XD
