Hai minna ! \(^o^)/ saya kembali lagi di chapter terakhir :)
Maaf jika kelamaan update *bungkuk dalam-dalam* maklum kerjaan saya banyak (?)
Langsung aja yah ke cerita, saya emang gak suka nge-bacot di awal. ^^v
.
.
.
LAST CHAPTER
.
.
Sakura dan Sasuke mulai melakukan perjalanan nya, kini mereka harus mencari Naruto yang masih berada diluar sana. Salju masih tetap turun seperti biasa nya, mendarat di atas tanah maupun di atas kepala kedua insan tersebut. Langit terlihat cerah walau tidak ada cahaya matahari.
Sakura dan Sasuke masih tetap berlari menyusuri tanah bersalju, menghantam angin sepoi-sepoi yang cukup dingin dan menerpa sisa-sisa kulit mereka. Sampai saat ini mereka masih berada di dataran rendah, di lapang luas dan belum menemukan hutan. Mereka tetap harus mencari Naruto, bagaimana pun juga mereka harus kembali ke Konoha bersama-sama.
"Sasuke-kun, kita akan lewat mana ?" Kata Sakura yang menanyakan arah jalan.
"Ikuti saja aku" balas Sasuke. Pandangan nya masih di depan, mencari tempat dataran tinggi, yang kemungkinan Naruto juga berada di sana.
Sakura hanya mengikuti Sasuke dari belakang. Mereka hanya terdiam, tidak ada yang mau berbicara. Sakura hanya menatap Sasuke dari belakang, melihat punggung datar milik Sasuke yang di tutupi oleh jubah putih. Sakura terus memandangi pria sempurna yang ada di depan nya ini. Mulai dari gerakan nya berlari, jubah nya yang tertiup angin, rambut nya yang hitam dan unik, membuat nya begitu tampan, bahkan bila dilihat dari belakang sekalipun. Semua nya terasa indah di mata Sakura, hanya dengan menatap Sasuke, itu sudah cukup untuk membuat nya senang.
Sakura ingin sekali memiliki Sasuke. Bahkan dia sudah pernah menyatakan cinta kepada Sasuke. Namun apa balasan nya ? Hanya sebuah ucapan 'Terima Kasih' lah yang dia dapatkan. Sakura sungguh sakit hati sekali waktu itu, tidak apa dia ditolak, yang penting Sasuke tidak pergi… Tapi, takdir berkata lain.
Namun bukan hanya itu saja sakit hati yang di berikan Sasuke waktu itu. Pada saat dulu disaat Sasuke menjadi ninja buronan sekali pun, Sakura sudah bertekad untuk melupakan Sasuke dan membunuhnya dengan tangan nya sendiri. Karena pada saat itu Sakura sangat merasa bersalah kepada Naruto yang tetap mempertahankan Sasuke demi janji nya pada Sakura. Namun ironis, disaat dia akan membunuh Sasuke dengan kunai beracun nya, yang ada hanya lah senjata makan tuan. Hampir saja dia terbunuh waktu itu, jika Kakashi dan Naruto tidak datang menolong nya.
Walaupun Sasuke sudah sangat jahat kepada Sakura, namun dia tetap tidak bisa untuk melupakan nya. Sakura tahu bahwa hati-nya sudah di vonis untuk mencintai Sasuke, mungkin untuk selama nya. Sakura tidak berharap Sasuke mau mencintai nya, atau menjadi kekasih nya, ataupun menjadi pendamping hidup nya sekalipun. Dia tidak terlalu berharap semua itu, karena dia menganggap semua itu adalah mustahil, Sasuke bahkan tidak pernah mau memperhatikannya.
Namun Sakura tetap bersyukur, kini Sasuke sudah kembali ke Konoha, dan semua itu berkat Naruto yang berhasil membujuknya waktu itu, membawa nya ke jalan yang benar. Sakura tidak mengerti bagaimana cara nya, yang pasti saat Sasuke kembali ke Konoha, dia sudah sedikit berubah. Tidak ada lagi dendam di hati nya. Tidak ada tatapan benci lagi dari nya. Dan tidak ada lagi kekacauan yang di buat oleh nya.
Sekarang dia sudah berubah, walau perilaku nya selalu dingin dan tidak suka banyak bicara, sama seperti dulu saat masih genin. Semua orang yakin bahwa Sasuke pasti sudah menjadi orang yang baik. Terbukti saat Sasuke membantu Desa Konoha dan Naruto untuk melawan Uchiha Madara yang ternyata masih hidup. Meskipun melawan sesama Uchiha, namun Sasuke tetap berpihak kepada Konoha.
Kini Sakura malah mengingat lagi kejadian beberapa bulan yang lalu. Dia hanya melamun kan Sasuke sedari tadi. Sedangkan Sasuke ? Apa yang dipikirkan nya saat ini ? Ah entahlah, siapa yang tahu. Mungkin dia sedang terfokus dengan jalan.
Tiba-tiba pikiran Sakura melayang pada saat kejadian di rumah Nenek. Ah ! Apa tadi itu ? Kejadian saat dirumah Nenek dan Kakek adalah kejadian yang sangat memalukan.
Bagaimana tidak ? Dia bahkan di katakan sebagai pacar Sasuke ! Dan…..mereka juga di suruh cepat-cepat menikah dan membuat anak yang banyak ? Ya ampun, mereka bahkan tidak berpacaran !
-Blush- seketika wajah Sakura agak sedikit merona jika membayangkan nya.
'Tidak ! ' pekik Sakura dalam hati. 'Apa yang aku pikirkan ? Bodoh !' Sakura merutuki dirinya sendiri.
"Sakura" panggil Sasuke yang berada di depan nya.
Sakura langsung terbangun dari lamunan nya. Kemudian langsung menjawab.
"Y-ya Sasuke-kun ?"
"Sharingan nya sudah boleh di pakai ?" Tanya Sasuke.
"Boleh Sasuke-kun, asal jangan menggunakan untuk amaterashu atau sebagainya yang cukup berlebihan. Tunggu sampai benar-benar pulih"
"Hn" kemudian Sasuke langsung meng-aktifkan sharinggan nya.
"Tapi untuk apa Sasuke-kun memakai sharinggan ? Apa ada musuh ? Tapi kenapa aku tidak mendeteksi chakra mere-"
"Mencari Naruto" potong Sasuke.
Sakura terdiam.
Kenapa Sasuke selalu saja tidak mau mendengarnya. Tapi…..memang dia lah yang bodoh ! Kenapa dia harus menanyakan Sasuke sampai bertubi-tubi seperti itu ? Apalagi pertanyaan tidak berguna seperti itu, sepele sekali.
'Ternyata Sasuke-kun benar, aku ini… berisik dan menyebalkan' kata Sakura dalam hati.
"Maaf Sasuke-kun, aku memang berisik tadi" kata Sakura menyesal dan meminta maaf.
"Hn" jawaban itu lah yang di berikan Sasuke. Sakura memang sakit mendengar jawaban itu, tapi dia merasa pantas juga untuk mendapatkan nya.
Akhirnya mereka sampai di dataran tinggi. Hanya perlu menaiki tebing rendah itu, maka mereka akan sampai ke dataran tinggi, tempat dimana hutan berada, yang kemungkinan Naruto juga ada berada disana.
Saat mereka sedang memanjat tebing rendah itu, ada teriakan dari jauh yang memanggil mereka berdua.
"Hoiii ! Sakura-chann ! Sasukee !" teriak orang itu sambil berlari meloncati pohon dengan cepat, menyusul mereka.
"Naruto ! Sasuke-kun itu dia Naruto !" kata Sakura senang.
"Hn" kemudian dia mematikan sharinggan nya dan mereka lebih cepat melewati tebingnya.
Saat mereka berdua sudah sampai di dataran tinggi, mereka langsung menuju ke tempat Naruto, begitu pula dengan Naruto. Dan akhirnya pun mereka semua bekumpul kembali.
"Sasuke ! Sakura ! Aku mencari kalian dari kemarin" kata Naruto.
"Kami juga mencari mu" kata Sakura
"Baguslah kalian tidak kenapa-napa. Apa yang kalian lakukan saat kalian terjatuh ke jurang itu ?" Tanya Naruto.
Sakura tidak tahu harus berkata apa. Dia sedikit bingung, atau mungkin malu untuk menceritakan kejadian saat mereka berada di bawah jurang. Muka Sakura juga sedikit memerah, begitu pula dengan Sasuke, hanya saja raut wajah itu tidak di perlihatkan nya.
"A-a…itu….. kami ha-nya" kata Sakura dengan sedikit gagap.
"Hanya saling menghangatkan diri" kata Sasuke santai.
Muka Sakura langsung memerah, namun harus cepat-cepat pula dia sembunyikan. Dia mengingat kejadian itu, saat Sasuke menindih dan memeluknya dengan tubuh kekarnya yang hangat.
Untung saja Naruto tidak berpikir yang negatif atau semacam nya. Yang ada di pikiran nya mungkin Sakura dan Sasuke hanya menghangatkan diri masing-masing di dalam gua dengan api unggun.
"Oh begitu, kemarin aku sempat ingin mencari kalian. Tapi gara-gara ada badai salju, aku jadi harus berteduh dulu" kata Naruto.
"Haah…..ya sudah yang penting kita semua sudah berkumpul dan sudah saat nya kita kembali ke Desa" kata Sakura ingin cepat-cepat mengalihkan pembicaraan. Takut bila Naruto akan memberikan lagi pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin di dengar oleh nya.
"Yeah ! Baiklah, misi kita sudah terselesai kan. Ayo kita kembali !" kata Naruto bersemangat. Sasuke dan Sakura juga mengangguk tanda setuju, dan mengikuti Naruto dari belakang.
Saat mereka sudah sampai di Desa Konoha, mereka memberikan laporan kepada Tsunade.
"Baiklah misi kalian telah tertuntaskan dengan baik. Sekarang kalian bisa kembali ke tempat kalian masing-masing" kata Tsunade.
"Ha'I" ucap mereka, kecuali Sasuke yang hanya mengangguk.
Mereka semua pulang kerumah masing-masing. Saat di pertengahan simpang mereka pun akan berpisah.
Sasuke dan Sakura memang satu arah, Sasuke yang akan pulang ke mansion nya dan Sakura yang akan pulang ke apartemen kecil nya. Sedangkan Naruto sendiri, dia berbeda arah jalan.
"Aku lewat sini dulu ya…. Sampai jumpa besok !" kata Naruto dengan senyum nya.
"Iya. Sampai jumpa Naruto !" balas Sakura sambil tersenyum.
"Oya ! aku lupa, Selamat Natal ya Sasuke, Sakura-chan !" kata Naruto dengan ria.
Ah iya ! besok adalah hari Natal, mereka bahkan hampir lupa karena misi.
"Hn" jawab Sasuke.
"Haha, iya Naruto, selamat Natal juga. Semoga keinginan dan impian kita di Natal kali ini dapat terwujud" kata Sakura.
"Hahaha. Baiklah, kalau begitu aku mau pulang dulu. Daahh !" kemudian Naruto pun pergi meninggalkan mereka.
Kini tersisalah mereka berdua di persimpangan itu. Tidak ada yang memulai bicara.
"Ngg….Sasuke-kun, kita pulang sama-sama yuk ?" ajak Sakura.
"Hn" jawab Sasuke, kemudian dia langsung berjalan duluan, tanpa mengajak Sakura.
"Eh Sasuke-kun ! Tunggu !" kata Sakura sambil berlari kecil ke samping Sasuke dan berjalan seiringan dengan nya.
Selama perjalanan mereka berdua hanya terdiam. Menikmati salju yang turun dengan angin sepoi-sepoi yang menerpa sisa-sisa kulit mereka yang tidak tertutupi oleh pakaian.
Saat mereka sudah sampai di depan gang mansion Uchiha, mereka berhenti sejenak.
"Nngg…..Sasuke-kun, selamat Natal ya untuk besok" kata Sakura sambil tersenyum manis ke arah Sasuke.
"Hn" jawab Sasuke.
Hah ? kata apa itu ? tidak bisa kah Sasuke menjawab 'Selamat Natal' juga ? Apa susah, eh ?
"Hmm, Sasuke-kun apa rumah mu sudah di beres-beres kan ? Atau mungkin di bersihkan ? Besok kan' Natal ?"
"Tidak penting" kata Sasuke sambil meninggalkan Sakura yang masih mematung di tempatnya.
Sakura masih memandangi punggung Sasuke yang mulai menjauh. Mata emerald indah itu kini menatap sedih yang ada di depannya.
"Kau selalu saja mengacuhkan ku Sasuke-kun. Kenapa kau tidak mau berlama-lama dengan ku ? Apa aku benar-benar menyebalkan ?" kata Sakura entah kepada siapa. Kemudian dia berjalan pulang sendirian. Hari mulai malam, Sakura masuk kekamarnya dan berdoa, berharap kepada Kami-sama semooga di Natal besok, dia akan mendapatkan apa yang menjadi impian nya.
.
.
Pagi di Desa Konoha. Salju masih turun seperti biasanya, namun tidak begitu banyak. Semua orang yang berada di Konoha kini begitu senang dan riang, apalagi anak-anak. Mereka bermain bola Salju, datang kerumah-rumah atau bertukar kado dan sebagainya. Hampir semua orang menikmati hari ini. Termasuk Naruto, Sakura, Sasuke dan teman-teman lainnya.
"Na-Naruto-kun…." Panggil gadis yang ada di samping Naruto.
"Ya ? Ada apa Hinata-chan ?" Tanya Naruto.
"Taman ini cukup ramai ya…." Kata Hinta lembut.
"Ya begitulah. Hei ! Di sana ada pohon Natal raksasa, ayo kita kesana" kata Naruto sambil menggandeng tangan Hinata dan mengajaknya ke tempat pohon Natal raksasa.
"Ha-hai" kata Hinata malu-malu.
Mereka berdua meninggalkan teman-teman nya yang melihat mereka.
"Haha dasar Naruto" kata Sai.
"Ya begitulah, akhirnya Naruto bisa mendapatkan kekasih hatinya juga" kata Sakura.
Di sana ada Sakura, Sasuke, Sai, Kiba dan Shino. Mereka berjalan-berjalan ke taman yang sangat ramai.
"Sai-kun !" teriak seorang wanita dari jauh, sambil berlari kecil ke arahnya. Sai pun menoleh.
"Hei Sai-kun, temani aku ke sana yuk ?" kata wanita itu sambil memegang lengan Sai. Dan Sai hanya tersenyum.
Eh Ino ? Pikir mereka semua. Apa Ino dan Sai…. Pacaran ? Ah- itu tidak penting, mau pacaran atau tidak itu terserah mereka. Mereka hanya tidak mau ikut campur.
"Hm. Baiklah" kata Sai sambil tersenyum khas kepada Ino.
"Ayo" kata Ino sambil menggandeng Sai entah kemana.
Tersisa lah Sakura, Sasuke, Kiba dan Shino. Mereka hanya terdiam melihat pemandangan di sekitar mereka. Beberapa saat. Namun tiba-tiba saja Sasuke langsung berbalik, kemudian pergi dari tempat itu.
"Sa-Sasuke-kun ! Mau kemana ?" Tanya Sakura.
"Pulang" jawab nya singkat.
"Kau tidak ingin di sini dulu ? Bersenang-senang mungkin ?" bujuk Sakura, berharap agar Sasuke mau, dia masih ingin berlama-lama dengan Sasuke.
"Tidak" kemudian Sasuke pulang. Tangan nya di masuk kan kedalam saku sweater nya yang bewarna putih dengan corak biru di sisi lengan nya dan ada lambing Uchiha di belakang punggung nya.
Sakura, lagi-lagi diaa harus menatap punggung Sasuke dari belakang. Namun cepat-cepat dia memalingkan nya, karena dia tidak ingin di perhatikan oleh yang lain nya.
'Aku tidak bisa begini terus. Cinta ku selalu saja bertepuk sebelah tangan. Kalau begini terus, aku bisa selalu sakit hati. Atau… ada jalan lain, sepertinya aku bisa menerima tawaran Ryuuka-sama. Mungkin itu bisa mengobati sedikit patah hati ku' pikir Sakura dalam hati.
Sejenak mereka bersenang-senang di taman. Walau Sakura hanya bersenang-senang dengan orang yang dikenal nya saja saat bertemu di jalan, seperti Tenten, Lee dan Neji. Mereka berkeliling disekitar jalan Konoha, menikmati nyanyian-nyanyian Natal, tawa canda orang-orang, pemandangan sekitar, lampu-lampu hias yang beraneka ragam.
Sakura menikmati semua itu bersama teman-teman nya. Namun kemudian, dia teringat Sasuke kembali.
'Ya ampun. Kenapa Sasuke tidak ikut kami bersenang-senang… dia pasti bosan di rumah sendirian. Hmm, sebaiknya aku memberikan dia hadiah Natal saja' pikir Sakura.
Kemudian Sakura minta izin untuk pulang duluan. Hari itu sudah sore, langit hampir gelap. Sakura pulang ke rumah dengan cepat. Yang terpenting sekarang adalah : Hadiah Natal untuk Sasuke.
Di dalam apartemen Sakura, entah apa yang sedang di lakukan oleh nya. Berkutat sendiri di dalam rumah, berusaha membuatkan hadiah untuk Sasuke supaya hati nya senang –walau hanya sedikit-.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 9.30 malam. Sudah hampir empat jam Sakura membuatkan Sasuke hadiah. Entah apa hadiah itu, namun untuk membuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Sakura.
Sakura tidak menghiraukan apa pun. Kini dia sedang setengah berlari menuju tempat tinggal Sasuke. Salju serta angin yang menerpa kulit nya, tidak dihiraukan oleh nya. Dalam hati Sakura, dia sangat senang pada akhirnya dia bisa memberikan Sasuke hadiah Natal. Semoga saja Sasuke mau menerima nya dengan senang hati.
Perlahan Sakura memasuki mansion itu. Sepi dan gelap. Di sepanjang perjalanan yang Sakura lihat hanyalah rumah-rumah gelap. Wajar saja, penghuni dari sekian ratus rumah yang ada disini hanya seorang –Uchiha Sasuke-.
Hawa dingin masih menusuk-nusuki kulit putih mulus milik Sakura. Di saat itu Sakura melihat sebuah rumah yang cukup terang karena ada lampu. Dia pun segera menuju ke tempat itu.
'Tok Tok Tok' Sakura mengetuk pintu rumah itu.
'cklek' kemudian muncullah Sasuke di depan pintu.
"Hai Sasuke-kun !" kata Sakura sambil tersenyum kepada Sasuke.
Sasuke agak bingung kenapa Sakura malam-malam begini ke rumah nya. Sejenak Sasuke memperhatikan Sakura dari ujung kaki sampai ujung kepala. Bukan karena apa sampai Sasuke memperhatikan nya seperti itu. Itu karena ada yang aneh pada Sakura. Wajah nya memang senang sekarang, namun dia sedikit pucat. Dan terlebih lagi Sakura hanya memakai baju biasa, dia tidak memakai syal, sarung tangan serta sweater penghangat juga lupa dia pakai. Ada apa dengan Sakura sampai dia lupa memakai benda penting itu, di saat yang dingin seperti ini ?
"Kenapa kemari ?" tanya Sasuke datar. Sakura masih tersenyum.
"Sasuke-kun…. Aku boleh masuk ya ? Di luar dingin sekali sih !" kata Sakura.
"Hn" kemudian mereka masuk dan menutup pintu nya.
"Ada apa ?" Tanya Sasuke lagi.
"Hehe….. tidak, aku hanya ingin kemari. Rumah mu bersih ya Sasuke-kun"
Sasuke masih terdiam, menatap gadis pink yang berada di depan nya ini.
"Haha. Jangan bingung seperti itu Sasuke-kun ! Aku ke sini ingin memberikan ini" kata Sakura tersenyum sambil menyodorkan kotak berukuran sedang.
"Apa itu ?" Tanya Sasuke yang masih terlihat biasa-biasa saja.
"Ini. Kubuka yah…" kata Sakura membuka kotak itu. Sasuke hanya diam melihat Sakura yang berdiri tidak jauh dari nya.
"Ini dia !" kata Sakura memperlihatkan isi dari kotak itu.
"Kue buatan ku Sasuke-kun" lagi-lagi bibir mungil Sakura memperlihatkan sebuah senyuman.
Sasuke melihat kue-kue buatan Sakura. kue coklat, berbentuk bulat kecil seperti bola pingpong, dengan jumlah sekitar lima belas buah. Sungguh indah dan mungkin terasa enak, karena banyak sekali hiasan-hiasan nya. Namun Sasuke hanya diam melihat nya, tidak tahu harus berkata apa.
"Ini, ku buatkan untuk mu. Semoga kau mau menerimanya. Aku tahu mungkin Natal ini sangat membosankan bagi mu, jadi aku akan memberikan mu hadiah"
"Hn" jawab Sasuke yang masih –memperhatikan- wajah Sakura yang sedikit pucat.
'Kau kedinginan…' dia bahkan tidak memikirkan kue-kue itu, karena yang sedari tadi Sasuke perhatikan adalah kondisi Sakura. Yang ada di pikiran Sasuke hanyalah 'Sakura'.
Sakura mulai berjalan ke arah Sasuke, mendekati nya. Namun, entah apa yang Sakura lakukan, tiba-tiba saja kue itu terlepas dari tangan nya dan…..
'Brak!'
Semua kue itu terjatuh. Semua kue yang Sakura buat dengan penuh cinta, kini telah berserakan di lantai. Sasuke terkejut melihat hal itu.
"A-a…." Sakura terduduk di depan kue-kue itu, kue yang dia buat dengan susah payah, kini sudah hancur berantakan di lantai. Sakura menunduk sedikit, kemudian menggigit bibir bawah nya –mungkin- untuk menahan tangis.
Sasuke kemudian mendekati Saakura. Dia juga kini merasa sedih dan juga bersalah.
"Sa-suke-kun….." kata Sakura dengan nada yang sedikit bergetar.
"Ma-maaf…. Maaf kan aku karena kue nya tumpah. Maaf sudah mengecewakan mu dan membuat rumah mu menjadi kotor. Aku ini memang bodoh dan menyebalkan…. Aku-…"
'Grep'
Mata Sakura melebar pada saat itu. Tiba-tiba saja Sasuke memeluk Sakura erat, -sangat erat-.
"Cukup ! Berhenti untuk mengatakan dirimu itu menyebalkan, atau bodoh atau semacam nya !" kata Sasuke, cukup panjang.
"Kau memang menyebalkan, tapi kau tidak lebih menyebalkan seperti wanita-wanita lain yang terlalu berlebihan mengganggu ku" kata Sasuke, baiklah…kini dia tidak bisa menyembunyikan lagi kegengsian nya dalam berbicara singkat.
Sakura masih terdiam dan dia tidak membalas pelukan erat dari Sasuke. Mereka terdiam cukup lama. Tidak tahu mengapa Sasuke tidak mau melepaskan pelukan nya. Kehangatan dari tubuh Sasuke menyalur kedalam diri Sakura. Sasuke memang bertampang dingin, namun dia lebih hangat dari Sakura.
"Kenapa kau tidak memakai syal ? Atau sweater penghangat ?" Tanya Sasuke, masih memeluk Sakura, membenamkan wajah nya di antara leher dan bahu milik Sakura –yang saat itu tidak memakai syal-.
Sakura sadar, pantas saja dari tadi dia merasa kedinginan. Saking terfokusnya dia kepada hadiah Sasuke, sampai-sampai dia lupa akan kesehatan dan keselamatan diri nya sendiri.
Nafas Sasuke yang teratur itu masih berhembus di antara leher dan bahu Sakura. Sakura menikmati semua kehangatan itu, dia sangat bahagia bila bisa seperti ini bersama Sasuke. –berpelukan, sambil berbagi kehangatan-
"Kau pasti kedinginan….." kata Sasuke, perlahan mulai melepaskan pelukan nya.
"Tak apa jika kue nya tumpah. Aku akan mengambilkan syal dan sweater penghangat punya ku untuk mu, aku masih punya cadangan". Kata Sasuke sembari pergi dari tempat itu, hendak menuju tangga.
Sakura masih menatap kue-kue di lantai dengan tatapan sedih. Semua usaha nya terbuang sia-sia, dan untung saja Sasuke tidak marah.
Tapi…. Tunggu dulu ! Masih ada tersisa satu buah kue cokelat di dalam kotak itu.
"Sasuke-kun !" panggil Sakura.
"Hn?" Sasuke berbalik dan menatap Sakura yang masih terduduk.
"Ini ! Kemarilah ! Masih ada sebuah kue untuk Sasuke-kun !" kata Sakura senang.
Sasuke mulai mendekatinya. Sakura mengambil kue mungil itu dan meletakkan nya di atas kedua telapaknya dengan sangat hati-hati. Kemudian dia mengarahkan nya kepada Sasuke yang berada di depan nya sambil tersenyum manis.
Sasuke yang melihat senyum manis Sakura, entah kenapa hati nya terasa senang. Ingin rasa nya ia memeluk erat gadis mungil yang ada di depan nya ini. Karena Sasuke tahu, bahwa Sasuke benar-benar mencintai Sakura. Kini. Dan dia sudah mengakui nya.
"Ini. Coba lah" kata Sakura menyodorkan kue itu dengan kedua telapak tangan nya.
Sasuke menunduk, mensejajarkan dirinya dengan Sakura dan mengambil kue itu.
"Kau juga akan mencobanya" kata Sasuke.
"Tidak Sasuke-kun. Itu hanya sebuah dan special untuk mu. Cobalah sendi… -umph- ! mphh !" kata-kata Sakura terpotong karena tiba-tiba Sasuke memasukkan kue berukuran bola pingpong itu kedalam mulut Sakura, namun hanya setengah. Dan dengan cepat Sasuke langsung menyambar setengah kue lagi yang masih berada di mulut Sakura.
Ciuman. Ya, saat ini mereka sedang berciuman, dengan kue di mulut masing-masing. Sakura agak terkejut dengan perlakuan tiba-tiba dari Sasuke. Dan tanpa aba-aba sekalipun, Sasuke malah menggigit kue itu sedikit dan melumat bibir Sakura yang masih ada kue nya itu. Mereka berdua bisa merasakan bibir mereka dan kue mereka, semua bercampur menjadi satu.
Mereka saling beradu, melumat, mengunyah, menghisap, mempermainkan bibir, lidah mereka masing-masing, dan menggigit kecil sisa-sisa kue didalam mulut mereka. Mereka melakukan hal tersebut tanpa sedikit pun melepas kedua bibir mereka.
"Ngh…..mph"
Sakura melenguh pelan, sampai-sampai dia tidak mampu menahan semua sensasi yang diberikan oleh Sasuke, di tambah rasa kue yang berada di dalam mulutnya. Sakura mulai melemas dan terhuyung kebelakang. Namun dengan cepat Sasuke menahan kepala dan pundak Sakura, hingga Sakura sendiri terbaring dilantai, spontan Sasuke juga ikut menindih tubuh Sakura.
Kini Sasuke malah lebih mempermainkan bibir mereka, Sasuke yang terkadang menelan kue itu, namun Sakura juga merasa tidak sadar bahwa dia juga sedang melumat bibir Sasuke. Mereka seperti…..sepasang kekasih yang sangat lama memendam kerinduan nya. Tapi ini berbeda, mereka bukan sepasang kekasih . Mereka hanya sama-sama saling mencintai, menyalurkan semua isi hati mereka yang selama ini mereka pendam. Ironis nya, mereka sama sekali tidak tahu bahwa saat ini mereka memang saling mencintai, seperti sepasang kekasih yang sedang melepas rindu.
Sakura hanya bisa memegangi kedua pipi Sasuke dengan lembut, mereka saling menutup mata, merasakan sensasi dari diri mereka masing-masing. Mereka seperti terhipnotis oleh cinta yang tidak di ketahui.
Cukup lama mereka berciuman dalam keadaan seperti itu. Sakura seperti melayang saja pada waktu itu. Dia juga tidak tahu kenapa Sasuke juga mau mencium nya seperti itu, bahkan Sasuke tidak mau melepaskan ciuman mereka, padahal kue didalam mulut mereka sudah habis. Tapi, Sakura sadar Sasuke menciumnya bukan karena kue itu akan di bagi dua. Ciuman yang Sasuke berikan ini, penuh dengan hasrat, entah apa itu dan rasa nya sedikit berbeda mirip dengan sebuah -perasaan-.
Perlahan Sakura membuka mata nya, melihat wajah Sasuke yang masih mencium nya. Kemudian Sakura menekan dada bidang Sasuke supaya menjauh dari nya.
Saat itu juga Sasuke tersadar dan melepas ciuman nya, jaring lendir saliva mereka menyambung di antara kedua bibir mereka. Lagi-lagi dia mencium Sakura seperti itu, tanpa sadar. Itu semua karena Sasuke tidak mampu menahan semua hasrat cinta nya kepada Sakura. Selama ini dia hanya belum siap untuk mengakui dan mengatakan nya.
Mereka mengambil nafas sejenak. Saling bertatapan, entah itu melihat bibir, hidung, mata, lalu turun lagi ke bibir, lalu kehidung dan kembali ke mata lagi.
Namun Sasuke langsung mengangkat tubuh nya dari Sakura dan duduk dilantai. Sakura juga ikut terbangun dan duduk juga.
"Sasuke-kun… Kau tidak perlu berbuat seperti itu jika kau ingin membagi kue" kata Sakura dengan pelan, lelah, sedikit kedinginan.
Sasuke masih terdiam di atas Sakura, menatap mata nya yang indah itu.
"Kalau aku mau ?" kata Sasuke santai.
Sakura agak terkejut dengan perkataan Sasuke. Namun dia juga bingung dengan perkataan Sasuke.
"Maksud mu ?" Tanya Sakura heran.
"Aku suka. Kue nya tidak terlalu manis"
Sakura langsung senang mendengar komentar Sasuke.
"Dan lebih enak jika dimakan bersamamu" kata Sasuke dengan santai sedikit tersenyum –menyeringai-, sangat tipis namun bisa di lihat jelas oleh Sakura. Dan pada saat itu juga, wajah Sakura langsung memerah padam.
"Sakura….." kini Sasuke mulai serius.
"Ya?" jawab Sakura.
"Aku…. Mencintai mu….." kata Sasuke.
Mata Sakura melebar. Dia benar-benar terkejut. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Sasuke barusan.
"A-a…Apa Sa-suke-kun ? Apa tadi k-kau bilang ?" Tanya Sakura yang masih terkejut.
Sasuke memeluk Sakura lagi.
"Aku suka kau, aku suka semua yang kau berikan pada ku, termasuk tentang dirimu. Maaf jika selama ini aku sering menyakiti hati mu, aku hanya tidak tahu harus berbuat apa. Aku suka Sakura, dan aku sangat mencintai dirimu" kata Sasuke, pernyataan cinta yang begitu romantis dan kata-kata yang –mungkin- hanya sekali dalam seumur hidup keluar dari mulut Sasuke.
Perlahan Sakura membalas memeluk pelukan dari Sasuke. Air mata keluar dari mata nya yang indah, menangis karena bahagia. Dia betul-betul senang dan bahagia atas pengakuan dari Sasuke yang sudah di tunggu-tunggu nya selama ini. Mimpi nya sudah terwujud untuk mendapatkan Sasuke.
"Aku juga mencintaimu Sasuke-kun, sangat mencintai mu. Dari dulu hingga sekarang" kata Sakura tersenyum walau Sasuke tidak melihatnya.
"Terima Kasih"
kata-kata dari Sasuke. Kata yang dulu pernah dia ucapkan kepada Sakura saat ingin meninggalkan nya. Namun, kali ini kata 'Terima Kasih' dari Sasuke bukan untuk meninggalkan nya lagi, melainkan datang kepada nya dan hidup bersama untuk selama-nya.
.
.
.
END ?
.
.
.
.
.
EPILOG
Setelah melepas pelukan mereka, sesaat mereka sama-sama tersenyum. Kali ini Sakura sudah bisa mendapatkan senyum manis Sasuke, meski senyumnya sangat tipis tapi itu cukup membuat hati Sakura senang.
"Hmm, Sasuke-kun…"
"Hn?"
"Di luar sana masih ada yang sedang menungguku. Dia adalah Ryuu-…"
"Tolak dan lupakan" potong Sasuke dengan cepat, dengan sedikit memunculkan raut wajah –cemburu-… ahh Sasuke kau bahkan sudah bisa mencemburui nya ya ?
Sakura hanya terdiam melihat reaksi Sasuke. Dan kemudian Sakura terkikik sendiri.
"Hihi…..kau lucu…." Kata Sakura tertawa kecil.
Sasuke hanya heran dengan perkataan Sakura.
"Mau syal atau sweater ?" Tanya Sasuke.
"Ah….? Hmm…." namun sebelum Sakura ingin melanjutkan kata-kata nya, Sakura malah melihat seringai tipis dari Sasuke.
"Atau, mau aku hangatkan di atas, mungkin ?" kata Sasuke santai, dengan sedikit seringai mesum yang cukup -menggoda-.
Muka Sakura memerah sepenuh nya dan…..
"Kyaaa ! Sasuke-kun kau mau apaa ! Turunkan aku ! Kyaaa !"
Kemudian Sasuke melempar (?) Sakura ke kasurnya dan…
Apa selanjutnya ?
.
.
.
Haha mana mungkin Sasuke mau melakukan hal itu. Dia orang nya kan' gak cepat nafsuan, apalagi kalo baru pacaran. Jadi…..dia hanya membawa Sakura ke kamarnya dan mengambilkan pakaian hangat milik Sasuke, dan kemudian menyuruh Sakura untuk mengantinya dikamar mandi milik Sasuke. Beres deh.
***TAMAT***
Saya senang pada akhirnya cerita ini tamat juga :)
Bagaimana cerita ku ? yang chapter terakhir ini gimana ? bagus ?
Oya, saya juga mau minta review nya dong *yang banyak*, please banget…
Saya perlu dukungan.
Masalahnya saya banyak kerjaan selama ini.
Kan' kalo kalian nge-review, bisa buat aku jadi semangat untuk jadi author.
Meskipun kerjaan banyak, tapi kalo nerima review dari kalian, pasti aku akan tetap semangat nulis terus. Dan yang pasti makin banyak yang nge-review makin cepat pula aku update ^^b
Dan karena fic ini udah selesai, jadi saya mau minta review yanggg banyak. *ngarep*
Maklum deh pasti kalo udah chap terakhir jadi bosen review kan ? hayo ngaku…?
Oke….readers yang baik adalah yang mau memberikan komentar untuk fic-fic orang lain. *jiah malah mintak puji* -a
Apa kalian mau tau apa aja aktivitas ku ? mau tau ? kalo enggak juga gapapah :D
Yah seperti biasa, saya harus rapat anggota osis, membantu ketua kelas (karena saya wakil nya), ikut acara Natal bersama di sekolah, harus kerjakan banyak sekali job gambar *saya jurusan arsitek*, mengikuti extra English club + les, pramuka dan sebangsa nya dah T_T *lah ? kok malah curhat* itu lah nasib yang saya tanggung. Mana kemarin pulsa modem habis (?) *kacau dah author*
Makasiiiiiiihhh banget buat yang udah review :D saya suka banget review dari kalian. Yah kalian semua yang nge-review emang hebat ! ^^b daripada yang udah baca tapi gamau review :'( saya sedikit kecewa tapi gak apalah….. /plak!/ (-/-)
Baik lah sampai disini dulu, saya juga mau pamit (?) sampai jumpa kembali di fict-fict ku yang lain ! :D
Daahh *kiss bye*
.
.
.
.
.
.
.
Viezvannie
