CROSSGEN

Author : Dyororooo

Main pair : KaiSoo/KaiDO, with other EXO member in each part of this story, and of course our spesial OC/? Do Kyung Ri as Kyung Soo's sister.

Rate : T (15)

Genre : Romance, Comedy

Warning : Yaoi (BoysXBoys), OOC, gaje, typos, ga mengenal ejaan, aneh, dll.

a/n : please read the warn before you read!

The chara belongs to God and this fic belongs to me

Chapter 3

"Sungguh aku tidak tahan lagi noona!"

Kyung Soo mengeluh dengan segenap hatinya. Dia berjongkok sembari menangis di depan noonanya yang sedang sibuk menatap layar handphonenya.

"Soo, bersabarlah. Aku yakin kau bisa menghadapinya"

"Bukankah itu seharusnya yang kau lakukan?" bentak Kyung Soo.

"Maksudmu?"

"Bukankah kau yang berpacaran dengannya? Itu berarti seharusnya kau bisa menghadapi semuanya bukan? Kenapa harus dilimpahkan semuanya padaku?"

Kyung Ri menatap adiknya sebentar lalu hanya ber-oh ria, setelah itu ia kembali cekikikan dengan handphonenya.

Kyung Soo mendesah, ingin sekali dia menimpuk kakaknya, kalau ia tidak sadar kakaknya itu adalah seorang perempuan dan dia lebih tua.

PING!

"Balaslah Kyung Soo, sebelum handphonemu nge-hang lagi" kata Kyung Ri tanpa melepaskan pandangannya dari layar handphone.

Kyung Soo hanya mencibir lalu pergi ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras. Kyung Ri yang kaget hanya bisa mengelus-ngelus dada lalu kembali lagi pada aktivitasnya.

Nada dering handphone itu terus berbunyi, Kyung Soo memasang wajah kecut sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal. Dia melemparkan tubuhnya ke kasur sebelum kembali melihat layar handphonenya yang kini sedang berisi chat dari Kai.

"Menyebalkan" gumamnya.

Soo Kyung : Ada apa Kai?

KAI : Kenapa kau selalu menghilang noona?

KAI : Aku merindukanmu :(

KAI : Apa kau tak merindukanku?

...

"Bisakah kau memberiku jeda untuk membalas?" bentak Kyung Soo pada handphonenya. Namun usahanya tentu saja tidak bisa berhasil.

Soo Kyung : Tentu saja aku juga merindukanmu Kai, hanya saja aku juga memiliki kegiatan sendiri, kau tahu kan?

KAI : Tentu saja aku tahu, aku kan selalu mengerti itu

"Apanya yang mengerti huh?" mata sebelah kiri Kyung Soo berkedut.

KAI : Noona?

Soo Kyung : Ya... aku masih disini Kai

KAI : Aku mencintaimu noona

Kyung Soo tertegun sejenak saat melihat chat itu. Kyung Soo berpikir kalau sudah berapa kali ia mengatakan hal seperti ini. Apa dia tidak bosan mengatakannya? Padahal owner dari akun itu sama sekali tidak menganggap dengan serius kata-kata itu (red: Kyung Ri).

Namun bukan berarti Kyung Soo meresponnya dengan positif, hanya saja jika Kyung Soo adalah seorang wanita, mungkin dia setidaknya akan sedikit tersentuh. Tunggu.. bukankah sekarang ia adalah wanita?

"SHIREOOO! Aku bukan yeoja dan aku normal!" ucap Kyung Soo sambil membenturkan kepalanya pada bantal.

Kyung Soo hendak membalas chat itu dengan jemarinya yang bergetar. Tidak biasanya ia seperti ini, padahal ia hanya berpura-pura menjadi Soo Kyung, harusnya ia bisa memerankannya. Tapi Kyung Soo hanyalah Kyung Soo, bukan seorang aktor pro.

Soo Kyung : Aku juga Kai

"Mengapa hanya dengan mengetik itu saja sudah membuat perutku terasa dipenuhi dengan kupu-kupu?"

Tubuh Kyung Soo bergetar, "Aku merasa geli"

Kyung Soo menyimpan handphonenya di nakas dan tak sengaja ia menjatuhkan semua buku-bukunya. Kyung Soo lalu mengambil buku-bukunya tersebut, lalu seketika ia sadar, ia masih mempunyai tugas matematika dan sains yang menumpuk.

Lagi-lagi Kyung Soo harus begadang dengan semua tugasnya. Entah bagaimana pula ia bisa berkonsentrasi mengerjakan semuanya jika Kai akan terus menerus menchatnya tanpa henti.

"Tuhan... tegarkanlah hatiku" Kyung Soo memohon.

X

Kyung Soo berjalan di koridor sekolah dengan lemas. Dia seperti mayat hidup akhir-akhir ini. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah orang yang menjadi pacar virtualnya.

"Kyung Soo-ya!" panggil Baekhyun tiba-tiba sambil memeluknya dari belakang.

Kyung Soo menoleh dengan tatapan horor yang membuat Baekhyun langsung melepaskan pelukannya dari Kyung Soo. Ia bergeser beberapa sentimeter.

"Uh... Kyung Soo, apa kau mau aku belikan roti melon dan susu strawberry? Aku-"

"Langsung ke intinya Baek"

Baekhyun menunjukkan deretan giginya, "Aku ingin melihat tugas matematika dan sains, kau tahu, semalam aku tidak sempat mengerjakannya karena aku selalu kesulitan menemukan solusinya"

"Kau memang selalu kesulitan menjawabnya Baekhyun karena kau sebenarnya malas mengerjakannya!"

Lagi-lagi Kyung Soo mendumel seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya yang bandel. Baekhyun memanyunkan bibirnya.

"Dan biar aku tebak, semalam kau tidak ada niat mengerjakannya sama sekali dan langsung tidur bukan?" tebak Kyung Soo sambil menunjuk tepat di hidung Baekhyun.

Baekhyun menepis tangan Kyung Soo, "Bisakah kau salah dalam menebaknya? Aku merasa tersinggung" ucap Baekhyun sambil melipatkan tangannya di dada.

Kyung Soo melihat dengan sinis, "Kalau kau seorang artis dan aku mengatakan sebuah kebohongan tentangmu aku pasti akan langsung dihujat" katanya lalu pergi.

"Tapi kalau berbohong demi kebaikan itu tidak apa-apa, malah mungkin ratingku akan naik"

Kyung Soo berbalik pada Baekhyun, "Baek... kau bahkan bukan seorang artis"

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya, dia tampak berpikir sebelum beberapa saat kembali mengejar Kyung Soo yang semakin menjauh.

Meskipun Kyung Soo selalu berkata tidak pada Baekhyun, ujung-ujungnya dia malah selalu berbuat kebalikannya. Demi sahabat, Kyung Soo rela saja jika pekerjaan rumahnya selalu di contek oleh Baekhyun.

Ini memang bukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Seharusnya Kyung Soo bisa mendorong Baekhyun menjadi orang yang lebih baik. Tetapi, Kyung Soo bukan seorang yang menuntut, ia hanya tidak ingin Baekhyun "terlambat" dan rencananya untuk lulus bersama tidak tercapai.

"Kyung Soo, kau tidak membawa handphonemu lagi hari ini?" tanya Baekhyun disela-sela pekerjaannya.

"Aku membawanya, hanya saja aku matikan" jawab Kyung Soo malas.

Baekhyun cekikikan, "Lagi-lagi pasti karena pacar virtualmu itu kan?"

"Ish bisakah kau tidak menyebutnya pacar virtual? Aku ini normal Baek!"

Baekhyun hanya mengedikkan bahunya. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Baekhyun telah berhasil mengcopy-paste jawaban Kyung Soo. Dia menggeser duduknya lalu mengobrak-abrik tas Kyung Soo.

"Apa yang kau lakukan Baek?" tanya Kyung Soo dengan nada kesal.

"Aku ingin meminjam handphonemu"

"Untuk apa?"

"Aku ingin melihat percakapanmu dengan orang itu"

"Kau ini tidak jauh berbeda dengan murid perempuan di kelas ini Baek"

"Ayolah, aku penasaran Kyung Soo"

Kyung Soo mendecak lalu mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada Baekhyun.

Saat menyalakannya, mereka berdua sempat menjadi pusat perhatian kelas karena suara handphone Kyung Soo yang nyaring. Kyung Soo menepuk jidatnya karena lupa mematikan nada deringnya. Buru-buru Baekhyun mengecilkan volumenya lalu mulai membaca satu persatu chat itu.

Namun saat hendak membacanya, Ryeowook sonsaengnim keburu masuk ke kelas. Jadinya Baekhyun tidak jadi mengetahui isi dari percakapan itu karena langsung memberikan handphonenya pada Kyung Soo.

Ryeowook sonsaengnim memulai kelasnya. Kyung Soo berusaha mati-matian untuk konsentrasi kali ini karena tujuannya untuk mengalahkan Kim Joon Myeon sebagai murid berprestasi di sekolah.

Alih-alih berkonsentrasi dengan pelajaran trigonometri, Kyung Soo justru malah melamun. Gara-gara memikirkan tujuannya tadi membuat ia terpikirkan kembali oleh orang terkaya dan terpintar di sekolah itu.

Kyung Soo bertekad akan mengalahkan Joon Myeon kali ini. Dia akan membuktikan bahwa dirinya bisa mengalahkan ketampanan, kekayaan, dan kepintaran Joon Myeon dan membuatnya malu saat berpapasan dengannya.

Kyung Soo tertawa.

Dan tertawanya sangat keras.

Seluruh murid dikelas menatapnya termasuk Ryeowook sonsaengnim. Dia melihat sekelilingnya yang sedang memandangnya aneh.

Kyung Soo pun segera membungkuk dan meminta maaf. Pelajaran kembali berlanjut, untung Kyung Soo merupakan salah satu murid favorit Ryeowook sonsaengnim. Kyung Soo mengacak-ngacak rambutnya.

"Kyung Soo-ah, kau ini kenapa?" tanya Baekhyun.

Kyung Soo menggelengkan kepalanya, "Aniyo"

"Aku mendengar handphonemu berbunyi, siapa yang men-chatmu? Si orang yang bernama Kai itu?"

Baekhyun mulai membuka topik yang sebenarnya tidak ingin Kyung Soo tanggapi sekarang ini. Kyung Soo hanya mengedikkan bahu, namun tiba-tiba Baekhyun menepuk pundaknya.

"Hey, kenapa tidak kau buka pesannya? Aku penasaran Soo Kyung-sshi~" ejeknya sambil tertawa dengan suara tenggorokan.

Kyung Soo mendelik kearahnya, dia lalu berhenti dan kembali terfokus pada papan tulis.

Tangan nakal Kyung Soo mulai beraksi, dia mengambil handphonenya yang berada di dalam saku celana. Benar, ada sebuah pesan dari orang itu. Kyung Soo pun membukanya sambil wanti-wanti terhadap Ryeowook sonsaengnim yang sedang menjelaskan pelajarannya.

Oh ayolah Do Kyung Soo! Disaat nilai matematikamu kurang 0.75 lagi untuk mencapai nilai sempurna, kau malah menjadi murid bandel yang lebih mementingkan pacar virtualnya. Setidaknya itulah suara-suara batin Kyung Soo.

KAI : Noona!

Kyung Soo mendecak lalu mengabaikan handphonenya.

PING!

Kyung Soo kembali kesal, dia membuka kembali layar handphonenya untuk melihat pesan yang menurutnya tidak berguna itu. Dan bodohnya, Baekhyun sepertinya tadi salah menekan tombol kunci dengan tombol volume.

KAI : Soo Kyung noona~

Kyung Soo cepat-cepat membalas pesannya karena kalo tidak, handphonenya akan terus berbunyi.

Soo Kyung : Ada apa Kai? Aku sedang belajar sekarang

Tidak sampai 5 detik, pesan itu sudah dibalas lagi oleh Kai. Kyung Soo tertohok, demi Tuhan... dia sedang ingin konsentrasi belajar sekarang.

KAI : Aku merindukanmu

Kyung Soo menghela napasnya.

'Baiklah Do Kyung Soo, mulai saat ini tolong abaikan handphonemu dan fokuslah!' batin Kyung Soo.

PING! PING! PING! PING! PING! PING! PIIIIIIIIIIING!

Rasanya Kyung Soo ingin membenturkan kepalanya ke tembok. Dilihatnya Baekhyun yang cengengesan disampingnya.

Kyung Soo mulai berkeringat dingin, sejujurnya dia tidak ingin membalas pesan-pesan dari Kai. Tapi tangannya seolah ingin melakukan hal sebaliknya, seolah-olah tangannya terus saja berusaha menggapai handphonenya.

Demi Ryeowook sonsaengnim dan pelajaran trigonometri, Kyung Soo ingin lepas dari penderitaan ini.

KAI : Noona kenapa kau tidak membalas pesanku?

KAI : Apa sebegitu pentingnya pelajaran kelas saat ini?

KAI : Noona aku menginginkanmu

Kyung Soo menjambak rambutnya dan menendang-nendangkan kakinya. Lagi-lagi ia harus merelakan konsentrasinya untuk belajar.

X

Seorang namja jangkung terlihat sedang mencari-cari temannya di atap sekolah. Sambil membawa dua buah kaleng minuman, ia berjalan ke belakang tembok. Dan benar saja, seseorang tengah duduk sambil berkutat dengan hpnya.

"Matamu akan rusak karena terus menerus menatap layar handphone" ucap namja itu sambil meletakkan minuman yang satunya pada namja yang sedang memainkan handphone.

Namun pernyataannya tadi tidak digubris. Namja jangkung itu melirikkan matanya.

"Sampai kapan kau akan terus chatting dengannya Kai?"

"Sampai aku mati" balas namja bernama Kai itu sambil membuka kaleng minumannya.

"Gara-gara kau sibuk chat dengan yeoja itu, kau sampai mengabaikan ekskul"

"Aku bahkan tidak ingat aku mengikuti ekskul"

"Kan? Lagi-lagi kau seperti itu, membuatku kesal saja"

Kai hanya mengedikkan bahunya.

Namja disebelahnya mengintip sedikit isi percakapan Kai. Sesaat, dia hampir saja tersedak minumannya karena tidak bisa menahan tawanya saat mengetahui kalau isi dari ruang chat itu hanya Kai saja.

"Kenapa kau tertawa?" tanya Kai sinis.

"Tidak Kai, sebenarnya kau benar-benar mempunyai pacar atau tidak huh? Kenapa ruang chatmu hanya dipenuhi oleh chatmu sendiri?"

"Berisik kau Oh Sehun, ini karena Soo Kyung noona sedang sibuk belajar"

"Dia sibuk belajar tapi kau sendiri sekarang malah bolos"

Kai menendang namja yang disebutnya Oh Sehun tadi. Sehun tidak bisa berhenti tertawa karenanya.

"Hey, daripada kau membuang-buang waktumu selama ini lebih baik kau kopi darat dengannya"

"Maksudmu?"

"Buatlah sebuah janji dengannya, berkencan maksudku"

Kai masih mengerutkan keningnya. Sehun memperbaiki posisi duduknya untuk bisa berkomunikasi lebih baik dengan Kai.

"Selama ini kau hanya mengetahuinya lewat akun itu, siapa tahu kan jika bertemu di dunia nyata kau akan mengetahui aslinya seperti apa?"

Kai mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ide Sehun tadi.

"Mungkin saja dia aslinya lebih jelek pfft..."

"Yak! Akan kubunuh kau Oh Sehun!"

"Baiklah-baiklah aku minta maaf"

"Tapi terima kasih karena telah memberiku saran itu"

"Apapun untuk sahabatku" ucap Sehun sambil menepuk-nepuk pundak Kai.

"Ngomong-ngomong Kai"

"Ya?"

"Pulang sekolah nanti, kita pergi ke rental dvd lagi"

Kai memandang Sehun.

"Ada pemain baru yang katanya lebih 'menyegarkan'"

Kai menyunggingkan senyumnya.

X

Kelas akhirnya selesai, Kyung Soo membenamkan wajahnya untuk beberapa saat di meja. Empat pelajaran hari itu dan Kyung Soo tidak bisa konsentrasi sama sekali. Kai terus saja menchatnya tanpa henti.

"Kenapa dia terus saja menghubungiku, apa dia tidak sekolah?" gumam Kyung Soo.

PING!

Kyung Soo tersentak ketika bunyi itu terdengar lagi dari dalam saku celananya. Buru-buru Kyung Soo melihat handphonenya.

KAI : Noona, kau sudah pulang?

Soo Kyung : Nde, aku sudah pulang sekarang. Ada apa Kai?

KAI : Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan

Soo Kyung : Apa itu?

Kai tidak lagi membalas pesannya. Tiba-tiba Kyung Soo merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Kyung Soo bertanya-tanya ada apa dengan Kai karena tidak biasanya ia akan lama sekali membalas, perasaannya jadi tidak enak.

Tiba-tiba Baekhyun datang dan menepuk pundak Kyung Soo, dia mengajaknya untuk segera pulang. Kyung Soo menjawab dengan lemas. Baekhyun bertanya ada apa dengannya namun Kyung Soo hanya menggeleng lagi. Baekhyun menebak-nebak lalu menjawab Kai. Kyung Soo diam sampai ada suara PING! Yang kembali membuat tangannya menunjukkan layar handphonenya.

KAI : Aku ingin melihat sosokmu di dunia nyata

Kyung Soo mematung. Ia berusaha mencerna kalimat itu.

Melihat sosokmu di dunia nyata...

DUNIA NYATA DUNIA NYATA DUNIA NYATA DUNIA NYATA DUNIA NYATA DUNIA NYATA

"NOONA!"

Kyung Soo menyambar tasnya lalu berlari keluar kelas, meninggalkan Baekhyun yang terheran-heran sekaligus marah karena tiba-tiba ditinggalkan seperti itu.

BRAK!

Kyung Soo membanting pintu kamar Kyung Ri dengan keras. Dilihatnya kakaknya itu sedang berbaring dengan tank top dan celana pendek di kamarnya dengan posisi kaki yang kurang enak di pandang. Kyung Soo berpikir wanita macam apa dia ini.

"Mwo? Ada apa adikku tersayang?"

"Apanya yang ada apa!"

Kyung Soo melemparkan handphonenya pada Kyung Ri. Setelah Kyung Ri menangkap handphonenya, dia segera membaca apa yang tertera disana. Selang beberapa detik kemudian...

"PUAHAHAHAHAHAHAHAHA! DO KYUNG SOO! AIGOO~ HUAHAHAHAHAHAHA"

Kyung Ri tertawa dengan keras. Jujur saja, pantas jika Kyung Ri beringsut mendekati banyak lelaki di beberapa situs sosmed. Karena di dunia nyata, tidak ada satu lelaki pun yang mau mendekatinya bahkan mengobrol dengannya karena sikapnya yang kurang girly. Miris.

Kyung Soo mendecak kesal, dia memutar bola matanya malas. Kyung Ri tertawa terlalu keras, Kyung Soo benar-benar benci mulutnya yang terbuka lebar seperti buaya lapar.

Kyung Soo segera naik ke atas kasurnya, melipatkan kedua tangannya di dada dengan bibir yang dikerucutkan.

Kyung Ri masih tertawa terpingkal-pingkal, hingga saat dia menyadari kalau adiknya sudah ada di depannya dengan posisi seperti itu. Raut wajahnya berubah hampir 180 derajat, dia tersenyum lalu mengacak rambut Kyung Soo.

"Noona benar-benar tidak menyangka kalian akan menjadi seintim ini aigoo" ucap Kyung Ri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Noona bagaimana ini? Sudah kubilang aku tidak ingin melanjutkannya, jadinya seperti ini kan?" Kyung Soo mengeluh kesal.

Kyung Ri masih dengan mencerna seluruh pesannya, Kyung Soo mengetuk-ngetukkan jarinya menunggu jawaban dengan risau.

PING!

"Sudah" kemudian Kyung Ri mengembalikan handphonenya dan menendang bokong Kyung Soo keluar dari kamarnya.

"Mwo- noona!"

"Sudah tinggal lanjutkan saja sisanya, noona akan membantumu"

BLAM

Pintu ditutup, Kyung Soo curiga dengan apa yang sudah dilakukan oleh noonanya. Kyung Soo berjalan kearah kamarnya sambil melihat apa yang baru saja Kyung Ri lakukan pada akunnya tadi.

KAI : Aku ingin melihat sosokmu di dunia nyata

Soo Kyung : Bagaimana kalau kita bertemu?

KAI : Jeongmal? Aku sangat menyetujuinya!

Soo Kyung : Kalau begitu Selasa, 10.20 di dekat patung angsa taman kota

KAI : Baiklah noona aku tunggu

GLEK

Kyung Soo menelan ludahnya paksa.

Mengapa noonanya jahat sekali padanya.

Kyung Soo segera mengetikkan sesuatu, tapi rasanya jari dan otaknya tersendat untuk memikirkan apa yang harus dia katakan padanya.

Kyung Soo ingin membatalkan ini, dia tidak ingin bertemu dengannya, dia tidak ingin melanjutkannya lagi. Tapi... kalau dia tiba-tiba mengakhirinya, dia kasihan padanya. Kai pasti kecewa, Kai pasti sakit hati.

"Omona... apa yang harus aku lakukan?" gumam Kyung Soo frustasi.

TBC

Satu tahun ya... :'''')

Satu tahun ga update FF ini wkwkwk

Yang saya bisa lakuin cuma minta maaf sebesar-besarnya :''')

But, thanks for everyone who still follow my story. Mungkin feelnya udah ga dapet *iyalah*, tapi saya saranin baca ulang dari awal *digorok :'D

Jujur, lagi butuh motivasi wkwkwk

Sorry for not reply the review one by one :'''

Critics and opinion are always allowed

with love,

dyororooo