Kim Taehyung tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya ketika ia tidak bisa berhenti memikirkan Jeon Jungkook, pemuda dingin namun manis, dua tingkat di bawahnya yang ia temui beberapa hari lalu. Dengan awal percakapan yang sangat buruk. Kemudian berakhir dengan kegiatan aneh yang hampir membuatnya gila setiap saat jika pemuda itu mengingat insiden ciuman mereka yang sering mereka lakukan bersama, tanpa diketahui oleh teman-teman mereka kalau kedua pemuda itu 'dekat'.
Terlalu dekat sepertinya.
Wajah angkuh nan dingin milik Jeon Jungkook namun sikap manis dan erotisnya selalu terngiang di pikiran Taehyung dengan kurang ajarnya.
"Ya! Pergilah dari pikiranku, Jeon Jungkook!" umpat Taehyung kesal.
Taehyung tidak bisa berhenti mengingat insiden itu– ah... bukan insiden lebih tepatnya, namun menjadi sebuah kebiasaan mereka yang hampir dilakukan setiap saat dan membuat Taehyung lupa segalanya.
Apa yang harus Taehyung lalukan? Apa dia harus mengakuinya? Mengakui segala nya? Mengakui bahwa ia masih virgin atau tetap seperti ini? Seakan membuatnya menjadi seorang sex god di mata adik tingkat nya itu, Jeon Jungkook.
Sepertinya Taehyung harus terus berpikir lagi akan hal itu karena celakanya, ia hanya tertarik pada pemuda angkuh itu.
"Sialan!"
.
.
.
Tittle : Purity
Rated : M
Romance, Boys Love, High school! AU, Smut, Hard Lemon, beware of Fluffy-ness.
Don't like? Just Don't read guys!
Based on JUNKETSU DROP by Watarumi Naho and KISARAGI Manami.
.
.
.
Disebuah ruangan OSIS yang sepi, disana ada seorang pemuda manis yang duduk sendirian seraya menuliskan beberapa rentetan rumus matematika pada selembar kertas yang menempel pada sebuah buku tulis yang tergeletak manja dihadapannya.
Memang tangannya menuliskan rumus matematika yang terlihat rumit serta netranya yang serius melihat tulisan tanganya yang rapi menuliskan rumus matematika sialan yang terlihat sangat rumit itu namun tidak dengan jalan pikirannya.
Ia terus memikirkan pemuda manis ketua sport department angkuh namun sangat manis yang terus-menerus menghantui pikirannya.
Disekolah mereka memang memiliki tiga department besar namun khusus untuk Science department dan sport department di sekolah mereka memiliki kebiasaan lama, yaitu sama-sama tak bisa akur satu sama lain, Kim Taehyung adalah seorang murid dari science department sekaligus ketua OSIS disekolah ini dan Jeon Jungkook adalah ketua sport department, mereka berdua tidak lebih dari seorang musuh berbuyutan, yang tak pernah akur.
Namun tak bisa di pungkuri mereka memiliki ketertarikan satu sama lain yang belum mereka sadari dari awal.
.
Kim Taehyung terus memikirkan saat dimana mereka berdua bertengkar hebat dan dimana mereka melakukan hal 'nakal', decakan lidah yang timbul ketika lidah mereka menyatu dan saling beradu, desahan erotis Jeon Jungkook ketika seorang Kim Taehyung berhasil memainkan miliknya, wajahnya yang memerah bagaikan tomat matang karena menahan malu.
Taehyung terlalu kecanduan dengan tubuh erotis milik Jeon Jungkook yang begitu menggoda birahinya.
"Argh sialan kau Jeon Jungkook keluar kau dari pikiranku sekarang!" seru Taehyung tiba-tiba namun ia kembali memikirkan bibir ranum semerah buah plum milik Jungkook yang memabukkan seraya terus-menerus menuliskan rumus matematika yang rumit di lembaran kertas buku miliknya.
.
.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya seorang pemuda bernama Kim Namjoon, yang memiliki tubuh tinggi bak model itu seraya menepuk-nepuk pundak milik Taehyung.
"Ketua?" tanya pemuda lainnya yang sudah mengambil tempat duduk dihadapan Taehyung.
"Huh.." Taehyung menghembuskan nafasnya teratur lalu mendengakkan wajah untuk melihat pemuda yang mengganggu khayalan laknatnya.
"A-A-A... J-Ju-u?!" ia menggeleng-gelengkan kepalanya "T-T-Tidaak, huh maksud ku N-Namjoon?" tanya Taehyung panik membuat semua orang bingung termasuk Namjoon.
"Ya, Namjoon di sini" namun ia tetap menyahut panggilan Taehyung.
"ARRGHHHHHHHHHHHHHH" teriak Taehyung tiba-tiba lalu ia menutupi wajahnya, detak jantungnya menjadi tak menentu kala itu.
Ia memukul meja dengan kedua tangannya secara keras membuat Namjoon dan pemuda lainnya terkejut bukan kepalang.
"Kita mencoba untuk menurunkan nilai yang benar secara sistematis dengan menerapkan metode secara empiris berdasarkan teorema terbukti pada sebuah subjek tetap kan?" tanya Taehyung secara teoritis.
"Argh.. pikiranku sangat kacau sekarang!" ucap Taehyung kesal.
"Apa-apaan ini ia hanya berbicara sendiri," ucap Namjoon dalam hati ketika ia memperhatikan sikap Taehyung yang semakin aneh dari hari ke hari.
"Kau yang terburuk Taehyung-ah," bisik Taehyung pada dirinya sendiri.
.
.
"Okay guys cukup latihanya untuk hari ini," ucap pelatih dari club Tennis itu dan mempersilahkan anak-anak asuhnya membubarkan diri dan merapikan seluruh peralatan yang mereka gunakan untuk latihan tadi.
"Jungkook-ah," panggil seorang pemuda salah satu teman club tennis Jeon Jungkook.
"Kemampuanmu meningkat akhir-akhir ini," Puji pemuda itu yang diketahui bernama Yugeom namun hanya di balas cuek oleh Jungkook. "Tentu saja aku" jawab Jeon Jungkook angkuh.
.
Ruang ganti club yang ramai karena para anggotanya secara bersamaan mengganti pakaian mereka seraya mengobrol ria, dari membicarakan latihan yang mereka jalani barusan sampai tugas sekolah yang masih terbengkalai.
Banyak yang mereka bicarakan, namun perhatian seorang Kim Yugeom tetap tertuju pada seorang Jeon Jungkook yang mengganti pakaiannya secara maskulin.
Ia terus menerus memperhatikan leher putih milik Jungkook yang ternodai oleh bercak kemerahan akhirnya ia memberanikan menanyakan perihal tersebut pada Jungkook.
"Hey Jeon," panggilnya.
"What?" sahut Jungkook angkuh seraya melipat seragam olahraganya agar terlihat rapi.
"Apa yang terjadi dengan leher mu huh? Seperti digigit oleh serangga," tanya Yugeom.
"Huh?"
"Jungkook-ah, kau harus berhati-hati memang sih club tennis kita mengijinkan anggotanya memiliki hubungan kekasih tapi aku sarankan kau harus berhati-hati, apabila para penggemarmu mengetahui hal ini, mereka tak akan membiarkan gadis beruntung itu selamat dari amukan mereka," cibir Yugeom namun cibirannya tak ada maksud lain ia hanya ingin mengingatkan Jungkook.
"Well, aku bertanya-tanya? Itu bukan digigit seekor nyamuk ataupun di gigit seekor serangga kan?" Yugeom menaikkan alisnya "Katakan padaku, siapa gadis yang beruntung itu? Apa dia berasal dari sekolah kita?" goda Yugeom.
Namun Jeon Jungkook hanya diam saja, hanya rona merah yang menghiasi pipinya.
"Cih, kau tidak seru Jungkook-ah," umpat Yugeom lalu pergi meninggalkan Jungkook.
,
,
"Jungkook-ah, kau tidak pulang sekarang?" tanya Jackson yang menunggu respon Jungkook yang sedang memeriksa layar ponselnya.
"Duluan saja hyung aku harus mengembalikan sebuah kunci," jawab Jungkook.
"Okay aku pergi sekarang," pamit Jackson lalu pergi meninggalkan Jungkook sendirian di ruang ganti club tennis.
"Kay," jawab Jungkook singkat.
Jungkook berjalan kearah loker miliknya ia menarik kerah seragam sekolahnya lalu berkaca pada sebuah kaca yang ada di hadapannya ia terus menatap tanda kemerahan yang dibuat oleh si brengsek Taehyung waktu itu.
"Cih," umpat Jungkook kesal, ia merasa tanda itu membuatnya terlihat bodoh sekarang.
Ia pun pergi meninggalkan ruang ganti club secara diam-diam.
.
.
Saat Jungkook secara perlahan berjalan melewati tangga yang menghubungkan lantai dua dan lantai satu, dengan tiba-tiba seorang pemuda bersurai pirang menarik tubuhnya dan menyudutkan dirinya pada sebuah dinding yang sekolah yang berada pada tempat yang tak mudah dilihat orang-orang.
Pemuda itu dengan tiba-tiba menjilat tanda kemerahan pada leher Jungkook, membuat dirinya melenguh dengan tiba-tiba, ia mencium kembali tanda itu, menghisapnya perlahan membuat tanda itu semakin memerah dan berubah menjadi keunguan, namun tidak dengan diam Jeon Jungkook mencoba membalas perbuatan pemuda itu dengan cara mengarahkan tangannya dan mencoba meraih bagian inti pemuda itu, namun itu bukanlah hal yang mudah karena pemuda itu tidak membiarkan seorang Jeon Jungkook melakukannya.
"Aku sudah bilang sebelumnya Jungkook-ssi kau tidak bisa menyentuhku seenaknya saja," goda pemuda itu lalu memberikan seyum kemenangan pada Jeon Jungkook.
Ia mengurung tubuh Jungkook pada sebuah dinding berserta kedua tangannya yang berada pada kedua sisi kepala Jungkook mencoba memberi batas pergerakan pada Jungkook.
"Huh lagi? Kenapa kau terlihat mudah menyentuh diriku?" protes Jungkook pada pemuda itu.
"Kau hanya perlu merasakannya saja sayang," bisik Taehyung.
Kini lidah pemuda itu menjilati leher jenjang milik Jungkook yang terekspos di hadapannya, membuat pemuda dibawahnya ini mendesah tak karuan karena rasa geli yang menjalar di sekitar lehernya dan mengalir seperti sentruman halus yang bertumpu pada tengkuknya membuat dirinya tak tahan untuk itu.
"Ah...ah...ahh..." desahnya
Taehyung memberikan seringaian pada Jungkook, "Kau menyukainya bukan?" tanya pemuda itu . "Um... bagaimana jika tangan nakalmu mencoba untuk menyentuh dirimu sendiri seperti yang ingin kau coba lakukan padaku?" lanjutnya lagi.
"Taehyung-sunbae jangan..." pinta Jungkook dengan lemah pada pemuda itu yang diketahui bernama Taehyung.
"Aku hanya ingin tahu bagaimana sang pangeran memanjakan dirinya sendiri." Bisik Taehyung dengan suara berat nya lalu mengarahkan sebelah tangan Jungkook untuk memasuki celana seragamnya sendiri.
"Biarkan semuanya mengalir Jungkook-ssi," perintah Taehyung menenangkan ketika raut wajah Jungkook yang berubah tegang, namun rangsangan demi rangsangan terus diberikan oleh Taehyung ketika Jungkook berhasil menyentuh bagian intinya sendiri yang masih berbalut celana seragamnya itu.
"Ughh Sunbae… ugghh," desah Jungkook tak karuan ketika Taehyung membantunya untuk memainkan miliknya sendiri.
"Lihat? Kau selalu mendengarkan apa yang kuperintahkan, kau tidak bisa menolaknya bukan Jungkook-ssi?'
"Ouuugghh…." desah Jungkook terus menerus ketika kini dengan mudahnya ia memainkan miliknya sendiri dengan kedua tangannya.
"Rasanya enak bukan?" goda Taehyung dengan mengangkat kedua tangannya ke atas dan membiarkan Jungkook bermain dengan dirinya sendiri.
"Sudah kubilang ini akan terasa enak ketika kau memainkannya sendiri," lanjut Taehyung santai.
"Tidak!" bantah Jungkook lantang.
"Huh?" tanya Taehyung bingung.
"Taehyung-sunbae… ughh… sentuh aku," mohonnya dengan suara parau dan wajah yang memerah karena terisak.
"Apa kau memohon padaku?" tanya Taehyung seraya meletakan sebelah tangannya di antara kepala Jungkook.
"Aku mohon…" isak Jungkook lagi, entah dorongan apa seorang Kim Taehyung luluh dengan permohonan Jungkook, kini tangannya masuk ke dalam celana seragam Jungkook, memainkan milik Jungkook dengan lihai seakannya dirinya seorang pro yang handal dalam melakukan penetrasi.
"Ahh Sunbae..." desah Jungkook lagi.
.
.
Sore itu Jeon Jungkook masih berada pada lorong-lorong sekolah yang sudah sepi, pikirannya kini bingung bukan kepalang pasalnya ketika seorang Kim Taehyung yang menyentuh dirinya sangat begitu menyenangkan dibandingkan saat Taehyung memaksa dirinya untuk menyentuh dirinya sendiri.
Entah perasaan apa yang ia rasakan, kini ia ingin Taehyung menyentuh dirinya, namun dirinya kadang juga merasa sedih, pasalnya Taehyung tak membiarkannya menyentuh dirinya.
"Ah apa aku satu-satunya yang ingin menyentuh dirinya?" tanya Jungkook pada dirinya sendiri.
Dari ujung lorong sekolah terlihat pemuda bersurai pirang yang dengan santai menenteng tas disampingnya.
"O-Oh hey sunbae!" sapa Jungkook.
"A-Ah," jawab Taehyung seraya melambaikan tangannya pada Jungkook, terlihat jelas perasaan canggung berada diantara mereka.
"Apa kegiatan um... Sunbae juga sudah selesai?" tanya Jungkook ragu.
"Um, Jungkook aku duluan ya?" pamit Taehyung tiba-tiba lalu berjalan melewati tubuh Jungkook.
.
"Sunbae tunggu!" pinta Jungkook tiba-tiba seraya menahan lengan Taehyung dengan tangannya sendiri, la dengan tiba-tiba menarik tubuh Taehyung ke dalam sebuah ruangan kelas yang terlihat sepi lalu menutup pintunya secara rapat-rapat.
"EHHH APA YANG KAU LAKUKAN?!" tanya Taehyung panik ketika tubuhnya secara tiba-tiba disudutkan oleh Jungkook pada sebuah dinding kelas yang berada di belakangnya.
"Biarkan aku menyentuhmu," kata Jungkook, lalu tangan nakalnya mencoba meraba-raba celana seragam Taehyung dan berusaha membuka resleting celananya.
"Argghh sialan kalau seperti ini aku yang akan seperti di perkosa," umpat Taehyung dalam hati, lalu dengan sigap menampik tangan Jungkook dari celananya.
"Hey," panggilnya "Siapa bilang aku mengizinkan kau menyentuhku huh?" bisik Taehyung lalu mendekat wajahnya pada wajah Jungkook membuat si empunya merona hebat.
"Ah kenapa? Aku sangat senang ketika sunbae menyentuh diriku? Kenapa aku suka seperti ini," bisik Jungkook dalam hati seraya menatap takut pada Taehyung.
"Sialan kenapa Jungkook terlihat imut apabila seperti ini?" kata Taehyung dalam hati.
"Sunbae... Kenapa kau seperti ini?" isak Jungkook tiba-tiba "K-Kenapa kau tidak membiarkan aku menyentuhmu hueeeee..." rengeknya dengan wajah memerah serta mata yang berlinang air bening yang membentuk sungai mengalir di pipi tembam miliknya itu.
"Whoa! Whoaa! Jangan menangis Jungkook-ssi!" ucap Taehyung panik seraya menenangkan rengekkan Jungkook padanya.
"Aku mohon jangan seperti ini kau terlihat manis,"kata Taehyung dalam hati.
"Sunbae…" rengek Jungkook lagi kini dengan hidung yang mulai memerah.
"Aish baiklah-baiklah, kau boleh menyentuhku, tapi .. jangan seperti itu lagi di depanku karena kau sangat manis," ucap Taehyung luluh ketika ia tak tahan melihat rengekkan milik Jungkook.
"Sunbae?..." bisik Jungkook lalu ia menjatuhkan setengah dirinya ke lantai, sehingga seluruh tubuhnya bertopang pada kedua lutut nya.
"E-EH,"
"Sialan kenapa dia sangat manis, aku tidak tahan melihat nya seperti ini, dan kenapa aku setuju dengan semua ini? Shit!" umpat Taehyung dalam hati.
"Sunbae... Kau sudah janji mengajarkanku kan?" tanya Jungkook lalu mendengak kan wajahnya.
"Um," guman Taehyung seraya memainkan bibir merah Jungkook yang semerah buah plum, bibir Jungkook yang menggoda bibir yang akan membuatnya terlena ketika ia menyentuhnya dengan bibir miliknya.
"Sunbae.."
Dengan sigap Jungkook membuka ikat pinggang yang dikenakan Taehyung lalu membuka resletingnya sembarang, dengan tidak sabaran, ia menurun kan pakaian dalam yang Taehyung kenakan lalu mengeluarkan sesuatu yang seakan menantang dirinya untuk segera di mainkan.
Ia mengeluarkan kejantanan Taehyung, menaikan nya terlebih dahulu dan memainkannya.
"Ngh…" lenguh Taehyung ketika Jungkook memainkan kejantanan nya, ini adalah pertama kalinya ketika seseorang memain kan kejantanan nya, rasa nya begitu berbeda ketika ia memainkannya sendiri, terlebih lagi seorang Jeon Jungkook lah yang memainkan kejantanan nya saat ini, membuatnya semakin merasa sesuatu yang aneh.
"Umghh…" lenguh Jungkook lalu dengan ia tiba-tiba ketika ia memasukan kejantanan Taehyung kedalam mulut kecilnya, menghisapnya lembut dan menjilati kejantanan Taehyung naik turun membuat si empunya terperangah tak percaya seraya keenakan.
.
Taehyung dapat merasakan seperti setruman halus mengalir pada aliran darah nya membuat dirinya merasakan ngilu pada bagian inti tubuhnya itu ketika dengan tidak sengaja kejantanan nya bergesekan dengan gigi kecil Jungkook maupun ketika Jungkook menghisapnya dengan kuat-kuat.
"Ough.. kalau kau seperti ini aku akan keluar lebih cepat," kata Taehyung mengingatkan ketika ia merasakan sesuatu ingin meledak keluar dari tubuhnya.
Namun Jeon Jungkook tidak mendengarnya, ia terus menghisap-hisap milik Taehyung terus menerus.
"Arrghh Jeon Jungkook aku sudah tidak tahan lagihh…"
Di sambung dengan suara kuluman dari Jeon Jungkook semakin menggema karena dengan semangat ia melakukannya.
"Arrggg i can't, arrghhh." lenguh Taehyung ketika ia mengeluarkan cairan putih dari kejantanannya, siapa sangka? Semburan cairannya begitu kuat sehingga mengenai wajah imut Jungkook dan tanpa sadar Jungkook memberikan sebuah ekspresi yang terlihat indah di mata Taehyung ketika wajah manisnya itu memerah, dengan mata sayu nya dan bibir merah menggoda.
"Arghh.. Jangan berikan aku wajah itu," ucap Taehyung lalu membelai wajah Jungkook dengan sebelah tangannya.
"M-Maafkan a-aku sunbae," ucap Jungkook takut-takut.
"Tidak apa," Taehyung menelan ludah "Kau mau aku melakukan ini padamu?" tawar Taehyung tiba-tiba walau dengan wajah yang kaget Jeon Jungkook mengiyakan' pertanyaan Taehyung tanpa pikir panjang.
Lalu mempersilahkan Taehyung membuka resleting celananya berserta membuka sabuk nya dengan cepat.
Taehyung pun menjatuhkan setengah tubuhnya ke lantai di hadapan Jungkook persis yang Jungkook lakukan tadi, dengan tiba-tiba Taehyung mengeluarkan bagian inti Jungkook dan langsung melahap nya dengan mulutnya, membuat Jungkook terperangah sekaligus melenguh keenakan dan memberikan ekspresi wajah yang persis ia berikan ketika Taehyung mencapai kenikmatannya.
"Persetan aku tidak peduli apapun lagi asal aku bisa melihat ekspresi yang Jungkook keluarkan tadi," umpat Taehyung dalam hati seraya terus menghisap-isap milik Jungkook.
.
.
.
To Be Continued
Heyho aku hantu ungu! Aku mengerjakan ini dengan susah payah sampai gelindingan gak karuan, nyari inspirasi maaf ya kalau cerita ini tidak memuaskan dan terkesan membosankan untuk kalian.
oh ya ada sih yang tebakannya bener aku siapa hohoho
tapi banyak yang masih salah sih um.. karena aku baik sama kalian aku membuat character Jeon disini terlihat lugu dan lemah hanya di depan Taehyung loh ya!
Jadi di akhir kata ada yang tahu aku siapa? pasti tahu dongss /kedip-kedip
ah ya! aku nyatakan tugas ku cukup sampai disini !
See you next project, maybe? Bye-bye~
Semangat untuk hantu berikutnya! fighting!
