NIGHT PLEASURES

.

.

.

Novel karangan Sherrilyn Kenyon. Disini saya hanya meREMAKE, saya sedikit merubah tempat dan nama. Ini series dari Dark Hunter, ini buku ke2 yang pertama berjudul Fantasy Lover. Fantasi Lover sudah ada yang ngeremake dengan cast KyuMin setau saya dan katanya lagi ada yg versi HaeHyuk YAOI

Cast : Donghae, Eunhyuk, Dan Yang Lain

GS!

TYPO, DLL, DLDR!

Happy reading

.

.

.

BAB 2

Eunhyuk terbangun dengan kepala yang berdenyut hebat. Ia merasa sangat tersiksa. Apa yang terja...

Eunhyuk menegang saat teringat pada pria yang tidak kelihatan itu. Kata-kata pria itu. Ketakutan, eunhyuk mendorong tubuhnya sampai bangun, dan segera menyadari bahwa ia berada diatas lantai beton yang dingin, di dalam sebuah ruangan yang sangat kecil dan tertutup debu...

Dan... dibelenggu oleh seorang pria yang tak dikenal. Jeritan sudah mendesak tenggorokannya, tapi ia menahannya.

Jangan panik. Jangan, sebelum kau mengetahui semua faktanya. Kau sudah tau, ryeowook tidak pernah main-main dengan ancaman kencan butanya.

Ryeowook memang selalu mencoba cara-cara yang tidak lazim untuk menjodohkan eunhyuk dengan berbagai pria. Walaupun ryeowook tidak memukul seseorang pria hingga tak sadarkan diri, bahkan pria ini lebih besar dari tubuh ryeowook. Tetap saja, dalam segala hal selalu ada yang pertama kalinya untuk ryeowook dan kencan buta ekstrim merupakan sesuatu yang sangat khas dari ryeowook.

Memaksakan diri untuk tetap tenang sampai mendapat informasi lagi, eunhyuk mengamati keadaan sekeliling. Mereka berada diruangan kecil, tanpa jendela dan memiliki sebuah pintu besi yang sudah berkarat. Pintu yang tidak bisa ia raih tanpa menyeret 'temannya' diatas lantai.

Tidak ada perabotan atau benda apapun. Satu-satunya cahaya datang dari bola lampu kecil yang terdapat ditengah langit-langit. Oke, jadi kita berada dalam bahaya yang besar. Masih jauh dari tenang, eunhyuk melihat tubuh disebelahnya. Pria itu berbaring memunggunginya, entah sudah mati atau tak sadarkan diri. Memilih kemungkinan yang terakhir, eunhyuk mendekat kepada pria itu. Pria itu tergeletak seolah ia dilempar secara kasar kelantai.

Dengan kaki gemetar, eunhyuk berlutut secara perlahan dan melangkahi pria itu supaya tangannya tidak terpuntir lagi. Pria itu tidak bergerak. Mata eunhyuk menelusuri tubuh pria itu. Mantel kulit hitam, jins hitam, dan kaus hitam, semuanya memberinya kesan sangat berbahaya bahkan saat ia tergeletak dilantai. Kakinya dibalut dengan sepatu bot ala biker dengan hiasan perak yang aneh di bagian tumit. Rambut kecoklatan yang indah dan poni ala-ala boyband menutupi keningnya.

"maaf?" bisik eunhyuk, mengulurkan tangan untuk menyentuh lengan itu, eunhyuk menyentuh otot bisep keras pria itu, napasnya tercekat. Tubuh rata ini bagaikan baja yang ditempa. Sama sekali tidak ada kesan kendur. Sekujur tubuh ini merupakan kekuatan yang lentur namun keras.

"chogiyo? Eum.. tuan.." eunhyuk mencoba lagi mengguncang bahu keras dan berotot itu.

"Tuan Gotik, bisakah kau bangun suapaya aku bisa pergi? Aku benar-benar tidak mau tinggal didalam lemari dengan seorang pria mati lebih lama lagi, oke? Ayolah, please, jangan jadikan ini seperti difilm-film."

Pria itu bergeming.

Eunhyuk menggigit bibirnya, ia menggulingkan pria itu sampai terlentang. Poninya tersingkir dari keningnya. Eunhyuk benar-benar terkesan. Pria itu tampan. Rahangnya kuat dan tajam. Wajah berstruktur bangsawan. Pria ini memiliki keindahan maskulin langka yang hanya pernah dilihat oleh sedikit wanita yang sangat beruntung.

Lebih hebat lagi, pria ini memiliki bibir yang paling bagus yang pernah dilihat oleh eunhyuk. Tipis dan ekspresif, bibir itu diciptakan untuk ciuman-ciuman yang panjang dan panas. Pria ini bisa menyaingi ketampanan suami sungmin dengan mudah. Padahal kyuhyun si setengah dewa adalah pria yang sulit ditandingi. Tapi kalau dipikir lagi, eunhyuk belum pernah terlalu terkesan oleh penampilan kaum pria. Ia lebih mengutamakan otak daripada tubuh mereka. Tidak seperti ryeowook, dibutuhkan lebih dari sekedar bokong kencang dan bahu bidang untuk membuat eunhyuk memalingkan kepala.

Tapi...

Eunhyuk memandangi tubuh ramping dan berotot itu. Kalau sudah menyangkut pria ini, mungkin ia bersedia untuk membuat pengecualian. Itupun kalau pria ini belum mati.

Dengan ragu, eunhyuk mengulurkan tangan dan menempelkannya di leher pria itu untuk memeriksa denyut nadinya. Berdenyut kuat dan kencang. Lega karena pria itu masih hidup. Eunhyuk mencoba mengguncangnya lagi.

"Hei, cowok keren... apa kau bisa mendengarku?"

Pria itu mengerang rendah di tenggorokannya, kemudian membuka matanya secara perlahan. Eunhyuk tertegun ketika melihat mata itu, warnanya sangat gelap sehingga kelihatan hitam, dan teduh walau mata itu membelalak dengan penuh ancaman.

Sebelum eunhyuk dapat bergerak, pria itu sudah berguling bersamanya, menindihnya kelantai sambil memegangi pergelangan tangannya di atas kepala. Mata gelap yang memikat itu menatapnya dengan curiga. Eunhyuk tidak dapat bernapas, setiap jengkal tubuh pria itu ditempelkan secara intim ketubuhnya, dan ia langsung menyadari fakta bahwa lengan pria itu bukanlah satu-satunya anggota tubuh yang sekeras dan sekokoh batu karang. Pinggul pria itu ditempelkan ketengah-tengah kaki eunhyuk, sedangkan perut keras dan kencang pria itu disandarkan ke tubuhnya dengan cara yang membuat pipinya merona. Membuatnya merasa panas dan menggelenyar. Tidak bisa bernapas.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, eunhyuk ingin mengangkat kepala dan mencium seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya.

Siapa pria itu?

Yang membuatnya benar-benar terkejut, pria itu menundukkan kepala kesamping wajahnya dan menarik napas dalam-dalam dirambutnya. Eunhyuk menegang.

"apa kau mengendusku?"

Pria itu tertawa, mengirimkan suatu gelombang sensasi kesekujur tubuh eunhyuk.

"Hanya mengagumi parfummu, Bungaku." Pria itu berbisik lembut ditelinga eunhyuk dengan provokatif yang membuatnya meleleh. Suara pria itu begitu dalam. Oke, pria ini luar biasa hot dan napas pria in di lehernya mengirim ribuan gelombang panas dan dingin yang seperti jarum ke tubuhnya.

"kau bukan kim ryeowook." Pria itu membisikkan kata-kata tersebut dengan sangat lembut sehingga walaupun bibirnya sudah menyentuh telinga eunhyuk, eunhyuk masih harus memasang telinga baik-baik untuk bisa mendengarnya.

"k-kau kenal ryeo..."

"ssshhtt"

Bisik pria itu sementara jari pria itu mengelus pergelangan tangan eunhyuk dengan irama yang mengirimkan gelombang listrik ke tubuhnya. Payudaranya menegang saat gairah menghanguskannya. Pria itu berpaling hingga berhadapan dengan wajah eunhyuk, menggesek pipinya dengan pipi eunhyuk dan kembali mengirim gelombang panas dan dingin yang melahapnya. Belum pernah dalam hidup eunhyuk merasakan sesuatu yag lebih menggugah daripada berat badan pria ini diatas tubuhnya, atau mencium seuatu yang lebih menarik daripada aroma kuat dan jantan dari tubuh pria itu.

"mereka sedang mendengarkan." Donghae menarik napas dalam.

Setelah merasa yakin bahwa wanita ini bukan ancaman. Donghae tau seharusnya ia beranjak dari tubuh wanita yang berada dibawahnya, namun...

Sudah lama waktu berlalu sejak terakhir kalinya ia berbaring ditengah-tengah paha seorang wanita. Sudah satu keabadian sejak ia berani berada sedekat ini dengan seorang wanita, ia sudah melupakan kelembutan dan kehangatan payudara yang menempel kedadanya. Napas yang panas dan manis dilehernya.

Tapi sekarang wanita ini berada dibawahnya...

Ia ingat... ia ingat bagaimana tangan seorang wanita menjelajahi punggung telanjangnya. Rasa yang ditimbulkan oleh seorang wanita saat menggelinjang di bawah sentuhan lihainya.

Selama semenit, donghae benar-benar tersesat didalam kabut sensasi ketika ia membayangkan dirinya melucuti pakaian mereka dan menjelajahi lekuk tubuh wanita itu secara lebih menyeluruh. Dan jauh lebih intim. Donghae memejamkan mata sewaktu membayangkan ia menggerakkan lidahnya di tubuh wanita itu, sementara wanita itu membenamkan jari-jarinya yang lentik itu di rambutnya, apalagi wanita itu menggeliat di bawahnya, menambah liar fantasinya.

Hmm...

Tentu saja, jika wanita tau siapa dan apa dirinya, wajah wanita ini pasti memucat saking ngerinya. Dan kalau wanita ini mirip seperti ryeowook, wanita ini pasti akan menyerangnya sampai salah seorang dari mereka mati. Sayang sekali, sungguh. Kalau dipikir, ia sudah terbiasa dengan orang-orang yang takut padanya. Itu merupakan kutukan sekaligus berkah.

"siapa yang sedang mendengarkan?" bisik eunhyuk.

Membuka mata, donghae meresapi suara yang lembut dan berirama itu. Betapa ia menyukai gaya bicara yang pelan dan selembut sutra yang sangat halus. Bertentangan dengan pengendalian dirinya yang kuat, tubuh donghae bergetar hebat. Hasrat dalam dirinya bergejolak, ingin mengecap bibir penuh yang terbuka itu sambil merentangkan paha wanita itu lebar-lebar dan membenamkan tubuhnya dalam-dalam kebagian tubuh wanita itu yang panas.

Ia bisa menikmati wanita ini... seluruh tubuh wanita ini.

Donghae mundur sedikit untuk mengamati wajah manis wanita itu. Rambut coklat, mata hitamnya yang menunjukkan kebingungan, kemarahan, dan semangat. Aromanya begitu lembut, beda dengan ryeowook yang memakai parfum mahal yang membuat indra donghae yang sangat peka kewalahan.

Donghae menginginkan wanita itu dengan hasrat sangat menggebu yang membuatnya terhenyak selama sesaat. Sudah berabad-abad lamanya sejak terakhir kali ia mendambakan seorang wanita seperti ini.

Wajah eunhyuk serasa terbakar ketika kejantan donghae mendesak pinggulnya secara menggelisahkan. Mungkin pria belum mati, tapi jelas sudah kaku. Tatapan bergairah pria itu diarahkan ke bibir eunhyuk, kekuatan maskulin dan sensualitas pria itu membuat eunhyuk kewalahan. Saat berbaring dibawah pria itu, eunhyuk menyadari betapa lemahnya dia dan betapa inginnya ia mengecap bibir indah itu. Pemikirannya tersebut membuatnya takut sekaligus bersemangat.

Pria itu mengerjap dan seolah ada selubung menutupi wajahnya, menyembunyikan suasana hatinya dari eunhyuk. Pria itu melepaskan eunhyuk. Sewaktu pria itu menjauh, eunhyuk melihat darah di sweter pinknya.

"oh tuhan! Kau berdarah?"

"lukanya akan sembuh." Pria itu menarik napas dalam-dalam sambil duduk disebelahnya. Eunhyuk tidak bisa mempercayai nada acuh tak acuh pria itu. Melihat banyaknya darah di pakaiannya, menurutnya pria itu terluka parah.

Pria itu menggerakkan tangan kirinya dirambut eunhyuk. Ia berhenti sebentar untuk memelototi belenggu perak besar di pergelangan tangan kanannya, kemudian mulai menarik-nariknya dengan marah. Dari mata pria itu, eunhyuk tau bahwa belenggu ini lebih mengesalkan.

Setelah pria itu bangun dan tidak berbaring diatasnya. Eunhyuk tersambar kemurungan suram dari wajah pria itu. Ada sesuatu yang sangat romantis dan menarik dari wajah itu. Sesuatu yang heroik. Dengan sangat mudah, eunhyuk membayangkan pria iru berpakaian ala berandalan era Regency atau kesatria abad pertengahan. Sosok klasiknya memiliki kualitas tak tergambarkan yang tampak tidak sesuai dengan dunia modern saat ini.

"wah wah... Dark Hunter, sang pemburu kegelapan sudah bangun." Kata sebuah suara tak bertubuh. Eunhyuk mengenali suara itu sebagai suara orang yang menyergapnya di rumah ryeowook.

"Desiderius atau changmin?" tanya pria disebelahnya dengan nada menegur sambil memandangi dinding-dinding coklat. "masih suka memainkan permainan kecil ternyata. Sekarang jadilah daimon yang baik dan tunjukkanlah dirimu padaku."

"pada saat yang tepat Dark Hunter. Kau mengerti, aku tidak seperti orang lain yang kabur dan gemetar ketakutan karena serigala besar dan jahat. Akulah penebang kayu yang besar dan jahat yang menghabisi serigala itu."

Suara tak bertubuh itu diam sebentar untuk memberi kesan dramatis.

"kau dan kim ryeowook telah memburu saudara-saudaraku tanpa ampun, dan kini waktunya telah tiba bagi kalian untuk mengenal rasa takut. Begitu aku selesai dengan kalian berdua, kalian akan memohon kepadaku untuk mengijinkan kalian mati.

"changmin sayang, aku belum pernah memohon sekalipun dalam hidupku dan matahari akan terbelah sebelum aku sempat memohon kepada makhluk sepertimu."

"kesombongan." Cetus changmin.

Dark hunter mendorong tubuhnya berdiri dan eunhyuk melihat luka dibagian samping tubuh itu. Kemejanya sedikit sobek dan darah menodai lantai, tapi sepertinya pria itu tak menyadari lukanya.

"katakan padaku, apa kau suka belenggumu? Belenggu itu ditempa oleh Hephaestus. Hanya dewa atau kunci yang dibuat oleh Hephaestus yang bisa membukanya. Dan karena para dewa sudah menelantarkanmu..."

Dark hunter memandang ke sekeliling ruangan. Ekspresi sengit pada wajahnya pasti bisa membuat iblis ketakutan. "aku merasa akan sangat senang saat membunuhmu."

Changmin tertawa. "aku ragu kau akan mendapat kesempatan untuk melakukannya begitu teman kecilmu tau kau itu apa."

Dark hunter melirik eunhyuk dengan menyuruhnya untuk tetap diam dan merahasiakan identitasnya. Eunhyukpun bingung, padahal ia jelas-jelas berbeda dengan ryeowook dari segi wajah dan apapun itu hanya sama-sama manis.

"apa karena kau merantai kami?" tanya dark hunter. "kau mau melihat kami bertarung?"

"tidak." Sahut changmin. "bukan begitu rencanaku. Kalau kalian saling membunuh, boleh saja. Tapi yang kuinginkan adalah melepasmu saat fajar datang, kau mengertikan? Dark hunter~ sang pemburu kegelapan akan diburu dan aku akan senang sekali melacakmu dan membuatmu menderita. Tidak ada tempat untukmu bersembunyi. Aku pasti aku bisa menemukanmu dimanapun kau bersembunyi."

"menurutmu, kau mampu memburuku?"

"tentu saja! Aku mengenal kelemahanmu lebih baik daripada dirimu sendiri."

"aku tidak punya kelemahan."

"berbicara layaknya dark hunter sejati, tapi kita semua mempunyai kelemahan seperti tumit achilles, khususnya mereka yang melayani artemis. Tidak terkecuali kau."

Eunhyuk bersumpah ia hampir bisa mendengar desiderus atau yang di panggil dark hunter changmin menjilat bibir dengan penuh kepuasan.

"kelemahanmu terbesarmu adalah darah bangsawanmu. Wanita itu membencimu, tapi kau tidak mau membunuhnya untuk menyelamatkan diri. Sementara dia berusaha membunuhmu, kau harus melindunginya dariku dengan nyawamu. Kau tidak bisa menolak manusia yang sedang kesulitan kan?"

"changmin, changmin, changmin." ujar dark hunter. "apa yang harus kulakukan denganmu?"

"jangan coba-coba menggunakan nada lancang itu kepadaku!"

"waeyo?"

"karena aku bukan daimon kecil penakut yang berlari ketakutan darimu. Akulah mimpi terburukmu."

Dark hunter mencibir. "apa kau harus menggunakan kata-kata klise itu? Ayolah desiderius, apa kau tidak bisa memikirkan sesuatu yang orisinal ketimbang dialog film murahan yang membosankan itu?"

"berhentilah mencemoohku."

"maaf kau benar. Hal paling sederhana yang bisa kulakukan adalah menghormatimu sebelum menghabisimu."

"kau tidak akan menghabisiku, dark hunter. Kaulah yang akan mati kali ini. Apa kau pernah memikirkan betapa wanita ini memperlambatmu? Belum lagi keberadaan teman-teman kecilnya. Mereka akan mencabikmu dan kalau aku jadi kau, aku akan berdoa agar itu terjadi. Kau belum pernah merasakan penderitaan yang akan kutimpakan kepadamu kalau kita bertemu lagi nanti."

Dengan bibir membentuk garis yang kaku dan tegang. Dark hunter tersenyum karena ancaman desiderius. "kau benar-benar terlalu percaya diri dengan kemampuanmu."

"lihat saja nanti!"

Eunhyuk mendengar suara mikrofon dimatikan. Dark hunter menyentak belenggu itu lagi. "aku akan membunuh pecandu film horor itu."

"ya!ya!ya!" seru eunhyuk ketika pria itu mengepak-ngepakkan lengannya sewaktu berusaha melepaskan diri. Pria itu berhenti dan memandang eunhyuk, tatapannya melembut.

"kalian beda, tapi kenapa ia pikir kau itu ryeowook. Hanya saja sama-sama manis. Apa kau tau dimana ryeowook berada?"

"aku bahkan tidak tau sekarang dimana, sekarang jam berapa. Terlebih lagi, aku tida tau apa yang sedang terjadi disini. Siapa kau dan siapa pria itu tadi?" kemudian eunhyuk merendahkan suaranya dan menambahkan. " apa dia bisa mendengar kita?"

Donghae menggelengkan kepalanya, lalu memperhatikan wanita itu selama semenit. Tidak kelihatan histeris... atau mungkin belum, dan donghae ingin tetap begitu. Memberitahu wanita itu bahwa Desiderius adalah iblis penghisap jiwa yang mengejar sepupunya sepertinya bukan cara terbaik untuk mempertahankan keadaan itu. Tentu saja, mengingat kegemaran ryeowook dalam memburu vampir, seharusnya wanita itu juga tidak terlalu terkejut.

Donghae memejamkan mata dan mencoba menjangkau pikiran wanita itu dan mendapatkan konfirmasi atas kecurigaannya. Ada sejumlah besar ketakutan dalam diri wanita itu. Tidak seperti ryeowook, wanita itu tidak langsung mengambil kesimpulan, tapi penasaran dan marah karena situasi mereka. Donghae bisa saja memberitahu segalanya tanpa membuat wanita itu ketakutan, tapi naluri dark hunternya bekerja atas dasar kebutuhan.

Sekarang yang dibutuhkan oleh wanita itu adalah yang paling minimum. Kalau beruntung donghae bisa memisahkan mereka tanpa harus mengungkapkan apapun tentang dirinya kepada wanita itu.

"aku dijuluki hunter dan pria itu tadi adalah orang yang ingin menyakiti sepupumu." Kata donghae dengan sungguh-sungguh.

"terimakasih, tapi kalau itu aku sudah tau." Eunhyuk mengerutkan dahinya. Seharusnya ia takut karena semua ini, tapi tidak. Amarahnya terlalu besar. Sejujurnya, eunhyuk malah lega karena mereka salah tangkap, karena ryeowook pasti sudah melancarkan serangan kamikaze dan membuat dirinya sendiri terbunuh.

Eunhyuk menatap hunter dan kerutan keningnya bertambah dalam. "apa kau teman ryeowook?"

Hunter memandangnya dengan bingung, lalu menariknya sampai berdiri. Menepuk-nepuk dada, pinggul, dan kaki. Eunhyuk berusaha untuk tidak memperhatikan betapa kencangnya tubuh itu ketika tangannya tertarik oleh tangan hunter dan waktu tangannya menyentuh bagian paha dalam hunter yang keras, ia mengira ia akan mengerang.

Hunter diciptakan untuk seks dan kecepatan. Sayang sekali pria itu bukan tipenya. Malah, pria itu kebalikan total dari segala yang diinginkannya dalam diri seorang pria.

"sial, dia mengambil ponselku." Hunter mengumpat, lalu mebawa eunhyuk kepintu. Mencoba memutar kenop pintu dan mengamati engsel pintu. Hunter melepas sepatu botnya yang sebelah kiri, eunhyuk memperhatikan ketika hunter menekan salah satu hiasan perak pada tumit sepatu botnya dan belati tajam sepanjang hampir 15cm keluar dari ujung sepatu tersebut.

"wow, sungguh menakutkan." Komentar eunhyuk dengan masam.

"sayangku, kau belum melihat yang menakutkan." Ucap hunter dan memandang eunhyuk dengan kesal.

Eunhyuk menyeringai melihat sikap pria itu dan mendengus. Hunter tidak menghiraukannya. Menggunakan belati bergerigi, pria itu berusaha mencongkel engsel yang berkarat.

"kau akan merusak belatimu kalau tidak berhati-hati."

"tidak ada benda apapun didunia ini yang bisa merusak belati ini."

"sebagaimana tidak ada benda apapun didunia ini yang bisa menggerakkan engsel ini."

Hunter menggeram ketika engsel tersebut bergeming. Ia memasukkan belatinya, kemudian kembali menggunakan sepatu botnya.

"bagaimana kau mengenal ryeowook?" tanya eunhyuk, berusaha untuk memusatkan pikiran kepada masalah yang relevan dan bukan kepada betapa inginnya ia mengecap bibir pria itu.

"aku mengenalnya karena ia selalu menghalangiku. Mengapa Kalian manusia terus menerus memiliki keinginan untuk menyelidiki hal-hal yang seharusnya kalian abaikan?"

"aku tidak menyelidiki... mwo? Kalian manusia?" hunter tidak menjawab. Eunhyuk mengangkat tangan untuk menunjukkan belenggunya." Aku terjebak denganmu dan aku butuh jawaban."

"tidak, kau tidak membutuhkannya."

Itu sudah cukup, eunhyuk paling benci pria-pria alfa. Jenis akulah-prianya-sayang-biar-aku-yang-mengemudi yang suka mendominasi membuatnya muak.

"baiklah cowok macho. Aku bukan wanita bodoh yang mengerjap-ngerjapkan bulu mata kepada pria kekar yang mengenakan pakaian kulit hitam. Jangan mencoba taktik pria tangguhmu kepadaku. Kuberi tau, dikantorku aku dikenal sebagai wanita yang suka memberi perintah."

"cowok macho?" donghae tidak percaya. Dalam hidupnya yang sangat panjang belum pernah ada orang yang berani menantangnya. Sebagai makhluk fana, ia pernah membuat seluruh pasukan romawi kabur ketakutan karena kedatangannya. Hanya ada beberapa pria yang berani menatapnya.

Sebagai dark hunter, ia begitu banyak daimon dan apollite gemetar takut karena kehadirannya. Namanya dibisikkan dengan penuh kekaguman dan penghormatan, dan wanita ini memanggilnya...

"pria kekar yang mengenakan pakaian kulit hitam. Kurasa aku belum pernah merasa lebih terhina lagi." Ujar donghae.

Donghae memandangi wanita itu, wanita itu tidak memiliki kecantikan klasik, tapi ada suatu kualitas eksotis pada matanya yang memberinya pesona gaib. Rambut panjangnya yang berwarna coklat digerai, menyentuh bahu langsingnya. Tapi tetap matanyalah yang mempesona, hangat dan cerdas, mata itu sekarang dipicingkan kearah donghae dengan sengit.

Rona samar menghiasi pipi wanita itu, membuat matanya tampak lebih gelap. Terlepas dari bahaya mengancam mereka, donghae bertanya-tanya akan seprti apa wanita itu setelah menghabiskan semalam penuh dengan seks kasar dan melelahkan. Donghae bisa membayangkan mata wanita itu gelap karena gairah, rambut kusut, pipi merona, dan bibih basah serta bengkak karena ciumannya. Pemikirannya itu membuat tubuh donghae serasa terbakar, hingga ia bisa merasakan sensasi tertusuk yang sudah akrab dibelakang lehernya.

"sebentar lagi fajar."

"darimana kau tau?"

"aku tau saja." Donghae menarik wanita itu kekiri, kemudian mulai memeriksa dinding yang kusam untuk mencari jalan keluar."begitu kita dilepaskan, kita harus mencari cara untuk membuka belenggu ini."

"baik sekali kau mau menyampaikan hal yang sudah jelas." Eunhyuk melirik tubuh pria itu dan melihat luka kasar dibalik kain yang sobek. "kau benar-benar harus merawatnya."

"tuhan tidak mengijinkanku berdarah sampai mati, jadi kau tidak perlu menyeret mayatku yang sudah membusuk."

Eunhyuk mengerutkan hidungnya karena jijik. "kau berusaha menakut-nakutiku?" sebelum hunter bereaksi. Eunhyuk merenggut bagian bawah kemeja pria itu dan mengangkatnya. Eunhyuk membeku sewaktu melihat perut telanjang hunter. Perutnya ramping, keras, dan rata, jenis perut sixpack berotot yang akan membuat pesenam manapun iri. Tapi yang membuat eunhyuk terengah adalah banyaknya bekas luka di tubuh itu, terutama luka dalam dan panjang pada bagian samping tubuh itu yang melintang sampai ke tulang rusuk yang paling bawah.

"oh Tuhan! Apa yang terjadi padamu?"

"kalau maksudmu bekas luka-luka ini, aku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyebutkan semuanya. Kalau maksudmu luka yang dalam dan pangjang itu diakibatkan oleh apollite berusia 13tahun."

"kau dijebak?"

"bukan yang pertama kalinya."

Eunhyuk menelan ludah sambil memandangi hunter. Aura bahaya dan kematian mengelilingi pria itu. Ia bergerak seperti predator yang tangkas dan anggun. Dan mata itu...

Seperti biasa melihat sesuatu yang lebih dari keadaan disekelilingnya. Mata hitam yang nakal itu memiliki kilat lembut yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata dan eunhyuk terengah setiap kali pria itu menatapnya.

Hunter memancarkan seksualitas maskulin yang nyaris tidak wajar. Eunhyuk sudah melihat banyak pria yang berusaha mati-matian untuk menampilkan sedikit saja dari apa yang telah dilimpahkan oleh alam kepada pria ini.

Hunter menghela napas sambil menyeret eunhyuk berkeliling ruangan, mengamati dinding seolah sedang mencari pintu rahasia.

"mengapa kau ingin membunuh Desiderius?"

"karena dia bukan hanya membunuh manusia, tapi dia mencuri jiwa mereka."

"apa dia bisa melakukannya?"

"kau bilang kau sudah menyaksikan segalanya. Mestinya kau beritahu aku."

Eunhyuk ingin mencekik pria itu. Dalam hidupnya, ia belum pernah bertemu dengan pria yang lebih arogan ataaupun menyebalkan.

"mengapa aku selalu terjebak dengan omong kosong supranatural ini? Apa berlebihan kalau aku meminta yang biasa-biasa saja?"

"hidup memang jarang seperti yang kita inginkan."

Eunhyuk mengerutkan dahi sewaktu mendengar kata itu, dan nada ganjil pada suara hunter.

Donghae mendongak dan mengangkat tangan untuk memberi isyarat supaya wanita itu diam. Entah darimana, kenop pintu mengeluarkan bunyi klik.

"tok tok." Kata desiderius. "kalian memiliki sepanjang hari untuk bersembunyi. Saat malam tiba, kita berburu."

"Ya, ya... kau dan anjing kecilmu juga." Nada ringan hunter membuat eunhyuk kagum. Kata-kata dingin desiderius benar-benar tidak mempengaruhinya.

"kau tidak takut pada ancamannya?"

"sayang, hari ketika aku takut padanya adalah hari ketika aku tergeletak dikakinya dan memberinya belati untuk mencabut jantungku. Satu-satunya yang aku takutkan adalah mengembalikanmu kepada sepupumu dan meyakinkan si ratu keras kepala itu untuk melupakan masalah ini sampai aku bisa menemukan changmin sialan itu dan mengirim jiwanya kepembuangan yang menjadi tempat asalnya."

Diluar kehendaknya dan terlepas dari bahaya yang mengancam mereka, eunhyuk tertawa sewaktu mendengar kata-kata pria itu. "ratu keras kepala? Kau mengenal ryeowook dengan baik."

Hunter tidak menghiraukan komentar eunhyuk ketika dengan berhati-hati ia melindungi eunhyuk dengan tubuhnya, kemudian pintu terbuka secara perlahan. Ia berhenti untuk memandang kesekelilingnya. Diluar pintu terdapat sebuah lorong sempit dengan jendela-jendela besar berlapis debu yang menunjukkan matahari yang sedang terbit.

"sial." Hunter menggeram pelan sambil melangkah mundur kedalam ruangan.

"apa?" tanya eunhyuk, jantungnya berdebar saking ngerinya. "apa ada orang diluar sana?"

"tidak."

"kalau begitu ayo pergi."

Hunter menggertakkan giginya, memandang lorong dan mengatakan sesuatu dalam bahasa yang tidak eunhyuk mengerti.

"apa masalahnya? Sekarang sudah fajar dan tidak ada orang diluar sana. Ayo pergi."

"masalahnya bukanlah orang. Masalahnya adalah matahari. Dan itu menjadi masalah karena..."

Hunter ragu-ragu selama beberapa detak jantung, kemudian membuka mulut dan menggerakkan lidah kegigi taringnya yang panjang dan runcing.

.

.

.

TBC