Sebuah REMAKE dari novel berjudul My Hot Abductor karya LupitaRa yang saya Remake menjadi FF KyuMin dengan tentu telah mendapat persetujuan langsung dari LupitaRa. Adapun isi cerita tidak semuanya persis, ada beberapa bagian yang ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan – mengingat ini adalah YAOI bukan straight seperti novel aslinya.

Bagi yang penasaran dengan cerita aslinya bisa baca di wattpad dengan nama author LupitaRa.

Name cast:

Cho Kyuhyun/ Zhao Guixian

Lee Sungmin

Lee Donghae

Kim Kibum

Alexa Zhao

Zhao Hangeng

Cho Hyunmin

Genre : Romance, action, misteri, adult.

Ada unsur kekerasan dan adegan dewasa, bagi yang di bawah umur tidak di anjurkan membaca. (Dosa sendiri yang tanggung kalo tetap baca ya xD)

YAOI! KyuMin's Fanfic.

DILARANG COPAST! KETAHUAN COPAST? TAHU AKIBATNYA.

Summary:

Pembunuh. Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk Zhao Guixian. Bahkan ketika belia ia sudah membunuh adiknya sendiri, karena tragedi itu membuatnya hidup dalam pelarian diri. Ia akan melakukan apapun untuk bisa bertahan hidup meskipun harus menjadi seorang anak dari seorang bos besar mafia. Suatu ketika ia mendapatkan tugas untuk menculik dan membunuh seorang pemuda, itu tugas yang sangat mudah baginya, namun ketika tahu pemuda yang harus ia bunuh adalah orang yang selama ini menjadi obsesinya apakah ia mampu melakukannya? Apa ia akan memilih setia kepada bos mafia yang telah menyelamatkan hidupnya atau menyelamatkan hidup pemuda itu dan memulai hidup yang baru meski nyawanya yang menjadi taruhannya?

~oOo~

VincentCho96 mempersembahkan...

~oOo~

Part 3 – I Will Kill My Heart Slowly

Ini adalah hal tergila yang baru ia alami. Ini benar-benar gila!

Bagaimana tidak? Orang yang bertahun-tahun menjadi obsesinya kini menjadi target yang harus ia hancurkan, ia tentu saja sangat terkejut. Bagaimana Alexa bisa mengenal Sungmin dan saat ini ingin membunuhnya? Masalahnya adalah bukan karena membunuh atau menyiksa orang karena itu ia sudah biasa, tapi ini adalah tentang orang yang selama ini ingin ia miliki. Guixian hampir saja menjatuhkan buku itu jika saja ia tidak bisa mengendalikkan emosinya.

Apa berpikir ia sanggup menjalankan misi kali ini?

Tidak.

Apa ia akan melawan Hangeng?

Tidak. Ia tidak bisa melawan ayah angkatnya.

Lalu apa ia benar-benar akan menuruti perintah ini dan harus merelakannya?

Ia tidak tahu. Biarlah seiring berjalannya waktu semua akan terjawab dengan pasti.

Guixian tentu tidak akan menunjukkan perasaannya yang kini tengah campur aduk, ia hanya bisa menyetujui ini. Karena bila ia terlihat lemah terutama di hadapan Kibum maka ia tidak akan disegani lagi.

Ia harus memikirkan cara yang tepat agar bisa membatalkan misi kali ini. Ia rela melakukan apapun agar Alexa membatalkannya sekalipun ia harus menyerahkan tubuhnya atau memakai cara kotor lainnya asalkan Sungmin tidak dalam target wanita ini.

Ia melihat Hangeng yang sedang berbincang dengan Kibum dan Alexa yang masih bergelayut manja dipangkuannya. Ia jijik sebenarnya dengan kelakuan Alexa yang sok manja seperti ini.

Ia kemudian berpamitan pada dua orang yang tengah berbincang itu diikuti Alexa di belakang. Ketika ia hampir berbelok menuju kamarnya ia langsung berbalik dan menatap Alexa. Alexa tentu mengernyit tidak mengerti dan balas memandang pria itu.

"Berhenti selalu mengikutiku, Alexa!" tegur Guixian.

"Aku tidak mengikutimu, aku mau ke kamarku. Kau lupa kamar kita berseberangan?" tanya Alexa. Sebenarnya ia hanya beralasan ketika ia melihat Guixian yang masuk ke ruang kerja ayahnya. Ia hanya ingin ayahnya dan Guixian menyetujui rencananya karena itu ia mengikuti Guixian. Tapi kali ini setelah ayahnya dan Guixian setuju ia tidak ada urusan lagi dan berniat bersantai di kamarnya.

Guixian mendengus lalu menarik Alexa ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya. Ia hanya tidak ingin ada orang yang masuk atau pelayan yang masuk dan tidak sengaja memegoki mereka yang sedang bermesraan.

Guixian langsung menghimpit dan mengurung Alexa di dinding. Alexa yang mengetahui apa maksudnya dengan senang hati mengalungkan lengannya dan memejamkan mata. Tidak menyia-nyiakan itu, Guixian langsung mencium Alexa dengan lembut dan Alexa membalasnya. Namun, kelembutan itu berubah menjadi kasar dan penuh nafsu, Alexa mengernyit tidak suka apalagi ketika Guixian mulai meraba-raba bagian dadanya. Dengan sekuat tenaga Alexa mendorong Guixian dengan nafas yang terengah-engah.

"Apa yang mau kau lakukan Guixian?!" teriak Alexa. Ini tidak seperti biasanya ketika mereka berciuman. Guixian yang biasanya akan menciumnya dengan lembut dan tanpa nafsu. Tapi kali ini?

"Mari bercinta denganku, Alexa." Suara Guixian membuat Alexa merinding. Ia memandang Guixian tajam. Meskipun mereka sering berciuman tapi mereka masih mempunyai batasan-batasan termasuk untuk tidak bercinta.

"Kau yang mencuri ciuman pertamaku dulu dan kini kau menginginkan tubuhku?! Otakmu sudah tidak waras!" ucap Alexa.

"Ayolah, sayang.." rayu Guixian. Alexa menggeleng cepat dan bersedekap.

"Jika kau ingin bercinta, sewa saja pelacur. Kau bisa memilih wanita cantik sesukamu." Potong Alexa.

"Aku tidak akan bercinta dengan orang yang tidak kukenal, aku hanya menginginkanmu." Ucap Guixian lagi. Alexa memandang Guixian sambil menggeleng. Ia sudah tahu sifat Guixian, pria itu tidak mungkin melakukan ini bila tidak ada maksud lain.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Aku tahu saat ini kau sedang berbohong. Ayolah Guixian, rayuanmu tidak mempan untukku."

Guixian mundur beberapa langkah dan duduk ditepi ranjang sambil terkekeh.

"Ternyata aku ketahuan, ya?"

"Aku selalu tahu trikmu." Balas Alexa.

Guixian menatap Alexa sambil menimbang apa kalimat yang tepat untuk membuat Alexa mau mendengarkan perkataannya nanti.

"Kau serius dengan rencanamu itu?" tanya Guixian. Alexa memandang Guixian aneh. Baru kali ini pria ini menanyakan hal yang sudah pasti mutlak.

"Kenapa?" tanya Alexa balik.

"Kau seharusnya tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dalam pekerjaanku dan ayahmu. Kau sungguh kekanakan!"

Alexa menatap Guixian curiga.

"Ada apa denganmu? Apa kau keberatan dengan rencanaku? Atau kau mengenali pria tidak normal itu?" pertanyaan yang tepat sekali sasarannya. Guixian mengatur ekspresinya agar tenang dan merasa bahwa pertanyaan Alexa konyol.

"Aku tidak keberatan untuk membunuh orang dan aku tidak mengenalinya, tapi baru kali ini kau melibatkan aku dalam hal sepele seperti itu."

"Kalau kau tidak mau aku bisa saja meminta Kibum yang melakukannya, sepertinya kau memang tidak suka dengan rencanaku. Biar saja Kibum yang memainkan misi ini" Alexa mendengus.

"Kau anggap ini permainan? Ini masalah serius, Alexa."

"Aku tahu karena itu aku menginginkannya. Sebenarnya ada apa denganmu ini, hah? Kau tidak sanggup?" tanya Alexa mulai kesal.

"Bukan seperti itu. Kau tahu sendiri selama ini aku membunuh orang yang paling berbahaya dan kau tahu mereka semua normal. Dan sekarang kau menyuruhku untuk membunuh pemuda cacat seperti dia? Aku penasaran ada masalah apa kau dengan pemuda itu."

"Bicaramu panjang sekali, ya. Sebenarnya ini masalah yang sepele, aku menginginkan kekasihnya karena pemuda itu sudah merebutnya dariku." Ucap Alexa dengan kebencian ketika mengatakan alasannya. Guixian hendak membalas sebelum Alexa melanjutkan. "Tapi, bukankah itu bagus sekali untukmu? Dengan kau menjalankan misi ini, kau bisa hidup bersamanya dan memiliki tubuhnya. Aku sangat menginginkan ia gila dan memutuskan untuk mati."

Mendengar ucapan panjang lebar Alexa membuat Guixian terdiam beberapa saat. Ia merasa tidak suka ketika tahu kenyataan bahwa Sungmin sudah memiliki kekasih. Dan tentang keuntungan yang Alexa maksud membuatnya menyeringai dalam hati. Ia tentu bisa membuat pemuda manis itu melupakan kekasihnya itu dan menjadi miliknya.

"Baiklah, kau menang sekaarang." Ucap Guixian yang membuat Alexa tersenyum senang.

"Tapi, kau tahu aku bukanlah gay!" lanjut Guixian. Alexa tertawa mendengarnya dan itu membuat Guixian bingung.

"Benarkah? Aku tidak yakin kau akan mengatakan itu lagi setelah melihat wajah pemuda itu." ucap Alexa setelah tawanya mereda.

"Apa?" tanya Guixian tidak mengerti.

"Kau tahu? Kenapa aku menyebutnya tidak normal?" tanya Alexa.

"Karena pemuda itu memiliki rahim?" tanya Guixian seperti sebuah jawaban.

"Ya, salah satunya. Tapi tidak hanya itu. Wajahnya seperti wanita dan wajahnya sangat cantik, hal itu membuatku semakin membencinya. Bisa-bisanya dengan mengandalkan parasnya kekasihku takluk padanya." Alexa mengepal ketika mengatakannya tapi Guixian tidak mau bertanya lagi. Ia tidak peduli dengan alasan Alexa, ia hanya peduli dengan pemuda yang dimaksud Alexa. Guixian hanya mengangguk.

"Oke, kau tidak perlu khawatir." Ucap Guixian dan dibalas dengan ciuman terima kasih Alexa.

"Kau yang terbaik, Guixian!"

"Tapi ada satu syarat, kau tidak perlu ikut campur dan aku akan mengambil misi ini." Ucap Guixian. Alexa mengangguk setuju.

Kali ini ia akan menyetujui misi ini dan patuh pada Hangeng dengan membantu Alexa, tapi bukan Guixian namanya bila ia tidak mengambil kesempatan. Meski pada akhirnya ia akan membunuh pemuda itu karena kesetiaannya pada Hangeng, setidaknya ia tahu ia adalah pria brengsek yang sempat menikmati tubuh pemuda itu. Biarlah ia mematikan perasaannya dan melawan perasaannya perlahan-lahan agar ia bisa menyakiti pemuda itu dan tetap setia pada Hangeng.

~oOo~

Pria itu lagi! batin Sungmin ketika ia melihat Guixian masuk ke dalam floristnya.

Guixian melihat ke seluruh ruangan ketika ia masuk. Bagaimana pun ia harus teliti dan hati-hati jika tidak ingin rencananya gagal. Ia melihat Sungmin yang menghampirinya sambil tersenyum ramah.

Sungmin masih mempertahankan senyumannya ketika ia telah di depan Guixian, bagaimanapun juga Guixian adalah konsumen di sini. Ya, meski pria ini aneh sih, apalagi ketika ia melihat mata Guixian yang tajam menatapnya.

"Selamat datang di florist kami. Apa anda mau membeli mawar hitam lagi?" tanya Sungmin ramah.

"Aku sudah bilang jangan memakai bahasa formal denganku, Sungmin." balas Guixian.

"Oh, ya maaf Guixian. Jadi, kau mau membeli bunga seperti apa? apa mawar hitam lagi?" tanya Sungmin. Ia berharap semoga pria ini tidak memesan yang aneh-aneh atau bunga yang bahkan belum musimnya.

"Ya, aku ingin sebuket bunga. Tapi, aku ingin kau pilih bunga yang kau sukai saja." Ucapan Guixian membuat Sungmin mengernyit.

"Apa?" tanya Sungmin untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar. Karena jika benar, maka harapannya tidak terwujud karena pria ini meminta hal yang aneh lagi.

Sebelum Sungmin bertanya lagi, Guixian sudah berlalu dan langsung duduk di tempat biasa. Sungmin menggerutu.

Ia sudah sering mendapat pesanan yang aneh-aneh dari pelanggannya tapi baru kali ini ada pelanggan yang meminta sebuket bunga sesuai yang ia sukai. Ia bingung jika seperti ini karena ia menyukai semua bunga yang ada di floristnya jadi ia tidak tahu bunga mana yang harus ia jadikan sebuket bunga.

"Apa kau akan memberikannya pada kekasihmu? Aku akan memilihkan jenis bunga yang tepat untuk kekasihmu itu, karena jika kau meminta sesuai yang kusuka bisa-bisa aku merangkai seluruh jenis bunga yang ada di sini." Sungmin sedikit meninggikan suaranya.

"Untuk calon kekasihku, jadi cepat buatkan aku sebuket bunga terbaik dan paling indah. Dan jangan banyak bertanya lagi, cukup kau turuti keinginan pelangganmu ini Sungmin." Jawaban Guixian sedikit membuatnya kesal. Sungmin menghela nafas sambil mengelus dada. Ia harus sabar menghadapi pelanggannya yang satu ini.

Sungmin berkeliling untuk memilih bunga mana yang akan ia jadikan buket bunga dan pilihannya jatuh pada bunga mawar. Ia juga memilih beberapa warna bunga mawar yang ia susun ke dalam box berbentuk hati. ia memilih mawar karena itu adalah bunga yang ia rasa tepat untuk menaklukkan hati wanita/ Setelah selesai, Sungmin menghampiri Guixian sambil membawa pesanan milik pria itu. ia sedikit penasaran dengan apa yang sedang dilakukan pria itu karena tampak serius dengan smartphonenya. Ia hanya menggeleng ketika tahu apa yang pria itu mainkan ternyata game yang biasanya dimainkan anak-anak.

"Ini bunga anda, err.. ini bungamu sudah selesai." Ucap Sungmin. Guixian mendongak.

"Oh, bagus sekali, aku menyukainya." Guixian mengambil bunga itu.

"Jam berapa kau pulang kerja?" tanya Guixian membuat Sungmin mengernyit.

'apa lagi sekarang?'

Guixian tahu pertanyaannya ini sangat mendadak. Ia pun merasa tatapan Sungmin padanya menjadi tatapan aneh. Tapi ia tidak peduli.

"Sekitar jam satu siang ini toko tutup, memangnya kenapa?" tanya Sungmin.

"Tidak, apa salah aku bertanya?"

'Tidak sih' batin Sungmin.

Guixian tersenyum tipis sebelum membayar pesanannya lalu berlalu keluar. Sungmin tercengang ketika Guixian berlalu begitu saja.

'Dasar pria aneh!'

Sungmin mengendikkan bahunya lalu kembali ke meja kasir.

T.B.C

Segini udah cepet kan ya? hehehe

Ini baru part 3 ya hehehe, jangan kira ini chapter 4.

Readers, jangan dulu bosan ya dengan cerita ini, karena cerita ini banyak part-part yang tidak terduga dan jujur aku pengen kalian tau dan aku pengen tau reaksi kalian nanti. Pokoknya ya bisa membuat terkejutlah, aku aja sampai kaget pas bacanya *lebay -_-* tapi untukku iya, beneran.

Oh, ya terimakasih kepada para pembaca yang sudah mengapresiasi tulisan saya. Dan kepada readers yang sudah mengoreksi tentang status Guixian dengan Alexa, aku nggak fokus dan nggak teliti heheh *maaf*

Btw, tulisanku jadi agak beda ya? Aku juga nggak tau kenapa #plak! xD

Mungkin sedikit beda dengan LE karena ya memang itu FF udah dari awal taun dan aku sering nulis juga jadi mungkin berpengaruh kali ya?

Yang penting tulisanku masih bisa dimengerti kan?

Silahkan keluarkan uneg2 tentang part ini atau mungkin dari part awal atau mungkin juga FF yang lain.

Inget tentang FF lain, aku kaget pas ngecek tulisan-tulisanku di FFN '-' .. Udah hampir menggunung begitu ya *_-* , jadi nggak enak nih apalagi yang udah lama nunggu. Maaf ya.

Tapi tetap kulanjut kok meski nggak tau kapan sih. Yang jelas sekarang aku fokus ke remake ini, LE, dan PGMYL. Setelah hampir beres baru aku nulis yang lain lagi, do'ain aja mood juga waktu aku bagus ya.. heheh

Oke, bye!

See u next part!