AA: Anisha Asakura is back!! Huwee... Lagi PMS... -megang kepala-

Popuri: Apaan tuh PMS?

AA:... Pusing, Mencret, Sakit.... -nangis- POLP

Maiden Chick Beam X Boy Bachelor Beam

Episode 4: Quiz from Skye, Panical night for Claire.

Waduh! Claire, kamu kenapaa?!

"Enggh..." Claire membuka matanya. "KYAAAAAA!!!"

Saat Claire membuka mata, tempatnya gelap sekali. Claire sama sekai tidak tahu dia berada dimana. Dia seperti berada di ruangan yang sempit, tapi gelap sekali. Tak ada cahaya bulan, jadi, didalam ruangan itu sangat gelap.

"Kau sadar juga, gadis cilik..." terdengar bisikan seseorang.

Claire berteriak saat merasakan kedua bahunya dipegang."KYAAAAA!!!"

--- Back to Poultry Farm ---

"Enggak ada siapa-siapa..." bisik Rick sambil keluar dari kandang ayam. "Dan tidak ada satupun yang hilang..."

"Aneh... Gimana nih..." isak Popuri kebingungan.

"... C, Claire mana?" tanya Cliff.

Semuanya kaget. Mereka lalu masuk lagi ke rumah.

"Claire... Enggak ada!!" teriak Popuri.

Rick dan Lillia masuk, sambil memeriksa.

"Tidak ada yang hilang..." ucap Lillia khawatir, disertai anggukan Rick.

"Tunggu," sahut Gray. "Coba kita lihat lagi surat tantangannya."

Popuri mengeluarkan surat tantangan Skye. Mereka semua memeriksanya.

Dear pemilik Poultry Farm,

Aku akan mencuri beberapa sesuatu yang berharga dari kalian di tempat kalian, jam 10 malam.

Phantom S.

"Hem... 'Sesuatu yang berharga'..." Cliff mulai berpikir.

"Jangan-jangan, maksud 'sesuatu yang berharga' itu Claire?!" Rick memberi tebakan.

SAAATS

PLUK

Jatuh secarik surat di lantai.

"Apaan nih..." Rick mengambil surat dan membacanya. "Guys, kayaknya ini surat buat kita deh."

"jangan lupaKan aku, jangan membenci Aku, wahai para gadI'S.

karena aku Selalu mEnghibur dAn menemani, di Saat para gadIs merasakan keinDahan panasnya cinta.

takkan ada mEmori seindah cinta disaat aku menemani kaLian, wahai para gadis. Tempat dimana penuh dengan memOri cinta.

Meski lembayung bertiup Di lanGit senja keunguan, aku akan sElalu ada."

disitulah benda berharga kalian bersembunyi.

jika kalian takkan bisa menemukan benda berharga kalian sampai matahari terbit, benda berharaga kalian akan lenyap ditelan kegelapan bersamaku selamanya.

Phantom S.

"Cih... Dasar pencuri licik!" desah Gray kesal. "Benar-benar..."

"Gray," panggil Cliff. "Ini teka-teki. Kita harus bisa menebaknya."

"Nebak gimana?!"

"Kita pikirkan dulu. Ada yang pernah main detektif-detektifan?"

"Aku! Aku! Aku! Aku!!!" teriak Popuri polos.

"Memangnya kamu bisa nebak tempat dimana Claire disembunyiin?" tanya Rick.

"Bisa kok!!" Popuri sok. "Hem... Hem..."

Beberapa jam berlalu. Popuri masih diam memandangi surat itu.

"Popuri?" panggil Rick.

Popuri enggak nyaut.

"Popuri? Sayang?" tanya Lillia.

Popuri tetep enggak jawab.

"Popurii," panggil Cliff.

"Krr..."

"HAH?!" Gray langsung mengadahkan kepala Popuri. Alamak, ternyata dia tidur!

"DASAR TUKANG TIDUR!" Gray langsung ngamuk sambil menggoyang-goyangkan badan Popuri. Popuri tetep ngorok aja, enggak ngerespon.

"Biar aku yang ngebawa Popuri ke kamar," sahut Rick sambil menggotong Popuri yang masih lelap tidur.

"Sekarang sudah malam juga..." Lillia mengantuk. "... Tapi Claire menghilang..."

"Mrs. Lillia," Gray menarik tangan Cliff sambil memegang surat teka-teki dari Skye. "Biar kami yang mencari Claire."

"Oh... Begitu..." Lillia tersenyum kecil. "Semoga beruntung.."

Gray dan Cliff lalu pergi keluar Poultry Farm.

"G, Gray, maksudmu apa, 'biar kami yang mencari Claire'?" tanya Cliff ragu.

"Bodoh!" Gray menabok kepala Cliff. "Claire itu kan sahabat kita! Kamu mau sahabat kita hilang gara-gara maling womanizer itu?!"

"Womanizer? Apa itu?"

"Arti lainnya playboy. Yuk, kita cari Claire!" Gray langsung berlari.

"Tu, tunggu Gray!!!"

---Sementara itu---

"Enggak mau! Jangan dekat-dekat..." teriak Claire histeris. "Jangan!"

"Kenapa setakut itu, wahai gadis cantik?" tanya suara itu lembut. Suara itu memang terdengar lembut, tapi tidak untuk Claire. Claire menangis kencang sekali.

"ENGGAK! LEPASKAN AKU!"

"Kenapa kau sekasar ini padaku?" tanya suara itu.

"KAU YANG JAHAT! MEMBAWAKU KE SINI! AKU TAKUT GELAP, BODOH!!!" teriak Claire sambil meneteskan air matanya dan berteriak memegangi kepalanya. "LEPASKAN TANGANMU DARIKU!"

"Ssst! Dasar bodoh! Apa kamu mau sakit? Sebagai pria sungguh malu bisa membuat wanita disampingnya sakit gara-garanya. Oke, kalau kau mau sendirian disini, aku pergi."

Claire berhenti menangis. Mukanya perlahan merona.

"JA--JANGAAN!" teriak Claire sambil menarik ujung baju sang pencuri.

"Anak baik." Skye tersenyum kecil. Dia kembali mendekati Claire.

"Ku, kumohon, jangan tinggalin aku sendiri..." pinta Claire. "La, lagipula, disini dingin sekali..."

"Pakai ini,"

BREEEETSSSSSS

Sesuatu semacam kain menyelimuti Claire. Hangat sekali.

"Kalau berdua lebih hangat,"

"Eh? Hah?"

BREEEETSSSSSS

Skye mendekatkan dirinya di sebelah Claire. Setelah itu, Skye mendorong kepala Claire ke pangkuannya.

"Ka, kau mau a..."

"Tidurlah. Kau pasti lelah."

Claire berbaring di pangkuan Skye. Perlahan Skye menepuk-nepuk bahu Claire, bermaksud agar menenangkan Claire.

Claire mulai setengah terpejam, mulai mengantuk sekali. Perlahan matanya terpejam. Dia tertidur.

Skye menatap muka Claire yang memerah karena menangis tadi. Dia tersenyum kecil sambil menghapus air mata yang masih basah di pipi Claire. "Dasar cewek..."

Perlahan Skye mendekatkan mukanya didepan Claire. Bibirnya nyaris mencapai bibir Claire. Beberapa menit kemudian, Skye duduk lagi. Mukanya memerah sekali. Dia segera bangkit dari tempat duduknya, dan membiarkan Claire tertidur sendirian. Skye lalu memanjat bagian atas ruangan itu, karena ruangan itu terkunci.

Setelah keluar, Skye berjalan di kegelapan malam.

Sementara itu...

"Gray!!" panggil Cliff panik. "Gray!! Denger enggaak!!?"

"Apaan?!" teriak Gray jengkel.

"Kok kamu malah nyari-nyari ke hutan sih?! Hutan bukan jawaban teka-tekinya!" Cliff mengambil surat yang masih diremas Gray. "Coba perhatikan isi surat ini dengan teliti."

"jangan lupaKan aku, jangan membenci Aku, wahai para gadI'S.

karena aku Selalu mEnghibur dAn menemani, di Saat para gadIs merasakan keinDahan panasnya cinta.

takkan ada mEmori seindah cinta disaat aku menemani kaLian, wahai para gadis. Tempat dimana penuh dengan memOri cinta.

Meski lembayung bertiup Di lanGit senja keunguan, aku akan sElalu ada."

disitulah benda berharga kalian bersembunyi.

Jika kalian takkan bisa menemukan benda berharga kalian sampai matahari terbit, benda berharaga kalian akan lenyap ditelan kegelapan bersamaku selamanya.

Phantom S.

"Coba pikirkan tempat yang sesuai dengan surat ini," Cliff menyarankan. "Coba pikirkan, apa ada yang aneh di surat ini?"

"Mana kutau!" bentak Gray. "Yang penting Claire bisa ditemukan! Kau sendiri, apa bisa tau jawaban teka-teki ini?!"

"Sebenarnya sih... Gampang. Aku udah memecahkan jawaban teka-tekinya. Kan ini pernah diajarin ama Carter juga." jawab Cliff dengan ringannya.

GUBRAK! Gray sweatdropped ria.

"KENAPA ENGGAK BILANG-BILANG UDAH TAU?! DASAR BODOH! PERCUMA AJA AKU NYARI-NYARI SEISI KOTA DONG!!" bentak Gray jengkel. "Dimana?!"

"Makanya, salah sendiri dari tadi dipanggil enggak nyaut sih... Lewat sini, Gray!" Cliff memandu jalan. Gray mengikutinya.

--- Sementara itu...

"Bonjour," sahut Skye. Dia tersenyum saat guru kesayangannya muncul di mimbarnya.

"Enggak usah sok begitu, Skye." sahut Carter sambil menampakkan muka bosan. "Ada apa kau datang kesini?"

Skye mendekati Carter. "Aku baru tahu kalau ada jurus yang bisa melawan jurusku ini... Jadi..."

"Apa?" tanya Carter.

"Apa kelemahannya?"

"Hah?"

"Apa kelemahan jurus si gadis cilik itu?!" bentak Skye. "Beritahukan!"

"Demi tuhan, Skye, aku tak tahu kelemahan jurus itu," sahut Carter sambil membuang muka. "Percuma saja bertanya padaku."

"Apa kamu mau murid kesayanganmu menderita lebih dari sekarang?" tanya Skye.

Carter terkejut.

"... JANGAN SIKSA CLIFF!!" teriak Carter. "KAU BOLEH LAKUKAN APAPUN, ASALKAN JANGAN..."

"Kalau kau tidak mau murid kesayanganmu menderita, jawab pertanyaanku. Apa kelemahan jurus gadis itu?" potong Skye tersenyum licik.

"Kh..." Carter menghela napas. "Terpaksa. Jurus itu... Bergantung dengan perasaan Claire. Semakin besar perasaan Claire pada musuh, semakin sedikit dosis yang akan terkena."

Jadi... Kalau seandainya gadis cilik itu menyukaiku, dia takkan bisa menghentikanku... Aku memang cerdik! pikir Skye. "Baik. Aku takkan menyiksa Cliff lagi. Terima kasih atas informasinya. Au revoir..." Skye lalu pergi keluar gereja.

Cih... pikir Carter. Aku malah... Dasar aku ini bodoh...

--- Sementara itu lagi

"Hah?" Claire membuka matanya. Sudah pagi. Sinar matahari yang hangat keluar dari jendela. Dia berada di sebuah ruangan yang penuh meja dan kursi.

"Auroré." Sahut Skye. Claire menoleh. "Artinya 'selamat pagi', mi Amor."

HEPS

Skye menarik Claire hingga Claire berdiri.

"Ka—Kau mau apa?!" teriak Claire sambil mencoba melepaskan diri.

"Fajar sudah hampir tiba. Sahabat-sahabatmu terlambat. Mereka tak sempat menolongmu. Kau akan kucuri selama-lamanya." Skye menarik Claire lagi agar tak kabur. "Ayo, ikut denganku, mi amoureux,"

"Enggak!" Claire berusaha melepaskan diri. "Tidak! Lepaskan aku! Siapapun, tolong aku!"

"Enggak ada siapapun disini, mi amor. Hanya ada kamu dan aku." sahut Skye santai sambil tetap memegangi lengan Claire. Dia tersenyum licik.

"Allons, baiser."

Claire kebingungan akan bahasa Perancis Skye. "Apa... Itu?"

Skye memeluk Claire.

"Apa-apaan kau, Sky—"

"Kuulangi. Allons, embasser." Skye tersenyum licik.

"Apa... Maksudmu?"

Skye makin memeluk Claire erat.

Muka Claire bersemu.

"Oke, kuulangi lagi. Allons, embasser, Mi amor,"

"A, apa maksudmu, Skye?!" kepanikan Claire makin menjadi-jadi.

"Ya sudah, kalau kau tak mengerti, akan kulakukan sendiri."

Skye memegang kepala Claire, bermaksud menenangkan dan mendekati dirinya. Skye tersenyum licik. "Jét aimé..."

"Berhenti!!"

Skye dan Claire terdiam.

Terlihat Cliff dan Gray ngos-ngosan mendekati Skye.

"Lepaskan Claire! Kami sudah menemukannya!" bentak Gray, sambil merebut Claire.

"Pas. Non, non, takkan kuserahkan, karena kalian datang terlambat." sahut Skye sambil tersenyum licik. "Kalian terlambat. Sekarang dia akan kubawa,"

"Tidak akan!" Cliff berlari ingin menghajar Skye.

BUKKK! DASH!

Cliff berhenti. Lutut Skye menghantam perut Cliff. Dia terjatuh di atas permukaan hangat. "Uhuk..."

"CLIFF! SKYE, LEPASKAN AKU!!" teriak Claire menangis.

"Oui, Mi amor." jawab Skye sambil melepas Claire. Claire lalu berjongkok ditemani Gray melihat keadaan Cliff.

"Cliff, kamu enggak apa-apa?!!" teriak Claire sambil panik. "Kamu enggak apa-apa...?"

"Egh... Aku... Enggak apa-apa..." Cliff merintih kesakitan memegangi perutnya. "Ya... Yang penting... Skye...."

"Sudah cukup kehadiranku disini. Mungkin aku akan bermain lagi lain waktu. Au revoir." Skye pergi.

Tinggal Claire, Cliff dan Gray bertiga.

"Lho? Kalian bertiga sedang apa disini?" tanya Zack, muncul dengan tampang kebingungan.

"Zack! Kumohon, antar kami ke Doug's Inn!" teriak Claire setengah menangis.

"O, oke, Claire!" Zack membantu Cliff bangun dan dibawalah Cliff ke Doug's Inn.

-----

"Cliff, kamu enggak apa-apa?" tanya Ann khawatir.

"U... Udah agak enakan sekarang... Makasih, Ann... Semuanya..." sahut Cliff sambil setengah tersenyum.

"Untung aja Cliff enggak kenapa-napa..." Claire lega. "Untung juga Skye udah pergi..."

"Kita bisa istirahat dulu. Aku mau tidur ah, ngantuk..." Gray melepas topinya dan tidur di tempat tidur di sebelah Cliff.

Yang lain sweatdropped.

"Yaah, enggak apa-apalah. Lagian ini hari Kamis, toh Gray enggak kerja." Ann mengambil selimut dan menyelimuti kakaknya.

"A.. Aku juga ngantuk..." Claire menguap. "Ann, boleh aku pinjam kamar ceweknya lagi? Aku ngantuk nih..."

"Silahkan," jawab Ann sambil pergi.

_+_

AA: Selesai... Chapter berikutnya akan segera datang~~

Skye: Hore, bahasa Perancisnya banyaak~~ -ngibrit ngebaca kamus bahasa Perancis-

Claire: Anu, Anisha!!

AA: Apaan?

Claire: Arti 'Allons, embasser' itu apaan sih? Kok jawaban teka-tekinya enggak dikasih tau sih?

AA: Oh, itu artinya, 'Ayo, ciuman'. Kalau teka-teki, tanyakan aja sama Cliff.

Claire: -bersemu-

Cliff & Gray: ENAK AJA! GUE YANG HARUS NYIUM CLAIRE TAU!!! -tau" ribut gak karuan-

AA: -swt ria- RnR~~ -POLP-