.
.
Diclaimer: Naruto is belong Masashi Kishimoto
Warning: OOC, gaje, alur berantakan EYD hancur, abal, diksi payah, bahasa tak baku, typo bertebaran dan kekurangan lainnya
IF YOU DISLIKE, PLEASE CLICK BACK!
This story by Uesugi Dera Maori
.
.
"Kalian harus mencari berkas-berkas penting yang berada di Uchiha Corp" jelas Pein lagi dengan pandangan datar
Sakura menelan ludahnya "U-uchiha Corp katanya?"
.
.
Sakura masih saja menggerutu didalam mobil saat Pein memberitahukan apa saja yang harus dicari 'Menyebalkan! Dasar piercing menyebalkan!'
"Sakura, berhentilah menggerutu. Percuma!" suara dingin Konan menyahuti Sakura yang sedari tadi terus menggerutu "Biasanya, kau juga sering melakukan hal ini kan?"
"Sebelumnya aku tidak pernah melakukan tindakan seperti pencurian ini!" sahut Sakura
"Aku tahu, hitung-hitung ini sebagai pengalaman" jawab Konan sambil mengutak-atik gadget nya
"Kau sih sudah biasa" ujar Sakura lagi sambil menggerutu. "Berhentilah menggerutu!" seru Konan mulai bosan
"Konan-sama, Sakura-sama. Kita sudah sampai ditempat" ujar salah satu anak buah Pein yang mendapat tugas menyupir
"Sakura, aku akan menuju ruang pengontrol CCTV, sedangkan kau harus menuju ruang direktur utama nya" titah Konan sambil merapihkan pakaiannya yang tebalut kemeja biru bergaris agak ketat dan rok span sepanjang atas lututnya dan menaruh sepasang sarung tangan hitam dibalik mapnya. Sakura memakai jubah hitam biasa dengan tudung yang menutupi kepalanya dan topeng hitam-putih metalic yang menutupi wajah cantiknya
"Tunggu! Kenapa aku yang harus keruang direktur utamanya?" heran Sakura
"Hitung-hitung sebagai pengalaman. Oh iya, aktifkan terus wireless nya" balas Konan
'Lagi-lagi jawaban itu!' batin Sakura menggerutu
"Aku duluan. " sambung Konan sambil melesat pergi
.
.
Konan melangkah kegedung Uchiha Corp tersebut dengan langkah tenang dengan membawa map biru ditangannya 'Tch! CCTV disini banyak sekali' CCTV yang Konan maksud memanglah banyak. Disetiap sudut ruangan, terdapat satu buah CCTV kecil. Dua penjaga didepan gerbang UC tersebut menghalangi langkahnya
"Ada urusan apa kau datang kemari nona?" tanya salah satu penjaga tersebut
"Aku diminta Itachi-san untuk datang keruangannya. Ini pembicaraan pribadi" jawab Konan dengan tatapan menggoda. Walaupun dalam hati, ia mengutuk tindakannya tersebut. Dan dengan mudahnya, dua penjaga tersebut termakan oleh tipuan Konan dan alhasil membiarkan Konan masuk lebih dalam ke UC tersebut. Konan tidak menuju kearah ruangan direktur berada, tapi dia masuk kedalam ruangan 'Ruang Pengontrol CCTV'
Konan masuk keruangan tersebut dan menutupnya pelan lalu menguncinya. Tindakan Konan tersebut membuat lonjakan kaget dari dua orang pengawas CCTV tersebut
"Ada urusan apa kau datang kemari, nona?" tanya salah satu petugas disana dengan tatapan mesum
"Tentu saja dengan kalian" jawab Konan. Lagi-lagi dia mengutuki tindakannya tersebut
Konan mendekat kearah dua penjaga tersebut dengan jalan yang dibuat menggoda. Tanpa penjaga CCTV itu sadari, Konan mengeluarkan pisau lipat dari balik rok span nya
JLEB
"Akhhh!" rintih salah satu penjaga tersebut dengan mencengkram perutnya yang terus mengalir mengeluarkan darah
"A-apa yang kau la-lakukan?" tanya salah satu penjaga yang satunya sambil memandang horror kearah Konan
"Khikhikhi... giliranmu, sayang..." jawab Konan disertai desahan kecil
DOR
Peluru berhasil bersarang dikepala penjaga yang tadi menatap Konan dngan pandangan horror, Konan bisa memastikan langsung kalau penjaga itu langsung tewas ditempat. Konan mendekat kearah penjaga yang satunya yang masih saja merintih kesakitan. Dengan gerakan sensual, Konan mencabut pisau tersebut dan langsung menancapkan kejantung penjaga tersebut. Senyuman kecil mengembang dibibir tipisnya
Konan mengambil map biru dan membukanya lalu memasangnya sepasang kaus tangan tersebut pada kedua tangannya dan duduk pada kursi di tempat pengontrol tersebut. Konan mengaktifkan wireless yang tersembunyi dibalik kemeja birunya dan menghubungkannya dengan milik Sakura
'Sakura, ini aku. Konan, aku sudah sampai ditempat' ujar Konan
"Bagus, sekarang aku harus bagaimana?"tanya Sakura yang masih didalam mobil sambil menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan
'Kau masuk melewati pintu bagian selatan. Disitu tidak ada seorang pun yang menjaga' ujar Konan sambil menatap tajam monitor didepannya yang menampilkan CCTV pintu bagian selatan. Dapat ia dengar, ada suara tutupan pintu mobil dan hentakan kaki yang setengah berlari
"Aku harus kemana lagi?"
'Didepan, kau akan menemukan pintu kaca, masuklah lewat situ dengan cara mengendap-ngendap. Tepat dihadapanmu, ada seorang penjaga yang memunggungimu. Bunuh dia! Usahakan gunakan peredam pistolmu'
Sakura melakukan hal yang diperintah oleh Konan, dan setelah melihat itu, tepat ada seorang penjaga botak memakai kacamata yang sedang memunggunginya. Sakura mengeluarkan pistolnya dari balik jubah hitamnya dan...
DOR
Peluru tepat bersarang dikepala penjaga tersebut dan langsung ambruk ditempat
'Kerja bagus. Kau harus belok kanan dan ikuti jalan yang ada. Disana nanti kau menemukan perempatan. Berhati-hatilah jika sudah disitu, bagian kanan dan kiri dari perempatan yang kau datangi terdapat salah satu penjaga yang mengawas'
Sakura mengikuti apa yang dikatakan Konan "Sekarang aku harus melakukan apa?" tanya Sakura pada saat sudah sampai diperempatan ruangan tersebut
'Tunggu sebentar'
"..."
'Sekarang waktunya kau untuk lari karena mereka masih dalam kesibukan masing-masing. Tapi usahakan jangan menimbulkan suara'
Sakura benar-benar melakukan apa yang Konan perintahkan
'Ketika kau belok kiri, pintu yang berada dihadapanmu itu adalah ruang kerja direktur utama. Didalam sana, ada dia dan seorang polisi. Tunggu sampai polisi itu keluar'
"..."
'Mereka keluar, cari tempat persembunyian!'
Sakura bersembunyi dibalik pintu yang bertuliskan tangga darurat. Sakura mengintip sedikit, Sakura menghela napas dirasa mereka telah menjauh karena mereka adalah seseorang yang sudah dia kenal sejak kecil, Uchiha Itachi dan Uchiha Sasuke
'Sekarang waktunya!'
Sakura buru-buru keruang kerja direktur utama dan menutup pintu tersebut dengan pelan. Sakura benar-benar mencari keseuruh ruangan, mulai dari meja kerjanya, rak-rak buku yang mengitari ruangan tersebut, lemari-lemari dan terus menerus mencari hal-hal yang memang harus diambil
.
.
"Hah... Aniki, aku bisa pulang sendiri. Kau diruang kerja saja" keluh pemuda pantat ayam pada pemuda disampinya yang tampak lebih tua darinya
"Oh... ayolah, aku rindu sekali dengan otouto-ku tersayang" jawab pemuda raven dengan ikatan ditengkuknya
"Heh... dirumah juga, kalau memang sedang tidak lembur, kita pasti akan selalu bertemu" jawab Sasuke sambil mengecek handphonenya, "Tunggu, aku merasa ada... bau anyir disekitar sini" sambungnya sambil menghentikan gerakannya
"Ah... mana ada. Sudahlah, ayo kuantar" jawab Itachi sambil menyeret adiknya lebih jauh
.
.
"Akhirnya ketemu!" seru Sakura girang
'Sa-sakura...'
"Ya...? Ada apa?"
'Dia, dia akan datang kemari!'
"A-apa?! Kau bercanda?!"
'Tidak!'
Cklek
Tepat saat Konan selesai mengatakan hal itu, suara pintu terbuka terdengar ditelinga Sakura
'Sial' umpatnya dalam hati sambil bersembunyi dibalik rak buku
Krek
Brugh
Sakura menatap horror kearah buku yang tadi ia tidak sengaja menjatuhkannya
"Siapa disana?!" seru Itachi sambil mengambil Magnum nya dari dalam laci dan menyusuri ruangannya sendiri
Sakura melirik Itachi dari balik rak buku, pemuda itu masih memunggunginya, 'Ck! Mana jarah dari sini kepintu jauh!'. Sakura jalan mengendap-ngendap dan bersender pada rak yang memang sudah dengan pintu tersebut. Hanya berjarak 3 meter dari tempatnya berdiri. Sakura melirik lagi kearah Itachi, Sakura sudah membulatkan tekad bahwa...
Cklek
Drap Drap Drap
Sakura berhasil keluar dari ruangan tersebut dan langsung lari, reflek Itachi mengejarnya dan berteriak "Tunggu! Jangan lari kau!"
Konan yang berada diruang pengontrol CCTV langsung menghapus semua rekaman yang tadi dan ruangan-ruangan yang tadi dilewati Sakura dan mematkan seluruh CCTV di UC
Sakura berlari lagi melewati tempat yang tadi awal dia datangi
DOR! DOR!
Sakura menembak dua penjaga sekaligus yang berada diperempatan
"Sialan" umpat Itachi yang masih mengejar gadis itu. Sakura menambah lagi kecepatan berlarinya dan segera memasuki mobil
"Cepat jalan" ujar Konan terburu-buru. Seseorang yang memang sudah diperintah Konan segera menjalankan perintahnya
Itachi kehabisan tenaga dan juga nafasnya tersengal-sengal, "Sialan!". Itachi mengeluarkan handphone nya dan menghubungi seseorang
PIIP... PIIP... PIIP...
"Sasuke! Aku butuh bantuanmu!"
.
.
"Bagaimana dengan tugas tadi?" tanya Konan saat mobil mereka sudah dijalankan
"Lumayan menegangkan" ujar Sakura melepas topeng yang melekat diwajahnya dan melepas jubah hitam tersebut dari tubuhnya, "Ini" sambungnya sambil menyerahkan map coklat pada Konan
"Hm... Kerja bagus" puji Konan
"Pukul berapa sekarang?" tanya Sakura
"23.17" jawab Konan, "Kenapa?"
"Aku mendapatkan tugas lagi untuk membunuh seseorang" jawab Sakura sambil meminum kaleng soda yang sudah disediakan
"Semoga berhasil" ujar Konan setengah memberi semangat
.
.
"Selamat datang, gadis-gadis" ujar pria bertindik saat Konan dan Sakura memasuki ruangannya, "Bagaimana dengan misina?"
"Sukses" jawab Konan datar
"Hn, kau ingat tugasmu kan Saku?" tanya Pein, "Ini datanya"
"Yakushi Kabuto... baiklah, aku terima"ujar Sakura kembali memakai topeng dan jubahnya lalu pergi meninggalkan Konan dan Pein dengan kebisuan
"Dia... seperti bersemangat sekali ya" ujar Konan memecah keheningan
"Hn" tanggap Pein meninggalkan Konan
'Kau... apa kau menyukainya?'
.
.
"Ah ah... akh... K-kabuto-kun... engh... ngawh... um..." desah seorang wanita dengan hebat sambil menjambak pelan rambut pria yang yang diatasnya
"Owh... yah, kau memang nikmat... ugh, sayang" jawab pemuda perak sambil mencium ganas wanita yang dibawahnya
"Akh akh akh... lebih cepat! Ah... engh... umm" gelinjang wanita itu semakin hebat ketika sang preia mempercepat gerakannya
"A-ku... mau kelu-ar..." si pria mempercepat gerakannya dan akhirnya terhenti sebelum klimaks karena...
Brak
Dor
"Kyaaaaaaa" jeritan wanita itu menggema saat ada orang lain yang menembak pria yang diatasnya
"Akh!" rintih pria perak itu saat timah panas itu bersarang dilengan kirinya
"A-apa yang kau la-lakukan?! Siapa... siapa kau!" jerit wanita bersurai biru donker dengan takut
Sosok hitam itu tidak menjawab, tapi tangan kirinya menyodorkan magnum nya kearah kepala wanita tersebut yang sebelumnya memegang sebuah pistol biasa
"Siapa kau! Apa kau memiliki masalah denganku?!" tanya pria berambut perak tersebut menjerit sabil menahan sakit didaerah lengan kirinya yang tertembak
Lagi-lagi, sosok hitam itu tidak menjawab tapi mulai menarik pelatuk magnumnya, sedangnya wanita itu menangis sambil memohon
"Kumohon, jangan bunuh aku dengan Kabuto-kun! Jangan pisahkan aku darinya, kumohon!" ujar wanita itu sambil memohon
DOR
Kepala itu hancur ketika sosok itu menembakkan magnum nya pada kepala wanita itu
"Anko...!" teriak Kabuto saat wanita yang dicintainya pergi karena dibunuh oleh sosok hitam itu, "Kau! Brengsek!"
"Tch! Menyedihkan!" decih sosok hitam itu, "Menurutku, justru kau lah yang brengsek! Sudah mempunyai istri dan satu anak, tapi masih saja bermain-main dengan wanita lain"
DOR
Sosok yang dikenal sebagai Sakura itu menembak lagi lengan kanan milik Kabuto
"Akh!" dua lengan Kabuto berhasil disarangi oleh pistol biasa yang ditembak oleh Sakura
"Hah... aku kasihan dengan istri dan anakmu itu. Tapi, kau mau bertemu dengan Anko-mu tersayang kan? Baiklah, aku akan membantumu" jawab Sakura melangkah pelan kearah Kabuto
.
.
"Arrgghh! Bre-brengs-sek!" rintihan kesakitan serta umpatan keluar dari kamar apartemen dengan fasilitas kedap suara tersebut. Keadaan Kabuto sekarang dengan posisi terlentang dilantai dengan kedua telapak tangan dan telapak kakinya ditusuk oleh pisau yang berukuran lumayan besar sehingga menancap sampai lantai dan membuatnya tidak bisa bergerak ditambah lagi keadaannya yang masih telanjang
JLEB
JLEB
"Akh..." kedua pinggul Kabuto ditusuk oleh pisau yang agak kecil dengan bersamaan
"Umm apa lagi ya..." gumam Sakura sambil berpose memikir
DOR
DOR
"Argghhh!" kedua timah panas tersebut berhasil bersarang dikedua mata Kabuto "Bedebah! Sekalian saja kau bunuh aku! Sialan! Argghhh!"
Sakura menusuk dada Kabuto lalu mengeluarkannya, menusuknya lalu mengeluarkannya lagi, dan itu terus menerus terjadi sampai dia merasa puas. Jemari Sakura yang terbaluti sarung tangan hitam itu mengambil paksa lidah Kabuto lalu mengirisnya kecil-kecil
"Arrrggghhhh!"
"Hihihi... itu hukuman untukmu karena daritadi terus mengumpat" Sakura cekikikan kecil sambil duduk diatas perut Kabuto
SET
Sakura membuat sayatan didaerah wajah Kabuto sampai benar-benar banjir darah
JLEB
KRAK
"A-Akh!" itu menjadi teriakan terakhir Kabuto saat pisau yang Sakura pegang tertancap sempurna didahi Kabuto menyebabnya tengkoraknya hancur dibagian tengahnya. Sakura mengambil kamera ditas nya dan memasukkan kembali semua barang-barang yang tadi dia gunakan untuk menyiksa Kabuto
"Mission Complete" gumamnya lalu pergi keluar pintu apartemen tersebut setelah ganti dengan baju biasa
.
.
BRUK
Sakura merebahkan dirinya pada ranjang empuk yang berada dirumah mungilnya. Entah sudah berapa lama dia tidak bertemu Sasuke maupun menjenguk Sasori. Dia masih saja memikirkan ucapan Pein tadi malam
"Kerjamu itu sudah sangat bagus. Kita mendapat tawaran kalau kita akan membunuh pejabat Amerika yang memang suka korup. Kita memang bukan seperti Assasin, tapi setidaknya dia meminta kita untuk membunuh seseorang mengingat profesi kita sebagai pembunuh bayaran. Bagaimana? Kau akan kukirimkan kesana. Biaya ini mungkin cukup untuk pembiayaan operasi Sasori. Pikirkan lagi baik-baik. Lagipula, ini tidak harus terburu-buru"
'Aku harus bagaimana?'
..
TBC
..
Ehehe... Dera balik lagi setelah menelantarkan fic ini selama sebulan lebih #digebukin
Soalnya tugas pada numpuk, jadi ya... gimana gitu #digebukinlagi. Untuk fic ini, jumpa lagi bulan depan #dijotosramerame, tapi ya gk tau juga sih...
Thanks to:
Uchiha Riri: huaaa maafkan Dera yang tak teliti, salah ngetik gitu... soalnya daritadi diajak ngobrol terus sama temen, soalnya dibikinnya disekolah. Jadi, yang nyampe keotaknya Sasori deh -_-
NikeLagi: Nih udh lanjut, ujiannya sukses ya... ^_^
hanazono yuri: apa ini udh agak panjang? #ditendangjauhjauh
somebody(2): mksih, ini udh lanjut kak! Dera gk bisa kilat, soalnya bukan sejenis petir #plak
EXOBangtan88: ohohoho... palingan seperti tindak pencurian doang *readers: maling dong!* oh jelas #digamparSakura, ini udh lanjut
Yosh! Mksih buat review nya, review lagi ya senpai!
Buat yang lain juga, review please!
