Part 5

"Yesung-Hyung—pingsan!?

Heechul menyelimuti tubuh Yesung sehangat mungkin dengan beberapa helai kain. Sedangkan Hangeng sedang membuat racikan obat khas china untuk di berikan kepada putranya tersebut.

"Anak ini punya penyakit rhinitis, kalau dia lelah atau alergi…penyakitnya akan kambuh." Ucap Heechul.

Henry menghampiri sang Ayah, lalu duduk bersila di sampingnya dan memperhatikan Yesung yang tertidur di depannya."Hyung kemarin pulang sangat malam, mungkin udara dingin membuat Hyung jadi sakit, apalagi dia pasti sangat lelah. Aku—jadi merasa bersalah." Ujar Henry tertunduk.

"Merasa bersalah bagaimana?" tanya Heechul ingin tahu.

Henry tak berani menatap wajah Heechul, ia takut."Aku bermain game bersama Kyuhyun, tapi kami lupa tidak bawa uang. Pemilik toko akhirnya menyuruh kami membersihkan warnet sampai bersih, dan…Yesung hyung tidak sengaja melihat kami. Jadi…Hyung membantu membersihkan warnet juga." Cerita Henry.

Hangeng pun ikut duduk bersama Heechul dan Henry, lalu dengan pelan ia memberikan beberapa sendok untuk ia berikan pada Yesung.

"Jangan repotkan Hyung-mu lagi." katanya.

Siwon terduduk di depan pintu kamar, bersama Sungmin di sampingnya. Dengan diam, ia memperhatikan keluarga kecil itu. Siwon memperhatikan wajah pucat Yesung, ada perasaan bersalah di hatinya. Tapi, ada perasaan berterimakasih juga.

'Kalau bukan karna hal itu…mungkin kau tidak akan pulang larut malam, mungkin—kita tidak akan bertemu.'

Henry berjalan menuju sebuah kelas di mana semua murid kelast tiga SMA berada di satu lantai yang sama. Ia memasuki sebuah kelas yang berada di paling ujung koridor lantai tiga tersebut.

"Mau apa kau kemari bocah?" Kibum si ketua kelas ruangan tersebut bertanya pada sosok Henry.

Henry menyodorkan sebuah amplop putih kehadapan Kibum,"Hyung-ku sakit. Dia tidak masuk kelas hari ini." Ucapnya.

Kibum menerima amplop tersebut,
"Sakit? Padahal minggu-minggu ini banyak tugas dari guru. Dia pasti akan dapat nilai jelek." Ucap Kibum.

"Sudahlah. Pokoknya bilang saja pada wali kelasmu, kalau Yesung-Hyung sedang sakit." Ujar Henry lagi. Ia segera kembali ke kelasnya karna berada di tempat yang asing tersebut membuatnya tak merasa nyaman.

Saat berada di tengah koridor kelas, Henry berhenti melangkah. Ia teringat dengan kejadian yang sama satu tahun lalu. Di kelas yang sama pula dan dengan alasan yang juga sama 'Yesung sakit' tapi saat itu belum ada Kibum, melainkan murid lain, dan murid itu juga mengatakan hal yang sama seperti dirinya,'Yesung akan ketinggalan banyak pelajaran dan tugas penting.'

Walau Henry merasa akhir-akhir ini lebih banyak membenci sosok Yesung, tapi sebagai seorang adik, Henry tidak bisa menutupi rasa kekhawatirannya terhadap sosok Hyung yang sudah ia kenal dari kecil.

'Hyung, sembuhlah.' Doa Henry dalam hati.

Di tahun 2058 kesunyian rumah besar kediaman EunHae terasa kentara. Biasanya saat siang seperti ini Donghae akan di temani Siwon memancing ikan di laut atau Eunhyuk akan bersama Siwon pergi mengunjungi perusahaan MONKEYFISH coop.

Tapi kali ini Eunhyuk dan Donghae malah menyibukan waktu mereka di bengkel besar yang berada di bawah tanah rumah mereka. Dari pagi hingga malam lalu kembali pagi lagi, sepasang pria itu sedang sibuk membuat mesin waktu yang akan mereka gunakan untuk menjemput Siwon dan Sungmin.

Ada perasaan lelah, tapi demi anak apapun akan mereka lakukan.

"Bagaimana Hyuk? Semua komponennya sudah siap untuk di rakit?" tanya Donghae yang membawa segulung kertas putih tebal bergambarkan sketsa mesin waktu yang akan mereka buat.

Eunhyuk menggeleng,"Belum semua Hae, aku harus ke Rusia dan Jerman untuk mengambil beberapa sample dan microchip yang menjadi dasar mesin waktu itu nanti." Ucap Eunhyuk yang membaringkan dirinya di atas sofa. Donghae-pun duduk di sampingnya,"Kalau sampai Siwon tidak bisa kembali pulang kemari lagi…" Donghae menatap Eunhyuk tajam,"Kita akan bercerai Hyuk!" tambahnya dengan garang.

Eunhyuk ketakutan lalu mencoba menyairkan perasaan dingin Donghae dengan beberapa gurauan,"Harusnya, kalau Siwon sampai terjebak di masa lalu, biarkan saja Hae…" Eunhyuk berbisik kepada Donghae,"…Jadi, kau dan aku bisa membuat anak yang jauh lebih tampan dari Siwon."

Belum ada semenit tapi telapak tangan Donghae mendarat dengan kerasnya di permukaan pipi kanan Eunhyuk. PLAK.

"Aku benar-benar akan ke pengadilan!" Donghae kesal lalu berdiri tapi Eunhyuk menarik tangannya ketakutan,"Ja-jangan Hae! JANGAN! Aku hanya bercanda saja." Ucapnya meminta permohonan maaf.

"Tapi bicaramu keterlaluan Lee HyukJae!"

"Yasudah aku kan' minta maaf, jadi jangan marah lagi."

"Aku sudah terlanjur kesal padamu Hyuk!"

"Maafin aku lah Hae~ maaf."

Hangeng baru saja kembali dari ruangan direktur tempat ia bekerja, lalu pria chiness itu menjadi kesal saat beberapa berkas baru sudah tertumpuk di mejanya. Lelah dan penat. Setiap hari pekerjaannya selalu saja banyak.

Hangeng duduk di bangkunya, memijat kening dengan mata terpejam. Karna hari inu sungguh sangat melelahkan, di tambah dengan kondisi Yesung yang sedang sakit malah membuatnya tak berkonsentrasi bekerja.

"Pak Han, ku dengar putramu sedang sakit ya'?" tanya Zhoumi, seorang pegawai magang yang baru saja lulus dari kuliahnya di taiwan.

"Iya. Putraku terkena rhinitis." Jawab Hangeng lemas.

"Sudah di obati?"

Hangeng mengangguk,"Sudah. Dari mulai obat dokter dan ramuan china yang ku buat, tapi penyakitnya selalu kambuh saat ia kelelahan, alergi atau dehidrasi."

"Oh ya, ku dengar di Cheon-ahn, ada klinik tradisional yang bisa menyembuhkan rhinitis, kenapa tidak di coba saja Pak?" usul Zhoumi.

Hangeng mengangguk pelan,"Aku juga dengar tentang info itu. Tapi bagaimana caranya kesana,

Aku sibuk bekerja dan Heechul juga sibuk menjadi guru les di sore hari. Putra bungsu ku juga masih sekolah…lalu dengan si-a-pa." Hangeng memutuskan kalimatnya saat sadar dengan sebuah nama yang mungkin bisa membantunya. Siwon?

"Siwon-Hyung~ aku lapar." Ujar Sungmin agak berbisik.

"Nanti akan ku belikan oli." Jawab Siwon dengan berbisik juga. Mereka berdua takut kalau percakapannya akan membangunkan Yesung yang sedang tidur karna kondisinya yang kurang fit.

"Tapi aku ingin makan makanan manusia. Aku ingin mie ramyeon." Pinta Sungmin. Siwon yang berada di sampingnya langsung menoleh ke sosok robot rewel itu dengan tatapan sebal,"Cari saja di dapur, lalu masak sendiri." Ujarnya. Sungmin kemudian menunduk kesal,"Aku tidak bisa masak. Buat kan mie ramyeon untukku ya Hyung." Pinta Sungmin lagi. dan untuk kedua kalinya Siwon memberikan tatapan jengkel.

"Aku sedang menunggu Yesung—dia sedang sakit. Paman-Hee sedang pergi mengajar les, jadi aku tidak bisa meninggalkan pria ini sendirian." Jelas Siwon.

Sungmin sedih. Ia teringat dengan sosok robot wanita yang mirip dengan Tuan Donghae-nya."Andai ada Sunhae-Noona, pasti aku tidak akan kelaparan seperti sekarang." Lirihnya yang di acuhkan oleh Siwon.

.

.

.

.

.

Henry mengajak Kyuhyun kerumahnya untuk mengerjakan tugas praktek dari Pak Shin. Mereka berjalan pelan sambil membicarakan banyak hal, terutama tentang keadaan Yesung.

"Pasti Hyung mu bisa sembuh Hen, percayalah." Ujar Kyuhyun menyemangati Henry. Di tangan Kyuhyun ada seplastik buah apel segar yang ia dan Henry beli secara patungan untuk di berikan kepada Yesung.

"Aku percaya dia pasti akan sembuh. Masalahnya kapan? Aku—tidak tega Kyu melihat wajahnya yang selalu pucat jika sedang sakit." Ucap Henry.

"Tuhan itu baik Hen. Dia pasti sudah punya rencana lain untuk Hyung-mu, dan keluargamu. Sabarlah. Sabar itu berbuah kebaikan."

Henry mengangguk,"Yap Kyu. Hanya bisa bersabar." Jawabnya.

Perjalanan mereka hampir sampai, namun Henry malah mengehentikan langkah kakinya.

"Wae?" tanya Kyuhyun pada Henry yang sedang menatap heran kearah depannya, Kyuhyun pun mencari tahu apa yang sedang Henry lihat.

"Tuan aku ingin mie ramyeon itu! Please beri aku satu ya!"

"TIDAK BISA! Kau harus punya uang dulu sebelum membeli!"

"Ta-tapi uang ku ada di kamar—dan kamarku—jauh. Kumohon Tuan, aku sangat lapar."

"TIDAK BISA! Pergilah, kau membuat pelangganku ketakutan!."

Henry yang mengenal si peminta mie tadi langsung memanggilnya,"Sungmin-ah!"

Sungmin menoleh kesumber suara dan begitu tahu kalau itu Henry yang memanggilnya –Sungmin langsung mendekati Henry.

"Henry, aku lapar. Aku ingin makan mie ramyeon, tapi di kulkas tidak ada mie, lalu aku keluar rumah mencari mie dan akhirnya aku lihat ada mie ramyeon yang di pajang di toko itu. Aku minta satu tapi Tuan gendut itu pelit. Pelit!"

Henry bengong sebentar merangkai perkataan Sungmin yang panjang.

"Ya sudah aku belikan satu. Kau tunggu disini saja oke?"

"Ya." Jawab Sungmin. Henry pun langsung bergegas menuju toko itu sendirian dan meninggalkan Sungmin bersama sahabatnya, ChoKyuhyun.

"Kau siapa?" tanya Kyuhyun mencoba memperhatikan wajah asing Sungmin yang berada di hadapannya."Aku?" Sungmin menunjuk dirinya sendiri,"Namaku Lee Sungmin. Nama lengkapku Lee Sungmin SW58 delta 15." Jawab Sungmin polos.

Kyuhyun mengerutkan kedua alisnya lalu tertawa dengan geli,"Nama apa itu? Masa' nama seperti itu? Ckck nama tadi terdengar seperti merek pompa air atau—merek ponsel android terbaru." Ujarnya.

Sungmin terdiam, kemudian dengan cepat menarik dasi yang sedang di pakai Kyuhyun,"YA! Kau 'manusia' yang tidak sopan! Jangan pernah menertawai nama seseorang okay?! Itu sangat menjengkelkan!" kesal Sungmin yang belum melepaskan tarikannya pada dasi Kyuhyun. Wajah mereka berdua menjadi semakin dekat satu sama lain. Bahkan keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.

"CHO KYUHYUN!" teriak Henry yang baru saja keluar dari supermarket dengan sebuah kantung pelastik berisi sebuah mie ramyeon instan. Sungmin langsung melepaskan tarikan tersebut dan hampir membuat Kyuhyun terjungkal kebelakang.

"Kyu! Dasar kau mesum! Kau ini tidak waras ha? Masa mau mencium ro—" Henry mengentikan ucapannya, hampir saja ia memberi tahu Kyuhyun kalau Sungmin sebenarnya adalah sebuah robot,"M-ma-masa kau mau mencium, ro-roly poly ku." Tambah Henry dengan suara pelan.

"Roly poly?" tanya Kyuhyun heran. Henry agak gugup, lalu mencari karangan sebisa mungkin,"I-iya. Sungmin adalah—sepupuku! Iya dia sepupuku. Waktu kecil aku menjulukinya roly poly." Jawabnya kikuk.

Kyuhyun mengencangkan kembali dasinya yang ditarik Sungmin tadi,"Aku tidak mesum pada roly poly mu! Tapi dia saja yang menggodaku! Dasar genit." Ujar Kyuhyun di akhiri dengan menahan tawa.

"Apa maksudmu? Genit itu apa ya'?" tanya Sungmin yang memang belum kenal dengan ucapan 'genit'.

Kyuhyun memajukan langkahnya mendekati Sungmin,"Genit itu seperti tadi, kau menarik dasi ku agar kita bisa berdiri sedekat ini, seperti ini!" ujar Kyuhyun yang membuat Sungmin agak ketakutan. Henry menarik pundak Kyuhyun,"Sudahlah ayo kita pulang!" ajaknya pada Kyuhyun dan Sungmin.

Heechul terkejut saat memasuki kedalam rumahnya. Ia ingin menaiki tangga untuk melihat keadaan Yesung, tapi keramaiaan di dapur membuatnya penasaran.

"Cho Kyuhyun hebat~" suara Sungmin terdengar bersamaan dengan suara tepukan tangannya. Semangkok mie ramyeon yang baru matang terhidang di atas meja makan dan tanpa basa-basi lagi Sungmin langsung melahap mie itu karna dirinya terlalu lapar. Kyuhyun yang dengan senang hati membuatkannya –sebagai tanda permintaaan maaf, ia hanya duduk diam di seberang bangku Sungmin. Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang dengan lahapnya memakan mie lezat tersebut.

Sedangkan Henry berada di bangku satunya lagi, sedang mengiris buah apel menjadi potongan-potongan kecil yang akan ia berikan untuk Yesung.

"Kau sudah pulang Hen?" tanya Heechul yang mendekati mereka bertiga. Lalu memperhatikan Kyuhyun,"Oh, Kyuhyunnie juga datang ya." Ucapnya dan terakhir mendekati Sungmin,"Kau sedang makan? Ah~ padahal aku sudah membeli chicken untuk makan malam kita." Ucapnya.

"Aku tiba-tiba lapar, makanya aku makan duluan." Jawab Sungmin dengan mulut penuh mie.

Heechul menaruh satu kantung plastik berisi beberapa potong friedchicken keatas meja."Hyung-mu sudahbaikkan Hen?" tanyanya pada Henry sementara Kyuhyun masih asik memperhatikan Sungmin yang sedang makan.

"Tadi aku lihat Hyung masih tertidur." Jawab Henry yang sudah selesai memotong buah apel-nya,"Aku akan antar ini ke atas." Ucapnya kemudian. Dan bersama Heechul, mereka menuju kamar Yesung dan meninggalkan Kyuhyun serta Sungmin di dapur.

.

.

.

"Umurmu berapa?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin.

"Aku? Em…4 tahun." Jawab Sungmin.

"MWO? 4 EMPAT?!"

Sungmin mengangguk,"Iya. Err dua bulan lagi umurku 5 tahun, aku akan di servis biar terlihat baru lagi." jawab Sungmin lalu melanjutkan makan mie-nya.

Kyuhyun menatap keanehan pada diri Sungmin,"Jangan bercanda! Umurmu berapa Min?"

"Empat ya empat! Tadi kan aku sudah jawab."

Kyuhyun melegakan nafasnya lalu terkekeh,"Ah~ ya ya aku bisa lihat. Kau—memang," Kyuhyun mencubit pipi Sungmin,"…Seperti balita. Kau terlihat seperti balita berumur 4 tahun~" tambah Kyuhyun. Pria evil itu bercelingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitar karna takut ada yang akan mengganggu mereka berdua.

"Kau—sudah punya pacar?" tanya Kyuhyun lagi dan membuat Sungmin terdiam.

"Pacar? Pacar itu sejenis apa?" tanya Sungmin polos. Kyuhyun membulatkan kedua matanya dengan keheranan lagi,"K-kau sungguh tidak tahu apa itu pacar?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Sungmin.

"Ah lupakan. Yang terpenting kau belum punya pacar kan'?" tanya Kyuhyun lagi.

"Pacar saja aku tidak tahu, mana mungkin aku punya pacar. Dasar manusia stupid."

Kyuhyun tidak marah saat Sungmin mengatai Kyuhyun "stupid" tadi, ia malah senang karna mengetahui kalau Sungmin memang benar belum mempunyai pacar.

"Kalau begitu, mulai sekarang kau adalah pacarku arraseo!" ucap Kyuhyun dengan tangan mengacak-acakan rambut Sungmin.

"Apa keuntungannya kalau aku ini—pacarmu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menyeringai,"Banyak. Kau juga nanti tahu." Ucapnya.

Sungmin terdiam beberapa detik sampai wajahnya memperlihatkan raut kesenangan,"Okay! Aku akan jadi pacar Kyuhyun !" ujar Sungmin agak berteriak, Kyuhyun segera membekap mulutnya dengan pelan,"Jangan bersisik…ini rahasia kita berdua saja arraseo?"

Sungmin mengangguk,"O-key." Balasnya dengan suara pelan.

.

.

.

.

.

Siwon masih duduk bersila, di kanannya ada Heechul dan di sebelah Heechul ada Henry. Sepiring potongan apel segar berada di atas meja belajar. Belum tercicipi sedikit pun karna Yesung masih tertidur.

"Hyung, cepat sembuh." Ucap Henry dengan suara amat pelan. Ia menelan ludahnya yang serat, rasanya ingin menangis sampai akhirnya Henry memtuskan untuk keluar kamar dan kembali ke lantai bawah untuk melanjutkan tugas prakteknya bersama Kyuhyun.

"Siwon-ah, turunlah bersama Henry. Kau pasti bosan menunggu Yesung di sini seharian." Ucap Heechul. Siwon menggeleng,"Tidak. Aku tidak bosan, lebih baik Ajhussi saja yang berisitirahat, kau pasti lelah sehabis pulang mengajar les." Balas Siwon.

Heechul berfikir sebentar, ia memang lelah dan mengantuk. Tapi melihat keadaan sang putra pertama yang masih belum stabil membuat kecemasaannya selalu berada di fikiran Heechul.

"Ajhsussi, kau sudah menjaganya di pagi hari, sekarang beristirahatlah. Akan ku pastikan Yesung memakan apelnya dan meminum obat juga." Ucap Siwon yang membuat Heechul sedikit lega.

"Yah, baiklah."

.

.

.

Wajah pucat itu perlahan terbangun dengan sadarnya. Ia menoleh memperhatikan Siwon yang duduk di sampingnya. Tersenyum padanya."Siwonnie?" Yesung mencoba duduk dari tidurnya, Siwon pun segera membantu Yesung agar pria itu lebih mudah untuk mengubah posisi.

"Kau sudah baikkan?" tanya Siwon dan Yesung mengangguk,"Ya…rasanya sudah agak mendingan, tapi—aku lapar." Jawab Yesung.

Siwon segera berdiri dan mengambil sepiring apel yang berada di atas meja belajar,"Ini apel dari Henry dan temannya, kau mau makan?" Siwon menusukan satu daging apel pada garpu yang ia pegang. Lalu menyuapi Yesung buah manis tersebut, Yesung mengunyahnya perlahan.

"Ghamsahaeyo…" sela Yesung saat memakan apel itu.

"Ya?"

"Terima kasih, sudah merawatku." Ujar Yesung lagi.

Part 6

Pelajar mungil itu berdiri di depan gerbang kayu sebuah rumah sederhana. Di genggamannya ia membawa sekantung handbag berisi banyak makanan dan minuman herbal.

"Pulang sekolah langsung pulang! Jangan keluyuran!" suara dari dalam rumah sederhana itu terdengar hingga keluar. Pelajar berseragam internasional itu pun dapat mendengar ucapan tadi.

"Okay!" teriak Henry yang baru saja keluar dari dalam rumah sederhana tersebut namun tiba-tiba ia berhenti melangkah dan membuat Yesung menabrak tubuhnya dari belakang,"Aish!"

Henry memperhatikan seseorang yang sedang berdiri di kediamannya,"Ryeowook? K-kau…" ucapnya pelan seraya ia berjalan dengan pelan juga.

Ryeowook menundukan kepalanya sekali,"Pagi." Sapanya.

"Kau ke rumahku? Pagi-pagi seperti ini?" tanya Henry menahan rasa antusiasnya, ia lantas membuka gerbang kayu setinggi satu meter itu dan mempersilahkan Ryeowook masuk kehalaman rumahnya.

"Oh iya. Aku dengar Yesung-Hyung sedang sakit, jadi aku membawa makanan dan minuman ini untuk Yesung-Hyung." Jawab Ryeowook dengan memperhatikan Yesung yang berjalan pelan mendekati gerbang.

"Untukku?" tanya Yesung saat dirinya sudah dekat. Ia meraih handbag yang Ryeowook berikan.

"Ghamsa Wookie." Jawab Yesung dengan senyuman. Senyuman yang Henry tidak suka.

"Aku berangkat duluan." Ucap Henry yang langsung berlalu meninggalkan Yesung dengan Ryeowook.

.

.

.

Dari atas jendela kamar di lantai dua, Siwon dan Sungmin sedang memperhatikan kearah bawah. Tepat dimana Yesung dan Ryeowook masih berada di halaman yang sama.

"Si-siapa anak kecil itu?" tanya Siwon penasaran. Sungmin menggeleng,"Entahlah. Mungkin teman Yesung-hyung." Jawabnya.

"Teman?"

"Iya teman…atau mungkin, dia pacar Yesung-hyung." Ujar Sungmin lagi. Siwon langsung membulatkan kedua matanya dan menatap Sungmin penuh kecurigaan,"Pacar?! Hey! Kau tahu dari mana kalau dia pacarnya Yesung? Lagian—kau tahu apa tentang pacar?!"

Sungmin menggeleng gugup,"Bu-bukan apa-apa, aku hanya mengira saja." Jawabnya lalu berjalan cepat meninggalkan kamar itu untuk menuju kelantai satu.

"Ish? Tahu apa dia tentang pacar?!"

"PACAR?!"

Heechul terkejut saat Sungmin menanyainya tentang definisi seorang pacar.

"Iya Hee-appa, aku ingin tahu, pacar itu seperti apa?" tanya Sungmin lagi yang duduk di bangku makan. Heechul berfikir dan mencoba merangkai kalimat untuk menjawab pertanyaan Sungmin barusan.

"Pacar itu…seseorang yang mencintaimu, pasanganmu yang sangat peduli sangat sayang dan sangat perhatian." Jawab Heechul. Sungmin tak berekspresi, ia memang robot yang sangat pandai—tapi kasus seperti ini tak bisa ia mengerti begitu saja."Cinta?" tanyanya lugu.

Heechul hanya tersenyum,"Yah, seperti aku dan Hangeng…dulu aku pacarnya, tapi karna kami telah menikah, aku menjadi 'istrinya'nya. Tapi tetap, perasaan kami berdua sama—saling mencintai satu sama lain." Jawab Heechul lagi.

Dan kali ini Sungmin agaknya mengerti dengan apa itu pacar dan cinta.

"Oh, seperti kalian? Emm berarti seperti Tuan Eun dan Tuan Hae juga ya? Mereka sangat akrab dan saling peduli." Kata Sungmin.

'Oh itu pacar ya?' tanya Sungmin lagi dalam hati.

.

.

.

.

.

"IYA!" ucap Kyuhyun keras dan membuat seisi kelas menatap tajam kearahnya.

"Aku sedang bad mood hari ini, besok saja Kyu." Jawab Henry yang duduk di samping Kyuhyun dengan tangan kiri menyanggah kepalanya, bosan.

"Tidak bisa Hen! Pokokknya hari ini kita harus kerumahmu! Kita harus cepat-cepat menyelesaikan proyek tugas dari Pak Shin…" ujar Kyuhyun.

"Besok saja lah, lagian tugas itu hampir selesai." Bantah Henry.

"IYA YA IYA! Pokokknya hari ini. Titik!" balas Kyuhyun.

Donghae berjalan agak lemas menuju dapur yang berada di dalam rumah besarnya. Sesekali ia meregangkan ototnya yang kelelahan karna sepanjang hari berkutik mengerjakan project sebuah mesin waktu.

"Ah, lapar sekali…" ucapnya sembari membuka pintu lemari pendingin. Ia mengambil semangkuk besar puding strawberry dan dua kotak susu vanila. Rencananya Donghae akan membawa makanan dan minuman itu kedalam ruang bawah tanah, tempat Eunhyuk juga berada di sana—masih sibuk dengan mesin waktunya.

"Tu-tuan Hae, ada tamu." Ucap Sunhae yang berdiri di depan dapur. Donghae diam memperhatikan pembantu robot wanita itu, lalu pandangannya beralih pada sosok dua pria yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan yang sama dengannya.

"Leeteuk-hyung? Kangin-hyung?"

.

.

.

Eunhyuk dan Donghae duduk dalam satu sofa yang sama, di seberang mereka juga ada Kangin dan Leeteuk.

"Kami tadinya ke kantor Monkeyfish, tapi kalian tidak ada di sana…karyawan di sana juga bilang, sudah beberapa hari kalian tidak bekerja. Ada apa?" tanya Kangin pada Eunhyuk –adik sepupunya.

Eunhyuk dan Donghae saling pandang,"Kami sedang sibuk membuat sesuatu." Jawab Eunhyuk pelan.

"Ah, pasti kalian sedang menciptakan karya baru kan'? itu hebat." Puji Leeteuk.

"Kalian sangat sukses. Walau kita berbeda profesi, tapi sebagai satu keluarga…aku selalu mendukung kalian semua." Ucap Kangin.

"Tapi, kalian juga sangat sukses. Aku dengar bisnis restaurant kalian sudah sangat maju. Itu membanggakan." Ucap Donghae.

Sunhae datang keruang tengah yang terdapat empat orang pria dewasa itu. Ia menyajikan empat teh hangat, lalu keluar kembali menuju dapur.

"Oh, dimana Siwon? Aku belum lihat anak itu sedari tadi. Pasti dia sudah sangat besar." Ujar Leeteuk mencari-cari sosok Siwon di rumah mewah tersebut.

"Dia…sedang pergi." Jawab Eunhyuk pelan. Donghae mengangguk agak kaku.

Kangin dan Leeteuk menyeruput teh hangat tadi, lalu mulai membicarakan kedatangannya kerumah tersebut.

"Tiga minggu lagi, hari kematian keluarga besar. Kami ingin mengajak kalian untuk kembali ke rumah kakek, dan mengenang hari itu bersama." Ajak Kangin.

"Kita sudah hampir sepuluh tahun tidak bertemu. Kebetulan Rome juga akan pulang dari Mars. Jadi aku rasa kita bisa berkumpul dalam satu hari itu untuk mengakrabkan kembali kekeluargaan ini." Tambah Leeteuk.

Kedua mata Kangin berkaca-kaca,"Ingat? Aku hanya punya kau Hyuk -Adik sepupu ku satu-satunya." Lirihnya,

Eunhyuk terhanyut dengan kenangan masa lalu. Kenangan yang baginya suram. Ia sedikit tertunduk.

.

.

.

Kejadian itu sudah sangat lama. Waktu itu Seoul belum menjadi ktoa canggih seperti X-eoul sekarang. Modernisasi juga masih jarang di temukan. Hanya di beberapa negara tertentu saja yang sudah mengembangkan sistem canggih pada wilayahnya.

Eunhyuk dan Kangin masih duduk di bangku sekolah dasar pada waktu itu. Mereka tinggal di satu rumah sederhana yang sama, rumah kakeknya yang kebetulan di tinggali oleh orang tua Kangin. Karna orang tua Eunhyuk bekerja pada sebuah perusahaan microeletro terkenal di Jerman, maka Eunhyuk sudah dari kecil di asuh oleh kedua orang tua Kangin.

Tinggal bersama, bermain bersama, keseharian mereka berdua sama hal-nya seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi sebuah tragedi hebat membuat mereka mengubah kehidupan mereka semua, tidak hanya Eunhyuk dan Kangin. Tapi juga pada semua umat manusia. Tidak hanya di korea, tapi di seluruh dunia.

Perang terjadi kembali antara korea utara dengan korea selatan. Berbeda pada masa lalu, perang kali ini begitu hebat karna melibatkan alat-alat canggih ciptaan antara dua negara. Termasuk nuklir.

Perang itu sangat sengit, semua kota luluh lantah. Bahkan negara lain juga terlibat perang demi membela salah satu dari dua negara yang berseteru tersebut. Semua pria dan anak laki-laki di wajibkan untuk membela negaranya, tak terkecuali Eunhyuk dan Kangin yang masih belia. Mereka bersama semua warga lain, bahu membahu untuk menyerang negara korea utara dengan nuklir hebatnya.

Perang itu terjadi selama tiga tahun, dan menyisahkan korea selatan sebagai sang pemenang. Banyak yang harus di korbankan, tata negara yang rusak dan banyak rakyat yang tewas. Termasuk keluarga Kangin dan Eunhyuk. Kedua kakek mereka dan kedua orang tua Kangin tewas dalam tempuran maut tersebut. Kedua orang tua Eunhyuk juga tewas saat ada penyergapan tentara korea utara di bandara-saat kedua orang tua Eunhyuk baru kembali dari Jerman. Kejadian itu menyisahkan duka, Eunhyuk dan Kangin juga menjadi yatim-piatu.

Bertahun-tahun berlalu, kehidupan korea selatan kembali pulih. Malah semakin pulih. Mereka sudah mengikuti jepang dengan kota modern-nya, Korea malah lebih dari itu. Para pemuda di sana berhasil banyak membuatkan gadget canggih. Eunhyuk dan Kangin pun sudah memiliki kehidupan dewasa mereka masing-masing. Kangin menikah dengan seniornya Leeteuk, dan memiliki seorang anak laki-laki seumuran Siwon. Mereka memiliki bisnis restaurant dan beberapa hotel bintang lima di bulan dan beberapa di planet lain. Sedangkan Eunhyuk, ia bersama Donghae mendirikan sebuah perusahaan yang mencetak banyak alat-alat canggih.

Pertemuan terakhir mereka adalah sepuluh tahun yang lalu. Saat itu Siwon sedang mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke delapan. Setelah itu, keluarga Kangin memutuskan untuk tinggal di Mars untuk sementara waktu.

"Jadi bagaimana dengan rencanaku ini?" tanya Kangin yang membuyarkan kenangan Eunhyuk.

"Ba-baik Hyung, akan kami usahakan." Jawab Eunhyuk.

"Tapi…" Donghae terlihat murung,"…Apa Siwon bisa pulang, dalam waktu tiga minggu?" tanyanya datar.

"Siwon? Memangnya anak kalian itu kemana?" tanya Leeteuk.

Donghae tak berani menjawab, ia hanya melimpahkan pandangannya pada Eunhyuk.

"Siwon, dia pergi kemasa lalu…dia di tahun 2012." Jawab Donghae.

Kangin menahan nafasnya,"2012….?"

"Makanan ini lebih enak di banding makanan di rumahku." Ujar Siwon dengan mulut di penuhi kimchi buatan Heechul.

Sungmin pun mengangguk,"Benar. Sunhae-noona hanya bisa makan gaji buta. Dia tidak pernah memasak, dia selalu memesan makanan di restaurant…tidak enak." Timpal Sungmin yang ikut memakan kimchi. Heechul hanya tersenyum puas, karna makanan buatannya di sukai oleh Siwon dan Sungmin.

"Yesung dan Henry jarang menyukai masakanku, mereka lebih suka kalau Hangeng yang membuatnya." Ucap Heechul sembari membersihkan meja dapur.

Siwon menghentikan makanannya lalu ia bertanya suatu hal pada Heechul,"Err Tuan Hee, apa kau tahu makanan kesukaan anak-anak mu itu apa?" tanya Siwon. Tadinya ia hanya ingin mengetahui apa makanan kesukaan Yesung, tapi rasanya aneh kalau bertanya tentang Yesung saja.

"Yesung—suka dengan kimbab, dia suka makanan yang ringan tapi cepat mengenyangkan. Kalau Henry, lebih suka makanan pedas, dia suka spagethy dengan hot black papper sauce." Jawab Heechul.

'Kimbab ya?' fikir Siwon.

"Oh spagethy hot black papper sauce? Captain-hyung juga sangat suka itu. Dia malah bisa menghabiskan tiga piring sekaligus." Ucap Sungmin menceritakan makanan favorite Siwon yang sama dengan Henry. Kemudian Sungmin tersenyum geli,"Aku juga suka spagehty, apalagi di tambah dengan oli sinthetic yang pekat, itu rasanya lezat." Tambahnya.

"Oli?" tanya Heechul bingung. Sungmin langsung gelagapan,"B-bukan, maksudnya dia mungkin sauce." Jawab Siwon meralat sekenanya.

Tak lama obrolan siang hari itu menjadi semakin ramai saat kedua putra Heechul telah pulang dari sekolah dan bersama…

"Kyuhyun? Kau datang lagi?" tanya Heechul memperhatikan Kyuhyun yang masuk lebih dahulu di bandingkan putranya.

Kyuhyun mencoba tersenyum ramah,"Aku suka rumah ini. Maka'nya aku datang kemari." Jawab Kyuhyun bergurau.

Henry menarik ransel yang di kenakan Kyuhyun,"Ayo cepat keatas!" ajaknya pada Kyuhyun,"T-tunggu Hen, tunggu!" Kyuhyun memberontak kecil.

"Ada apa?!"

Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang duduk di pojok bangku makan,"Kita harus mengajak roly poly. Mungkin dia bisa membantu." Ucapnya lalu berjalan mendekati Sungmin dan menarik paksa tangannya,"Ayo ikut aku…" ucap Kyuhyun.

Tak lama.

Yesung memasuki dapur tempat Heechul dan Siwon berada, ia terlihat lelah,"Hari ini panas sekali. Aku hampir pingsan." Ucap Yesung seraya mengambil sebuah botol minuman di lemari pendingin.

"Harusnya kau telpon aku, biar aku mengantarkan payung untukmu. Kau bisa sakit lagi nanti Yesung!" ujar Siwon menasehati, dan membuat Yesung dan Heechul terdiam memandanginya. Siwon jadi salah tingkah.

Seseorang yang lain datang memasuki dapur. Heechul terkejut olehnya,"Han? kau pulang lebih awal? Kau sakit atau—kau di pecat? Omo!" Heechul sudah berfikir yang bukan-bukan. Karna tidak biasanya Hangeng pulang secepat itu.

Hangeng hanya tersenyum sekilas, lalu menaruh jas hitamnya di singgahan bangku dapur."Aku meminta izin. Ada keperluan yang harus ku lakukan Hee." Jawabnya.

Hangeng memperhatikan Yesung dan Siwon yang kebetulan berada di sana juga.

"Besok, kalian pergilah ke cheon-ahn…" ucap Hangeng lalu mengambil sebuah kartu nama yang berada di dalam saku kemeja putihnya,"…Cari alamat ini. Di sana ada tabib yang bisa menyembuhkan penyakitmu Yesungie. Kesanalah." Ujarnya.

Yesung mengambil kartu nama itu,"Em maksudnya 'kalian' ?"

"Kau dan Siwon. Kalian berdua. Kebetulan Siwon tidak ada kerjaan kan'? dan Appa tidak mungkin mengizinkanmu pergi sendiri, itu berbahaya." Jawab Hangeng.

"Ber—dua?" Siwon dan Yesung saling memperhatikan satu sama lain.

TBC

tanshita : ada Zhoumi nanti

siwonis : ya latarnya kayak kehidupan doraemon wkwk

guest : ok ^^

zhe cole : sibum ada tp nanti.. ini campuran craick dan official pair

minny ming : xie xie ^^