Yaaah mari kita lanjut ke season selanjutnya *lho

Saia melibatkan para Shinsengumi yang tampan karena saia pikir ini akan jadi menarik.

.Degel: menarik apanya? Kaga…!

.Kaga: ah… etto ayah inikan demi melestarikan sejarah, ya ayah… *puppy big eyes*

.Degel: sejarah, ayahmu ini menderita kau bilang sejarah?

.Kaga: dikit kan, yah

.Degel: pokoknya aku tak mau tahu! Kembalikan aku ke Yunani!

.Kaga: dikit lagi ;P

Nah mari kita simak kisah selanjutnya.

"Time"

Tinggal Dengan Samurai?

Tinggal di tempat para samurai membuat para Goldies kita ini agak bingung bagaimana mereka bergerak leluasa. Ditambah para samurai yang menyebut diri mereka adalah Shinsengumi ini masih mencurigai para Goldies yang setidaknya bertingkah aneh dimata mereka.

Seluruh Goldies dibiarkan menginap disebuah kamar yang lumayan besar ubtuk menampung 12 orang sekaligus.

"Sampai kapan kita Disini? Shion gunakan Teleportmu dan kirim kita semua kembali?!" Kardia agak menggertak.

Tapi Shion menghela napas, "tidak bisa. Kekuatan Athena juga ikut serta saat mengirim kita semua dan bisa dipastikan, kita tak akan mampu kembali sebelum liburan yang dijanjikan Athena pada kita selesai," jawab Shion menggelengkan kepala sedikit.

"Aku sudah tidak tahan disini! Kita pulang!" ujar Manigoldo dengan berteriak.

"Berisik Manigoldo! Kenapa sih kau ogah banget begini? Biasanya kau yang paling berisik jika sudah menyangkut liburan!" El Cid agak menghardik Manigoldo yang teriak-teriak.

"Karena…" belum Manigoldo meneruskan ia langsung pundung dipojokan kamar.

"Karena hanya namamu saja yang selalu salah sebut, menjadi Mani Goldo, Nanigoldo dan sekarang Mamigoldo," Regulus terkekeh sedikit mengejek seniornya ini.

"Aku bukan maminya si Goldo! Kenapa jadi Mamigoldo sih?!" agak keras suara Manigoldo tapi tak lama ia langsung pundung lagi, "kenapa hanya aku saja namanya yang selalu salah mereka sebut?" gumamnya sedih.

"Sudah jangan terlalu dipikirkan, Manigoldo. Mereka kan bukan warga Yunani, jelas saja mereka tidak tahu soal kita, nama kita bahkan tidak tahu soal Athena," Degel berusaha menenangkan Manigoldo.

"Aku sih terima dengan alas an itu. Tapi kenapa nama Sisyphus yang setidaknya susah diucapkan mereka bisa? Dan Defteros?" Tanya Manigoldo dengan sedikit protes, karena memang hanya namanya seoranglah yang sering salah sebut, apalagi jika Kondou yang memanggil.

Yang lainnya terkekeh mengingat betapa lucunya para samurai Shinsengumi ini memanggil nama Manigoldo dan memperdebatkannya.

Flash back

Makan malam pertama para Goldies di markas Shinsengumi, mereka duduk mensejajarkan dengan para samurai zaman bakumatsu ini.

"Nah para Saint inilah makan malam sedehana kami, maaf ya, sederhana sekali makanan kami," Kondou mempersilahkan para Goldies yang sudah berganti pakaian memakai kimono dan hakama.

"Terima kasih sekali anda semua mau menampung kami disini dan juga mau memberi kami makan. Kami sudah sangat berterima kasih," Sisyphus membungkuk.

"Duduk dan makanlah!" ujar Hijikata saat masih melihat 2 Saint kita Manigoldo dan Albafica masih berdiri di ambang pintu.

Alasan Albafica sangatlah kuat, karena pasukan Shinsengumi ini bukanlah Saint yang mempunyai kekuatan seperti para Gold Saint dan Saint lainnya, mereka tak akan mampu bertahan dari racun mawar yang berada didalam tubuhnya. Maka ia memutuskan duduk dengan agak menjauhi para samurai bakumatsu ini.

Sedangkan Manigoldo masih terdiam diambang pintu sedikit membenarkan kimono yang ia kenakan sekarang.

"Nanigoldo, ada apa?" lagi-lagi Kondou salah sebut nama.

"Kondou-san bukan Nanigoldo, tapi Mamigoldo," ujar Souji sambil melahap makan malamnya.

"Bukan. Aku rasa RaniGoldo," Heisuke ikut-ikutan membetulkan, tapi justru semakin jauh.

"Heisuke… jangan sok tahu. Namanya itu MochiGoldo kan?" Sano pun ikut-ikutan. Tapi justru semakin dan semakin salah. (buakakakaka. Mochi rasa Manigoldo maksudnya?) *author dideathglare Manigoldo

Para Goldies terkekeh mendengar para samurai bakumatsu mempermasalahkan nama Manigoldo yang semakin salah mereka sebutkan. Sedangkan Manigoldo sendiri semakin pundung mendengar mereka selalu salah menyebut namanya.

Flash Back End

Para Goldies kita tertawa terbahak-bahak mengingat betapa lucunya para Saint menyebut beberapa nama yang salah untuk Manigoldo.

Sedangkan wajah Manigoldo semakin merah seperti tomat, ia semakin malu, "AKH! Sudah hentikan! Namaku Manigoldo! Jangan salah sebut dong!" Manigoldo semakin kesal.

Tiba-tiba, pintu geser ruangan para Goldies kita terbuka, terlihat Chizuru memasuki ruangan, "maaf mengganggu. Suara kalian terdengar sampai kamar Hijikata-san, dia menyuruhku melihat keadaan kalian. Kalian tidak apa-apa?" Tanya Chizuru dengan lembut.

"Ah, Chizuru-sama. Iya tidak apa-apa, kami hanya sedang berdiskusi. Bagaimana kalau kami membantu kalian, kami bisa bekerja apapun. Selama disini izinkan kami membantu," Sisyphus mencoba mngalihkan apa yang mereka bicarakan tadi dari Chizuru.

Chizuru memandangi para Goldies dan tersenyum, "tentu saja kalian boleh membantu. Kami akan sangat senang," Chizuru tersenyum sangat manis dan sekali lagi wajah Regulus terlihat bersemu merah.

Tiba-tiba, "Chizuru-chan! Kau akan kutinggal patroli lho kalau terlalu lama," terdengar suara Souji dari luar memanggil Chizuru yang akan ikut patroli hari ini.

"Ah, Okita-san… tunggu sebentar!" Chizuru pun bergegas bangkit, "aku pergi dulu ya, pekerjaan Shinsengumi. Patroli keliling," Chizuru pun bergegas menuju dimana Souji berada dan pergi bersama Souji untuk patroi keliling.

Setelah ditinggal Chizuru, para Goldies terdiam. Berpikir, apakah mereka bisa membantu pekerjaan Shinsengumi?

"Patroli harian keliling desa?" Tanya Kardia menatap Degel.

"Iya. Itu pekerjaan Shinsengumi, seperti polisi," jawab Degel.

"Lalu sekarang kita harus apa? Membantu bagaimana?" Tanya El Cid bingung.

"Ini semua gara-gara paman bilang kami ingin membantu pekerjaan para Shinsengumi tanpa tahu apapun," ujar Regulus agak kesal melirik sang paman.

Sisyphus agak facepalm, "maaf. Habis, masa aku harus bilang ini gara-gara Manigoldo ngambek karena namanya salah sebut. Malu-maluin saja," ujar Sisyphus enteng dan membuat Manigoldo semakin pundung dipojokan.

"Sudah sudah. Jadi sekarang mau bagaimana? Shion menurutmu?" Tanya Dohko memandangi soulmatenya.

"ummm. Kita bantu mereka dengan cara bersih-bersih rumah dan memasak," usul Shion.

"Wah jangan! Kalian tidak tahu ya?" tanyaKardia agak protes, "aku paling tidak mau bersih-bersih!" ia memalingkan wajahnya.

Yang lainnya hanya bisa berfacepalm ria, 'ya jelas. Kuilmu saja jarang kau bersihkan, dan bisa berbahaya kalau kau memasak,' batin para Goldies lainnya bergumam. (sama kayak Kaga. wkwkwkwk) *author dilempar pake aurora thunder attack

Asmita yang daritadi terdiam mendehem agar perhatian mereka teralih padanya, "bagaimana kalau bagi tugas?" usul singkat dari Asmita.

"Usulmu benar juga!" seru Dohko tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu. Bagian memasak, biar aku, El Cid, Asmita dan Shion saja," Hasgard mengajukan diri dan ketiga teman yang baru saja ia sebut namanya setuju dengan usulannya.

Kardia terdiam, lalu, "aku, Manigoldo, Albafica dan Degel akan ikut patroli dan sebagainya. Bagaimana?" Tanya sang Scorpio pada ketiga temannya yang baru saja ia sebut namanya.

Jelas saja mereka mengangguk, mungkin yang paling mudah hanya berpatroli dan sebagainya menjaga desa.

"Berarti sisa yang harus melakukan bersih-bersih adalah. Aku, Regulus, Sisyphus dan Defteros ya. Bagaimana?" ia pun bertanya pada sisanya.

"Setuju!" ujar ketiganya serempak.

Semangat para Goldies kita ini memang patut diacungi jempol kaki. *lho* bukan maksud saia jempol tangan. *author ditimpuk pake hak tinggi FG para Goldies*

Keesokan paginya, Regulus mengenakan celemek dan menggenggam sapu, besiap melakukan bersih-bersih disekitar lorong belakang markas Shinsengumi. Sisyphus pun sama dan ia berada disisi dalam markas yang biasa dipakai sebagai ruang berkumpul. Sedangkan Dohko sedang mencuci pakaian kotor para samurai bakumatsu ini, dan Defteros mulai mengepel lantai yang sudah disapu oleh Regulus dan Sisyphus.

Didapur, Hasgard yang sibuk dengan sop daging sapinya, mulai berdendang sambil mengaduk sop yang panas diatas tungku yang menyala, lagu dangdut terbaru Ayu Ting Ting. (dia malah dangdutan =.= ok back to the story) El Cid sibuk memotong-motong ikan segar yang baru dipancingnya tadi pagi. Shion sedang sibuk mencuci beras yang akan ia masak. Asmita sedang membuat bumbu kare istimewanya.

Sedangkan sisanya, Manigoldo masih pundung, Albafica sedang berendam disungai terdekat? (bisa aja nemu sungai dia) *dilempar mawar* Degel sudah duduk-duduk pelataran dengan buku ditangannya. Dan sang Scorpio masih terkapar dengan dengkurannya yang cukup keras.

Tentu sikap para Gold Saint inimendapat berbagai respon, ada yang senang karena mereka terbantu dengan baju kotor dan kadang makanan yang tak enak, ada yang makin curiga dengan sikap para Goldies dan ada juga yang heran.

Sudah lebih dari seminggu mereka tinggal di markas para samurai bakumatsu ini. Tapi tak ada tanda-tanda mereka akan kembali.

"Hasgard-san… kau benar-benar pandai memasak. Masakanmu enak sekali, sungguh," puji Chizuru sambil membantu Hasgard memasak.

"Ini biasa Chizuru-sama. Saya sering memasak untuk yang lainnya," jawab Hasgard agak memalu.

Chizuru pun terlihat semakin akrab dengan para Goldies. Tak hanya Chizuru tapi para samurai lainnya juga semakin akrab dan menerima para Goldies sebagai bagian dari Shinsengumi juga.

Kardia yang malah jadi akrab sama Sano karena, Kardia sedikit mengagumi Sano yang mirip kalajengking. (hoy! Apanya yang mirip?) *author dideathglare keduanya.

Albafica yang tahu soal penyakitnya Souji? (eh? Gantiin posisi Chizuru ya? wkwkwk) *author dilempar ke jurang* dia jadi akrab sama Souji yang juga tahu alasan Albafica menjauh karena racun didalam tubuhnya.

Kadang Degel yang sering bertukar pikiran dengan Sannan-san, tentang obat-obatan dan lainnya, Asmita yang lebih sering bersama Hijikata, karena Hijikata senang Asmita yang tak banyak bicara dan Asmita pun senang karena kadang Hijikata membacakan puisinya yang sudah selesai pada Asmita.

T.B.C

Selesai sampai sini dulu ya, sepertinya saia tidak bisa menahan kantuk.

.Degel: sana tidur Kaga! Ini sudah hampir jam 12 malam!

.Kaga: iya sebentar ayah, dikit lagi…

.Degel: Kaga! Tidur! *deathglare

.Kaga: eh iya ._.

Oke see you review ya jangan lupa ^^