HISTORY OF LEGEND

CHAPTER 4: Deal

DISCLAMER: BUKAN PUNYA SAYA

"HA" BERBICARA

'HA' BATIN

"HA" BERBICARA SCARED GEAR / /AMARAH/ / JURUS

'HA' BATIN SCARED GEAR / / AMARAH

WARNING:ABAL-ABAL/GAJE/OC/OOC/TYPO/No shinobi/OVERPOWER/History

PAIR: (NARUTO X YASAKA), (DAIKI X HIMIKO)

GENERS: ADEVENTURE, FATASNY, and SUPERNATURAL

RANTED: M


Summary: Uzumaki Naruto, manusia biasa yang diberkahi sebuah legend. Kekuatan yang didapat dari pergabungan dua kekuatan yaitu para tokoh sejarah, dengan kekuatan ini dia siap menunjukan pada mahluk supernatural taring manusia.


AUTHOR NOTE : Mohon maaf jika Updatenya lama karena Author baru saja melewati masa paling sulit yaitu UNBK, jadi Author mohon maaf jika updatenya lama dan terus terima kasih untuk para reader yang telah membaca fanfic ini dan jika ada salah kata atau yang lainnya di dalam fanfic ini mohon di maaf kan sekaligus silahkan anda kometari tentang fanfic ini itu saja dan sekali lagi saya minta maaf dan berterima kasih.


HISTORY Gear, adalah sebuah benda yang telahir dari kejayaan-kejayaan manusia atau lebih detilnya yaitu tekad dan keinginan akan kejayaan manusia. Dalam sejarah, manusia pernah mencapai puncak kejayaan seperti Napoleon, Leonidas, George Wanshiton, Nobunaga oda serta masih banyak lagi. Ketika jiwa mereka pergi dari ragannya mereka menuju kesebuah tempat yang dinamakan Land Of Glory. Kemudian ditempat itulah jiwa-jiwa mereka masuk kesebuah kartu History, kartu dengan jiwa. Namun hanya satu keunikan History gear, yaitu History gear bukan didapatkan, diwariskan, maupun dianugrahkan namun History gear itu sendiri yang memilih apa kau pantas atau tidak untuk memiliki kekuatan dari kejayaan. Pada saat History gear menemukan orang yang pantas maka jiwa raganya akan menyatu dengan History dan tidak bisa dihilangkan maupun dicuri. Sampai orang itu mati!. Untuk menggunakan kekuatan ini orang yang terpilih harus memasukan dua kartu History kelingkaran History gear, dan dari situ terjadi pergabungan dan melahirkan kekuatan baru.


Story Begins


Last Chapter:

"Baiklah jika kau setuju, kini tinggal menunggu kedatangan para teman-temanmukan."

"Tepat sekali."

"Let's Go to Kuoh~!" ucap senang Himiko


Warning Lemon On!

"Ah ah ah~ masukan lebih dalam lagi!" teriaknya penuh kenikmatan yang berasal dari seorang perempuan berambut pirang yang kini tengah melakukan hal yang paling nikmat bersama kekasihnya.

"Kau benar-benar nakal yah, Himiko." Ucap Daiki yang kini terus memaju mundurkan batang kejantananya ke dalam bagina milik kekasihnya itu.

"Akh~ iya kau be…benar~ aku nakal! Lebih aku ingin lebih~." Yah kini Himiko sudah mencapai klimaksnya yang ketiga.

Batang kejatanan milik Daiki mulai berkedut, dia semakin mempercepat gerakannya.

"Akh, aku akan keluar!"

"IYA~BERIKAN PADAKU, AKU INGIN VAGINAKU PENUH DENGAN CAIRAN MU DAI-KUN~!"

"HIMIKO!/DAI-KUN~!"

Cairan cinta keluar dai sela-sela vagina milik Himiko akibat tak dapat menampung banyaknya cairan tersebut yang masuk. Daiki menjatuhkan dirinya kesamping Himiko, keduan sejoli ini sangat kepanasan dan berkeringat setelah melakukan hal yang penuh dengan kesenangan.

"Aku mencintaimu Himiko."

"Akupun begitu Dai-kun~."

Kemudian mereka terlelap menuju kealam mimpi dengan seyman di wajah mereka serta tangan mereka saling menyatu.

Warning Lemon Off!


Kincauan burung terdengar dari sebuah pohon yang cukup besar dan lebat daun-daunya, pohon ini berada di sebuah halam rumah yang cukup besar dengan dua lantai. Pagi yang tenang dan tentram di daerah Kuoh namun tidak dengan orang-orang yang berada dirumah ini, terdapat tiga orang remaja laki-laki yang berada di ruang keluarga. Berpenampilan berbeda-beda dimana seorang berambut hitam dengan setelan pakaian urban serta mata yang tajam bernama Kurosaki kemudian ada Jun seorang pemuda berambut uban dengan setelan mafia dan terakhir Alex seorang berambut cokelat dengan pakaian seorang berandalan.

Ketiga sangat mengantuk sekali, jika kalian bertanya kenapa salahkan saja Bos mereka yaitu Daiki dengan kekasihnya Himiko yang membuat teriakan dan desahan hawa nafsu sehingga membuat mereka terjaga dan tak dapat tidur sampai pagi.

"Hooam!"

Jun menguap dia sangat ingin tidur saat ini, begitu juga dengan kedua temannya yang dalam posisi sama namun mereka tak boleh tidur diakibatkan hari ini adalah hari pertama mereka masuk ke Academi Kuoh.

CLIK!

Pintu kamar terbuka dan Daiki keluar dari dalam kamarnya dengan wajah yang berantakan, kini di hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada.

"Pagi semua." Sampanya namun yang dibalas malah menatap tajam kearah Bos mereka yang mungkin tidur nyenyak walaupun hanya sebentar, tapi anak buahnya mereka tidak bisa tidur dengan nyeyak.

"Bos lain kali kalau kau ingin melakukan itu di tempat lain saja!" teriak Kurosaki yang kesal, dan itu disetujui oleh kedua rekannya dengan mengangukan kepala mereka.

"Heheheh…Jadi kalian tidak tidur ?" pertanyaan yang sungguh bisa dibilang bodoh keluar dari mulut pemuda pirang ini, Muncul perempatan di kening Kurosaki dia sudah mencoba bersabar menghadapi sikap polos dan bodoh milik bosnya ini juga kadang membuatnya ingin sekali memukul wajah sok polos si pirang ini.

"BANGSAT AKU SUDAH NGGAK PEDULI LAGI!" dengan kekesalan dia menyiapkan pukulan untuk meninju wajah sok polosnya, namun itu ditahan oleh kedua rekan sesama anak buah.

"Kurosaki tenangkan dirimu" ucap Alex yang tengah menahan pegelangan tangan milik temannya ini dan begitu juga dengan jun yang saat ini menahan dari depan agar tak dapat memukul wajah bos.

"BAGAIMANA AKU BISA TENANG, WAJAH SOK POLOSNYA INI INGIN SEKALI AKU MENINJUNYA!" umpatnya penuh dengan kejengkelan, dan akhirnya dapat ditenangkan. Lalu Daiki dia hanya menunjukan wajah polosnya lagi dan berkata.

"Aku salah apa ?" kini semua orang yang mendengar ucapan dari sang bos hanya dapat pasrah dan sabar menghadapi kepolosan dan kebodohan akan pemimpinnya. Sekarang mereka berpikir kenapa Daiki bisa dipilih menjadi pemimpin mereka yang notabe seorang yang selalu membuat orang lain kadang emosi karena ucapan polos dan juga wajahnya.

"Bos sebenarnya kau itu pintar atau bodoh sih" sindir jun dan hanya dibalas tawa garing dari pemimpin ini, namun Daiki berdehem dan merubah mimik wajah menjadi serius. Melihat hal itu ketiga orang lainnya mulai mengerti maksud dari Bosnya ini.

"Aku ingin kalian tahu bahwa di sekolah itu terdapat dua heir Underworld yang berasal dari clan Gremory dan Sitri yang bertugas untuk mengawasi daerah Kuoh tetapi kadang kedua heir itu terlambat untuk meleyapkan para pengangu di daerah ini sehingga tak sedikit korban berjatuhan bahkan rumor yang aku dengar mereka selalu memata-matai seseorang yang memilik aura cukup kuat, jadi untuk itu lebih baik muncul kan saja aura kekuatan yang kita miliki."

"Lalu kenapa kau melakukan ini bos jika kita mengeluarkan aura kekuatan kita, bisa-bisa mereka terus memantau kita dan itu membuat misi ini terancam." Ucap Alex

"Tentu saja tidak!" ucap dengan lantang Pemuda putra ratu yokai ini, walaupun Daiki kadang sangat membuat orang lain kesal akibat ulahnya dan belaga polos dan bodoh namun itu semua hanya topeng belakang untuk dapat menutupi kemampuannya, karena jika tidak dia sudah menjadi sebuah ancaman bagi berbagai fraksi.

"Dengar kita akan membuat kesepakatan dengan para iblis labil itu, namun kesepakatan ini akan lebih menguntungkan kita."

"Dan bagaimana cara mu mengadakan kesepakatan ini?" tanya Kurosaki yang sekarang tengah bersandar dengan tembok.

"Yaitu pertarungan! Dua heir kuoh ini memiliki pion yang mempunyai Scared gear Loginus dan satunya Scared gear Vitra. Ketika mereka merasakan aura kita pasti kedua kelompok ini akan mengundang kita kesuatu tempat berkumpul atau semacamnnya namun memiliki maksud terselumbung yaitu menawari untuk masuk kedalam Peerages mereka, di situlah kita membuat sebuah langkah awal yaitu membuat mereka terpancing emosi dan tanpa sadar mereka mesetujuinya seperti. Jika kalian ingin kami masuk kedalam Peerages kalian maka lawan lah salah satu dari kami dengan perwakilan orang terkuat di salah satu Peerages kalian dan jika kami menang maka kalian harus menaati satu aturan yang kami berikan dan jika kalian menang maka kami akan bergabung dengan Peerages kalian. Dan pasti mereka akan mewakilkan kedua pengguna Scared gear naga itu namun jangan salah meskipun mereka memilik Scared gear naga tetapi otak mereka hanya berisi tentang hal-hal hawa nafsu dan itu dapat menjadi senjata untuk memenangkan pertarungan ini itu lah rencanaku."

"Tapi apa tidak salah kau menyuruh mereka menaati satu aturan." Heran Jun karena jika satu aturan maka itu hanya akan mengutungkan mereka bukan kita.

"Satu aturan dengan berisi beberapa poin serta semuanya adalah keuntungan." Ucapnya dengan seyuman seperti iblis dan jangan lupa auranya kegelapan muncul dari tubuh Daiki ini.

Mendengar jawaban bosnya ini para anak buah sangat paham satu aturan dengan isinya beberapa yang sangat menguntungkan. Namun kembali Alex mengacungkan tangannya keatas.

"Lalu bagaimana jika mereka melangar aturan yang sudah ditetapkan misalnya mereka tetap mengawasi kita?"

"Kita dapat menyerang balik mereka dengan memberikan fakta-fakta yang sudah kita dapat yaitu kelalaian dan kesengajaan dalam pengawasan daerah Kuoh pada fraksi yokai dan itu membuat pihak yokai menuntut akibat kelalaian ini terhadap pihak iblis karena telah melanggar perjanjian yang disepakati dan mau tidak mau pihak iblis akan mengadakan pertemuan agar tetap menjalin hubungan dengan pihak yokai, sebagai hukuman pelanggaran terhadap perjanjian maka fraksi iblis akan mencabut pengawasan daerah kuoh oleh dua heir ini dengan menyerahkan kembali pada fraksi yokai namun tidak akan menarik kedua heir kembali ke Underworld namun tetap berada di kuoh dengan pengawasan dari yokai."

Mendengar itu semuanya takjub kepada bos mereka, bisa dibilang dalam pemecahan, politik, dan bebicara dia dapat mengambil kesempatan yang sangat berharga dan sulit dari sisi manapun walaupun dirinya bukan bagian dari fraksi yokai namun tetap saja ini sangat gila.

"Baiklah sekarang kita akan berangkat aku akan membangunkan Himiko terlebih dahulu kalian bersiaplah."

Merekapun segera bersiap-siap untuk menuju ke tempat heir underworld berada.


ACADEMY KUOH

Sekempulan remaja mengendarai motor dimana motor Honda CBR 1000RR berwarna hitam elegan dengan nama Skull Boilder sebagai pemimpinnya dengan tiga motor lainnya mengikuti yaitu motor yang sama dengan pemimpin mereka namun berbeda warna dan nama. Berwarna biru dengan nama Dragonfly Cry, kemudian hijau dengan nama Chameleon Strike, dan terakhir warna Sliver dengan nama Leogondara King.

Banyak siswa dan siswi memandang kagum dan terkejut teurtama ketika melihat pakaian yang mereka pakai bukanlah pakaian sekolah melaikan pakaian layaknya gangster dan mereka melihat satu perempuan berambut pirang dengan model twin tail yang berpakaian anak sekolah sma namun beda.


Sementara itu

Diruangan Osis dari Academy kuoh terlihat beberapa orang berkumpul dengan salah satunya laki-laki berambut kuning dan yang lainnya adalah perempuan, sementara salah seorang lainnya tengah duduk dikursi kerjanya perempuan ini memiliki ciri-ciri rambut bob berwarna hitam lalu mata berwarna pink menggunakan kaca mata bundar diwajahnya ini. Dialah Sona Sitori atau Sitri heir dari clan Sitri yang sangat disegani di Underworld kini mereka tengah mengadakan rapat sampai.

DEG!

Aura kuat muncul disekitar academy kuoh ini membuat Sona dan anggota yang lainnya merasakan sebuah getaran yang lumayan membuat bulu kuduk berdiri mereka mengalihkan perhatian mereka kearah halaman sekolah terlihat lima orang berbeda penampilan yang sangat tidak cocok dengan pakaian sekolah yang harusnya dipakai.

"Tsubaki siapa mereka?" tanyanya pada sang wakil atau Queennya ini sementara Tsubaki membalas dengan mengucapkan tidak mengetahui siapa mereka, dengan begitu Sona segera berdiri dari kursinya dan pergi bersama peeragesnya menuju ketempat lima orang itu. Namun dalam dirinya Sona sangat ingin sekali mengajak salah satu dari mereka menjadi anggota preagenya agar dapat memenangkan turnamen Rating game antar iblis muda.

Lalu diruangan Club penelitian ilmu gaib, seorang perempuan berambut merah panjang denga meminum teh yang dibuat oleh teman disampingnya ini yang bernama Himejima Akeno atau wakil sekaligus Queennya dalam peeragesnya yaitu Rias Gremory. Sampai sebuah aura cukup kuat membuatnya terkejut dan takut dia lalu menatap Queennya ini.

"Akeno apa kau merasakannya."

"Tentu Buncho, aura kuat dan sangat mematikan apa kau menginginkannya pemilik aura ini menjadi salah satu bagian preage kita."

"Mungkin karena langkah untuk memenagkan ranting game akan sangat terbuka jika kita memilikinya." Balasnya


kembali lagi terhadap Team Bereseker Blood.

Kini mereka tengah ditatap oleh ratusan siswa dan siswi karena penampilan mereka yang tak lajim serta ada yang kagum dan mendadak menjadi fans mereka karena ketampananan mereka sementara itu Himiko yang melihat pacarnya ditatap oleh fans dadakannya hanya memasang seyuman.

"Ada apa semuanya disini cepat bubarkan diri kalian dan masuk kekelas masing-masing!" perintah tiba-tiba datang dari sang ketua osis yang tiba dilapangan tersebut, membuat semuannya langsung lari menuju ke kelasnya masing-masing dengan terbirit-birit.

Sekarang hanya ada kelompok osis dengan lima orang ini, sona menatap satu persatu dari mereka dia tidak salah aura ini datang dari keempat orang ini sementara perempuan sona tidak merasakan apapun yang berarti dia hanya manusia biasa.

"Siapa kalian dan juga kenapa penampilan kalian tidak menyesuaikan dengan seragan academy ini?" tanya Sona sekaligus menggali informasi tentang mereka.

"Kami hanya murid pindahan berasal dari Amerika serikat, kami baru pindah kemarin jadi sungguh kami tidak mengetahui tentang sistem pendidikan di negeri jepang pasalnya disana kami memakai kebebasan dalam berpakaian ke sekolah." Ucap penuh keyakinan namun itu semua hanya kebohongan kecil untuk menjalankan misi ini dengan sukses.

Namun sepertinya kecurigaan masih ada di Sona dan Tsubaki karena keduanya memiliki ke pintaran di atas rata-rata, mereka berpikir dan kemudian Sona berbicara kembali.

"Tapi jika kau baru pindah dari Amerika kemarin kenapa bahasa Jepang mu begitu lancar." Dan itu tempat sasaran, dengan layaknya akting artis-artis papan atas Daiki menjawab bahwa dia memiliki ibu berdarah jepang dan untuk teman-temannya mereka sangat mencintai budaya dan bahasa jepang sehingga bahasa jepang mereka sangat bagus.

Mendengar itu kedua perempuan yang menduduki jabatan siswa tertinggi ini mulai percaya dan mereka di berikan izin untuk hari tentang pakaian mereka, setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.

Kelima orang ini melangkah menuju kelasnya karena mereka satu kelas jadi tidak perlu pisah-pisah agar dapat memudahkan Daiki dalam mengawasi Anggotannya dan heir di sekolah ini.

Tok…Tok…Tok

Suara ketukan berasal dari luar pintu kelas XII-B, guru yang tengah mengajarpun memberhentikan pengajarannya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.

Kreet!

Daiki dan yang lainnya tampak diluar pintu, tangan sang pemegang dari Skull memory ini menyerahkan sebuah surat tentang murid pindahan kepada sang guru yang mengajar. Dengan teliti guru ini membaca surat tersebut dan ketika sudah selesai mereka di perbolehkan masuk.

"Baiklah anak-anak hari ini kita kedatangan murid pindahan dari Amerika serikat, jadi dapat kalian perkenalkan diri."

"Namaku Uzumaki Daiki."

"Kurosaki Tonbo."

"Jun Chameleon."

"Alex Arc."

"Himiko Toga"

Dan akibatnya membuat seisi kelas Sweetdrop karena perkenalan yang singkat dan padat, namun tatapan lain diberikan oleh seorang remaja putri pewaris dari klan Gremory serta Himejima Akeno.

"Akeno beritahu Kiba dan Issei pada jam istirahat untuk mata-matai mereka." Perintah gadis rambut merah dan dibalas dengan nada menggoda dari akeno, kelima orang ini segera duduk dibangkunya masing-masing yang berada di belakang. Pembelajaran yang tadi terhenti kini kembali berlanjut.


Istirahat!

Kelompok Breseker Blood kini berada diatap sekolah untuk menikmati waktu istirahat mereka namun ada dua orang yang tengah memata-matai mereka tidak jauh dari sini. Daiki mengetahui ada yang tengah memata-matai hanya membiarkan saja dan dia memulai pembicaraan yang berbeda pemahaman namun tetap menjuru pada topik misi ini.

"Menurut mu bagaimana tentang dua kelompok Gangster dikota ini." Tanyanya kepada teman-temannya.

"Bagiku salah satu diantara mereka memeiliki kepintaran yang sangat cerdik dalam pengobservasian serta strategi, dan untuk kelompok yang satunya mungkin mereka hanya mengandalkan otot dari pada otak sungguh berlawanan satu sama lain." Tanggap Alex yang tengah tiduran dilantai sambil menantap langit biru kedua temannya yang lain yaitu Kurosaki dan Jun hanya menjawab dengan singkat dan padat yaitu Setuju. Himiko kini tengah menyandar dibahu kanan dari Daiki telihat wajahnya namapak lelah akibat permainan tadi malam bersama kekasihnya ini.

"Daiki, menurutmu siapa yang akan terjun ke medan pertempuran melawan dua perwakilan dari kelompok tersebut." Ucap kurosaki tengah duduk diatas pagar pembatas atap sekolah sambil memainkan jari-jemarinya, namun sorot matanya menuju kearah bosnya ini.

"Bagiku Jun pantas dengan tugas ini." Jawabnya dengan menutup mata sementara itu Jun yang namanya disebut hanya terseyum kecil dan kemudian mengangukkan kepalannya sebagai tanda setuju.

"Baiklah saatnya kembali ke kelas." Daiki membangunkan Himiko dan berjalan bersama menuju kelas di ikuti para anggota Breseker Blood yang lainnya, sementara itu Kiba dan Issei yang mendengar pembicaraan mereka tidak mengerti apa maksud dari setiap kalimat yang terucap oleh mereka.

"Sepertinya mereka sudah pergi, lebih baik kita laporkan apa adanya kepada Buncho." Ucap kiba pada rekannya ini, kiba dan Issei pun pergi dari tersebut ditengah perjalanan Issei melakukan pembicaraan dengan teman disampingnya ini.

"Kiba, apa kau paham yang tadi mereka ucapkan karena aku sangat tak paham apa maksud mereka itu." Tanya Issei terhadap masalah yang tadi.

"Entalah Issei-san, aku kurang paham juga namun yang pasti kita harus memberitahu Buncho apa adanya saja." Jawab Kiba.

Di club penelitian ilmu gaib, kini Rias tengah menyabut tamu dari klan Sitri atau teman masa kecilnya ini. Mereka meminum teh yang disiapkan oleh Akeno, tidak ada pembicaraan diantara dua heir underworld ini sampai Sona membuka obrolan.

"Rias apa kau merasakan kekuatan yang cukup kuat tadi pagi ?" Tanya Sona dengan menatap temannya ini, Rias yang telah selesai memeinum teh nya menaruh cangkir tersebut ke meja lalu.

"Iya aku merasakannya dan apa yang kau bilang, dan kekuatan tersebut berasal dari empat orang remaja berpenampilan berbeda disekolah ini kan dan untuk perempuannya aku tidak merasakan apa pun." Balas Rias.

"Kau benar, biarku tebak kelima orang itu masuk kekelasmu." Rias mengangukan kepalanya, dan dari sini mereka mulai mengobrol untuk merekut mereka menjadi anggota Peerages. Setelah mengobrol cukup lama akhirnya mereka sepakat untuk mengundang mereka ke tempat ini.

"Baiklah setelah pulang sekolah aku akan memertintah Saji untuk menjemput kelima orang kesini tersebut lalu kau."

"Sama aku akan memerintah Issei untuk membawa mereka kesini beritahu saja Saji untuk pergi bersama Issei untuk menjemput mereka."

Sona berdiri untuk pergi dari tempat ini namun sebelum melangkah keluar bersama queenya ini Kiba dan Issei datang. Melihat kedua anggota preagenya datang Rias segera menayakan bagaimana dengan misi memata-matai kelima orang tersebut.

Hal itu membuat Sona penasaran dengan hasil dari misi memata-matai kelima orang tersebut sehingga dia kembali duduk dan mendengarkan apa yang akan mereka ucapkan.

"Kami hanya mendengar tentang pertempuran antara gangster dalam percakapan mereka dan tidak lebih serta mereka sepertinya tidak mengetahui tentang kekuatan mereka." Ucap kiba.

Mendengar itu Sona dan Rias sempat terkejut dengan apa yang diucapkan kiba namun mereka kembali biasa, kedua pemimpin ini saling menatap satu sama lain mereka merasa ganjil tentang percakapan antara lima orang tersebut tersebut. Namun tetap saja sekuat apa pun mereka menggali informasi tentang keberada gangster di daerah sini sangatlah sulit karena kelompok kejahatan ini sangat rapih dan tertutup ditambah informasi yang sulit sekali diraih sekalipun oleh para iblis ini.

"Terima kasih, Kiba Issie kalian boleh kembali ke kelas dan tolong untuk pulang sekolah Issie pergilah bersama saji untuk menjemput kelima orang itu kesini."

"Buncho apa kau bermaksud memasukan mereka kedalam Peerages ?" tanya Issei

"Iya dan aku hanya akan merekut dua orang dan sisanya akan di serahkan ke dalam Peerages milik Sona Kaichou."

"SIALAN SEKARANG BERTAMBAH LAGI DUA BISHOUNEN!" Teriak nistanya, dan membuat para iblis disana Sweetdrop.


Pulang sekolah!

Anggota Team Breseker Blood masih berada di dalam kelas mereka tahu bahwa kedua heir itu pasti akan memanggil salah satu anggota preage mereka untuk menjemput mereka. Dan akhirnya datang dua orang remaja laki-laki berambut cokelat dan kuning.

"Daiki-senpai, dan yang lainnya kalian diundang oleh Buncho dan Kaichou untuk datang ke Club penelitian ilmu gaib ada sesuatu yang ingin dibicarakan." Ucap Saji, namun wajah mesum keduanya mulai muncul akibat melihat ke imutan dan kecantikan dari perempuan berambut pirang dengan model twin tail.

Hehm!

Suara batuk dari Daiki membuat sadar kedua pengguna Scared gear naga ini, mereka melihat kearah Daiki yang akan mengucapkan sesuatu.

"Kalau begitu tolong tunjukan jalannya, agar masalah ini cepat selesai." Ucap Daiki dan dibalas dengan ucapan baiklah oleh kedua orang tersebut dan merekapun mengikuti kedua iblis ini ke tempat dimana Kesepakatan akan berlangsung.


Club penelitian ilmu gaib.

Kini anggota club dengan osis sedang menunggu Issie dan saji yang tengah menjemput mereka, semuanya ada disini dari Benteng dari Rias Gremory Kaneko Toujo, Bishop sang pemegang Scared gear Twin Healing Asia argeto, lalu Kuda/Knight yaitu Yuuto Kiba dan terakhir berdiri disamping Rias yaitu Quuennya Akeno sementara Sona begitupun mengajak semua anggotanya.

Tok…Tok…Tok

Pintupun terbuka dan masuklah Issei dan Saji bersama lima orang lainnya, kedua iblis ini kembali ke tempat preagenya masing-masing berkumpul. Rias berdiri dan memberikan sambutan ucapan selamat datang kemudian mereka dipersilahkan duduk, Akeno menngambil mampan berisi minuman teh dan menaruhnya dimeja.

"Baiklah apa kalian tahu kenapa kami memanggil kalian kesini ?" tanya Rias dan dijawab oleh Alex dengan tidak, Rias menatap Sona untuk memberitahu mereka sekarang Sona yang merasa dirinya tengah ditatap Rias mengangukan kepalaya.

"Sebelum itu mohon maaf atas tadi, namaku adalah Rias Gremory ketua dari Club ini lalu disebelahku ini adalah Kaichou yaitu Sona Sitri, Dan kami adala-."

"Iblis." Ucap Daiki yang memotong ucapan dari gadis berambut merah ini, semua mata terbelalak terkejut para iblis ini mereka sangat terkejut dengan ucapan yang dikeluarkan oleh Daiki.

"B…Bagaiman kau bis-." Ucap Sona

"Tahu, Sudalah aku mengetahui tentang kalian berdua heir Underworld Gremory dan Sitri, agar tak berlama-lama intinya kalian ingin kami bergabung dengan salah satu preage kalian bukan namun mohon maaf kami tidak menolak."

"Kami akan berikan apapun pada kalian Harta, Wanita, atau apapun." Ucap Rias

"Bagaimana yah, begini saja kita buat kesepakatan dengan pertarungan antara salah satu anggota ku melawan perwakilan kedua preage lalu isi kesepakatan ini adalah jika kalian menang maka kami akan menjadi anggota preage kalian tetapi jika kami yang menang maka kalian harus menaati satu aturan yang telah dibuat olehku bagaimana!"

"apa maksud mu dengan kami harus menaati aturan memang siapa kalian!" ucap sona yang tak terima jika dia harus menaati aturan yang dibuat selain olehnya.

"Kalau begitu kalian ini hanya seekor anak ayam manja yang harus kembali pulang ke mamah." Ejek Jun agar dapat memanaskan suasana.

"KAU BILANG KAMI PENGECUT!" Teriak Issei dengan penuh amarah karena merasa harga dirinya pemimpinya di injak-injak oleh orang berambut uban ini dan begitu juga dengan Saji.

"Ohh aku sangat takut… bukan begitu Hyoudo Issei sang Sekiryutei, ah apakah kau ingat mantan pacarmu siapa yah aku lupa namanya oh iya Raynare." Balas Jun dan itu membuat semua orang semakin terkejut terutama Issei yang semakin emosi.

"BANGSAT SEBENARNYA SIAPA KALIAN INI!"

"Tidak hanya itu kami mengetahui semua orang disini." Ucap Kurosaki dia mengarahkan jari telunjuknya kearah Akeno "Putri hasil dari perkawinan anggota Himejima dan Jendral malaikat jatuh, benar-benar menyedihkannya dimana sekarang ayahmu kalau tidak salah Baraqiel."

"Jangan pernah kau sebut nama orang itu!" kini Akeno mulai terpancing dengan emosinya

"Hm, lalu kucing kecil yang sangat jauh dari kakaknya Kuroka, takut mengendalikan kekuatanya lagi pula nama asli mu adalah Shirone kan Serta Objek tes kegagalan dari pedang Excaliburn dan terakhir Iblis kecil yang polos tak mengetahui dunia yang kejam ini."

Rias mulai menaik kan auranya menjadi menggerihkan dia tidak terima penghinaan terhadap anggota peeragesnya sampai seorang membuka suara kembali.

"Kalian hanya iblis labil yang berada dibawah dua maou palsu sekarang ini, atau mungkin kakak kaliankan yaitu Sirzech Gremory dan Serafall Sitri mereka berdua hanya maou palsu ditambah klan kalian yang sangat buruk." Ucap Alex

Sudah habislah kesabaran para iblis ini pertama mereka menghina seseorang kemudian menghina seorang Maou dan terakhir adalah Menjelekan harga diri dari sebuah klan di Underworld

"DENGAR AKU INGIN KALIAN BERMINTA M AAF PADA KAMI SEBELUM AKU MEMUSNAHKAN KALIAN SEMUA." Ucap Rias dan tak jauh dari rias sona juga mulai emosi akibat ucapan mereka.

"Baiklah kami akan minta maaf dan masuk ke Peerages kalian asalkan dua diantara kalian bisa mengalahkan salah satu anggotaku selain itu kami juga akan menjadi budak rendahan kalian, namun jika kalian kalah maka kalian harus menaati satu hal. Bagaiman sepakat." Ucap Daiki dengan tenang

Tanpa pikir panjang kedua iblis ini mesetujuinya, dan ini sesuai dengan rencana yang dibuatnya.


Halaman Kuoh

Angin malam bertiup cukup kencang membuat daun-daunan berterbangan kesana kemari di halaman ini dua kelompok iblis dengan emosi yang meluap-luap serta ke egoisan tanpa batas yang menginginkan kemenangan, sementara satu kelompok lainnya dengan kepala dingin dan tenang serta rencana yang sangat matang.

"Jadi siapa yang akan kalian turunkan dalam pertarungan ini." Tanya Daiki yang bersandar pada salah satu pohon sambil meliapat tangannya di dada, seolah itu adalah tindakan meremehkan lawan serta memancing kelemahan musush.

"TENTU SAJA ISSEI DAN SAJI PEMEGANG DARI SCARED GEAR LOGINUS DAN VITRA!"Ucap emosi Heir dari Gremory namun nampaknya iblis labil ini terlalu membesar-besarkan keangkuhannya ini. Sementara Sona hanya menatap tajam kearah Daiki dan yang lainnya.

"Begitu, kalau aku akan menurukan Jun Chameleon." Ucapnya dan remaja uban ini pun maju kedepan sambil membawa sebuah Deck card berwarna hijau dengan lambang kepala bunglong di tengahnya.

"Bisa kita mulai sekarang Seikryutei dan Vitra!" Dengan seyuman mengejek terhadap orang lain.

"Sialan kau!"

(BOOSTER GEAR!)

(LINE!)

Muncul Scared gear berwujud berupa sarung tangan bewarna merah dengan batu berlian hijau di atas telapak tangan, sementara saji berwujud seperti ular hitam dengan dua berlian ungu dimatanya dan berada ditelapak tangannya.

HENSHIN !

Ucapnya sambil mengarahkan Deck tersebut kedepan dada, lalu secara misterius muncul sebuah belt dengan ditengahnya tempat untuk memasukan Deck tersebut, Jun memasukan deck tersebut dan kemudian tubuhnya terselimuti sebuah armor bewarna hijau dengan helm layak bunglon dengan sebuah kepala mirip bunglon berada di paha kirinya. (See: Kamen rider Verde)

Semua iblis menatap dengan pandangan yang sulit di artikan dengan pemandangan di hadapan mereka bahkan sona kembali dibuat terkejut oleh aksi mereka ini.

"Sona a…apa itu Scared gear." Tanya Rias

"Bukan aku tak merasakan aura Scared gear melaikan aura yang lain dari dirinya yang tidak ku ketahui." Jawabnya

"Baiklah mari kita mulai game ini"

Dengan cepat sosok ini melesat dengan cepat menuju kedua lawannya, Issei dan Saji yang telah sadar dari rasa keterjutan segera menyerang balik dengan menambah energy dalam Booster gear untuk menembakan Dragon Shot semenatara Saji mundur untuk menyiapkan Absorption Line.

Jun menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Issei dan membuat inang dari sang naga langit ini semakin emosi ketika berdekatan dia mengambil ancang-ancang pada lengannya untuk meninju bagian perut dari si rambut cokelat. Issei yang mengetahui itu segera menghindar kearah kanan agar tak mengenainya tetapi Jun bukan berniat untuk memukul Issei melainkan kedua tangannya ini untuk menjadi tumpuan bawah bagian kaki sekarang menjadi bagian atas dan kepala menjadi dibawah dengan kedua tangannya menjadi penahan, melihat itu Issei sempat terkejut dan tak berapa lama kedua tanga Jun memberikan dorongan sehinga mebuatnya melompat keatas lalu tubuhnya kembali semula di udara jun menyiapkan serangan kaki dengan mengankat kaki kanan setinggi mungkin lalu

BRAKK!

Bagian kepala Issei kini menyentuh tanah dengan sangat menyakitkan jun memandang menyedihkan kearah remaja mesum ini sampai tali berwarna biru mengincarnya dengan cepat sang bunglon ini melakukan back flip ketika berhenti di seberang tali biru ini tetap mengincarnya dan akhirnya tangan kanannya terjerat bersama kaki kanan, lalu menatap lurus menuju si pelaku yang tidak lain adalah Saji.

"Dengan begini kau tidak akan bisa bergerak, Hyoudou cepat bangkit dan serang dia dengan Dragon Shot sekali lagi."

Issei yang mendengar itu segera berusah bangkit dan mengumpulkan energy.

(BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST)

(DRAGON SHOT)

Bola energy sangat kuat melesat menuju ke arah Jun yang terperangkap, dengan tenang tangan kiri jun mengambil sebuah kartu dari tempat Deck card di beltnya lalu menampilkan kartu dengan nama Clear Vent tersebut ke semua orang dan menjatuhkannya pada Bio visor atau card reader dengan cepat sebuah klip layaknya lidah bunglon melekat ke kartu itu lalu menariknya ke Bio visor.

(Clear Vent)

Seluruh tubuh jun mulai menghilang tak terlihat oleh semua orang bahkan membuat Issei dan Saji membuka mulutnya karena hal ini, begitu juga dengan yang lain namun terkejut dan aneh dengan hal ini. Saji mulai melepaskan ikatan talinya dan membuat Dragon shot milik Issei melewati begitu saja tanpa mengenai apa pun.

"Kemana dia?"

Semuanya dibuat heran terkecuali kelompok Daiki yang tengah memandang kearah pertarungan.

'Pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai sekarang.' Batin Daiki.

Tiba-tiba serangan pukulan mendarat di perut saji membuatnya memuntah kan air liur dan kemudian serangan demi serangan melesat ke arah wajah badan dan yang lain namun yang mereka lihat Saji seolah-olah di pukul oleh sesuatu yang tidak terlihat Sona mulai merasa kawatir terhadap pionnya ini sampai akhirnya kekawatiran itu pecah akibat melihat saji seolah wajahnya ini di tedang membuatnya terdorong kebelakang dan menabrak pohon lalu pingsan.

"SEBENARNYA APA YANG TERJADI." Teriak Sona dengan sedih melihat saji dan tanpa sadar air matanya mulai membasuhi mukanya juga dengan anggota preage sona yang lainnya.

"Chi…Chi…Chi, sepertinya ksatriamu ini benar-benar sangat menyedihkan yah." Suara yang membuat hati bergetar mereka melihat Jun kini tengah berada dihadapan saji dan mencekram kerah baju lawanya keatas.

"Biar aku jelaskan satu hal nona, tadi adalah salah satu kemampuanku yaitu dapat membuatku berkamuflase layaknya seekor bunglon dan dengan kemampuan ini aku dapat mendekati musuh tanpa terlihat walaupun kalian dapat merasakan energi ku ini namun kalian tidak akan bisa menebak dimana keberadaanku." Lalu dengan tanpa rasa bersalah Jun melepar saji kearah peeragesnya seperti sampah yang harus dibuang.

"Satu tumbang, sekarang tinggal seorang lagi." Jun berjalan mendekati Issei yang sekarang mulai ketakutan sampai dia berhenti beberapa meter dari Issei lalu menarik satu kartu lagi dengan nama Final Vent dan memasukannya ke Bio visor.

(FINAL VENT)

Mendengar kata Final membuat ke tidak tenagan di hati Issei dan kelompoknya dan yang paling tidak tenang adalah Rias lalu Asia dan Akeno.

Tap…Tap…Tap

Muncul sesosok bunglon humanoid di belakang Issei semua orang yang melihat itu terkejut dengan kehadiran monster tersebut Issei menegokan kepalanya ke arah belakang dan melihat sosok ini, Bunglon ini memanjangkan lidahnya keatas lalu membengkok kannya sedikit Jun melompat keatas dengan posisi kaki di ikat oleh lidah si bunglon lalu dengan kuat bunglon ini mengayunkannya ke arah Issei lalu meraih musuhnya dan bunglon ini melepaskan ikatan lidah di kaki Jun yang pada waktu ini dia berputar 360 derajat dan sekarang posisi keduannya terbalik dimana jun sekarang kepalan diatas semantara Issei dengan kepala di bawah. (See: Final Vent Kamen rider Verde)

"RASAKAN INI SEKIRYUTEI."

BRAKKK!

BOOOOM!

Ledakan terjadi ditempat itu sekarang Jun pergi dari arena itu dengan penampilan seperti sebelumnya dan Issei sekarang kondisinya sungguh memprihantikan yaitu kepala terbentur dengan keras sekali dan hampir masuk kedalam tanah.

"ISSEI \ ISSEI-SAN!" Teriak anggota yang lain.

"Itu masih sepertiga kekuatanku kalau aku menggunakan seratus persen maka hasilnya akan berbeda mungkin kepala pionmu ini akan hancur berkeping-keping." Ujar Jun kepada kelompok Gremory yang kini tengah mengobati naga merah ini, pertarungan telah usai kemenangan diraih oleh Daiki dan kelompoknya dan itu berati sesuai kesepakatan mulai sekarang sampai waktu yang belum di tentukan kelompok Gremory dan Sitri harus menaati satu aturan dari Daiki.

"Nanti akan kuberikan isi aturan yang harus kalian taati." Kemudian kelompok ini pergi dari tempat tersebut untuk kembali kerumah mereka sementara dua kelompok iblis ini tengah di landa rasa memalukan dan penyesalan, ini bukan salah Issei maupun Saji namun ini salah mereka semua mereka terlalu memikirkan emosi di banding ketenangan sehingga membuat kehancuran sendiri sekarang mereka kehilangan hal paling penting yaitu sebuah Harga diri.


Kyoto, japan

Naruto kini tengah menatap langit malam yang dihiasi oleh bulan dan bintang-bintang yang indah suasana pedesaan membuat hati dan pikirannya serasa tenang sampai suara manis dari istrinya ini membagunkannya dari alam pikirnya.

"Kau kenapa anata ?"

"Tidak ada Tsuma aku hanya merasa tenang dan damai lalu soal Daiki mungkin anak itu tengah bermain dengan pacarnya." Ucap Naruto.

Mendengar kata bermain wajah Yasaka memerah melihat itu Naruto mendekati Yasaka dan merangkul pinggul dari Ratu yokai ini. Membuat Yasaka cukup terkejut dan semakin memerah karena kelakuan suaminya ini

"Bagaimana dengan Kunou, Tsuma ?"

"D…Dia sudah tidur di kamarnya."

"Bagus kalau begitu…" Naruto menjeda ucapannya lalu mengedong yasaka dengan ala Bridal Style "Ada satu hal yang aku inginkan dari mu Tsuma." Lanjut Naruto dengan mendekatkan mulutnya kearah kuping yasaka membuat yasaka sedikit terasang dan geli.

"A…AA…Apa itu Anata."

"Aku ingin kita membuat beberapa Uzumaki kecil lainnya untuk menjadi saudara baru Kunou dan Daiki."

Mendengar ucapan suaminya ini wajah Yasaka menjadi sangat merah padam namun dia mengangukan kepalanya yang berarti dia setujuh dengan keinginan suaminya ini, dengan senang Naruto membawa sang Istri untuk bermain dan pada akhirnya menjadi malam yang penuh dengan jeritan hawa nafsu.


-TBC-


Jika lemonya kurang lebih atau apalah, Athor minta maaf karena masih pemula untuk menulis cerita tentang begituan, selain itu di sini muncul tiga orang anak buah dari Daiki yaitu Kurosaki Tonbo, lalu Jun Chamaleon dan Alex Arc dengan kemampuan kamen rider yang baru di ketahui milik Jun adalah kamen rider Verde. Sementara Himiko Toga adalah karakter dari (Boku no Hero Academy) sekian terima kasih.

Saa Jane.